PEDOMAN PROSEDUR
PENGENDALIAN MUTU TENAGA DOSEN
SISTEM MANAJEMEN MUTU
AIRLANGGA INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM (AIMS)
UNIVERSITAS AIRLANGGA
RevisiKe : 1
TanggalRevisi : 1 Januari 2016 TanggalBerlaku : 1 Januari 2016
KodeDokumen : PP-UNAIR-MUN-02-02
1. TUJUAN
: Untuk menjamin bahwa proses perencanaan, pengadaan, penugasan, peningkatan mutu, kenaikan jenjang karir fungsional dan evaluasi kinerja dosen di Universitas Airlangga sesuai dengan ketentuan.
2. RUANG LINGKUP : Universitas Airlangga
3. TARGET MUTU : a. Semua proses pengadaan dosen sesuai dengan ketentuan
b. Dosen mengampu mata kuliah sesuai keahlian/kompetensi dan kualifikasinya
c. Semua dosen memiliki Indeks Kinerja Dosen yang memuaskan
d. Pengembangan dosen dilakukan terencana dan efektif
e. Pengurusan kenaikan jenjang karir fungsional dosen dilakukan sesuai dengan ketentuan
4. DEFINISI
: a. Dosen PNS adalah dosen yang diangkat oleh Menteri dan ditempatkan sebagai tenaga tetap di lingkungan Universitas Airlangga.
b. Dosen tetap Universitas adalah pegawai UNAIR non PNS yang bekerja secara penuh waktu yang pengangkatan, pemberhentian, kedudukan, hak serta kewajibannya ditetapkan berdasarkan peraturan Rektor
c. Dosen Tamu adalah pakar selain dosen pengampu yang diperlukan untuk pengkayaan/aplikasi ilmu.
5. REFERENSI : a. UU nomor 20 tahun 2003 Sistim Pendidikan Nasional
b. UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen c. UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara
d. PP nomor 16 tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional PNS
e. PP nomor 98 tahun 200 jo PP nomor 11 tahun 2002 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil
f. PP nomor 99 tahun 2000 Jo PP nomor 12 tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat PNS
g. PP nomor 9 tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian h. PP nomor 30 tahun 2014 tentang Statuta PNS
Universitas Airlangga
i. PP nomor 65 tahun 2007 tentang Tunjangan Fungsional Dosen
j. PP nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen k. PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS
l. Permen Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi No. 46 tahun 2013 tentang perubahan atas Permen Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi nomor 17 tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya
m. Permen Ristekdikti nomor 26 tahun 2015 perihal
6. DIDISTRIBUSIKAN
KEPADA :
NIDN, NIDK, dan NUP
n. Kepmendiknas nomor 074/U/2000 tentang Tata Kerja Tim Penilai dan Tata Cara Penilaian Angka Kredit Dosen Perguruan Tinggi
o. Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas nomor 48/DJ/Kep/1983 tentang Beban Tugas Pengajar pada Perguruan Tinggi Negeri p. Peraturan Rektor Unair nomor 45 tahun 2015
tentang dosen tetap Universitas
q. Peraturan Rektor Universitas Airlangga nomor 318/J03/HK/2008 tentang perubahan Struktur Organisasi Universitas Airlangga Badan Hukum r. Prosedur Pengendalian Proses Perkuliahan (PP-
UNAIR-PBM-02).
s. Peraturan MWA nomor 12/P/MWA-UA/2008 tentang AD/ART Universitas Airlangga
t. Buku Pedoman Pendidikan Universitas Airlangga (PP-UNAIR-PBM-07
u. Notulen Tim Penilai Angka Kredit (PAK)
Semua pemegang controlled copy atau unit yang berhak memiliki dokumen sistem mutu
7. PROSEDUR :
7.1 Umum
7.1.1 Prosedur ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Setiap perubahan atas langkah dalam prosedur dan formulir yang digunakan harus dibahas dalam forum yang ditentukan dan kemudian disahkan oleh Rektor
7.1.2 Penyusun prosedur dan pemeriksa prosedur bertanggung jawab untuk memastikan : a. semua personil yang terlibat dalam prosedur ini mengerti dan memahami setiap
langkah dan ketentuan dalam prosedur ini.
b. semua personil yang terlibat dalam prosedur ini harus memiliki kompetensi yang dipersyaratkan dalam dokumen wewenang dan tanggungjawab.
