• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Akselerasi Ekonomi & Keuangan Syariah Aceh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Strategi Akselerasi Ekonomi & Keuangan Syariah Aceh"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

Strategi Akselerasi Ekonomi & Keuangan Syariah Aceh

SUNARSO

KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI ACEH

(2)

OUTLINE

1

GAP ANALYSIS

2

LATAR BELAKANG

3

VISI, MISI & TANTANGAN

4

LINK STRATEGI NASIONAL - DAERAH

(3)

PAGE

(4)

GAP ANALYSIS

MAN

METHOD

MONEY

MATERIAL

MACHINE

MARKET

Aceh Islamic

Forum &

Satuan Tugas

PAEKS

Grand

Design

PAEKS

Anggaran

Pemda, BI, &

stakeholder

Masyarakat

Aceh: Masjid

& Dayah

INFORMATION: Aceh Sharia Festival dan Press Release Rutin

• Modul Edukasi

Keuangan Syariah

• Buku Khotbah Jumat

• Repository Penelitian

• Gerakan Ekonomi Syariah

• Gerakan Jumat Ekonomi Syariah

• Deklarasi Percepatan Ekonomi Syariah Aceh

(5)

PAGE

SINERGI ULAMA DAN UMARA

ULAMA

UMARA

REGULATOR

Penguatan inovasi akad

keuangan syariah

Sinergi program: edukasi

ekonomi dan keuangan

syariah

Standarisasi

Kompetensi

DPS

Monitoring dan evaluasi

Formulasi

kebijakan

strategis

untuk

mendorong

percepatan

ekonomi dan keuangan

syariah

Sinergi program terkait

pengembangan ekonomi

dan investasi

Monitoring dan evaluasi

Formulasi rekomendasi Qanun

Sinergi program d/r implementasi

nilai syariah dalam perekonomian

Monitoring dan evaluasi

(6)
(7)

PAGE

PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH GLOBAL

Key Success Factors:

1.

Dukungan penuh Pemerintah.

2.

Dicanangkan sebagai program nasional.

3.

Badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas.

4.

Fokus memanfaatkan keunggulan kompetitif

suatu negara.

5.

Strategi nasional mencakup reformasi struktural

pemerintah, maupun paradigma masyarakat.

Brazil: Pemasok daging unggas

halal terbesar ke Timur Tengah

Jepang: Industri Halal sebagai

kontributor kunci di 2020

Thailand: Visi menjadi

Dapur Halal Dunia

Malaysia: Visi menjadi Pusat

Industri Halal dan Keuangan

Syariah Global di 2020

Tiongkok: Ekspor baju muslim tertinggi

ke Timur Tengah ($28 milyar)

Korea: Visi menjadi Destinasi

Utama Pariwisata Halal

UAE: Dubai sebagai

Ibu Kota Ekonomi Syariah

Arab Saudi:

Pusat Islam Dunia

Inggris: London sebagai

Pusat Keuangan Syariah

di Barat

Australia: Pemasok daging sapi

halal terbesar ke Timur Tengah

Empat faktor utama pendorong ekonomi syariah global:

1) Pertumbuhan penduduk (muda) muslim yang tinggi; 2) Pertumbuhan ekonomi syariah yang tinggi dan cepat; 3) Negara-negara

OIC memfokuskan pada pengembangan pasar produk halal; dan 4) Nilai-nilai Etika Islam yang mendasari praktik bisnis dan lifestyle

(8)

POSISI INDONESIA DI PASAR GLOBAL

INDONESIA

• Ditengah potensi yang

dimiliki saat ini, peran

Indonesia lebih kepada

BIG market, bukan

sebagai player.

• Dalam hal ini, porsi impor

Indonesia lebih besar dari

ekspor produk halalnya.

(9)

PAGE

POTENSI PRODUK HALAL INDONESIA

KATEGORI HALAL TOP BRAND

KATEGORI PREMIUM

HALAL TOP BRAND

PERKEMBANGAN INDUSTRI HALAL

Makanan

Ringan

Air Minum

Dalam

Kemasan

Kecap

Obat dan

Suplemen

Sabun

Detergen

Kosmetik

Restoran

Mie

Instant

Minyak

Goreng

Minuman

Ringan

Sebagai pionir produk kosmetik halal dan

market leader nasional, wardah lahirkan

lebih dari 200 produk setiap tahunnya.

Dalam sektor Fesyen Muslim, gelaran

MUFFEST 2020 berhasil membukukan nilai

transaksi yg mencapai Rp.43 Miliar dgn

total 50ribu pengunjung

Halal Award merupakan penghargaan dari LPPOM MUI yg digelar setiap tahun dan diberikan kpd stakeholder industri

halal yang dinilai berjasa dalam edukasi, informasi, advokasi dan fasilitasi sertifikasi halal di Indonesia

(10)

POTENSI PRODUK HALAL INDONESIA (2)

Restoran cepat saji yang kerap

dijumpai di Mall

Jaringan Supermarket di Pusat

Perbelanjaan

Makanan & minuman ringan yg

semakin populer

Tren “halal lifestyle“ tersebut juga merambah ke berbagai jaringan restoran dan supermarket di Indonesia

yang semakin berlomba-lomba mendaftarkan sertifikat halal untuk produknya…

(11)

PAGE

POTENSI AKSELERASI EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH

Jumlah penduduk muslim:

98,49%

Jumlah masjid 4.065 unit dan

6.855 mushalla

1.573 Dayah & 247.563 santri*

335 Madrasah Aliyah , 408 Madrasah

Tsanawiyah, 594 Madrasah Ibtidaiyah

Parade, Fashion Show Busana Muslim

Event Potensial: Aceh Islamic Fashion

APFA, Aceh Cullinary Festival, dll.

Organisasi masyarakat: MPU, NU,

Muhammadiyah, Persis, dll.

(12)

PETA INDEKS LITERASI-INKLUSI KEUANGAN SYARIAH

Indeks Literasi Keuangan

(13)

PAGE

KINERJA PERBANKAN DI ACEH

SYARIAH

KONVENSIONAL

Sumber: Cognos BI (Juni, 2020) Sumber: Cognos BI (Juni, 2020) Sumber: Cognos BI (Juni, 2020)

Sumber: Cognos BI (Juni, 2020) Sumber: Cognos BI (Juni, 2020) Sumber: Cognos BI (Juni 2020)

Ditinjau dari sisi sektoral pembiayaan perbankan di Aceh, baik perbankan syariah maupun perbankan konvensional, masih relatif terkonsentrasi pada

sektor “Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha”. Kredit pada sektor ini ditujukan untuk pembelian rumah, apartemen, mobil, motor, furnitur,

peralatan elektronik, dsb.

