• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2017 INFLASI SEBESAR 0,23 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2017 INFLASI SEBESAR 0,23 PERSEN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Inflasi Kota

Bandar

Lampung

menempati

peringkat

ke-22 dan

Kota Metro

peringkat

ke-39,

dari 82 kota

yang

diamati

perkemban

gan

harganya

.

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

SEPTEMBER 2017 INFLASI SEBESAR 0,23 PERSEN

 September 2017, IHK Gabungan Lampung mengalami kenaikan indeks

dari 130,89 pada Agustus 2017 menjadi 131,19 pada September 2017, dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,23 persen.

 Berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point)

September 2017 adalah sebesar 2,25 persen, dan inflasi year on year (yoy) September 2017 adalah sebesar 3,85 persen.

 Dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami inflasi, yaitu

kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi (naik sebesar 0,02 persen); kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen; kelompok sandang sebesar 0,30 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 4,75 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen. Sebaliknya kelompok bahan makanan mengalami deflasi (turun sebesar

0,69 persen); dan kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen.

 Dari dua kota pemantauan di Lampung pada September 2017, seluruhnya

mengalami inflasi. Inflasi Bandar Lampung sebesar 0,25 persen, dan inflasi Metro sebesar 0,10 persen.

 Inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-22 dan Kota Metro

peringkat ke-39, dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari

82 kota, 50 kota IHK mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Mamuju sebesar 0,01 persen. Sebaliknya, deflasi tertinggi dialami Manado sebesar 1,04 persen, dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01 persen.

 Kelompok pendidikan rekreasi, dan olahraga memberikan andil inflasi

tertinggi, yaitu sebesar 0,34 persen. Adapun subkelompok yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada bulan September 2017 adalah subkelompok jasa pendidikan sebesar 0,34 persen.

(2)

SEPTEMBER 2017 INFLASI GABUNGAN SEBESAR 0,23 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditi di dua kota pemantauan pada September 2017, secara umum mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan harga di dua kota, pada bulan ini terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,89 pada bulan Agustus 2017 menjadi 131,19 pada September 2017 atau mengalami inflasi sebesar 0,23 persen. Laju inflasi tahun kalender sebesar 2,25 persen dan inflasi year on year adalah sebesar 3,85 persen.

Adapun sepuluh komoditi yang memberikan andil inflasi terbesar selama bulan September 2017 adalah Sekolah Menengah Pertama sebesar 0,15 persen, Sekolah Dasar 0,08 persen, Sekolah Menengah Atas 0,07 persen, Taman Kanak-Kanak 0,03 persen, Beras 0,02 persen, angkutan udara 0,02 persen, bahan bakar rumahtangga 0,02 persen, ikan layang/benggol 0,02 persen, bubur 0,01 persen, dan ikan selar/tude 0,01 persen.

September 2017, kelompok kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau; kelompok sandang; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Sebaliknya kelompok bahan makanan memberikan andil dalam pembentukan deflasi sebesar 0,17 persen; dan kelompok jasa kesehatan sebesar 0,01 persen.

Tabel 1. Laju Inflasi Gabungan September 2017, Tahun Kalender, dan

Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

* ) Persentase perubahan IHK bulan September 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK bulan September 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 ***) Persentase perubahan IHK bulan September 2017 terhadap IHK bulan September 2016

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada September 2017 mengalami deflasi sebesar 0,69 persen atau mengalami penurunan indeks dari 144,00 pada Agustus 2017 menjadi 143,00 pada September 2017. Dari sebelas subkelompok dalam kelompok ini, lima subkelompok mengalami deflasi, dan enam subkelompok mengalami inflasi. Deflasi terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 4,66 persen; subkelompok sayur-sayuran sebesar 2,86 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,80 persen; subkelompok buah-buahan sebesar 0,56 persen; dan subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya sebesar 0,26 persen. Sebaliknya enam subkelompok mengalami inflasi, yaitu subkelompok ikan segar sebesar 1,16 persen; subkelompok lemak dan minyak sebesar 0,72 persen; subkelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,49 persen; subkelompok

padi-IHK IHK IHK IHK Andil Inflasi Laju Inflasi Inflasi September 2016 Desember 2016 Agustus 2017 September 2017 September 2017 September 2017 *) tahun Kalender Tahun ke tahun

2017 **) ***)

[2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9]

U m u m 126,32 128,31 130,89 131,19 0,23 0,23 2,25 3,85

1 Bahan Makanan 141,83 145,34 144,00 143,00 -0,17 -0,69 -1,61 0,83 2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 128,02 128,46 130,74 130,76 0,01 0,02 1,79 2,14 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 119,33 122,75 129,44 129,64 0,04 0,15 5,61 8,64

4 Sandang 111,79 111,27 112,60 112,94 0,01 0,30 1,49 1,02

5 Kesehatan 129,02 129,61 132,63 132,35 -0,01 -0,21 2,11 2,58

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 127,92 128,01 129,81 135,97 0,34 4,75 6,23 6,29 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan 117,96 119,15 121,48 121,55 0,01 0,06 2,01 3,05

Kelompok Pengeluaran

(3)

padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,48 persen; subkelompok ikan diawetkan sebesar 0,30 persen; dan subkelompok kacang-kacangan sebesar 0,11 persen.

