DENGAN METODE MOVING AVERAGE
SKRIPSI
Diajukan Oleh :
ANDINA PURNAMA SARI (0534010303)
JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR SURABAYA
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha
Kuasa atas segala sesuatu dan telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir ini dengan
sebaik-baiknya.
Alhamdulillah pada akhirnya laporan Tugas Akhir dengan judul “Sistem
Pendukung Keputusan untuk menentukan HPP pada Home Industri Sandal X
dengan metode\Moving Average” dapat terselesaikan. Skripsi ini merupakan tugas
akhir dan merupakan syarat untuk memenuhi gelar sarjana computer pada fakultas
Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Penulis menyadari penyusunan skripsi bila masih terdapat kekurangan,
untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari pembaca. Semoga laporan ini bermanfaat, khususnya bagi semua pihak yang
memerlukan.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Surabaya, Juni 2010
(Penulis)
Puji syukur senantiasa penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa,
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dimudahkan
dalam penyelesaian penulisan laporan Tugas Akhir ini.
Selama pelaksanaan Tugas Akhir dan dalam penyelesaian penulisan
laporan Tugas Akhir ini, penulis mendapatkan banyak bantuan dan bimbingan
dari berbagai pihak. Karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Ir. Sutiyono. MT, selaku dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa timur yang telah memberikan
motivasi dalam pelaksanaan Tugas Akhir.
ABSTRAK... i
KATA PENGANTAR... ii
DAFTAR ISI... iii
DAFTAR GAMBAR... vii
DAFTAR TABEL... x 1.7. Sistematika Penulisan... 4 5 BAB II : LANDASAN TEORI... 7
2.1. Sistem Pendukung Keputusan...
2.2. Akuntansi Biaya...
2.2.1. Penggolongan Biaya...
2.2.1.1.Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan...
2.2.1.2.Menurut Hubungan dengan Produk...
2.2.1.3. Menurut Hubungannya dengan Perubahan Volume...
2.3. Harga Pokok Produk Sandal...
2.3.1. Biaya Bahan Baku Industri Sandal...
2.3.2. Biaya Tenaga Kerja Variabel Sandal...
2.3.3. Biaya Overhead Variabel Sandal...
2.3.4. Biaya Overhead Tetap Industri Sandal...
2.3.5. Metode Perhitungan Harga Pokok...
2.4. Basis Data...
2.4.1. Istilah-istilah dalam Database...
2.4.2. Perancangan Database...
2.5. Data Flow Diagram (DFD)...
2.5.1. Konsep Dasar DFD...
2.5.2. Komponen DFD...
2.6. Peramalan...
2.6.1. Data Time Series...
2.7. Metode Moving Average...
2.7.1. Metode Single Moving Average...
2.7.2. Menghitung Kesalahan Ramalan...
2.8. Pemrograman Visual Basic...
2.8.1. Ruang Kerja Visual Basic...
2.8.2. Object Visual Basic...
BAB III : ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM...
3.1. Analisa Sistem...
3.2. Perancangan Sistem...
3.2.1. Document Flow Proses Biaya Produksi……….
3.2.2. Flow Chart System………
3.2.3. Diagram Konteks………...
3.2.4. Diagram Berjenjang………...
3.2.5. Data Flow Diagram Proses Sistem Pendukung Keputusan…...
3.2.6. DFD Level 1 Master Data………..
3.2.7. DFD Level 1 Transaksi………..
3.2.8. DFD Level 1 Laporan………
3.2.9. Entity Relationship Diagram……….
3.2.10.Perancangan Tabel……….
3.2.11.Design Input/Output………..
3.2.11.1. Form Login………
3.2.11.2. Form Utama………...
3.2.11.3. Form Master Admin………...
3.2.11.4. Form Master Satuan………...
3.2.11.5. Form Master Bahan Baku………..
3.2.11.6. Form Master Tenaga Kerja………
3.2.11.7. Form Master Biaya Overhead Pabrik………
v
3.2.11.9. Form Data Penjualan...
3.2.11.10. Form Peramalan...
3.2.11.11. Form HPP...
BAB IV : IMPLEMENTASI
4.1. Kebutuhan Sistem...
4.1.1. Kebutuhan Perangkat Keras...
4.1.2. Kebutuhan Perangkat Lunak...
4.2. Form Login...
4.3. Form Utama...
4.4. Sub Menu Admin...
4.5. Sub Menu Satuan...
4.6. Sub Menu Bahan Baku...
4.7. Sub Menu Tenaga Kerja...
4.8. Sub Menu Biaya Overhead Pabrik...
4.9. Sub Menu Produk...
4.10.Sub Menu Penjualan...
4.11.Sub Menu Peramalan...
4.12.Sub Menu HPP...
4.13.Sub Menu Laporan (Grafik Penjualan)...
BAB V : UJI COBA DAN EVALUASI PROGRAM...
DAFTAR PUSTAKA
Hal
Gambar 2.1. Komponen DSS………... 7
Gambar 2.2. Proses Produksi Sederhana……… 12
Gambar 2.3. One To One Relationship………... 23
Gambar 2.4. One To Many Relationship……… 24
Gambar 2.5. Many To Many Relationship………. 24
Gambar 2.6. Komponen DFD………. 26
Gambar 2.7. Metode Peramalan……….. 28
Gambar 2.8. Contoh Peramalan……….. 31
Gambar 2.9. Tampilan Visual Basic………... 33
Gambar 3.1. Document Flow Proses Biaya Produksi………. 41
Gambar 3.2. Flowchart Sistem……… 42
Gambar 3.3. Proses Metode Peramalan Moving Average……….. 43
Gambar 3.4. Proses Metode Perhitungan HPP………... 44
Gambar 3.5. Diagram Konteks Sistem Pendukung Keputusan………….. 45
Gambar 3.6. Diagram Berjenjang... 45
Gambar 3.7. DFD Level 0 Proses Pendukung Keputusan... 47
Gambar 3.8. DFD Level 1 Proses Master Data……….. 48
Gambar 3.9. DFD Level 1 Proses Transaksi………... 49
Gambar 3.10. DFD Level 1 Proses Laporan………. 50
Gambar 3.11. CDM Sistem Pendukung Keputusan……….. 50
Gambar 3.12. PDM Sistem Pendukung Keputusan……….. 51
Gambar 3.15. Design Form Master Admin……….. 56
Gambar 3.16. Design Form Master Satuan………... 57
Gambar 3.17. Design Form Master Bahan Baku……….. 57
Gambar 3.18. Design Form Master Tenaga Kerja... 58
Gambar 3.19. Design Form Master Biaya Overhead Pabrik... 58
Gambar 3.20. Design Form Master Produk... 59
Gambar 3.21. Design Form Penjualan... 59
Gambar 3.22. Design Form Peramalan... 60
Gambar 3.23. Design Form HPP... 60
Gambar 4.1. Form Login... 62
Gambar 4.2. Form Utama... 63
Gambar 4.3. Sub Menu Admin... 65
Gambar 4.4. Sub Menu Satuan... 66
Gambar 4.5. Sub Menu Bahan Baku... 67
Gambar 4.6. Sub Menu Tenaga Kerja... 68
Gambar 4.7. Sub Menu Biaya Overhead Pabrik... 69
Gambar 4.8. Sub Menu Produk... 70
Gambar 4.9. Sub Menu Penjualan... 71
Gambar 4.10. Sub Menu Peramalan... 73
Gambar 4.11. Grafik Peramalan... 73
Gambar 4.12. Sub Menu HPP... 4
Gambar 4.13. Sub Menu HPP pada tabel Tenaga Kerja... 75
ix
Gambar 5.1. Menu Login... 77
Gambar 5.2. Menu Utama... 78
Gambar 5.3. Menu Login Gaggal... 78
Gambar 5.4. Logout Program... 78
Gambar 5.5. Grafik Penjualan... 79
Gambar 5.6. Menambah Data... 79
Gambar 5.7. Mengubah Data... 80
Gambar 5.8. Menghapus Data... 80
Gambar 5.9. Menginputkan Master Produk... 81
Gambar 5.10. Menyimpan Data Produk... 82
Gambar 5.11. Mengubah Data Penjualan... 82
Gambar 5.12. Menghapus Data Penjualan... 83
Gambar 5.13. Proses Peramalan yang salah... 84
Gambar 5.14. Menyimpan Data Peramalan... 85
Gambar 5.15. Grafik Peramalan... 88
Gambar 5.16. Sub Menu HPP... 89
Gambar 5.17. Sub Menu HPP pada tabel Tenaga Kerja... 90
Gambar 5.18. Sub Menu HPP pada tabel Biaya Overhead Pabrik... 90
MOVING AVERAGE
DOSEN PEMBIMBING I : HJ. ASTI DWI IRFIANTI, SKOM, MKOM.