7.2 Ketentuan Umum
7.2.1. Wakil Rektor II bertanggungjawab terhadap proses perencanaan kebutuhan dan semua proses pengadaan dosen tetap.
7.2.2. Dekan bertanggungjawab terhadap semua proses pengadaan dosen tidak tetap dengan diketahui oleh Direktur Sumber Daya Manusia.
7.2.3. Pengadaan dosen tamu diatur sesuai dengan kebutuhan masing-masing jurusan/program studi atas persetujuan Dekan untuk mengajar matakuliah tertentu atau studium general.
7.2.4. Seleksi Pengadaan dosen tetap diadakan melalui 5 (lima) tahap yaitu seleksi administrasi, tes kemampuan umum, tes kemampuan bidang kompetensi, psikotes, dan wawancara.
7.2.5. Setiap tahapan seleksi pada pengadaan dosen tetap menggunakan sistem gugur.
7.2.6. Seleksi administrasi, tes kemampuan umum, dan tes kemampuan bidang kompetensi dan wawancara diselenggarakan oleh panitia universitas.
7.2.7. Wakil Rektor I bertanggungjawab terhadap pembinaan calon dosen dan pengembangan dosen.
7.2.8. Ruang lingkup pengembangan dosen meliputi:
a. peningkatan keilmuan (studi lanjut, seminar keilmuan, training, workshop), b. peningkatan keterampilan dan skill (on the job training, bahasa, Pekerti, AA), 7.2.9. Semua dosen mendapatkan tugas untuk mengampu matakuliah berdasarkan Surat
Keputusan Rektor.
7.2.10. Dosen tetap mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahlian/ilmunya serta memberi bimbingan kepada para mahasiswa dalam rangka memenuhi kebutuhan dan minat mahasiswa dalam proses pendidikan, sedangkan dosen tidak tetap hanya mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pengajaran.
7.2.11. Beban mengajar dosen tetap di jurusan/program studi tempat bertugas dan jurusan lain dalam satu fakultas, minimal 6 (enam) sks dan maksimal 12 sks per semester.
7.2.12. Evaluasi terhadap Indek Kinerja Dosen (IKD) Universitas Airlangga dinilai setiap semester (BO-UNAIR-MUN-02-02-04)
7.2.13. Jenis dan jenjang karir jabatan fungsional dosen terdiri atas Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar.
7.2.14. Dosen bertanggung jawab kepada Ketua Departemen.
7.3 Perencanaan Pengadaan Dosen PNS
7.3.1. Ketua Departemen mengusulkan kebutuhan dosen tetap kepada Dekan berdasarkan ratio antara dosen dengan mahasiswa, dan kebutuhan akan kompetensi dosen rumpun keilmuan tertentu, sekali dalam setahun.
7.3.2. Dekan mengusulkan kepada Rektor tentang kebutuhan dosen tetap dengan mempertimbangkan usulan dari Ketua Departemen sesuai dengan formulir Daftar Rencana Kebutuhan Dosen Tetap/Tidak Tetap (BO-UNAIR-MUN-02-02-01) sekali dalam setahun
7.3.3. Dosen tetap yang diangkat harus berkualifikasi akademik sekurang-kurangnya berijazah Magister/Master (S-2) yang sebidang ilmu atau serumpun dengan pendidikan pada Program Sarjana (S-1).
7.3.4. Rektor menyetujui dan menetapkan pengadaan dosen tetap dan ketentuan lebih lanjut ditetapkan oleh Rektor
7.4 Pengadaan Dosen Tetap Universitas
7.4.1. Pengadaan Dosen Tetap Universitas (PNS dan Non PNS) adalah kewenangan Rektor 7.4.2. Rektor menetapkan dan membentuk Panitia Penerimaan Calon Dosen Tetap paling
lambat 1 (satu) minggu setelah menerima persetujuan Kemristek Dikti.
