Dengan menggunakan Tahun Dasar 2007=100, pada bulan Juli 2011 Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,91 persen. Hal yang sama dialami Kota Dumai dengan inflasi juga sebesar 0,91 persen.
Inflasi Kota Pekanbaru dan Dumai masing-masing menduduki peringkat ke 6 dan 7 se- Sumatera dari 16 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), serta pada peringkat ke 18 dan 19 dari 66 kota di Indonesia. Semua kota di Sumatera mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 1,16 persen, dan terendah di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,10 persen. Inflasi tertinggi di Indonesia terjadi di Kota Manokwari sebesar 2,56 persen dan terendah di Kota Banjarmasin sebesar 0,03 persen, sedangkan deflasi hanya terjadi di Kota Ambon sebesar 1,20 persen.
Inflasi Kota Pekanbaru disebabkan oleh peningkatan indeks pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 2,63 persen, kelompok bahan makanan sebesar 1,83 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,06 persen, kelompok sandang sebesar 0,62 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,01 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan Inflasi Kota Pekanbaru antara lain: rokok kretek filter dengan andil sebesar 0,12 persen, beras sebesar 0,09 persen, telur ayam ras dan rekreasi masing-masing sebesar 0,08 persen, bawang merah 0,07 persen, daging ayam ras sebesar 0,05 persen, ikan patin dan mie masing-masing 0,04 persen, ikan serai, emas perhiasan, rokok putih, kentang dan bimbingan belajar masing-masing 0,03 persen.
Sebaliknya ada beberapa komoditas yang mengalami deflasi antara lain: ikan mujair dan minyak goreng dengan andil masing-masing sebesar 0,02 persen, bawang putih, mobil dan bayam masing-masing sebesar 0,01 persen.
Laju inflasi tahun kalender 2011 (Januari-Juli 2011) sebesar 2,12 persen dan inflasi “year on year” (Juli 2011 terhadap Juli 2010) di Kota Pekanbaru sebesar 4,90 persen.
l
No. 32/08/14/Th. XII, 1 Agustus 2011
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
JULI 2011 KOTA PEKANBARU MENGALAMI INFLASI 0,91
PERSEN
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Riau, BPS Kota Pekanbaru dan BPS Kota Dumai di beberapa pasar tradisional serta pasar swalayan, perkembangan harga eceran beberapa komoditas pada bulan Juli 2011 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Di Kota Pekanbaru pada bulan Juli 2011 terjadi inflasi
125,70 pada Juli 2011. Laju inflasi tahun kalender 2011 (Januari-Juli 2011) sebesar 2,12 persen dan inflasi “year on year” (Juli 2011 terhadap Juli 2010) sebesar 4,90 persen. Kota Dumai juga mengalami inflasi sebesar 0,91 pada bulan Juli 2011, dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,35 persen dan inflasi “year on year” sebesar 3,34 persen.
In
flasi Kota Pekanbaru disebabkan oleh peningkatan indeks padakelompok pendidikan, rekreasi dan
olahraga sebesar 2,63 persen, kelompok bahan makanan sebesar 1,83 persen, kelompok makanan jadi,
minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,06 persen, kelompok sandang sebesar 0,62 persen, kelompok
perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04
persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,01 persen.
Tabel 1.
Laju Inflasi/Deflasi Kota Pekanbaru, Tahun Kalender 2011 dan Juli 2011 Terhadap Juli 2010 menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)
IHK IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Inflasi Juli 2010 Desember 2010 Juni 2011 Juli 2011 Juli 2011 1) Tahun Kalender 2011 2) Tahun ke Tahun 3) (%) (%) (%) [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] U m u m 119,83 123,09 124,57 125,70 0,91 2,12 4,90 1 Bahan Makanan 136,81 141,18 139,66 142,21 1,83 0,73 3,95
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 127,80 130,95 134,48 135,90 1,06 3,78 6,34
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 114,17 117,11 118,85 118,99 0,12 1,61 4,22
4 Sandang 125,76 132,53 135,26 136,10 0,62 2,69 8,22
5 Kesehatan 110,66 111,54 118,96 119,01 0,04 6,70 7,55
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 113,74 120,92 121,34 124,53 2,63 2,99 9,49
7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan 99,62 99,98 101,10 101,11 0,01 1,13 1,50
Kelompok Pengeluaran [1]
Tabel 2.
Andil Inflasi menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Pekanbaru Bulan Juli 2011
Pekanbaru Dumai
[1] [2]
U M U M 0,91 0,91
1. Bahan Makanan 0,46 0,58
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,22 0,09
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,03 0,15
4. Sandang 0,05 0,06
5. Kesehatan 0,00 0,02
6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,15 0,01
7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,00 -0,01
Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi Juli 2011 (%)
1) Kolom (6) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2011 terhadap IHK bulan Juni 2011 2) Kolom (7) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2011 terhadap IHK bulan Desember 2010 3) Kolom (8) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2011 terhadap IHK bulan Juli 2010
Gambar 1.
Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Pekanbaru, Dumai dan Nasional Juli 2010 – Juli 2011 (%) 1.59 0.45 -0.22 -0.02 1.16 1.33 2.01 0.06 -0.55 -0.92 0.14 0.48 0.91 -3 -2 -1 0 1 2 3 4
Jul-10 Aug-10 Sep-10 Oct-10 Nov-10 Dec-10 Jan-11 Feb-11 Mar-11 Apr-11 May-11 Jun-11 Jul-11
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1.
Bahan Makanan
Pada bulan Juli 2011, Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 1,83 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 139,66 pada Juni 2011 menjadi 142,21 pada Juli 2011. Dari sebelas subkelompok dalam kelompok bahan makanan, delapan subkelompok mengalami inflasi, dan tiga subkelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 3,96 persen dan deflasi tertinggi terjadi pada subkelompok lemak dan minyak sebesar 0,88 persen.
Sumbangan kelompok bahan makanan terhadap total inflasi Pekanbaru pada Juli 2011 sebesar 0,46 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi Juli 2011 antara lain: beras dengan andil sebesar 0,09 persen, telur ayam ras 0,08 persen, bawang merah 0,07 persen, daging ayam ras 0,05 persen, ikan patin 0,04 persen, ikan serai dan kentang masing-masing sebesar 0,03 persen, cabe merah dan tongkol masing-masing 0,02 persen, daging sapi, kol putih/kubis, kangkung, semangka, ikan selar dan jengkol masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain ikan mujair dan minyak goreng dengan andil masing-masing sebesar 0,02 persen, bawang putih dan bayam dengan andil masing-masing sebesar 0,01 persen.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau
Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau pada Juli 2011 mengalami inflasi sebesar 1,06 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 134,48 pada Juni 2011 menjadi 135,90 pada Juli 2011.
Dalam kelompok ini, ketiga subkelompok mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 3,25 persen, selanjutnya subkelompok makanan jadi sebesar 0,39 persen dan subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,12 persen.
Pada Juli 2011 kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,22 persen, dengan sumbangan terbesar dari komoditas rokok kretek filter sebesar 0,12 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar pada bulan Juli 2011 mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, atau terjadi peningkatan indeks harga dari 118,85 pada Juni 2011 menjadi 118,99 pada Juli 2011.
Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, tiga subkelompok mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi pada subkelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,33 persen, diikuti subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,11 persen dan subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,05 persen. Sedangkan subkelompok perlengkapan rumah tangga tidak mengalami perubahan.
Pada Juli 2011 kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen dengan sumbangan terbesar dari komoditas semen dan jasa pembuangan sampah, masing-masing sebesar 0,01 persen.
4. Sandang
Kelompok Sandang pada Juli 2011 mengalami inflasi sebesar 0,62 persen, atau terjadi peningkatan indeks harga dari 135,26 pada Juni 2011 menjadi 136,10 pada Juli 2011.
Dari empat subkelompok dalam kelompok ini hanya subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya yang mengalami inflasi yaitu sebesar 1,18 persen dan tiga subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan.
Pada Juli 2011 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen, dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah emas perhiasan sebesar 0,03 persen dan tas tangan wanita sebesar 0,01 persen.
5. Kesehatan
Kelompok Kesehatan pada bulan Juli 2011 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen atau terjadi peningkatan indeks harga dari 118,96 pada Juni 2011 menjadi 119,01 pada Juli 2011.
Dari empat subkelompok dalam kelompok kesehatan ini, hanya subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika yang mengalami inflasi sebesar 0,11 persen sedangkan tiga subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan.
Pada Juli 2011, kelompok ini memberikan sumbangan inflasi kurang dari 0,01 persen.
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga pada Juli 2011 mengalami inflasi sebesar 2,63 persen atau terjadi peningkatan indeks harga dari 121,34 pada Juni 2011 menjadi 124,53 pada Juli 2011.
Dari lima subkelompok dalam kelompok kesehatan ini, tiga subkelompok mengalami inflasi dan dua subkelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok rekreasi sebesar 7,12 persen, subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 5,53 persen dan subkelompok kursus-kursus/pelatihan sebesar 5,35 persen.
Pada Juli 2011, kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,15 persen, dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah rekreasi sebesar 0,08 persen, selanjutnya bimbingan belajar sebesar 0,03 persen, buku pelajaran akademi/universitas sebesar 0,02 persen serta tas sekolah, buku pelajaran SMA, dan majalah dewasa masing-masing sebesar 0,01 persen.
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan pada Juli 2011 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 101,10 pada Juni 2011 menjadi 101,11 pada Juli 2011.
Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, hanya subkelompok transport yang mengalami inflasi sebesar 0,02 persen, sedangkan tiga subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan.
Pada Juli 2011 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi kurang dari 0,01 persen.
INFLASI TAHUNAN
Laju Inflasi Tahun Kalender (Januari s/d Juli 2011) di Kota Pekanbaru sebesar 2,12 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi pada bulan yang sama pada tahun 2010 dan demikian juga dengan laju inflasi tahunan/year on year (Juli 2011 terhadap Juli 2010) sebesar 4,90 persen, lebih rendah dibanding inflasi year on year
pada bulan yang sama tahun 2010 yang lalu, seperti terlihat pada Tabel 3. berikut:
Tabel 3.
Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year Kota Pekanbaru Tahun 2007 – 2011 (%)
Inflasi 2007 2008 2009 2010 2011
1. Juli 0,47 1,32 0,31 1,59 0,91
2. Inflasi Tahun Kalender (Januari s/d Juli 2010) 2,96 6,48 0,25 4,16 2,12 3. Inflasi year on year (Juli 2011 terhadap Juli 2010) 6,87 10,71 2,64 5,92 4,90
Gambar 2.
Perbandingan Inflasi Tahun Kalender Kota Pekanbaru (Januari-Desember) 2009-2011
-1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 IN F L A S I ( % ) 2009 2010 2011
Gambar 3.
Perbandingan Inflasi Year On Year Kota Pekanbaru, 2009-2011
PERBANDINGAN ANTAR KOTA
Perbandingan antar Kota di Pulau Sumatera dan Indonesia
Pada bulan Juli 2011, dari 16 kota yang menghitung IHK di wilayah Sumatera, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 1,16 persen, dan terendah di Pangkal Pinang sebesar 0,10 persen (lihat Tabel 4).
Bila dicermati dari 66 kota yang menghitung IHK di Indonesia pada bulan Juli 2011, hampir semua kota-kota di Indonesia mengalami inflasi, kecuali kota Ambon mengalami deflasi sebesar 1,20 persen. Bila diurutkan dari inflasi tertinggi, Kota Pekanbaru berada pada posisi ke-18 dan Kota Dumai pada posisi ke-19. Inflasi tertinggi di Indonesia terjadi di Kota Manokwari sebesar 2,56 persen dan terendah di Kota Banjarmasin sebesar 0,03 persen. (lihat
Tabel 6).
Tabel 4.
Perbandingan IHK dan Inflasi Juli 2011 Kota-Kota di Pulau Sumatera
IHK Juli 2011 Inflasi (%)
[2] [3] 1 BANDA ACEH 124,60 1,16 2 SIBOLGA 132,45 1,01 3 MEDAN 127,41 0,95 4 JAMBI 129,87 0,94 5 BENGKULU 132,73 0,93 6 PEKAN BARU 125,70 0,91 7 DUMAI 130,41 0,91 8 PADANG SIDEMPUAN 127,30 0,90 9 BANDAR LAMPUNG 138,34 0,82 10 PEMATANG SIANTAR 129,46 0,78 11 PADANG 129,39 0,77 12 BATAM 123,10 0,73 13 PALEMBANG 127,16 0,70 14 LHOKSEUMAWE 129,20 0,44 K O T A [1] 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10 .0 0 12 .0 0 14 .0 0 16 .0 0 18 .0 0 20 .0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 INF L AS I (% ) 2009 thd 2008 2010 thd 2009 2011 thd 2010
Tabel 5.
Indeks Harga Konsumen Kota Pekanbaru dan Dumai serta Perubahannya Juli 2011 (Tahun 2007 = 100,00) Kelompok/Sub kelompok Pekanbaru Dumai IHK Juli 2011 % Perub. Juli 2011 thd Juni 2011 IHK Juli 2011 % Perub. Juli 2011 thd Juni 2011 ( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) UMUM 125,70 0,91 130,41 0,91 1. BAHAN MAKANAN 142,21 1,83 150,43 2,06
a. Padi-padian, Umbi-umbian, & Hasil-hasilnya 154,70 1,58 139,88 1,49
b. Daging dan Hasil-hasilnya 131,94 2,61 135,58 3,96
c. Ikan Segar 171,22 2,04 150,33 2,02
d. Ikan Diawetkan 142,25 -0,08 161,72 -1,94
e. Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 139,87 3,19 130,11 2,25
f. Sayur-sayuran 129,09 3,57 217,18 6,93
g. Kacang-kacangan 158,15 0,08 270,11 0,17
h. Buah-buahan 140,78 -0,25 175,70 1,73
i. Bumbu-bumbuan 106,16 3,96 112,35 0,08
j. Lemak dan Minyak 138,08 -0,88 147,45 -0,16
k. Bahan Makanan Lainnya 132,34 1,69 132,80 1,17
2. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMBAKAU 135,90 1,06 139,56 0,45
a. Makanan Jadi 133,86 0,39 143,49 0,40
b. Minuman yang Tidak Beralkohol 129,85 0,12 123,49 1,01
c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 145,45 3,25 142,00 0,22
3. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 118,99 0,12 119,87 0,74
a. Biaya Tempat Tinggal 116,51 0,11 119,26 1,44
b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 124,97 0,05 122,31 0,00
c. Perlengkapan Rumah Tangga 120,88 0,00 130,49 0,32
d. Penyelenggaraan Rumah Tangga 120,20 0,33 111,03 -0,24
4. SANDANG 136,10 0,62 126,71 0,90
a. Sandang Laki-laki 124,89 0,00 116,08 0,11
b. Sandang Wanita 112,95 0,00 115,98 0,07
c. Sandang Anak-anak 129,20 0,00 110,25 1,67
d. Barang Pribadi dan Sandang Lainnya 176,03 1,81 167,36 1,79
5. KESEHATAN 119,01 0,04 112,27 0,58
a. Jasa Kesehatan 128,77 0,00 105,55 0,00
b. Obat-obatan 104,56 0,00 103,53 0,28
c. Jasa Perawatan Jasmani 131,31 0,00 107,81 0,00
d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 113,18 0,11 120,22 1,06
6. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 124,53 2,63 117,27 0,32
a. Jasa Pendidikan 130,53 0,00 120,91 0,67
b. Kursus-kursus/Pelatihan 133,23 5,35 100,00 0,00
c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 117,52 5,53 125,08 0,11
d. Rekreasi 113,68 7,12 113,10 0,00
e. Olahraga 112,49 0,00 104,53 0,00
7. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 101,11 0,01 115,24 -0,05
a. Transpor 107,13 0,02 126,78 0,00
b. Komunikasi & Pengiriman 80,93 0,00 91,38 -0,25
c. Sarana dan Penunjang Transpor 125,02 0,00 113,44 0,09
Tabel 6.
Indeks Harga Konsumen 66 Kota dan Perubahannya, Juli 2011 (Tahun 2007 = 100,00)
N No. Kota IHK Juli
2011
% Perub. Juli 2011 thd
Juni 2011 N No. Kota
IHK Juli 2011 % Perub. Juli 2011 thd Juni 2011 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)
1 BANDA ACEH 124,60 1,16 34 PROBOLINGGO 131,03 0,92
2 LHOKSEUMAWE 129,20 0,44 35 MADIUN 130,67 0,47
3 SIBOLGA 132,45 1,01 36 SURABAYA 126,17 0,54
4 PEMATANG SIANTAR 129,46 0,78 37 SERANG 131,03 1,24
5 MEDAN 127,41 0,95 38 TANGERANG 127,90 0,53
6 PADANG SIDEMPUAN 127,30 0,90 39 CILEGON 126,36 0,40
7 PADANG 129,39 0,77 40 DENPASAR 129,36 0,77
8 PEKAN BARU 125,70 0,91 41 MATARAM 133,98 0,67
9 DUMAI 130,41 0,91 42 BIMA 134,96 0,76
10 JAMBI 129,87 0,94 43 MAUMERE 140,70 0,62
11 PALEMBANG 127,16 0,70 44 KUPANG 137,05 0,91
12 BENGKULU 132,73 0,93 45 PONTIANAK 134,02 0,62
13 BANDAR LAMPUNG 138,34 0,82 46 SINGKAWANG 131,00 1,46
14 PANGKAL PINANG 136,33 0,10 47 SAMPIT 128,64 0,57
15 BATAM 123,10 0,73 48 PALANGKA RAYA 131,54 0,56
16 TANJUNG PINANG 126,84 0,25 49 BANJARMASIN 131,88 0,03
17 JAKARTA 125,31 0,61 50 BALIKPAPAN 135,51 1,79 18 BOGOR 128,64 0,56 51 SAMARINDA 135,91 0,44 19 SUKABUMI 126,87 0,84 52 TARAKAN 145,74 0,40 20 BANDUNG 121,55 0,51 53 MANADO 125,19 0,08 21 CIREBON 130,83 0,75 54 PALU 132,79 1,37 22 BEKASI 125,34 0,56 55 WATAMPONE 142,27 1,00 23 DEPOK 126,14 0,87 56 MAKASSAR 128,05 0,68 24 TASIKMALAYA 129,15 1,03 57 PAREPARE 129,45 0,83 25 PURWOKERTO 126,03 0,72 58 PALOPO 135,43 0,59 26 SURAKARTA 118,57 0,71 59 KENDARI 134,94 1,64 27 SEMARANG 125,83 0,67 60 GORONTALO 130,05 1,26 28 TEGAL 128,68 1,04 61 MAMUJU 132,06 1,01 29 YOGYAKARTA 127,95 0,90 62 AMBON 132,09 -1,20 30 JEMBER 127,24 0,22 63 TERNATE 130,22 0,81 31 SUMENEP 123,85 0,61 64 MANOKWARI 142,05 2,56 32 KEDIRI 125,74 0,91 65 SORONG 145,37 0,17 33 MALANG 126,98 0,73 66 JAYAPURA 125,30 0,22