Kelompok bahan makanan memberikan sumbangan deflasi pada September 2017 sebesar 0,17 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya deflasi diantaranya bawang merah, bawang putih, tomat sayur, cung kediro, kangkung, ayam hidup, cabai rawit, telur ayam ras, dan semangka.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada September 2017 mengalami inflasi sebesar

0,02 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 130,74 pada Agustus 2017 menjadi 130,76 pada September 2017.

Dari tiga subkelompok dalam kelompok ini, subkelompok makanan jadi mengalami inflasi sebesar 0,13 persen; diikuti oleh subkelompok tembakau dan minuman beralkohol mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Sebaliknya, subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami deflasi sebesar 0,35 persen.

Pada September 2017, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya inflasi adalah bubur.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada September 2017 mengalami inflasi sebesar

0,15 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 129,44 pada Agustus 2017 menjadi 129,64 pada September 2017.

Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, seluruh subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok biaya tempat tinggal mengalami inflasi sebesar 0,01 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar

0,32 persen; subkelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,41 persen; dan subkelompok penyelenggaraan

rumahtangga sebesar 0,33 persen.

Pada September 2017, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditi yang dominan memicu inflasi adalah bahan bakar rumahtangga.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada September 2017 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 112,60 pada Agustus 2017 menjadi 112,94 pada September 2017. Dari empat subkelompok dalam kelompok sandang, seluruh subkelompok mengalami inflasi, subkelompok sandang laki-laki sebesar 0,01 persen; subkelompok sandang wanita sebesar 0,31 persen; subkelompok sandang anak-anak sebesar 0,04 persen; dan subkelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 0,86 persen.

September 2017, kelompok sandang memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi dan dominan memicu terjadinya inflasi adalah emas perhiasan.

5. Kesehatan

Kelompok kesehatan pada September 2017 mengalami deflasi sebesar 0,21 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 132,63 pada Agustus 2017 menjadi 132,35 pada September 2017. Dari empat subkelompok pada kelompok ini, subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika mengalami deflasi (turun sebesar 0,55 persen). Sebaliknya subkelompok jasa kesehatan mengalami inflasi (naik sebesar 0,03 persen). Sementara dua subkelompok, yaitu subkelompok obat-obatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks.

Pada September 2017, kelompok kesehatan memberikan andil dalam pembentukan deflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi yang dominan memberikan sumbangan dalam pembentukan deflasi adalah parfum.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada September 2017 mengalami inflasi sebesar 4,75 persen. Terjadi peningkatan indeks dari 129,81 pada Agustus 2017 menjadi 135,97 pada September 2017. Dari

(4)

lima subkelompok pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, tiga subkelompok mengalami inflasi, yaitu subkelompok jasa pendidikan sebesar 7,24 persen; subkelompok kursus-kursus/ pelatihan sebesar 0,86 persen; dan subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,01 persen. Sementara subkelompok rekreasi dan subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Pada September 2017, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,34 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya inflasi adalah Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Atas, dan Taman Kanak-Kanak.

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada September 2017 mengalami inflasi sebesar 0,06 persen atau mengalami peningkatan indeks, yaitu dari 121,48 pada Agustus 2017 menjadi 121,55 pada September 2017. Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, subkelompok transpor mengalami inflasi sebesar

0,21 persen; dan subkelompok sarana penunjang transpor sebesar 0,02 persen. Sebaliknya subkelompok

komunikasi dan pengiriman mengalami deflasi sebesar 0,36 persen. Sedangkan subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

Pada September 2017, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi yang dominan memberikan andil deflasi adalah angkutan udara.

(5)

Tabel 2. IHK Gabungan Dua Kota di Lampung, Agustus 2017 dan September 2017 Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi (2012=100)

Kelompok/Sub Kelompok

Gabungan Dua Kota di Lampung

IHK Agustus 2017 IHK September 2017 Perubahan (%) Sumbangan Inflasi [1] [2] [3] [4] [5] UMUM 130,89 131,19 0,23 0,23 I. BAHAN MAKANAN 144,00 143,00 -0,69 -0,17

