Strategi Akselerasi Ekonomi & Keuangan Syariah Aceh
SUNARSO
KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI ACEH
OUTLINE
1
GAP ANALYSIS
2
LATAR BELAKANG
3
VISI, MISI & TANTANGAN
4
LINK STRATEGI NASIONAL - DAERAH
PAGE
GAP ANALYSIS
MAN
METHOD
MONEY
MATERIAL
MACHINE
MARKET
Aceh Islamic
Forum &
Satuan Tugas
PAEKS
Grand
Design
PAEKS
Anggaran
Pemda, BI, &
stakeholder
Masyarakat
Aceh: Masjid
& Dayah
INFORMATION: Aceh Sharia Festival dan Press Release Rutin
• Modul Edukasi
Keuangan Syariah
• Buku Khotbah Jumat
• Repository Penelitian
• Gerakan Ekonomi Syariah
• Gerakan Jumat Ekonomi Syariah
• Deklarasi Percepatan Ekonomi Syariah Aceh
PAGE
SINERGI ULAMA DAN UMARA
ULAMA
UMARA
REGULATOR
•
Penguatan inovasi akad
keuangan syariah
•
Sinergi program: edukasi
ekonomi dan keuangan
syariah
•
Standarisasi
Kompetensi
DPS
•
Monitoring dan evaluasi
•
Formulasi
kebijakan
strategis
untuk
mendorong
percepatan
ekonomi dan keuangan
syariah
•
Sinergi program terkait
pengembangan ekonomi
dan investasi
•
Monitoring dan evaluasi
•
Formulasi rekomendasi Qanun
•
Sinergi program d/r implementasi
nilai syariah dalam perekonomian
•
Monitoring dan evaluasi
PAGE
PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH GLOBAL
Key Success Factors:
1.
Dukungan penuh Pemerintah.
2.
Dicanangkan sebagai program nasional.
3.Badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas.
4.Fokus memanfaatkan keunggulan kompetitif
suatu negara.
5.
Strategi nasional mencakup reformasi struktural
pemerintah, maupun paradigma masyarakat.
Brazil: Pemasok daging unggas
halal terbesar ke Timur Tengah
Jepang: Industri Halal sebagai
kontributor kunci di 2020
Thailand: Visi menjadi
Dapur Halal Dunia
Malaysia: Visi menjadi Pusat
Industri Halal dan Keuangan
Syariah Global di 2020
Tiongkok: Ekspor baju muslim tertinggi
ke Timur Tengah ($28 milyar)
Korea: Visi menjadi Destinasi
Utama Pariwisata Halal
UAE: Dubai sebagai
Ibu Kota Ekonomi Syariah
Arab Saudi:
Pusat Islam Dunia
Inggris: London sebagai
Pusat Keuangan Syariah
di Barat
Australia: Pemasok daging sapi
halal terbesar ke Timur Tengah
Empat faktor utama pendorong ekonomi syariah global:
1) Pertumbuhan penduduk (muda) muslim yang tinggi; 2) Pertumbuhan ekonomi syariah yang tinggi dan cepat; 3) Negara-negara
OIC memfokuskan pada pengembangan pasar produk halal; dan 4) Nilai-nilai Etika Islam yang mendasari praktik bisnis dan lifestyle
POSISI INDONESIA DI PASAR GLOBAL
INDONESIA
• Ditengah potensi yang
dimiliki saat ini, peran
Indonesia lebih kepada
BIG market, bukan
sebagai player.
• Dalam hal ini, porsi impor
Indonesia lebih besar dari
ekspor produk halalnya.
PAGE
POTENSI PRODUK HALAL INDONESIA
KATEGORI HALAL TOP BRAND
KATEGORI PREMIUM
HALAL TOP BRAND
PERKEMBANGAN INDUSTRI HALAL
Makanan
Ringan
Air Minum
Dalam
Kemasan
Kecap
Obat dan
Suplemen
Sabun
Detergen
Kosmetik
Restoran
Mie
Instant
Minyak
Goreng
Minuman
Ringan
Sebagai pionir produk kosmetik halal dan
market leader nasional, wardah lahirkan
lebih dari 200 produk setiap tahunnya.
Dalam sektor Fesyen Muslim, gelaran
MUFFEST 2020 berhasil membukukan nilai
transaksi yg mencapai Rp.43 Miliar dgn
total 50ribu pengunjung
Halal Award merupakan penghargaan dari LPPOM MUI yg digelar setiap tahun dan diberikan kpd stakeholder industri
halal yang dinilai berjasa dalam edukasi, informasi, advokasi dan fasilitasi sertifikasi halal di Indonesia
POTENSI PRODUK HALAL INDONESIA (2)
Restoran cepat saji yang kerap
dijumpai di Mall
Jaringan Supermarket di Pusat
Perbelanjaan
Makanan & minuman ringan yg
semakin populer
Tren “halal lifestyle“ tersebut juga merambah ke berbagai jaringan restoran dan supermarket di Indonesia
yang semakin berlomba-lomba mendaftarkan sertifikat halal untuk produknya…
PAGE
POTENSI AKSELERASI EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH
Jumlah penduduk muslim:
98,49%
Jumlah masjid 4.065 unit dan
6.855 mushalla
1.573 Dayah & 247.563 santri*
335 Madrasah Aliyah , 408 Madrasah
Tsanawiyah, 594 Madrasah Ibtidaiyah
Parade, Fashion Show Busana Muslim
Event Potensial: Aceh Islamic Fashion
APFA, Aceh Cullinary Festival, dll.
