SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi Syarat Ujian guna Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh SUKMAWATI
105330660510
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2015
ii Mahasiswa yang bersangkutan:
Nama : SUKMAWATI
Stambuk : 105330660510
Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Dengan Judul : Kohesi Referensi Persona dalam Novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji.
Disetujui oleh
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. A. Rahman Rahim, M. Hum. Muh. Akhir, S.Pd., M.Pd.
Diketahui:
Dekan FKIP Ketua Jurusan Pendidikan
Unismuh Makassar Bahasa dan Sastra Indonesia
Dr. A. Sukri Syamsuri, M. Hum. Dr. Munirah, M. Pd.
iii
Judul Skripsi : Kohesi Referensi Persona dalam Novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji.
Mahasiswa yang bersangkutan:
Nama :SUKMAWATI
Stambuk : 105330660510
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Setelah diperiksa dan diteliti, maka skripsi ini telah memenuhi persyaratan dan layak untuk diujikan.
Makassar, Januari 2015 Disetujui oleh
Pembimbing I Pembimbing II
Dr.A.Rahman Rahim,M.Hum. Muh. Akhir, S.Pd., M.Pd.
Diketahui:
Dekan FKIP Ketua Jurusan Pendidikan
Unismuh Makassar Bahasa dan Sastra Indonesia
Dr. A. Sukri Syamsuri, M. Hum. Dr. Munirah, M. Pd.
iv Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : SUKMAWATI
NIM : 105330660510
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
JudulSkripsi : KohesiReferensi Persona dalam Novel Love To love You KaryaKeziaEviWiadji
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah hasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.
Demikian pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, Januari 2015 Yang Membuat Pernyataan
SUKMAWATI Diketahui oleh:
Pembimbing I Pembimbing II
Dr.A.Rahman Rahim,M.Hum. Muh.Akhir, S.Pd.,M.Pd.
iv Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : SUKMAWATI
NIM : 105330660510
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
JudulSkripsi : KohesiReferensi Persona dalam Novel Love To love You KaryaKeziaEviWiadji
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah hasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.
Demikian pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, Januari 2015 Yang Membuat Pernyataan
SUKMAWATI Diketahui oleh:
Pembimbing I Pembimbing II
Dr.A.Rahman Rahim,M.Hum. Muh.Akhir, S.Pd.,M.Pd.
iv Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : SUKMAWATI
NIM : 105330660510
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
JudulSkripsi : KohesiReferensi Persona dalam Novel Love To love You KaryaKeziaEviWiadji
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah hasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.
Demikian pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, Januari 2015 Yang Membuat Pernyataan
SUKMAWATI Diketahui oleh:
Pembimbing I Pembimbing II
v Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : SUKMAWATI
NIM : 105330660510
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Judul Skripsi : Kohesi Referensi Persona dalam Novel Love To love You Karya Kezia Evi Wiadji
Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:
1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun). 2. Dalam menyusun skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan
pembimbing yang telah ditetapkan oleh pemimpin fakultas.
3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi.
4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2, dan 3, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.
Makassar, Januari 2014 Yang Membuat Pernyataan
SUKMAWATI
Mengetahui, Ketua Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Dr. Munirah, M. Pd. NBM. 951 576
Maju terus pantang mundur,
Yakinlah bahwa semua akan indah pada waktunya
Terus berusaha dan berdoa kepada allah swt.
Kupersembahkan karya ini buat:
Kedua orang tuaku, suamiku, saudaraku, dan para sahabatku yang tercinta,
Atas keikhlasan dan doanya dalam mendukung penulis
vi
Masalah utama dalam penelitian ini yaitu jenis-jenis pemarkah kohesi referensi persona dan bagaimana penggunaan kohesi referensi persona dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah-masalah yang berkaitan dengan kohesi referensi persona dalam novel Love To Love You. Masalah-masalah yang dimaksud meliputi jenis-jenis pemarkah kohesi referensi persona dan bagaimana penggunaan kohesi referensi persona dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu cara analisis yang menggambarkan atau mendeskripsikan data semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada dalam fenomena yang secara empiris. Data dalam penelitian ini adalah kata, kalimat, ungkapan mengenai kohesi referensi persona yang terdapat dalam NovelLove To Love You.Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Love To
Love You Karya Kezia Evi Wiadji dengan jumlah halaman 188, diterbitkan oleh
Media Pressindo.Teknik pengumpulan datanya berupa: Membaca berulang-ulang dengan cermat novel Love To Love You Karya Kezia Evi Wiadji, Mengumpulkan data melalui penelitian pustaka, dan Mencatat bagian-bagian yang dianggap relevan sebagai data. Setelah data terkumpul, data tersebut dianalisis dengan jalan mengidentifkasi data data berdasarkan butir masalah dan tujuan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji. Penulis hanya menemukan beberapa penggunaan kohesi referensi persona dari jenis-jenis kohesi referensi dalam novel Love To Love You yaitu referensi pertama tunggal seperti pemarkah saya, aku, -ku; referensi pertama jamak, seperti pemarkah kami, kita; referensi kedua tunggal seperti pemarkah kamu, kau, -mu; referensi kedua jamak, seperti pemarkah kalian; referensi ketiga tunggal seperti pemarkah ia, dia,-nya; dan referensi ketiga jamak seperti pemarkah mereka.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji telah di temukan beberapa penggunaan kohesi referensi persona.
vii
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik.Skripsi ini diajukan guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Salam dan salawat penulis ucapkan kepada Nabi Muhammad saw. Nabi yang menjadi suri teladan bagi semua umat manusia. Nabi yang diutus oleh Allah swt. sebagai rahmat sekalian alam.
Sejak awal hingga akhir penyusunan skripsi ini, penulis menyadari bahwa terkadang diwarnai oleh berbagai hambatan dan tantangan. Namun,berkat kesabaran, ketekunan,kerjakeras, yang disertai dengan doa kepada Allah swt..Penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis menerima kritikan yang sifatnya membangun demi penyempurnaan dan kelengkapan skripsi ini
Penulis juga menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak yang senantiasa memberikan dorongan, bimbingan, dan petunjuk pada penulis dalam penyusunan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: Dr. A. Rahman Rahim, M. Hum. Dosen Pembimbing yang senantiasa memberikan masukan demi kelancaran penyusunan skripsi ini, Muh. Akhir, S. Pd., M. Pd. Dosen Pembimbing yang
viii
Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia atas saran dan petunjuknya.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kedua orang tua tercinta Baharuddin. S dan Baji atas kesabarannya mengasuh, berdoa, memberi semangat, dan membiayai penulis dengan penuh kasih sayang , suamiku tercinta Muh. Ridwan Makmur, terima kasih atas waktu luangnya yang selalu setia menemani penulis selama proses perkuliahan hingga saat ini. Sahabat-sahabatku serta rekan-rekan mahasiswa yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.Terimakasih atas kebersamaan dan dukungan serta perhatian kalian selama ini di dalam menjalankan aktifitas perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Penulis mengucapkan semoga segala kebaikan kemurahan hati yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini diberkati oleh Allah SWT dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Amin.
Wassalamu alaikumWr.Wb.
Makassar, Januari 2015
ix
SURAT PERNYATAAN ... iii
SURAT PERJANJIAN ... iv
MOTO DAN PERSEMBAHAN ... v
ABSTRAK... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI... ix BAB I PENDAHULUAN ………. 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 4 C. Tujuan penelitian ... 5 D. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR……… .... 7
A. Kajian Pustaka ... 7
1. Hasil Penelitian yang Relevan ... 7
2. Wacana ... 8
3. Novel ... 12
4. Kohesi Referensi Persona ... 16
B. Kerangka Pikir ... 22
BAB III METODE PENELITIAN ………. 24
x
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... . 26
A. Hasil Penelitian... 26
B. Pembahasan... 45
BAB V SIMPULAN DAN SARAN... 47
A. Simpulan... 47
B. Saran... 48
DAFTAR PUSTAKA ... . 49 LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia.Untuk berinteraksi atau berkomunikasi dengan sesamanya manusia menggunakan bahasa. Dengan kata lain bahasa merupakan sarana untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau pun perasaan. Bahasa yang digunakan tersebut terdiri, atas fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, dan yang tertinggi yaitu wacana.
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia wacana adalah : 1) Komunikasi verbal ; percakapan ; 2) Keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan ; 3) Satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato atau khotbah ; 4) Kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis ; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat ; 5) Pertukaran ide secara verbal.