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 129,93 130,56 0,48 0,03

Daging dan Hasil-hasilnya 144,23 143,08 -0,80 -0,02

Ikan Segar 140,87 142,50 1,16 0,04

Ikan Diawetkan 136,85 137,26 0,30 0,00

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 130,47 130,13 -0,26 -0,01

Sayur-sayuran 162,11 157,48 -2,86 -0,07

Kacang – kacangan 134,53 134,68 0,11 0,00

Buah – buahan 171,06 170,11 -0,56 -0,01

Bumbu – bumbuan 195,66 186,54 -4,66 -0,14

Lemak dan Minyak 109,87 110,67 0,72 0,01

Bahan Makanan Lainnya 140,76 141,45 0,49 0,00

II. MAKANAN JADI,MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 130,74 130,76 0,02 0,01

Makanan Jadi 131,09 131,25 0,13 0,01

Minuman yang Tidak Beralkohol 122,09 121,66 -0,35 0,00

Tembakau dan Minuman Beralkohol 136,35 136,37 0,01 0,00

III. PERUMAHAN 129,44 129,64 0,15 0,04

Biaya Tempat Tinggal 121,22 121,23 0,01 0,00

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 161,17 161,68 0,32 0,02

Perlengkapan Rumahtangga 121,46 121,96 0,41 0,01 Penyelenggaraan Rumahtangga 119,99 120,40 0,33 0,01 IV. SANDANG 112,60 112,94 0,30 0,01 Sandang Laki-laki 119,58 119,60 0,01 0,00 Sandang Wanita 110,75 111,09 0,31 0,00 Sandang Anak-anak 113,21 113,25 0,04 0,00

Barang Pribadi dan Sandang Lain 105,92 106,83 0,86 0,01

V. JASA KESEHATAN 132,63 132,35 -0,21 -0,01

Jasa Kesehatan 131,03 131,06 0,03 0,00

Obat-obatan 113,11 113,11 0,00 0,00

Jasa Perawatan Jasmani 132,31 132,31 0,00 0,00

Perawatan Jasmani dan Kosmetik 143,12 142,33 -0,55 -0,01

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 129,81 135,97 4,75 0,34

Jasa Pendidikan 140,75 150,95 7,24 0,34

Kursus-kursus/Pelatihan 133,20 134,34 0,86 0,00

Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 114,35 114,35 0,01 0,00

Rekreasi 106,84 106,84 0,00 0,00

Olah Raga 101,42 101,42 0,00 0,00

VII. TRANSPOR DAN KOMUNIKASI 121,48 121,55 0,06 0,01

Transpor 127,34 127,61 0,21 0,02

Komunikasi Dan Pengiriman 102,81 102,44 -0,36 -0,01

Sarana Penunjang Transpor 138,87 138,89 0,02 0,00

(6)

Tabel 3. Sumbangan Inflasi Gabungan di Lampung, September 2017

No.

Kode

Jenis Barang

Sumbangan

Inflasi

(1) (2) (3) (4)

1 601003 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 0,15 2 601002 SEKOLAH DASAR 0,08 3 601004 SEKOLAH MENENGAH ATAS 0,07 4 601001 TAMAN KANAK-KANAK 0,03 5 101001 BERAS 0,02 6 701005 ANGKUTAN UDARA 0,02 7 302025 BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA 0,02 8 103046 LAYANG/BENGGOL 0,02 9 201007 BUBUR 0,01 10 103066 SELAR/TUDE 0,01 11 108023 SEMANGKA -0,01 12 702014 TELEPON SELULER -0,01 13 105015 TELUR AYAM RAS -0,01 14 109030 CABAI RAWIT -0,01 15 102002 AYAM HIDUP -0,01 16 106035 KANGKUNG -0,01 17 106078 CUNG KEDIRO -0,03 18 106069 TOMAT SAYUR -0,05 19 109004 BAWANG PUTIH -0,07 20 109003 BAWANG MERAH -0,07

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Bila dilihat perbandingan inflasi gabungan tahunan secara umum, menurut penghitungan inflasi tahun kalender 2017 (Januari-September) adalah sebesar 2,25 persen, sementara inflasi ”year on year” adalah sebesar 3,85 persen. Jika dirinci menurut kota, inflasi tahun kalender Kota Metro sebesar 1,77 persen dan Kota Bandar Lampung sebesar 2,33 persen. Sedangkan inflasi year on year Kota Metro sebesar 2,55 persen dan Kota Bandar Lampung sebesar 4,09 persen.

(7)

Gambar 1.

Perbandingan Inflasi September 2017 Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Gabungan (2012=100)

PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA

Pada September 2017, dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya, 50 kota IHK mengalami inflasi dan

32 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59 persen, dan inflasi terendah dialami Mamuju

sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,04 persen dan terendah dialami Tembilahan sebesar 0,01 persen. Inflasi Bandar Lampung menempati peringkat ke-22, dan Metro peringkat ke-39 secara nasional.

Dari 23 kota IHK di pulau Sumatera, 16 kota IHK mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi dialami Medan sebesar 1,08 persen, inflasi terendah dialami Dumai sebesar 0,05 persen. Deflasi tertinggi dialami Tanjung Pandan sebesar 0,87 persen, dan terendah dialami Tembilahan sebesar 0,01 persen. Bandar Lampung menempati peringkat ke-11 dan Metro peringkat ke-15 di pulau Sumatera.

Tabel 4. Perbandingan Indeks Harga dan Inflasi di 82 Kota, September 2017 (2012=100)

K o t a IHK IHK Inflasi MoM K o t a IHK IHK Inflasi MoM Agustus '17 September ’17 September ‘17 Agustus '17 September ’17 September ‘17 [1] [2] [3] [4] [1] [2] [3] [4] 1 MEULABOH 128,30 128,78 0,37 42 KEDIRI 125,70 126,09 0,31

2 BANDA ACEH 123,11 123,87 0,62 43 MALANG 130,01 130,07 0,05

3 LHOKSEUMAWE 125,68 125,88 0,16 44 PROBOLINGGO 125,86 126,00 0,11

4 SIBOLGA 132,94 134,17 0,93 45 MADIUN 127,55 127,70 0,12

5 PEMATANG SIANTAR 134,16 134,90 0,55 46 SURABAYA 129,51 129,85 0,26

6 MEDAN 133,87 135,31 1,08 47 TANGERANG 136,35 136,78 0,32 7 PADANGSIDIMPUAN 127,50 128,01 0,40 48 CILEGON 136,58 136,74 0,12 8 PADANG 134,25 134,43 0,13 49 SERANG 138,64 138,70 0,04 9 BUKITTINGGI 126,23 126,62 0,31 50 SINGARAJA 137,26 136,19 -0,78 10 TEMBILAHAN 133,96 133,95 -0,01 51 DENPASAR 126,05 125,64 -0,33 11 PEKANBARU 131,26 131,65 0,30 52 MATARAM 127,17 127,42 0,20 12 DUMAI 132,13 132,19 0,05 53 BIMA 132,22 131,46 -0,57 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 UMUM BAHAN MAKANAN

MAKANAN JADI PERUMAHAN SANDANG KESEHATAN PENDIDIKAN TRANSPOR

Bandar Lampung Metro

(8)

13 BUNGO 128,34 127,98 -0,28 54 MAUMERE 123,09 123,82 0,59

14 JAMBI 127,98 127,54 -0,34 55 KUPANG 129,12 129,55 0,33

15 PALEMBANG 127,30 127,19 -0,09 56 PONTIANAK 139,80 140,14 0,24 16 LUBUKLINGGAU 127,36 126,79 -0,45 57 SINGKAWANG 130,31 131,24 0,71 17 BENGKULU 138,86 138,80 -0,04 58 SAMPIT 130,19 129,82 -0,28

18 BANDAR LAMPUNG 129,95 130,28 0,25 59 PALANGKARAYA 127,09 126,78 -0,24

19 METRO 136,31 136,45 0,10 60 TANJUNG 129,73 128,92 -0,62

GABUNGAN (LAMPUNG) 130,89 131,19 0,23 61 BANJARMASIN 130,40 130,44 130,58

20 TANJUNG PANDAN 137,94 136,74 -0,87 62 BALIKPAPAN 133,25 133,51 0,20 21 PANGKAL PINANG 134,88 135,08 0,15 63 SAMARINDA 133,21 132,99 -0,17

22 BATAM 129,50 130,18 0,53 64 TARAKAN 140,32 139,98 -0,24

23 TANJUNG PINANG 128,73 129,16 0,33 65 MANADO 129,61 128,26 -1,04 24 DKI JAKARTA 129,88 129,94 0,05 66 PALU 132,23 132,06 -0,13

25 BOGOR 129,66 130,43 0,59 67 BULUKUMBA 136,39 136,31 -0,06 26 SUKABUMI 129,15 129,13 -0,02 68 WATAMPONE 126,91 126,73 -0,14 27 BANDUNG 128,07 128,21 0,11 69 MAKASSAR 130,71 130,61 -0,08 28 CIREBON 125,61 125,44 -0,14 70 PARE-PARE 125,32 125,44 0,10 29 BEKASI 125,80 126,13 0,26 71 PALOPO 127,53 127,48 -0,04 30 DEPOK 128,55 128,56 0,01 72 KENDARI 126,86 125,89 -0,76 31 TASIKMALAYA 128,23 128,54 0,24 73 BAU-BAU 132,46 132,65 0,14 32 CILACAP 131,79 132,12 0,25 74 GORONTALO 126,20 126,32 0,10 33 PURWOKERTO 126,78 126,71 -0,06 75 MAMUJU 129,54 129,55 0,01 34 KUDUS 135,38 135,51 0,10 76 AMBON 128,03 127,74 -0,23 35 SURAKARTA 124,72 124,64 -0,06 77 TUAL 151,21 153,62 1,59 36 SEMARANG 127,63 128,07 0,34 78 TERNATE 132,53 131,86 -0,51 37 TEGAL 126,04 126,19 0,12 79 MANOKWARI 123,32 124,67 1,09 38 YOGYAKARTA 126,61 126,78 0,13 80 SORONG 129,08 128,93 -0,12 39 JEMBER 125,76 125,83 0,06 81 MERAUKE 132,36 131,51 -0,64 40 BANYUWANGI 125,12 125,10 -0,02 82 JAYAPURA 129,87 129,04 -0,64 41 SUMENEP 125,85 125,89 0,03 NASIONAL 129,91 130,08 0,13

(9)

Tabel 5. Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan Dua Kota di Lampung Bulan September 2017 (Tahun 2012 = 100)

KELOMPOK/SUBKELOMPOK KOMODITI BANDAR LAMPUNG GABUNGAN

INDEKS UMUM 130,28 131,19

I BAHAN MAKANAN 140,79 143,00

A. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 127,29 130,56

B. Daging & Hasil-hasilnya 142,00 143,08

C. Ikan Segar 141,88 142,50

D. Ikan Diawetkan 138,76 137,26

E. Telur, Susu & Hasil-hasilnya 128,93 130,13

F. Sayur-sayuran 144,53 157,48

G. Kacang-kacangan 130,97 134,68

H. Buah-buahan 177,59 170,11

I. Bumbu-bumbuan 184,80 186,54

J. Lemak dan Minyak 110,80 110,67

K. Bahan Makanan Lainnya 143,88 141,45

II MAKANAN JADI, ROKOK & TEMBAKAU 131,10 130,76

A. Makanan Jadi 131,61 131,25

B. Minuman Yang Tidak Beralkohol 120,73 121,66

C. Tembakau dan Minuman Beralkohol 137,62 136,37

III PERUMAHAN 129,35 129,64

A. Biaya Tempat Tinggal 121,76 121,23

B. Bahan Bakar, Penerangan & Air 157,71 161,68

C. Perlengkapan Rumah Tangga 124,77 121,96

D. Penyelenggaraan Rumah Tangga 120,69 120,40

IV SANDANG 111,30 112,94

A. Sandang Laki-laki 120,34 119,60

B. Sandang Wanita 108,41 111,09

C. Sandang Anak-anak 110,19 113,25

D. Barang Pribadi & Sandang Lainnya 105,71 106,83

V KESEHATAN 131,86 132,35

A. Jasa Kesehatan 131,52 131,06

B. Obat-obatan 112,99 113,11

C. Jasa Perawatan Jasmani 131,98 132,31

B. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 140,46 142,33

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 135,26 135,97

A. Jasa Pendidikan 149,31 150,95

B. Kursus-kursus/Pelatihan 131,00 134,34

C. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 117,81 114,35

D. Rekreasi 106,88 106,84

E. Olahraga 101,87 101,42

VII TRANSPOR DAN KOMUNIKASI 120,94 121,55

A. Transport 126,49 127,61

B. Komunikasi dan Pengiriman 102,12 102,44

C. Sarana dan Penunjang Transpor 142,04 138,89

D. Jasa Keuangan 109,89 112,87

(10)

Tabel 6. Laju Inflasi Month to Month*) Gabungan Dua Kota di Lampung Bulan September 2017 (Tahun 2012 = 100)

KELOMPOK/SUBKELOMPOK KOMODITI BANDAR LAMPUNG GABUNGAN

UMUM 0,25 0,23

I BAHAN MAKANAN -0,78 -0,69

A. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 0,28 0,48

B. Daging & Hasil-hasilnya -0,71 -0,80

C. Ikan Segar 1,23 1,16

D. Ikan Diawetkan -0,12 0,30

E. Telur, Susu & Hasil-hasilnya 0,05 -0,26

F. Sayur-sayuran -3,72 -2,86

G. Kacang-kacangan 0,09 0,11

H. Buah-buahan -0,74 -0,56

I. Bumbu-bumbuan -4,58 -4,66

J. Lemak dan Minyak 0,80 0,72

K. Bahan Makanan Lainnya 0,57 0,49

II MAKANAN JADI, ROKOK & TEMBAKAU 0,03 0,02

A. Makanan Jadi 0,18 0,13

B. Minuman Yang Tidak Beralkohol -0,45 -0,35

C. Tembakau dan Minuman Beralkohol 0,00 0,01

III PERUMAHAN 0,07 0,15

A. Biaya Tempat Tinggal 0,01 0,01

B. Bahan Bakar, Penerangan & Air 0,01 0,32

C. Perlengkapan Rumah Tangga 0,44 0,41

D. Penyelenggaraan Rumah Tangga 0,37 0,33

IV SANDANG 0,29 0,30

A. Sandang Laki-laki 0,00 0,01

B. Sandang Wanita 0,24 0,31

C. Sandang Anak-anak 0,05 0,04

D. Barang Pribadi & Sandang Lainnya 0,89 0,86

V KESEHATAN -0,23 -0,21

A. Jasa Kesehatan 0,00 0,03

B. Obat-obatan 0,00 0,00

C. Jasa Perawatan Jasmani 0,00 0,00

B. Perawatan Jasmani dan Kosmetik -0,55 -0,55

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 5,58 4,75

A. Jasa Pendidikan 8,70 7,24

B. Kursus-kursus/Pelatihan 0,00 0,86

C. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 0,00 0,01

D. Rekreasi 0,00 0,00

E. Olahraga 0,00 0,00

VII TRANSPOR DAN KOMUNIKASI 0,06 0,06

A. Transport 0,23 0,21

B. Komunikasi dan Pengiriman -0,42 -0,36

C. Sarana dan Penunjang Transpor 0,00 0,02

D. Jasa Keuangan 0,00 0,00

(11)

Tabel 7. Laju Inflasi Tahun Kalender*) Gabungan Dua Kota di Lampung Bulan September 2017 (Tahun 2012 = 100)

KELOMPOK/SUBKELOMPOK KOMODITI BANDAR LAMPUNG GABUNGAN

UMUM 2,33 2,25

I BAHAN MAKANAN -1,36 -1,61

A. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 2,83 2,93

B. Daging & Hasil-hasilnya 1,28 -0,20

C. Ikan Segar 4,02 4,66

D. Ikan Diawetkan 6,07 7,38

E. Telur, Susu & Hasil-hasilnya 0,62 0,59

F. Sayur-sayuran 7,17 6,64

G. Kacang-kacangan 0,34 0,61

H. Buah-buahan 3,88 3,59

I. Bumbu-bumbuan -25,55 -26,53

J. Lemak dan Minyak 2,39 2,68

K. Bahan Makanan Lainnya 0,08 0,16

II MAKANAN JADI, ROKOK & TEMBAKAU 1,89 1,79

A. Makanan Jadi 2,18 1,99

B. Minuman Yang Tidak Beralkohol 1,45 0,95

C. Tembakau dan Minuman Beralkohol 1,50 1,79

III PERUMAHAN 5,26 5,61

A. Biaya Tempat Tinggal 1,59 1,27

B. Bahan Bakar, Penerangan & Air 17,38 19,47

C. Perlengkapan Rumah Tangga 1,89 1,52

D. Penyelenggaraan Rumah Tangga 2,09 2,05

IV SANDANG 1,26 1,49

A. Sandang Laki-laki 2,28 2,38

B. Sandang Wanita -0,67 -0,10

C. Sandang Anak-anak 0,93 1,11

D. Barang Pribadi & Sandang Lainnya 2,32 2,50

V KESEHATAN 2,50 2,11

A. Jasa Kesehatan 0,77 0,74

B. Obat-obatan 4,00 3,64

C. Jasa Perawatan Jasmani 0,04 0,03

B. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 3,96 3,14

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 6,54 6,23

A. Jasa Pendidikan 8,70 8,20

B. Kursus-kursus/Pelatihan 15,69 15,22

C. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan -0,41 -0,55

D. Rekreasi -0,36 -0,26

E. Olahraga -0,59 -0,47

VII TRANSPOR DAN KOMUNIKASI 1,96 2,01

A. Transport -0,83 -0,31

B. Komunikasi dan Pengiriman 1,73 1,69

C. Sarana dan Penunjang Transpor 29,92 25,46

D. Jasa Keuangan 0,11 0,15

(12)

Tabel 8. Laju Inflasi Year on Year*) Gabungan Dua Kota di Lampung Bulan September 2017 (Tahun 2012 = 100)

KELOMPOK/SUBKELOMPOK KOMODITI BANDAR LAMPUNG GABUNGAN

UMUM 4,09 3,85

I BAHAN MAKANAN 1,25 0,83

A. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 2,75 3,38

B. Daging & Hasil-hasilnya -1,24 -2,35

C. Ikan Segar 7,05 6,53

D. Ikan Diawetkan 9,32 10,22

E. Telur, Susu & Hasil-hasilnya 1,57 1,41

F. Sayur-sayuran 8,78 7,60

G. Kacang-kacangan 0,08 0,38

H. Buah-buahan 7,60 6,92

I. Bumbu-bumbuan -13,98 -15,98

J. Lemak dan Minyak -0,51 0,41

K. Bahan Makanan Lainnya -0,87 -0,67

II MAKANAN JADI, ROKOK & TEMBAKAU 2,25 2,14

A. Makanan Jadi 2,50 2,28

B. Minuman Yang Tidak Beralkohol 2,03 1,31

C. Tembakau dan Minuman Beralkohol 1,84 2,25

III PERUMAHAN 8,65 8,64

A. Biaya Tempat Tinggal 6,06 5,08

B. Bahan Bakar, Penerangan & Air 19,00 21,41

C. Perlengkapan Rumah Tangga 3,14 2,65

D. Penyelenggaraan Rumah Tangga 3,42 3,16

IV SANDANG 0,76 1,02

A. Sandang Laki-laki 4,42 4,21

B. Sandang Wanita -2,76 -1,88

C. Sandang Anak-anak 1,31 1,46

D. Barang Pribadi & Sandang Lainnya -0,36 -0,06

V KESEHATAN 3,01 2,58

A. Jasa Kesehatan 0,77 0,74

B. Obat-obatan 4,00 3,64

C. Jasa Perawatan Jasmani 0,04 0,03

B. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 5,27 4,35

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 6,51 6,29

A. Jasa Pendidikan 8,70 8,20

B. Kursus-kursus/Pelatihan 15,69 16,79

C. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan -0,35 -0,47

D. Rekreasi -0,51 -0,35

E. Olahraga -0,59 -0,47

VII TRANSPOR DAN KOMUNIKASI 3,13 3,05

A. Transport -0,09 0,34

B. Komunikasi dan Pengiriman 4,61 4,25

C. Sarana dan Penunjang Transpor 30,14 25,71

D. Jasa Keuangan 0,11 0,15

(13)

Tabel 9. Urutan Inflasi 82 Kota, September 2017 (2012=100) K o t a Inflasi Rank Inflasi Rank Inflasi Rank K o t a Inflasi Rank Inflasi Rank Inflasi Rank

MoM Kalender YOY MoM Kalender YOY

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 MEULABOH 0,37 12 2,34 50 3,15 63 42 KEDIRI 0,31 17 2,88 35 3,71 40 2 BANDA ACEH 0,62 6 3,28 21 4,14 20 43 MALANG 0,05 45 2,94 29 3,80 39 3 LHOKSEUMAWE 0,16 28 0,75 76 3,59 50 44 PROBOLINGGO 0,11 36 2,37 49 3,02 65 4 SIBOLGA 0,93 4 1,25 72 3,91 33 45 MADIUN 0,12 34 4,04 7 4,97 8 5 PEMATANG SIANTAR 0,55 9 2,14 55 4,16 18 46 SURABAYA 0,26 20 3,24 22 3,98 30 6 MEDAN 1,08 3 1,79 64 3,85 36 47 TANGERANG 0,32 16 2,37 48 3,70 41 7 PADANGSIDIMPUAN 0,40 11 2,11 57 3,44 56 48 CILEGON 0,12 35 4,39 5 5,95 2 8 PADANG 0,13 32 0,71 77 2,49 73 49 SERANG 0,04 47 4,27 6 4,91 9 9 BUKITTINGGI 0,31 18 0,26 80 1,13 81 50 SINGARAJA -0,78 80 0,81 75 1,91 76 10 TEMBILAHAN -0,01 51 3,13 26 3,82 38 51 DENPASAR -0,33 71 2,06 59 2,86 68 11 PEKANBARU 0,30 19 2,89 34 5,22 5 52 MATARAM 0,20 26 2,52 43 3,90 34 12 DUMAI 0,05 46 3,57 11 4,99 7 53 BIMA -0,57 75 1,82 63 1,81 77 13 BUNGO -0,28 69 2,92 31 4,03 27 54 MAUMERE 0,59 8 1,61 68 4,57 13 14 JAMBI -0,34 72 0,26 81 2,32 75 55 KUPANG 0,33 15 0,37 78 3,30 60 15 PALEMBANG -0,09 60 1,78 65 2,96 66 56 PONTIANAK 0,24 24 3,96 8 4,63 11 16 LUBUKLINGGAU -0,45 73 2,41 47 3,32 59 57 SINGKAWANG 0,71 5 4,54 4 5,03 6 17 BENGKULU -0,04 55 2,79 38 3,54 51 58 SAMPIT -0,28 70 2,23 54 3,59 49