Organisasi masyarakat: MPU, NU,
Muhammadiyah, Persis, dll.
PETA INDEKS LITERASI-INKLUSI KEUANGAN SYARIAH
Indeks Literasi Keuangan
PAGE
KINERJA PERBANKAN DI ACEH
SYARIAH
KONVENSIONAL
Sumber: Cognos BI (Juni, 2020) Sumber: Cognos BI (Juni, 2020) Sumber: Cognos BI (Juni, 2020)
Sumber: Cognos BI (Juni, 2020) Sumber: Cognos BI (Juni, 2020) Sumber: Cognos BI (Juni 2020)
Ditinjau dari sisi sektoral pembiayaan perbankan di Aceh, baik perbankan syariah maupun perbankan konvensional, masih relatif terkonsentrasi pada
sektor “Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha”. Kredit pada sektor ini ditujukan untuk pembelian rumah, apartemen, mobil, motor, furnitur,
peralatan elektronik, dsb.
LDR: 115,70%
FDR: 85,47%
45%
5%
50%
JENIS PENGGUNAAN JML REK
MODAL KERJA-JUMLAH REKENING INVESTASI-JUMLAH REKENING KONSUMSI-JUMLAH REKENING
24%
6%
70%
JENIS PENGGUNAAN NOMINAL
MODAL KERJA
INVESTASI
KONSUMSI
40%
22%
38%
JENIS PENGGUNAAN JML REK
MODAL KERJA-JUMLAH REKENING INVESTASI-JUMLAH REKENING KONSUMSI-JUMLAH REKENING
41%
18%
41%
JENIS PENGGUNAAN NOMINAL
MODAL KERJA
INVESTASI
KONSUMSI
72,07% 27,93%
PEMBIAYAAN KEPADA UMKM - SYARIAH
Kredit Non UMKM Kredit UMKM
66,63% 33,37%
PEMBIAYAAN KEPADA UMKM - KONVENSIONAL
PERKEMBANGAN NOMINAL & JML REKENING DPK PERBANKAN
14
3.958.656 4.403.591 4.319.4312.082.219
2.238.701
2.447.550
0 1.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000 7.000.000 8.000.000Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun
2019 2020
Dana Pihak Ketiga (Jumlah Rekening) - Provinsi Aceh
Total Konvensional Syariah
38,64 38,69 38,46 38,45 37,29 42,45 40,57 38,97 39,68 41,89 41,64 42,24 39,08 38,29 38,97 38,21 37,82 40,23 18,01 17,22 16,49 16,32 16,68 16,75 16,63 16,45 17,61 16,25 16,39 17,73 16,06 14,60 13,84 13,55 13,06 10,84 20,63 21,47 21,97 22,13 20,61 25,71 23,94 22,52 22,06 25,64 25,24 24,52 23,02 23,69 25,13 24,66 24,76 29,39 Rp0 Rp5 Rp10 Rp15 Rp20 Rp25 Rp30 Rp35 Rp40 Rp45
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun
2019 2020
Tr
ill
io
ns
Dana Pihak Ketiga (Nominal) - Provinsi Aceh
Total Konvensional Syariah
Pasca penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah, jumlah DPK perbankan konvensional semakin menurun, dan DPK
perbankan syariah semakin meningkat, sementara total DPK per Juni 2020 sebesar Rp40,23 T (di atas rata-rata periode
PAGE
PERKEMBANGAN PEMBIAYAAN PERBANKAN DI ACEH
15
20,06 21,66 12,54 16,59 16,60 25,12 Rp5 Rp10 Rp15 Rp20 Rp25 Rp30 Rp35 Rp40 Rp45Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun
2019 2020
Tr
ill
io
ns
Pembiayaan (Nominal) - Provinsi Aceh
Total Konvensional Syariah
265.850 273.848 136.393
189.073
186.439
315.312
0 100.000 200.000 300.000 400.000 500.000Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun
2019 2020
Pembiayaan (Jumlah Rekening) - Provinsi Aceh
Total Konvensional Syariah
Pasca penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah, tren kredit perbankan konvensional semakin menurun, dan
pembiayaan perbankan syariah semakin meningkat, sementara total pembiayaan perbankan per Juni 2020 sebesar
PAGE
USULAN VISI & MISI
PROGRAM PERCEPATAN EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH
“Mewujudkan Aceh sejahtera melalui penerapan nilai dan prinsip syariah Islam dalam setiap aspek dan
sendi-sendi perekonomian”
VISI
“Menyatukan keterkaitan pengembangan sektor keuangan dan sektor riil perekonomian berbasis syariah
Islam”
MISI
1. Meningkatkan wawasan masyarakat Aceh untuk menerapkan nilai-nilai syariah dalam praktek dan transaksi ekonomi
melalui edukasi yang terstruktur dan masif, serta peningkatan peran lembaga pendidikan Islam dan masjid.
2. Menyusun rekomendasi kebijakan strategis yang bersifat top down untuk mengakselerasi perkembangan
ekonomi-keuangan syariah di Aceh.
3. Mendorong terciptanya wirausaha dan semangat kewirausahaan, dan secara bersamaan mengupayakan adanya
kerjasama/linkage antara lembaga keuangan syariah dan pelaku usaha, baik di pelaku berskala mikro, kecil, menengah,
maupun besar.
4. Memperkuat networking dan kerjasama bisnis antar pelaku usaha dan investor, baik di dalam wilayah Aceh, di tingkat
nasional-internasional, berdasarkan prinsip bisnis syariah.
