BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian4.1.1 Deskriptif Hasil Lembar Kerja
Berdasarkan rumusan masalah pada bab 1, maka data yang akan disajikan pada bab ini dadalah data tentang kemampuan komunikasi matematika siswa pada materi sistem persamaan linier dua variabel.
Data yang menunjukkan kemampuan komunikasi matematika siswa ini diperoleh melalui hasil tes dan wawancara. Tes yang dimaksudkan adalah untuk memperoleh gambaran kemampuan komunikasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal-soal cerita yang berkaitan dengan system persamaan linier dua variabel. Tes dalam dalam penelitian ini terlihat sulit bagi sebagian siswa dan terlihat mudah bagi sebagian siswa. Namun bila dirata-ratakan, kemampuan komunikasi matematika siswa sudah cukup baik. Kemudian dari hasil tes yang di peroleh, di pilih siswa yang akan di wawancarai dan lembar jawaban dari masing-masing siswa tersebut di jadikan pedoman dalam wawancara.
Deskripsi kemampuan komunikasi matematika siswa untuk tiap indicator dijabarkan sebagai berikut:
a. Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematik
Kemampuan menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa matematika, yang dimaksud yaitu kemampuan siswa dalam mengidentifikasi hal-hal yang diketahui dan yang ditanyakan, serta mencari hubungan antara data yang belum diketahui sehingga terbentuk suatu model matematika. Berikut ini data hasil kemampuan siswa dalam Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematik.
Table 4.1 kemampuan Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematik
Kategori kemampuan Jumlah siswa Presentase relative Sangat mampu (≥85%) 2 9 Mampu (75% - 84%) 12 52 Cukup (65% - 74%) 3 13 Kurang (50% - 64%) 4 17 Tidak mampu (< 50 %) 2 9 Jumlah 23 100 Rata-rata 71.73913
b. Menuliskan penjelasan dari jawaban permasalahannya secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis dan sistematis.
Menuliskan penjelasan dari jawaban permasalahan secara matematik, msuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis, yaitu menyelesaikan model matematika dengan mengikuti langkah-langkah penyelesaian dari model matematika tersebut. Berikut ini data hasil kemampuan siswa dalam Menuliskan penjelasan dari jawaban permasalahannya secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis dan sistematis.
Table 4.2 kemampuan Menuliskan penjelasan dari jawaban permasalahannya secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis dan sistematis
Kategori kemampuan Jumlah siswa Presentase relative Sangat mampu (≥85%) 5 35 Mampu (75% - 84%) 7 30 Cukup (65% - 74%) 4 18 Kurang (50% - 64%) 3 13 Tidak mampu (< 50 %) 1 4 Jumlah 23 100 Rata-rata 76,52174
c. Menarik kesimpulan dari pernyataan
Setelah siswa mampu menyelesaikan model matematika dengan baik, langkah terakhir dari penyelesaian masalah ini adalah siswa mampu menarik kesimpulan yang di peroleh dari hasil penyelesaian masalah tersebut. Berikut ini data hasil kemampuan siswa dalam Menarik kesimpulan dari pernyataan. Table 4.3 kemampuan Menarik kesimpulan dari pernyataan
Kategori kemampuan Jumlah siswa Presentase relative Sangat mampu (≥85%) 9 39 Mampu (75% - 84%) 6 26 Cukup (65% - 74%) 1 4 Kurang (50% - 64%) 4 18 Tidak mampu (< 50 %) 3 13 Jumlah 23 100 Rata-rata 76,08696
d. Deskripsi kemampuan komunikasi matematika.
Deskripsi kemampuan komunikasi matematika siswa secara keseluruhan meliputi Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematik, kemampuan Menuliskan penjelasan dari jawaban permasalahannya secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun
secara logis dan sistematis, dan kemampuan Menarik kesimpulan dari pernyataan. Berikut ini data hasil kemampuan komunikasi matematika siswa.
Table 4.3 kemampuan komunikasi matematika siswa
Kategori kemampuan Jumlah siswa Presentase relative Sangat mampu (≥85%) 8 35 Mampu (75% - 84%) 5 22 Cukup (65% - 74%) 4 17 Kurang (50% - 64%) 4 17 Tidak mampu (< 50 %) 2 9 Jumlah 23 100 Rata-rata 74,78261 4.1.2 Deskripsi Wawancara
Untuk memperoleh informasi yang akurat tentang kemampuan komunikasi mtematika siswa pada materi sistem persamaan linier dua variabel maka dilakukan wawancara. Mengingat keterbatasan waktu, biaya dan kemampuan penulis maka untuk keperluan analisis data peneliti membatasi pada lingkup subjek penelitian yang berjumlah 6 orang siswa masing-masing 2 orang siswa untuk kategori kemampuan komunikasi matematika tinggi, 2 orang siswa untuk kategori kemampuan komunikasi matematika sedang, dan 2 orang siswa untuk kategori kemampuan
komunikasi matematika rendah. Adapun hasil wawancara peneliti dengan subjek pada setiap butir soal adalah sebagai berikut:
1. Subjek 1 (Kode SP-1)
Dari hasil wawancara peneliti dengan subjek terkait dengan hasil pekerjaan subjek pada soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5, diperoleh bahwa subjek mampu menyebutkan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan dalam soal. Subjek juga mampu menyelesaiakan soal yang diberikan disertai dengan alasan yang tepat, dan dalam wawancara subjek juga mampu menjelaskan jawaban permasalahannya secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis dan sistematis. Namun terkait dengan langkah-langkah penyelesaian pada soal nomor 3, subjek keliru dalam melakukan perhitungan, sehingga mempengaruhi hasil akhir dan tentu saja berdampak pada pengambilan kesimpulan dari jawaban yang diperoleh. kesimpulan dari jawaban yang sudah diperoleh. Namun terkait dengan soal-soal yang lain subjek mampu menarik menarik kesimpulan dengan benar.
Cuplikan wawancara untuk soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5 pada SP-1 dapat dilihat pada lampiran 4.
2. Subjek 2 (Kode SP-2)
Dari hasil wawancara peneliti dengan subjek terkait dengan hasil pekerjaan subjek pada soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5, diperoleh bahwa subjek
mampu menyatakan masalah sehari-hari kedalam simbol matematika sebab subjek mampu menyebutkan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan dalam soal dan dapat membuat model matematika dari soal cerita yang diberikan. Subjek juga mampu menjelaskan jawaban permasalahannya secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis dan sistematis serta subjek mampu memberikan kesimpulannya.
Cuplikan wawancara untuk soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5 pada SP-2 dapat dilihat pada lampiran 4.
3. Subjek 3 (Kode SP-3)
Dari hasil wawancara peneliti dengan subjek, terkait hasil pekerjaan subjek pada soal nomor 1 sampai dengan nomor 3 diperoleh bahwa subjek mampu menyatakan masalah sehari-hari dalam symbol matematika. Hal ini terlihat dari kemampuan subjek dalam menyebutkan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan dalam soal sampai memperoleh model matematika dari soal cerita yang diberikan. Namun setelah memperoleh model matematika, subjek kurang mampu menjelaskan jawaban permasalahannya secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis dan sistematis. Akan tetapi apabila subjek melihat hasil akhir dari penyelesaian soal tersebut, subjek mampu menarik kesimpulan dari hasil yang diperoleh tersebut.
Pada soal nomor 4 dan nomor 5 subjek mampu menyatakan hal-hal yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal, namun subjek kurang mampu membuat model matematika dari soal cerita yang diberikan .Kemudian untuk menjelaskan langkah-langkah penyeleaian soal subjek mampu menjelaskan langkah-langkah penyelesaian soal menggunakan metode gabungan (substitusi dan eliminasi) dengan secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis dan sistematis serta mampu menarik kesimpulan dari hasil yang diperoleh.
Cuplikan wawancara untuk soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5 pada SP-3 dapat dilihat pada lampiran 4.
4. Subjek 4 (Kode SP-4)
Dari hasil wawancara peneliti dengan subjek, terkait hasil pekerjaan subjek pada soal nomor 1 sampai dengan nomor 3 diperoleh subjek mampu menyatakan masalah sehari-hari dalam symbol matematikal sebab mampu menyebutkan semua hal yang diketahui dan ditanyakan dal soal serta membuat model matematikanya. Sama halnya dengan SP-3, subjek ini juga kurang mampu dalam menjelaskan langkah-langkah penyelesaian secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis dan sistematis, namun mampu menyatakan kesimpulan dari hasil yang di peroleh. Sedangkan untuk soal nomor 4 dan soal nomor 5 subjek mengaku belum bisa memodelkan soal cerita yang seperti ini sebab subjek belum bisa memahami soal dengan baik. Namun apabila sudah dilihat model matematikanya, subjek mampu
menjelaskan penyelesaian dari soal tersebut dengan baik dan mampu menarik kesimpulan.
Cuplikan wawancara untuk soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5 pada SP-4 dapat dilihat pada lampiran 4.
5. Subjek 5 (Kode SP-5)
Dari hasil wawancara peneliti dengan subjek terkait dengan hasil pekerjaanya, diperoleh pada soal nomor 1 sampai dengan nomor 4 subjek kurang mampu dalam menyatakan masalah sehari-hari kedalam simbol matematika. Subjek hanya mamapu menyebutkan hal-hal yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal. Untuk langkah penyelesaian sampai penarikan kesimpulan, subjek tidak mampu menjelaskannya. Sedangkan untuk soal nomor 5 subjek mengaku belum bisa mengerjakan soal tersebut karena dinilai sulit.
Cuplikan wawancara untuk soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5 pada SP-5 dapat dilihat pada lampiran 4.
6. Subjek 6 (Kode SP-6)
Dari hasil wawancara peneliti dengan subjek terkait dengan hasil pekerjaanya, diperoleh pada soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5 subjek mengaku hanya bisa menyebutkan hal-hal yang diketahui dan yang di tanyakan dalam soal. Walaupun pada lembar jawaban subjek menuliskan langkah penyelesaian dan memberikan kesimpulan. Namun subjek mengaku hasil pekerjaannya bukan hasil
kerjanya sendiri melainkan hasil contekan dari teman. Hal ini juga terlihat dari langkah-langkah penyelesaiannya yang tidak masuk akal, dan jelas serta tidak tersusun secara logis dan sistematis
Cuplikan wawancara untuk soal nomor 1 sampai dengan soal nomor 5 pada SP-6 dapat dilihat pada lampiran 4.
Dari uraian hasil wawancara peneliti dengan keenam subjek di atas dapat disimpulkan bahwa subjek 1 dan subjek 2 memiliki kemampuan komunkasi matematika tinggi sebab kedua subjek tersebut memenuhi ketiga indikator dalam komunikasi matematika, subjek 3 dan 4 memiliki kemampuan komunikasi matematika yang cukup sebab hanya memenuhi 2 indikator saja yaitu menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk simbol matematika dan menarik kesimpulan, sedangkan untuk subjek 5 dan 6 memiliki kemampuan komunikasi rendah, sebab hanya mampu menyatakan hal-hal yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal.
4.2 Pembahasan
Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu syarat yang memegang peranan penting karena membantu dalam proses penyusunan pikiran, menghubungkan gagasan dengan gagasan lain sehingga dapat mengisi hal-hal yang kurang dalam seluruh jaringan gagasan siswa.
Kemampuan komunikasi matematika merupakan hal yang sangat penting dan perlu ditingkatkan dalam pembelajaran matematika karena komunikasi bisa
membantu pembelajaran siswa tentng konsep matematika ketika mereka memerankan situasi, menggambar, menggunakan objek, memberikan laporan dan penjelasan verbal. Selain itu komunikasi matematika perlu ditumbuhkembangkan dikalangan siswa karena tidak hanya sekedar alat bantu, alat untuk menemukan pola, menyelesaikan masalah atau mengambil kesimpulan, tetapi juga sebagai suatu alat yang berharga untuk mengkomuniksikan berbagai ide secara jelas, tepat, dan cermat serta sebagai aktivitas sosial dalam pembelajaran matematika dan juga sebagai wahana interaksi antar siswa dan juga komunikasi antar guru dan siswa.
Penelitian yang dilakukan di Kelas VIII SMP Negeri 1 Limboto ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan komunikasi matematika siswa pada materi system persamaan linier dua variabel. Untuk memperoleh gambaran tersebut maka peneliti memberikan tes pada 23 orang siswa yang telah dipilih sebagai sampel, dan wawancara pada 6 orang siswa yang ditetapkan berdasarkan skor yang diperoleh, yaitu yang berkategori kemampuan tinggi 2 orang siswa, sedang 2 orang siswa dan rendah 2 orang siswa.
Dari hasil tes dan wawancara diperoleh rata-rata kemampuan siswa pada setiap indikator adalah sebagai berikut:
1. Kemampuan menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa matematika Pada indikator ini yang mampu menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa matematika dan yang mampu menuliskan semua hal yang
diketahui dan ditanyakan dalam soal sebanyak 61% orang siswa, yang kurang mampu atau hanya menuliskan sebagian dari hal yang diketahui maupun yang ditanyakan sebanyak 30% orang siswa, dan yang tidak mampu mengenal masalah atau yang tidak memberikan jawaban sebanyak 9% orang siswa.
Berdasarkan hasil wawancara dari 6 subjek, diperoleh 4 subjek mampu menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa matematika dan yang mampu menuliskan semua hal yang diketahui dan ditanyakan dalam soal yaitu subjek yang memiliki yaitu siswa yang memiliki kemampuan komunikasi tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan komunikasi sedang. Namun untuk subjek yang memiliki kemampuan komunikasi sedang, tidak semua soal bisa di buat model matematikanya. Ada beberapa soal yang subjek hanya bisa menyatakan hal-hal yang diketahui dan yang di tanyakan dalam soal. Sedangkan untuk 2 subjek yang memiliki kemampuan komunikasi matematika rendah hanya bisa menyatakan hal-hal yang diketahui dan yang ditanyakan untuk semua soal.
2. Kemampuan menulis penjelasan dari jawaban permasalahan secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis.
Pada indikator ini siswa yang mampu menulis atau menyelesaikan soal dengan langkah-langkah yang benar, masuk akal dan sistematis sebanyak 35% oang siswa, yang menyelesaikan dengan langakah-langkah yang benar namun tidak sistematis sebanyak 30% orang siswa, yang menyelesaikan
dengan langkah yang tidak benar dan tidak sistematis sebanyak 31% orang siswa, dan yang tidak mampu menganalisis atau tidak menuliskan penyelesaian sebanyak 4% orang siswa.
Berdasarkan hasil wawancara pada indikator ini diperoleh bahwa hanya subjek yang memiliki kemampuan komunikasi matematika tinggi yang mampu memberikan penjelasan dari jawaban permasalahan secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis untuk semua soal yang diberikan. Dan untuk subjek yang memiliki kemampuan komunikasi matematika sedang, hanya mampu menjelaskan langkah-langkah penyelesaian dari 2 soal yang menggunakan metode gabungan substitusi dan eliminasi. Sedangkan untuk subjek yang memiliki kemampuan komunikasi rendah, tidak mampu dalam memberikan penjelasan dari jawaban permasalahan secara matematik, masuk akal, dan jelas serta tersusun secara logis untuk semua soal yang diberikan.
3. Kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan
Pada indikator ini siswa yang mampu menarik kesimpulan sebanyak 65% orang siswa, yang kurang mampu menarik kesimpulan sebanyak 22% orang siswa, dan yang tidak mampu memberikan kesimpulan sebanyak 13% orang siswa.
Berdasarkan hasil wawancara pada indikator ini diperoleh bahwa subjek yang mampu dalam menarik kesimpulan dari pernyataan yaitu subjek yang mempuanyai kemampuan komunikasi tinggi dan rendah.
Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan komunikasi rendah, tidak mampu memberika kesimpulan dari pernyataan.