LDR: 115,70%

FDR: 85,47%

45%

5%

50%

JENIS PENGGUNAAN JML REK

MODAL KERJA-JUMLAH REKENING INVESTASI-JUMLAH REKENING KONSUMSI-JUMLAH REKENING

24%

6%

70%

JENIS PENGGUNAAN NOMINAL

MODAL KERJA

INVESTASI

KONSUMSI

40%

22%

38%

JENIS PENGGUNAAN JML REK

MODAL KERJA-JUMLAH REKENING INVESTASI-JUMLAH REKENING KONSUMSI-JUMLAH REKENING

41%

18%

41%

JENIS PENGGUNAAN NOMINAL

MODAL KERJA

INVESTASI

KONSUMSI

72,07% 27,93%

PEMBIAYAAN KEPADA UMKM - SYARIAH

Kredit Non UMKM Kredit UMKM

66,63% 33,37%

PEMBIAYAAN KEPADA UMKM - KONVENSIONAL

(14)

PERKEMBANGAN NOMINAL & JML REKENING DPK PERBANKAN

14

3.958.656 4.403.591 4.319.431

2.082.219

2.238.701

2.447.550

0 1.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000 7.000.000 8.000.000

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun

2019 2020

Dana Pihak Ketiga (Jumlah Rekening) - Provinsi Aceh

Total Konvensional Syariah

38,64 38,69 38,46 38,45 37,29 42,45 40,57 38,97 39,68 41,89 41,64 42,24 39,08 38,29 38,97 38,21 37,82 40,23 18,01 17,22 16,49 16,32 16,68 16,75 16,63 16,45 17,61 16,25 16,39 17,73 16,06 14,60 13,84 13,55 13,06 10,84 20,63 21,47 21,97 22,13 20,61 25,71 23,94 22,52 22,06 25,64 25,24 24,52 23,02 23,69 25,13 24,66 24,76 29,39 Rp0 Rp5 Rp10 Rp15 Rp20 Rp25 Rp30 Rp35 Rp40 Rp45

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun

2019 2020

Tr

ill

io

ns

Dana Pihak Ketiga (Nominal) - Provinsi Aceh

Total Konvensional Syariah

Pasca penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah, jumlah DPK perbankan konvensional semakin menurun, dan DPK

perbankan syariah semakin meningkat, sementara total DPK per Juni 2020 sebesar Rp40,23 T (di atas rata-rata periode

(15)

PAGE

PERKEMBANGAN PEMBIAYAAN PERBANKAN DI ACEH

15

20,06 21,66 12,54 16,59 16,60 25,12 Rp5 Rp10 Rp15 Rp20 Rp25 Rp30 Rp35 Rp40 Rp45

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun

2019 2020

Tr

ill

io

ns

Pembiayaan (Nominal) - Provinsi Aceh

Total Konvensional Syariah

265.850 273.848 136.393

189.073

186.439

315.312

0 100.000 200.000 300.000 400.000 500.000

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun

2019 2020

Pembiayaan (Jumlah Rekening) - Provinsi Aceh

Total Konvensional Syariah

Pasca penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah, tren kredit perbankan konvensional semakin menurun, dan

pembiayaan perbankan syariah semakin meningkat, sementara total pembiayaan perbankan per Juni 2020 sebesar

(16)
(17)

PAGE

USULAN VISI & MISI

PROGRAM PERCEPATAN EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH

“Mewujudkan Aceh sejahtera melalui penerapan nilai dan prinsip syariah Islam dalam setiap aspek dan

sendi-sendi perekonomian”

VISI

“Menyatukan keterkaitan pengembangan sektor keuangan dan sektor riil perekonomian berbasis syariah

Islam”

MISI

1. Meningkatkan wawasan masyarakat Aceh untuk menerapkan nilai-nilai syariah dalam praktek dan transaksi ekonomi

melalui edukasi yang terstruktur dan masif, serta peningkatan peran lembaga pendidikan Islam dan masjid.

2. Menyusun rekomendasi kebijakan strategis yang bersifat top down untuk mengakselerasi perkembangan

ekonomi-keuangan syariah di Aceh.

3. Mendorong terciptanya wirausaha dan semangat kewirausahaan, dan secara bersamaan mengupayakan adanya

kerjasama/linkage antara lembaga keuangan syariah dan pelaku usaha, baik di pelaku berskala mikro, kecil, menengah,

maupun besar.

4. Memperkuat networking dan kerjasama bisnis antar pelaku usaha dan investor, baik di dalam wilayah Aceh, di tingkat

nasional-internasional, berdasarkan prinsip bisnis syariah.

5. Meningkatkan kualitas manajemen Lembaga Keuangan Syariah dan inovasi-implementasi akad/produk keuangan

syariah.

6. Mengoptimalkan pengumpulan, pengelolaan dan penyaluran dana Islamic Social Finance (Zakat, Infaq, Shadaqah dan

Wakaf).

(18)

TANTANGAN PENGEMBANGAN EKONOMI-KEUANGAN SYARIAH

Indeks literasi keuangan syariah Aceh

tahun 2016 masih sekitar 21,09%, dan

tingkat inklusi keuangan syariah berada di

kisaran 41,45%.

Dukungan kebijakan strategis Pemerintah

Daerah dan jajarannya dalam rangka

mendorong percepatan ekonomi dan

keuangan syariah.

Inisiasi dalam mengembangkan dan

mengaplikasikan model bisnis syariah

dalam perekonomian sektor riil.

Kerjasama antar pelaku usaha sektor riil,

dan upaya membangun linkage-nya

dengan sektor keuangan

Optimalisasi pengumpulan & penyaluran

dana sosial Islam (ZISWAF).

(19)

PAGE

(20)

PERAN BANK INDONESIA: AKSELERATOR, INISIATOR, REGULATOR

A

I

R

Akselerator:

Koordinasi dengan berbagai

stakeholder

dalam rangka

mendorong percepatan

program EKSyar antara lain:

Halal Value Chain, formulasi

kurikulum EKSyar dan public

campaign di daerah (FESyar),

nasional dan internasional

(ISEF).