5. Meningkatkan kualitas manajemen Lembaga Keuangan Syariah dan inovasi-implementasi akad/produk keuangan
syariah.
6. Mengoptimalkan pengumpulan, pengelolaan dan penyaluran dana Islamic Social Finance (Zakat, Infaq, Shadaqah dan
Wakaf).
TANTANGAN PENGEMBANGAN EKONOMI-KEUANGAN SYARIAH
Indeks literasi keuangan syariah Aceh
tahun 2016 masih sekitar 21,09%, dan
tingkat inklusi keuangan syariah berada di
kisaran 41,45%.
Dukungan kebijakan strategis Pemerintah
Daerah dan jajarannya dalam rangka
mendorong percepatan ekonomi dan
keuangan syariah.
Inisiasi dalam mengembangkan dan
mengaplikasikan model bisnis syariah
dalam perekonomian sektor riil.
Kerjasama antar pelaku usaha sektor riil,
dan upaya membangun linkage-nya
dengan sektor keuangan
Optimalisasi pengumpulan & penyaluran
dana sosial Islam (ZISWAF).
PAGE
PERAN BANK INDONESIA: AKSELERATOR, INISIATOR, REGULATOR
A
I
R
Akselerator:
Koordinasi dengan berbagai
stakeholder
dalam rangka
mendorong percepatan
program EKSyar antara lain:
Halal Value Chain, formulasi
kurikulum EKSyar dan public
campaign di daerah (FESyar),
nasional dan internasional
(ISEF).
Inisiator:
Memprakarsai inovasi
program pengembangan
EKSyar
antara lain:
Pengembangan Islamic
social finance (Zakat Core
Principal dan Wakaf Core
Principal, pengembangan
sistem informasi ZISWAF,
pemberdayaan ekonomi
Pesantren, model sukuk
korporasi untuk
pembiayaan infrastruktur.
Regulator:
Merumuskan dan
menerbitkan ketentuan
sesuai kewenangan BI,
antara lain penerbitan
Ketentuan PLJPS, GWM
Syariah, Instrumen
Makroprudensial Syariah
(RIM dan PLM),
pengembangan instrumen
(a.l PUAS SIMA, repo syariah,
hedging syariah, sukuk BI,
NCD syariah)
Dalam menjalankan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, BI berperan sebagai AIR (Akselerator, Inisiator
dan Regulator)
PAGE
KERANGKA DASAR NASIONAL
21
Kebijakan Eksyar Nasional
Kebijakan Eksyar Daerah
Kebijakan Eksyar Internasional
Sumber Daya Insani
Data dan Informasi
Koordinasi dan Kerjasama
Halal Supply
Chain
Kelembagaan
Infrastruktur
Pendukung
Instrumen
Infrastruktur
Regulasi
Basis
Investor
Riset dan
Asesmen
Edukasi
Pert. Aset Usaha
Syariah (%/Th)
Share Keu. Syariah
(% Total Keu.)
Share outstanding pasar
uang syariah (% PDB)
Indeks Literasi
Internasional
Inisiasi
Pemberdayaan
Ekonomi
Syariah
Penguatan Riset,
Asesmen &
Edukasi
Pendalaman
Pasar Keuangan
Syariah
Peningkatan Aset
Usaha Syariah
Pembiayaan
Keuangan Syariah
Tk. Kedalaman
Pasar Keuangan
Tk. Literasi
Int’l Standing
Target
Capaian
Indikator
Utama
Strategi
Utama
Program
Kerja
Utama
Strategi
Dasar
PERAN BANK INDONESIA: BLUEPRINT MEKSI
Blueprint Kebijakan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan
Syariah BI disahkan Juni 2017
Blueprint MEKSI
PAGE
Pemerintah Provinsi
Islamic Entrepreneurship
Sumber Daya Insani
IT & Infrastuktur Dasar
Publikasi
Pemberdayaan Ekonomi Syariah
Pendalaman Pasar Keuangan Syariah
Riset, Asesmen & Edukasi
Koordinasi
Kerjasama & Sinergi
Data & Informasi
Mewujudkan Aceh sejahtera melalui penerapan nilai dan prinsip syariah Islam
dalam setiap aspek perekonomian
Nilai Dasar
Pondasi
Wisata Syariah
Halal Food
Pendidikan Islam
Edukasi: Kalangan Ustadz,
Praktisi, Pendidik. Tokoh
Masyarakat & Wartawan
Syarat
Strategi Daerah
Strategi Utama
Nasional
Tujuan
Integrasi Sektor Keuangan-Sektor
Riil
Pendalaman Pasar & Akses
Keuangan Syariah
Riset dan Edukasi Keuangan Syariah
Sasaran
Kearifan Lokal & Karakteristik Ekonomi
Keadilan | Keseimbangan | Akhlak Mulia | Profesionalisme | Maslahah | Kebebasan &Tanggung Jawab
MAQASHID SYARIAH
% Kontribusi Keuangan Syariah
% Market Share Jumah Rekening
Syariah
Frekuensi Edukasi dan Jumlah Riset
Indikator
Islamic Fashion & Creative
Industry
Majelis Permusyawaratan Ulama
BI, OJK, Perbankan & LK
Kemenag, Ormas Islam &
Pesantren
Baitul Mal Aceh, BAZ & BWI
Kebijakan Strategis
Lahirnya Kebijakan Strategis
Riset: Strategic Policy, Inovasi
Produk, Potensi 5F, Linkage
Program, Lending Model &
Pricing LKS
Sukuk Linked Waqaf
Santri-LKD/Laku Pandai-LKMS
Wakaf Infrastruktur
Integrasi Social-Commercial
Islamic Fund
Sharia Financial Technology
REKOMENDASI KERANGKA EKONOMI
SYARIAH ACEH
KETERKAITAN ANTAR STRATEGI UTAMA
Pemberdayaan Ekonomi
Syariah
Pendalaman Pasar
Keuangan Syariah
Sektor Riil
Sektor Keuangan
Edukasi
Peningkatan Aset
Usaha Syariah
Keuangan Syariah
Pembiayaan
Pasar Keuangan
Tk. Kedalaman
Tk. Literasi
Int’l Standing
Stakeholder &
Masyarakat
Asesmen
Riset
Kondisi Ekonomi &
Keuangan
Model Bisnis, Inovasi
Akad, Potensi
Kebijakan Ekonomi Syariah di Aceh - Nasional
PAGE
5 PENYEBAB KEGAGALAN PERENCANAAN EKONOMI
“Meski ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan mengurangi pengangguran,
dalam kenyataannya, banyak kebijakan perencanaan di negara berkembang tanpa disadari justru melesetarikan
semua persoalan tadi..” – Michael P. Todaro
Kecacatan dalam Rencana dan Implementasinya
• Rencana pembangunan yang terlalu ambisius, terlalu banyak tujuan sekaligus, besar dalam rancangan tetapi samar dalam
menetapkan kebijakan spesifik untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Data yang Tidak Memadai dan Tidak Dapat Diandalkan
• Apabila data statistik lemah, maka keakuratan dan konsistensi pelaksanaan rencana perekonomian menjadi menurun.