Halliday dan Hasan (dalam Aris Badara 2012:17) berpendapat bahwa
“Wacana merupakan satu kesatuan semantik, dan bukan kesatuan gramatikal.Kesatuan yang bukan lantaran bentuknya (morfem, kata, klausa, atau kalimat).Ada dua hal yang dapat dikaji sehubungan dengan kesatuan bahasa yang dikemukakan oleh Halliday dan Hasan tersebut.Pertama, unsur yang abstrak yang digunakan untuk mengajarkan bahasa dan untuk mengetahui bagaimana aturan-aturan bahasa itu bekerja.Kedua,unsur yang digunakan untuk berkomunikasi. Apabila dirujuk pendapat Cook yang mengatkan, “ This latter kind of
language-language in use, for communications is called discourse….,”
maka bahasa untuk berkomunikasi itulah yang dinamakan wacana”. Beberapa definisi dan pendapat lain dari para pakar bahasa mengenai wacana, antara lain oleh J.S. Badudu (2000) mengatakan wacana sebagai rentetan kalimat yang berkaitan dengan, yang menghubungkan proposisi yang satu dengan
proposisi yang lainnya, membentuk satu kesatuan, sehingga terbentuklah makna yang serasi diantara kalimat-kalimat itu. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa wacana merupakan kesatuan bahasa terlengkap dan tertinggi atau terbesar diatas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi yang tinggi yang berkesinambungan, yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan dan tertulis
Dari pengertian, pendapat dan uraian diatas, jelaslah bahwa wacana merupakan suatu pernyataan atau rangkaian pernyataan yang dinyatakan secara lisan ataupun tulisan dan memiliki hubungan makna antarsatauan bahasanya serta terikat konteks. Dengan demikian apapun bentuk pernyataan yang dipublikasikan melalui beragam media yang memiliki makna dan terdapat konteks didalamnya dapat dikatakan sebagai sebuah wacana.
Berdasarkan saluran komunikasinya wacana dapat dibedakan atas ; wacana lisan dan wacana tulis. Wacana lisan memiliki ciri adanya penuturan dan mitra tutur, bahasa yang dituturkan, dan alih tutur yang menandai giliran bicara. Sedangkan wacana tulis ditandai oleh adanya penulis dan pembaca, bahasa yang dituliskan dan penerapan sistem ejaan.
Wujud wacana di bangun oleh unsur-unsur yang saling menunjukkan hubungan klausal. Setiap unsur dalam wacana tidak akan memiliki makna yang jelas tanpa adanya hubungan dengan unsur lain. Maksudnya, unsur-unsur yang membangun wacana itu, atau kalimat yang mendahuluinya.Pada umumnya, wacana yang baik memiliki keserasian hubungan antara unsur-unsur lain atau yang sering disebut kohesi serta pertautan makna.
Wacana memiliki unsur yang sangat lengkap dan kompleks yang mencakup kohesi dan koherensi.Analisis kohesi ini disusun karena mengingat kohesi pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan efek intensitas makna bahasa, kejelasan informasi, dan keindahan bahasa.Pada kondisi tertentu, unsur-unsur kohesi menjadi contributor penting bagi terbentuknya wacana yang koheren.
Kohesi mengacu pada bagian dalam sebuah teks yang ditandai oleh pengguna bahasa sebagai pengikatnya.Untuk mewujudkan keselarasan hubungan antara unsur dalam sebuah wacana, maka diperlukan alat-alat penghubung seperti kata tunjuk, kata penghubung dan lain-lain sebagai penanda hubung atau penanda kohesi.
Kohesi sebagai salah satu hal yang penting dalam wacana merupakan objek yang menarik untuk diteliti.Hal tersebutlah yang melatarbelakangi ketertarikan untuk meneliti kohesi tersebut. Kohesi yang akan diteliti adalah kohesi referensi persona dalam Novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji.
Novel Love To Love You menawarkan drama kehidupan yang tak lekang oleh waktu. Dengan gaya bahasa yang renyah dan mengalir, karya yang sangat layak untuk disimak dan dikoleksi.
Dalam novel ini, Lia dan Anton berperan sebagai tokoh protagonis dan Delila merupakan tokoh antagonisnya.
Lia dan Anton adalah sepasang suami-istri. Mereka menjalani kehidupan cinta yang nyaris sempurna. Hati keduanya seolah terikat satu sama lain. Manis-pahit cinta telah membuat cinta keduanya bertambah kuat. Sampai akhirnya kekuatan cinta mereka kembali diuji oleh datangnya badai. Kejujuran manis yang
selama ini ditanam ternyata malah berbuah kenyataan pahit. Semenjak kehadiran Delila yang mengusik rumah tangga Lia dan Anton. Seolah perpisahan berdiri mengancam tepat di hadapan keduanya.
Delila adalah wanita di masa lalu Anton yang telah memberikan banyak kebaikan dan kesempatan. Hingga akhirnya Anton bisa kuliah. Namun dibalik kebaikan Delila ternyata mengharapkan imbalan. Anton bagaikan kerbau dicucuk hidung. Harus melayani Delila mulai dari kebutuhan pribadinya hingga diluar kebutuhan pribadinya. Parahnya lagi Anton dijadikan Gigolo.
Delila juga merupakan seorang wanita simpanan dari seorang pengusaha kaya. Seorang laki-laki usia awal enam puluhan yang datang hanya sehari atau dua hari dalam seminggu dan selama berkunjung tidak pernah keluar dari kamar Delila. Novel ini ditulis oleh Kezia Evi Wiadji cetakan kedua 2012 dengan jumlah 188 halaman, diterbitkan oleh Media Pressindo.
Penelitian tentang kohesi memang bukanlah hal yang baru. Begitu pula halnya dengan penelitian kohesi referensi. Namun demikian, hal tersebut tetap menarik untuk diteliti, khususnya dalam Novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji yang memang belum pernah diteliti sebelumnya. Alasan lain yang melatarbelakangi pemilihan objek tersebut karena keakraban dengan novel tersebut, Novel tersebut sudah pernah dikaji saat semester enam pada mata kuliah Kritik Sastra.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan seperti berikut ini.
1. Jenis-jenis kohesi referensi persona apa saja yang terdapat dalam novel
Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji?
2. Bagaimana penggunaan bentuk pemarkah kohesi referensi persona yang terdapat dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji? C. Tujuan Penelitian
Segala sesuatu yang dilakukan pasti memiliki tujuan. Hal ini sangat penting untuk mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan untuk mncapai tujuan tersebut. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan jenis-jenis pemarkah kohesi referensi persona dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji;
2. Untuk menjelaskan penggunaan bentuk pemarkah kohesi referensi persona dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Manfaat teoretis, hasil penelitian ini dapat menambah khasanah keilmuan
dalam pengajaran bidang bahasa dan sastra, khususnya tentang kohesi referensi persona.
2. Manfaat praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh beberapa pihak, antara lain :
a. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini dapat menjadi jawaban dari masalah yang dirumuskan. Selain itu,menambah wawasan tentang kohesi referensi persona dalam novel, khususnya novel Love To Love You karya Kezia Evi Wia.
b. Bagi Pembaca
Hasil penelitian ini bagi pembaca diharapkan dapat lebih memahami isi novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji dan mengambil manfaat darinya. Selain itu, diharapkan pembaca semakin jeli dalam memilih bahan bacaan (khususnya novel) dengan memilih novel-novel yang mengandung pesan moral yang baik dan dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk sarana pembinaan watak diri pribadi.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A. Kajian Pustaka
1. Hasil Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini dilakukan oleh Hermin Andi (2013), dengan judul skripsi “ Kohesi Referensi Persona dalam Berita Olahraga Harian Fajar”.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam berita olahraga harian fajar telah ditemukan jenis-jenis pemarkah kohesi referensi persona dan penggunaan pemarkah tersebut. Seperti yang telah diketahui bahwa jenis-jenis pemarkah kohesi referensi persona ini sangat beragam seperti referensi pertama tunggal , pemarkahnya yaitu : saya, aku, daku, ku-, -ku; referensi pertama jamak, pemarkahnya yaitu: kami, kita; referensi kedua tunggal seperti pemarkah engkau, kamu, anda, kau-, mu-; referensi kedua jamak seperti pemarkah kalian; referensi ketiga tunggal seperti pemarkah ia, dia, beliau, -nya; dan referensi ketiga jamak seperti pemarkah mereka. Namun dalam harian fajar, hanya di temukan beberapa penggunaan kohesi referensi persona, yaitu referensi pertama tunggal seperti pemarkah saya, aku,ku-, -ku; referensi pertama jamak, seperti pemarkah kami, kita; referensi kedua tunggal seperti pemarkah anda; referensi ketiga tunggal seperti pemarkah ia, dia,-nya; dan referensi ketiga jamak seperti pemarkah mereka.
