BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu dan tanggap terhadap berbagai perubahan dengan jenjang perencanaan jangka panjang (25 tahun), jangka menengah (5 tahun) maupun jangka pendek (1 tahun). Berdasarkan hal tersebut setiap daerah harus menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 07 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Serta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah, disebutkan bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharuskan menyusun Rencana Strategis yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan serta program dan kegiatan pokok sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD dengan berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung tahun 2013-2018 merupakan penjabaran visi dan misi dan Program Walikota yang akan diwujudkan dalam satu periode masa jabatan.
Rencana strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun berfungsi sebagai pedoman penyusunan Rencana
Kinerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja (Renja) SKPD serta digunakan sebagai instrumen evaluasi keberhasilan dan kegaga- lan kinerja SKPD dalam kurun 5 (lima) tahun sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Penyusunan Renstra Kecamatan Cibiru Kota Bandung dil- akukan secara simultan bersamaan waktu dengan proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung tahun 2013-2018. Penyusunan dil- aksanakan melalui tahapan persiapan, penyusunan rancangan, penyusunan rancangan akhir dan penetapan Renstra SKPD.
Sebagai bagian dokumen perencanaan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintah daerah maka Renstra Kecamatan Cibiru Kota Bandung 2013-2018 memiliki keterkaitan dengan RPJMD Kota Bandung tahun 2013-2018 dan Renja SKPD, ilustrasi keterhubungan Renstra SKPD dengan RPJMD dan Renja SKPD dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 1.1
Renstra disusun untuk mendukung pencapaian RPJMD yang diimplementasikan melalui pelaksanaan program pem- bangunan daerah yang berisi program-program prioritas terpilih untuk mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah.
1.2. Landasan Hukum
Memuat tentang undang-undang, peraturan pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD, landasan hukum tersebut yaitu:
Perencanaan Stratejik
Perencanaan Operasional
RPJMD RENSTRA
- Visi dan Misi - Tujuan dan sasaran - Strategi dan Arah Kebijakan - Visi dan Misi
- Tujuan dan sasaran - Strategi dan Arah Kebijakan - Program Pembangunan Dae-
rah
- Program Pembangunan Dae- rah
- Program Prioritas - Program Prioritas
Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan
- Program Prioritas - Program Prioritas Penyelenggaraan Urusan
Pemerintahan
- Program Prioritas
- Program Prioritas
1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang pembentukan daerah-daerah Kota Besar dalam lingkungan Propinsi jawa Timur, Jawa Barat, Jawa tengah dan daerah Istimewa Yogyakarta;
2. Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) ;
4. Undang Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
5. Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
6. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN);
7. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;
8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara pemerintah pusat dan daerah;
9. Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ru- ang;
10. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
11. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengel- olaan Keuangan Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional ;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota ;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, tata Cara, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi pelaksanaan Rencana pembangunan Daerah;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecama- tan;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 ten- tang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah;
19. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Nomor 10 Tahun 1989 tentang batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung;
20. Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2000 tentang pengembangan dan Penataan Kawasan Inti Pusat Kota;
21. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kota Bandung;
22. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 14 Tahun 2007 Ten- tang Pembentukan Dan Susunan Organisasi Kecamatan Dan Kelurahan Di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
23. Peraturan Daerah Nomor 07 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan serta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah
24. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bandung Tahun 2005-2025;
25. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 18 Tahun 2011 ten- tang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031.
26. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2014 ten- tang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013-2018;
27. Peraturan Walikota Bandung Nomor 250 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok Dan Fungsi Satuan Organisasi Pada Kecamatan Dan Kelurahan Di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
1.3. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Renstra Kecamatan Cibiru Kota Bandung dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang visi, misi, tujuan dan berbagai kebijakan, program dan kegiatan serta indikator kinerja Kecamatan Cibiru Kota Bandung.
Sedangkan tujuan penyusunan Renstra Kecamatan Cibiru Kota Bandung tahun 2013–2018 adalah :
1. Menjamin keselarasan antara visi, misi , tujuan dan sasaran pembangunan pemerintah Kota Bandung dengan Pemerintah Kecamatan Cibiru, sehingga akan bermanfaat bagi proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan
pertanggungjawaban bagi Pemerintah Kecamatan Cibiru Kota Bandung.
2. Sebagai landasan operasional secara resmi bagi seluruh Kelurahan di lingkungan Kecamatan Cibiru Kota Bandung dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan yang akan diusulkan untuk dibiayai dari APBD Kota Bandung, sehingga menjadi terarah pada pencapaian hasil sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
3. Memudahkan seluruh jajaran aparatur di lingkungan Kecama- tan Cibiru Kota Bandung dalam mencapai tujuan dengan cara menyusun program dan kegiatan secara terpadu, terarah dan terukur.
4. memudahkan seluruh jajaran pada masing-masing Kelurahan di Lingkungan Kecamatan Cibiru Kota Bandung untuk memahami dan menilai arah kebijakan dan program serta kegiatan operasional tahunan dalam rentang waktu lima tahun.
1.4. Kedudukan dan Peranan Rensta Dalam Perencanaan Daerah.
Perencanaan Strategis Kecamatan Cibiru merupakan suatu proses yang berorientasi kepada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu ) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.
Sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan daerah, khususnya pasal 19 ayat (3) menyatakan, bahwa Kepala daerah dan wakil Kepala Daerah terpilih harus membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) 3 (tiga) bulan setelah pelantikan yang selanjutnya digunakan sebagai Pedoman
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah maupun laporan Penyelenggaraan Pemerintahan ke Presiden. Rencana Strategis Kecamatan Cibiru bersama rencana strategis SKPD lainnya merupakan bagian yang utuh dari rencana Strategis Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung. Rencana Strategis Kecamatan Cibiru mengandung visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan, sehingga Rencana Strategis ini berperan sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pemerintahan umum demi tercapainya akuntabilitas kinerja Pemerintah Kecamatan Cibiru.