Gangguan Ekonomi Eksternal dan Internal yang Tidak Diantisipasi
• Ketergantungan pada perekonomian terbuka (yang diikuti spekulasi, hot money, dll) menyebabkan sulitnya untuk
memprediksi kondisi perekonomian jangka pendek, apalagi perencanaan jangka panjang
Kelemahan Kelembagaan
• Kegagalan perencana-administrator-pemimpin politik dalam mengkomunikasikan tujuan & strategi, pegawai yang tidak
kompeten, prosedur birokrasi berbelit, kehati-hatian dan penolakan terhadap inovasi dan perubahan, persaingan antar
kementerian.
Kurangnya Itikad Politik
• Komitmen dan political will dari para pemimpin yang memerlukan kemampuan dan keberanian politik untuk menantang
para elit yang memiliki hidden agenda.
PAGE
ROADMAP PAEKS ACEH 2018-2024
Periode I (
2018-2019)
Periode II (
2020-2022)
Periode III (
2023-2024)
Membangun Pondasi & Basis
Memperkuat Strategi & Program
Ekspansi Implementasi Strategi
Tujuan Utama
• Grand Design PAEKS
• Terbentuknya Satuan Tugas PAEKS
• Gerakan Edukasi Terkoordinasi
Indikator Kualitatif
• Terjalinnya kesamaan visi & komitmen seluruh key
stakeholder dalam rangka pengembangan
ekonomi-keuangan syariah
• Tersusunnya Grand Design dan Satuan Tugas PAEKS.
• Terselenggaranya edukasi ekonomi-keuangan
syariah secara terkoordinir dan berkala melalui masjid & dayah
• Terbentuknya komunitas/forum/asosiasi penggiat
ekonomi syariah: entrepreneurship, fashion, food, dsb.
• Penguatan basis data, kajian & riset
ekonomi-keuangan syariah
Tujuan Utama
• Implementasi Model Bisnis Syariah
• Implementasi Instrumen Keuangan Syariah
• Implementasi Kebijakan Strategis
Indikator Kualitatif
• Implementasi lending model dan pola linkage dana
bergulir dalam pembiayaan UMKM, yang
terintegrasi dengan dana sosial Islam
• Pengembangan halal food, halal tourism dan industry
kreatif secara terintegrasi
• Penerbitan sukuk oleh Pemerintah Daerah dan/atau
BUMD
• Pengembangan infrastruktur layanan perbankan dan
keuangan syariah
• Terciptanya networking kemitraan usaha
Tujuan Utama
• Pembentukan Satuan Tugas PAEKS Kab/Kota
• National-International Islamic Economic Summit
Indikator Kualitatif
• Keterlibatan Pemerintah Kabupaten/Kota mendukung
pengembangan sektor riil berbasis syariah
• Pembentukan Satuan Tugas PAEKS di tingkat
Kabupaten/Kota
• Terbentuknya BPR Syariah milik Pemerintah
Kota/Kabupaten yang potensial
• Semakin meningkatnya Variasi Program Pembiayaan
Murah UMKM Berbasis Syariah
• Penyediaan infrastruktur & point of services lembaga
keuangan syariah menjangkau pelosok daerah
• Pembayaran payroll melalui perbankan syariah
• Integrasi pengumpulan dana ZISWAF
• Penyelenggaraan International Islamic Business Forum
Indikator Kuantitatif
• 15 Dayah Binaan “Program Kemandirian Ekonomi”
• 5 Masjid Pilot Project (iconic & potensial)
• 1 Kajian Mapping Potensi Ekonomi-Keuangan Syariah
• 1 Event Festival Ekonomi & Keuangan Syariah di Aceh
• 1 Kajian Potensi Penerbitan Sukuk Daerah
• 1 Kajian Potensi Zakat & Wakaf Provinsi Aceh
• 1 Kajian Rekomendasi Kebijakan Strategis
• 1 Modul Edukasi Ekonomi-Keuangan Syariah
• 1 Kajian Daya Saing Pricing Syariah vs Konvensional
• 1 Implementasi Kajian Pembiayaan Berbasis ZISWAF
• 1 Qanun Lembaga Keuangan Syariah
• 1 Komunitas “Moslempreneur” Berorientasi Halal &
Ekspor
Indikator Kuantitatif
• 30 Dayah Binaan “Program Kemandirian Ekonomi”
• 50% Masjid Pilot Project di tingkat Kab/Kota
• 1 Event Festival Ekonomi & Keuangan Syariah di Aceh
• 1 Map Panduan Wisata Halal Berbasis Aplikasi