7.4.3. Panitia Penerimaan Calon Dosen tetap terdiri dari unsur: 1) Wakil Rektor dan para Dekan, 2) Direktur Sumber Daya Manusia Manusia sebagai ketua, 2) Kepala Sub Direktorat Kepegawaian sebagai sekretaris, 3) Unsur yang terkait lainnya sebagai anggota.
7.4.4. Panitia Penerimaan Calon Dosen PNS dan Non PNS bertugas membantu Wakil Rektor II dalam menyiapkan seluruh proses yang terkait dan bertanggungjawab kepada Rektor.
7.4.5. Rektor menerbitkan pengumuman penerimaan calon dosen tetap yang memuat 1) jumlah lowongan formasi sesuai bidang keahlian dan kompetensi, 2) waktu pendaftaran, seleksi dan pengumuman hasil seleksi, 3) persyaratan, dan 4) materi seleksi, kepada masyarakat luas secara langsung melalui situs Universitas Airlangga paling lambat 1 (satu) minggu setelah pembentukan panitia pengadaan dosen tetap.
7.4.6. Panitia melakukan seleksi administrasi bagi pelamar dosen tetap berdasarkan kualifikasi formasi pada saat calon peserta seleksi menyerahkan berkas lamaran.
7.4.7. Panitia membuat rekapitulasi data pelamar yang lulus seleksi administrasi, 1 (satu) hari setelah batas akhir pendaftaran calon dosen tetap ditutup dan melaporkannya ke Rektor.
7.4.8. Rektor mengumumkan hasil setiap tahap seleksi paling lambat 1 (satu) minggu setelah seleksi berlangsung.
7.4.9. Panitia melakukan seleksi dengan tahapan tes kemampuan umum, kemampuan bidang kompetensi, psikotes, wawancara dan melaporkan hasilnya kepada Rektor.
7.4.10. Rektor mengumumkan nama-nama peserta yang lulus seleksi menjadi calon dosen tetap melalui surat panggilan, papan pengumuman dan situs Universitas Airlangga paling lambat 1 (satu) minggu setelah diterima keputusan dari Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi.
7.4.11. Direktorat Sumber Daya Manusia Manusia mempersiapkan pemberkasan persyaratan bagi peserta seleksi yang dinyatakan lulus.
7.4.12. Panitia menyusun laporan tertulis pelaksanaan penerimaan calon dosen tetap dengan lampiran berkas-berkas persyaratan yang lulus seleksi. Panitia dinyatakan bubar setelah selesai mempertanggungjawabkan proses pelaksanaan penerimaan Calon Dosen Tetap kepada Rektor melalui Wakil Rektor II.
7.4.13. a. Rektor mengirim daftar Calon Dosen PNS lengkap dengan berkas persyaratan kelengkapan kepada Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan Calon Dosen PNS.
b. Direktur Sumber Daya Manusia mengusulkan daftar Calon Dosen Tetap Non PNS lengkap dengan berkas persyaratan kelengkapan kepada Rektor untuk menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan Calon Dosen Tetap Non PNS.
7.4.14. Direktorat Sumber Daya Manusia mendaftarkan Calon Dosen PNS ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementrian riset dan Pendidikan tinggi untuk mengikuti Diklat Prajabatan paling lambat 1 (satu) minggu setelah penerimaan Surat Keputusan Pengangkatan Calon Dosen Tetap (CPNS). Pusat Pendidikan dan Pelatihan Depdiknas melaksanakan Diklat Prajabatan bagi Calon Dosen PNS.
Sedangkan Diklat Pratugas diperuntukan bagi dosen tetap non PNS yang diselenggarakan oleh Direktur Sumber Daya Manusia Manusia.
7.4.15. Calon Dosen PNS dan atau Non PNS melakukan uji kesehatan untuk prasyarat pengangkatan sebagai Dosen Tetap
7.4.16. Rektor menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Tetap Universitas setelah semua persyaratan terpenuhi
7.5 Pengadaan Dosen Tidak Tetap Universitas
7.5.1. Kebutuhan dosen tidak tetap diusulkan oleh Departemen berdasarkan ratio antara dosen dan mahasiswa, kebutuhan kompetensi dan rumpun keilmuan.
7.5.2. Ketua Departemen mengajukan kebutuhan dan nama-nama calon dosen tidak tetap kepada Dekan melalui formulir Daftar Rencana Kebutuhan Dosen Tetap/Tidak Tetap (BO-UNAIR-PBM-02-01) paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum perkuliahan dimulai.
7.5.3. Wakil Dekan I dan/atau Wakil Dekan II melakukan verifikasi anggaran atas usulan kebutuhan dan nama-nama calon dosen tidak tetap di masing-masing departemen, 1 (satu) hari setelah pengajuan kebutuhan dosen tidak tetap. Apabila calon dosen tidak tetap yang diusulkan tidak lulus verifikasi maka usulan akan ditolak.
7.5.4. Dekan mengajukan permohonan kepada atasan langsung calon dosen tidak tetap dan atau langsung kepada yang bersangkutan untuk menjadi dosen tidak tetap, paling lambat 1 (satu) minggu setelah lulus verifikasi yang dipersyaratkan dari Wakil Dekan I dan/atau Wakil Dekan II.
7.5.5. Setelah diperoleh ijin dari atasan langsung dan atau kesanggupan yang bersangkutan secara tertulis, Dekan menerbitkan SK Mengajar Dosen tidak tetap bersamaan dengan penetapan SK Mengajar dosen tetap untuk kurun waktu tertentu.
7.5.6. Jika dipandang perlu dan berdasarkan hasil evaluasi oleh Departemen, Dekan dapat memberhentikan dan/atau memperpanjang SK dosen tidak tetap.
7.6 Pengadaan Dosen Tamu
7.6.1. Kebutuhan dosen tamu diusulkan oleh Ketua Departemen kepada Dekan, setelah dosen pengampu mata kuliah mencantumkan kebutuhan dan waktu perkuliahan dosen tamu pada RPS (Rencana Perkuliahan Semester).
7.6.2. Ketua Departemen mengusulkan kebutuhan anggaran untuk dosen tamu dalam penyusunan Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) berdasarkan SAP.
7.6.3. Ketua Departemen mengajukan nama dosen tamu kepada Dekan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum jadual pelaksanaan perkuliahan dosen tamu dengan formulir Daftar Rencana Kebutuhan Dosen Tamu (BO-UNAIR-PBM-02-02), setelah diverifikasi oleh Wakil Dekan I.
7.6.4. Dekan membuat surat permohonan kepada dosen tamu yang dimaksud, untuk memberikan kuliah dengan tema dan waktu yang disepakati paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pengajuan dari Ketua Departemen.
7.7 Orientasi Calon Dosen PNS dan Dosen Tetap Universitas
7.7.1. Rektor bertanggung jawab terhadap pembinaan calon dosen dan dosen tetap melalui Direktorat Sumber Daya Manusia, Fakultas dan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3).
7.7.2. Direktorat Sumber Daya Manusia menyelenggarakan kegiatan orientasi dan pembinaan calon dosen tetap paling lambat 2 (dua) bulan setelah penyerahan SK Calon Dosen Tetap dan pembinaan dosen tetap secara berkala menurut kebutuhan institusi dan kebutuhan dosen
7.7.3. Materi kegiatan orientasi dan pembinaan dosen baru lebih diutamakan pada pemantapan visi, misi Universitas Airlangga Badan Hukumdan pemantapan karir sebagai dosen yang memiliki tugas Tridharma (pendidikan, penelitian dan pengabdian Masyarakat
7.7.4. Dekan menyelenggarakan pembinaan Calon Dosen Tetap melalui proses pembimbingan dengan Dosen Tetap senior di Departemen selama 1 (satu) semester sejak penyerahan SK Calon Dosen Tetap
7.7.5. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) melakukan pembinaan Calon Dosen Tetap dengan mengadakan program Pengembangan Keterampilan Teknik Instruksional (Pekerti) dan melakukan pembinaan Dosen Tetap dengan mengadakan program Applied Approach.