DOSEN PEMBIMBING II : MOH. IRWAN AFANDI, ST, MSC.
ABSTRAK
Dalam era globalisasi ini persaingan bisnis menjadi sangat tajam, sehingga
untuk memenangkan persaingan, perusahaan harus mampu memberikan harga
yang cocok pada produk sandal diwaktu yang tepat. Pada penelitian ini dibahas
mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi yang dapat digunakan untuk
menentukan Harga Pokok Produk Sandal dengan metode Moving Average, yang
diujicobakan pada produk Sandal yaitu Home Industri Sandal Widoro Indah.
Aplikasi ini menggunakan Visual Basic 6.0, Microsoft Access 2003, Cristal
Report 8.5. Dengan memanfaatkan sistem ini diharapkan dapat membantu
perusahaan, khususnya pimpinan dalam pengambilan keputusan berdasarkan
peramalan dan data-data penjualan dimasa lalu.
Kata Kunci : Sistem, Keputusan, Moving Average, Simple Moving Average, Harga
Pokok Produk.
Akurasi suatu ramalan berbeda untuk setiap persoalan tergantung pada
berbagai faktor yang mempengaruhinya. Hasil suatu ramalan tidak selalu dapat
dipastikan kebenarannya dalam hitungan 100% mutlak, tetapi hal tersebut tidak
berarti bahwa peramalan yang telah dilakukan menjadi percuma, sebaliknya;
bahwa peramalan telah banyak digunakan dan membantu dengan baik dalam
berbagai manajemen sebagai dasar dalam perencanaan, pengawasan dan
pengambilan keputusan. Salah satu diantaranya adalah forecasting penjualan.
Untuk meramalkan suatu keadaan dengan menggunakan data historis tanpa
menghiraukan pengaruh atau hubungan dengan variabel lainnya, metode yang
biasa digunakan adalah Metode Moving Average yang dua diantaranya adalah
Single Moving Average dan Exponential Moving Average. Untuk skripsi ini
penulis menggunakan metode Single Moving Average, karena menurut penelitian
teknik Analisa Forex-03 oleh Join Milis Asia Kapitalindo dalam acara Training
Anallisa Teknikal bahwa ”Single Moving Average lebih halus mengurangi false
signal (kesalahan prediksi), deteksi lebih lambat sesuai kejadian sebelumnya
sedangkan Exponential Moving Average deteksi cepat sesuai kejadian saat ini,
namun sering terjadi false signal.”
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang disampaikan, maka dibuat rumusan
permasalahan sebagai berikut:
a. Bagaimana merancang dan membuat suatu system pendukung keputusan yang
dapat membantu para pengambil kebijakan perusahaan untuk menentukan
b. Bagaimana meramalkan volume penjualan di bulan selanjutnya dengan
menggunakan metode Moving Average ?
1.3. Batasan Masalah
Sesuai judul yang dibuat, maka Tugas Akhir ini dibuat dengan feature yang
mencakup tidak hanya harga tetapi juga penentuan-penentuan lain sebagai
berikut:
a. Sistem Pendukung Keputusan ini digunakan pada Home Industri Sandal X
dalam menentukan Harga Pokok Produk dengan metode variabel costing.
Tetapi penghitungan akuntansinya tidak selengkap Akuntansi biaya pada
umumnya dikarenakan keterbatasan data.
b. Sistem ini lebih mengacu pada penggunaan peramalan dengan metode Moving
Average untuk menghasilkan volume penjualan yang juga akan ikut
menentuan Harga Pokok Produk selanjutnya.
c. Peramalan hanya dilakukan berdasarkan transaksi penjualan, dengan hanya
mepertimbangkan faktor jumlah barang dalam periode 3 bulan.
1.4. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud tujuan yang hendak dicapai dari pembuatan Sistem
Pendukung Keputusan untuk menerapkan suatu penghitungan dari suatu usaha
Homeindustri Sandal X adalah:
a. Membuat Sistem Pendukung Keputusan untuk membantu manager dalam
menentukan keputusan yang akan diambil untuk memajukan Home Industri
b. Merancang dan membangun system yang dapat digunakan untuk proses pemasukkan data dan manipulasi data dengan metode peramalan yang
menggunakan metode moving average, untuk membantu menghitung volume
penjualan Home Industry Sandal X.
c. Mengetahui perhitungan Harga Pokok Produk yang menentukan kelangsungan
produksi selanjutnya .
1.5. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dalam skripsi ini adalah memperkecil
kemungkinan timbulnya kerugian perusahaan akibat salah dalam menentukan
harga jual suatu produk dan target penjualan dari hasil produknya.
1.6. Metodologi
Dalam penulisan skripsi ini, penyusun menggunakan metode sebagai
berikut:
a. Studi Literatur
Untuk mendapatkan pengetahuan tentang yang luas tentang sistem
perancangan yang akan digunakan untuk penyelesaian masalah diatas.
Metoda ini digunakan sebagai acuan untuk memecahkan masalah yang
sedang dihadapi, mengacu pada buku-buku yang tercantum pada daftar
pustaka.
b. Observasi
Proses pengumpulan data berasal dari sistem Administrasi dan keuangan
c. Analisa Data
Berdasarkan data-data yang sudah diperoleh baik dari teori–teori atau materi
yang ada ditunjang dengan sistem Akuntansi Biaya yang berjalan disuatu
industri.
d. Perancangan dan Pembuatan Sistem
Dari hasil analisa dapat dibuat perancangan sistem yang digunakan sebagai
acuan dalam pengembangan implementasi pada program aplikasi.
e. Implementasi program.
Implementasi dari perancangan sistem yang telah dibuat kedalam suatu
program aplikasi .
f. Pengambilan Kesimpulan
Pada bagian terakhir akan dilakukan pembuatan kesimpulan dari segala
proses sistem yang ada.
1.7. Sistematika penulisan
Untuk dapat lebih memudakan pembuatan dan pemahama isi skripsi ini
maka penyajian skripsi ini dibagi dalam lima bagian utama dengan struktur
sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Di dalam bab ini dijelaskan mengenai latar belakang
permasalahan, rumusan permasalahan, pembatasan masalah,
tujuan dan sistematika.
Pada bab ini membahas mengenai landasan teori yang digunakan
dalam pembuatan Sistem pendukung keputusan untuk
menentukan Harga Pokok Produk.
BAB III : ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini membahas tentang analisa dari sistem yang ada dan
dilanjutkan dengan perancangan dan pembuatan sistem yang
direncanakan, mulai dari perancangan DFD, Perancangan ERD,
Perancangan alur sistem yang direpresentasikan ke dalam sistem
flow
BAB IV : IMPLEMENTASI
Bab ini menjelaskan tentang proses dari program yang telah kami
rancang, kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan tampilan dan
keterangan mengenai program kami tersebut.
BAB V : UJI COBA
Pada bab ini akan membahas uji coba dan evaluasi program yang
menenangkan bagaimana jalannya program secara detail yang
akan dijelaskan pada bab ini
BAB VI :PENUTUP
Pada bagian ini akan memberikan beberapa kesimpulan dan
saran-saran yang menunjang bagi pengembangan sistem yang
menjembatani komunikasi antara user dan program (user interface). Pengguna (user) merupakan manager yang menggunakan sistem ini.
2.2.Akuntansi Biaya
Akuntansi Biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang penentuan
harga pokok (cost) dari sesuatu produk yang diproduksi atau di jual dipasar baik
untuk memenuhi pesanan ataupun untuk menjadi persediaan barang dagangan
yang akan dijual [1].
Akuntansi secara umum adalah merupakan proses pencatatan,
penggolongan, peringksan, penyajian dengan cara-cara tertentu dari transaksi
keuangan yang terjadi dalam perusahaan atau organisasi lain dan penafsiran
terhadap hasilnya. Sedangkan biaya dalam pengertian yang luas merupakan
pengorbanan yang telah terjadi atau mungkin akan terjadi untuk mencapai tujuan
tertentu.
Tujuan akuntansi biaya adalah untuk menyajikan informasi biaya produksi
dari suatu perusahaan, oleh sebab itu maka akuntansi biaya dapatlah diberikan
pengertian sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian
biaya dalam rangka produksi barang atau jasa dengan cara-cara tertentu serta
penafsiran terhadap hasilnya. Seringkali pengertian biaya dikaburkan dengan
pengertian harga pokok, namun sebenarnya hal tersebut mempunyai perbedaan
dan persamaan.