Inisiator:

Memprakarsai inovasi

program pengembangan

EKSyar

antara lain:

Pengembangan Islamic

social finance (Zakat Core

Principal dan Wakaf Core

Principal, pengembangan

sistem informasi ZISWAF,

pemberdayaan ekonomi

Pesantren, model sukuk

korporasi untuk

pembiayaan infrastruktur.

Regulator:

Merumuskan dan

menerbitkan ketentuan

sesuai kewenangan BI,

antara lain penerbitan

Ketentuan PLJPS, GWM

Syariah, Instrumen

Makroprudensial Syariah

(RIM dan PLM),

pengembangan instrumen

(a.l PUAS SIMA, repo syariah,

hedging syariah, sukuk BI,

NCD syariah)

Dalam menjalankan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, BI berperan sebagai AIR (Akselerator, Inisiator

dan Regulator)

(21)

PAGE

KERANGKA DASAR NASIONAL

21

Kebijakan Eksyar Nasional

Kebijakan Eksyar Daerah

Kebijakan Eksyar Internasional

Sumber Daya Insani

Data dan Informasi

Koordinasi dan Kerjasama

Halal Supply

Chain

Kelembagaan

Infrastruktur

Pendukung

Instrumen

Infrastruktur

Regulasi

Basis

Investor

Riset dan

Asesmen

Edukasi

Pert. Aset Usaha

Syariah (%/Th)

Share Keu. Syariah

(% Total Keu.)

Share outstanding pasar

uang syariah (% PDB)

Indeks Literasi

Internasional

Inisiasi

Pemberdayaan

Ekonomi

Syariah

Penguatan Riset,

Asesmen &

Edukasi

Pendalaman

Pasar Keuangan

Syariah

Peningkatan Aset

Usaha Syariah

Pembiayaan

Keuangan Syariah

Tk. Kedalaman

Pasar Keuangan

Tk. Literasi

Int’l Standing

Target

Capaian

Indikator

Utama

Strategi

Utama

Program

Kerja

Utama

Strategi

Dasar

(22)

PERAN BANK INDONESIA: BLUEPRINT MEKSI

Blueprint Kebijakan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan

Syariah BI disahkan Juni 2017

Blueprint MEKSI

(23)

PAGE

Pemerintah Provinsi

Islamic Entrepreneurship

Sumber Daya Insani

IT & Infrastuktur Dasar

Publikasi

Pemberdayaan Ekonomi Syariah

Pendalaman Pasar Keuangan Syariah

Riset, Asesmen & Edukasi

Koordinasi

Kerjasama & Sinergi

Data & Informasi

Mewujudkan Aceh sejahtera melalui penerapan nilai dan prinsip syariah Islam

dalam setiap aspek perekonomian

Nilai Dasar

Pondasi

Wisata Syariah

Halal Food

Pendidikan Islam

Edukasi: Kalangan Ustadz,

Praktisi, Pendidik. Tokoh

Masyarakat & Wartawan

Syarat

Strategi Daerah

Strategi Utama

Nasional

Tujuan

Integrasi Sektor Keuangan-Sektor

Riil

Pendalaman Pasar & Akses

Keuangan Syariah

Riset dan Edukasi Keuangan Syariah

Sasaran

Kearifan Lokal & Karakteristik Ekonomi

Keadilan | Keseimbangan | Akhlak Mulia | Profesionalisme | Maslahah | Kebebasan &Tanggung Jawab

MAQASHID SYARIAH

% Kontribusi Keuangan Syariah

% Market Share Jumah Rekening

Syariah

Frekuensi Edukasi dan Jumlah Riset

Indikator

Islamic Fashion & Creative

Industry

Majelis Permusyawaratan Ulama

BI, OJK, Perbankan & LK

Kemenag, Ormas Islam &

Pesantren

Baitul Mal Aceh, BAZ & BWI

Kebijakan Strategis

Lahirnya Kebijakan Strategis

Riset: Strategic Policy, Inovasi

Produk, Potensi 5F, Linkage

Program, Lending Model &

Pricing LKS

Sukuk Linked Waqaf

Santri-LKD/Laku Pandai-LKMS

Wakaf Infrastruktur

Integrasi Social-Commercial

Islamic Fund

Sharia Financial Technology

REKOMENDASI KERANGKA EKONOMI

SYARIAH ACEH

(24)

KETERKAITAN ANTAR STRATEGI UTAMA

Pemberdayaan Ekonomi

Syariah

Pendalaman Pasar

Keuangan Syariah

Sektor Riil

Sektor Keuangan

Edukasi

Peningkatan Aset

Usaha Syariah

Keuangan Syariah

Pembiayaan

Pasar Keuangan

Tk. Kedalaman

Tk. Literasi

Int’l Standing

Stakeholder &

Masyarakat

Asesmen

Riset

Kondisi Ekonomi &

Keuangan

Model Bisnis, Inovasi

Akad, Potensi

Kebijakan Ekonomi Syariah di Aceh - Nasional

(25)

PAGE

(26)

5 PENYEBAB KEGAGALAN PERENCANAAN EKONOMI

“Meski ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan mengurangi pengangguran,

dalam kenyataannya, banyak kebijakan perencanaan di negara berkembang tanpa disadari justru melesetarikan

semua persoalan tadi..” – Michael P. Todaro

Kecacatan dalam Rencana dan Implementasinya

• Rencana pembangunan yang terlalu ambisius, terlalu banyak tujuan sekaligus, besar dalam rancangan tetapi samar dalam

menetapkan kebijakan spesifik untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Data yang Tidak Memadai dan Tidak Dapat Diandalkan

• Apabila data statistik lemah, maka keakuratan dan konsistensi pelaksanaan rencana perekonomian menjadi menurun.

Gangguan Ekonomi Eksternal dan Internal yang Tidak Diantisipasi

• Ketergantungan pada perekonomian terbuka (yang diikuti spekulasi, hot money, dll) menyebabkan sulitnya untuk

memprediksi kondisi perekonomian jangka pendek, apalagi perencanaan jangka panjang

Kelemahan Kelembagaan

• Kegagalan perencana-administrator-pemimpin politik dalam mengkomunikasikan tujuan & strategi, pegawai yang tidak

kompeten, prosedur birokrasi berbelit, kehati-hatian dan penolakan terhadap inovasi dan perubahan, persaingan antar

kementerian.