• 1 Map Wisata Kuliner Khas Aceh Berbasis Aplikasi
• 1 Identifikasi Potensi Industri Kreatif Lokal Islami Aceh
• 1 Kajian Kelayakan Proyek Infrastruktur Strategis
Pemprov Aceh & Pembiayaan Berbasis Sukuk
• 1 Kajian Lending Model Berbasis Syariah Sesuai
KPJU Aceh
• 1 Kajian Peluang Inovasi Produk Lembaga Keuangan
Syariah dalam rangka Peningkatan Daya Saing
• 1 Modul Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid
• Studi Kelayakan Pemanfaatan Tanah Wakaf Melalui
Optimalisasi Wakaf Tunai Produktif
• 1 Usulan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan
Ekonomi dan Keuangan Syariah
Indikator Kuantitatif
• 45 Dayah Binaan “Program Kemandirian Ekonomi”
• 100% Masjid Pilot Project di tingkat Kab/Kota
• 1 Event Festival Ekonomi & Keuangan Syariah di Aceh
• 1 Kajian Kelayakan Proyek Infrastruktur Strategis
Pemprov Aceh & Pembiayaan Berbasis Sukuk
• 1 Kajian Lending Model Berbasis Syariah Sesuai
KPJU Aceh
• 1 Kajian Peluang Inovasi Produk Lembaga Keuangan
Syariah dalam rangka Peningkatan Daya Saing
• 1 Kajian Lending Model Berbasis Syariah Sesuai
KPJU Aceh
• 1 Studi Kelayakan Pemanfaatan Tanah Wakaf
Melalui Optimalisasi Wakaf Tunai Produktif
• 1 Kajian Peluang Inovasi Produk Lembaga Keuangan
Syariah dalam rangka Peningkatan Daya Saing
• 1 Usulan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan
HARMONISASI KEBIJAKAN TOP DOWN-BOTTOM UP
Menyusun rekomendasi kebijakan strategis yang bersifat
top down
untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi-keuangan syariah di Aceh melalui
kebijakan strategis perlu diselaraskan dengan proses yang bersifat
bottom up.
Visi dan Misi Program
Gubernur-Wagub Aceh, Legislatif,
MPU
Penjabaran Visi dan Misi Program
Sekda, dll
Perencanaan-Pengawasan Program
Jajaran Kepala Dinas/Kepala
Instansi
Hierarki Visi-Misi
Hierarki Level Organisasi
Area Fungsional-Pelaksanaan
Jajaran Kepala Bidang di Instansi
Target
Dayah, Masjid, Masyarakat
Process
Gubernur-Wagub Aceh, Legislatif,
MPU
Sekda, Asisten, Kepala Bappeda, dll
Jajaran Kepala Dinas/Kepala
Instansi Teknis
Jajaran Kepala Bidang-Unit di
Instansi
Dayah, Masjid, Masyarakat
Pergub, Qanun, SK, dsb.
Program Kerja
Perencanaan & Monitoring
Implementasi Program
Impact/Dampak Program
Process
Rekomendasi dan Usulan
Program Kerja
Peningkatan
Skill/Kompetensi
Pembentukan Komunitas
Diskusi & Edukasi
Complex & Time Consuming
Quick & High Impact
Key Implementers Top Down
Key Implementers Bottom Up
TEURIMONG GASEH
30
GERAKAN EKONOMI KEUANGAN SYARIAH
BERBASIS MASJID DAN DAYAH
PAGE
GERAKAN BERBASIS DAYAH DAN MASJID
Masyarakat
Aceh
Dayah
Masjid
Masjid
Masjid
Dayah
Dayah
Gerakan Berbasis
Masjid
Gerakan Berbasis
Dayah
Edukasi
Pemberdayaan
Gerakan Jumat
Ekonomi Syariah
Edukasi
Pemberdayaan
Gerakan Masjid
Pemberdayaan Ekonomi
Umat
Pendampingan &
Capacity Building
Santripreneur &
Dayahpreneur
M
em
bang
un
Ke
sad
ar
an
&
Keb
erp
ihak
an
M
enye
diak
an
sup
ply
&
m
ar
ke
t
Mem
ban
gun
jiwa
ent
re
pr
ene
ur
sh
ip
Me
nyed
iak
an
sup
ply
&
m
ar
ke
t
DEKLARASI PENGEMBANGAN EKONOMI BERBASIS MASJID & PESANTREN
Pengembangan Ekonomi & Keuangan Syariah Berbasis Masjid dan Pesantren
• Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh melihat bahwa masjid memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, baik sebagai tempat edukasi, hingga praktek pemberdayaan ekonomi. Masjid juga memiliki jangkauan hingga pelosok daerah, hingga basis komunitas keumatan yang mengakar. Hal ini diperkuat dengan keberadaan madrasah dan dayah sebagai bagian dari lembaga pendidikan Islam.
