• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

Tugas Akhir adalah karya ilmiah yang dilakukan mahasiswa yang bertujuan untuk menyampaikan hasil akir penelitian yang telah dikerjakan oleh mahasiswa.

Penelitian disusun secara sistematis berdasarkan metode ilmiah Tugas Akhir ini yang berjudul “Pengembangan Modul Saran dan Rekomendasi Berbasis Artikel Berbasis Konten Pada Aplikasi Social e-Learning Desa Menggunakan Metode Similarity-Based Element”. Struktur penulisan pada tugas akhir ini dibagi menjadi beberapa bab dan sub bab. Pada Bab I terbagi menjadi beberapa sub bab, antara lain menjelaskan mengenai Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Batasan Penelitian, Manfaat Penelitian dan Sistematika Penulisan.

I.1 Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan kebutuhan akan manfaat pembelajaran berbentuk kegiatan sosial atau sarana belajar yang semakin meningkat keberadaannya. Pembelajaran biasanya dilakukan dengan interaksi antara komunitas, pengajar maupun pelajar, sehingga dengan adanya teknologi proses pembelajaran yang mempunyai peranan penting terkait penyebaran pengajaran dapat dilakukan ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh pengaksesan teknologi internet, seperti aplikasi. Salah satunya adalah minimnya warga yang dapat mengakses pembelajaran pada teknologi informasi atau TI yang terdapat di pedesaan.

Berdasarkan hasil survei penggunaan internet yang di dapat dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) diperoleh hasil persentase penggunaan internet di kota terdapat 61.83%, sedangkan di desa terdapat 32,50% pada tahun 2017. Berdasarkan tingkat pendidikan diperoleh bahwa SD (Sekolah Dasar) berjumlah 9,82%, SMP (Sekolah Menengah Pertama) berjumlah 35,53%, SMA (Sekolah Menengah Atas) berjumlah 61,64%, Diploma/S1 berjumlah 83,97%, S2/S3 berjumlah 87,50%, dan tidak sekolah berjumlah 6,73%. Agar memudahkan untuk melihat data mengenai tingkat pendidikan di desa pada tahun 2017, berikut grafik yang dibuat (Kominfo, 2017).

(2)

Gambar I. 1 Pengguna Internet di Desa berdasarkan Pendidikan

Dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi dalam konteks yang lebih kecil, seperti pedesaan, konsep desa berbasis teknologi informasi atau yang dikenal dengan smart village atau desa cerdas mulai diterapkan. Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai konsep smart village, namun secara umum sebuah desa dapat disebut desa cerdas, jika secara inovatif menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas dan daya saing dalam aspek ekonomi, sosial dan lingkungan (Herdiana, 2019).

Secara istilah, e-learning adalah suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik melalui suatu jaringan berupa internet atau intranet. Dalam proses pembelajaran, e-learning dapat memudahkan peserta untuk melakukan proses pembelajaran secara mandiri, sehingga kehadiran e- learning dapat diartikan sebagai proses transformasi pembelajaran dari teacher centered menjadi student centered. E-learning akan membuat belajar lebih mudah, praktis dan fleksibel, berkat proses pembelajaran yang dapat mencapai kecepatan dan kondisi belajar yang maksimal (Hakim, 2018).

Social e-Learning adalah jenis pembelajaran informal, berdasarkan pengalaman dan didukung oleh komunitas yang tersebar. Secara keseluruhan, terlihat tidak rapi, beragam, dan sangat pribadi karena setiap orang membawa perspektif dan pengalaman mereka ke dalam pembelajaran (Walcutt dan Schatz, 2019). Selain

9.82 35.53

61.64 83.97

87.5 6.73

Pendidikan

SD SMP SMA Diploma/S1 S2/S3 Tidak Sekolah

(3)

itu, manfaat Social e-Learning merupakan proses penyempurnaan dalam pembelajaran yang dapat memudahkan untuk penyimpanan materi yang diakses.

Penerapan Social e-Learning harus memperhatikan fitur yang digunakan agar mendukung suatu proses media pembelajaran sehingga mempermudah interaksi dengan bahan maupun materi sebagai teknologi yang digunakan. Menurut (Priyahita, 2020) pembahasan Social e-Learning tidak lepas dari program cerdas di belakangnya. Program cerdas adalah Artificial Intelligence atau biasa disingkat dengan AI. Teknologi AI memberikan kemudahan bagi manusia untuk melakukan suatu pekerjaan. Secara umum, kecerdasan buatan adalah ilmu yang digunakan untuk meniru kecerdasan makhluk hidup dan digunakan oleh mesin untuk memecahkan masalah.

Kondisi saat ini, aplikasi Social e-Learning memiliki konten yang dapat menyampaikan pembelajaran serta dapat berinteraksi dan berkontribusi dalam kegiatan pembuatan konten untuk melakukan sharing tentang pengetahuan antar pengguna dengan mengunggah konten yang telah dibuat oleh pengguna tersebut.

Untuk itu, sistem pembelajaran ini masih memiliki kekurangan terkait penyediaan konten yang kurang memadai dan tidak terarah. Berdasarkan penelitian ini, permasalahan yang terjadi adalah kurangnya pembelajaran sosial di pedesaan, media pembelajaran yang terbatas dan sulit mendapatkan konten pembelajaran yang sejenis, maka diperlukan pengembangan aplikasi dari segi fitur rekomendasi berdasarkan konten untuk menyarankan item kepada warga desa. Fitur ini dilengkapi dalam pemanfaatan AI untuk membuat saran dan rekomendasi di aplikasi Social e-Learning dengan mengoptimalkan konten yang bergantung pada kemiripan konten. Pengguna harus saling mempengaruhi kemampuan sehingga memberikan rekomendasi secara real time serta mengidentifikasi jenis konten berupa artikel yang kemudian dibandingkan dengan setiap artikel lainnya. Pada aplikasi yang akan dikembangkan belum memiliki fitur rekomendasi, jadi warga sulit untuk mendapatkan artikel yang serupa dan mencari sendiri terkait artikel yang diinginkan, sehingga fitur rekomendasi ini fokus untuk menampilkan artikel berdasarkan kemiripan tertentu dengan menunjukkan artikel yang sering dilihat oleh warga.

(4)

Oleh karena itu, diperlukan suatu pengembangan fitur terhadap aplikasi Social e- Learning sebelumnya, pengembangan fitur ini adalah fitur rekomendasi artikel yang dilengkapi dengan sebuah AI yang sesuai, untuk membuat saran dan rekomendasi pada sistem pembelajaran. AI dipilih karena pengembangan fitur ini dapat menyarankan konten pada warga dengan melakukan rekomendasi kesamaan atau kemiripan artikel. Artikel yang direkomendasikan berupa artikel yang mempunyai kebutuhan terhadap ketegori berbeda yang berkaitan pada sistem rekomendasi berbasis konten. Fitur rekomendasi artikel ini berperan untuk memudahkan adanya penyediaan konten yang dapat menyarankan item berdasarkan konten yang diminati warga, guna mengenali media pembelajaran untuk membangun desa yang cerdas dan memperoleh solusi yang telah diusulkan berdasarkan keadaan.

I.2 Perumusan Masalah

Secara garis besar, berdasarkan paparan pada sub bab Latar Belakang dalam peelitian ini masalah yang diangkat adalah sebagai berikut:

1. Implementasi berbasis konten seperti apa yang diterapkan untuk membuat saran dan rekomendasi artikel di aplikasi Social e-Learning desa?

2. Integrasi algoritma berbasis konten seperti apa yang perlu dikembangkan untuk mendukung modul saran dan rekomendasi pada aplikasi Social e- Learning desa?

I.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan solusi yang telah dipaparkan pada sub Bab Rumusan Masalah, maka dapat dirumuskan bahwa tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penerapan algoritma similarity based element pada sistem rekomendasi berbasis konten untuk menu rekomendasi berdasarkan kemiripan artikel di aplikasi Social e-Learning desa.

2. Desain aplikasi integrasi menggunakan algoritma similarity based element untuk mendukung hasil rekomendasi pada modul saran dan rekomendasi di aplikasi Social e-Learning desa.

(5)

I.4 Batasan Penelitian

Pada penelitian yang dibahas agar lebih terarah, tidak menyimpang dan tidak meluas, sehingga penulis harus memiliki batasan masalah. Batasan merupakan suatu ruang lingkup, sedangkan masalah merupakan masalah penelitian yang dibahas. Maka pada penelitian ini, hanya akan membahas mengenai modul creating suggestion and recommendation atau membuat saran dan rekomendasi pada aplikasi Social e-Learning desa.

Batasan masalah dalam penelitian ini mengembangkan aplikasi yang sudah ada, sehingga aplikasi yang dibuat sebelumnya akan dikembangkan dengan sebuah penerapan AI atau kecerdasan buatan. Aplikasi ini membangun fitur rekomendasi artikel dan menerapkan sistem rekomedasi berbasis konten pada fitur konten, dengan melakukan rekomendasi artikel menggunakan model algoritma similarity- based element untuk mendukung modul membuat saran dan rekomendasi berbasis kesamaankonten. Data yang digunakan dalam pembangunan aplikasi merupakan data berupa artikel dalam bentuk teks. Oleh karena itu, dapat memudahkan pengguna dalam mencari artikel yang serupa dengan artikel yang disarakan.

I.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk pengembangan penelitian ini, manfaat penelitian bagi penulis adalah menyediakan penerapan AI berbasis konten untuk membuat fitur saran dan rekomendasi pada kemiripan konten artikel.

2. Untuk pengembangan penelitian ini, bagi manfaat penelitian selanjutnya adalah menambahkan fitur kelola konten artikel yang akan direkomendasikan dan dapat mengelola konten berdasarkan kategori artikel yang mengandung kata sara.

