SISTEM
SISTEM SISTEM SISTEM INFORMASI INFORMASI INFORMASI INFORMASI CERDAS CERDAS CERDAS CERDAS ONLINE ONLINE ONLINE ONLINE KONSULTASI KONSULTASI KONSULTASI KONSULTASI PENYUSUNAN PENYUSUNAN PENYUSUNAN PENYUSUNAN LAPORAN
LAPORAN LAPORAN
LAPORAN SPT SPT SPT SPT TAHUNAN TAHUNAN TAHUNAN TAHUNAN ORANG ORANG ORANG ORANG PRIBADI PRIBADI PRIBADI PRIBADI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI SEBAGAI UPAYA UPAYA UPAYA UPAYA PENINGKATAN
PENINGKATAN
PENINGKATAN PENINGKATAN LAYANAN LAYANAN LAYANAN LAYANAN DINAS DINAS DINAS DINAS PAJAK PAJAK PAJAK PAJAK Oleh:
Oleh: Oleh: Oleh: Ekojono, Ekojono, Ekojono, Ekojono, ST, ST, ST, ST, M.Kom M.Kom M.Kom M.Kom (Dosen
(Dosen (Dosen
(Dosen – – – – Politeknik Politeknik Politeknik Politeknik Negeri Negeri Negeri Negeri Malang) Malang) Malang) Malang) Ph. Ph. Ph. Ph. 0816 0816 0816 0816 786 786 786 786 553 553 553 553 – – – – [email protected] [email protected] [email protected] [email protected]
Abstrak Abstrak Abstrak Abstrak
Warga negara yang mempunyai penghasilan atas gaji, upah, serta imbalan wajib membayar pajak kepada negara. Dengan membayar pajak maka wajib pajak telah berpartisipasi terhadap pembangunan Indonesia. Mulai tahun 2009 setiap warga negara diwajibkan memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang berarti jumlah wajib pajak orang pribadi akan naik sangat pesat. Hal ini mendorong jumlah wajib pajak yang bingung dalam menyusun laporan SPT tahunan orang pribadi. Otomasi penyusunan laporan SPT tahunan melalui sistem informasi cerdas melalui media internet merupakan satu usulan pemikiran dalam meningkatkan layanan Dinas Pajak terhadap kenaikan jumlah wajib pajak orang pribadi.
1. 1.
1. 1. Pendahuluan Pendahuluan Pendahuluan Pendahuluan
Pajak merupakan pendapatan utama dari kas negara yang didapat dari rakyat berdasarkan undang-undang. Pembayar pajak dapat berupa perorangan (pribadi) atau badan usaha. Setiap pembayar pajak disebut wajib pajak. Setiap wajib pajak mempunyai tanda kenal diri yang disebut Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Dan mulai tahun 2009, NPWP wajib dipunyai oleh warga Negara Indonesia.
Itu berarti setiap warga negara memiliki kewajiban membayar pajak. Hal ini merupakan hal yang baru baik bagi masyarakat pembayar pajak, maupun pihak Ditjen Pajak sebagai penerima setoran pajak.
Dengan semakin meningkatnya jumlah wajib pajak, berarti semakin banyak masyarakat yang meminta layanan penjelasan cara pengisian surat tagihan pajak tahunan (SPT tahunan) ke kantor Dinas Pajak. Kantor Dinas Pajak dengan reformasi adminstrasinya telah menyediakan layanan prima pada jam
kerja baik layanan informasi maupun layanan pembayaran pajak.
Permasalahan yang terjadi dalam sistem layanan pembayaran pajak, ada dua sumber masalah yang menyebabkan terganggunya pelayanan pembayaran pajak. Yang pertama adalah terbatasnya jam layanan yang diberikan (sesuai jam kantor). Ini berarti apabila ingin mendapatkan layanan pajak seseorang harus menghentikan pekerjaannya dan datang ke kantor Dinas Pajak pada jam efektif bekerjanya. Ini berarti mengurangi produktivitas orang tersebut.
Dalam paper ini ditawarkan satu
sistem informasi cerdas yang dapat
digunakan oleh wajib pajak perorangan
untuk mendapatkan bimbingan
penyusunan laporan SPT tahunan dengan
waktu sesuai dengan kelonggaran wajib
pajak. Sistem informasi cerdas ini di-
upload ke internet, sehingga setiap wajib
pajak orang pribadi dapat mengaksesnya
di waktu luangnya. Dengan disediakannya
fasilitas tambahan ini maka dikatakan ada
upaya peningkatan layanan dinas pajak.
2.
2.
2.
2. SPT SPT SPT SPT Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan Orang Orang Orang Orang Pribadi Pribadi Pribadi Pribadi dan dan dan dan Cara
Cara Cara
Cara Pengisiannya Pengisiannya Pengisiannya Pengisiannya
Semua orang yang berpenghasilan wajib membayar pajak kepada pemerintah, pajak itulah yang disebut pajak penghasilan. Ada hal yang perlu dipahami berkaiatan dengan pajak penghasilan orang pribadi, yaitu subyek pajak dan obyek pajak. Selanjutnya dibahas mengenai pajak penghasilan (PPh).
Pajak penghasilan atau yang lebih dikenal PPh adalah salah satu jenis pajak yang bersifat subyektif. Pengertian jenis pajak yang bersifat subyektif adalah ketika melakukan penghitungan PPh terutang, yang diperhatikan adalah kondisi subyektif dari pemikul beban pajak(subyek pajak). Obyek pajak PPh adalah penghasilan, yaitu penghasilan yang diperoleh oleh subyek pajak.
Obyek pajak dapat dimaksudkan sebagai sasaran pengenaan pajak dan menjadi dasar untuk menghitung pajak terhutang, dalam hal ini yang menjadi obyek pajak PPh adalah penghasilan. Penghasilan berdasarkan ketentuan pasal4ayat(1) UU PPh adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diproleh oleh orang pribadi, baik yang berasal dari Indonesia atau dari luar Indonesia.
Orang yang berpenghasilan di atas ketentuan yang diatur oleh pemerintah diwajibkan membayar pajak setiap kurun waktu tertentu. Dalam waktu satu tahun, wajib pajak harus melaporkan dalam bentuk surat pemberitahuan (SPT) tahunan melalui kantor pelayanan pajak tempat wajib pajak terdaftar.
Pengertian dari SPT adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan perundang-undangan perpajakan. Wajib pajak mempunyai kewajiban melaporkan SPT masa, melaporkan SPT tahunan dan melakukan pelunasan utang pajak yang tercantum
dalam surat ketetapan pajak dan surat keputusan lainnya.
Waktu pembayaran dan pelaporan PPh ada batasnya. SPT disampaikan secara langsung atau melalui pos ke KPP setempat. Waktu penyampaian SPT tahunan dapat diperpanjang dengan melakukan permohonan. SPT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh wajib pajak maka wajib pajak dikenakan sangsi administrasi berupa denda. Wajib pajak dapat membetulkan SPT tahunan atas kemauan sendiri dengan syarat-syarat tertentu.
Pengisian SPT tahunan untuk wajib pajak orang pribadi dapat dilakukan dengan aplikasi program komputer. SPT tahunan diisi dengan lengkap dan ditandatangani oleh wajib pajak dan dilengkapi dengan lampiran- lampiran yang mendukung pelaporan SPT tersebut. Wajib pajak harus
memiliki kemampuan dalam
menentukan mana penghasilan yang terkena pajak dan mana penghasilan yang tidak terkena pajak. Penentuan mana penghasilan wajib pajak orang pribadi yang terkena pajak dan berapa pajaknya serta mana penghasilan yang tidak terkena pajak dapat digunakan sistem aplikasi komputer. Sistem aplikasi komputer ini dapat dirancang agar dapat memberikan saran-saran terkait pelaporan SPT tersebut. Sistem informasi yang dapat memberikan saran disebut sebagai sistem informasi cerdas.
Selanjutnya dibahas mengenai konsep
dasar sistem informasi cerdas.
3.
3.
3.
3. Konsep Konsep Konsep Konsep Dasar Dasar Dasar Dasar Sistem Sistem Sistem Sistem Informasi Informasi Informasi Informasi Cerdas
Cerdas Cerdas Cerdas
Menurut Efraim Turban (1995), konsep dasar sistem informasi cerdas mengandung keahlian, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan dibidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Contoh bentuk pengetahuan yang termasuk keahlian adalah :
• Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu
• Teori-teori pada lingkup permasalahan tertentu
• Prosedur-prosedur dan aturan-aturan berkenaan dengan lingkup permasalhaan tertentu.
• Strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah
• Meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan)
Seorang ahli adalah seseorang yang mampu menjelaskan suatu tanggapan, mempelajari hal-hal baru seputar topik permasalahan (domain), menyusun kembali pengetahuan jika dipandang perlu, memecah aturan-aturan jika dibutuhkan, dan menentukan relevan tidaknya keahlian mereka.
Gambar 1. Konsep dasar fungsi sistem cerdas
Menurut Turban (1995), terdapat tiga orang yang terlibat dalam lingkungan sistem informasi cerdas, yaitu :
1. Pakar, adalah orang yang memiliki pengetahuan khusus, pendapat, pengalaman dan metode, serta
kemampuan untuk mengaplikasikan keahliannya tersebut guna menyelesaikan masalah.
2. Knowledge enginer, adalah orang yang membantu pakar dalam menyusun area permasalahan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban-jawaban pakar atau pertanyaan yang diajukan, menggambarkan analogi, mengajukan counter example dan menerangkan kesulitan-kesulitan konseptual.
3. Pemakai, sistem informasi cerdas memiliki beberapa pemakai, yaitu : pemakai bukan pakar, pelajar, pembangun sistem informasi cerdas yang ingin meningkatkan dan menambah basis pengetahuan, dan pakar sendiri.
Bentuk
Bentuk Bentuk Bentuk Sistem Sistem Sistem Sistem Informasi Informasi Informasi Informasi Cerdas Cerdas Cerdas Cerdas Ada 4 bentuk sistem informasi cerdas, yaitu :
1. Berdiri sendiri. Sistem informasi cerdas jenis ini merupakan software yang berdiri-sendiri tidak tergabung dengan software yang lainnya.
2. Tergabung. Sistem informasi cerdas jenis ini merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakan program dimana di dalamnya memanggil algoritma lain (konvensional).
3. Menghubungkan ke software lain.
Bentuk ini biasanya merupakan sistem yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya dengan DBMS.
4. Sistem Mengabdi. Sistem informasi cerdas merupakan bagian dari komputer khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu.
Misalnya sistem informasi cerdas yang digunakan untuk membantu menganalisis data radar.
USER
Knowledge Base Mesin Inferensi Fakt
a
Keahlia n
Struktur Struktur Struktur
Struktur Sistem Sistem Sistem Sistem informasi informasi informasi informasi Cerdas Cerdas Cerdas Cerdas Sistem informasi cerdas terdiri dari 2 bagian pokok, yaitu : lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment).
Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pembangunan sistem informasi cerdas baik dari segi pembangun komponen maupun basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh seseorang yang bukan ahli untuk berkonsultasi.
Gambar 2. Struktur sistem pakar Komponen-komponen yang ada pada sistem informasi cerdas adalah sebagai berikut :
1 Sub sistem penambahan pengetahuan.
Bagian ini digunakan untuk memasukkan pengetahuan, mengkonstruksi atau memperluas pengetahuan dalam basis pengetahuan. Pengetahuan itu bisa berasal dari : ahli, buku, basis data, penelitian dan gambar.
2 Basis pengetahuan. Berisi pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami,
memformulasikan dan
menyelesaikan masalah.
3 Motor inferensi (inference engine).
Program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi- informasi dalam basis pengetahuan dan blackboard, serta digunakan untuk memformulasikan konklusi.
Ada 3 elemen utama dalam motor inferensi, yaitu :
• Interpreter : mengeksekusi item- item agenda yang terpilih dengan menggunakan aturan-aturan dalam basis pengetahuan yang sesuai.
• Scheduler : akan mengontrol agenda.
• Consistency enforcer : akan
berusaha memelihara
kekonsistenan dalam
mempresentasikan solusi yang bersifat darurat.
4 Blackboard. Merupakan area dalam memori yang digunakan untuk merekam kejadian yang sedang berlangsung termasuk keputusan sementara. Ada 3 tipe keputusan yang dapat direkam, yaitu :
• Rencana: bagaimana menghadapi masalah.
• Agenda: aksi-aksi yang potensial yang sedang menunggu untuk dieksekusi.
• Solusi: calon aksi yang akan dibangkitkan.
5 Antarmuka. Digunakan untuk media komunikasi antara user dan program.
6 Subsistem penjelasan. Digunakan untuk melacak respon dan memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem informasi cerdas secara interaktif melalui pertanyaan:
• Mengapa suatu pertanyaan ditanyakan oleh sistem cerdas?
• Bagaimana konklusi dicapai?
• Mengapa ada alternatif yang dibatalkan?
• Rencana apa yang digunakan untuk mendapatkan solusi?
7 Sistem penyaring pengetahuan.
Sistem ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem informasi cerdas itu sendiri untuk melihat apakah pengetahuan- pengetahuan yang ada masih cocok untuk digunakan dimasa mendatang.
Basis Basis Basis
Basis Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan ((((Kowledge Kowledge Kowledge Kowledge Base Base Base Base))))
Basis pengetahuan berisi
pengetahuan-pengetahuan dalam
penyelesaian masalah, tentu di dalam
domain tertentu. Ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu:
penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning) dan penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning).
Pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF- THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan cerdas pada suatu permsalahan tertentu, dan si pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan.
Disamping itu, juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang jejak (langkah-langkah) pencapaian solusi.
Sedangkan pada penalaran berbasis kasus, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini akan digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama (mirip). Selain itu, bentuk ini juga digunakan apabila kita telah memiliki sejumlah situasi atau kasus tertentu dalam basis pengetahuan.
Motor Motor Motor
Motor Inferensi Inferensi Inferensi Inferensi (Inference (Inference (Inference (Inference Engine) Engine) Engine) Engine) Ada 2 cara yang dapat dikerjakan dalam melakukan inferensi, yaitu:
1.Forward Chaining. Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis.
2.Backward Chaining. Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelash kanan (THEN dulu).
Dengan kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan.
Gambar 3 Diagram Forward Chaining
Gambar 4. Diagram Backward Chaining Beberapa masalahan yang menjadi area luas aplikasi sistem informasi cerdas, antara lain :
a.Interpretasi, pengambilan keputus- an dari hasil observasi, termasuk diantaranya: pengawasan, penge- nalan ucapan, analisa citra, interpretasi sinyal, dan beberapa analisis kecerdasan.
b.Prediksi. Termasuk diantaranya:
peramalan, prediksi demografis, peramalan ekonomi, prediksi lalu lintas, estimasi hasil, militer, pemasaran, atau peramalan keuangan.
c.Diagnosis. Termasuk diantaranya:
medis, elektronis, mekanis, dan diagnosis perangkat lunak.
d.Perancangan. Termasuk diantara- nya: layout sirkuit dan perancangan bangunan.
e.Perencanaan. Termasuk diantara- nya: perencanaan keuangan, komu- nikasi, militer, pengembangan produk, routing dan manajemen produk.
Observasi 1 Observasi 2
Kaidah A
Kaidah B
Fakta 2
Fakta 3 Fakta 1
Kaidah C
Kaidah D
Kaidah
Kesimpulan 1
Kesimpulan 2
Kesimpulan 3
Kesimpulan 4
f. Monitoring. Misalnya: Computer- Aided Monitoring Systems.
g.Debugging. Memberikan resep obat terhadap suatu kegagalan.
h.Perbaikan.
i. Instruksi. Melakukan instruksi untuk diagnosis, debugging dan perbaikan kinerja.
j. Kontrol. Melakukan kontrol terhadap interpretasi, prediksi, per- baikan dan monitoring kelakukan sistem.
Dari konsep dasar sistem informasi cerdas di atas nampak bahwa proses penghitungan dan pengisian SPT tahunan orang pribadi dapat diotomasi dengan menggunakan sistem ini.
Selanjutnya dibahas otomasi penghitungan dan pengisian SPT tahunan orang pribadi melalui sistem informasi cerdas.
4. 4.
4. 4. Otomasi Otomasi Otomasi Otomasi Pengisian Pengisian Pengisian Pengisian SPT SPT SPT SPT Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan Orang
Orang Orang
Orang Pribadi Pribadi Pribadi Pribadi Melalui Melalui Melalui Melalui Sistem Sistem Sistem Sistem Informasi
Informasi Informasi
Informasi Cerdas Cerdas Cerdas Cerdas
Otomasi pengisian SPT tahunan orang pribadi melalui sistem cerdas dapat dikembangkan dengan pendekatan basis pengetahuan berdasar aturan (rule based system) dengan metode penalaran bergerak maju. Pengguna yaitu wajib pajak orang pribadi memasukkan data sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh sistem dan sistem akan melakukan penalaran sesuai dengan masukan yang diberikan untuk kemudian memberikan saran dilaporkan. Blok diagram sistem terlihat dalam gambar 5.
Knowledge Base
(Berisi (Berisi (Berisi
(Berisi BerbagaiBerbagaiBerbagaiBerbagai AturanAturanAturanAturan PengisisanPengisisanPengisisanPengisisan SPT)
SPT)SPT)SPT)
Inference Engine
(Mekanisme (Mekanisme (Mekanisme (Mekanisme Penalaran)Penalaran)Penalaran)Penalaran)
Isian SPT
Saran2 BerbagaiPengha silan