Dalam akuntansi biaya, biaya merupakan semua pengeluaran yang sudah
terjadi (expired) yang digunakan dalam memproses produksi yang dihasilkan.
kalau dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan, akan menghasilkan harga
pokok produk per unit. Dalam artian yang luas harga pokok dapat berarti sebagai
bagian dari harga perolehan suatu yang ditunda pembebanannya di masa yang
akan datang.
Akuntansi biaya dalam tujuannya yang lebih luas, disamping untuk
pengumpulan dan pelaporan biaya juga untuk perencanaan, pengendalian dan
pengambilan keputusan oleh manajemen. Oleh sebab itulah pada perkembangan
terakhirnya akuntansi biaya fokusnya beralih dari sekedar penentuan harga pokok
barang atau jasa yang diproduksi kepada kepentingan untuk pengendalian biaya.
Aplikasi konsep akuntansi biaya juga sekarang telah meluas dari sekedar
penentuan harga pokok produksi yang membawa konotasi hanya untuk bagian
produksi dengan kegiatan produksinya kepada seluruh kegiatan di perusahaan
yang menyangkut biaya, seperti biaya penjualan, biaya administrasi dan umum
dan lain sebagainya.
2.2.1. Penggolongan Biaya
Dalam akuntansi biaya, biaya digolongkan dengan berbagai macam cara.
Umumnya penggolongan biaya ini ditentukan atas dasar tujuan yang hendak
dicapai dengan pengolongan tersebut, karena dalam akuntansi biaya dikenal
konsep: “Different cost for differrent purpose“. Tujuan akhir dalam akuntansi
biaya adalah menyediakan informasi tentang biaya untuk manajemen guna
membantu mereka didalam memgelola perusahaan atau departemennya. Dalam
Sub-bab berikut ini akan dijelaskan beberapa penggolongan biaya ditinjau dari
2.2.1.1. Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur menurut fungsi pokok dalam perusahaan,
akuntansi biaya digolongkan menjadi tiga bagian yaitu:
1. Biaya Produksi
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengola bahan baku menjadi
produk jadi yang siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya bahan baku, biaya
gaji karyawan produksi baik yang langsung berhubungan dengan proses produksi
maupun tidak langsung, dsb.
2. Biaya Pemasaran
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan
pemasaran produk. Contohnya adalah biaya iklan, biaya promosi, biaya angkutan
dari gudang ke pembeli, gaji karyawan bagian pemasaran, dsb.
3. Biaya Administrasi dan Umum
Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan
pemasaran produk. Contohnya adalah biaya upah karyawan bagian keuangan,
akuntansi, personalia, foto copy, dsb.
2.2.1.2. Menurut Hubungan dengan Produk
Berdasarkan hubungan dengan produk, maka biaya secara garis besar
digolongkan atas:
1. Biaya Produksi
Yakni biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari suatu produk
produk itu dijual. Biaya Produksi ini dibagi lagi menjadi tiga, yaitu : biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung disebut dengan biaya utama (prime cost), yaitu biaya
yang langsung berhubungan dengan produksi. Sedangkan biaya tenaga kerja
langsung dan biaya overhead pabrik disebut dengan biaya konversi (conversion
cost).
a. Bahan baku adalah merupakan bahan yang secara menyeluruh membentuk
produk selesai dan dapat di identifikasikan secara langsung pada produk yang
bersangkutan. Pengertian bahan baku dapat meluas meliputi juga bahan-bahan
yang digunakan untuk memperlancar proses produksi. Bahan baku dibedakan atas
bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung. Bila biaya bahan baku
dibebankan kepada kelompok biaya baha baku, maka dinamakan bahan baku
langsung, sedangkan bila dibebankan pada biaya overhead, maka dinamakan
bahan baku tidak langsung.
b. Biaya tenaga kerja di definisikan sebagai pembayaran-pembayaran kepada
para pekerja yang didasarkan pada jam kerja atau atas dasar unit produksi. Istilah
yang digunakan untuk biaya tenaga kerja ini adalah biaya tenaga kerja langsung,
atau untuk pembayaran yang dinamakan upah. Hal ini penting untuk membedakan
dengan istilah gaji. Gaji merupakan pembayaran kepada tenaga kerja / karyawan
yang didasarkan pada rentang waktu seperti mingguan, bulanan, dsb. Upah
dibebankan melalui rekening biaya tenaga kerja langsung, sedangkan gaji
dibebankan melalui rekening biaya overhead pabrik.
c. Biaya Overhead Pabrik (BOP) adalah seluruh biaya produksi yang tidak
langsung. Pembedaaan antara bahan baku langsung dengan bahan baku tidak
langsung serta antara tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung sering
sukar dilakukan.
Gambaran sederhana proses produk adalah sbbb :
Bahan Baku Langsung Tenaga Kerja Langsung Factory Overhead
Produksi Produk
Gambar 2.2. Proses Produksi Sederhana
2. Biaya Periodik
Yakni biaya-biaya yang lebih berhubungan dengan waktu dibanding dari
unit yang diproduksi (produk). Seluruh biaya ini dibebankan kepada
penghasilan (revenue) diperiode mana biaya tersebut terjadi. Contoh dari
biaya ini adalah: Biaya Administrasi dan Umum serta Biaya Pemasaran.
2.2.1.3. Menurut Hubungannya dengan Perubahan Volume Kegiatan
Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat
digolongkan menjadi tiga dan dalam persamaan matematika
1. Biaya Variabel
Adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan
volume kegiatan. Semakin besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah
total biaya variable dan sebaliknya. Pada biaya variable, biaya satuan tidak
Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung
yang upahnya dibayar perpotong atau per jam kerja.
2. Biaya Semivariabel atau Semitetap
Adalah biaya yang berubah tetapi perubahannya tidak proporsional
(sebanding) dengan perubahan kegiatan volume perusahaan. Contohnya
adalah gaji salesman atau salesgirl yang sistem penggajiannya dengan gaji
tetap ditambah presentase tertentu dari penjualan.
3. Biaya Tetap
Adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume kegiatan
tertentu. Contoh biaya tetap adalah gaji direktur, manajer, karyawan, dsb.
2.3. Harga Pokok Produk Sandal
Harga Pokok Produk sandal ini nantinya akan ditentukan oleh Pimpinan
Perusahaan tentunya setelah mengetahui informasi perincian dan total
pengeluaran untuk biaya produksi. Tentang bagaimana menentukan HPP, maka
dalam industri sandal ini factor-faktor yang menentukan terhadap HPP adalah
sebagai berikut:
1. Biaya bahan baku industri sandal
2. Biaya tenaga kerja variabel industri sandal
3. Biaya Overhead variabel industri sandal
2.3.1. Biaya Bahan Baku Industri Sandal
Pada umumnya banyaknya bahan baku yang dibutuhkan dalam proses
dihasilkan, dalam artian semakin banyak bahan baku yang digunakan, maka
semakin banyak pula jumlah produk yang dihasilkan. Begitu juga dengan jenis
bahan baku yang digunakan dalam pembuatan sandal ini. Hampir kesemuanya
merupakan bahan baku variabel, artinya banyaknya bahan baku yang digunakan
tergantung dari volume produk yang di inginkan, sehingga pada penentuan harga
pokok produk, tidak perlu untuk memisahkan antara bahan baku variabel dan
bahan baku tetap karena hampir keseluruhan jenis bahan baku merupakan bahan
baku variabel.
Untuk menghitung total biaya pengeluaran bahan baku ini, pihak
administrasi dapat menghitungnya dengan cara setiap penggunaan bahan baku
untuk proses produksi yang diambil dari bagian gudang, selalu dilakukan
pencatatan. Dengan mengetahui harga per satuan bahan baku dan menghitung
total banyaknya penggunaan bahan baku (tergantung satuannya) yang berada pada
rentang waktu produksinya, maka akan didapatlah total biaya bahan baku yang
telah digunakan untuk jenis produk tersebut.
Adapun diantara bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan produk
sandal adalah sebagai berikut :
8. Sprinting
2.3.2. Biaya Tenaga Kerja Variabel Sandal
Berbeda dengan bahan baku, tenaga kerja atau karyawan yang bekerja
pada industri sandal ini harus dipisahkan terlebih dahulu, mana yang termasuk
tenaga kerja variabel, dan mana yang termasuk tenaga kerja tetap.