1.5. Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan Rencana Stratejik (Renstra) Kecamatan Cibiru Kota Bandung disusun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan susunannya adalah, sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan membahas secara ringkas mengenai pengertian Renstra SKPD, fungsi Renstra dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra SKPD, keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD, dan keterkaitan renstra dengan RKT dan Renja.
BAB II GAMBARAN UMUM KECAMATAN CIBIRU KOTA BANDUNG
Gambaran Pelayanan Kecamatan Cibiru Kota Bandung memuat penjelasan tentang tugas, fungsi dan struktur organisasi, sumber daya, kinerja pelayanan serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan SKPD
BAB III ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI KECAMATAN CIBIRU KOTA BANDUNG
Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi memuat penjelasan mengenai identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan SKPD
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN KECAMATAN CIBIRU KOTA BANDUNG
Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan memuat penjelasan mengenai Visi dan Misi SKPD, Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD, Strategi dan Kebijakan dalam mencapai misi yang telah ditetapkan
BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, INDIKASI KEGIATAN DAN DANA INDIKATIF
Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif, membahas mengenai penjelasan tentang program- program dan kegiatan yang akan dilakukan untuk
mencapai target sesuai indikator yang telah ditetapkan selama lima tahun secara bertahap serta jumlah dana yang dibutuhkan
BAB VI INDIKATOR KINERJA KECAMATAN CIBIRU KOTA BANDUNG YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Indikator Kinerja Kecamatan Cibiru Kota Bandung yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD,memuat mengenai indikator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapain tujuan dan sasaran RPJMD
BAB VII PENUTUP
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
KECAMATAN CIBIRU KOTA BANDUNG
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Cibiru Kota Bandung
2.1.1. Struktur Organisasi Kecamatan Cibiru Kota Bandung Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 tahun 2007 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kelurahan dan Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung, susunan Kecamatan Organisasi Cibiru Kota Bandung terdiri atas:
1. Camat
a. Sekretaris Kecamatan
b. Sub bagian Umum dan Kepegawaian c. Sub bagian Program dan Keuangan 2. Seksi-seksi sebagai unsur Lini terdiri dari :
a. Seksi Pemerintahan
b. Seksi Keamanan dan Ketertiban
c. Seksi Pendidikan dan Kemasyarakatan
d. Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup e. Seksi Pelayanan
3. Kelompok Jabatan Fungsional 4. Lurah
5. Sekretaris Kelurahan
6. Seksi-seksi sebagai unsur Lini terdiri dari : a. Seksi Pemerintahan
b. Seksi Kemasyarakatan
c. Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup d. Seksi Pelayanan
Gambar 2.1
Bagan Struktur Organisasi Kecamatan
Sumber : Perda Kota Bandung Nomor 14 Tahun 2007
2.1.2. Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan Cibiru Kota Ban- dung
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 tahun 2007 Tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kelurahan dan Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Kedudukan Kecamatan merupakan wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah yang dipimpin oleh Camat, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Kecamatan mempu- nyai tugas pokok melaksanakan sebagian kewenangan pemerinta- han yang dilimpahkan Walikota kepada Camat untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah.
Untuk melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya, Kecamatan Cibiru mempunyai fungsi sebagai berikut :
a) mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;
CAMAT
SEKRETARIAT
SEKSI PENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
SEKSI EKONOMI, PEMBANGUNAN
& LINGKUNGAN HIDUP SEKSI
KETEMTRAMAN &
KETERTIBAN SEKSI
PEMERINTAHAN
SUB BAGIAN UMUM
& KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PRO- GRAM
& KEUANGAN KELOMPOK
JABATAN FUNGSIONAL
SEKSI PELAYANAN
KELURAHAN KELURAHAN
b) mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;
c) mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;
d) mengkoordinasikan pemerliharaan prasarana dan fasilitas pe- layanan umum;
e) mengkoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat Kecamatan;
f) membina penyelenggaraan pemerintahan Kelurahan;
g) melaksanaan pelayanan ketatausahaan Kecamatan.
h) Melaksanakan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai tugas dan fungsinya.
Sedangkan uraian tugas masing-masing unit organisasi pada Kecamatan Cibiru Kota Bandung berdasarkan Peraturan Walikota Bandung Nomor 250 Tahun 2013 tentang Rincian Tugas Pokok Dan Fungsi Satuan Organisasi Pada Kecamatan Dan Kelurahan Di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung, se- bagai berikut:
1) Camat
Camat, mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan Walikota kepada Camat untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok, Camat mempu- nyai fungsi :
a. mengkoordinasikan pemberdayaan masyarakat;
b. mengkoordinasikan ketenteraman dan ketertiban umum;
c. mengkoordinasikan penerapan dan penegakan pera- turan perundang- undangan;
d. mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasili- tas pelayanan umum;
e. membina pemerintahan kelurahan di wilayah kerjanya.