Adapun penelitian yang penulis lakukan bertujuan untuk melihat jenis-jenis kohesi referensi persona dan untuk mengetahui penggunaan pemarkah
kohesi referensi persona dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji tersebut.
2. Wacana
a. Pengertian Wacana
Kata “wacana“ banyak digunakan oleh berbagai bidang ilmu pengetahuan mulai dari ilmu bahasa, psikologi, sosiologi, politik, komunikasi, sastra dan sebagainya. Namun demikian, secara spesifik pengertian, definisi, dan batasan istilah wacana sangat beragam.Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan lingkup dan disiplin ilmu yang memakai istilah wacana tersebut.
Crystal (dalam Aris Badara, 2012 :16 ) mengatakan bahwa:
“Analisis wacana memfokuskan pada struktur yang secara alamiah terdapat pada bahasa lisan, sebagaimana banyak terdapat dalam wacana seperti percakapan, wawancara, komentar, dan ucapan-ucapan. Sedangkan Roger Fowler (dalam Aris Badara, 2012: 16) mengatakan bahwa wacana adalah komunikasi lisan atau tulisan yang dilihat dari titik pandang kepercayaan, nilai, dan kategori yang masuk di dalamnya; kepercayaan disini mewakili pandangan dunia; sebuah organisasi atau representasi dari pengalaman”.
Wacana: 1) Rentetan kalimat yang berkaitan, yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya, membentuk satu kesatuan, sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu; 2) kesatuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat tau klausa dengan koherensi dan kohesi yang tinggi yang berkesinambungan, yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan atau tertulis J.S. Badudu ( dalam Aris Badara 2012 : 16)
“Wacana adalah komunikasi kebahasaan yang terlibat sebagai sebuah pertukaran di antara pembicara dan pendengar, sebagai sebuah aktifitas personal di mana bentuknya ditentukan oleh tujuan sosialnya”.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya yang membentuk satu kesatuan, sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu.Wacana dapat disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan.
b. Jenis-jenis Wacana
Wacana dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis menurut dasar pengklasifikasian tertentu. Sumarlam (2003: 15) membagi jenis-jenis wacana berdasarkan bahasa yang dipakai, media yang dipakai untuk mengungkapkan, jenis pemakaian, bentuk serta cara dan tujuan penyampaianya.
Selain itu, wacana menurut Tarigan (1987 : 51) dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara, antara lain :
a. Berdasarkan tertulis atau tidaknya wacana, maka dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
Wacana tulis adalah wacana yang disampaikan secara tertulis, melalui media tulis. Untuk menerima, memahami, atau masyarakat menikmatinya maka sang penerima harus membacanya (Tarigan, 1993 : 52). Wacana tulis cenderung bersifat sepihak, karena penulis yang berperan secara dominan, pembaca tidak terlibat. Lawan bicara atau pembaca, harus mampu memahami, tujuan, nada, sikap, penulis, baik terhadap pembaca maupun topic pembicaraan.
Wacana lisan adalah wacana yang disampaikan secara lisan melalui media lisan.Untuk , menerima, memehami, dan menikmatinya maka sang penerima harus menyimak dan mendengarkannya.
Wacana lisan dihasilkan secara lisan yang melibatkan komunikasi langsung antara penutur dengan pendengar.Dalam wacana lisan, ekspresi wajah, nada suara, gerak badan dan sebagainya berfungsi untuk menyampaikan sesuatu perkara kepada pendengar.
Contohnya ialah perbuatan harian, temu ramah, ceramah, ucapan, khotbah, siaran televisi dan radio.
b. Berdasarkan langsung atau tidak langsungnya pengungkapan wacana, dibagi atas:
Wacana langsung adalah kutipan wacana yang sebenarnya dibatasi oleh intonasi.Kridalaksana, (dalam Tarigan, 1987:55).
Wacana tidak langsung adalah pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip kembali harfiah kata-kata yang dipakai oleh pembicara dengan menggunakan kontruksi gramatikal atau kata tertentu. Kridalaksana, (dalam Tarigan, 1987:56).
c. Berdasarkan cara membeberkan atau cara menuturkannya, wacana dapat diklasifikasikan atas dua, yaitu:
Wacana pembeberan adalah wacana yang tidak mementingkan urutan waktu atau penutur, berorientsi pada pokok pembicaraan dan bagian-bagiannya tidak diikat secara logis, Kridalaksana ( dalam Tarigan, 1993: 55).
Wacana penuturan adalah wacana yang mementingkan urutan waktu, dituturkan oleh persona pertama atau tiga waktu tertentu, berorientasi pada pelaku, dan seluruh bagiannya diikat oleh kronologi, Kridalaksana (dalam Tarigan, 1993 :56).
d. Berdasarkan bentuk wacana dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : Wacana prosa adalah wacana yang disampaikan dalam bentuk prosa.Wacana ini dapat tertulis atau tidak, dapat pula berupa wacana langsung atau tidak langsung dengan pembeberan atau penuturan, seperti novel, novelette, cerpen, surat dan sebagainya ( Tarigan, 1993: 59).
Wacana puisi adalah wacana yang disajikan dalam bentuk puisi baik tertulis ataupun lisan (Tarigan, 1993: 57).
Wacana drama adalah wacana yang disampaikan dalam bentuk drama, dalam bentuk dialog, baik secara tertulis maupun lisan ( Tarigan, 1993 : 59).
Berdasarkan bentuknya wacana dapat digolongkan atas lima golongan, yakni: 1) Wacana Narasi 2) Wacana Eksposisi 3) Wacana Persuasif 4) Wacana Argumentasi 5) Wacana Deskriptif
Wacana narasi adalah rangkaian tuturan yang menceritakan atau menyajikan suatu hal atau kejadian yang menonjolkan rangkaian peristiwa dalam rangkaian waktu tertentu, bersama dengan partisipan tertentu, atau
wacana yang mementingkan bahwa urutan waktu, dituturkan oleh persona pertama dan ketiga.
Wacana eksposisi adalah wacana yang menguraikan atau memaparkan terjadinya sesuatu tetapi tidak dikaitkan dengan waktu.
Wacana argumentasi adalah pemaparan dengan beberapa penjelasan untuk membuat pembaca mengerti dan mengetahui tentang sesuatu yang ingin dijelaskan. Sedangkan wacana deskriptif adalah sejenis wacana yang menyajikan bagian-bagian atau ruang-ruang tertentu.
3. Novel
a. Pengertian Novel
Novel berasal dari bahasa Itali, novella berarti sebuah barang baru yang kecil, kemudian diartikan sebagai cerita pendek dalam bentuk prosa oleh Abrams (dalam Nurgiyantoro 2010: 9).
Novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan ide atau gagasan pengarang.
Secara etimologi, novel sebagai salah satu jenis karya sastra yang dapat didefinisikan sebagai pemakaian bahasa yang indah, yang menimbulkan rasa seni pada pembaca, seperti yang dikemukakan oleh Sumardjo (1994: 3) sebagai berikut :
“Novel (sastra) adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkrit yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa”.
Novel adalah suatu jenis karya sastra yang berbentuk naratif dan berkesinambungan ditandai oleh adanya aksi dan reaksi antar tokoh, khususnya antara antagonis dan protagonis seperti diungkapkan oleh Semi (1988: 36).
“Fiksi (novel) merupakan salah satu bentuk narasi yang mempunyai sifat bercerita : yang diceritakan adalah manusia dengan segala kemungkinan tentangnya. Oleh karena itu.ciri utama yang membedakan antara narasi (termasuk fiksi atau novel) dengan deskripsi adalah aksi, tindak tanduk atau pelaku”. Clara Reeve (dalam Wellek, 1993: 282). Pendapat di atas dapat dijabarkan bahwa novel berisi tentang cerita kehidupan tokoh yang diciptakan secara fiktif, namun dinyatakan sebagai suatu yang nyata. Nyata yang dimaksudkan dalam hal ini bukanlah hal yang merujuk pada fakta yang sebenarnya, melainkan nyata dalam arti sebagai suatu kebenaran yang dapat diterima secara logis hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain dalam cerita itu sendiri dan merupakan alat untuk memberikan informasi dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya dengan menonjolkan ahlak dan sifat setiap pelaku (Depdikbud, 1993: 694).