Seperti yang telah dijelaskan mengenai biaya variabel, maka yang
termasuk tenaga kerja variabel adalah tenaga kerja yang langsung berhubungan
dengan proses produksi. Mereka digolongkan tenaga kerja variabel karena
perubahan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanding dengan perubahan
volume kegiatan produksi yang dilakukan. Namun bukan berarti tenaga kerja yang
tidak langsung selalu digolongkan pada tenaga kerja tetap, karena jika perubahan
jumlah tenaga kerja tidak langsung tersebut juga sebanding dengan perubahan
volume kegiatan produksi, maka tenaga kerja tidak langsung tersebut dapat
digolongkan ke dalam tenaga kerja variabel. Contohnya tenaga kerja bagian
gudang atau pembelian yang merupakan tenaga kerja tidak langsung, jika jumlah
mereka juga tergantung dari perubahan volume kegiatan produksi, maka mereka
dapat pula dimasukkan tenaga kerja variabel yang nantinya juga akan
mempengaruhi penentuan harga pokok produk.
Untuk menghitung total biaya tenaga kerja variabel ini, pihak administrasi
dapat menambahkan keterangan jenis produk yang telah dikerjakan pada slip gaji
karyawan. Hal ini perlu dilakukan, karena pada industri sandal ini hampir setiap
diketahui total gaji yang telah dikeluarkan untuk memproduksi jenis produk
tertentu dalam kurun waktu tertentu pula.
Adapun karyawan dalam indistri sandal ini yang termasuk dalam kategori
tenaga kerja variabel adalah sebagai berikut:
1. Tukang Sol
2. Tukang Kop
3. Tukang Cetak/Plong
4. Tukang Mall (Selep)
5. Tukang bungkus
2.3.3. Biaya Overhead Variabel Sandal
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menghitung total biaya
overhead variabel ini adalah dengan mencari dan memisahkan jenis pengeluaran
yang dapat digolongkan dalam kategori overhead variabel. Overhead variabel ini
dapat masuk ke hampir semua jenis pengeluaran dalam kegiatan produksi. Mulai
dari bahan baku, jika terdapat bahan baku yang tidak langsung dan banyaknya
kebutuhan baku tersebut juga sebanding dengan volume kegiatan produksi, maka
bahan baku tersebut dapat digolongkan kedalam overhead variabel. Kemudian
upah karyawan, jika banyaknya upah karyawan tersebut juga sebanding dengan
volume kegiatan produksi, maka dapat dikategorikan sebagai biaya overhead
variabel. Selanjutnya selain pengeluaran untuk bahan baku dan karyawan dalam
rangka kegiatan produksi suatu produk, maka jika pengeluaran tersebut juga
sebanding dengan volume kegiatan produksi dari industri sandal ini, maka dapat
Setelah dapat di ketahuai berbagai pengeluaran yang dapat digolongkan
kedalam biaya overhead variabel ini, kemudian baru dapat dihitung total
pengeluaran untuk biaya overhead variabel ini selama rentang waktu produksi
suatu jenis produk, sehingga diketahui berapa jumlah total biaya overhead
varaiabel untuk jenis produk tersebut.
Adapun biaya yang dapat digolongkan dalam overhead variabel dalam
industri sandal ini adalah sebagai berikut:
1. Konsumsi
2. Pemakaian Listrik
3. Register Merk
4. Perawatan Alat
2.3.4. Biaya Overhead Tetap Industri Sandal
Jika biaya overhead variabel turut menentukan harga pokok produk.. Biaya
overhead tetap merupakan biaya overhead yang besarnya tidak terpengaruh atau
tidak tergantung dari besar kecilnya volume kegiatan produksi. Hal yang perlu
diperhatikan bahwa biaya overhead adalah merupakan salah satu bagian dari biaya
produksi.
Adapun yang termasuk dalam kategori biaya overhead tetap dalam industri
sandal ini adalah sebagai berikut:
1. Serabutan
2. Beban Listrik
3. Cicilan Mesin Hidrolis
2.3.5. Metode Perhitungan Harga Pokok
Harga pokok produksi yang dihitung dari proses akuntansi biaya dapat
dilakukan dengan dua alternatif metode. Metode Harga Pokok Langsung
(Variable Costing/Direct Costing) Adalah metode penentuan harga pokok produk dengan hanya membebankan biaya-biaya produksi variabel saja ke dalam harga
pokok produk. Jadi dengan metode ini harga pokok produk ditentukan
berdasarkan besarnya pembebanan biaya pabrikasi yang berhubungan dengan
perubahan volume. Dengan kata lain, metode variable costing hanya unsur
variable yang diperhitungkan pada harga pokok produk yang terdiri dari biaya
bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variable.
Sedangkan biaya overhead pabrik tetap dianggap sebagai biaya periode (period
cost), yaitu biaya yang dibebankan pada perkiraan laba rugi periode yang
bersangkutan. Jadi dalam hubunganya dengan perubahan volume produksi jangka
pendek, biaya overhead pabrik tetap tidak akan berubah dan akan tetap menjadi
biaya baik pada saat berproduksi maupun tidak berproduksi. Penggambaran
metode ini sebagai berikut:
Biaya Bahan Baku Rp. xxx
Biaya Tenaga Kerja Variabel Rp. xxx
Biaya Overhead Pabrik Variabel Rp. xxx
Total Biaya Produksi Rp. xxx
Dalam metode ini biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku tetap
Total Biaya Produksi dibagi dengan jumlah produksi yang diproduksi
sebelumnya akan menghasilkan biaya perunit produk. Untuk mengetahui besar
biaya yang harus dikeluarkan dihasilkan dari hasil peramalan dikalikan biaya
perunit yang diketahui selanjutnya
2.4. Basis Data
Basis Data (Database) adalah suatu kumpulan informasi yang tersimpan
pada file-file atau tabel-tabel yang saling berhubungan dan diorganisasikan
sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
2.4.1. Istilah-istilah dalam Database
Adapun istilah-istilah yang sering digunakan dalam suatu database adalah
sebagai berikut:
1. Entity
Entity adalah merupakan orang, tempat, kejadian atau yang informasinya
direkam. Contoh pada bidang administrasi siswa misalnya, entitynya adalah calon
siswa, pembayaran dan lain sebagainya.
2. Atribut
Setiap entity mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu
entity. Seorang calon jamaah dapat dilihat atributnya misalnya nomor pendaftaran,
nama, alamat. Atribut juga disebut sebagai elemen, data field, data item.
3. Data value (nilai suatu isi data)
Data value adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap-tiap
data elemen atau atribut-atribut.
Merupakan bagian data yang terkecil dapat berupa karakter numerik, huruf
ataupun karakter-karakter khusus yang membentuk suatu item data.
5. Field
Suatu field yang menggambarkan suat atribut dari record yang
menunjukkan suatu item data.
6. Record/Tuple
Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan
tentang suatu entity secara lengkap. Suatu record mewakili satu data atau
informasi tentang seseorang misalnya nomor pendaftaran, alamat, tanggal
pendaftaran.
7. File
Kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang
sama., namun berbeda-beda dalam valuenya.
8. Atribut Kunci
Dalam setiap file selalu terdapat kunci yang berupa satu field atau satu set
field yang dapat diwakili record. Macam-macam kunci adalah sebagai berikut:
a) Kunci Primer (Primary Key)
Adalah atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya
mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tetapi juga dapat
mewakili setiap kejadian dari suatu entity .Setiap kandidat mempunyai peluang
menjadi kunci primer.
b) Kunci Kandidat (Candidate Key)
Adalah suatu atribut atau satu set minimal yang mengidentifikasikan
menyatakan secara tak langsung dimana beberapa atribut dalam satu set tidak
dapat dibuang tanpa merusak kepemilikan yang unik. Jika suatu kandidat berisi
lebih dari satu atribut, maka biasanya disebut kunci komposit (gabungan).
c) Kunci Tamu (Foreign Key)
Adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang melengkapi satu
relationship yang menunjukkan ke induknya. Kunci tamu ditempatkan pada entity
anak dan sama dengan kunci primer induk direlasikan. Hubungan antara entity
anak dan entity induk adalah hubungan set lawan banyak (one to many
relationship) .
d) Kunci Alternatif (Alternate Key)
Adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai kunci primer. Kerap kali
kunci alternatif dipakai sebagai kunci pengurutan dalam laporan.