2) Sekretaris Kecamatan;
Sekretaris Kecamatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kecamatan di bidang kesekretariatan. Untuk melaksanakan tugas pokok Sekretariat mempunyai fungsi :
a. pelaksanaan penyusunan rencana program kegiatan kecamatan;
b. pelaksanaan pelayanan administrasi kesekretariatan kecamatan dan kelurahan;
c. pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan rencana, program, evaluasi dan pelaporan kegiatan Kecamatan dan Kelurahan;
d. pengkoordinasian penyelenggaraan tugas Seksi;
e. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan Kecamatan dengan Instansi terkait dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kecamatan;
f. pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan pen- gendalian administrative kegiatan kesekretariatan dan kecamatan; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Camat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya
3) Seksi Pemerintahan
Seksi Pemerintahan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kecamatan di bidang pemerintahan, untuk melaksanakan tugas pokok Seksi Pemerintahan mempunyai fungsi :
a. penyusunan data dan materi bahan lingkup pemerinta- han;
b. pembinaan Rukun Warga dan Rukun Tentangga;
c. pelayanan administrasi pertanahan;
d. pembinaan administrasi pemerintahan Kelurahan;
e. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan pemerintahan dengan Instansi terkait; dan
f. pelaporan pelaksanaan lingkup pemerintahan.
4) Seksi Ketentraman dan Ketertiban
Seksi Ketentraman dan Ketertiban mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kecamatan di bidang ketentraman dan ketertiban, untuk melaksanakan tugas Seksi Ketentraman dan Ketertiban mempunyai fungsi : a. penyusunan data dan bahan materi lingkup ketentra-
man dan ketertiban;
b. pembinaan ketentraman dan ketertiban;
c. pembinaan potensi perlindungan masyarakat;
d. pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pe- nanggulangan bencana;
e. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan ketentraman dan ketertiban dengan Instansi terkait; dan
f. pelaporan pelaksanaan lingkup ketentraman dan ketertiban.
5) Seksi Pendidikan dan Kemasyarakatan
Seksi Pendidikan dan Kemasyarakatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kecamatan di bidang pendidikan dan kemasyarakatan, untuk melaksanakan tu- gas pokok sebagaimana Seksi Pendidikan dan Kemasyara- katan mempunyai fungsi:
a. penyusunan data dan bahan materi lingkup pendidikan dan kemasyarakatan;
b. inventarisasi dan fasilitasi masalah sosial kemasyara- katan;
c. inventarisasi potensi bidang pendidikan formal dan informal;
d. pembinaan terhadap lembaga kemasyarakatan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan;
e. fasilitasi pembinaan bidang keagamaan, ketahanan keluarga, partisipasi dan pemberdayaan perempuan serta generasi muda;
f. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan bidang pendidikan dan kemasyarakatan dengan Instansi terkait;
dan
g. pelaporan pelaksanaan lingkup bidang pendidikan dan kemasyarakatan
6) Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kecamatan di bidang ekonomi, pembangunan dan ling- kungan hidup, untuk melaksanakan tugas pokok Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup mempu- nyai fungsi :
a. penyusunan data dan bahan materi lingkup ekonomi, pembangunan dan lingkungan hidup;
b. fasilitasi pembinaan bidang koperasi, usaha kecil dan menengah.
c. inventarisasi potensi ekonomi masyarakat dan pem- bangunan;
d. fasilitasi pembangunan sarana dan prasarana fisik fasili- tas umum dan fasilitas sosial;
e. fasilitasi pemberdayaan masyarakat dalam upaya peles- tarian lingkungan hidup;
f. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan ekonomi dan ketahanan pangan, pembangunan, serta lingkungan hidup dengan Instansi terkait; dan
g. pelaporan pelaksanaan lingkup ekonomi, pembangunan dan lingkungan hidup.
7) Seksi Pelayanan
Seksi Pelayanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Camat dibidang pelayanan, untuk melaksanakan tugas pokok Seksi Pelayanan mempunyai fungsi:
a. penyusunan data dan bahan materi lingkup pelayanan;
b. pelayanan data dan informasi Kecamatan;
c. pelayanan administrasi kependudukan;
d. pelayanan administrasi umum lainnya;
e. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan pelayanan dengan Instansi Terkait; dan
f. pelaporan pelaksanaan lingkup pelayanan.
8) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub. Bag Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Kecamatan di bidang umum dan kepegawaian, untuk melaksanakan tu- gas pokok Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempu- nyai fungsi :
a. penyusunan bahan rencana dan program pengelolaan lingkup administrasi umum dan kepegawaian;
b. pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian yang meliputi pengelolaan naskah dinas, penataan kearsipan Kecamatan, penyelenggaraan kerumahtanggaan Kecama- tan, pengelolaan perlengkapan dan administrasi perjal-
anan dinas, serta pelaksanaan administrasi kepega- waian; dan
c. pelaporan kegiatan lingkup administrasi umum dan kepegawaian.
9) Sub Bagian Program dan Keuangan
Sub. Bag Program dan Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Kecamatan di bi- dang keuangan dan program, untuk melaksanakan tugas pokok Sub Bagian Keuangan dan Program mempunyai fungsi :
a. penyusunan rencana dan program pengelolaan admin- istrasi keuangan dan program kerja Kecamatan;
b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan melipu- ti kegiatan penyiapan bahan penyusunan rencana ang- garan, koordinasi penyusunan anggaran, koordinasi pengelola dan pengendalian keuangan dan menyusun laporan keuangan Kecamatan;
c. pelaksanaan pengendalian program meliputi kegiatan penyiapan bahan penyusunan rencana kegiatan kecama- tan, koordinasi penyusunan rencana dan program serta koordinasi pengendalian program serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja kecamatan; dan
d. pengkoordinasian pelaporan lingkup kegiatan pengel- olaan administrasi keuangan dan program kerja Kecama- tan.
10) Lurah
Lurah mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang dilimpahkan Walikota kepada Lurah, dalam melaksanakan tugas pokok Lurah mempunyai fungsi :
a. pelaksanaan kegiatan pemerintahan Kelurahan;
b. pemberdayaan masyarakat, perekonomian dan kese- jahteraan rakyat;
c. pelayanan masyarakat;
d. penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;
e. pemeliharaan prasarana, fasilitas pelayanan umum dan lingkungan hidup; dan
f. pembinaan lembaga kemasyarakatan.
11) Sekretaris Lurah
Sekretaris Lurah mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Lurah di bidang kesekretariatan, untuk melaksanakan tugas pokok Sekretaris Lurah mempunyai fungsi:
a. penyusunan data dan bahan materi lingkup kesekretari- atan Kelurahan;
b. penyusunan rencana program dan kegiatan Kelurahan;
c. pengelolaan perlengkapan, keuangan dan kepegawaian;
d. pengkoordinasian kegiatan seksi di Kelurahan;
e. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan Kelurahan dengan Instansi Terkait; dan
f. pelaporan pelaksanaan lingkup kesekretariatan dan Ke- lurahan.
12) Seksi Pemerintahan
Seksi Pemerintahan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Lurah di bidang pemerinta- han, untuk melaksanakan tugas pokok Seksi Pemerinta- han mempunyai fungsi :
a. penyusunan data dan bahan materi lingkup pemerinta- han;
b. fasilitasi penyelenggaraan pemilihan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW);
c. pengkoordinasian dan fasilitasi kegiatan ketentraman dan ketertiban;
d. pembinaan ketentraman dan ketertiban;
e. pembinaan potensi perlindungan masyarakat;
f. pengkoordinasian dan fasilitasi kegiatan pemerintahan dengan Instansi Terkait; dan
g. pelaporan pelaksanaan lingkup pemerintahan.
13) Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Lu- rah di bidang ekonomi, pembangunan dan lingkungan hidup, untuk melaksanakan tugas pokok Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup mempunyai fungsi : a. penyusunan data dan materi bahan lingkup ekonomi,
pembangunan dan lingkungan hidup;
b. fasilitasi pembinaan bidang koperasi, usaha kecil dan menengah;
c. inventarisasi potensi ekonomi masyarakat dan pem- bangunan;
d. fasilitasi pembangunan sarana dan prasarana fisik fasili- tas umum dan fasilitas sosial;
e. fasilitasi pemberdayaan masyarakat dalam upaya peles- tarian lingkungan hidup;
f. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan ekonomi, pem- bangunan dan lingkungan hidup dengan Instansi terkait;
dan
g. pelaporan pelaksanaan lingkup ekonomi, pembangunan dan lingkungan hidup.
14) Seksi Kemasyarakatan
Seksi Kemasyarakatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Lurah di bidang kemasyara- katan, untuk melaksanakan tugas pokok Seksi Ke- masyarakatan mempunyai fungsi :
a. penyusunan data dan bahan materi lingkup kemasyara- katan;
b. inventarisasi potensi bidang kemasyarakatan;
c. inventarisasi dan Fasilitasi bidang pendidikan;
d. pembinaan terhadap lembaga kemasyarakatan di tingkat Kelurahan;
e. fasilitasi pembinaan bidang keagamaan, ketahanan keluarga, partisipasi dan pemberdayaan perempuan ser- ta generasi muda;
f. pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pe- nanggulangan bencana;
g. inventarisasi dan fasilitasi ketahanan pangan;
h. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan bidang ke- masyarakatan dengan Instansi terkait; dan
i. pelaporan pelaksanaan lingkup kemasyarakatan.
15) Seksi Pelayanan
Seksi Pelayanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Lurah di bidang pelayanan, ntuk melaksanakan tugas pokok Seksi Pelayanan mempunyai fungsi:
a. penyusunan data dan bahan materi lingkup pelayanan;
b. pelayanan data dan informasi Kelurahan;
c. pelayanan administrasi kependudukan;
d. pelayanan administrasi umum lainnya;
e. fasilitasi dan pengkoordinasian kegiatan pelayanan dengan Instansi Terkait; dan
f. pelaporan pelaksanaan lingkup pelayanan.
16) Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan fungsional pada masing-masing Keca- matan dan Kelurahan terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai ke- lompok sesuai dengan bidang keahliannya.
Setiap Kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang diangkat oleh Walikota atas usul Camat untuk Kecamatan dan Lurah untuk Kelurahan.
Jenis, jenjang dan jumlah jabatan fungsional ditetapkan oleh Walikota berdasarkan kebutuhan dan beban kerja, sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berla- ku.
2.2 Sumber Daya Kecamatan Cibiru Kota Bandung 2.2.1.Sumber Daya Manusia
Untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Cibiru Kota Bandung memiliki pegawai sebanyak 55 orang. Dari jumlah pegawai tersebut, disamping Camat sebanyak 23 orang (43%) merupakan pegawai di Kecamatan Cibiru, di Kelurahan Palasari sebanyak 7 orang (12 %) , Kelurahan Cipadung sebanyak 8 orang (14%) , Kelurahan Pasirbiru sebanyak 10 orang (18%) dan Kelurahan Cisurupan sebanyak 7 orang (12%)
Jumlah pegawai eselon III sebanyak 2 orang yaitu Camat dan Sekretaris Kecamatan, Eselon IVa sebanyak 30 orang yaitu 5 (lima) kepala Seksi dan 6 (enam) Lurah, Eselon IVb sebanyak 19 orang yaitu para kepala sub bagian pada Sekretariat Kecamatan dan
Kasi pada Kelurahan. Pelaksana sebanyak 23 orang dengan jumlah pelaksana terbanyak berada di Seksi Pelayanan Kecamatan Cibiru.