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa novel merupakan cerita berbentuk prosa dalam ukuran luas yang menyajikan lebih dari objek berdasarkan struktur tertentu.
b. Jenis Novel
Dalam arti luas, novel adalah cerita berbentuk prosa dalam unsur yang luas. Ukuran yang luas disini dapat diartikan cerita dengan plot (alur). Namun, yang kompleks, suasana yang beragam dan setting cerita yang beragam pula. Namun, ukuran luas disini juga mutlak demikian, mungkin yang luas hanya
salah satu unsur fiksi saja, misal temannya, sedang karakter dan setting hanya satu saja.
Jakob Sumardjo membagi novel tiga jenis yaitu : jenis novel percintaan, novel petualangan, dan novel fantasi.
1) Novel percintaan melibatkan peranan tokoh wanita dan pria seimbang, bahkan kadang-kadang peranan wanita lebih dominan pelakunya.
2) Novel petualangan hanya dominasi kaum pria, karena tokoh di dalamnya pria dengan sendirinya melibatkan banyak masalah lelaki yang tidak ada hubungannya dengan wanita.
3) Novel fantasi, bercerita tentang hal yang tidak logis yang tidak sesuai dengan keadaan dalam hidup manusia. Jenis novel ini mementingkan ide, konsep dan gagasan sastrawan. Hanya dapat jelas kalau diutarakan dalam bentuk cerita fantastic, artinya menyalami hukum empiris, hukum pengalaman sehari-hari.
Penggolongan di atas merupakan penggolongan pokok saja, sehingga dalam praktek ketiga jenis novel tersebut sering dijumpai dalam suatu novel. Secara khusus Muchtar Lubis (dalam Tarigan 1985: 166)novel terbagi atas:
1) Novel avontur, dipusatkan pada seorang tokoh atau hero utama wanita, merupakan rintangan untuk mencapai suatu tujuan;
2) Novel psikologis, perhatian tidak ditujukan pada avontur lahir maupun rohani, terjadi lebih diutamakan pemeriksaan seluruhnya dari semua pikiran para pelaku;
3) Novel detektif kecuali dipergunakan untuk meragukan pikiran pembaca, menunjukkan jalan penyesalan cerita. Untuk membongkar rahasia kejahatan, tentu dibutuhkan bukti agar dapat menangkap si pembunuh
4) Novel sosial dan politik pelaku pria dan wanita tenggelam dalam masyarakat sebagai pendukung jalan cerita.
5) Novel kolektif tidak hanya membawa cerita tetapi lebih mengutamakan cerita masyarakat sebagai suatu totalitas, keseluruhan mencampur adukan pandangan antropologis dan sosiologis.
6) Novel sejarah hanya sekedar kenangan indah buat dokumen, mengisahkan kepahlawanan seorang gadis yang keluarganya menjadi korban revolusi. 7) Novel keluarga pengalaman batin dijelajahi pembaca tentang kegelisahan,
baik berupa kegelisahan sosial, batin maupun kegelisahan rumah tangga. c. Novel Love To Love You
Novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji ini menawarkan drama kehidupan yang tak lekang oleh waktu. Dengan gaya bahasa yang renyah dan mengalir, karya yang sangat layak untuk disimak dan dikoleksi.
Dalam novel ini, yang berperan sebagai tokoh protagonis adalah Lia dan Anton dan Delila merupakan tokoh antagonisnya.
Lia dan Anton adalah sepasang suami-istri. Mereka saling cinta dan memahami satu sama lain. Mereka menjalani kehidupan cinta yang nyaris sempurna. Hati keduanya seolah terikat satu sama lain. Manis-pahit cinta telah membuat cinta keduanya bertambah kuat. Sampai akhirnya kekuatan cinta mereka kembali diuji oleh datangnya badai. Kejujuran manis yang selama ini ditanam
ternyata malah berbuah kenyataan pahit. Semenjak kehadiran Delila yang mengusik rumah tangga Lia dan Anton. Seolah perpisahan berdiri mengancam tepat di hadapan keduanya.
Delila adalah wanita di masa lalu Anton yang telah memberikan banyak kebaikan dan kesempatan. Hingga akhirnya Anton bisa kuliah. Namun dibalik kebaikan Delila ternyata mengharapkan imbalan. Anton bagaikan kerbau dicucuk hidung. Harus melayani Delila mulai dari kebutuhan pribadinya hingga diluar kebutuhan pribadinya. Parahnya lagi Anton dijadikan Gigolo.
Delila juga merupakan seorang wanita simpanan dari seorang pengusaha kaya. Seorang laki-laki usia awal enam puluhan yang datang hanya sehari atau dua hari dalam seminggu dan selama berkunjung tidak pernah keluar dari kamar Delila.
Novel ini sangat menarik, membuat kita belajar bagaimana menerima kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Novel ini ditulis oleh Kezia Evi Wiadji cetakan kedua 2012. Setelah novel pertamanya Because of You. Novel Love To Love You berjumlah 188 halaman, diterbitkan oleh Media Pressindo.
4.Kohesi Referensi persona
Kohesi adalah suatu konsep semantik yang menampilkan hubungan makna antarunsur teks, dan menyebabkannya dapat disebut sebagai teks. Kohesi terjadi apabila interprestasi salah satu unsur teks tergantung dari unsur lainnya. Unsur yang satu berkaitan dengan unsur yang lainnya, sehingga unsur tersebut tidak dapat benar-benar dipahami tanpa yang lain. Kaitan makna ini disebut
kohesi. Jadi, kohesi merupakan keterkaitan semantik antarunsur pembentuk wacana (Halliday & Hasan, 1976: 4).
Lebih lanjut Harahap dan Zaimar (2011: 18) mengemukakan bahwa:
“Kohesi keterkaitan unsur-unsur lahiriah suatu teks misalnya kata-kata yang kita lihat atau dengar, saling berkaitan dalam satu sekuen. Unsur-unsur tersebut saling tergantung sesuai dengan bentuk dan konvensi gramatikalnya,sedemikian rupa sehingga teks menjadi padu”.
Konsep kohesi mengacu pada serangkaian kemungkinan makna yang ada untuk menghubungkan suatu unsur teks dengan apa yang disebutkan.
a. Jenis-jenis Kohesi
Halliday dan Hasan membagi alat kohesi menjadi lima bagian, yaitu kata ganti, subtitusi (penyulihan), konjungsi (penyambungan), elipsis (pelesapan), dan leksikal. Bagian-bagian tersebut dapat dirinci sebagai berikut :
1) Kata Ganti
Kata ganti terdiri atas tiga jenis, yakni kata ganti diri, kata ganti penunjuk, dan kata ganti perbandingan. Kata ganti diri dan penunjuk merupakan kata ganti yang sudah lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.Tetapi kategori perbandingan belum lazim digunakan dalam tata bahasa Indonesia. Kata ganti dalam bahasa Indonesia adalah :
a) Saya, aku, kita, kami.
b) Engkau, kamu, kau, kalian, anda. c) Dia, nya, mereka.
Contoh penggunaan kata ganti diri atau pronominal dalam novel Love To Love You:
“Dia...dia berusaha mengajakku melakukan...hmm,” Anton terlihat sangat gugup. “...ya seperti itulah. Dia memaksaku dan melepas dasiku. Tapi aku langsung pulang. Aku lupa dasiku tertinggal disana. Kau bisa mempercayaiku untuk hal ini.” (LTLY:82)
2) Subtitusi
Subtitusi adalah hasil penggantian unsur bahasa oleh unsur lain dalam satuan yang lebih besar untuk memperoleh unsur-unsur pembeda atau untuk menjelaskan suatu struktur tertentu. Subtitusi merupakan hubungan gramatikal, lebih bersifat hubungan kata dan makna. Subtitusi dalam bahasa Indonesia dapat bersifat nominal, verbal, klausa, atau campuran.
3) Elipsis
Elipsis adalah peniadaan kata atau satuan lain yang wujud asalnya dapat diramalkan dari konteks bahasa atau luar bahasa. Elipsis dapat pula dikatakan pengganti nol, sesuatu yang ada tetapi tidak diucapkan atau tidak dituliskan ( Andi Rahmil,2013:11).
Menurut Lubis, elipsis adalah penghilangan satu bagian dari unsur kalimat itu (Lubis, 1993:38). Berikut ini adalah contoh elipsis menurut Lubis :
a) Kami berangkat hari ini. Mereka juga.
b) Mahasiswa sedang mempelajari analisis wacana. Semantik juga.
Konjugsi adalah yang dipergunakan untuk menggabungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, atau paragraph dengan paragraf, Kridalaksana (dalam Andi rahmil, 2013: 11).
Konjungsi atau kata sambung adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih, seperti dan, kalau, dan atau, Tata Bahasa Baku (dalam Hermin Andi, 2013 : 18). Contoh :
a) Saya mau pergi kalau pekerjaan rumah saya sudah selesai. b) Saya harus pergi dan kau mesti menunggu.
b. Kohesi Referensi
Pengacuan atau referensi adalah satu jenis kohesi gramatikal atau berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain (atau suatu acuan) yang mendahului atau mengikutinya (sumarlam 2003:23)
Referensi atau pengacuan menampilkan hubungan antara bahasa dan dunia. Dalam setiap bahasa, ada unsur-unsur bahasa yang tidak dipahami berdasarkan dirinya sendiri, melainkan merujuk (mengacu) pada hal lain untuk pemahamannya, informasi yang diberikannya tergantung pada hal lain. Ini adalah salah satu alat kohesi yang disebut referensi (Harahap dan Zaimar 2011: 121)
Menurut Ramlan (1993 :12) yang dimaksud referensi (penunjukan) adalah penggunaan kata atau frasa untuk menunjuk atau mengacu kata, frasa, atau mungkin juga satuan gramatikal yang lain. Djajasudarma (2006 :48) menambahkan bahwa lebih luas lagi referensi adalah hubungan bahasa dengan dunia. Dengan demikian, dalam penunjuk terdapat dua unsur, yaitu unsur
penunjuk dan unsur tertunjuk. Kedua unsur itu haruslah mengacu pada referen yang sama.
c. Jenis-jenis Kohesi Referensi 1) Referensi Persona
Referensi persona direalisasikan melalui pronomina persona (kata ganti orang). Pronomina persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacupada orang. Pronomina persona dapat mengacu pada diri sendiri (pronominal persona pertama), mengacu pada orang yang diajak bicara (pronomina persona kedua), atau mengacu pada orang dibicarakan( pronomina persona ketiga). Di antara pronomina itu, ada yang mengacu pada jumlah satu atau lebih dari satu. Berikut ini adalah pronomina persona yang disajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 1 : Pronominal Persona
Pronomina
Makna
Tunggal Jamak
Pertama Saya, aku, ku-, -ku Kami, kita
Kedua
Engkau, kamu, dikau, anda, kau-, -mu
Kalian
Ketiga Ia, dia, beliau, -nya Mereka
Contoh jenis kohesi referensi persona yang terdapat dalam novel Love To Love You:
Anton mengambil napas panjang dan berkata dengan lembut.”Sayang, kamu tahu ‘kan, aku selalu mendahulukan kebahagiaanmu. Tapi untuk adopsi anak, kita harus memikirkan
matang-matang. Ini bukan seperti kita membeli mobil, setelah bosan bisa kita jual lagi. Ini mengenai tanggung jawab seumur hidup. Sekali mengadopsi anak, kau tidak bisa memulangkannya lagi kepanti
asuhan.” (LTLY: 50) 2) Referensi Demonstratif
Pronomina demonstratif adalah pronominal yang dipakai untuk menunjukkan atau menggantikan nomina. Dilihat dari segi bentuknya, pronominal demonstratif dibedakan atas:
a) pronomina demonstratif tunggal, ditandai dengan pemarkah ini dan itu. b) Pronomina demonstratif turunan, ditandai dengan pemarkah berikut dan
sekian.
c) Pronomina demonstratif gabungan, ditandai pemarkah di sini, di situ, di sana, dan
d) Pronomina demonstratif reduplikasi, ditandai pemarkah begitu-begitu, Kridalaksana (dalam Hermin Andi, 2013: 23).
3) Referensi Komparatif
Pengacuan komparatif (perbandingan) ialah salah satu jenis kohesi gramatikal yang bersifat membandingkan dua hal atau lebih yang memunyai kemiripan atau kesamaan dari segi bentuk/wujud, sikap, sifat, watak, perilaku, dan sebagainya( Sumarlam 2003: 26). Kata-kata yang biasa digunakan untuk membandigkan misalnya seperti, bagai, bagaikan, laksana, sama dengan, tidak
berbeda dengan, persis seperti, dan persis sama dengan.
Selanjutnya menurut Kridalaksana (dalam Musdalifah, 2008: 24-25).
“Pronomina komparatif adalah pronomina yang menjadi bandingan bagi antasedennya. Pemarkahnya sama, persis, identik, serupa,selain berbeda, dan sebagainya”.
B. Kerangka Pikir
Salah satu sarana kohesi yang akan dianalisis yakni referensi persona. Untuk dapat mengetahui kekohesifan dalam sebuah wacana, penulis mengambil novel love to love you sebagai sumber data.
Pemakaian referensi persona dalam novel love to love you dapat dikaji dengan menggunakan pendekatanwacana. Pendekatan wacana yang dimaksud yaitu melihat jenis-jenis kohesi referensi persona yang terdapatdalam novel love
Berikut ini adalah bagan kerangka pemikiran.
xx
Kohesi Referensi Persona dalam Novel Love To Love You
Karya Kezia Evi Wiadji
Kohesi Referensi
Jenis-jenis Kohesi Referensi Persona
Penggunaan Referensi Persona
Kohesi Referensi Persona dalam Novel Love To Love You Karya Kezia Evi Wiadji
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu cara analisis yang menggambarkan atau mendeskripsikan data semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada dalam fenomena yang secara empiris.Penulis menganalisis penggunaan kohesi referensi personaterhadap novelLove To Love You karya Kezia Evi Wiadji dengan analisis sastra, yaitu penulis mempelajari contoh-contoh kohesi referensi Persona yang pernah dikaji sebelumnya untuk dijadikan suatu bahan dalam mengkaji karya sastra novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji.
B. Data dan Sumber Data 1. Data
Data adalah semua objek dalam penelitian, baik berupa benda, peristiwa maupun gejala yang terjadi, sehubungan dengan hal ini, maka yang dijadikan data dalam penelitian ini adalah kata, kalimat, ungkapan mengenai kohesi referensi persona yang terdapat dalam Novel Love To Love You.
2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Love To Love You Karya Kezia Evi Wiadji cetakan kedua 2012 dengan jumlah 188 halaman, diterbitkan oleh Media Pressindo.
C. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data sekunder sebagai pendukung data primer yang tidak kalah pentingnya dalam data penelitian ini.Data primer dari penelitian ini adalah data yang bersumber dari novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji. Data primer dikumpulkan dengan melakukan pembacaan dengan cermat pada novel tersebut, kemudian menandai kata-kata yang termasuk kohesi referensi persona. Penelitian pustaka ini dilakukan untuk menemukan teori-teori, pandangan-pandangan dasar, hokum-hukum, kaidah-kaidah yang dikumpulkan oleh ahli yang bidangnya relevan dengan penelitian ini. Penulis menggunakan metode penelitian pustaka dengan jalan membaca buku-buku atau tulisan- tulisan yang ada kaitanya dengan permasalahan yang akan dibahas dan sebagai bahan bandingan.
D. Teknik Analisis Data
Dari data yang telah dikumpulkan, langkah selanjutnya penulis mengklasifikasikan data yang sudah ada. Kemudian melakukan analisis terhadap data yang sudah diklasifikasikan dan menyimpulkan hasil analisis sekaligus sebagai hasil penelitian tentang novel Love To Love You. Dengan demikian akan tampak penggunaan kohesi referensi persona pada novel tersebut.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penggunaan kohesi referensi persona, mengacu kepada pembicara, lawan bicara dan orang yang dibicarakan.Penggunaan referensi persona dalam sebuah kalimat mempunyai peranan yang sangat penting. Hal tersebut disebabkan dengan adanya penggunaan referensi persona untuk menggantikan nama orang yang diajak berbicara atau orang yang dibicarakan. Dengan penggunaan referensi persona dalam berkomunikasi menimbulkan kesan sopan dan keakraban.
Jenis kohesi referensi persona dan penggunaanya dalam novel Love To Love
You karya Kezia Evi Wiadji. Jenis-jenis kohesi referensi persona yang dimaksud
akan diuraikan berikut ini.
1. Referensi Persona Pertama Tunggal
Referensi persona pertama tunggal mengacu kepada diri pembicara, yang jumlahnya tidak lebih dari satu persona atau satu orang saja seperti : persona saya, aku, dan –ku. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis penggunaan referensi persona pertama tunggal yang ditemukan dalam novel Love To Love You karya Kezia Evi Wiadji.
a. Referensi Persona Saya
Persona “saya” adalah bentuk yang formal atau umumnya dipakai dalam tulisan atau ujaran yang resmi.Persona “saya” dipakai untuk menggantikan diri si pembicara, dapat digunakan oleh siapa saja terhadap siapa saja. Kalimat seperti
contoh-contoh berikut banyak digunakan didalam novellove to love you. Penulis menemukan 22 populasi hanya 5 yang dijadikan sebagai sampel.
DATA 1 :
“ Setelah saya periksa, tidak ada masalah atau kelainan. Semuanya normal, bentuk rahim juga normal. Tidak ada kista atau mium.” (LTLY :22).
Makna kata saya pada kalimat di atas menunjuk pada dokter yang sedang memberi tahukan Lia dan Anton mengenai hasil pemeriksaan kandungan Lia.
DATA 2 :
“ Dok, kalau bulan depan saya belum hamil juga bagaimana?” (LTLY :25)
Makna kata saya pada kalimat di atas menunjukkan Lia yang sedang mengajukan pertanyaan pada sang dokter, karena ingin cepat-cepat mendapatkan momongan.
DATA 3 :
“ Boleh saya masuk? Saya pimpinan baru di tempat Anton bekerja.” “ Nama saya Delila.” (LTLY :69)
Makna kata saya pada kalimat di atas menunjukkan Delila. Memperkenalkan diri pada Lia bahwa dia pimpinan perusahaan tempat suami Lia bekerja. Yang sedang menghampiri rumah Lia.
DATA 4 :
“ Saya dengar dari suami saya kalau Ibu sementara ini magang di Jakarta.” (LTLY : 70)
Makna kata saya pada kalimat di atas menunjukkan Lia, yang seraya bertutur lembut meski dalam pikirannya yang dipenuhi tanda tanya. Mengapa pimpinan Anton (suaminya) datang kerumahnya pada saat Anton keluar kota.
DATA 5 :
“A-apakah suami saya melakukan kesalahan di kantor?” Suara Lia terdengar gugup.”( LTLY :71)
Makna dari data 5 di atas menujukkan Lia, dengan suara yang kedengaran gugup bertanya kepada pimpinan Anton.
b. Referensi Persona Aku
Persona pertama “ aku” lebih banyak dipakai dalam pembicara dan dalam situasi yang tidak formal dan lebih banyak menunjukkan keakraban antara pembicara atau penulis dengan pendengar atau pembaca. Persona pertama “aku” digunakan untuk menggantikan diri si pembicara, dapat juga digunakan kepada teman yang sudah akrab, orang yang lebih mudah, orang yang lebih rendah statusnya atau kedudukan sosialnya, dan dalam situasi tertentu, misalnya dalam novel love to love you, terdapat lebih dari 100 populasi dan hanya 5 menjadi sampel. Penggunaan pemarkah “aku” dalam novel love to love you dapat dilihat pada kutipan berikut ini.
DATA : 6
“Aku ingin membuat perjanjian denganmu, perjanjian yang saling menguntungkan. Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu. Makananmu, pakaianmu, tempat tinggalmu, sampai dengan biaya kuliahmu. Aku akan membuatmu menjadi seorang yang berhasil. Apa yang kau cita-citakan, bisa kau raih. Sebagai ungkapan terima kasihmu, aku hanya minta satu hal...kau harus ada saat aku membutuhkanmu.”(LTLY : 91)
Makna persona aku pada paragraf di atas menunjukkan Delila yang ingin membuat perjanjian dengan Anton suami Lia.
DATA : 7
“ Mana aku tahu kalau itu kantor suaminya? Dari dulu aku dan para pembantu di rumah itu tidak tahu nama suaminya, selain dipanggil dengan nama Bapak. Aku tidak tahu usaha suaminya. Aku juga tidak tahu kalau kantor ini ternyata milik suaminya yang sekarang diwariskan kepadanya. Sebegitu banyak perusahaan yang aku datangi saat aku di Jakarta, celakanya aku bekerja di perusahaan suaminya.” (LTLY : 100)
Makna persona aku pada paragraf di atas menunjukkan Anton, yang sedang menjelaskan kepada Lia tentang Delila pimpinan perusahaan tempatnya bekerja. Begitu pun dulu ia pernah tinggal di rumah perempuan yang mengaku sebagai pimpinannya saat ini.
DATA 8 :
“Aku tahu kamu jijik padaku. Kamu juga marah karena aku nggak cerita sebelumnya. Oh Lia, aku sangat mencintaimu. Aku takut kalau kau tahu masa laluku, kau akan lari meninggalkanku. Saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku tahu aku menemukan seorang wanita yang baik. Wanita yang berbeda. Saat itu aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan hidup benar, tidak menyimpang lagi.”(LTLY : 101)
Data 7 dan 8 pembicara berusaha meyakinkan lawan bicaranya.Makna kata aku pada kalimat di atas menujukkan Anton yang berusaha meyakinkan Lia istrinya. Ia sangat mencintai istrinya dari pertama kali bertemu dan sangat beruntung mendapatkan Lia. Tak ada wanita yang lebih baik selain istrinya itu.
DATA 9 :
Anton. Aku harus pergi, aku harus menenangkan diriku. Memikirkan dengan jernih masalah kita. Supaya kemarahan tidak memengaruhi pikiranku. Aku tidak tahu untuk berapa lama, tapi jika kau mau menemuiku, kau pasti tahu di mana aku berada. Aku berharap saat kita bertemu nanti, keadaan akan berubah menjadi lebih baik. Walaupun itu hanya cara pandangku padamu. Aku selalu berharap yang terbaik untuk kita berdua. Apakah kau juga?(LTLY :115)
Data 9, persona aku pada paragrap di atas menunjukkan Lia. Pembicara memberitahukan lawan bicara lewat sepucuk surat kepada Anton (si pembaca)
untuk menenangkan dirinya sementara waktu. Atas masalah yang menimpanya saat ini.
DATA 10 :
“ Kenapa harus takut, ada aku, Dear. Aku pasti menjagamu nanti. Aku
janji.”(LTLY : 131)
Data 10, persona aku pada kalimat di atas menunjukkan Leo (pembicara) berusaha menenangkan hati si lawan bicara. persona pertama “ aku” berbicara dalam situasi yang tidak formal dan lebih banyak menunjukkan keakraban antara pembicara dan pendengar.
c. Referensi Persona –ku
Persona pertama “ aku” mempunyai variasi bentuk, yakni “-ku”, dan “ku-“. Bentuk ini dipakai untuk menyatakan milik dan dalam tulisan dilekatkan pada kata di depannya.penggunaan persona “-ku” dalam novel love to love you terdapat 83 populasi dan 5 menjadi sampelnya. Dapat dilihat pada kutipan berikut ini. DATA 11 :
“Aku sudah memikirkan semuanya. Punya anak adalah keinginanku kedua setelah punya kamu, sebagai suamiku. Nggak masalah apakah anak itu kandung atau bukan.”(LTLY :50)
Makna data 11 persona “-ku “ pada kalimat di atas menujukkan Lia. Pembicara berusaha meyakinkan dan membujuk sang suami untuk mengasuh anak.
DATA 12 :
“ Ini tidak terjadi kalau kamu mengikuti keinginanku. Aku jamin berikutnya
istrimu yang akan menerima teleponku.”(LTLY: 51)
Makna data 12, pada kalimat di atas menujukkan Delila. Ia mengancam Anton untuk melakukan semua yang ia inginkan.
DATA 13:
Ya Tuhan, saat hidupku mulai tenang dan mapan, kenapa Kau izinkan masalah ini datang lagi menghampiriku? Aku sangat takut kalau wanita itu akan menghancurkan rumah tangga dan masa depanku. (LTLY :54)
Makna data 13 pada paragrap di atas menujukkan Anton. Diliputi rasa bersalah dan takut, ia menatap lama mata istrinya yang tertidur dengan lelap di sebelahnya, wanita yang dicintainya sepenuh hati.
DATA 14:
“ Aku mencari Ray. Aku menceritakan masalahku. Dia memberiku solusi, “lanjut Anton, suaranya berubah serius. (LTLY :158)
Makna data 14, pada kalimat di atas menujukkan Anton. Berbicara kepada Lia istrinya bahwa Ray temannya memberi jalan keluar atas masalah yang dihadapinya.
DATA 15:
“Tenang honey, kau bisa mempercayaiku. Aku ingin kau menemaniku saat bertemu dengan anakku nanti.”(LTLY :159)
Persona pertama “ku” pada data diatas, menunjukkan Anton. Pembicara menenangkan dan menjelaskan kepada lawan bicara atau pendengar tentang keinginan dan miliknya.
2. Referensi Persona Pertama Jamak
Referensi persona pertama jamak mengacu kepada diri pembicara, yang jumlahnya lebih dari satu persona atau satu orang. Dalam novel love to love you, penulis menemukan 2 jenis penggunaan referensi persona pertama jamak, yakni persona kami, dan kita. Berikut ini akan dibahas.
Referensi persona pertama jamak “ kami” bersifat eksklusif, artinya persona itu mengacu kepada penulis atau pembicara dan orang lain di pihaknya, tetapi tidak mencakupi orang lain di pihak pendengar atau pembaca. Persona “kami” dapat digunakan oleh siapa saja kepada siapa saja serta dalam situasi apa saja, dan oleh seseorang yang berbicara bukan atas nama pribadi melainkan nama jabatan.
Dalam novel love to love you ditemukan 6 populasi penggunaan referensi persona “kami”,namun yang mnjadi sampel hanya 5 dari populasi yg ada. Persona “kami” yang digunakan dalam novel love to love you dapat dilihat pada kutipan berikut ini.
DATA 16 :
“Saya hanya minta kerelaanmu untuk mengizinkan Anton menemui anaknya, anak kami. Jeremy harus mengenal siapa ayah kandungnya.” (LTLY:73)
Pada kutipan diatas dapat dijelaskan bahwa referensi persona ”kami” mengacu kepada pembicara dan orang lain di pihaknya. Makna persona kami pada kalimat diatas menujukkan Delila dan Anton. Delila meminta kepada Lia untuk mengizinkan Anton menemui Jeremy anaknya.
DATA 17:
“Oya, saya juga ingin mengembalikan barang Anton, tertinggal di hotel saat kami bertemu untuk membahas Jeje.” (LTLY: 74)
Makna persona kami pada data (17) di atas menujukkan Delila dan Anto. Dengan posisi berdiri dan berjalan santai ,Delila datang menemui Lia dan merogoh tasnya dan menarik sebuah dasi, lalu mengulurkan kepada Lia.
DATA 18:
“Ada!” sanggah Lia. “Kalau kami punya anak sendiri, nggak mungkin Anton menginginkan anak itu.”(LTLY:111)
Makna persona kami pada data (18) di atas , menujukkan Lia dan Anton. Lia menceritakan masalah yang di hadapinya kepada temannya Rini. Lia merasa bersalah kepada suaminya karena tidak bisa memiliki anak sendiri.
DATA 19:
“Hati Lia terlanjur sakit, Ma. Delila pasti akan terus menggangu. Dia seperti duri dalam daging bagi rumah tangga kami.”(LTLY :121)
Makna persona kami pada data (19) di atas menujukkan Lia dan Anton. Lia menjelaskan kepada ibunya tentang perasaannya. Tentang masalah yang dihadapinya bersama suaminya Anton.
DATA 20:
“Omong kosong! Kau lihat buktinya, golongan darah kami sama. Kami memiliki golongan darah paling langka dan kau sekarang berkata DIA BUKAN ANAKKU?!” (LTLY:172)
Pada data (20) di atas, persona kami pada kalimat kedua dan ke tiga menunjukkan Anton dan anaknya Jeremy. Anton berubah geram, seketika itu juga tangannya dihantamkan ke meja ketika marah kepada Delila.
b. Referensi Persona Kita
Referensi persona pertama Jamak “ kita” bersifat inklusif, artinya persona itu mencakupi pembicara atau penulis, pendengar atau pembaca, dan mungkin juga pihak lain. Persona “ kita” untuk menyatakan diri pertama jamak dan orang yang diajak berbicara termasuk di dalamnya dapat digunakan oleh siapa saja kepada siapa saja.
Persona kita pembicara memasukkan lawan atau teman bicaranya ke dalam konteks pembicaraan. Karena itu, pembicara menggunakan referensi persona kita. Persona pertama melibatkan lawan bicaranya dengan menggunakan referensi persona kita.
Dalam novel love to love you ditemukan 20 populasi penggunaan persona “kita”, namun yang diambil jadi sampel hanya 5 dari populasi yang ada. Berikut ini penggunaan persona “kita” dalam novel tersebut.
DATA 21 :
“ Kita periksa lagi setelah hasil cek darah selesai. Jangan lupa bawa hasil pengukuran suhu tubuh.” (LTLY :23)
DATA 22:
“ Kita lanjut dengan pemeriksaan berikutnya. Tapi, kita berharap semoga bulan depan Ibu sudah hamil.”( LTLY :25)
Makna persona kita pada data (21), (22), di atas menunjukkan dokter memberi intruksi kepada Lia dan Anton mengenai kehamilannya.
DATA 23:
“Laporan ini kita bahas nanti saja. Aku ingin tahu keadaanmu. Kita sudah lama tidak bertemu, bukankah begitu?!”( LTLY :44)
DATA 24:
“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi.”( LTLY :45)
Makna persona kita pada data (23), (24) di atas menujukkan Delila dan Anton. Delila sedang menatap Anton dengan tajam, tangannya diletakkan terlipat di atas meja,ketika Anton melakkan dokumen yang dibawanya ke meja.
DATA 25:
“Aku nggak pesimis, aku hanya nggak mau kita sudah jadi kakek nenek tapi anak kita masih kecil. Kasihan ‘kan.”(LTLY :50)
Makna persona Kita pada kutipan di atas menunjukkan Lia dan Anton. Dengan wajah yang mendung, Lia agak pesimis dan mengelak tuduhan suaminya itu.
3. Referensi persona kedua Tunggal a. Referensi persona Kamu
Referensi persona kedua tunggal “ kamu” adalah salah satu wujud dari kohesi referensi dari bentuk pronomina persona kedua tunggal. Dalam novel love
to love you , terdapat 81 populasi dan 5 yang menjadi sampel. Dapat dilihat
kutipan di bawah ini.
DATA 26:
“ Kamu sekarang luar biasa, sangat dewasa dan tampan.” (LTLY :43) DATA 27:
“ Kamu sekarang berubah. Kerjaan melulu yang dipikirin,” omel Lia. (LTLY :54) DATA 28:
“Ibu. Kamu harus memanggil Ibu. Sama seperti dulu. Ingat?” LTLY: 57
“ Ekspresi wajah yang sama, saat pertama kali kamu tahu keinginanku.” LTLY : 57
Makna persona kamu pada kutipan di atas menunjukkan Delila yang sedang memuji Anton lalu mendecakkan lidahnya (Data 26). Makna persona kamu pada data 27 di atas, menunjukkan Lia yang kesal kepada Anton yang hanya memikirkan kerjaannya. Pada data 28 di atas, makna persona kamu pada kalimat 1 dan 2 menunjuk kepada Delila yang menginginkan Anton sama seperti dulu yang sangat menghargai Delila sewaktu masih tinggal di rumahnya.
DATA 29:
“Jangan keraskan hatimu, Nak. Kalau kamu dan Anton berniat baik, Tuhan pasti akan menunjukkan jalan keluar. Kamu harus percaya itu.”LTLY :121
Makna persona kamu pada data di atas, menunjukkan ibu Lia. Ia sedang meyakinkan hati Lia anaknya untuk tetap tabah menerima semua kenyataan ini sambil memeluk Lia dengan penuh kasih.
DATA 30:
“Kamu tidak mungkin mengganggu, kamu ‘kan istriku. Aku ingin kamu ikut.
Aku ingin kamu memberiku kekuatan.” LTLY :162
Makna persona kamu pada data di atas, menunjukkan Anton yang sedang meyakinkan hati istrinya Lia. Bahwa betapa Anton sangat mengharapkan Lia ikut bersama Anton menemui Jeje.
b. Referensi persona kau
Kau adalah referensi persona kedua tunggal yang dapat berdiri sendiri. Referensi persona “kau” dipergunakan terhadap persona atau yang sederajat atau kepada persona yang lebih rendah kedudukannya atau kepada yang lebih muda usianya. Dalam novel love to love you, terdapat 67 populasi dan 5 yang menjadi sampel. Dapat dilihat kutipan di bawah ini.
DATA 31:
“Apa yang ingin kau bahas denganku ? Ini laporan yang kau minta.” LTLY : 44 DATA 32:
“ Kau laki-laki, Ton. Kau pasti tahu maksudku.” LTLY :92 DATA 33:
DATA 34:
“ Mana buktinya kalau dia anakmu. Bisa jadi dia anak dari laki-laki lain. Kau dijebaknya. Kau hanya takut kalau kau tidak memenuhi harapan bos-mu, kau akan dipecat, karirmu kandas. Egomu yang kau pertaruhkan di sini ‘kan?” LTLY :102
DATA 35:
“Lia, kamu anak perempuan Papa satu-satunya. Kau pasti tahu apa pun yang terjadi dalam hidupmu, kau tetap anak Papa.”LTLY : 145
Data 31, 32, 33, 34 dan 35 diatas, referensi persona kau mengacu kepada lawan bicara atau persona kedua yang sedang emosi dan tidak memandang umur serta status sosialnya. referensi persona tersebut digunakan oleh pembicara karena keduanya sudah cukup akrab.
c. Referensi persona –Mu
Referensi persona –mu mengacu kepada kepunyaan atau kepemilikan pada lawan bicara. Terdapat lebih dari 100 populasi yang telah ditemukan dan 5 yang menjadi sampelnya.
DATA 36 :
“Kamu memaki siapa? Delila?karena telah jujur padaku? Atau kepada dirimu sendiri karena belangmu ketahuan?”suara Lia meninggi.(LTLY :81)
DATA 37:
“Kau masih muda. Hanya badanmu saja yang menipu. Postur tubuhmu tinggi dan gagah.”(LTLY :84)
DATA 38:
“Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu. Makananmu, pakaianmu, tempat
tinggalmu, sampai dengan biaya kuliahmu. Aku akan membuatmu menjadi seorang yang berhasil. Apa yang kau cita-citakan, bisa kau raih.” (LTLY :91) DATA 39:
“ Sebagai rasa terima kasihmu, aku hanya minta satu hal, kau harus ada saat aku
Makna persona –mu pada data diatas, menunjukkan Anton. Kepemilikan atau kepunyaan serta hak Anton terhadap Delila selama masih dibawah kendalinya.
DATA 40:
Rini terkejut.” Apa maksudmu, Lia. Hal ini tidak ada hubungannya denganmu. (LTLY :111)
Makna persona –mu pada data 40, menunjukkan Lia yang sedang diyakinkan oleh Rini temannya. Bahwa semua kenyataan pahit yang dialami oleh Lia dan Anton, tidak ada hubungannya dengan Lia melainkan semuanya berasal dari masa lalu Anton.
4. Referensi persona kedua jamak kalian
Referensi persona kedua jamak “kalian” yang jumlahnya lebih dari satu orang. Meskipun referensi persona kedua tersebut tidak terikat pada tata krama sosial, tetapi persona yang usianya lebih muda atau persona yang statusnya rendah umumnya tidak menggunakan, untuk mengacu kepada persona yang lebih muda atau yang lebih rendah kedudukannya. Terdapat 3 data yang ditemukan dalam novel love to love you dan semuanya menjadi sampel.
DATA 41:
“Kalau Anton keluar kota, sekali-kali kamu menyusul. Siapa tahu kalian pulang bertiga,” Ray mengedipkan matanya. (LTLY:16)
DATA 42:
Lia mendesah panjang . Perkataan ibunya mengusik pikirannya. Tidak adil menyalahkan Anton sekarang. Peristiwa itu terjadi sebelum kalian saling kenal. Sebelum kalian menikah. Semua orang punya masa lalu, memang masa lalu Anton buruk, tapi setelah itu kau membuktikan sendiri bahwa dia baik dan bertanggung jawab. (LTLY : 152)
DATA 43:
“ Keadaan Jeje sekarang sudah stabil. Kalian boleh kembali ke Jakarta. Terima
kasih sudah menjadi donor bagi anakku.” (LTLY:172)
Makna persona kalian pada kutipan diatas, menyatakan Lia, Anton dan calon bayinya (data 41), menyatakan Lia dan Anton pada data 42 dan data 43.
5. Referensi persona ketiga tunggal a. Referensi Persona ketiga Ia
Persona “ia” untuk menyatakan diri orang ketiga atau orang yang dibicarakan, digunakan terhadap orang sebaya atau seumuran, dan lebih muda, yang status atau kedudukan sosialnya lebih rendah, atau yang tidak perlu secara eksplisit dihormati. Persona “ia” merupakan referensi persona yang banyak digunakan dalam novel love to love you tersebut. Dalam tulisan ini ditemukan 89 populasi, namun yang menjadi sampel hanya 5 dari populasitersebut. Persona “ia” yang digunakan dalam novel tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut ini.
DATA 44 :
Nama yang telah terukir kuat di pikirannya, di benaknya. Nama yang sudah ia kenal bertahun-tahun lalu. Nama yang semula ia ucapkan dengan penuh rasa hormat dan terima kasih, tetapi di kemudian hari ia ucapkan dengan penuh kegetiran dan sakit hati : (LTLY: 40)
DATA 45:
Ia hanya terpaku pada seseorang di balik pintu ini. Ia tahu benar, Delila memanggilnya bukan karena urusan pekerjaan. (LTLY : 43)
DATA 46 :
DATA 47:
Lia terkejut bukan kepalang.Ia memandang wanita di depannya dengan tidak percaya. Pikirannya masih berusaha mencerna kata-kata itu. Sejenak ia seperti orang linglung. (LTLY: 71)
DATA 48 :
Dalam perjalanan, Anton merenungi nasibnya. Tujuh tahun silam, ia lari meninggalkan kota ini. Waktu itu ia berjanji kepada dirinya sendiri, ia tidak akan pernah menginjakkan kaki di kota ini lagi. Sepanjang yang bisa diingat Anton, di kota ini, hidupnya selalu dirudung duka dan berakhir dengan kenangan pahit. Ironisnya, sekarang ia kembali ke kota ini lagi, mengikuti kembali jejak masa lalunya. (LTLY: 163)
Makna persona ia pada data 44 paragraf di atas menunjukkan Delila yang dulunya dikenal dengan penuh rasa hormat oleh Anton namun sekarang dengan penuh kegetiran dan rasa sakit hati yang mendalam. Wanita yang hampir merusak rumah tangganya.
Makna persona ia pada kutipan data 45 diatas menunjukkan Anton yang tak berdaya diperlakukan semaunya oleh Delila. Pada kutipan data 46 diatas menunjukkan Anton yang merasa senang mendengar cerita istrinya sewaktu di sekolah, seharian mengatur anak-anak di lapangan olah raga,membuat Lia merasa seperti lari ribuan kilometer. Makna kutipan pada data 47, menunjukkan Lia yang tidak percaya seperti orang linglung di depan Delila. Makna data 48 diatas, menjelaskan bahwa Anton sebagai persona ia. Ia tidak pernah berpikir bahwa kota yang dulunya ditinggalkan, dan berjanji tidak akan mendatanginya lagi, kini ia kembali mengikuti jejak masa lalunya yang selalu dirundung duka dan berakhir dengan kenangan pahit.
b. Referensi Persona Ketiga Dia
Persona “Dia” sebagai referensi persona ketiga tunggal digunakan untuk menyatakan diri orang ketiga atau orang yang dibicarakan. Referensi persona “dia” sebagai alat kohesi tidak banyak berbeda dengan persona ia dalam mengacu partisipan-partisipan yang disebut sebelumnya atau orang yang dinyatakan. Dalam novel love to love you penggunaan persona “dia” terdapat 19 data yang telah di temukan dan 5 yang menjadi sampelnya. Dapat dilihat pada kutipan berikut ini.
DATA 49:
“Dia...dia berusaha mengajakku melakukan...hmm,” Anton terlihat sangat gugup.”...ya seperti itulah. Dia memaksaku dan melepas dasiku. Tapi aku langsung pulang. Aku lupa dasiku tertinggal di sana. Kau bisa mempercayaiku untuk hal ini.”(LTLY : 82)
DATA 50:
“Dia bilang begitu padamu?”(LTLY: 82) DATA 51:
“ Lia, aku baru tahu setelah dia pindah kemari. Dia menggantikan posisi suaminya, dan celakanya dia memilih kantor cabang di tempatku bekerja.” (LTLY: 99)
DATA 52:
“ Sekarang aku takut anakku akan direnggut dariku. Dia adalah kebahagiaanku satu-satunya. Kebahagiaan nyata, bukan kebahagiaan semu seperti yang biasa aku kejar.”(LTLY: 167)
DATA 53:
“ Bisakah kau berkata jujur satu kali saja dalam hidupmu? Dia anak kandungku atau bukan?!” suara Anton terdengar putus asa. (LTLY: 173)