7.7.6. Hasil orientasi dan pembinaan calon dosen tetap dijadikan dasar dan kelayakan Calon Dosen Tetap untuk diangkat sebagai Dosen Tetap.
7.7.7. Dekan melakukan pembinaan kepada dosen yang memiliki IKD2 paling lambat 2 (dua) minggu setelah nilai IKD dikeluarkan dan menyampaikan hasil pembinaan kepada Wakil Rektor Bidang Akademik.
7.8 Perencanaan Kegiatan Dosen
7.8.1 Dosen Tetap berkewajiban untuk menyusun rencana kegiatan setahun sekali paling lambat pada bulan Juni untuk perencanaan tahun berikutnya dan dilaporkan kepada Ketua Departemen Form Rencana Kegiatan Dosen Tetap (BO-UNAIR-PBM- 02-0..)
7.8.2 Ketua Departemen melakukan verifikasi dan memberikan persetujuan rencana kegiatan Dosen Tetap dan melaporkan hasil verifikasi kepada Wakil Dekan II paling lambat 1 (satu) minggu setelah seluruh Dosen Tetap menyerahkan Form Rencana Kegiatan Dosen Tetap
7.8.3 Wakil Dekan II melakukan verifikasi rencana kegiatan untuk bahan pertimbangan penyesuaian anggaran Fakultas dan melaporkan Rencana Kegiatan Dosen yang telah diverifikasi kepada Dekan paling lambat 1 (satu) minggu setelah menerima Rencana Kegiatan Dosen Tetap dari Ketua Departemen
7.8.4 Dekan Mengesahkan Rencana Kegiatan Dosen paling lambat 1 (satu) minggu setelah menerima Rencana Kegiatan Dosen Tetap dari Wakil Dekan II
7.8.5 Dekan menyerahkan Rencana Kegiatan Dosen yang telah disahkan kepada Ketua Departemen untuk dievaluasi realisasinya
7.8.6 Ketua Departemen mengevaluasi realisasi Rencana Kegiatan Dosen di setiap akhir semester paling lambat 1 (satu) minggu setelah Ujian Akhir Semester
7.9 Pengembangan Dosen
7.9.1 Pengembangan diri dosen merupakan kewajiban bagi Dosen Tetap Universitas Airlangga.
7.9.2 Studi lanjut dosen harus sesuai dengan bidang keilmuan dan kebutuhan Departemen serta mendapatkan persetujuan dari Ketua Departemen.
7.9.3 Wakil Rektor I mengupayakan fasilitas bagi Dosen Tetap untuk meningkatkan mutu akademik sesuai dengan keilmuan dan kebutuhan Departemen.
7.9.4 Ketua Departemen menyusun rencana kegiatan dan anggaran pengembangan dosen di Departemennya berdasarkan hasil evaluasi internal untuk tahun berikutnya.
7.9.5 Ketua Departemen mengajukan usulan rencana kegiatan dan anggaran pengembangan dosen kepada Dekan untuk dimasukkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) Fakultas dan diteruskan ke Rektor.
7.9.6 Wakil Rektor II melakukan verifikasi terhadap usulan rencana kegiatan dan anggaran pengembangan dosen dari Dekan paling lambat 2 (dua) minggu setelah usulan diterima.
7.9.7 Rektor menetapkan usulan rencana kegiatan dan anggaran pengembangan dosen yang tertuang di RKAT berdasar laporan hasil verifikasi kebutuhan pengembangan mutu dosen paling lambat bulan Oktober sebelum berlakunya tahun anggaran.
7.10 Jenjang Karir Fungsional Dosen
7.10.1. Kenaikan jenjang karir fungsional merupakan hak bagi setiap Dosen Tetap Universitas Airlangga yang telah memenuhi Angka Kredit yang dipersyaratkan di tiap- tiap jenjang karir fungsional.
7.10.2. Dosen Tetap dalam melakukan tugas pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan tugas-tugas penunjang lainnya akan mendapatkan angka kredit.
7.10.3. Dosen Tetap mengumpulkan dokumen yang dapat menjadi bukti perolehan angka kredit untuk digunakan sebagai bahan usulan kenaikan jabatan fungsional kepada Ketua Departemen.
7.10.4. Ketua Departemen mengusulkan kenaikan jabatan fungsional Dosen Tetap kepada Badan Pertimbangan Fakultas untuk mendapatkan penilaian kelayakan angka kredit 7.10.5. Badan Pertimbangan Fakultas melakukan rapat penilaian angka kredit dosen
tetap (BO-UNAIR-PBM-02-03) dan apabila angka kredit dosen tetap sudah memenuhi syarat akan diserahkan kepada Wakil Dekan II untuk diusulkan ke Direktorat Sumber Daya Manusia , namun apabila belum memenuhi syarat akan dikembalikan kepada Dosen yang bersangkutan. Dilakukan paling lambat 1 (satu) bulan setelah ada usulan dari Ketua Departemen
7.10.6. Wakil Dekan II mengusulkan kenaikan jabatan fungsional Dosen Tetap kepada Ketua Tim PAK melalui Sekretaris Tim Penilai Angka Kredit (Direktur Sumber Daya Manusia) untuk dinilai dengan dilampiri berkas-berkas bukti penilaian angka kredit Dosen Tetap paling lambat 1 (satu) minggu setelah Badan Pertimbangan Fakultas menyerahkan berkas penilaian angka kredit Dosen Tetap
7.10.7. Direktur Sumber Daya Manusia Manusia sebagai Sekretaris Tim PAK membuatkan surat pengantar kepada Ketua Tim PAK untuk dilakukan distribusi berkas-berkas bukti penilaian angka kredit dosen tetap kepada Anggota Tim Penilai Angka Kredit Dosen Tetap paling lambat 1 (satu) minggu setelah ada usulan dari Wakil Dekan II
7.10.8. Tim Penilai Angka Kredit terdiri dari Dosen Tetap yang berjabatan minimal Lektor Kepala dan dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor
7.10.9. Anggota Tim Penilai Angka Kredit melakukan penilaian angka kredit Dosen Tetap yang diusulkan kenaikan jabatannya paling lambat 2 (dua) minggu setelah
menerima berkas penilaian angka kredit dari Ketua Tim PAK dan menyerahkan hasil penilaiannya kepada Sekretaris Tim PAK
7.10.10. Sekretaris Tim PAK melaporkan hasil penilaian angka kredit yang lulus penilaian dari Anggota Tim PAK kepada Ketua Tim PAK, dan mengembalikan berkas penilaian yang dinyatakan tidak lulus penilaian Anggota Tim PAK kepada Wakil Dekan II paling lambat 1 (satu) minggu setelah menerima hasil penilaian angka kredit dari Anggota Tim PAK.
7.10.11. Ketua Tim PAK menyetujui hasil penilaian dari Anggota Tim PAK dan mengajukan penerbitan SK kenaikan jabatan kepada Rektor (untuk jabatan Asisten Ahli dan Lektor)
7.10.12. Rektor menerbitkan SK kenaikan jabatan Dosen Tetap untuk jabatan Asisten Ahli dan Lektor paling lambat 2 (dua) minggu setelah mendapat pengajuan dari Ketua Tim PAK
7.10.13. Ketua Tim PAK mengadakan rapat Tim PAK 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan untuk membahas hasil penilaian dari Anggota Tim PAK setelah menerima laporan penilaian angka kredit dari Sekretaris Tim PAK. (untuk jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar)
7.10.14. Sekretaris Tim PAK mengirimkan notulensi hasil rapat Tim PAK kepada Rektor untuk diusulkan verifikasi kelayakan ke Senat Akademik paling lambat 1 (satu) minggu setelah dilakukan rapat Tim PAK
7.10.15. Rektor mengusulkan hasil notulensi rapat Tim PAK kepada Senat Akademik untuk dilakukan verifikasi kelayakan kenaikan jabatan paling lambat 1 (satu) minggu setelah menerima notulensi rapat Tim PAK dari Sekretaris Tim PAK
7.10.16. Senat Akademik melakukan rapat verifikasi kelayakan kenaikan jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan dan melaporkan hasil verifikasi kelayakan kepada Rektor (BO-UNAIR-PBM-02-03)
7.10.17. Rektor mengusulkan kenaikkan jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar yang lulus verifikasi dan mendapatkan persetujuan Senat Akademik kepada Kementrian Riset dan Pendidikan tinggi paling lambat 2 (dua) minggu setelah menerima hasil verifikasi kelayakan kenaikan jabatan dari Senat Akademik.