2.4.2. Perancangan Database
Perancangan database sangat diperlukan, agar nantinya kita dapat
memiliki basis data yang kompak, teratur dan baik serta efisien dalam penggunaan
ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan mudah dalam memanipulasi
data. Kesulitan atau kendala utama dalam merancang suatu sistem database adalah
bagaimana hingga database dapat memberikan keperluan yang diinginkan saat ini
serta masa yang akan datang. Ada dua buah teknik yang dapat dilakukan dalam
perancangan database yaitu teknik normalisasi dan teknik entity relationship.
2.4.2.1. Normalisasi
Normalisasi Merupakan cara pendekatan lain dalam membangun desain
dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar untuk menghasilkan
struktur tabel yang normal .
Salah satu alasan mengadakan normalisasi adalah untuk memastikan
bahwa model data relational dapat berjalan dengan baik. Satu relasi dikatakan
sudah berada dalam bentuk normalisasi tertentu, bila memenuhi beberapa alasan
tertentu pada tingkat tersebut. Tingkat normalisasi yang lebih tinggi dianggap
lebih baik dari tingkat normalisasi dibawahnya. Pada proses normalisasi ini perlu
dikenal dahulu definisi dari tahap-tahap normalisasi. Bentuk-bentuk normalisasi
terdiri dari :
1. Bentuk Tidak Normal
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada
keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau
terduplikat. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.
2. Bentuk Normal Kesatu (1NF/ First Normal Form)
Bentuk normal kesatu mempunyai ciri data dibentuk dalam flat file (file
rata), Data dibentuk dalam satu record dan nilai dari field-field berupa atomic
value. Tidak ada set atribut yang berulang-ulang atau atribut bernilai ganda (multivalue). Tipe field hanya satu pengertian, bukan merupakan kumpulan data yang mempunyai arti mendua, hanya satu arti saja dan bukanlah pecahan
kata-kata sehingga artinya lain.
3. Bentuk Normal Kedua (2NF/Second Normal Form)
Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk kedua data telah
mempunyai kriteria bentuk normal kesatu. Atribut bukan kunci haruslah
4. Bentuk Normal Ketiga (3NF/Third Normal Form)
Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah berada dalam
bentuk normal kedua dan sama semua atribut bukan kunci primer tidak
mempunyai hubungan yang transitif. Dengan kata lain setiap atribut bukan kunci
haruslah bergantung hanya pada primary key.
2.4.2.2. Entity Relatinship (ER)
Model Entity Relationship yang berisi komponen-komponen himpunan
entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut
yang mempresentasikan seluruh fakta. Relasi antar dua file atau dua tabel dapat
dikategorikan menjadi tiga macam. Relasi antar file tersebut dapat dipisahkan
sebagai berikut:
Dosen 1 1 mengepalai Jurusan
1. One to One Relationship
Hubungan antara himpunan entitas pertama dengan himpunan entitas
kedua adalah satu berbanding satu. Misalnya satu Dosen Mengepalai satu jurusan
Gambar 2.3. One To One Relationship
Dosen Mengajar Matakuliah
1 N
2. One to Many Relationship
Hubungan antar himpunan entitas pertama dan kedua adalah satu
berbanding banyak atau dapat pula dibalik banyak lawan satu.
N N
Mengambil
Mahasiswa Matakuliah
3. Many to Many Relationship
Hubungan antara himpunan entitas pertama dan kedua adalah banyak
berbanding banyak. Misalnya mahasiswa mana saja boleh mengambil banyak
matakuliah dan mahasiswa diajar oleh banyak dosen pula.
Gambar 2.5. Many To Many Relationship
2.5. Data Flow Diagram ( DFD )
Data Flow Diagram adalah suatu diagram yang memungkinkan sistem analisa menggambarkan ssuatu sistem sebagai suatu jaringan kerja proses dan
fungsi yang dihubungkan satu sama lain oleh penghubung yang disebut data flow
(alur data).
2.5.1. Konsep Dasar DFD
Untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru
akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik
dimana data tersebut mengalir atau disimpan diperlukan suatu Diagram Arus Data
(DAD). Sedangkan Data Flow Diagram merupakan aliran informasi dan
transformasi yang diaplikasikan sebagai perjalanan data dari input ke output.
Sistem analisa melakukan identifikasi alur data yang khas dan proses yang tepat
untuk mengubah alur data itu, sebelum ia membuat DFD, kemudian alur data ini
dirangkum menjadi satu dalam DFD.
Untuk memudahkan pembacaan DFD maka penggambaran ini disusun
Tingkatan-tingkatan itu adalah :
1. Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan diagram paling atas, yang terdiri dari suatu
proses yang mengambarkan ruang lingkup sistem.
Hal-hal yang tidak digambarkan dalam diagram kontek adalah :
a. Hubungan antar terminator.
b. Data store, kecuali kalau data store bersifat global (dengan pengertian data
store itu dihasilkan oleh sistem yang sedang dianalisa tetapi digunakan oleh
sistem lain, atau sistem lain yang menghasilkan data store itu tetapi sistem
yang sedang dianalisa menggunakannya).
2. Diagram Zero
Diagram zero ini merupakan diagram tingkat menengah, yang terletak satu
level dibawah diagram konteks, yang mengambarkan proses utama dari DFD.
3. Diagram Primitif Dan Diagram Detail
Diagram primitif ini merupakan diagram paling bawah, yang tidak dapat
diuraikan lagi, sedangkan diagram detail masih dapat diuraikan lagi. Diagram
detail menguraikan proses yang ada dalam diagram zero dimana urian ini dapat
diuraikan lagi sampai pada beberapa level.
2.5.2. Komponen DFD
Adapun komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan suatu
DFD adalah:
Proses mengambarkan bagian dari sistem yang mentranformasikan input
ke output, atau dapat dikatakan bahwa proses menggambarkan tranformasi input
ke dalam output.
2. Data Flow (Alur data)
Data flow/alur data digambarkan oleh anak panah untuk menunjukkan
keluar dari atau masuk kesuatu proses.
3. Data Store (Penyimpanan Data)
Penyimpanan data digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan data.
Penyimpanan data ini direspresentasikan dengan dua garis pararel.
1. Proses
2. Alur Data (Data Flow )
3. Penyimpanan Data (Data Store)
4. Terminator
4. Terminator
Terminator sering dikenal sebagai entity atau external entity atau sumber
atau tujuan data yang dipresentasikan dengan bujur sangkar.
Adapun komponen-komponen DFD diatas dapat digambarkan sebagai
berikut:
2.6. Peramalan
a. Hubungan antara forecasting dengan rencana
Forecasting adalah peramalan apa yang akan terjadi pada waktu yang akan
datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan dilakukan pada
waktu yang akan datang (Subagyo, Pangestu.Yogyakarta. 1986:3). Untuk
membuat rencana jangka panjang, suatu perusahaan harus mempertimbangkan
kapasitas, fasilitas, elastisitas harga, forecast permintaan konsumen dan
sebagainya.
b. Definisi forecasting
Forecasting adalah suatu usaha untk meramalkan keadaan masa lalu.
Defiisi lain Forecasting yaitu merupakan suatu cara untuk mengukur atau
menaksir kondisi bisnis dimasa mendatang secara kuantitatif dan kualitatif.
c. Tujuan forecasting
Dalam dunia usaha sangat penting diperkirakan hal-hal yang terjadi di
masa depan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan, terutama dunia usaha itu
merupakan bagian dari kehidupan sosial; dimana segala sesuatu yang terjadi serba
tidak pasti, sukar diprediksi dengan tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan sebuah
forecast/rencana. Forecasting yang dibuat selalu diupayakan agar dapat:
a) Meminimumkan pengaruh ketidakpastian terhadap perusahaan,
b) Forecasting bertujuan mendapatkan forecast yang bisa meminimumkan kesalahan meramal (forecast error) yang biasanya diukur dengan mean squared
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
Metode Kasual Metode Time
Series
Gambar 2.7. Metode Peramalan
Dalam metode Peramalan terdapat dua kelompok yakni Metode Kualitatif
dan Metode Kuantitatif :
1. Metode Kualitatif :
a. Tidak memerlukan data kuantitatif
b. Unsur subyektifitas peramalan sangat besar pengaruhnya dalam hasil
peramalan
c. Baik untuk peramalan jangka panjang
2. Metode Kuantitatif :
a. Data kondisi masa lalu
b. Data tersebut dapat dikuantifisir
c. Diasumsikan pola data masa lalu akan berlanjut pada masa yang akan
2.6.1. Data Time Series
Time series (runtun waktu) adalah himpunan obsevasi berurut dalam
jangka waktu atau dimensi apa saja yang lain (Soejoeti, Zanzawi.Jakarta.1987:36).