18 BANDAR LAMPUNG 0,25 22 2,33 53 4,09 23 59 PALANGKARAYA -0,24 68 2,78 39 3,94 32

19 METRO 0,10 39 1,77 66 2,55 72 60 TANJUNG -0,62 76 1,14 74 2,94 67

20 TANJUNG PANDAN -0,87 81 1,87 61 3,83 37 61 BANJARMASIN 0,11 38 3,41 15 4,10 22 21 PANGKAL PINANG 0,15 29 1,26 71 3,46 55 62 BALIKPAPAN 0,20 27 1,47 70 2,79 69 22 BATAM 0,53 10 2,54 42 3,86 35 63 SAMARINDA -0,17 65 3,23 24 4,31 17 23 TANJUNG PINANG 0,33 14 2,50 44 3,29 61 64 TARAKAN -0,24 67 2,47 46 3,61 48 24 DKI JAKARTA 0,05 44 2,91 32 3,69 42 65 MANADO -1,04 82 2,09 58 3,42 57 25 BOGOR 0,59 7 3,46 14 4,87 10 66 PALU -0,13 62 3,91 9 4,61 12 26 SUKABUMI -0,02 52 3,23 23 4,15 19 67 BULUKUMBA -0,06 57 4,66 3 5,65 3 27 BANDUNG 0,11 37 2,34 52 3,67 44 68 WATAMPONE -0,14 64 5,37 2 5,54 4 28 CIREBON -0,14 63 3,53 12 4,00 29 69 MAKASSAR -0,08 59 3,30 19 4,07 25 29 BEKASI 0,26 21 2,49 45 3,50 53 70 PARE-PARE 0,10 41 2,74 40 4,08 24 30 DEPOK 0,01 49 3,39 16 3,98 31 71 PALOPO -0,04 54 2,99 28 3,63 46 31 TASIKMALAYA 0,24 25 3,30 18 4,13 21 72 KENDARI -0,76 79 3,46 13 3,49 54 32 CILACAP 0,25 23 3,37 17 4,06 26 73 BAU-BAU 0,14 30 2,93 30 2,37 74 33 PURWOKERTO -0,06 56 2,82 36 4,02 28 74 GORONTALO 0,10 42 3,73 10 4,41 16 34 KUDUS 0,10 40 3,29 20 4,48 15 75 MAMUJU 0,01 50 3,21 25 4,53 14 35 SURAKARTA -0,06 58 1,82 62 2,64 71 76 AMBON -0,23 66 1,50 69 3,07 64 36 SEMARANG 0,34 13 2,79 37 3,62 47 77 TUAL 1,59 1 9,63 1 12,01 1 37 TEGAL 0,12 33 3,02 27 3,51 52 78 TERNATE -0,51 74 1,22 73 1,60 79 38 YOGYAKARTA 0,13 31 2,90 33 3,64 45 79 MANOKWARI 1,09 2 1,90 60 3,21 62 39 JEMBER 0,06 43 2,67 41 3,67 43 80 SORONG -0,12 61 1,65 67 1,24 80 40 BANYUWANGI -0,02 53 2,12 56 2,68 70 81 MERAUKE -0,64 78 -0,46 82 0,57 82 41 SUMENEP 0,03 48 2,34 51 3,37 58 82 JAYAPURA -0,64 77 0,30 79 1,73 78 NASIONAL 0,13 2,66 3,73

(14)

Tabel 10. Perbandingan Inflasi September 2017, Tahun Kalender, dan Year On Year

(YoY) Kota-Kota di Pulau Sumatera (2012=100)

K o t a

Inflasi

Ranking

Inflasi

Ranking

Inflasi

Ranking

MoM

Kalender

YOY

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1

MEULABOH

0,37 7 2,34 10 3,15 18

2

BANDA ACEH

0,62 3 3,28 2 4,14 4

3

LHOKSEUMAWE

0,16 12 0,75 20 3,59 12

4

SIBOLGA

0,93 2 1,25 19 3,91 7

5

PEMATANG SIANTAR

0,55 4 2,14 12 4,16 3

6

MEDAN

1,08 1 1,79 15 3,85 9

7

PADANGSIDIMPUAN

0,40 6 2,11 13 3,44 15

8

PADANG

0,13 14 0,71 21 2,49 21

9

BUKITTINGGI

0,31 9 0,26 22 1,13 23

10 TEMBILAHAN

-0,01 17 3,13 3 3,82 11

11 PEKANBARU

0,30 10 2,89 5 5,22 1

12 DUMAI

0,05 16 3,57 1 4,99 2

13 BUNGO

-0,28 20 2,92 4 4,03 6

14 JAMBI

-0,34 21 0,26 23 2,32 22

15 PALEMBANG

-0,09 19 1,78 16 2,96 19

16 LUBUKLINGGAU

-0,45 22 2,41 9 3,32 16

17 BENGKULU

-0,04 18 2,79 6 3,54 13

18 BANDAR LAMPUNG

0,25 11 2,33 11 4,09 5

19 METRO

0,10 15 1,77 17 2,55 20

20 TANJUNG PANDAN

-0,87 23 1,87 14 3,83 10

21 PANGKAL PINANG

0,15 13 1,26 18 3,46 14

22 BATAM

0,53 5 2,54 7 3,86 8

23 TANJUNG PINANG

0,33 8 2,50 8 3,29 17

SUMATERA

0,35

1,98

3,63

Diterbitkan oleh:

Bambang Widjanarko, SP.,MM

(15)

Gambar

Tabel 1. Laju Inflasi Gabungan September 2017, Tahun Kalender, dan   Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Tabel 2. IHK Gabungan Dua Kota di Lampung, Agustus 2017 dan September 2017  Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi (2012=100)
Tabel 3. Sumbangan Inflasi Gabungan di Lampung, September 2017
Tabel 4. Perbandingan Indeks Harga dan Inflasi di 82 Kota, September 2017 (2012=100)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga pada bulan September 2017 mengalami kenaikan nilai indeks sebesar 0.23 persen atau nilai indeks dari 118,94 pada Agustus 207

Pada bulan Desember 2013 kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen diikuti

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada April 2017, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,15 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan

Pemicu inflasi bulan Oktober 2017 berasal dari kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 1,86 persen dengan sumbangan inflasi sebesar 0,36 persen pada komoditas

Pada bulan Mei 2017, kelompok yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,36 persen selanjutnya kelompok perumahan, air,

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan pada kelompok pengeluaran, yakni kelompok Bahan Makanan 0,74 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,07 persen; dan

Inflasi Jawa Timur bulan Agustus 2014 sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebagai penyumbang inflasi terbesar yaitu sebesar

Sebaliknya empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang naik sebesar 0,38 persen; kelompok sandang dan