Kurangnya Itikad Politik

• Komitmen dan political will dari para pemimpin yang memerlukan kemampuan dan keberanian politik untuk menantang

para elit yang memiliki hidden agenda.

(27)

PAGE

ROADMAP PAEKS ACEH 2018-2024

Periode I (

2018-2019)

Periode II (

2020-2022)

Periode III (

2023-2024)

Membangun Pondasi & Basis

Memperkuat Strategi & Program

Ekspansi Implementasi Strategi

Tujuan Utama

• Grand Design PAEKS

• Terbentuknya Satuan Tugas PAEKS

• Gerakan Edukasi Terkoordinasi

Indikator Kualitatif

Terjalinnya kesamaan visi & komitmen seluruh key

stakeholder dalam rangka pengembangan

ekonomi-keuangan syariah

• Tersusunnya Grand Design dan Satuan Tugas PAEKS.

• Terselenggaranya edukasi ekonomi-keuangan

syariah secara terkoordinir dan berkala melalui masjid & dayah

• Terbentuknya komunitas/forum/asosiasi penggiat

ekonomi syariah: entrepreneurship, fashion, food, dsb.

• Penguatan basis data, kajian & riset

ekonomi-keuangan syariah

Tujuan Utama

• Implementasi Model Bisnis Syariah

• Implementasi Instrumen Keuangan Syariah

• Implementasi Kebijakan Strategis

Indikator Kualitatif

Implementasi lending model dan pola linkage dana

bergulir dalam pembiayaan UMKM, yang

terintegrasi dengan dana sosial Islam

Pengembangan halal food, halal tourism dan industry

kreatif secara terintegrasi

• Penerbitan sukuk oleh Pemerintah Daerah dan/atau

BUMD

• Pengembangan infrastruktur layanan perbankan dan

keuangan syariah

• Terciptanya networking kemitraan usaha

Tujuan Utama

• Pembentukan Satuan Tugas PAEKS Kab/Kota

• National-International Islamic Economic Summit

Indikator Kualitatif

• Keterlibatan Pemerintah Kabupaten/Kota mendukung

pengembangan sektor riil berbasis syariah

• Pembentukan Satuan Tugas PAEKS di tingkat

Kabupaten/Kota

• Terbentuknya BPR Syariah milik Pemerintah

Kota/Kabupaten yang potensial

• Semakin meningkatnya Variasi Program Pembiayaan

Murah UMKM Berbasis Syariah

Penyediaan infrastruktur & point of services lembaga

keuangan syariah menjangkau pelosok daerah

Pembayaran payroll melalui perbankan syariah

• Integrasi pengumpulan dana ZISWAF

• Penyelenggaraan International Islamic Business Forum

Indikator Kuantitatif

• 15 Dayah Binaan “Program Kemandirian Ekonomi”

• 5 Masjid Pilot Project (iconic & potensial)

• 1 Kajian Mapping Potensi Ekonomi-Keuangan Syariah

• 1 Event Festival Ekonomi & Keuangan Syariah di Aceh

• 1 Kajian Potensi Penerbitan Sukuk Daerah

• 1 Kajian Potensi Zakat & Wakaf Provinsi Aceh

• 1 Kajian Rekomendasi Kebijakan Strategis

• 1 Modul Edukasi Ekonomi-Keuangan Syariah

• 1 Kajian Daya Saing Pricing Syariah vs Konvensional

• 1 Implementasi Kajian Pembiayaan Berbasis ZISWAF

• 1 Qanun Lembaga Keuangan Syariah

• 1 Komunitas “Moslempreneur” Berorientasi Halal &

Ekspor

Indikator Kuantitatif

• 30 Dayah Binaan “Program Kemandirian Ekonomi”

• 50% Masjid Pilot Project di tingkat Kab/Kota

• 1 Event Festival Ekonomi & Keuangan Syariah di Aceh

• 1 Map Panduan Wisata Halal Berbasis Aplikasi

• 1 Map Wisata Kuliner Khas Aceh Berbasis Aplikasi

• 1 Identifikasi Potensi Industri Kreatif Lokal Islami Aceh

• 1 Kajian Kelayakan Proyek Infrastruktur Strategis

Pemprov Aceh & Pembiayaan Berbasis Sukuk

• 1 Kajian Lending Model Berbasis Syariah Sesuai

KPJU Aceh

• 1 Kajian Peluang Inovasi Produk Lembaga Keuangan

Syariah dalam rangka Peningkatan Daya Saing

• 1 Modul Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid

• Studi Kelayakan Pemanfaatan Tanah Wakaf Melalui

Optimalisasi Wakaf Tunai Produktif

• 1 Usulan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan

Ekonomi dan Keuangan Syariah

Indikator Kuantitatif

• 45 Dayah Binaan “Program Kemandirian Ekonomi”

• 100% Masjid Pilot Project di tingkat Kab/Kota

• 1 Event Festival Ekonomi & Keuangan Syariah di Aceh

• 1 Kajian Kelayakan Proyek Infrastruktur Strategis

Pemprov Aceh & Pembiayaan Berbasis Sukuk

• 1 Kajian Lending Model Berbasis Syariah Sesuai

KPJU Aceh

• 1 Kajian Peluang Inovasi Produk Lembaga Keuangan

Syariah dalam rangka Peningkatan Daya Saing

• 1 Kajian Lending Model Berbasis Syariah Sesuai

KPJU Aceh

• 1 Studi Kelayakan Pemanfaatan Tanah Wakaf

Melalui Optimalisasi Wakaf Tunai Produktif

• 1 Kajian Peluang Inovasi Produk Lembaga Keuangan

Syariah dalam rangka Peningkatan Daya Saing

• 1 Usulan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan

(28)

HARMONISASI KEBIJAKAN TOP DOWN-BOTTOM UP

Menyusun rekomendasi kebijakan strategis yang bersifat

top down

untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi-keuangan syariah di Aceh melalui

kebijakan strategis perlu diselaraskan dengan proses yang bersifat

bottom up.

Visi dan Misi Program

Gubernur-Wagub Aceh, Legislatif,

MPU

Penjabaran Visi dan Misi Program

Sekda, dll

Perencanaan-Pengawasan Program

Jajaran Kepala Dinas/Kepala

Instansi

Hierarki Visi-Misi

Hierarki Level Organisasi

Area Fungsional-Pelaksanaan

Jajaran Kepala Bidang di Instansi

Target

Dayah, Masjid, Masyarakat

Process

Gubernur-Wagub Aceh, Legislatif,

MPU

Sekda, Asisten, Kepala Bappeda, dll

Jajaran Kepala Dinas/Kepala

Instansi Teknis

Jajaran Kepala Bidang-Unit di

Instansi

Dayah, Masjid, Masyarakat

Pergub, Qanun, SK, dsb.

Program Kerja

Perencanaan & Monitoring

Implementasi Program

Impact/Dampak Program

Process

Rekomendasi dan Usulan

Program Kerja

Peningkatan

Skill/Kompetensi

Pembentukan Komunitas

Diskusi & Edukasi

Complex & Time Consuming

Quick & High Impact

Key Implementers Top Down

Key Implementers Bottom Up

(29)

TEURIMONG GASEH

(30)

30

GERAKAN EKONOMI KEUANGAN SYARIAH

BERBASIS MASJID DAN DAYAH

(31)

PAGE

GERAKAN BERBASIS DAYAH DAN MASJID

Masyarakat

Aceh

Dayah

Masjid

Masjid

Masjid

Dayah

Dayah

Gerakan Berbasis

Masjid

Gerakan Berbasis

Dayah

Edukasi

Pemberdayaan

Gerakan Jumat

Ekonomi Syariah

Edukasi

Pemberdayaan

Gerakan Masjid

Pemberdayaan Ekonomi

Umat

Pendampingan &

Capacity Building

Santripreneur &

Dayahpreneur

M

em

bang

un

Ke

sad

ar

an

&

Keb

erp

ihak

an

M

enye

diak

an

sup

ply

&

m

ar

ke

t

Mem

ban

gun

jiwa

ent

re

pr

ene

ur

sh

ip

Me

nyed

iak

an

sup

ply

&

m

ar

ke

t

(32)

DEKLARASI PENGEMBANGAN EKONOMI BERBASIS MASJID & PESANTREN

Pengembangan Ekonomi & Keuangan Syariah Berbasis Masjid dan Pesantren

• Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh melihat bahwa masjid memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, baik sebagai tempat edukasi, hingga praktek pemberdayaan ekonomi. Masjid juga memiliki jangkauan hingga pelosok daerah, hingga basis komunitas keumatan yang mengakar. Hal ini diperkuat dengan keberadaan madrasah dan dayah sebagai bagian dari lembaga pendidikan Islam.

• Berdasarkan data yang Bank Indonesia Provinsi Aceh miliki dari berbagai sumber, menyebutkan bahwa Aceh memiliki 4.065 masjid, 6.855 mushala, 335 Madrasah Aliyah, 408 Madrasah Tsanawiyah, 594 Madrasah Ibtidaiyah, dan sekitar 1.573 dayah (yang tercatat) dengan 247.563 santri. Belum lagi adanya 4.049 balai pengajian yang tersebar di berbagai kota/kabupaten.

• Masjid seringkali memiliki posisi yang strategis, dekat dengan pusat perekonomian, atau dekat dengan pasar. Namun sementara ini peran masjid dalam memberdayakan perekonomian umat masih belum banyak dirasakan. Masjid memiliki jamaah dan komunitas yang loyal. Kami melihat potensi ini dapat menjadi modal awal untuk mendirikan Baitul Qiradh atau Baitul Maal wat Tamwil (BMT), dan juga koperasi serba usaha (mart). Apabila keduanya dapat didirikan, maka peran masjid sebagai penggerak ekonomi umat akan semakin dirasakan manfaatnya. Selain itu, secara tidak langsung, upaya ini juga akan semakin meningkatkan Islamic financial inclusion, memerangi praktek rentenir, dan juga memberantas praktek keuangan berbasis riba

• Apabila mendirikan Baitul Qiradh atau pun mendirikan koperasi serba usaha masih belum dimungkinkan, maka masjid wajib untuk berperan aktif sebagai tempat dakwah di bidang ibadah dan muamalah secara berimbang. Masjid perlu lebih berperan aktif dalam mendidik masyarakat untuk melakukan aktivitas dan transaksi perekonomian sesuai dengan nilai, prinsip, dan kaidah yang telah diatur dalam syariah Islam.

• Ironisnya, masih sering dijumpai saldo keuangan masjid disimpan di lembaga keuangan non syariah. Selain itu, mind set penggunaan saldo keuangan masjid juga masih dikelola secara konservatif sehingga belum secara optimal mampu membawa manfaat untuk jamaah masjid. Oleh karena itu, pada tanggal 5 Agustus 2018, Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh menyelenggarakan rangkaian edukasi ekonomi dan keuangan syariah berbasis masjid dan pesantren dengan menggandeng OJK, Pemerintah Provinsi Aceh, Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Aceh, MES, dan IAEI.

(33)

PAGE

MENGONEKSIKAN “TITIK DENGAN TITIK”

+ 5.013.152 jiwa

penduduk muslim

(98,49% jumlah

penduduk)

4.065 unit masjid dan

6.855 mushalla

POTENSI

Menjangkau seluruh

pelosok daerah

SEBARAN MASJID DI ACEH

Berapa ribu ”Aceh Mart”

yang bisa dibangun?

Berapa ribu ”BMT Aceh”

yang bisa dibangun dan

menuntaskan riba?

Berapa ribu UMKM dan

pengusaha kecil yang bisa

dibantu?

Berapa besar dana umat

yang bisa dioptimalkan?

(34)

RUANG LINGKUP & SASARAN EDUKASI KEUANGAN SYARIAH

Pendidik (Guru/Dosen)

Mahasiswa/Murid

Pengusaha

Pemerintah/Regulator

Wartawan

Masyarakat Umum & “Netizen”

Profesional

Sekolah

Masjid

Dayah

Pendidik (Tengku)

Santri

Rumah

Orang Tua

Media

Media

Pembentukan Persepsi

Pembentukan

Mind Set

Pembentukan

Mind Set

Transfer Nilai

Transfer Nilai

Transfer Nilai

Transfer Nilai

Transfer Nilai

Transfer Nilai

Kurikulum

Ekonomi

Syariah

Kurikulum

Ekonomi

Syariah

Ed

uk

as

iK

eu

an

ga

n

Sy

ari

ah

Ed

uk

as

iK

eu

an

ga

n

Sy

ar

ia

h

(35)

PAGE

PENYUSUNAN MODUL EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH

Wawasan mengenai ekonomi dan keuangan syariah

Ruang lingkup ekonomi dan keuangan syariah

Perilaku ekonomi sesuai dengan prinsip Islam

Keuangan sosial dalam perspektif Islam

(36)

PENYUSUNAN MODUL EKONOMI MASJID

Urgensi “Perubahan Paradigma” peran Masjid dalam

mendukung pemberdayaan ekonomi umat

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mendirikan

“Unit Usaha Berbasis Masjid”

“Analisis Usaha” yang diperlukan

Penyusunan “Laporan Keuangan Masjid” yang akuntabel

“Membangun Networking” unit usaha masjid

(37)

PAGE

PENGEMBANGAN EKONOMI MASJID

(38)

PROGRAM KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN (1)

38

Program Kemandirian Ekonomi Pesantren Berorientasi Ekspor: Program Penanaman Serai Wangi Seluas 10 Hektar

• Dalam rangka implementasi program kemandirian ekonomi pesantren, Kantor Perwakilan Bank Indonesia bekerja sama dengan Dayah BUDI Lamno dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memulai program penanaman serai wangi di lahan seluas 10 hektar.

• Pola pengelolaan serai wangi sangat sederhana, minim perawatan (tanpa harus mengeluarkan biaya pemupukan), dan hanya melakukan panen secara berkala setiap 2,5 bulan satu kali selama 15 tahun. Harga jual serai wangi di pasar lokal dapat mencapai hingga Rp340.000/kg. Pada masa panen, setiap satu hektar serai wangi diperkirakan dapat mencapai 200 kg/ha. Dengan potensi ini, diharapkan penanaman serai wangi di Dayah Darun Nizham dapat menghasilkan pendapatan yang mendukung ekonomi pesantren.

(39)

PROGRAM KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN (2)

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemasaran Hasil Panen Singkong

Pesantren Darun Nizham Bersama CV Gunung Lembah Seulawah

Sambutan Gubernur Aceh dalam

Panen Bersama

Pemanenan Singkong Hasil Panen

Talkshow Peran Dayah dan Santri dalam

Pengembangan Ekonomi Umat

Seremonial Penanaman Singkong di atas Lahan

Seluar 20 Hektar

(40)

PROGRAM KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN (3)

Pengembangan Peternakan Unggas –

Dayah Bustanus Mualimin

Pengembangan Tanaman Sayur di Dayah Babul

Maghfirah

Pengembangan Jagung di Pesantren

Gontor X

Pengembangan Perikanan di Dayah Ayman

Pengembangan Mart di Dayah

Darul Quran

Pengembangan Percetakan di

Dayah Darul Ulum

(41)

41

41

SINERGI PENERAPAN QANUN TERKAIT

KEUANGAN DAN EKONOMI SYARIAH

(42)

QANUN TERKAIT EKONOMI SYARIAH

QANUN: POKOK-POKOK SYARIAT ISLAM

QANUN: LEMBAGA KEUANGAN

SYARIAH*

MENIADAKAN RIBA PADA

LEMBAGA KEUANGAN

1.

Pasal 20 ayat (1):

Setiap orang beragama Islam yang berada di Aceh

harus

menjalankan muamalah sesuai dengan tuntunan syariat Islam

2.

Pasal 20 ayat (3):

Pelaksanaan

bidang muamalah di Aceh bebas

dari

maisir (judi), gharar (penipuan), tadlis (samar-samar),

spekulasi, monopoli dan

riba

.

3.

Pasal 21 ayat (1):

Lembaga Keuangan yang akan beroperasi di Aceh

harus berdasar prinsip syariah

.

4.

Pasal 21 ayat (4):

Ketentuan lebih lanjut Mengenai Lembaga

Keuangan Syariah diatur dalam Qanun Aceh

JAMINAN HALAL PRODUCT

UU PEMERINTAHAN ACEH

1. Pasal 125 ayat (1): Syari’at Islam yang dilaksanakan di Aceh meliputi

aqidah, syar’iyah dan akhlak

.

2. Pasal 125 ayat (2): Syari’at Islam sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) meliputi ibadah, ahwal alsyakhshiyah (hukum keluarga),

muamalah

(hukum perdata), jinayah (hukum pidana),qadha’

(peradilan), tarbiyah (pendidikan), dakwah, syiar, dan pembelaan

Islam.

3. Pasal 155 ayat (1):

Perekonomian di Aceh

diarahkan untuk

meningkatkan produktivitas dan daya saing demi terwujudnya

kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dengan

menjunjung tinggi

nilai-nilai Islam

, keadilan, pemerataan, partisipasi rakyat dan

efisiensi dalam pola pembangunan berkelanjutan.

QANUN: SISTEM JAMINAN

PRODUK HALAL*

IMPLEMENTASI NILAI ISLAM

DALAM EKONOMI

QANUN: EKONOMI SYARIAH*

(43)

PAGE

PEMBENTUKAN EKOSISTEM: HALAL VALUE CHAIN

INDUSTRI

DISTRIBUTOR

RETAILER

LOGISTIC

LOGISTIC

Ketelitian memastikan “Halal Assurance” dalam setiap proses supply chain diperlukan untuk meningkatkan keyakinan konsumen atas kehalalan produk.

Labelisasi produk halal diberikan secara bertingkat untuk mempermudah dan mempercepat proses sertifikasi halal.

PETANI

LOGISTIC

SUMBER MODAL DAN PEMBIAYAAN BERBASIS SYARIAH

FARM

Input-

Pemeliharaan-Pemotongan: Halal

• Storage,

refrigerated

transportation,

non-contaminated:

Halal

Processing-Ingredients,

Finished Products,

Packaging: Halal

• Storage,

refrigerated

transportation,

non-contaminated:

Halal

• Storage,

refrigerated

transportation,

non-contaminated:

Halal

• Warehousing,

Repackaging, Cold

Room, etc: Halal

• Supermarket,

Groceries, Hotel,

Marketing & Sales

Strategy, etc: Halal

FORK

QANUN: SISTEM JAMINAN PRODUK HALAL

(44)

SEBELUM QANUN

PASCA QANUN

MARKET SHARE PASCA PENERAPAN QANUN LKS

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN:

TIDAK ADA PEMINDAHAN DANA PIHAK KETIGA OLEH NASABAH KE BANK KONVENSIONAL YANG ADA DI LUAR ACEH

TIDAK ADA PERALIHAN KREDIT DARI ACEH KE LUAR ACEH

ADANYA LOBBY/PENDEKATAN KHUSUS DENGAN PEMERINTAH PUSAT UNTUK MENGGANTIKAN PROGRAM PEMERINTAH YANG ADA DI BANK KONVENSIONAL (TERUTAMA

YANG MENYANGKUT KREDIT PROGRAM SEPERTI KUR, SISTEM RESI GUDANG, DSB.)

