BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
5.1. Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai Peran Kepala Sekolah dan Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa Pasca Pandemi Covid-19 dengan Model ARIAS di SMAN 11 Kota Jambi yang dilakukan secara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Peran Kepala Sekolah a. Assurance (Jaminan)
Kepala sekolah memberikan contoh yang baik dalam hal kebersihan, meningkatkan disiplin di lingkungan sekolah (kepatuhan terhadap protokol kesehatan), menciptakan ruang belajar yang nyaman, membuka ruang saran dan ide bagi siswa sehingga siswa dapat meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Kepala skeolah memberikan sanksi kepada siswa yang memiliki tingkat disiplin rendah dan memantau aktivitas siswa baik di kelas ataupun di luar kelas. Dalam meningkatkan semangat belajar siswa pasca pandemi covid-19 kepala sekolah memberikan semangat kepada siswa untuk hadir ke sekolah.
b. Relevance (Relevansi)
Pada pembelajaran pasca pandemi Covid-19 dapat dikatakan cukup baik.
Aspek ini menunjukkan hubungan antara arahan yang diberikan kepala sekolah dengan kebutuhanan kondisi siswa. Relevance (Relevansi) dalam hal
ini dapat ditunjukkan dengan menyampaikannya saat upacara bendera setiap minggunya, mengumpulkan siswa dan menyampaikan langsung di lapangan, dan melalui whatshapp (Grup dengan ketua kelas). Dalam hal ini berbagai upaya dilakukan agar siswa dapat memahami arahan yang telah diberikan dengan melibatkan guru untuk menyampaikan arahan, kemudian memberikan arahan secara berulang-ulang.
c. Interest (Ketertarikan)
Pada pembelajaran pasca pandemi Covid-19 dapat dikatakan cukup baik.
Namun dalam hal ini, kepala sekolah masih perlu meningkatkan ketertarikan siswa selama mengikuti pembelajaran. Kepala sekolah harus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya tarik dan rasa ingin tahu siswa pasca pandemi Covid-19 melalui sarana dan prasarana dengan meningkatkan reputasi sekolah (Akreditasi yang tinggi, dan prestasi lainnya), menyediakan fasilitas belajar yang lengkap, dan melalui poster atau slogan.
d. Assesment (Penilaian)
Pada pembelajaran pasca pandemi Covid-19 dapat dikatakan cukup baik.
Penilaian dilakukan dengan kepala sekolah memberikan apresiasi yang layak atas prestasi atau pencapaian yang diraih siswa pada pembelajaran pasca pandemi covid-19 per semester saat penerimaan raport dan saat siswa meraih penghargaan tertentu dari luar sekolah. Apresiasi ini dapat berupa hadiah, pujian, ataupun bentuk lainnya.
e. Satisfaction (Kepuasan)
Pada komponen ini belum dapat dikatakan berjalan maksimal, kepala sekolah dalam hal ini tidak pernah melakukan evaluasi secara khusus untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa atas layanan yang mereka peroleh di sekolah.
2. Peran Guru
a. Assurance (Jaminan)
Peran guru dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk belajar yaitu menghilangkan semua yang mungkin bisa menganggu konsentrasi belajar siswa dan membuat aturan bersama siswa.. Agar siswa antusias dan semangat dalam pembelajaran pasca pandemi covid-19 guru menggunakan metode pembelajaran yang menarik, memberikan pertanyaan-pertanyaan, dan menyelingi pembelajaran dengan ice breaking atau games. Selanjutnya untuk membuat siswa aktif guru mengapresiasi siswa dengan memberikan nilai tambahan, tepuk tangan bahkan pujian, serta hadiah berupa barang jika memungkinkan.
b. Relevance (Relevansi)
Pada pembelajaran pasca pandemi Covid-19 dapat dikatakan cukup baik.
Secara keseluruhan guru di SMAN 11 Kota Jambi menggunakan metode belajar diskusi sebagai metode yang dianggap sesuai dengan kondisi pasca pandemi covid-19. Cara guru memiilih materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa yaitu dengan menggunakan sepenuhnya materi di semester yang sedang berlangsung saat ini dan menyusun materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa/siswi.
Agar siswa dapat memahami materi maka guru mengulang penyampaian materi, menggunakan teknologi yang bisa menunjang pembelajaran, dan menyiapkan materi dengan format lainnya, serta mengadakan tutor dari teman sebaya.
c. Interest (Ketertarikan)
Pada pembelajaran pasca pandemi Covid-19 dapat dikatakan cukup baik, secara keseluruhan guru memotivasi belajar siswa sebelum kegiatan berlangsung, menggunakan media pembelajaran yang menarik dan memberikan games atau kuis pada saat pembelajaran serta membentuk kelompok diskusi. Supaya siswa aktif mengajukan pertanyaan guru menyajikan kasus/peristiwa untuk memancing siswa bertanya, memberikan strategi team kuis kepada siswa/siswi pada saat diskusi pembelajaran, dan memberikan pertanyaan langsung kepada siswa/siswi.
Dalam hal ini guru melibatkan teknologi seperti aplikasi tertentu seperti APSIS saat ujian, handphone, dan teknologi berupa PC (Personal Computer) dalam pembelajaran pasca pandemi covid-19 meskipun belum secara keseluruhan.
d. Assesment (Penilaian)
Pada pembelajaran pasca pandemi covid-19 dapat dikatakan cukup baik, guru membeikan penilaian dan kemudian memberikan apresiasi secara verbal seperti tepuk tangan dan pujian, serta memberikan hadiah jika memungkinkan setelah memberikan penilaian diri atas prestasi atau pencapaian siswa, guru memberikan apresiasi kepada siswa atas prestasi atau pencapaian pada
pembelajaran pasca pandemi covid-19 yang dilakukan per semester saat penerimaan raport, saat siswa berhasil menyelesaikan tugas, dan saat siswa berprestasi baik secara akademik ataupun non akademik.
e. Satisfaction (Kepuasan)
Pada pembelajaran pasca pandemi Covid-19 belum dikatakan berjalan dengan baik, secara keseluruhan guru tidak pernah melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa di kelas atas pelaksanaan proses pembelajaran pasca Covid-19. Sehingga sebagian guru berpendapat bahwa cara guru menyampaikan materi pembelajaran (cara guru mengajar) yang mempengaruhi tingkat kepuasan siswa atas pelaksanaan pembelajaran yang mereka rasakan.
5.2. Implikasi
Dari hasil penelitian tentang Peran Kepala Sekolah dan Guru Dalam Memotivasi Belajar Siswa Pasca Pandemi Covid-19 Dengan Model ARIAS di SMAN 11 Kota JAMBI dapat dilihat bahwa peran kepala sekolah dan guru belum berjalan baik dalam upaya memotivasi belajar siswa. Kepala sekolah dan guru belum pernah melakukan evaluasi secara khusus untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa atas layanan yang mereka peroleh di sekolah. Oleh karena itu agar motivasi belajar siswa meningkat dan tidak berbeda-beda, kepala sekolah dan guru perlu untuk melakukan evaluasi secara khusus terkait hal ini. Dari secara umum teori dan penelitian terdahulu sangat mendukung dan membantu peneliti saat ini dan dapat melanjutkan Peran Kepala Sekolah dan Guru Dalam Memotivasi Belajar Siswa Pasca
Pandemi Covid-19 Dengan Model ARIAS kedepannya. Implikasi dalam melakukan penelitian ini banyak kendala karena adanya keterbatasan waktu serta sulitnya menyusun instrumen pada penelitian ini.
Banyak keterbatasan dan kendala peneliti dikarenakan di akhir tahun sekolah sedang melaksanakan ujian semester sehingga peneliti kesulitan mengatur waktu untuk menemui informan karena padatnya aktivitas yang harus informan selesaikan menjelang ujian semester, selain itu sekolah juga libur, sehingga peneliti harus menunggu informan hingga dimulai pembelajaran di semester selanjutnya. Kemudian kendala peneliti yaitu harus menetapkan kriteria dalam pemilihan informan ini, setelah peneliti memperoleh data awal dari informan dan selanjutnya apabila peneliti kekurangan data, maka peneliti harus menghubungi ulang atau wawancara mendalam melalui Whatshapp. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti telah semaksimal mungkin dalam hal pengumpulan data yang dibutuhkan.
5.3.Saran
Berdasarkan beberapa kesimpulan yang telah dijelaskan, terdapat beberapa saran yang ingin peneliti sampaikan, sebagai berikut:
1. SMAN 11 Kota Jambi
Peneliti menyarankan agar pihak sekolah untuk mampu memonitoring setiap model pendekatan motivasi yang digunakan oleh kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
2. Kepala Sekolah
Dalam menggunakan model ARIAS, peran kepala sekolah sudah dapat dikatakan berjalan dengan baik, namun kepala sekolah tidak pernah melakukan evaluasi secara khusus untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa atas layanan yang mereka peroleh di sekolah, sehingga peneliti menyarankan kepala sekolah untuk melakukan evaluasi secara khusus tersebut.
3. Guru (Tenaga Pendidik)
Dalam menggunakan model ARIAS, peran guru sudah dapat dikatakan berjalan dengan baik, namun belum maksimal, karena guru tidak pernah melakukan evaluasi secara khusus untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa di kelas atas pelaksanaan proses pembelajaran pasca pandemi covid-19. Oleh karena itu peneliti mengharapkan agar kedepannya guru melakukan evaluasi terhadap hal ini, sehingga dapat diketahui hal apa yang palig dominan mempengaruhi tingkat kepuasan siswa di kelas atas pelaksanaan proses pembelajaran pasca pandemi covid-19.
4. Peneliti Selanjutnya
Peneliti menyarankan perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait:
a. Tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pasca pandemi covid-19 sudah sesuai antara upaya yang diberikan oleh kepala sekolah dan guru kepada siswa telah sesuai dengan yang diinginkan dan diharapkan oleh siswa.
b. Dalam penelitian ini, peneliti tidak mengukur motivasi belajar siswa. Peneliti hanya mencari tahu gambaran upaya yang dilakukan peran kepala sekolah dan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sudah sesuai atau belum sesuai dengan yang diharapkan sekolah. Akan tetapi peneliti tidak mengukur
apakah intensitas upaya yang diharapkan, namun hal itu belum terukur oleh peneliti dan;
c. Dikarenakan peneliti baru pertama kali melakukan penelitian di SMAN 11 Kota Jambi dengan model ARIAS, peneliti menyarankan pada peneliti selanjutnya supaya bisa lebih mengukur intensitas upaya dan kapasitas upaya dalam memotivasi belajar siswa.