1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki masyarakat yang majemuk. Kemajemukan Indonesia dapat dibuktikan melalui semboyan lambang Negara Republik Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”. Semboyan ini menjelaskan tetang berbagai macam adat istiadat, ras, suku, agama dan bahasa. Indonesia adalah salah satu negara multikultural terbesar di dunia.
Kultur adalah budaya sedangkan multikultural menjelaskan mengenai pandangan seseorang mengenai keragaman dalam kehidupan seperti bahasa, ras, suku, agama dan etnik. Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan, dan tindakan oleh masyarakat suatu negara dari segi etnis, budaya, agama, dan sebagainya
Perbedaan kebudayaan seperti ras, suku, bahasa dan agama ini yang menyebabkan suatu permasalahan dalam komunikasi. Pakar kebudayaan dari Universitas Indonesia (UI) Bambang Wibawarta mengatakan perlunya dialog antarbudaya untuk menjadikan kebinekaan yang dimiliki Indonesia kian bernilai positif. Dia menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia menjadi modal besar untuk masyarakat namun apabila tidak dikelola dengan baik maka bisa menjadi potensi konflik yang besar. (Budilaksono, 2014)
Tingkah laku dan cara berfikir manusia di pengaruhi oleh latar belakang dan kebudayaan masing – masing. Melalui latar belakang dan kebudayaan yang berbeda ini, munculah komunikasi antar budaya. Hal yang menandai komunikasi antarbudaya adalah sumber dan penerimanya berasal dari budaya yang berbeda (Mulyana & Rakhmat, 2010)
Komunikasi dan kebudayaan merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan. Pusat perhatian komunikasi dan kebudayaan terletak pada variasi langkah dan cara manusia berkomunikasi melintasi komunitas manusia atau kelompok sosial (Indriana, 2014). Dalam interaksi yang dilakukan oleh masyarakat, pertemuan dengan budaya lain merupakan sebuah keanekaragaman dan merupakan rutinitas yang tidak bisa dihindari, sehingga komunikasi antarbudaya harus terjadi. Proses interaksi dalam komunikasi antarbudaya sebagian besar dipengaruhi oleh perbedaan kultur,
orang-orang dari kultur yang berbeda akan berinteraksi secara berbeda pula.
Penelitian yang dilakukan oleh Triandis (Samovar, Porter, & Mcdaniel, 2010) mengatakan bahwa, ketika orang melakukan kegiatan berkomunikasi dengan orang yang berasal dari latar belakang budaya berbeda tidak dapat secara drastis merubah cara berkomunikasi mereka. Ada sekitar 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda (Yaqin, 2005). Indonesia juga memiliki bahasa daerah yang beragam, ada bahasa batak, jawa, sunda, melayu, dayak, bugis, maupun papua. Dengan adanya keberagaman budaya dan bahasa inilah mencirikan Indonesia kaya akan kebudayaannya.(Putih, 2014). Ketidaksamaan bahasa dalam berkomunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman antara komunikan dan komunikator yang pada akhirnya dapat berujung pada konflik.
Dalam dunia kerja, perbedaan bahasa tentunya akan berimbas pada produktivitas karyawan dan membuat karyawan tidak harmonis. Dengan perbedaan bahasa ini para pekerja harus bisa diintegrasikan dan diadaptasikan dalam ruang lingkup kerja untuk agar tercipta harmonisasi dan menghasilkan hasil kerja yang baik seperti yang diharapkan oleh perusahaan. Kepala dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten Sekadau, Abdul Gani mengatakan jika hubungan antara perusahaan dan karyawan terjalin dengan harmonis, di yakini hal tersebut akan berimbas pada produktivitas karyawan.
Karena jika ada perhatian khusus yang diberikan perusahaan kepada karyawan, dengan sendirinya karyawan akan memiliki semangat kerja yang lebih tinggi.pekerjaan akan lebih termotivasi dalam bekerja jika mendapatkan perlakuan mengenakkan dari perusahaan dan memberikan dampak positif untuk kedua pihak. (Gansi, 2013)
Dalam setiap perusahaan, permasalahan yang sering terjadi pastinya berawal dari komunikasi, khusunya pada komunikasi verbal. Perbedaan pemahaman dari setiap karyawan yang berlatarbelakang kebudayaan yang berbeda, khususnya dalam bahasa menyebabkan kesalahpahaman dan tidak terciptanya harmonisasi antar karyawan. Permasalahan yang terjadi karena perbedaan pemahaman karena perbedaan latarbelakang kebudayaan, yaitu bahasa terjadi di pula pada PT.Vibiz Media Edukasi.
PT. Vibiz Media Edukasi merupakan unit bisnis dari Vibiz Group.
Vibiz Media Edukasi berfokus kepada pendidikan (learning centre) yang
bersifat aplikatif dan dibutuhkan oleh masyarakat pada umumnya, dan juga produk andalan PT.Vibiz Media Edukasi yaitu media online Vibiznews. Di dalam menjalankan usahanya , PT. Vibiz Media Edukasi didukung oleh tenaga ahli dan juga expert yang berpengalaman di bidangnya masing- masing, dan juga telah memiliki banyak partner yang mendukung kesuksesan dalam setiap unit bisnisnya. Kini, PT.Vibiz Media Edukasi menjadi perusahaan yang bergerak di bidang usaha spesialisasi investasi dengan berbagai kelas yang aplikatif dan tentunya memberikan jasa yang terbaik bagi klien pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Produk VibizNews sendiri merupakan produk utama dari PT.Vibiz Media Edukasi.
Dimana VibizNews merupakan media online pertama yang berbahasa Indonesia yang menyajikan update berita-berita investasi dan ekonomi terbaru 24 jam sehari untuk saham-saham BEI, Forex, Commodity, Stock Index, Obligasi, Reksadana, Properti, Insurance, Banking, Wealth Plan.
Karyawan yang bekerja di perusahaan ini memiliki berbagai macam etnik, suku, agama yang berbeda- beda. Keanekaragaman inilah yang menambah nuansa terhadap komunikasi antarbudaya di perusahaan ini, namun keefektifan komunikasi nyatanya tidak mudah dicapai karena adanya faktor – faktor penghambat stereotip dan prasangka serta perbedaan persepsi karena penggunaan gaya bicara dan bahasa berdasarkan kebudayaan yang dimiliki.
PT Vibiz Media Edukasi memiliki karyawan yang mayoritas beretnis batak.
Kebiasaan mereka dalam berkomunikasi menggunakan nada suara yang tinggi membuat mereka sulit untuk membaur dengan karyawan lainnya dan dapat menyebabkan adanya miscomunication atau kesalahpahaman dalam dunia kerja. Karyawan membutuhkan kenyamanan saat berkerja dan komunikasi juga dibutuhkan bagi mereka untuk menjalin kerjasama yang baik dalam mencapai tujuan perusahaan. Terciptanya harmonisasi kerja merupakan salah satu tujuan perusahaan khususnya PT.Vibiz Media Edukasi.
1.2. Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka yang menjadi fokus penelitian ini adalah Bagaimana mengatasi hambatan bahasa dalam menciptakan keharmonisan karyawan pada PT.Vibiz Media Edukasi dapat tercipta.
1.3. Pertanyaan Penelitian
Dari uraian latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka pertanyaan penelitian yang akan diambil adalah sebagai berikut :
1) Bagaimana permasalahan yang terjadi karena adanya perbedaan bahasa dalam menciptakan keharmonisan karyawan pada PT. Vibiz Media Edukasi?
2) Bagaimana mengatasi permasalahan yang timbul karena perbedaan bahasa yang digunakan oleh karyawan PT. Vibiz Media Edukasi?
1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1. Tujuan Penelitian
1) Untuk mengetahui permasalahan yang terjadi karena perbedaan bahasa/tutur kata dalam menciptakan keharmonisan karyawan pada PT.
Vibiz Media Edukasi
2) Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi permasalahan yang timbul karena perbedaan bahasa yang digunakan oleh karyawan PT. Vibiz Media Edukasi
1.4.2. Manfaat Penelitian
Berikut manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini : a. Manfaat akademis :
1. Penulis bisa mengetahui permasalahan yang terjadi karena perbedaan bahasa sehingga mempengaruhi terciptanya harmonisasi karyawan 2. Memberikan pemahaman bagi mahasiswa/pembaca mengenai
hambatan bahasa dalam menciptakan keharmonisan dan cara mengatasi permasalahan karena keragaman budaya.
3. Menjadi bahan referensi untuk penelitian penelitian selanjutnya agar dapat menciptakan penelitian yang lebih baik lagi.
b. Manfaat praktis
1. Memberikan informasi mengenai bahasa menjadi penghambat terciptanya keharmonisan karyawan karena penggunaan bahasa yang di gunakan masih terikat dengan kebudayaan yang dimiliki oleh setiap karyawan.
2. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada PT. Vibiz Media Edukasi agar berkomunikasi menggunakan bahasa yang dimengerti oleh setiap orang dan bekerjasama serta berbaur dengan karyawan yang memiliki perbedaan latarbelakang kebudayaan.
c. Masyarakat / Umum :
1. Memberikan manfaat kepada masyarakat , agar tidak berkomunikasi dengan bahasa daerah/budayanya ketika berinteraksi dengan seseorang yang berbeda latarbelakang kebudayaan.
1.5. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan skripsi ini, uraian dalam sub bab akan membantu memudahkan pemaknaan atau sering disebut dengan sistematika penulisan.
Adapun masing-masing bab terperinci sebagai berikut : BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat yang di dapat dari karya tulis ini , serta sistematika penulisan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan penelitian sebelumnya ,dan dijelaskan mengenai teori teori apa saja yang digunakan dalam skripsi ini yang berhubungan dengan teori umum dan khusus.
BAB 3 METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang dijelaskan di dalam bab ini adalah mengenai langkah- langkah untuk mendapatkan dan
menganalisis data untuk menguji hipotesis serta mendapatkan jawaban penelitian.
BAB 4 HASIL PENELITIAN
Pada bab ini peneliti akan menguraikan deskripsi mengenai gambaran obyek penelitian, hasil penelitian dan pembahasan.
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini peneliti akan memberikan kesimpulan dan saran mengenai penelitian yang dilakukan.