3. Untuk pengembangan penelitian ini, manfaat penelitian bagi warga desa adalah menyediakan media mengenai pembelajaran kegiatan sosial sehingga dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman antar warga desa, menyediakan sarana untuk saling berkolaborasi dan berkomunikasi antar

(6)

warga desa, adanya sistem pembelajaran yang memadai dan menyediakan media untuk menampung konten pembelajaran dari pengguna.

I.6 Sistematika Penulisan

Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

Pada Bab I Pendahuluan memaparkan mengenai isi dari latar belakang dalam penelitian tugas akhir, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penlisan. Pada latar belakang dijelaskan mengenai permasalahan yang terjadi, perumusan masalah yang terjadi saat ini, tujuan penelitian berdasarkan pemaparan sub bab rumusan masalah, batasan masalah pada penelitian ini dan manfaat penelitian berdasarkan keadaaan.

Pada Bab II Tinjauan Pustaka memaparakan mengenai literatur dan teori-teori terhadap permasalahan yang diteliti mengenai pengembangan modul saran dan rekomendasi berbasis konten pada aplikasi Social e-Learning desa dan dijelaskan mengenai perbandingan aplikasi pada penelitian sebelumnya. Literatur dan teori yang digunakan antara lain, yaitu jurnal internasional, jurnal nasional, konferensi prosiding, buku dan website tertentu.

Pada Bab III Metodologi Penelitian memaparkan mengenai rencana penelitian yang akan dilakukan dengan langkah-langkah pada pemecahan malasah terkait.

Metodologi menjelaskan alur pengunaan metode, metode yang digunakan, dan adanya pengupulan data yang dibutuhkan. Pengembangan model konspetual berisi kondisi saat ini, acuan, subjek, objek, model, teknologi, pengumpulan data, metode dan output aplikasi, sistematika penyelesaian masalah, pengumpulan data, pengolahan data atau proses pengembangan produk/artifak, dan metode evaluasi.

Pada Bab IV Analisis dan Pemodelan Kebutuhan memparkan mengenai analisis kebutuhan, pemodelan kebutuhan, dan spesifikasi kebutuhan tekonologi. Analisis kebutuhan menjelaskan terhadap produk yang dikembangkan, aktor yang menggunakan aplikasi dan fungsionalitas yang akan dibangun. Selanjutnya, ada pemodelan kebutuhan yang menggambarkan use case diagram dan scenario use

(7)

case, sedangkan spesfikasi kebutuhan teknologi menjelaskan teknologi yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini.

Pada Bab V Perancangan Perangkat Lunak memaparkan mengenai pemodelan perancangan sistem, komponen diagram dan perancangan arsitektur. Pemodelan perancangan sistem yang dibuat adalah activity diagram, sequence diagram, class diagram, entity relationship diagram (ERD). Selanjutnya, komponen diagram digambarkan dalam MVC pattern, dan perancangan arsitekur dibuat berdasarkan empat tier dengan tahapan seperti penelitian sebelumnya.

Pada Bab VI Hasil dan Pengujian Sistem memaparkan mengenai hasil dan pengujian sistem. Hasil implementasi perangkat lunak pada aplikasi saat ini.

Selanjutnya, pengujian perangkat lunak dengan melakukan kinerja algoritma Similarity dan uji kinerja sistem menggunakan Black Box Testing. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh fungsionalitas dan kinerja sistem berjalan dengan baik.

Pada Bab VII Kesimpulan dan Saran. Kesimpulan memaparakan mengenai keseluruhan dalam pengerjaan tugas akhir pada penelitian ini. Lalu, disertai adanya saran untuk pengembangan pada penelitian selanjutnya.

Gambar

Gambar I. 1 Pengguna Internet di Desa berdasarkan Pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

Ketiga tesis di atas secara substantif memang meneliti tentang pemasaran pendidikan di sebuah lembaga, baik pada sekolah tingkat menengah maupun sekolah tinggi. Akan

Sehingga dapat dilihat hasil penilaian rata – rata yang dicapai nilai dari kegiatan kondisi awal 64,77 dan pada silkus pertama nilai rata – rata yang dicapai 65,45

Hasil survei menunjukkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi dan aplikasi pelepasan jantan mandul ke rumah-rumah masyarakat di lokasi penelitian, sebagian besar masyarakat

terapi musik instrumental 82% depresi ringan, 18% depresi berat, 2) setelah melakukan terapi musik instrumental 88% tidak depresi dan 12% depresi ringan, 3) hasil

Diisi dengan bidang ilmu yang ditekuni dosen yang bersangkutan pada

Syahbandar juga bertugas menaksir barang dagangan yang dibawak menarik pajak, serta menentukan bentuk dan jumlah persembahan yang harus diserahkan kepada pejabat kerajaan dengan

Miksi dengan normal, ditunjukkan dengan kemampuan berkemih sesuai dengan asupan cairan dan pasien mampu berkemih tanpa menggunakan obat, kompresi pada kandung kemih atau

Uraian tugas kepala ruangan yang ditentukan oleh Depkes (1994) dalam melaksanakan fungsi perencanaan adalah (1) Merencanakan jumlah dan kategori tenaga keperawatan serta tenaga