Data yang direkam didalam interval waktu yang sama dan jangka waktu
yang tersebut relatif panjang maka disebut data runtun waktu
(Arga,W.Yogyakarta 1984:1).
Interval waktu perekaman dapat sangat singkat (beberapa bagian dari satu
detik saja) dan dapat cukup panjang (harian, mingguan, bulanan, tahunan dan
bahkan puluhan tahun), tergantung dari macamnya data yang direkam. Analisis
runtun waktu umumnya memerlukan cacah data yang banyak, oleh karena itu
diperlukan rekaman data yang panjang.
2.7. Metode Moving Average
Untuk meramalkan suatu keadaan dengan menggunakan data historis tanpa
menghiraukan pengaruh atau hubungan dengan variabel lainnya, metode peramalan
yang biasa digunakan adalah metode kuantitatif . Metode peramalan kuantitatif
statistik melihat pola perubahan data dari waktu-ke waktu, salah satunya adalah
Metode moving average yang akan digunakan dalam skripsi ini :
Peramalan dengan metode moving averages (rata-rata bergerak) dilakukan
dengan mengambil sekelompok nilai pengamatan, mencari rata-ratanya, lalu
menggunakan rata-rata tersebut sebagai ramalan untuk periode berikutnya. Istilah
rata-rata bergerak digunakan karena setiap kali data observasi baru tersedia, maka
2.7.1. Metode Single Moving Averages
Menentukan ramalan dengan metode single moving averages sangat sederhana,
yaitu dengan merata-ratakan jumlah data sebanyak periode yang akan digunakan, atau
jika ditulis dalam bentuk rumus adalah :
...(2.1)
S
t+1 = ramalan untuk periode ke t+1
X
t = data pada periode ke-t
n = jangka waktu rata-rata bergerak
Metode single moving averages ini mempunyai dua sifat khusus, yaitu
1) Untuk membuat forecast memerlukan data historis selama jangka waktu
tertentu. Jika mempunyai data selama V periode, maka baru bisa membuat
forecast untuk periode ke V+1.
2) Semakin panjang jangka waktu moving averages akan menghasilkan moving
averages yang semakin halus.
Setelah menentukan metode peramalan smoothing yang akan digunakan,
maka harus dihitung kesalahan ramalannya. Untuk mengukur error (kesalahan)
forecast biasanya digunakan mean absolute error atau mean squared error.
1. Error
Error adalah nilai dari kesalahan meramal dengan cara data asli dikurangi data ramalan, atau jika dituliskan dalam bentuk rumus:
ε = | Xt-St |...(2.7)
Kuadrat error adalah error yang dikuadratkan, atau jika dituliskan dalam bentuk rumus adalah:
ε
=
Σ
(X
t- S
t)²
...(2.9)3. Mean Squared Error (MSE)
Mean squared error adalah rata-rata dari kesalahan forecast dikuadratkan, atau jika dituliskan dalam bentuk rumus adalah:
...(2.8) n
S
Xt t
( )2
4. Persentase Error
Persentase Error yakni perhitungan antar data asli dan data ramalan dikalikan dengan 100% , atau jika ditulis dalam bentuk rumus adalah:
PEt = (Xt - St) x 100%
n ...(2.10)
Pemrograman Visual Basic
Visual Basic sangat populer pada tahun-tahun terakhir ini. Kita mungkin
mengenal Visual Basic untuk Applications, VBScript dan versi lengkap VB serta
yang saat ini mulai banyak digunakan yaitu VB.Net. Bahasa pemrograman ini
lebih banyak digunakan sebagai developer dibanding bahasa pemrograman lain.
Microsoft, perusahaan pencipta Visual Basic, mengelurakan tiga edisi
Visual Basic, yaitu : learning, professional, dan enterprise. Edisi yang lain adalah
Working Model, yang dijual bersama dengan VB Teksbook dan tidak dijual secara
tersendiri. Working Model dijual untuk belajar bahasa pemrogramannya dan
memuat lebih banyak kontrol dibanding edisi learning, tetapi tidak memuat file-
file Help dan tidak dapat mengkompile program. Disamping itu, working model
juga tidak mencakup Data Environment dan Data Report Designer.
Visual basic merupakan program penghasil aplikasi yang bekerja pada
system operasi mulai dari windows 95 sampai windows 2003 Server. dengan
visual basic bisa membangun multi project secara simultan. Bahkan mampu
membangun aplikasi database client-server dengan performa tinggi, yang mampu
mengakses Microsoft SQL Server, mendukung Remote Automation dan DCOM,
memakai Visual Query dan rancangan koneksi jaringan, mendukung Transact
SQL debug serta Remote Data Object 2.0. .
2.8.1. Ruang Kerja Visual Basic
Ruang kerja atau lingkungan tempat pengguna Visual Basic bekerja untuk
menghasilkan program aplikasi yang disebut dengan Integrated Development
Tool Bar Menu Bar Project Explorer
Tool Box Form Window Form Layout Properties
Gambar 2.9. Tampilan Visual Basic
Dari tampilan diatas, nampak beberapa bagian utama dari Visual Basic
yaitu :
1. Menu Bar
Yaitu baris menu yang terletak paling atas pada IDE Visual Basic. Menu
tersebut merupakan kumpulan perintah-perintah yang dikelompokkan dalam
kriteria operasi yang dihasilkan. Menu-menu tersebut adalah sebagai
berikut:
1. File
Adalah menu yang berisi perintah untuk semua file yang terkait yang
dapat diambil, disimpan, termasuk juga akses cetak (printing).
2. Edit
Pada menu ini berisi perintah-perintah untuk mengkopi, memotong dan
menempelkan teks dan grafik diantara aplikasi. Perintah edit juga
3. View
Sub Menu didalam menu view akan membuat user dapat mengontrol
tampilan jendela code.
4. Run
Menu Run dapat mengeksekusi program, menggagalkan eksekusi, dan
meresume eksekusi setelah digagalkan.
5. Debug
Salah satu dari keunggulan Visual Basic adalah kemampuan debuging (
pencarian kesalahan ). Dengan menu Debug user dapat mengeksekusi
satu pertanyaan program Visual Basic dalam satu saat, melihat nilai data
sepanjang jalan, dan menghentikan program dimana saja untuk
menganalisis apa yang terjadi. Jika sebuah program tidak berprilaku
seperti yang diharapkan maka menu Debug akan membantu
menunjukkan kesalahan secara tepat penyebab kesalahan.
6. Options
Untuk menetapkan cara Visual Basic berprilaku dapat dilakukan dengan
memodifikasi nilai pada menu Option. Kontrol tersebut terdiri dari
environment option (pilihan lingkungan), lingkungan adalah atmotfir
Visual Basic yang berupa program yang dibangun. Dan proyek option
(pilihan proyek) yang menetapkan bagaimana aplikasi khusus berprilaku.
7. Windows
Dengan menu Windows user dapat menampilkan jendela Project,
properties, dan toolbox dari area bantu Visual Basic, seperti palet warna.
Yaitu menu yang berisi panduan tentang Visual Basic beserta panduan
praktis bagaimana membuat program dengan Visual Basic. Namun jika
kita tidak mengintstall MSDN, maka kita tidak dapat menggunakannya.
2. Toolbar
Kehadiran tombol-tombol speed pada toolbar akan sangat membantu dalam
mempercepat akses perintah yang bisa jadi tersembunyi di dalam tingkat-
tingkat hirarki, sebab tombol speed berfungsi sama dengan perintah yang
tersedia dan tersembunyi di dalam menu.
3. Form Window
Yaitu tempat atau ruang untuk pembuatan window program.
4. Form Layout
Digunakan untuk mengatur tataletak form pada layar monitor.
5. Tool Box
Toolbox adalah tempat penyimpanan kontrol yang akan digunakan pada
program yang dipasangkan pada form.
6. Project Explorer
Project explorer berfungsi sebagai sarana pengakses bagian-bagian
pembentuk project. Pada window ini trdapat tiga tombol pengaktif untuk
window code, window object dan toggle folder. Juga terdapat diagram yang
menampilkan susunan folder penyimpan file-file project.
7. Properties
Properties bertugas menyiapkan segala property dari obyek yang diperlukan
dalam perancangan user interface maupun pemrograman. Pada window ini
tab, yaitu Alphabet (diurutkan berdasarkan nama) dan Categories (diurutkan berdasarkan fungsinya).
2.8.2. Object Visual Basic
Didalam program Visual Basic berisi perintah teks maupun kontrol grafis.
Perintah-perintah teks berinteraksi dengan kontrol untuk memproduksi keluaran
dari program dan interaksi dengan pengguna.
Jendela toolbox adalah jendela yang berfungsi untuk mendapatkan
kontrol-kontrol tersebut. Kontrol-kontrol-kontrol nantinya diletakkan pada jendela form (latar
belakang dari aplikasi yang dibuat). Beberapa Objek Visual Basic tersebut adalah:
1. Kontrol Label
Kontrol label adalah salah satu dari kontrol paling sederhana yang dipakai
untuk bekerja. Dengan kontrol label pemrogram dapat menambah teks yang
diskriptif pada form di banyak tempat dengan menggunakan gaya dan ukuran
huruf-huruf (fonts) yang berbeda.
2. Kontrol TextBox
Tidak seperti kontrol label, pengguna dapat mengubah nilai dengan kontrol
textbox. User dapat menerima jawaban dari program dengan menggunakan
kontrol textbox sebagai jawaban atas pertanyaan yang diberikan program.
3. Command Button
Hampir pada setiap program aplikasi windows terdapat tombol-tombol
perintah (command Button) termasuk pada program Visual Basic. Tombol
perintah memberi pengguna tombol tekan akses pada event yang
4. Check Box
Kontrol CheckBox menawarkan nilai pilihan ganda yang dapat dipilih oleh
pengguna. Sekali program memilih satu atau lebih kotak checkbox, program
dapat menganalisis pilihan kotak cek dan membuat keputusan yang
didasarkan pada jawaban-jawaban itu.
5. Kontrol Option
Tidak seperti kontrol check, tombol-tombol option memberi pengguna daftar
yang dipilih, tetapi mereka dapat memilih dengan tepat satu option saja atau
satu option diluar daftar.
6. Frame
Frame adalah kotak yang dapat ditempatklan pada group kontrol. Frame control memungkinkan pemrogram untuk mengelompokkan beberapa item
bersama-sama pada sebuah form. Kelompok tersebut bekerja hampir sama
seperti mini form yang ada didalam form.
7. Dropdown Combo list.
Dropdown Combo list adalah salah satu dari ketiga jenis (list) yang diberikan
kepada user. Dropdown combo list menyimpan ruangan pada layar hanya
dengan mengkonsumsi garis tunggal pada form hingga pengguna membuka
daftar tersebut untuk ditampilkan, item-item sisanya terdapat diseluruh daftar
dengan melakukan click pada tanda panah arah turun.
8. Simpel Combo Box
Kontrol kotak combo yang sederhana melakukan dengan tepat hal yang sama
seperti Dropdown Combo Box, hanya saja simple Combo Box selalu
9. List Box.
Salah satu kotak pilihan yang terdapat pada dibuat oleh Visual Basic adalah
list box atau kotak daftar. List box ini sering kita jumpai pada seluruh
program windows. Pada list box pemakai hanya bisa memilih satu atau lebih
pilihan yang sudah di sediakan dan tidak bisa mengisikan atau mengetikkan
3.2.Perancangan Sistem
Pada sub bab ini akan dijelaskan perancangan sistem dari Sistem
Informasi untuk menentukan Total Biaya Produksi dan Peramalan untuk
menentukan HPP pada Home Industri Sandal X. Perancangan sistem ini yang
merupakan penggambaran dari sistem yang ada meliputi Document Flow,
Diagram Konteks, Diagram Berjenjang dan Data Flow Diagram (DFD) baik Top
Level, Level 0 ataupun Level 1. Secara terperinci dari perancangan tersebut dapat
dilihat pada sub bab dibawah ini.
3.2.1. Document Flow Proses Biaya Produksi
Dokumen flow ini menggambarkan aliran kegiatan utama yang ada
dalam sistem. Dalam industri sandal ini terdapat beberapa aliran proses atau
kegiatan yang menjadi dasar kelangsungan dari produksi yaitu pembelian,
produksi, dan pemasaran yang kesemuanya ditunjang dengan administrasi yang
merupakan penerapan dari akuntansi biaya dalam perusahaan yang tentunya
dengan persetujuan pimpinan Industri.
Proses produksi dimulai dari bagian produksi yang mendata macam –
macam bahan dan jumlahnya yang dibutuhkan dalam pembuatan suatu produk.
Daftar kebutuhan bahan tersebut akan dikirim kebagian administrasi agar dapat
didata mengenai biaya produksi nantinya dan segera dibuat surat permohonan
penggunaan bahan baku kepada pimpinan. Setelah pimpinan menyetujui, maka
bagian produksi akan mulai melaksanakan proses produksi sehingga dalam waktu
tertentu akan menghasilkan produk baru. Dalam masa produksi tersebut bagian
melewati bagian administrasi terlebih dahulu, agar senantiasa dapat dipantau dan
dicatat mengenai penggunaan bahan baku dalam rangka kegiatan produksi karena
dari pencatatan itulah nantinya dapat ditentukan berapa besarnya total biaya bahan
baku yang dibutuhkan untuk pembuatan produk yang telah dihasilkan. Jika proses
produksi telah menghasilkan produk baru, maka bagian produksi harus
melaporkan volume produk yang telah dihasilkan ke pada bagian administrasi
untuk dicatat dan juga bagian gudang untuk disimpan. Pada docoment flow proses
produksi ini juga dijelaskan alur singkat proses penggajian karyawan sehingga
nantinya dapat diketahui total biaya tenaga kerja langsung dalam kegiatan
produksi ini. Akhirnya pimpinan akan mengecek semua laporan yang masuk
tentang produk yang dihasilkan dan gaji untuk karyawan produksi.
3.2.2. Flow Chart System
Sistem flow menunjukkan jalannya sistem secara garis besar. Dalam sistem
flow juga terlihat bagaimana urutan proses yang akan dilakukan dalam sistem
pendukung keputusan seorang manajer dalam menentukan Harga pokok produk
dengan metode variable costing dan metode Moving Average. Untuk mengetahui
lebih jelas dapat dilihat pada gambar flow chart dibawah ini.
Dari gambar diatas, diketahui bahwa proses dimulai dengan memasukkan
data-data yang dimasukkan untuk melakukan perhitungan, yang meliputi Data
Bahan Baku, Data Tenaga Kerja, Data Biaya Overhead dan Data penjualan masa
lampau.
MULAI
DATA PENJUALAN
Setelah itu terlebih dahulu meramalkan volume penjualan di bulan
selanjutnya dari Data penjualan di masa lampau. Dalam melakukan proses
peramalan dengan menggunakan metode Moving Average, lihat Gambar 3.2. Dari
proses tersebut akan menghasilkan volume penjualan.
Keterangan :
1. S’
t = ramalan untuk periode ke t
2. X
t = data pada periode ke-t
3. n = jangka waktu rata-rata bergerak
4. MAE = rata-rata nilai absolute dari kesalahan meramal
5. MSE = rata-rata dari kesalahan forecast dikuadratkan
Setelah proses tersebut maka akan muncul tabel peramalan dengan hasil
akhir volume penjualan pada bulan yang diinginkan.
Dari volume penjualan yang sudah didapat kita gunakan dalam perhitungan
HPP dengan menambahkan data bahan baku, data tenaga kerja dan data biaya
overhead pabrik, lihat gambar 3.4. Dari proses tersebut dapat dihasilkan Harga
Prokok Produk yang akan digunakan dalam penjualan berikutnya.
3.2.3. Diagram Konteks
Pada diagram konteks ini menggambarkan entity yang berhubunngan
dengan sistem yaitu (Pimpinsn, Admin, Produksi) dan aliran data, sedangkan
proses-proses yang akan dilakukan didalam sistem dapat dilihat pada DFD level 0
dan level 1.
Laporan biaya produksi Grafik penjualan
Maintenance data user Input data overhed pabrik Input data upah tenaga kerja input data bahan
Data kebutuhan bahan 0
Sistem Pendukung keputusan untuk menentukan HPP dan
volume penjualan
Gambar 3.5. Diagram Konteks Sistem Pendukung Keputusan
3.2.4. Diagram Berjenjang
Diagram berjenjang merupakan alat perancangan sistem yang dapat
menampilkan seluruh proses yang terdapat pada suatu aplikasi tertentu dengan
jelaas dan terstruktur. Adapun secara garis besar, diagram berjenjang yang
0
SPK untuk menentukan HPP dan meramalkan
volume penjualan
3.2.5. Data Flow Diagram Proses Sistem Pendukung Keputusan
Dari Data Flow Diagram level 0 Proses Sistem Pendukung Keputusan
dibawah ini terdapat 3 proses utama dengan di dukung 3 External Entity ( entitas
luar ) yang merupakan pelaku dari proses dan 12 data store sebagai media
penyimpanan dan penggunaan data dari proses yang terjadi
Save data harga
ambil data tenaga kerja
ambil data overhead
ambil data bahan input data penjualan
save data tenaga kerja
save data produk
Input data overhed pabrik input data bahan
Data kebutuhan bahan nput data upah tenaga kerja
Bagian
3 Data Overhed pabrik
4 Data Tenaga Kerja
5 Data Produk
3.2.6. DFD Level 1 Master Data
Data Flow Diagram Level 1 Proses Master Data merupakan pendetailan dari
proses master data pada level sebelumnya. Pada level ini, proses dipecah menjadi
enam proses yang lebih detail. Ke enam proses tersebut adalah
1. Master user
2. Master bahan
3. Master tebaga kerja
4. Master overhead
5. Master Produk
6. Master Satuan
[Input data satuan] [Save Data Satuan] [save data user]
[save data bahan]
[save data produk] [save data Overhead] [save data tenaga kerja]
[Input data produk] [Input data overhed pabrik]
[Input data upah tenaga kerja] [input data bahan]
[Maintenance data user] Bagian
administrasi
1 User
2 Data bahan
3 Data Overhed pabrik
5 Data Produk 4 Data Tenaga Kerja 1.1
3.2.7. DFD Levei 1 Transaksi
Data Flow Diagram Level 1 Proses Transaksi merupakan pendetailan dari
pada level sebelumnya. Pada level ini, proses dipecah menjadi 3 proses yang lebih
detail. Ketiga proses tersebut adalah
1. Proses Penjualan
2. Proses Peramalan
3. Proses HPP
[Sav e data harga] [Input data harga]
[ambil data Satuan]
ambil data penjuaalan
ambil has il ramalan
[s av e kebutuhan bahan] [ambil data produk]
[s av e hasil HPP]
[s av e data peramalan] [s av e data penjualan]
[ambil data tenaga kerja]
[ambil data ov erhead] [ambil data bahan] [Data kebutuhan bahan]
[input data penjualan]
Bagian Produks i Bagian adminis tras i
2 Data bahan
3 Data Ov erhed pabrik
4 Data Tenaga Kerja
5 Data Produk
6 Data penjualan
7 Has il ramalan
8 Has il HPP
Gambar 3.9. DFD Level 1 Proses Transaksi
3.2.8. DFD Level 1 Laporan
Data Flow Diagram Level 1 Proses Laporan menghasilkan Hasil HPP, Data
[save grafik penj ual an] [ambi l data penj ual an]
[ambi l hasi l HPP]
[Laporan bi aya produksi ] [Grafi k penj ualan] Pimpi nan
8 Hasi l HPP
6 Data penj ual an
10 Grafi k Penj ualan 3.1
M aster Laporan
Gambar 3.10. DFD Level 1 Proses Laporan
3.2.9. Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram merupakan suatu design sistem yang
digunakan untuk mempresentasikan, menentukan dan mendokumentasikan
kebutuhan-kebutuhan sistem dalam pemrosesan database.
A. CDM
B. PDM
Gambar 3.12. PDM Sistem Pendukung Keputusan
3.2.10.Perancangan Tabel
Adapun penjelasan lebih rinci mengenai table-tabel yang telah
dihasilkan dari perancangan database diatas, baik tentang field, type data ataupun
1. Nama Tabel : tUser
Fungsi : Menyimpan data user
Tabel 3.1. Tabel Bagian
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. KodeUser Text 30 PK
2. NamaUser Text 30 FK
3 PinUser Text 30
4 HakUser Text 15
2. Nama Tabel : Produk
Fungsi : Menyimpan data produk Sandal X
Tabel 3.2. Tabel Produk
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Kode Produk Text 30 PK
2. Nama Produk Text 30 FK
3. Nama Tabel : Bahan Baku
Fungsi : Menyimpan Data Bahan Baku
Tabel 3.3. Tabel Bahan Baku
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Kode Bahan Baku Text 30 PK
2. Nama Bahan Baku Text 30 FK
4. Nama Tabel : Tenaga Kerja
Fungsi : Menyimpan data Tenaga Kerja
Tabel 3.4. Tabel Tenaga Kerja
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Kode Tenaga Kerja Text 30 PK
2. Nama Tenaga Kerja Text 30 FK
5. Nama Tabel : Overhead Pabrik
Tabel 3.5. Tabel Overhead Pabrik
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Kode BOP Text 30 PK
2. Nama BOP Text 30 FK
6. Nama Tabel : Tabel Biaya Bahan Baku
Fungsi : Menyimpan Data Biaya Bahan Baku
Tabel 3.6. Biaya Bahan Baku
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Unit Bahan Baku Longinteger 30 PK
7. Nama Tabel : Tabel Biaya Tenaga Kerja
Fungsi : Menyimpan Data Biaya Tenaga Kerja
Tabel 3.7. Tabel Biaya Tenaga Kerja
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Unit Tenaga Kerja Longinteger 30 PK
8. Nama Tabel : Tabel Biaya Overhead Pabrik
Fungsi : Menyimpan Data Biaya Overhead Pabrik
Tabel 3.8. Tabel Biaya Overhead Pabrik
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Unit BOP Longinteger 30 PK
2. Jumlah BOP Currency 30 FK
3. Kode Detail Jual Text 30
9. Nama Tabel : Tabel Satuan
Fungsi : Menyimpan data Satuan
Tabel 3.9. Tabel Satuan
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Kode Satuan Text 30 PK
2. Nama Satuan Text 30 FK
10.Nama Tabel : Tabel DetJual
Fungsi : Menyimpan Data Produksi dan Penjualan
Tabel 3.10. Tabel Detjual
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Kode Detail Jual Text 30 PK
11.Nama Tabel : Tabel Penjualan
Fungsi : Menyimpan Data Penjualan
Tabel 3.11. Tabel Penjualan
No. Nama Fields Type Panjang Keterangan
1. Bulan Jual DateTime 30 PK
2. Unit Jual Long integer 30
3.2.11.Design Input/Output
Pada tahap ini dilakukan perancangan input/output untuk berinteraksi antara
user dengan sistem. Design antarmuka, halaman admin, dan halaman penjual.
3.2.11.1. Form Login
Terdapat textbox username dan password untuk login. User diminta login
terlebih dahulu jika ingin menggunakan aplikasi ini. Form login ditampilkan pada
Gambar 3.12.
Gambar 3.13. Design Form Login
3.2.11.2. Form Utama
Form ini merupakan tampilan awal saat aplikasi pertama kali dijalankan.
Menu-menu dari aplikasi ini akan muncul sesuai dengan otoritas user.
Jika user memiliki otoritas sebagai admin maka semua menu akan muncul, tetapi
jika otoritas user hanya sebagai petugas maka menu yang muncul hanyalah menu
Grafik Penjualan. Form utama seperti yang ditampilkan pada Gambar 3.13.
3.2.11.3. Form Master Admin
Form ini digunakan untuk melakukan maintenance data user. Pada form ini
dapat dilakukan save,delete dan clear data user. Admin bisa menentukan otoritas
masing-masing user apakah sebagai admin atau bukan.
Gambar 3.15. Design Form Master Admin
3.2.11.4. Form Master Satuan
Form ini digunakan untuk menginputkan kode dan nama pada data satuan.
Gambar 3.16. Design Form Master Satuan
3.2.11.5. Form Master Bahan Baku
Form ini digunakan untuk menginputkan data Bahan Baku yang dibutuhkan
selama proses produksi. Yang harus diinputkan adalah Kode, nama bahan, dan
harga bahan
Gambar 3.17. Design Form Master Bahan Baku
3.2.11.6. Form Master Tenaga Kerja
Form Master Tenaga Kerja digunakan untuk menginputkan kode, nama dan
Gambar 3.18. Desigm Form Master Tenaga Kerja
3.2.11.7. Form Master Biaya Overhead Pabrik
Form Biaya Overhead digunakan untuk menginputkan data Overhead pabrik
yang terdiri dari kode dan nama Overhead pabrik.
Gambar 3.19. Design Form Master Biaya Overhead Pabrik
3.2.11.8. Form Master Produk
Form Master Produk digunakan untuk menginputkan kode dan nama produk