• Berdasarkan data yang Bank Indonesia Provinsi Aceh miliki dari berbagai sumber, menyebutkan bahwa Aceh memiliki 4.065 masjid, 6.855 mushala, 335 Madrasah Aliyah, 408 Madrasah Tsanawiyah, 594 Madrasah Ibtidaiyah, dan sekitar 1.573 dayah (yang tercatat) dengan 247.563 santri. Belum lagi adanya 4.049 balai pengajian yang tersebar di berbagai kota/kabupaten.
• Masjid seringkali memiliki posisi yang strategis, dekat dengan pusat perekonomian, atau dekat dengan pasar. Namun sementara ini peran masjid dalam memberdayakan perekonomian umat masih belum banyak dirasakan. Masjid memiliki jamaah dan komunitas yang loyal. Kami melihat potensi ini dapat menjadi modal awal untuk mendirikan Baitul Qiradh atau Baitul Maal wat Tamwil (BMT), dan juga koperasi serba usaha (mart). Apabila keduanya dapat didirikan, maka peran masjid sebagai penggerak ekonomi umat akan semakin dirasakan manfaatnya. Selain itu, secara tidak langsung, upaya ini juga akan semakin meningkatkan Islamic financial inclusion, memerangi praktek rentenir, dan juga memberantas praktek keuangan berbasis riba
• Apabila mendirikan Baitul Qiradh atau pun mendirikan koperasi serba usaha masih belum dimungkinkan, maka masjid wajib untuk berperan aktif sebagai tempat dakwah di bidang ibadah dan muamalah secara berimbang. Masjid perlu lebih berperan aktif dalam mendidik masyarakat untuk melakukan aktivitas dan transaksi perekonomian sesuai dengan nilai, prinsip, dan kaidah yang telah diatur dalam syariah Islam.
• Ironisnya, masih sering dijumpai saldo keuangan masjid disimpan di lembaga keuangan non syariah. Selain itu, mind set penggunaan saldo keuangan masjid juga masih dikelola secara konservatif sehingga belum secara optimal mampu membawa manfaat untuk jamaah masjid. Oleh karena itu, pada tanggal 5 Agustus 2018, Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh menyelenggarakan rangkaian edukasi ekonomi dan keuangan syariah berbasis masjid dan pesantren dengan menggandeng OJK, Pemerintah Provinsi Aceh, Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Aceh, MES, dan IAEI.
PAGE
MENGONEKSIKAN “TITIK DENGAN TITIK”
+ 5.013.152 jiwa
penduduk muslim
(98,49% jumlah
penduduk)
4.065 unit masjid dan
6.855 mushalla
POTENSI
Menjangkau seluruh
pelosok daerah
SEBARAN MASJID DI ACEH
Berapa ribu ”Aceh Mart”
yang bisa dibangun?
Berapa ribu ”BMT Aceh”
yang bisa dibangun dan
menuntaskan riba?
Berapa ribu UMKM dan
pengusaha kecil yang bisa
dibantu?
Berapa besar dana umat
yang bisa dioptimalkan?
RUANG LINGKUP & SASARAN EDUKASI KEUANGAN SYARIAH
Pendidik (Guru/Dosen)
Mahasiswa/Murid
Pengusaha
Pemerintah/Regulator
Wartawan
Masyarakat Umum & “Netizen”
Profesional
Sekolah
Masjid
Dayah
Pendidik (Tengku)
Santri
Rumah
Orang Tua
Media
Media
Pembentukan Persepsi
Pembentukan
Mind Set
Pembentukan
Mind Set
Transfer Nilai
Transfer Nilai
Transfer Nilai
Transfer Nilai
Transfer Nilai
Transfer Nilai
Kurikulum
Ekonomi
Syariah
Kurikulum
Ekonomi
Syariah
Ed
uk
as
iK
eu
an
ga
n
Sy
ari
ah
Ed
uk
as
iK
eu
an
ga
n
Sy
ar
ia
h
PAGE
PENYUSUNAN MODUL EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH
Wawasan mengenai ekonomi dan keuangan syariah
Ruang lingkup ekonomi dan keuangan syariah
Perilaku ekonomi sesuai dengan prinsip Islam
Keuangan sosial dalam perspektif Islam
PENYUSUNAN MODUL EKONOMI MASJID
Urgensi “Perubahan Paradigma” peran Masjid dalam
mendukung pemberdayaan ekonomi umat
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mendirikan
“Unit Usaha Berbasis Masjid”
“Analisis Usaha” yang diperlukan
Penyusunan “Laporan Keuangan Masjid” yang akuntabel
“Membangun Networking” unit usaha masjid
PAGE
PENGEMBANGAN EKONOMI MASJID
PROGRAM KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN (1)
38
Program Kemandirian Ekonomi Pesantren Berorientasi Ekspor: Program Penanaman Serai Wangi Seluas 10 Hektar
• Dalam rangka implementasi program kemandirian ekonomi pesantren, Kantor Perwakilan Bank Indonesia bekerja sama dengan Dayah BUDI Lamno dan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memulai program penanaman serai wangi di lahan seluas 10 hektar.
• Pola pengelolaan serai wangi sangat sederhana, minim perawatan (tanpa harus mengeluarkan biaya pemupukan), dan hanya melakukan panen secara berkala setiap 2,5 bulan satu kali selama 15 tahun. Harga jual serai wangi di pasar lokal dapat mencapai hingga Rp340.000/kg. Pada masa panen, setiap satu hektar serai wangi diperkirakan dapat mencapai 200 kg/ha. Dengan potensi ini, diharapkan penanaman serai wangi di Dayah Darun Nizham dapat menghasilkan pendapatan yang mendukung ekonomi pesantren.