SELURUH BANK MELAKUKAN KONVERSI ASET, DPK DAN KREDITNYA DARI BUK KEPADA BUS/UUS

4

PERINGKAT

PE

M

BI

AY

AA

N

D

PK

A

SE

T

3

PERINGKAT

Rp25

,12

T

Rp

37

,6

2

T

4

PERINGKAT

3

PERINGKAT

Rp

29

,3

9

T

Rp

40

,2

3

T

4

PERINGKAT

3

PERINGKAT

Rp

29

,3

9

T

Rp

56

,8

5

T

Sumber: Cognos BI (Juni 2020)

PERBANKAN SYARIAH ACEH

Rp643,66 T

Rp659,61 T

ASET PERBANKAN NASIONAL SEBELUM QANUN

ASET PERBANKAN NASIONAL PASCA QANUN

SIMULASI PASCA IMPLEMENTASI QANUN LKS

5,59%

94,41%

Aset Syariah

Aset Konvensional

5,72%

94,28%

(45)

PAGE

TREN 2010-2020 (Juni)

0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jun-20

ASET PERBANKAN KONVENSIONAL & SYARIAH 2010-2020

(Jun)

ASSET KONVEN ASSET SYARIAH

0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jun-20

DPK PERBANKAN KONVENSIONAL & SYARIAH

2010-2020 (Jun)

DPK KONVEN DPK SYARIAH 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

KREDIT PERBANKAN KONVENSIONAL & SYARIAH

2010-2020 (Jun)

KREDIT KONVEN PEMBIAYAAN SYARIAH

Tren perbankan pasca penerapan Qanun LKS

menunjukkan peningkatan pesat pada aset, DPK,

dan pembiayaan pada perbankan syariah. Hal ini

mengindikasikan adanya respon positif dari

perbankan dan masyarakat terhadap implementasi

(46)

AMANAH PENERAPAN QANUN LKS PADA PERBANKAN

46

RASIO PEMBIAYAAN KEPADA UMKM

TAHUN 2020

RASIO: 30%

TAHUN 2022

RASIO: 40%

MENGUTAMAKAN AKAD

BERBASIS BAGI HASIL

MEMPERHATIKAN KEMAMPUAN &

KEBUTUHAN NASABAH

HIMBAUAN: TELITI PROSPEK

NASABAH

ANGSURAN MAX: 1/3

PENDAPATAN RESMI

TAHUN 2020:

MIN. 10%

TAHUN 2022:

MIN. 20%

TAHUN 2022:

MIN. 40%

AKAD BERBASIS

BAGI HASIL

1. Peningkatan Citra & Kepercayaan Perbankan Syariah

2. Memperkuat & Menjaga Keberlangsungan Kegiatan Produktif yang

Sehat

MORAL HAZARD

NASABAH

SANKSI SOSIAL

Bagi Hasil, Produktif & Prudent…

PRODUKTIF

PRUDENT

PERTUMBUHAN

EKONOMI

> Mendukung Industri Halal

MENJAGA SSK

(47)

47

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS KHUSUS

EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH

(48)

STAKEHOLDER EKONOMI SYARIAH DI ACEH

(49)

PAGE

STAKEHOLDER EVENT “ACEH SHARIA FESTIVAL”

Finance

Fashion

Food

(Fantastic Entrepreneur)

Fantrepreneur

Fundutainment

(Fun Edutainment)

5F

(50)

ORGANISASI SATU AKSES (1)

Otoritas Jasa

Keuangan

Bank Indonesia

Pemerintah Provinsi

Aceh

Satuan Tugas Akselerasi Ekonomi Syariah Provinsi Aceh

Praktisi dan Instansi

Terkait Lainnya

PILAR 1: Integrasi

Keuangan-Sektor Riil

PILAR 2: Pendalaman

Pasar & Akses Keuangan

Syariah

PILAR 3: Formulasi

Kebijakan Strategis

Edukasi Keuangan Syariah

PILAR 4: Riset dan

Media & Networking

Rapat Koordinasi Rutin dan High Level Meeting

Rekomendasi, Koordinasi dan Sinergi Program

Kementerian Agama

(51)

PAGE

POSISI SATU AKSES PROVINSI ACEH

Satuan

Tugas

Akselerasi

Ekonomi

Syariah

Aceh

BI-OJK-Pemprov

Aceh

Pemuka

Agama

(MPU, NU,

MD, dll)

Ikatan Ahli

Ekonomi

Islam

ASBISINDO

Praktisi

Majelis

Sarjana

Ekonomi

Islam

MES

FORTEKIS

Posisi SATU AKSES (Satuan Tugas

Akselerasi Ekonomi Syariah) adalah

Sebagai wadah yang

menyatukan

organisasi/penggiat ekonomi

syariah yang ada di Aceh.

Menggerakkan pengembangan

dan akselerasi ekonomi syariah

secara masif dengan

membangun sinergi antar

organisasi/penggiat ekonomi

syariah yang mengacu pada

Program Akselerasi Ekonomi&

Keuangan Syariah (PAEKS) yang

disusun.

(52)

RUANG LINKGUP SATU AKSES

Ekonom

i Syariah

Lembaga

Keuangan

Instrumen

Keuangan

Pasar

Modal

Pariwisata

Halal

Mamin

Halal

Islamic

Fashion

Layanan

Hukum

Ekonomi

Syariah

Pendidikan

Ekonomi-Keuangan

Syariah

Sharia

Entrepreneurship

Industri

Kreatif

• SATU AKSES diharapkan

mampu menggerakkan

ekonomi syariah secara

holistik.

• SATU AKSES juga

diharapkan dapat

mengintegrasikan sektor riil

dan keuangan berbasis

syariah secara seimbang.

FINANCE

FOOD

FASHION

FANTREPRENEUR

FUNDUTAINMENT

• Keuangan Syariah • Makanan

-Minuman Halal • Islamic Fashion

• Sharia Entrepreneur

• Industri Kreatif/Kesenian Islam • Pendidikan Islam

• Pariwisata Halal

PENGEMBANGAN

(53)

PAGE

TUGAS SATU AKSES

1

Mengusulkan Program Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

(PAEKS) di Aceh berdasarkan roadmap yang ditetapkan oleh Ketua

Satgas dan diketahui oleh Gubernur Aceh.

Membantu

Pemerintah

dan

stakeholders

terkait

dalam

mengimplementasikan PAEKS di Aceh berdasarkan roadmap yang

ditetapkan.

Mengkoordinasikan pelaksanaan PAEKS di Aceh dengan berbagai

unsur dan stakeholder yang terlibat.

2

3

Memfasilitasi masyarakat dan pelaku ekonomi untuk mendapatkan

akses pembiayaan dari lembaga keuangan berbasis syariah

4

Melakukan publikasi PAEKS di Aceh pada berbagai media.

5

6

Memberikan rekomendasi kebijakan strategis kepada Gubernur

Aceh dalam hal pengembangan ekonomi syariah.

Membentuk Sekretariat Tetap sesuai kebutuhan

Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur Aceh

7

8

Menugaskan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Aceh

terkait untuk mendukung kegiatan Satuan Tugas Akselerasi Ekonomi

Syariah Provinsi Aceh, menyusun program dan mensinergikan

program SKPD dalam rangka pelaksanaan roadmap pengembangan

ekonomi syariah Aceh

(54)

PENGUATAN IMPLEMENTASI

AIEF (Aceh Islamic

Economic Forum)

Usulan Grand

Design PAEKS

Aceh

Komitmen

Internal BI Aceh

Komitmen Ulama

Pemerintah

Komitmen

KONSEP & KOMITMEN

1

PENGUATAN EDUKASI & KAJIAN

2

Rapat Koordinasi

Program

Deklarasi Aceh

Ekonomi & Keuangan Syariah Aceh

Satuan Tugas Program Akselerasi

Edukasi Ekonomi

& Keuangan

Syariah

Kajian

Rekomendasi

Kebijakan Strategis

Mapping Potensi

Ekonomi & Keuangan

Syariah Aceh

(55)

55

LAMPIRAN:

(56)

MODEL IBNU KHALDUN & MEUKUTA ALAM (1)

MODEL IBNU KHALDUN (CIRCLE of EQUITY)

1. Kekuatan kedaulatan

(al-mulk)

tidak dapat dipertahankan

kecuali dengan mengimplementasikan

Syariah.

2.

Syariah

tidak dapat diimplementasikan

kecuali oleh

sebuah kedaulatan

(al-mulk).

3. Kedaulatan tidak akan memperoleh kekuatan kecuali bila

didukung oleh sumber daya manusia

(al-rijal).

4. Sumber daya manusia tidak dapat dipertahankan kecuali

dengan harta benda

(al-mal).

5. Harta benda tidak dapat diperoleh kecuali dengan

pembangunan

(al-’imarah).

6.

Pembangunan tidak dapat dicapai kecuali dengan

keadilan

(al-’adl).

7.

Keadilan merupakan tolok ukur

(al-mizan)

yang dipakai

Allah untuk mengevaluasi manusia, dan

8. Kedaulatan mengandung muatan tanggung jawab untuk

menegakkan keadilan.

(57)

PAGE

MODEL IBNU KHALDUN & MEUKUTA ALAM (2)

57

Bahwa negeri Aceh Darussalam adalah negeri hukum yang mutlak sah dan bukan negeri hukuman yang mutlak sah.

Dan rakyat bukan patung yang berdiri di tengah padang, akan tetapi rakyat seperti pedang sembilan mata yang amat

tajam; lagi besar matanya; lagi panjang sampai ke timur dan ke barat...

AKHLAK RAJA

“raja dengan rakyatnya itu seperti jasad dengan ruh, maka jasad tidak ada ruh, maka jasad itu

tiadalah hidup.”

FILOSOFI

1. Ikrar dan

tasdiq

dengan pengakuan yang sah

beriman kepada Allah dan Rasulullah

SAW.

2. Berkasih sayang

kepada sekalian manusia anak Adam dan istimewa raja kasihnya kepada rakyat.

3. Tolong bertolongan antara satu sama lain

dengan keadilan dan kebenaran dari raja-raja kepada

rakyat.

4. Hendaklah raja membikin kemakmuran

dan memberi kesenangan kepada rakyat.

5. Rakyat maka yaitu ada haknya masing-masing. Dan berhak raja bersuara. Dan tiada boleh rakyat

berkhianat atas perintah raja atau

rais

, jika perintah itu memberi keuntungan kepada

kemakmuran rakyat dan keamanan negeri

PEGANGAN

Adanya kemiripan konsep antara Meukuta Alam dengan model Circle of Equity, dan bahkan

memiliki kemiripan dengan Pancasila secara substantial…

Referensi

Dokumen terkait

Situbondo - Banyuwangi KM.10 Desa Landangan Kapongan, Sitobondo-Jawa Timur.. Raya

SA-A"I (apat (ilakukan setelah selesai masa hai( karena  pengaruh h'rm'n estr'gen (an pr'gester'n ren(ah (an kelenjar payu(ara saat itu (alam kea(aan ti(ak membengkak sehingga

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mencari bukti empiris tentang pengaruh aspek perilaku individu yang terdiri dari sikap, motivasi, persepsi, emosi,

Diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai hubungan kandungan klorofil- a pada fitoplankton terhadap parameter fisika- kimia perairan di Teluk

Prinsip tersebut secara lengkap dibahas oleh Grice (1975) yang mencetuskan Prinsip Kerja Sama. Menurut Grice, dalam sebuah tuturan, partisipan tuturan sebaiknya mematuhi

Kerjasama antara perpustakaan secara elektronik telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang telah memungkinkan untuk itu dan didasari adanya kebutuhan untuk

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kewenangan antar Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar tersebut apakah sudah

Dalam penelitian ini, penulis memberikan batasan periode tahun terhadap kebijakan yang telah diambil baik yang dilakukan pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia