• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr. I G A PutriKartika, S.H, M.H ( NIDN: ) Prof. Dr. Ibrahim R., SH., MH. (NIDN: )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dr. I G A PutriKartika, S.H, M.H ( NIDN: ) Prof. Dr. Ibrahim R., SH., MH. (NIDN: )"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Dr. I G A Putri Kartika, S.H, M.H ( NIDN: 0031036602 )

Prof. Dr. Ibrahim R., SH., MH. (NIDN:0028115506)

(3)

JUDUL

PENGAWASAN TERHADAP ORANG ASING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCEGAH TERJADINYA TINDAK

PIDANA NARKOTIKA PIDANA NARKOTIKA

(4)

Latar Belakang

Secara geografis wilayah Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau yang mempunyai jarak yang dekat,

bahkan berbatasan langsung dengan Negara tetangga berdampak pada lalu lintas keluar masuknya warga berdampak pada lalu lintas keluar masuknya warga negara asing ke Indonesia.

(5)

Meningkatnya kejahatan internasional atau tindak pidana transnasional berdampak secara signifikan terhadap meningkatnya tindak pidana narkotika di terhadap meningkatnya tindak pidana narkotika di

Indonesia. Tindak pidana narkotika banyak dilakukan dengan menggunakan modus operandi yang tinggi

seperti teknologi canggih, didukung oleh jaringan

organisasi yang luas, dan sudah banyak menimbulkan korban yang merugikan dan membahayakan

(6)

Kondisi ini sangat menghawatirkan, korban meluas kesemua lapisan masyarakat seperti pejabat, artis dan terutama di kalangan anak-anak, remaja, dan generasi muda pada umumnya. 50% penghuni lembaga

muda pada umumnya. 50% penghuni lembaga

pemasyarakatan disebabkan oleh kasus narkotika. Berita kriminal di media masa, baik media cetak maupun elektronik dipenuhi oleh berita

(7)

Dalam rangka mencegah dan memberantas

penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dilakukan secara terorganisasi dan memiliki jaringan yang luas melampaui batas negara yang sangat

yang luas melampaui batas negara yang sangat merugikan dan membahayakan kehidupan

masyarakat, bangsa, dan negara diperlukan pengawasan terhadap orang asing.

(8)

Negara manapun di Dunia tidak ingin di wilayahnya terdapat orang-orang yang terlibat tindak pidana

transnasional terkait narkotika. Oleh karena itu penting untuk dilakukan penelitian tentang

pengawasan terhadap orang asing terkait tindak pengawasan terhadap orang asing terkait tindak

pidana narkotika untuk mencegah terjadinya tindak pidana narkotika yang sangat merugikan dan

membahayakan baik perseorangan, masyarakat, bangsa dan Negara yang berdampak pada

melemahnya nilai-nilai sosial budaya dan melemahnya ketahanan nasional.

(9)

Rumusan Masalah

Siapa yang berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing terkait tindak pidana narkotika. Bagaimana pengawasan terhadap orang asing terkait dengan tindak pidana narkotika.

(10)

Tujuan Penelitian

Memahami dan menjelaskan siapa lembaga yang berwenang dalam hal pengawasan terhadap orang asing terkait tindak pidana narkotika.

Mengkaji dan menganalisis untuk menentukan Mengkaji dan menganalisis untuk menentukan bagaimana pengawasan terhadap orang asing dilakukan terkait tindak pidana narkotika.

(11)

Manfaat Penelitian

1 Penelitian ini merupakan respon terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat, khususnya dengan banyaknya tindak pidana yang bersifat transnasional khususny narkotika yang tidak saja meresahkan

masyarakat tetapi merugikan perseorangan, masyarakat, bangsa dan negara dan juga berdampak pada melemahnya nilai-nilai sosial budaya dan ketahanan nasional, sehingga penting untuk meneliti lebih jauh tentang pengawasan terhadap orang asing untuk mencegah terjadinya dan ketahanan nasional, sehingga penting untuk meneliti lebih jauh tentang pengawasan terhadap orang asing untuk mencegah terjadinya tindak pidana narkotika.

2 Bagi peneliti diharapkan dapat menambah dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan bobot keilmuan terkait dengan pengawasan

terhadap orang asing dalam hal tindak pidana narkotika sehingga dapat disampaikan kepada peserta didik serta menjadi dasar untuk dilakukannya penelitian lebih lanjut terkait dengan topik penelitian ini.

(12)

3 Bagi Praktisi melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan sehingga terbuka wawasan tentang bagaimana melakukan pengawasan terhadap orang asing terkait tindak pidana narkotika, serta

menerapkan hukum yang tepat apabila dihadapkan pada menerapkan hukum yang tepat apabila dihadapkan pada suatu kasus yang konkrit sebagaimana dibahas dalam

penelitian ini.

4 Hasil penelitian ini diharapkan dapat membawa manfaat keilmuan mengenai pengawasan terhadap orang asing terkait tindak pidana narkotika sehingga berguna bagi

pemerintah dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan.

(13)

Urgensi Penelitian

Penelitian ini penting dilakukan dalam rangka membantu pemerintah mencari solusi dalam pencegahan terhadap

tindak pidana narkotika. Pengawasan terhadap orang asing sebagai upaya untuk mencegah tindak pidana narkotika sangat urgen dilakukan karena pengawasan merupakan langkah preventif untuk memaksakan kepatuhan. Melalui sangat urgen dilakukan karena pengawasan merupakan langkah preventif untuk memaksakan kepatuhan. Melalui pengawasan kegiatan orang asing dapat dipantau lebih dini yaitu dilakukan pada saat mereka masuk, dan juga selama mereka berada diwilayah Indonesia. Dari sudut pandang hukum administrasi, pengawasan merupakan fungsi

pertama dari wewenang penegakan hukum administrasi. Pengawasan preventif adalah pengawasan yang bersifat mencegah. Mencegah artinya jangan sampai kegiatan tindak pidana narkotika terjadi.

(14)

TINJAUAN PUSTAKA

Berdasarkan ketentuan BAB 1 Ketentuan Umum Pasal 1 angka 9 ditentukan Orang Asing adalah “Orang

yang bukan warga negara Indonesia”. Begitu juga yang bukan warga negara Indonesia”. Begitu juga berdasarkan pendapat dari Starke, bahwa “Orang Asing adalah semua orang yang bukan warga negara

(15)

NARK0TIKA

Berdasarkan ketentuan Bab I Ketentuan umum Pasal 1 UU No. No 35 tahun 2009 tentang Narkotika

menentukan , “ Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik

berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat

menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

(16)

Ketergantungan Narkotika adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan

Narkotika secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan

meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan/atau

dihentikan secara tiba-tiba, menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

(17)

Kegiatan mengimpor, mengekspor, memproduksi, menanam, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menggunakan Narkotika tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama serta

pengawasan yang ketat dan seksama serta

bertentangan dengan peraturan perundang-undangan merupakan tindak pidana Narkotika

(18)

Konsep Tindak Pidana

Menurut Sudarto, secara dogmatis masalah pokok yang berhubungan dengan hukum pidana adalah

membicarakan tiga hal, yaitu: perbuatan yang dilarang

perbuatan yang dilarang

orang yang melakukan perbuatan yang dilarang itu; pidana yang diancamkan terhadap pelanggar larangan itu.

(19)

Tindak pidana

Tindak pidana adalah perbuatan melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang oleh peraturan perundang-undangan dinyatakan sebagai perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana.

(20)

Dalam KUH Pidana yang berlaku sekarang ini, tindak pidana di bagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu

kejahatan dan pelanggaran. Tidak ada kriteria yang digunakan untuk mengelompokkan dua bentuk

tindak pidana, namun orang beranggapan bahwa tindak pidana, namun orang beranggapan bahwa

kejahatan tersebut adalah perbuatan-perbuatan atau tindak pidana yang berat, dan pelanggaran itu adalah perbuatan-perbuatan atau tindak pidana yang lebih ringan, hal ini juga didasari bahwa kejahatan

umumnya sanksi yang diancamkan lebih berat

(21)

Pengawasan

Pengawasan merupakan faktor yang sangat penting dalam penegakan hukum. Dalam konsep hukum administrasi, pengawasan adalah bagian dari

penegakan hukum. Pengawasan dimaksudkan sebagai penegakan hukum. Pengawasan dimaksudkan sebagai langkah preventif untuk memaksakan agar orang

mematuhi ketentuan yang ada, sedangkan sanksi merupakan langkah refresif untuk memaksakan kepatuhan warga masyarakat terhadap hukum.

(22)

Pengawasan adalah sarana penegakan hukum yang sifatnya preventif, guna untuk memastikan peraturan perundang-undangan telah ditaati. Pengawasan ini ditujukan kepada pemberian penerangan dan saran ditujukan kepada pemberian penerangan dan saran serta upaya untuk meyakinkan seseorang dengan bijaksana agar beralih dari suasana pelanggaran ke tahap pemenuhan aturan.

(23)

METODE PENELITIAN

Pendekatan Masalah

Penelitian tentang Pengawasan terhadap Orang Asing terkait tindak pidana narkotika ini merupakan penelitian hukum normatif. Sebagai penelitian hukum normatif, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konsep

(conceptual approach). Hal ini dilakukan untuk mencari pemecahan atas permasalahan hukum yaitu siapa yang berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing terkait tindak pidana dan bagaimana pengawasan

tersebut dilakukan. Hasil yang dicapai adalah memberikan preskripsi mengenai apa yang seharusnya atas isu hukum yang diajukan

(24)

Sumber Bahan Hukum.

Karakteristik utama penelitian ilmu hukum normatif dalam melakukan pengkajian hukum salah satunya adalah sumber utamanya yaitu bahan hukum bukan adalah sumber utamanya yaitu bahan hukum bukan data atau fakta sosial, karena dalam penelitian ilmu hukum normatif yang dikaji adalah bahan hukum yang berisi aturan-aturan yang bersifat normatif.

(25)

Bahan-bahan hukum tersebut adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yang dimaksud adalah peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengawasan

terhadap Orang asing terkait tindak pidana narkotika. terhadap Orang asing terkait tindak pidana narkotika. Bahan hukum sekunder yang digunakan dalam

penelitian ini adalah buku-buku ilmu hukum, hasil-hasil penelitian ilmu hukum, jurnal ilmiah ilmu

hukum dan artikel ilmiah hukum khususnya berkait dengan pengawasan terhadap Orang asing terkait tindak pidana narkotika

(26)

Teknik Pengumpulan Bahan

Hukum.

Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui penelitian kepustakaan

(library research) untuk mendapatkan konsepsi teori atau doktrin, pendapat atau pemikiran konseptual dari

penelitian terdahulu yang berhubungan dengan telaah penelitian ini. Dilakukan prosedur identifikasi serta penelitian terdahulu yang berhubungan dengan telaah penelitian ini. Dilakukan prosedur identifikasi serta

inventarisasi bahan-bahan hukum primer dan sekunder secara cermat. Atas bahan-bahan yang terkumpul

dilakukan klasifikasi secara sistematis sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Klasifikasi

dimaksudkan untuk melakukan penilaian bahan hukum berdasar tema-tema analisis yang relevan dengan

(27)

Analisis terhadap bahan hukum dilakukan melalui proses penalaran hukum (legal reasoning) yang logis sistematis. Penalaran hukum juga bertumpu pada aturan berfikir yang dikenal dalam logika. Namun demikian penggunaan logika dalam ilmu hukum mengandung ciri khas yang berkenaan dengan hakikat hukum (the nature of law), sumber hukum (the sources of laws) dan jenis hukum (the kinds of laws).

sumber hukum (the sources of laws) dan jenis hukum (the kinds of laws).

Pembahasan dalam penelitian ini dilakukan melalui pengkajian deskriptif analisis dengan maksud untuk menelaah konsep-konsep hukum yang mencakup pengertian-pengertian hukum, norma-norma hukum dan sistem hukum yang berkaitan dengan pengawasan

terhadap orang asing terkait tindak pidana narkotika. Untuk menjawab masalah digunakan kontruksi hukum dan juga Interpretasi dalam

(28)

SIMPULAN

Terdapat beberapa lembaga yang berwenang untuk

melakukan pengawasan terhadap orang asing yang masuk kewilayah negara Indonesia yaitu berdasarkan

Undang-undang nomor 8 Tahun 1981 Pasal 4 jo. Pasal 6 adalah Polri sebagai penyelidik dan penyidik tindak pidana,

berdasarkan UU no 6 tahun 2011 yaitu Keimigrasian. sebagai penyelidik dan penyidik tindak pidana,

berdasarkan UU no 6 tahun 2011 yaitu Keimigrasian.

Penyidik pegawai negeri sipil dilingkungan Ditjen Imigrasi dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan secara

independen bahkan dapat melakukan proses penghentian penyidikan dan berdasar UU Narkotika Pasal 61 yang

menentukan Pemerintah melakukan Pengawasan terhadap kegiatan yang berkait dengan narkotika. Konflik ini

berdampak terhadap sulitnya integrasi peradilan yang dilakukan dan kesulitan dalam melakukan pengawasan.

(29)

2 Pengawasan terhadap orang asing dilakukan tidak saja pada saat mereka masuk tetapi juga selama mereka

berada di Indonesia beserta kegiatannya. Pengawasan mencakup penegakan hukum baik yang bersifat

mencakup penegakan hukum baik yang bersifat administratif dan tindak pidana. Tindak pidana

keimigrasian bersifat khusus sehingga hukum formal dan hukum material berbeda dengan hukum pidana umum.

(30)

Saran

Diperlukan instrumen hukum dan koordinasi yang kuat dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing untuk mencegah terjadinya tindak pidana

narkotika yang sangat merugikan, membahayakan dan narkotika yang sangat merugikan, membahayakan dan melemahkan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

Kepentingan nasional adalah kepentingan seluruh rakyat Indonesia sehingga partisipasi masyarakat

sangat diperlukan untuk melaporkan orang asing yang diketahui atau diduga melakukan tindak pidana

(31)

DAFTAR PUSTAKA

H. Hamdan, Tindak Pidana Pencemaran Lingkungan Hidup, Mandar Maju, Bandung, Tahun 2000.

Irving M. Copi, Introduction to logic dalam P. M. Hadjon,

Pengkajian Ilmu Hukum Dogmatik (Normatif), Yuridika, Pengkajian Ilmu Hukum Dogmatik (Normatif), Yuridika,

No. 6 Tahun XI November-Desember 1994.

Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Prenada Media, Jakarta, 2005.

Starke, Pengantar hukum Internasional, Jilid I, Sinar Grafika, Jakarta, Tahun 1998.

Sudarto, Hukum Pidana dan perkembangan Masyarakat, Sinar baru, bandung Tahun 1983.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang berjudul “ BENTUK PENGAWASAN BEBAS VISA KUNJUNGAN SINGKAT (BVKS) OLEH KANTOR KEIMIGRASIAN KEPADA WARGA NEGARA ASING YANG TINGGAL DI INDONESIA ”

Mata  kuliah  Metode  Penelitian  dan  Penulisan  Hukum  berfungsi  untuk  mempersiapkan  mahasiswa  agar  dapat  menyelesaikan  tugas  akhirnya 

Pasal 14 Ayat (3): “Dalam menentukan tindak pidana yang dituduhkan padanya, setiap orang berhak atas jaminan-jaminan minimal berikut ini, dalam persamaan yang penuh: (i)

 Ketepatan dalam menerapkan pemecahan masalah yang terkait dengan K3 di industri, menguraikan konsep K3 dalam dunia industri, dan merancang program kerja kegiatan

SKRIPSI Perlindungan Hukum Dalam Putusan Hakim Mengenai Penerapan Sanksi Anak Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang Gita Ayu Sartika Candra... Sus /

Kesimpulan akhir dari skripsi ini adalah dalam hukum pidana Islam, overmacht tidak dapat menghapuskn hukuman terhadap tindak pidana pembunuhan dan penjatuhan

Setelah dalam pembahasan sebelumnya telah diidentifikasi mengenai permasalahan yang terkait dengan penanggulangan bencana di Kota Malang dan kajian produk – produk hukum

Pengaturan lain mengenai penyadapan terdapat dalam Pasal 12 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang