• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

24

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

Dalam penelitian yang membahas mengenai topik “pengaruh politik luar negeri Rusia terhadap pembentukan perspektif keamanan tiga negara Baltik, Finlandia, dan Swedia” ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif sebagai metode penelitian deksriptif analitik yang berdasarkan pada analisa induktif terhadap suatu makna esensial dalam fenomena tersebut. Metode penelitian kualitatif dapat digunakan pada penelitian kali ini dengan substansi mengungkapkan sebuah gejala secara holistik-kontekstual, serta mampu memanfaatkan daya analisa penulis sebagai instrumen kunci (Eko Sugiarto, 2015: 8). Dalam arti penulis dapat menggunakan metode penelitian kualitatif dalam mengungkapkan sebuah makna dan peran yang terjadi pada suatu fenomena tertentu.

Dalam hal ini penulis akan mengungkapkan sebuah fenomena dengan menggunakan model penelitian studi kasus. Dengan substansi dapat melakukan sebuah analisa yang mendalam mengenai individu, kelompok, institusi, dan sebagainya dalam waktu tertentu (Eko Sugiarto, 2015:12). Dalam hasil penelitian Eko Sugiarto (2015:12) tujuan dari penggunaan model studi kasus ini adalah dapat dijadikan sebagai dasar dalam menemukan makna, menyelidiki proses, memperoleh sebuah pengertian dan pemahaman secara utuh dari setiap aktor penelitian terkait. Bagi penulis, model penelitian studi kasus akan menjadi sangat tepat dalam mengkaji sebuah fenomena secara lebih mendalam melalui penyelidikan proses, mengidentifikasi peran antar aktor, dan menemukan setiap makna yang terkandung dalam penelitian tersebut.

3.2 Instrumen Penelitian

3.2.1 Unit Amatan

Dalam hal ini politik luar negeri Rusia ditempatkan penulis sebagai unit amatan dari penelitian kali ini. Dengan substansi pengamatan terhadap kebijakan politik

(2)

25

revisionisme Rusia sebagai instrumen independen yang menjadi faktor pendorong terbentuknya kerjasama preventif antara lima negara Eropa utara dan NATO.

3.2.2 Unit Analisis

Pada penelitian kali ini, penulis menempatkan kerjasama pertahanan antara negara-negara Eropa utara dan NATO sebagai unit analisis dari penelitian kali ini.

Dengan substansi kebijakan kerjasama antara lima negara Eropa utara dan NATO sebagai instrumen dependen yang menjadi hasil dari pengaruh kebijakan politik luar negeri Rusia.

3.3 Metode Pengumpulan Data

3.3.1 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan dengan menempatkan segala bentuk informasi yang berkaitan dengan kasus ini sebagai sumber acuan. Maka dari itu telah dilakukan pengumpulan data yang didapat dari berbagai buku, jurnal, dokumen, dan artikel yang relevan dalam penyusunan konsep penelitian ini. Dalam tahap penyusunan konsep penelitian ini juga telah dilakukan pengutipan terhadap berbagai konsep dan teori yang relevan untuk mendukung representasi makna terhadap obyek penelitian.

3.3.2 Jenis Data

Sumber utama yang ditekankan dalam penelitian ini adalah setiap informasi mengenai tindakan-tindakan setiap aktor yang terlibat dalam kasus tersebut. Sumber informasi ini didapat peneliti dengan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kasus ini. Dalam hal ini penulis akan menerapkan dua bentuk data yang akan dijadikan sebagai sumber acuan pada penelitian kali ini. Sumber data yang dimaksudkan berupa data primer dan data sekunder.

Data primer didapatkan penulis melalui website resmi NATO guna mengenal secara lebih mendalam mengenai organisasi tersebut. Beserta dijadikan sebagai sebuah referensi dalam menemukan sebuah kebijakan-kebijakan pada topik penelitian terkait. Sementara data sekunder didapatkan penulis melalui hasil perkembangan informasi yang memuat mengenai topik terkait yang didapat melalui beberapa buku, skripsi, jurnal, dan artikel

(3)

26

online. Hal ini guna untuk mempermudah kinerja penulis dalam melakukan pemaparan studi kasus beserta analisa terhadap aktivitas kerjasama lima negara Eropa utara dan NATO dalam mencegah manuver politik Rusia.

3.4 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah constant comparative method (metode perbandingan tetap). Metode ini menekankan adanya hubungan generalisasi antar data mulai dari perbandingannya hingga pada koneksi atau keterkaitannya satu informasi dengan informasi lainnya. Maka dari itu dalam tahap analisis makna dan konsep ini akan terbangunlah satu kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini.

Adapun empat tahap yang digunakan dalam metode analisis constant comparative method, antara lain :

3.4.1 Reduksi Data

Dalam tahap ini dilakukan penyeleksian informasi-informasi yang memungkinkan untuk mendukung penelitian ini. Dalam kasus ini peneliti akan lebih menitikberatkan pada dampak yang dihasilkan hybrid warfare dalam bentuk opini publik yang dihasilkan pada bidang politik domestik tiga negara Baltik, Finlandia, dan Swedia. Selain itu secara jelas ruang lingkup penelitian dalam hal ini hanya akan mencangkup wilayah Eropa utara dengan kategorisasi tiga negara Baltik, Finlandia, dan Swedia. Sehubungan juga mengenai aktor yang berperan pada topik terkait. Penulis membatasi periodisasi keepemimpinan Rusia hanya pada masa Vladimir Putin menduduki kursi Kremlin. Dengan kata lain tak mencangkup sebuah analisa secara lebih dalam mengenai studi komparasi antara agenda kebijakan politik luar negeri Vladimir Putin dengan dua pemimpin Rusia lainnya yakni Boris Yetsin dan Dmitry Medvedev hingga akhirnya menciptakan agenda politik revisionisme Rusia sebagai manifestasi kebijakan politik luar negeri Vladimir Putin saja.

(4)

27 3.4.2 Kategorisasi Data

Dalam tahap ini peneliti melakukan pengkategorian berbagai peristiwa penting yang menjadi bahan refrensi dalam penelitian penulis sehingga terbentuklah sebuah sintesa yang berkaitan satu sama lain. Pada kasus ini penulis membuat 3 kategori bagian analisa untuk merangkum kontestasi politik keamanan NATO-Rusia di wilayah Eropa utara yakni (1) pengaruh politik luar negeri Rusia pada periode kepemimpinan Vladimir Putin yang pertama pada tahun 1999-2008 dan periode kedua pada tahun 2012-hingga saat ini; (2) terciptanya kondisi vulnerable25 dalam perspektif keamanan tiga negara Baltik, Finlandia, dan Swedia; (3) penciptaan kerjasama pertahanan kolektif lima negara Eropa utara bersama dengan NATO sebagai langkah deterrence dari ancaman manuver politik Rusia.

3.4.3 Sintesiasi

Setelah melakukan tahap pengkategorisasian pada kasus ini, pada tahap ini peneliti akan lebih melihat hubungan keterkaitan antar rangkuman peristiwa tersebut hingga menjadi suatu cerita yang runtun untuk mempermudah dalam menjelaskan fenomena tersebut. Pada mulanya kasus ini diawali dengan pengimplementasian politik revisionisme Rusia oleh Vladimir Putin sejak menjabat pada tahun 1999-2008 dan 2012-hingga saat ini. Russo-georgia war pada tahun 2008 dan Crimean war pada tahun 2014 adalah salah satu bentuk pengimplementasian politik revisionisme Vladimir Putin. Hal ini diperkuat dengan ancaman secara terbuka yang diperlihatkan pihak Rusia terhadap negara-negara Eropa utara melalui pengimplementasian hybrid warfare. Tentu saja hal ini telah menciptakan kewaspadaan tersendiri bagi lima negara Eropa utara pada negara tetangganya yakni Rusia. Oleh karena itu, menjadi penting bagi tiga negara Baltik, Finlandia, dan Swedia untuk menciptakan kerjasama pertahanan kolektif bersama dengan NATO sebagai upaya pencegahan politik revisionisme Vladimir Putin.

25 Vulnerable adalah kerapuhan atau keterbatasan untuk menghadapi sebuah ancaman.

(5)

28 3.4.4 Hipotesa Penelitian

Dalam tahap ini peneliti akan mencoba menemukan hasil akhir dari sebuah penelitian terhadap kasus ini. Pada penelitian kali ini telah terlihat bahwa kehadiran politik revisionisme Rusia dilihat sebagai ancaman dari perspektif tiga negara Baltik, Finlandia, dan Swedia. Dengan demikian kehadiran NATO menjadi sebuah resolusi penting bagi agenda pertahanan tiga negara Baltik, Finlandia, dan Swedia.

Maka penciptaan berbagai bentuk kerjasama antara lima negara Eropa utara dan NATO melalui hasil Wales Summit 2014 dan Warsaw Summit 2016 menjadi penting sebagai langkah deterrence dari ancaman politik revisionisme Rusia.

3.5 Sistematika Penyajian

Penelitian ini akan disusun denga struktur yang dimulai dari bab I hingga pada bab V, dengan rincian sistematis sebagai berikut ;

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Praktis 1.4.2 Manfaat Teoritis 1.5 Ruang Lingkup Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori

2.1.1 Defensive Structural Realism 2.2 Kerangka konsep

2.2.1 Deterrence 2.2.2 Eropa utara 2.2.3 NATO

(6)

29 2.2.4 Revisionist states

2.2.5 Hybrid warfare 2.3 Penelitian Terdahulu 2.4 Kerangka Pikir Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

3.2 Instrumen Penelitian 3.2.1 Unit Amatan 3.2.2 Unit Analisis

3.3 Metode Pengumpulan Data 3.3.1 Teknik Pengumpulan Data 3.3.2 Jenis Data

3.4 Teknik Analisis Data 3.4.1 Reduksi Data 3.4.2 Kategorisasi Data 3.4.3 Sintesiasi

3.4.4 Hipotesa Penelitian 3.5 Sistematika Penyajian

BAB IV POLITIK LUAR NEGERI RUSIA SEBAGAI FAKTOR PENDORONG MENINGKATNYA NILAI TAWAR NATO BAGI TIGA NEGARA BALTIK, FINLANDIA, DAN SWEDIA

4.1 Perspektif keamanan tiga negara Baltik, Finlandia, dan Swedia 4.1.1 Estonia

4.1.2 Latvia 4.1.3 Lithuania 4.1.4 Finlandia 4.1.5 Swedia

(7)

30

4.2 Politik revisionisme Rusia sebagai manifestasi kebijakan politik luar negeri Vladimir Putin

4.3 Kebijakan kerjasama preventif NATO Northeastern Flank dalam menciptakan kondisi deterrence di wilayah Lautan Baltik

BAB V PENUTUP 4.1 Kesimpulan 4.2 Saran LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi portofolio yang optimal pada sub sektor perkebunan dan sub sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,

Metode pelaksanaan kegiatan yang diterapkan dalam pembuatan buku profil ini adalah dengan melakukan wawancara langsung kepada para tokoh prajuru Desa Pakraman

Rerata populasi larva yang paling tinggi terdapat pada daun jeruk purut dengan lama pengeringan selama 15 jam yaitu 44,75 ekor, dimana hal ini tidak berbeda nyata

Penduduk asli desa Juhar adalah marga Tarigan yang berasal dari daerah desa Lingga, tidak ada bukti yang pasti mengenai Tahun kedatangan marga Tarigan ke daerah Juhar akan tetapi

Kondisi fisik ruang dalam dari gedung Bank Mandiri saat ini tidak terawat, kotor, dan banyak terdapat puing-puing reruntukahn, baik dari plafon, rangka atap, daun pintu,

Problem: dengan pembuatan company profile ini dapat diberikan edukasi pentingnya memiliki sirkulasi udara yang baik, dan natural cahaya matahari yang masuk dalam

Kontestasi partai politik di Sumatera Utara pada masa demokrasi liberal adalah suatu penelitian sejarah yang menunjukkan pertentangan dan persaingan dari partai politik di

Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk menganalisa mengapa terjadi komodifikasi lembaga adat Dayak dalam kontestasi politik di Kalimantan Tengah, penulis mendapati