• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 4.1    Persentase  Tikus  yang  Mengalami  Ptosis  Mata  Kanan  pada  Tahap  Orientasi  Pembuatan Model Tikus Stroke
Gambar 4.3    Grafik  persentase  rata-rata  penggunaan  tungkai  pada  forelimb  use  asymmetry  test (FUAT)
Tabel 4.5    Hasil Rata-rata Forelimb Placing Test pada Uji Efek Ekstrak terhadap Perilaku  Tikus Stroke
Gambar 4.4   Grafik persentase rata-rata penempatan tungkai kiri pada forelimb placing test
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil menunjukkan setelah pemberian oral ekstrak uji, hanya ekstrak air daun belimbing wuluh (45 mg/kg berat badan tikus) yang dapat memperbaiki gangguan tungkai

Campuran O1 masih dapat ditabletasi langsung akan tetapi campuran tidak homogen dan terjadi perubahan bobot tablet selama pencetakan (dosis tidak seragam sebagai akibat

Pemberian sari buah belimbing wuluh ( Averrhoa bilimbi L.) yang dicampur dengan sari buah jambu biji merah ( Psidium guajava L.) dengan dosis 21 ml/200grBB tikus/hari

Jus buah belimbing dosis 6,3 mg/kgBB, 12,6 mg/kgBB, dan 25,2 mg/kgBB lebih efektif dibandingkan dengan metformin dalam kemampuan menurunkan kadar glukosa darah tikus putih

Kesimpulan : Pemberian sari buah belimbing wuluh dengan dosis 2 ml/200gramBB/hari selama 14 hari berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah secara signifikan pada tikus yang

paniculata) dosis 60 mg/KgBB, rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza) dosis 140 mg/Kg dan kayu manis (Cinnammomum burmannii) dosis 50 mg/KgBB secara oral pada

Pemberian dosis 2,5 mg/ kg bb, 5 mg/ kg bb dan 7,5 mg/ kg bb pada mencit mengalami penurunan berat feses yang tidak terlalu signifikan, kemungkinan pada pemberian ketiga dosis

Pengamatan biodistribusi ini dilakukan pada waktu satu jam setelah penyuntikan karena pada waktu tersebut menunjukkan perbedaan yang bermakna antara penimbunan relatif