PROGRAM KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN (2)
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemasaran Hasil Panen Singkong
Pesantren Darun Nizham Bersama CV Gunung Lembah Seulawah
Sambutan Gubernur Aceh dalam
Panen Bersama
Pemanenan Singkong Hasil Panen
Talkshow Peran Dayah dan Santri dalam
Pengembangan Ekonomi Umat
Seremonial Penanaman Singkong di atas Lahan
Seluar 20 Hektar
PROGRAM KEMANDIRIAN EKONOMI PESANTREN (3)
Pengembangan Peternakan Unggas –
Dayah Bustanus Mualimin
Pengembangan Tanaman Sayur di Dayah Babul
Maghfirah
Pengembangan Jagung di Pesantren
Gontor X
Pengembangan Perikanan di Dayah Ayman
Pengembangan Mart di Dayah
Darul Quran
Pengembangan Percetakan di
Dayah Darul Ulum
41
41
SINERGI PENERAPAN QANUN TERKAIT
KEUANGAN DAN EKONOMI SYARIAH
QANUN TERKAIT EKONOMI SYARIAH
QANUN: POKOK-POKOK SYARIAT ISLAM
QANUN: LEMBAGA KEUANGAN
SYARIAH*
MENIADAKAN RIBA PADA
LEMBAGA KEUANGAN
1.
Pasal 20 ayat (1):
Setiap orang beragama Islam yang berada di Aceh
harus
menjalankan muamalah sesuai dengan tuntunan syariat Islam
2.
Pasal 20 ayat (3):
Pelaksanaan
bidang muamalah di Aceh bebas
dari
maisir (judi), gharar (penipuan), tadlis (samar-samar),
spekulasi, monopoli dan
riba
.
3.
Pasal 21 ayat (1):
Lembaga Keuangan yang akan beroperasi di Aceh
harus berdasar prinsip syariah
.
4.
Pasal 21 ayat (4):
Ketentuan lebih lanjut Mengenai Lembaga
Keuangan Syariah diatur dalam Qanun Aceh
JAMINAN HALAL PRODUCT
UU PEMERINTAHAN ACEH
1. Pasal 125 ayat (1): Syari’at Islam yang dilaksanakan di Aceh meliputi
aqidah, syar’iyah dan akhlak
.
2. Pasal 125 ayat (2): Syari’at Islam sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi ibadah, ahwal alsyakhshiyah (hukum keluarga),
muamalah
(hukum perdata), jinayah (hukum pidana),qadha’
(peradilan), tarbiyah (pendidikan), dakwah, syiar, dan pembelaan
Islam.
3. Pasal 155 ayat (1):
Perekonomian di Aceh
diarahkan untuk
meningkatkan produktivitas dan daya saing demi terwujudnya
kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dengan
menjunjung tinggi
nilai-nilai Islam
, keadilan, pemerataan, partisipasi rakyat dan
efisiensi dalam pola pembangunan berkelanjutan.
QANUN: SISTEM JAMINAN
PRODUK HALAL*
IMPLEMENTASI NILAI ISLAM
DALAM EKONOMI
QANUN: EKONOMI SYARIAH*
PAGE
PEMBENTUKAN EKOSISTEM: HALAL VALUE CHAIN
INDUSTRI
DISTRIBUTOR
RETAILER
LOGISTIC
LOGISTIC
•
Ketelitian memastikan “Halal Assurance” dalam setiap proses supply chain diperlukan untuk meningkatkan keyakinan konsumen atas kehalalan produk.
•
Labelisasi produk halal diberikan secara bertingkat untuk mempermudah dan mempercepat proses sertifikasi halal.
PETANI
LOGISTIC
SUMBER MODAL DAN PEMBIAYAAN BERBASIS SYARIAH
FARM
•
Input-
Pemeliharaan-Pemotongan: Halal
• Storage,
refrigerated
transportation,
non-contaminated:
Halal
•
Processing-Ingredients,
Finished Products,
Packaging: Halal
• Storage,
refrigerated
transportation,
non-contaminated:
Halal
• Storage,
refrigerated
transportation,
non-contaminated:
Halal
• Warehousing,
Repackaging, Cold
Room, etc: Halal
• Supermarket,
Groceries, Hotel,
Marketing & Sales
Strategy, etc: Halal
FORK
QANUN: SISTEM JAMINAN PRODUK HALAL
SEBELUM QANUN
PASCA QANUN
MARKET SHARE PASCA PENERAPAN QANUN LKS
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN:
✓
TIDAK ADA PEMINDAHAN DANA PIHAK KETIGA OLEH NASABAH KE BANK KONVENSIONAL YANG ADA DI LUAR ACEH
✓
TIDAK ADA PERALIHAN KREDIT DARI ACEH KE LUAR ACEH
✓
ADANYA LOBBY/PENDEKATAN KHUSUS DENGAN PEMERINTAH PUSAT UNTUK MENGGANTIKAN PROGRAM PEMERINTAH YANG ADA DI BANK KONVENSIONAL (TERUTAMA
YANG MENYANGKUT KREDIT PROGRAM SEPERTI KUR, SISTEM RESI GUDANG, DSB.)
✓
SELURUH BANK MELAKUKAN KONVERSI ASET, DPK DAN KREDITNYA DARI BUK KEPADA BUS/UUS
4
PERINGKAT
PE
M
BI
AY
AA
N
D
PK
A
SE
T
3
PERINGKAT
Rp25
,12
T
Rp
37
,6
2
T
4
PERINGKAT
3
PERINGKAT
Rp
29
,3
9
T
Rp
40
,2
3
T
4
PERINGKAT
3
PERINGKAT
Rp
29
,3
9
T
Rp
56
,8
5
T
Sumber: Cognos BI (Juni 2020)
PERBANKAN SYARIAH ACEH
Rp643,66 T
Rp659,61 T
ASET PERBANKAN NASIONAL SEBELUM QANUN
ASET PERBANKAN NASIONAL PASCA QANUN
SIMULASI PASCA IMPLEMENTASI QANUN LKS
5,59%
94,41%
Aset Syariah
Aset Konvensional
5,72%
94,28%
PAGE
TREN 2010-2020 (Juni)
0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jun-20ASET PERBANKAN KONVENSIONAL & SYARIAH 2010-2020
(Jun)
ASSET KONVEN ASSET SYARIAH
0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jun-20
DPK PERBANKAN KONVENSIONAL & SYARIAH
2010-2020 (Jun)
DPK KONVEN DPK SYARIAH 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019KREDIT PERBANKAN KONVENSIONAL & SYARIAH
2010-2020 (Jun)
KREDIT KONVEN PEMBIAYAAN SYARIAH
Tren perbankan pasca penerapan Qanun LKS
menunjukkan peningkatan pesat pada aset, DPK,
dan pembiayaan pada perbankan syariah. Hal ini
mengindikasikan adanya respon positif dari
perbankan dan masyarakat terhadap implementasi
AMANAH PENERAPAN QANUN LKS PADA PERBANKAN
46
RASIO PEMBIAYAAN KEPADA UMKM
TAHUN 2020
RASIO: 30%
TAHUN 2022
RASIO: 40%
MENGUTAMAKAN AKAD
BERBASIS BAGI HASIL
MEMPERHATIKAN KEMAMPUAN &
KEBUTUHAN NASABAH
HIMBAUAN: TELITI PROSPEK
NASABAH
ANGSURAN MAX: 1/3
PENDAPATAN RESMI
TAHUN 2020:
MIN. 10%
TAHUN 2022:
MIN. 20%
TAHUN 2022:
MIN. 40%
AKAD BERBASIS
BAGI HASIL
1. Peningkatan Citra & Kepercayaan Perbankan Syariah
2. Memperkuat & Menjaga Keberlangsungan Kegiatan Produktif yang
Sehat
MORAL HAZARD
NASABAH
SANKSI SOSIAL
Bagi Hasil, Produktif & Prudent…
PRODUKTIF
PRUDENT
PERTUMBUHAN
EKONOMI
> Mendukung Industri Halal
MENJAGA SSK
47
PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS KHUSUS
EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH
STAKEHOLDER EKONOMI SYARIAH DI ACEH
PAGE
STAKEHOLDER EVENT “ACEH SHARIA FESTIVAL”
Finance
Fashion
Food
(Fantastic Entrepreneur)
Fantrepreneur
Fundutainment
(Fun Edutainment)
5F
ORGANISASI SATU AKSES (1)
Otoritas Jasa
Keuangan
Bank Indonesia
Pemerintah Provinsi
Aceh
Satuan Tugas Akselerasi Ekonomi Syariah Provinsi Aceh
Praktisi dan Instansi
Terkait Lainnya
PILAR 1: Integrasi
Keuangan-Sektor Riil
PILAR 2: Pendalaman
Pasar & Akses Keuangan
Syariah
PILAR 3: Formulasi
Kebijakan Strategis
Edukasi Keuangan Syariah
PILAR 4: Riset dan
Media & Networking
Rapat Koordinasi Rutin dan High Level Meeting
Rekomendasi, Koordinasi dan Sinergi Program
Kementerian Agama
PAGE
POSISI SATU AKSES PROVINSI ACEH
Satuan
Tugas
Akselerasi
Ekonomi
Syariah
Aceh
BI-OJK-Pemprov
Aceh
Pemuka
Agama
(MPU, NU,
MD, dll)
Ikatan Ahli
Ekonomi
Islam
ASBISINDO
Praktisi
Majelis
Sarjana
Ekonomi
Islam
MES
FORTEKIS
Posisi SATU AKSES (Satuan Tugas
Akselerasi Ekonomi Syariah) adalah
❑
Sebagai wadah yang
menyatukan
organisasi/penggiat ekonomi
syariah yang ada di Aceh.
❑
Menggerakkan pengembangan
dan akselerasi ekonomi syariah
secara masif dengan
membangun sinergi antar
organisasi/penggiat ekonomi
syariah yang mengacu pada
Program Akselerasi Ekonomi&
Keuangan Syariah (PAEKS) yang
disusun.
RUANG LINKGUP SATU AKSES
Ekonom
i Syariah
Lembaga
Keuangan
Instrumen
Keuangan
Pasar
Modal
Pariwisata
Halal
Mamin
Halal
Islamic
Fashion
Layanan
Hukum
Ekonomi
Syariah
Pendidikan
Ekonomi-Keuangan
Syariah
Sharia
Entrepreneurship
Industri
Kreatif
• SATU AKSES diharapkan
mampu menggerakkan
ekonomi syariah secara
holistik.
• SATU AKSES juga
diharapkan dapat
mengintegrasikan sektor riil
dan keuangan berbasis
syariah secara seimbang.
FINANCE
FOOD
FASHION
FANTREPRENEUR
FUNDUTAINMENT
• Keuangan Syariah • Makanan
-Minuman Halal • Islamic Fashion
• Sharia Entrepreneur
• Industri Kreatif/Kesenian Islam • Pendidikan Islam
• Pariwisata Halal