Rincian pegawai berdasarkan Eselon Jabatan dan Unit Kerja di lingkungan Kecamatan Cibiru, sebagaimana table di bawah ini
Tabel 2.1
Kondisi Kepegawaian Berdasarkan Eselon Jabatan
No Uraian Eselon
I
Eselon II
Eselon III
Eselon
IV Staf Jumlah
1 Kecamatan cibiru 2 7 14 23
2 Kelurahan Palasari 5 2 7
3 Kelurahan Cipadung 6 2 8
4 Kelurahan Pasirbiru 6 4 10
5 Kelurahan Cisurupan 6 1 7
JUMLAH 2 30
23 55
Sumber : Sekretariat Kecamatan Cibiru Tahun 2013
Tabel 2.2
Kondisi Kepegawaian Berdasarkan Pendidikan yang Dita- matkan
No Uraian S3 S2 S1 D3 SLTA SLTP SD Jml
1 Kec. Cibiru 4 7 2 7 2 1 23
2 Kel. Palasari 1 4 2 7
3 Kel. Cipadung 5 3 8
4 Kel. Pasirbiru 1 4 4 1 10
5 Kel. Cisurupan 3 3 1 7
JUMLAH 9 23 2 16 4 1 55
%
Sumber : Sekretariat Kecamatan Cibiru Tahun 2013
Dari seluruh jumlah pegawai Kecamatan Cibiru Kota Ban- dung, sebanyak 55 orang (100%) memiliki pendidikan S2 sebanyak
9 orang (19%), yang memiliki pendidikan S1 sebanyak 23 orang (41%), yang memiliki pendidikan D3 sebanyak 2 orang (0.3%), yang memiliki pendidikan SLTA sebanyak 16 orang (29%), yang memiliki pendidikan SLTP sebanyak 4 orang (0.7%) dan pegawai yang memiliki pendidikan SD sebanyak 1 orang (0.1%)
2.2.2. Sarana Dan Prasarana Kerja
Tersedianya sarana dan prasarana kerja akan menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Secara umum sarana dan prasarana se- bagaimana terurai dalam lampiran.
Tabel 2.3 Sarana dan Prasarana
No. Uraian Jumlah Satuan Kondisi
Saat ini Keterangan 1 Gedung
Kantor 5 Gedun
g Baik 1 Ged.Kantor Kecamatan, 4 Ged.Kantor
Kelurahan 2 Kendaraan
Roda Empat Mini Bus
2 Unit Baik Operasional Camat dan Sekcam 3 Kendaraan
Roda Empat Pick Up
6 Unit Baik Operasional Kecamatan 2 unit
dan Kelurahan 4 unit
4 Bangunan
Selter Sepedah 2 Unit Baik 5 Peralatan dan
Perlengkapan Kerja
1 Paket Baik Komputer, Laptop, Mesin Tik, dll.
6 Perlengkapan
Mebeuler 1 Paket Baik Lemari, Meja, Kursi, dll
Sumber : Sekretariat Kecamatan Cibiru Tahun 2013
Kondisi umum Kecamatan Cibiru
Kecamatan Cibiru merupakan salah satu bagian wilayah Timur Kota Bandung dengan memiliki luas lahan sebesar 652,92 Ha.
Secara administratif Kecamatan Cibiru dibatasi oleh :
Bagian Selatan : Kecamatan Panyileukan Kota Bandung
Bagian Utara : Kecamatan Cilengkrang Kab. Bandung
Bagian Timur : Kecamatan Cileunyi Kab. Bandung
Bagian Barat : Kecamatan Ujungberung Kota Bandung
Kawasan perencanaan yang menjadi lingkup kerja Kecama- tan Cibiru dapat dilihat dalam tabel 1 berikut ini :
Kawasan Perencanaan dalam lingkup Kecamatan Cibiru
Kecamatan Kelurahan/Desa
CIBIRU
1. Kelurahan Cisurupan 2. Kelurahan Palasari 3. Kelurahan Cipadung 4. Kelurahan Pasirbiru
Secara geografis Kecamatan Cibiru memiliki bentuk wilayah datar/berombak sebesar 50 % dari total keseluruhan luas wila- yah. Ditinjau dari sudut ketinggian tanah, Kecamatan Cibiru be- rada pada ketinggian 500 m diatas permukaan air laut. Suhu maksimum dan minimum di Kecamatan Cibiru berkisar 30o C - 18o C, sedangkan dilihat dari segi hujan berkisar 215 mm/th dan jumlah hari dengan curah hujan yang terbanyak sebesar 45 hari.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Kecamatan Cibiru dibagi dalam 4 Kelurahan dengan jumlah RT serta RW adalah se- bagai berikut:
Kelurahan dan Jumlah RT / RW
No Kelurahan Jumlah RT Jumlah RW
1 Cisurupan 52 10
2 Palasari 82 14
3 Cipadung 80 17
4 Pasirbiru 65 12
JUMLAH 279 53
1. Keadaan penduduk
Kecamatan Cibiru memiliki jumlah penduduk sebanyak 59.921 jiwa, yang terdiri dari 30.095 jiwa laki-laki dan 29.826 jiwa perempuan. Jumlah kepala keluarga (KK) di Kecamatan Cibiru saat ini mencapai sekitar 17.980 KK. Berdasarkan data kependudukan dari kecamatan pada tahun 2012 yang dilihat dari segi kepadatan penduduk sebesar 92 jiwa per hektar dan dilihat dari pertumbuhan penduduk, intensitas populasinya akan terus bertambah dari waktu ke waktu
Jumlah penduduk berdasarkan Struktur Umur :
No Umur Jumlah
L P Jumlah
1 0 – 4 tahun 2689 2387 5076
2 5 – 9 tahun 3654 3184 6838
3 10 – 14 tahun 2822 2926 5748
4 15 – 19 tahun 2770 2830 5600
5 20 – 24 tahun 2502 2712 5214
6 25 – 29 tahun 2442 2514 4956
7 30 – 34 tahun 2350 2561 4911
8 35 – 39 tahun 2048 2144 4192
9 40 – 44 tahun 2159 2126 4205
10 45 – 49 tahun 1951 1958 3909
11 50 – 54 tahun 1545 1461 3005
12 55 – 59 tahun 1412 1147 2559
13 60 – 64 tahun 941 1132 2073
14 65 – keatas 810 744 1554
Jumlah 30.095 29.826 59.921
Sumber daya manusia berdasarkan tingkat pendidi- kan di Kecamatan Cibiru sebagai berikut :
No Pendidikan Jumlah
L P Jumlah
1 Belum sekolah 4018 4554 8572
2 Tidak tamat SD 764 877 1641
3 Tamat SD 7829 6932 147621
4 Tamat SLTP 4447 5094 9541
5 Tamat SLTA 5040 4703 9743
6 Sarjana Muda (D3) 1365 1225 2590
7 Sarjana (S1) 1220 1204 2424
8 Pasca Sarjana (S2) - -
9 Pasca (S3), dll - - -
No Tenaga kerja Jumlah
L P Jumlah
1 Penduduk usia
produktif 16.166 16.776 32.942 2 Ibu Rumah Tangga - 7.621 7.621
3 Penduduk masih
sekolah 10.011 9.683 19.694
Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian pokok adalah sebagai berikut :
No Pekerjaan Jumlah
L P Jumlah
1 Petani 1.182 917 2.099
2 Pelajar/Mahasiswa 10.040 9.265 19.305 3 Pegawai Swasta 4.989 4.990 9.979
4 Pedagang 5.155 3.166 6.321
5 Pegawai Negeri Sipil 1.717 1.600 3.317
6 TNI/ABRI 771 206 977
7 Buruh Swasta - - -
8 Pengrajin - - -
9 Penjahit - - -
10 Tukang Kayu - - -
11 Dokter - - -
12 Sopir /pengemudi - -
13 Pengusaha - -
14 Lain-lain 6.241 9.682 15.923
Jumlah 30.095 29.826 59.921 Jumlah penduduk Kecamatan Cibiru berdasarkan agama adalah sebagai berikut :
No Agama Jumlah
L P Jumlah
1 Islam 59.376
2 Kristen 498
3 Katholik 23
4 Hindu 26
5 Budha 16
6 Kong Huchu 0
2.3. Kinerja Pelayanan SKPD
UU No. 22 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menyatakan bahwa Kecamatan adalah perangkat daerah yang mendapat pelimpahan sebagian kewenangan Walikota/Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. Berkaitan dengan pelimpahan kewenangan tersebut, Pemerintah Kota Bandung telah menerbitkan Peraturan Walikota Bandung Nomor 870 Tahun 2011 tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Walikota Bandung Kepada Camat dan Lurah. Dengan begitu Kecamatan Cibiru dapat melaksanakan pelayanan secara prima kepada Masyarakat, yaitu : 1. Pelayanan Perekonomian Masyarakat dilaksanakan dengan
memfasilitasi Kegiatan peningkatan perekonomian masyarakat seperti pembinaan UKM dan Koperasi dan pembinaan/sosialisasi peluang usaha.
2. Pelayanan peningkatan kualitas hidup masyarakat dil- aksanakan dengan memfasilitasi kegiatan kemasyarakatan.
3. Pelayanan Peningkatan infrastruktur dan lingkungan hidup masyarakat dilaksanakan dengan memfasilitasi kegiatan Peningkatan infrastruktur dan lingkungan hidup masyarakat seperti Potisasi, Kegiatan Pengadaan Bibit tanaman, Penebaran
benih ikan di sungai-sungai di wilayah kecamatan Cibiru dan sebagainya.
4. Pelayanan Peningkatan kualitas penanganan ketentraman dan ketertiban dengan Pembinaan dan Pelatihan Linmas, Pembentukan SATWANKAR di wilayah Kecamatan Cibiru dan sebagainya.
5. Pelayanan pemerintahan umum dilaksanakan dengan memfasilitasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan umum.
6. Pelayanan umum kepada masyarakat dengan Pelayanan Prima Tingkat capaian kinerja Kecamatan Cibiru Kota Bandung berdasarkan sasaran/target Renstra Tahun 2009-2013 menurut indikator kinerja pelayanan SKPD dan/atau indikator lainnya disajikan pada tabel berikut:
Tabel 2.3
Riviu Pencapaian Kinerja Pelayanan Kecamatan Cibiru Kota Bandung Tahun 2009-2013
NO.
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Kecamatan Cibiru Kota Bandung
Tar- get SPM
Tar- get IKK
Target Indi- kator Lainnya
Satuan
Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 1. Tersedianya data
Pedagang Non Formal 5 dokumen 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
%
2 2. UMKM Terbina 75 usaha 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 100% 100% 100
% 100% 100
%
3
3. Terlaksananya Kegiatan Monitoring Hasil/Evaluasi Bawaku Makmur
20 kegiatan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100% 100% 100
% 100% 100
%
4
4. Tersusunnya Hasil Musrenbang Usulan
Tahun 2014 5 dokumen 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
%
5 5. Tersedianya data
Swadaya Murni 20 dokumen 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100% 100% 100
% 100% 100
%
6 6. Tersedianya data Koperasi dan Pra Koperasi
5 dokumen 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
% 7. Terlaksananya
kegiatan pembinaan organisasi
kemasyarakatan
20 dokumen 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100% 100% 100
% 100% 100
% 8. Terlaksananya
pembinaan organisasi kewanitaan
15 kegiatan 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 100% 100% 100
% 100% 100
% 9. Terfasilitasinya
Organisasi
Kepemudaan 15 kegiatan 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 100% 100% 100
% 100% 100
% 10. Meningkatnya
kegiatan olah raga 20 kegiatan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100% 100% 100
% 100% 100
% 11. Meningkatnya
kualitas keagaaman (DKM, Majelis Ta'lim,MUI)
40 kegiatan 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 100% 100% 100
% 100% 100
%
12. Terfasilitasinya
kegiatan pendidikan 10 kegiatan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 100% 100% 100
% 100% 100
% 13. Meningkatnya
apresiasi seni dan
budaya 10 kegiatan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 100% 100% 100
% 100% 100
% 14. Laporan dan
evaluasi 5 1 tahun 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
% 15. Jumlah
penanaman pohon 2500 pohon 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 100% 100% 100
% 100% 100
% 16. Pendataan pohon
pelindung dan
produktif 5 kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
% 17. Pendataan alat
biofori dan sumur resapan
10 kegiatan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 100% 100% 100
% 100% 100
% 18. Pendataan
Perusahaan yang menggunakan air tanah
5 kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
%
100% 100% 100
% 100% 100
% 19. Pembentukan
Pengamanan Wilayah 5 kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
% 20. Refill APAR dan
APAB 5 unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
%
21. Pendataan PKL 5 kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
% 22. Jumsih dan
Opsih 55 kegiatan 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 100% 100% 100
% 100% 100
% 23. Pembuatan Kartu
Linmas 5 kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
% 24. Jumlah Linmas
aktif 409 anggota 409 409 409 409 409 409 409 409 409 409 100% 100% 100
% 100% 100
% 25. Pendataan
Satwankar 5 kegiatan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100% 100% 100
% 100% 100
% 26. Tersedianya Profil
Kecamatan 40 dokumen 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 100% 100% 100
% 100% 100
% 27. Tersedianya data
monografi 40 dokumen 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 100% 100% 100
% 100% 100
% 28. Tersedianya Buku
Ahli Waris 500 buku 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100% 100% 100
% 100% 100
% 29. Tersedianya E-
KTP E-KTP
31.0 00.0 00
31.000 .000
31.000 .000
31.00
0.000 100% 100% 100
% 100% 100
% 30. Terlaksananya
tertib administrasi Kelurahan
Keluraha
n 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100% 100% 100
% 100% 100
% 31. Indeks Kepuasan
Masyarakat B B B B B B B B B B B 100% 100% 100
% 100% 100
% 32. Tersedianya KTP
dan KK SIAK KTP dan
KK 27.50
0 27.5 00 27.5
00 27.5
00 27.500 27.5 00 27.50
0 27.50
0 27.500 27.50
0 100% 100% 100
% 100% 100
%
NO.
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Kecamatan Cibiru Kota Bandung
Tar- get SPM
Tar- get IKK
Target Indi- kator Lainnya
Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Prosentase pening- katan perekonomian masyarakat kecama- tan dan kelurahan
80 % 25.4
39.0 00
26.682
.900 44.619
.998 40.445
.000 25.43
4.000 26.675 .300 44.52
8.760 40.430.
800 99,9
8 99,97 99,8
0 99,96 2 Prosentase pening-
katan kualitas ke- hidupan kemasyara- katan kecamatan dan kelurahan
80 % 116.
427.
000
120.14 9.700
161.60 2.500
323.17 0.300
116.2 78.65 2
119.76 5.195
161.5 29.74 0
322.83 7.700
99,8
7 99,68 99,9
5 99,90
3 Prosentase pening- katan infrastruktur dan lingkungan hidup tingkat kecamatan dan kelurahan
80 %
140.
775.
000
176.00
8.175 57.165 .000
1.323.
912.45 0
140.3 39.00 0
175.32 8.175 56.98
1.000 1.317.1
24.076 99,6
9 99,61 99,6
8 99,49
4 Prosentase pening- katan kualitas pe- nanganan ketentra- man dan ketertiban tingkat kecamatan dan kelurahan
80 % 62.0
14.0 00
49.805
.400 39.550
.000 39.250
.000 61.75
8.500 49.543 .700 39.49
7.200 39.240.
000 99,5
9 99,47 99,8
7 99,97
5 Prosentase pening- katan pemerintah umum kecamatan dan kelurahan
80 %
62.2 59.5 00
64.100 .450
69.845 .000
513.85 0.000
62.25 1.900
82.429 .750
69.81 1.500
513.13 1.750
99.9
9 97,39 99,9
5 99,86 6 Prosentasi fasilitasi
peningkatan peran kecamatan dan kelurahan
80 %
500.
760.
000
521.49 8.000
500.6 96.80 0
518.89
2.475 99,9
9 99,50 7 Prosentase pening-
katan pelayanan kepada masyarakat kecamatan dan ke- lurahan
80 % 40.3
87.5 00
41.216
.250 152.08
6.000 54.950
.000 40.05
0.100 40.827 .850
152.0 14.29 0
54.940.
000 99,1
6 99,06 99,9
5 99,81
2.4 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan
Untuk melaksanakan kegiatan rutin maupun strategis di lingkungan Kecamatan Cibiru Kota Bandung, sumber daya keu- angan merupakan salah satu faktor yang menentukan di samping juga sumber daya manusia dan sarana prasarana. Pada tahun 2013 anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Kecamatan Cibiru Ko- ta Bandung sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.4
Rekapitulasi Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Kecamatan Cibiru Kota Bandung Tahun 2013
Uraian Anggaran
Belanja 11.136.408.101,05
- Belanja Tidak Langsung 4.735.173.142.00
- Belanja Langsung 6.401.234.959,00
Bertambah/ (Berkurang)
Sumber : Kec. Cibiru Kota Bandung (angka unaudited 2013
Realisasi keuangan Kecamatan Cibiru Kota Bandung pada ta- hun anggaran 2013 untuk belanja sebesar Rp 10.838.716.803,00 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp.
4.735.173.142.00 (43%) dan belanja langsung sebesar Rp.
6.401.234.959,00 (58%).
Untuk periode pelayanan Tahun 2009-2013 kegiatan rutin maupun strategis di lingkungan Kecamatan Cibiru Kota Bandung, anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Kecamatan Cibiru Kota Ban- dung sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.5
Rekapitulasi Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Kecamatan Cibiru Kota Bandung Tahun 2009-2013
Uraian Anggaran
Belanja 25.975.673.433,00
- Belanja Tidak Langsung 12.687.282.463,00 - Belanja Langsung 13.288.390.970,00 Bertambah/ (Berkurang)
Sumber : kec. Cibiru 2013
Realisasi keuangan Kecamatan Cibiru Kota Bandung selama periode tahun anggaran 2009 sampai dengan tahun 2013 untuk belanja sebesar Rp25.975.673.433,00 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp. 12.687.282.463,00 (49%) dan belanja lang- sung sebesar Rp. 13.288.390.970,00(51%).
Secara lengkap anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Keca- matan Cibiru Kota Bandung selama tahun 2009-2013 sebagaimana tabel berikut:
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Kecamatan Cibiru Kota Bandung
Tahun 2009-2013
Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi
dan Anggaran Tahun ke- Rata-rata Pertumbuhan
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1
4 1
5 16 17 =
(6-2)/5 18 = (11-7)/5 BELANJA 4.610.059.0
94
4.356.146.7 48
5.261.418.3 25
5.987.415.169 ,68
11.136.408.10 1,05
4.547.205.0 48
4.316.380.5 41
4.920.860.6 11
5.818.504.4 37
10.838.716.
803 98.6
4 99,0
9 93,5
3 97,1
8 97,33 10.214.396.282 9.929.275.793
BELANJA TIDAK LANG- SUNG
2.662.866.1
14
2.872.679.7
84 3.427.679.3
25 4.059.267.349
,00 4.735.173.142
,05 2.617.592.9
39 2.854.491.7
97 3.301.461.3
86 3.913.736.3
41 4.465.994.0 09 98.3
0 99,3 7 96,3
2 97,1
3 94,32 4.202.599.919 3.942.475.421
BELANJA LANG- SUNG
1.947.192.9 80
1.483.467.0 00
1.833.739.0 00
1.928.147.920 ,00
6.401234.959, 00
1.929.612.1 09
1.461.888.7 44
1.619.399.2 25
1.904768.0 96
6.372.722.7 94
99,1 0
98,5 5
88,3 1
98,7
9 99,55 6.011.796.363 5.986.800.372
2.5 TANTANGAN DAN PELUANG KECAMATAN
Secara umum terdapat tantangan di Kecamatan Cibiru yaitu masalah pelayanan publik, masalah internal organisasi / Unit Kerja dan masalah perwilayahan yang perlu mendapat perhatian pemerintah dan semua pihak, secara rinci tantangan tersebut sebagai berikut
1. Pelayanan Publik :
a. Masih adanya sebagian masyarakat yang belum mampu memperoleh pelayanan kesehatan secara layak.
b. Masih adanya sebagian masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga miskin.
c. Masih tingginya angka pengangguran karena masih rendahnya tingkat keterampilan.
d. Belum optimalnya jalinan kemitraan antara antara usaha kecil, menengah dan dan koperasi dengan usaha besar.
e. Masih rendahnya partisipasi dan kesadaran pentingnya K-3.
2. Internal Organisasi / Unit Kerja :
a. Belum optimalnya pelaksanaan pelimpahan kewenangan Walikota kepada Camat.
b. Belum memadainya sarana dan prasarana kantor.
c. Terbatasnya SDM Aparatur Kecamatan.
3. Perwilayahan : a. Menurunnya kualitas dan kuantitas sumber lingkungan
hidup yang diakibatkan oleh kegiatan rumah tangga dan kegiatan usaha.
b. Kurang tertatanya sarana jalan, saluran dan air kotor.
c. Kurang tertatanya sarana pemukiman.
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kecamatan Cibiru Kota Bandung
Berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Cibiru Kota Bandung yang berkaitan dengan Tugas Umum Pemerintahan dapat diidentifikasi 3 (tiga) klasifikasi permasalahan pelayanan Kecamatan Cibiru, yaitu per- masalahan pada tataran kebijakan, Program Kegiatan dan teknis operasional.
Pada tataran kebijakan Pemerintah Kecamatan Cibiru dapat didentifikasi permasalahan utama pelayanan Pemerintah Kecama- tan Cibiru sebagai berikut :
1. Belum Optimalnya kualitas pelayanan Publik pada Kecama- tan, nilai IKM Kecamatan Tahun 2013 = 77,34;
2. Belum optimlanya Akuntabilitas Kinerja Kecamatan din- tandai dengan nilai AKIP Kecamatan Tahun 2012 sebesar 43,23;
3. Belum optimalnya opini keuangan SKPD, dengan penilaian WDP (Wajar Dengan Pengecualian)
Pada tingkat implementasi program dan kegiatan pada Bagi- an / Unit Kerja di lingkungan Pemerintah Kecamatan Cibiru dapat diidentifikasi permasalahan pelayanan Pemerintah Kecamatan Cibiru, sebagai berikut:
1. Belum optimalnya pelaksanaan tertib adminsitrasi Kelurahan 2. Belum optimalnya ketepatan waktu pelayanan sesuai dengan
maklumat pelayanan