7.11 Evaluasi Kinerja Dosen
7.11.1 Indikator evaluasi kinerja dosen dinyatakan dalam Indeks Kinerja Dosen (IKD) 7.11.2 Dekan bertanggungjawab terhadap proses penyusunan IKD dan tindaklanjutnya.
7.11.3 Komponen IKD meliputi:
a. Kehadiran mengajar di kelas (K1)
b. Ketepatan waktu penyerahan nilai ujian (K2) c. Penilaian mahasiswa (K3)
d. Evaluasi Rencana Kegiatan Dosen Tetap (K4) 7.11.4 Kepala Tata Usaha Fakultas :
a. Merekap jumlah kehadiran mengajar dosen setelah mendapatkan verifikasi dari Ketua Departemen paling lambat 1 (satu) minggu setelah berakhirnya perkuliahan.
b. Merekap ketepatan waktu dosen dalam menyerahkan nilai setelah mendapatkan verifikasi dari Ketua Departemen paling lambat 2 (dua) minggu setelah ujian dilaksanakan.
c. Melakukan pengambilan data dan merekap hasil penilaian mahasiswa terhadap dosen dengan menggunakan Questionare pada saat perkuliahan/tatap muka terakhir dengan menggunakan formulir Questionare Penilaian Mahasiswa Terhadap Dosen (BO-UNAIR-PBM-02-03) pada perkuliahan terakhir, setelah mendapatkan verifikasi dari Ketua Departemen. Questionare yang telah direkap, diserahkan kepada dosen pengampu paling lambat 1 (satu) minggu setelah selesai direkap.
7.11.5 Ketua Departemen :
a. Mengevaluasi Realisasi Rencana Kegiatan Dosen Tetap dan memberikan penilaian Evaluasi Realisasi Rencana Kegiatan Dosen Tetap (BO-UNAIR-PBM- 02-04)
b. Merekap hasil IKD dalam bentuk ranking dan melaporkan kepada Dekan setelah mendapatkan verifikasi dari Wakil Dekan Bidang Akademik paling lambat 1 (satu) bulan setelah ujian selesai sesuai dengan formulir Rekapitulasi IKD (BO-UNAIR-PBM-02-00-04).
7.11.6 Dekan menandatangani hasil IKD dan menyerahkannya kepada masing-masing dosen pada rapat evaluasi perkuliahan pada akhir periode perkuliahan dengan menggunakan Formulir Indek Kinerja Dosen (BO-UNAIR-PBM-02-05).
7.11.7 Dekan memberi peringatan tertulis kepada dosen yang mempunyai IKD < 3 untuk memperbaiki kinerjanya di semester berikutnya.
7.11.8 Dosen yang mendapat IKD 2, diwajibkan mengikuti program pembinaan dosen yang diselenggarakan oleh Fakultas.
8. LAMPIRAN
a. Formulir Daftar Rencana Kebutuhan Dosen Tetap/Tidak Tetap (FM-UNAIR-PBM- 02-00-01).
b. Formulir Daftar Rencana Kebutuhan Dosen Tamu (FM-UNAIR-PBM-02-00-02).
c. Formulir Questionare Penilaian Mahasiswa Terhadap Dosen (FM-UNAIR-PBM-02- 00-03).