PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN
RENCANA STRATEGIS
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan i
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan tahun 2016-2021 telah dapat diselesaikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 10 tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Pelalawan.
Rencana Stategis ini disusun mengacu pada Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan, Rencana Strategis BPBD Propinsi Riau, Rencana Strategis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Penanggulangan Bencana Nasional, yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, serta Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 8 tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Semoga dengan tersusunnya Rencana Stategis ini, dapat dimanfaatkan dalam rangka pembangunan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Pelalawan.
Pangkalan kerinci, Oktober 2016
1
Kepala PelaksanaBadan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Pelalawan
HADI PENANDIO
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... BAB I PENDAHULUAN... 1.1 Latar Belakang... 1.2 Landasan Hukum... 1.3 Maksud dan Tujuan... 1.4 Sistematika Penulisan... BAB II GAMBARAN PELAYANAN BPBD...
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi BPBD...
2.2 Sumber Daya BPBD... 2.3 Kinerja pelayanan BPBD...
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan BPBD.
BAB III ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS...
3.1 Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
BPBD...
3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah terpilih...
3.3 Telaahan Rencana Strategis Badan Nasional Penanggulangan
Bencana dan Rencana Strategis BPBD Propinsi Riau...
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan
Hidup Strategis... 3.5 Penentuan Isu-isu Strategis...
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN
KEBIJAKAN...
4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah BPBD...
4.2 Strategi dan Kebijakan BPBD... BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK
SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF...
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD... BAB VII PENUTUP...
i ii 1 1 3 6 6 8 8 23 27 28 33 33 34 37 41 41 44 44 46 50 59 61
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANGBencana merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Potensi bencana ini dapat disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia. Wilayah Kesatuan Republik Indonesia memiliki geografis, geologis, hidrologis serta demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, sehingga dapat menghambat pembangunan nasional. Peraturan perundang-undangan yang ada, belum dapat dijadikan landasan hukum yang kuat dan menyeluruh serta tidak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan bangsa Indonesia sehingga dapat menghambat upaya penanggulangan bencana secara terencana, terkoordinir dan terpadu.
Demi terciptanya pelaksanaan penganggulangan bencana yang memiliki landasan hukum yang jelas, maka dibentuklah Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang berisikan uraian tentang Ketentuan Umum Bencana, Landasan, Asas Dan Tujuan Penanggulangan Bencana, Tanggungjawab Dan Wewenang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Kelembagaan Penanggulangan Bencana, Peran Lembaga Usaha dan Lembaga Internasional dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana, Pengawasan, Penyelesaian Sengketa, Ketentuan Pidana dan lain-lain.
Sehubungan dengan tanggungjawab dan kewenangan dalam pelaksanaan penanggulangan bencana, Pemerintah mengharuskan setiap daerah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sebagai penanggungjawab kendali dibentuklah Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang diperkuat dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2008.
Kabupaten Pelalawan yang merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi terjadinya bencana, menyikapinya dengan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan yang diperkuat dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 2
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan.
Dalam rangka terciptanya keefektifan, efisiensi, tepat guna dan semakin berdayaguna kelembagaan pemerintah di Kabupaten Pelalawan, pada tahun 2012 dikeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 10 tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Pelalawan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan berubah nama menjadi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah Kabupaten Pelalawan yang kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang mana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah berubah nama menjadi Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang disingkat BPBD.
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, BPBD Kabupaten Pelalawan diwajibkan menyusun Renstra, yang merupakan gambaran perencanaan strategis yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan, tugas dan tanggung jawab, serta sebagai dasar untuk melaksanakan fungsi pokok masing-masing bidang pada BPBD Kabupaten Pelalawan.
Renstra BPBD Kabupaten Pelalawan Tahun 2016 – 2021 merupakan implementasi dan penjabaran dari RPJMD Kabupaten Pelalawan tahun 2016 -2021, yang menggambarkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Arah Kebijakan, Program dan Kegiatan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan. Renstra ini berfungsi sebagai dokumen perencanaan taktis strategis yang disusun sesuai dengan kebutuhan dengan mengacu kepada RPJMD Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 3
Adapun keterkaitan Renstra ini dengan dokumen lain dapat dilihat pada gambar 1.1 bagan alur dibawah ini :
Gambar 1.1
Hubungan Renstra BPBD dengan Dokumen Perencanaan lainnya.
Dalam Renstra dijabarkan potret dan rencana pembangunan yang memuat kondisi, masalah, penentu keberhasilan dan indikasi program kegiatan yang akan dijalankan selama lima tahun kedepan dan dijalankan dalam rencana kerja tahunan mulai tahun 2017 sampai dengan tahun 2021.
1.2 LANDASAN HUKUM
a. Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2000, tentang Perubahan atas Undang – undang Nomor 53 Tahun 1999, tentang Pembentukan Kab. Pelalawan, Kab. Rokan Hulu, Kab. Rokan Hilir, Kab. Siak, Kab. Karimun, Kab. Natuna, Kab. Kuantan Singingi dan Kota Batam (Lembaran negara Tahun 1999 Nomor 181, Tambahan Lembaran negara Tahun 1999 Nomor 3902)
b. Undang-undang nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 nomor 47, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4286);
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 4
c. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasioanal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4421);
d. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723); e. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 nomor 125, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4844);
f. Undang – Undang Nomor. 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723);
g. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
h. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4828);
i. Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4829);
j. Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2008 tentang Peran serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing non Pemerintah Dalam penanggulangan Bencana (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 44, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4830);
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 5
k. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
l. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (BAKORNAS PB) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005;
m. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana;
n. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
o. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2006 tentang Pedoman Umum Mitigasi Bencana;
p. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyiapan Sarana dan Prasarana Dalam Penanggulangan Bencana;
q. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana daerah (Provinsi / Kota);
r. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
s. Peraturan bersama menteri negara riset dan teknologi nomor 3 tahun 2012 dan menteri dalam negeri nomor 36 tahun 2012 tentang penguatan system inovasi daerah.
t. Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 2 Tahun 2010 tentang Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Riau. (Lembaran Daerah Propinsi Riau tahun 2010 Nomor 2);
u. Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 12 Tahun 2011 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan (Lembaran Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun 2011 Nomor 12);
v. Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 10 Tahun 2016 tentang Susunan Pembentukan dan susunan perangkat daerah
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 6
Kabupaten Pelalawan (Lembaran Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun 2012.
w. Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 11 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pelalawan tahun 2016 – 2021 (Lembaran Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun 2016 Nomor 11)
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud disusunnya Renstra BPBD Kabupaten Pelalawan Tahun 2016-2021 adalah sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja BPBD Kabupaten Pelalawan yang merupakan dokumen perencanaan komprehensif .
Tujuan dari penyusunan Renstra BPBD Kabupaten Pelalawan Tahun 2016-2021 ini adalah sebagai berikut :
a. Menjadi acuan bagi BPBD Kabupaten Pelalawan dalam menentukan prioritas program/kegiatan tahunan yang bersumber dari APBD Kabupaten Pelalawan.
b. Menjadi pedoman dalam mencapai tujuan dan tolak ukur dalam evaluasi pencapaian kinerja BPBD Kabupaten Pelalawan.
1.4. SISTEMATIKA PENULISAN BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan
BAB II. GAMBARAN PELAYANAN BPBD
2.1 Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi BPBD 2.2 Sumber Daya BPBD
2.3 Kinerja Pelayanan BPBD
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 7 BAB III. ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan BPBD.
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan
3.3 Telaahan Renstra Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Renstra BPBD Provinsi
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5 Penentuan Isu-isu Strategis
BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah BPBD 4.2 Strategi dan Kebijakan BPBD
BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF.
BAB VI. INDIKATOR KINERJA BPBD YANG MENGACU PADA TUJUAN SASARAN RPJMD KABUPATEN PELALAWAN TAHUN 2016-2021.
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD)
2.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI BPBDPada Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 12 Tahun 2011 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah pada pasal 4 dan dirubah dengan Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pelalawan, dan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah disebutkan bahwa :
2.1.1 Tugas Pokok :
1. Menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi serta rekontruksi secara adil dan setara ;
2. Menetapkan standarisasi dan kebutuhan penyelenggaraan
penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan; 3. Menyusun, menetapkan, dan menginformasikan peta rawan bencana; 4. Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanggulangan bencana; 5. Melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Bupati
sekurang-kurangnya setiap bulan sekali dalam keadaan normal dan setiap saat dalam keadaan darurat bencana;
6. Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran bantuan uang dan barang; 7. Mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima dari
anggaran pendapatan dan belanja daerah, anggaran pendapatan dan belanja negara dan sumber lain;
8. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
2.1.2 Fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Adapun Fungsi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan sebagai berikut :
1. Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana, penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat, efektif dan efisien.
2. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh.
2.1.3 Struktur Organisasi
Susunan Struktur Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2011 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan adalah sebagai berikut :
A. Kepala Badan; B. Unsur Pengarah; C. Kepala Pelaksana; D. Sekretariat terdiri dari;
1. Sub Bagian Program;
2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 3. Sub Bagian Keuangan.
E. Bidang I Pencegahan dan Kesiapsiagaan terdiri dari; 1. Seksi Pencegahan
2. Seksi Kesiapsiagaan
F. Bidang II Kedaruratn dan Logistik terdiri dari; 1. Seksi Kedaruratan
2. Seksi Logistik
G. Bidang III Rehabilitasi dan Rekontruksi terdiri dari; 1. Seksi Rehabilitasi
2. Seksi Rekontruksi
Adapun Struktur organisasi BPBD Kabupaten Pelalawan tahun 2016 dapat dilihat pada Gambar 2.1. Gambar 2.1. Struktur Organisasi BPBD Kabupaten Pelalawan
Sumber : Perda Nomor 12 Tahun 2011
KEPALA BADAN
UNSUR PENGARAH KEPALA PELAKSANA
SEKRETARIS
SUB BAG UMUM dan KEPEGAWAIAN SUB BAG KEUANGAN SUB BAG PROGRAM BIDANG REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI SEKSI REHABILITASI SEKSI REKONSTRUKSI BIDANG KEDARURATAN DAN LOGISTIK SEKSI KEDARURATAN SEKSI LOGISTIK
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN SEKSI PENCEGAHAN SEKSI KESIAPSIAGAAN
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 12 Tahun 2011 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan dengan ini dijabarkan sebagai berikut :
A. Kepala Badan mempunyai tugas:
a. Menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi secara adil dan setara
b. Menetapkan standarisasi serta kebutuhan penyelenggaraan
c. penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan;
d. Menyusun, menetapkan, dan menginformasikan peta rawan bencana;
e. Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana; f. Melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana kepada Kepala Daerah setiap bulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana;
g. Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran uang dan barang; h. Mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
i. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Kepala Badan berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.
Untuk menyelenggarakan tugasnya Kepala Badan menyelenggarakan fungsi:
a. Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan bertindak cepat dan tepat efektif dan efisien;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh.
Unsur Pengarah
Pengaturan unsur Pengarah ditetapkan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
Unsur Pengarah mempunyai fungsi:
a. Perumusan konsep kebijakan penanggulangan bencana nasional; b. Pemantauan;
c. Mengevaluasi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana
Kepala Pelaksana mempunyai tugas melaksanakan :
a. Penanggulangan bencana secara terintegrasi yang meliputi prabencana, saat tanggap darurat dan pasca bencana serta melaksanakan tugas pemadaman kebakaran di daerah.
b. Kepala Pelaksana berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan.
Kepala Pelaksana menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan fungsi koordinasi yang dilaksanakan melalui koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah lainnya di daerah, instansi vertikal yang ada di daerah, lembaga usaha, dan/ atau pihak lain yang diperlukan pada tahap pra bencana dan pasca bencana.
b. Pelaksanaan fungsi komando yang dilaksanakan melalui pengerahan sumber daya manusia, peralatan, logistik dari satuan kerja perangkat daerah lainnya, instansi vertikal yang ada di daerah serta langkah-langkah lain yang diperlukan dalam rangka penanganan darurat bencana.
c. Pelaksanaan fungsi pelaksana yang dilaksanakan secara terkordinasi dan terintegrasi dengan satuan kerja perangkat daerah lainnya di daerah, instansi vertikal yang ada di daerah dengan memperhatikan kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana dan ketentuan peraturan perundangundangan;
d. Pelaksanaan fungsi pemadaman kebakaran;
e. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya;
f. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya .
B. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan umum, kepegawaian, perlengkapan, keuangan, program, hubungan masyarakat, organisasi tata laksana dan keamanan, serta evaluasi pelaksanaan tugas Badan.
a. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan umum, kepegawaian, perlengkapan, keuangan, program, hubungan masyarakat, hukum, organisasi, tata laksana dan keamanan.
b. Sekretaris berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan. Untuk menyelenggarakan tugas, Sekretaris mempunyai fungsi:
a. Penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan pelayanan kesekretariatan;
b. Perumusan kebijakan koordinasi penyusunan program danpenyelenggaraan tugas semua bidang secara terpadu;
c. Perumusan kebijakan pelayanan administratif Badan;
d. Perumusan kebijakan pengelolaan administrasi umum dan rumah tangga Badan;
e. Perumusan kebijakan pengelolaan kelembagaan dan ketatalaksanaan serta hubungan masyarakat;
f. Penginventarisasian permasalahan guna menyiapkan petunjuk pemecahan masalah;
g. Perumusan kebijakan pengelolaan administrasi pengelolaan pegawai;
h. Perumusan kebijakan administrasi pengelolaan keuangan;
i. Perumusan kebijakan pengkoordinasian publikasi pelaksanaan tugas Badan;
j. Perumusan kebijakan pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas Badan;
k. Penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian penyusunan dan penyampaian bahan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Badan;
l. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja/ instansi/ lembaga dibidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan;
m. Pelaksanaan pembagian tugas, pemberian arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Sekretariat;
n. Pelaksanaan evaluasi pengelolaan pelayanan kesekretariatan; o. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan
kesekretariatan;
p. Pelaksanaan tugas kedinasan lain dari Kepala Pelaksana. Sekretariat terdiri dari:
a. Sub bagian Program, mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional kegiatan Subbagian Program berdasarkan program kerja sekretariat;
b. Mengkoordinasikan kegiatan dan program kerja Badan; c. Melaksanakan penyusunan Rencana Strategis Badan;
d. Melaksanakan penyusunan rancangan peraturan
perundangundangan penunjang pelaksanaan tugas;
e. Menyiapkan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja dengan sub unit kerja lain di lingkungan Badan; f. Menyiapkan bahan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Tahunan, dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD);
g. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
h. Melaksanakan pembagian tugas, arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan;
i. Melaksanakan monitoring dan evaluasi bidang program; j. Melaksanakan pelaporan pelaksanaan tugas;
k. Melaksanakan tugas kedinasan lain dari Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.
b. Subbagian Umum dan Kepegawaian, mempunyai tugas;
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional Subbagian Umum dan Kepegawaian berdasarkan program kerja sekretariat; b. Melaksanakan kegiatan pelayanan administrasi umum dan rumah
c. Melaksanakan tertib administrasi naskah dinas;
d. Melaksanakan pengelolaan dokumentasi dan kearsipan pada unit kerja di lingkungan Badan;
e. Menyiapkan surat tugas perjalanan dinas dan pengendalian administrasi perjalanan dinas;
f. Melaksanakan pelayanan keprotokolan dan penyelengaraan rapat di lingkungan Badan;
g. Melaksanakan pelayanan hubungan masyarakat;
h. Menyiapkan dan menyusun rencana kebutuhan barang milik daerah di lingkungan Badan;
i. Melaksanakan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan inventarisasi barang milik daerah di lingkungan Badan;
j. Melaksanakan Urusan Rumah Tangga, keamanan dan ketertiban di lingkungan Badan;
k. Melaksanakan pemeliharaan dan pengelolaan barang milik daerah di lingkungan Badan;
l. Menyiapkan bahan penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Badan;
m.Mengelola bahan bacaan dan aturan perundang-undangan;
n. Menyiapkan dan menyusun bahan rencana kebutuhan formasi dan mutasi pegawai;
o. Menyiapkan bahan administrasi kepegawaian yang meliputi daftar hadir, cuti, kenaikan pangkat, gaji berkala, DP-3, DUK, Sumpah/ janji pegawai, Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P), pensiun, kartu pegawai, karis/ karsu, taspen, askes dan pemberian penghargaan serta peningkatan kesejahteraan pegawai; p. Menyiapkan bahan usulan pegawai untuk mengikuti
pendidikan/ pelatihan struktural, teknis, fungsional, ujian dinas, dan ujian penyesuaian ijazah;
q. Menyiapkan bahan pembinaan umum kepegawaian dan pengembangan karir serta disiplin pegawai;
r. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
s. Melaksanakan pembagian tugas, arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan;
t. Melaksanakan monitoring dan evaluasi bidang umum dan kepegawaian;
u. Melaksanakan pelaporan pelaksanaan tugas;
v. Melaksanakan tugas kedinasan lain dari Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.
c. Subbagian Keuangan, mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional Subbagian Keuangan berdasarkan program kerja sekretariat;
b. Menyiapkan bahan pelaksanaan anggaran dalam bentuk Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Badan;
c. Melaksanakan pengawasan laporan administrasi keuangan Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan;
d. Menyiapkan Bahan Laporan Realisasi Anggaran Badan;
e. Menyelenggarakan administrasi pembukuan, pertanggungjawaban dan laporan keuangan;
f. Menyelenggarakan pembukuan daftar gaji pegawai; g. Menyelenggarakan pembayaran gaji pegawai;
h. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
i. Melaksanakan pembagian tugas, arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan;
j. Melaksanakan monitoring dan evaluasi bidang keuangan; k. Melaksanakan pelaporan pelaksanaan tugas;
l. Melaksanakan tugas kedinasan lain dari Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.
C. Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan, pekerjaan dan kegiatan melaksanakan koordinasi, pembinaan dan fasilitas penyelenggaraan pencegahan pada situasi tidak terjadi bencana dan kesiapsiagaan dalam situasi terdapat ancaman bencana. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan berkedudukan dibawah
dan bertanggung jawab kepada Kepala Pelaksana. Untuk
a. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, mempunyai tugas: a. Penyusunan perencanaan, program, kegiatan, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi dibidang pencegahan dan kesiapsiagaan di Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran;
b. Pelaksanaan koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi kegiatan Pengurangan resiko bencana;
c. Penyusunan program koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pencegahan bencana;
d. Penyusunan program koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi kegiatan penetapan standar teknis penanggulangan bencana;
e. Penyusunan program koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi kegiatan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana;
f. Penyusunan program koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi kegiatan Peringatan Dini terjadinya bencana;
g. Penyusunan program pelatihan dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan kesiapsiagaan;
h. Pelaksanaan pembagian tugas, pemberian arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan di bidang pencegahan dan kesiapsiagaan;
i. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang pencegahan dan kesiapsiagaan;
j. Pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pencegahan dan kesiapsiagaan;
k. Pelaksanaan tugas kedinasan lain dari Kepala Pelaksana sesuai dengan bidang tugasnya.
b. Seksi Pencegahan, mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional Seksi Pencegahan berdasarkan program kerja bidang pencegahan dan kesiapsiagaan;
b. Menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebijakan penanggulangan bencana;
d. Menyiapkan bahan analisis resiko bencana, penegakan tata ruang dan penerapan persyaratan standar teknis penanggulangan bencana;
e. Melaksanakan pelatihan dan bimbingan teknis di bidang pencegahan;
f. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
g. Melaksanakan pembagian tugas, arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan;
h. Melaksanakan monitoring dan evaluasi bidang pencegahan; i. Melaksanakan pelaporan pelaksanaan tugas;
j. Melaksanakan tugas kedinasan lain dari Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sesuai dengan bidang tugasnya. c. Seksi Kesiapsiagaan, mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional Seksi Kesiapsiagaan berdasarkan program kerja bidang pencegahan dan kesiapsiagaan;
b. Menyiapkan bahan dan melaksanakan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana;
c. Menyiapkan bahan pengembangan dan penerapan peringatan dini;
d. Menyiapkan bahan penyelenggaraan kegiatan mitigasi bencana; e. Melaksanakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis di Bidang
Pencegahan;
f. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
g. Melaksanakan pembagian tugas, arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan;
h. Melaksanakan monitoring dan evaluasi bidang kesiapsiagaan; i. Melaksanakan pelaporan pelaksanaan tugas;
j. Melaksanakan tugas kedinasan lain dari Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sesuai dengan bidang tugasnya.
D. Bidang Kedaruratan dan Logistik
Bidang Kedaruratan dan Logistik dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pembinaan, pengkajian, penentuan wilayah bencana, status keadaan darurat dan fasilitasi penyelenggaraan penanggulangan bencana, perlindungan, bantuan dan kebutuhan dasar dan logistik pada saat tanggap darurat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik berkedudukan dibawahdan bertanggung jawab kepada Kepala Pelaksana. Untuk menyelenggarakan tugasnya
a. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, mempunyai tugas:
a. Penyusunan rencana program, kegiatan, koordinasi, pembinaan, pengendalian monitoring dan evaluasi kegiatan pengkajian terhadap lokasi, kerusakan dan kerugian terjadinya bencana ;
b. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi penentuan status keadaan darurat bencana;
c. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi kegiatan penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
d. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terkena bencana;
e. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengendalian danevaluasi kegiatan perlindungan terhadap kelompok rentan;
f. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pemberian bantuan kebutuhan dasar dan logistik;
g. Penyusunan Program pelatihan dan bimbingan teknis tanggap darurat bencana;
h. Pelaksanaan pembagian tugas, arahan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan;
i. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang kedaruratan dan logistik;
j. Pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kedaruratan dan logistik; k. Pelaksanaan tugas kedinasan lain dari Kepala Badan sesuai
b. Seksi Kedaruratan, mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional Seksi Kedaruratan berdasarkan program kerja bidang kedaruratan dan logistik;
b. Menyiapkan bahan kajian keadaan darurat;
c. Menyiapkan bahan fasilitasi pengerahan sumber daya untuk menyelamatkan dan mengevakuasi bencana;
d. Melaksanakan pelatihan dan bimbingan teknis di bidang kedaruratan;
e. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
f. Melaksanakan pembagian tugas, arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan;
g. Melaksanakan monitoring dan evaluasi bidang kedaruratan; h. Melaksanakan pelaporan pelaksanaan tugas;
i. Melaksanakan tugas kedinasan lain dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik sesuai dengan bidang tugasnya.
b. Seksi Logistik, mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional Seksi Logistik b. berdasarkan program kerja bidang Kedaruratan dan logistik;
c. Menyiapkan bahan kajian tingkat kerusakan akibat bencana; d. Menyiapkan bahan pelaksanaan perlindungan kelompok rentan; e. Menyiapkan bahan pemenuhan dasar dan logistik;
f. Melaksanakan pelatihan dan bimbingan teknis serta sosialiasi di bidang logistik;
g. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
h. Melaksanakan pembagian tugas, arahan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan;
i. Melaksanakan monitoring dan evaluasi bidang logistik; j. Melaksanakan pelaporan pelaksanaan tugas;
k. Melaksanakan tugas kedinasan lain dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik sesuai dengan bidang tugasnya.
E. Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengendalian kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi akibat bencana. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Pelaksana.Untuk menyelenggarakan tugasnya;
a. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi,mempunyai tugas: a. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengaturan,
pengendalian, dan evaluasi kegiatan perbaikan lingkungan, sarana dan prasarana hukum;
b. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengaturan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan Pemulihan sosial psikologis, sosial ekonomi dan sosial budaya serta pelayanan kesehatan;
c. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengaturan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan pemulihan fungsi pemerintahan, layanan publik, keamanan serta ketertiban;
d. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengaturan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan pembangunan kembali prasarana dan sarana sosial masyarakat dan keagamaan;
e. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengaturan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan pengembangan partisipasi lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat;
f. Penyusunan program, koordinasi, pembinaan, pengaturan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan peningkatan kegiatan fungsi pelayanan publik dan kondisi sosial, ekonomi dan budaya; g. Pelaksanaan pembagian tugas, pemberian arahan dan
pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi;
h. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi;
i. Pelaporan pelaksanaan tugas di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi;
j. Pelaksanaan tugas kedinasan lain dari Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya.
b. Seksi Rehabilitasi, mempunyai tugas :
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional sub bidang rehabilitasi.
b. Menyiapkan bahan koordinasi rehabilitasi kerusakanan akibat bencana.
c. Memfasilitasi dan melaksanakan kerjasama perbaikan lingkungan prasarana dan sarana umum serta keagamaan;
d. Melaksanakan pemulihan psikologis, sosial ekonomi dan budaya, fungsi pemerintahan, fungsi pelayanan masyarakat, keamanan dan ketertiban;
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya;
c. Sub Bidang Rekonstruksi, mempunyai tugas :
a. Menyusun rencana dan program kerja operasional sub bidang rekonstruksi.
b. Menyiapkan bahan koordinasi rekonstruksi sosial, ekonomi, budaya, sarana dan prasarana sosial budaya masyarakat.
c. Melaksanakan pengembangan fartisipasi lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat pasca bencana. d. Melaksanakan peningkatan fungsi pelayanan publik dan kondisi
sosial, ekonomi dan budaya pasca bencana.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya;
F. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga
fungsional yang terbagi dalam kelompok tenaga fungsional sesuai
dengan bidang keahliannya. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai
tugas melakukan kegiatan teknis sesuai dengan bidang keahlian
masing-masing.
2.2 Sumber Daya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan
I. Sumber Daya Manusia
Sebagai Badan Daerah yang bergerak dibidang kebencanaan , BPBD Kabupaten Pelalawan didukung dengan 24 (dua puluh empat) orang sumber daya Aparatur Sipil Negara. Dalam membantu pelaksanaan tugas dan fungsinya, BPBD Kabupaten Pelalawan mempekerjakan 66 (enam puluh enam ) orang Tenaga kontrak yang terdiri dari 20 (dua puluh) orang tenaga administrasi, 3 (tiga) orang petugas kebersihan, 1 (satu) orang petugas jaga gudang, 1 (satu) petugas teknisi gudang, 39 (tiga puluh sembilan) petugas pemadam kebakaran dan 2 (dua) orang petugas keamanan kantor. Secara keseluruhan, sumber daya manusia dalam menunjang kinerja BPBD Kabupaten Pelalawan berjumlah 84 (delapan puluh empat) orang. Adapun komposisi sumber daya manusia BPBD Kabupaten Pelalawan pada tahun 2016 dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut :
Tabel. 2.1. Komposisi Sumber Daya Manusi BPBD kabupaten Pelalawan Tahun 2016
No Klasifikasi Pegawai Jumlah %
(1) (2) (3) (4)
1 ASN BPBD 24 25
2 Pegawai Tidak Tetap 66 75
JUMLAH 90 100
Sumber : Sekretariat BPBD Kabupaten Pelalawan, (Oktober, 2016)
Dilihat dari pengelompokan Aparatur Sipil Negara berdasarkan golongan, sebagaimana ditunjukkan Tabel 2.2 dapat dikelompokkan sebagai berikut: Golongan III dengan rasio mencapai 12 % (11 orang), dan diikuti oleh Golongan IV 7,7 % (7 orang). Selebihnya berada pada Golongan II 3 % (3 orang) dan Golongan I 73 % (66 orang)
Tabel 2.2. Kondisi Existing Sumber Daya ASN
BBPD Kabupaten Pelalawan Berdasarkan Golongan Tahun 2016
NO. PENUGASAN GOLONGAN
I % II % III % IV %
1 BPBD 66 73 3 3 11 12 7 17
Jumlah 60 73 3 3 11 12 7 17
Sumber : Sekretariat BPBD Kabupaten Pelalawan, (Oktober, 2016)
Kapasitas dan kapabilitas aparatur dipengaruhi dan berkaitan erat dengan tingkat pendidikan. Sumber daya Aparatur Sipil Negara dan PTT BPBD Kabupaten Pelalawan jika dikelompokkan berdasarkan tingkat pendidikan, sebagaimana ditunjukkan Tabel 2.3,pendidikan Strata-1 dengan rasio mencapai 25,50 % (23 orang) dan Strata-2 dengan rasio 2 % (2 orang) Diploma (D-3) dengan rasio 7 %(6 orang) dan SLTA sederataj 65,5 % (59 orang)
Tabel 2.3. Kondisi Existing Sumber Daya ASN dan PTT
BPBD Kabupaten Pelalawan Berdasarkan Tk. Pendidikan Tahun 2016 NO. TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH (Org) %
1 Sarjana Strata II (S-2) 2 2,00
2 Sarjana Starata I (S-1) 23 25,50
3 Diploma (D-3) 6 7,00
4 SLTA sederajat 59 65,50
Jumlah 90 100,00
II. Asset
Gedung Kantor BPBD Kabupaten Pelalawan terdiri dari 2 (dua) gedung , 1 gedung kantor BPBD dan 1 lagi digunakan sebagai gedung serbaguna,gedung ini mulai digunakan pada tahun 2013. Lokasinya yang berada di Komplek Perkantoran Bhakti Praja dan dekat dengan akses lintas timur sehingga memudahkan dalam penyelenggaraan koordinasi, perencanaan dan penanggulangan bencana.
Setiap Bidang/Sekretariat memiliki fasilitas penunjang berupa peralatan dan perlengkapan kerja. Untuk memperlancar mobilitas dan operasional kerja pegawai BPBD juga tersedia 1 (satu) unit mobil operasional,1 (satu) unit mobil jabatan, untuk penanggulangan bencana BPBD mempunyai 5 (lima) unit Kendaraan bermotor yang terdiri dari 2 (dua) unit kendaraan roda 2, 1 (satu) unit mobil rescue, 1 (satu) unit mobil serbaguna dan 1 (satu) unit mobil tanki serta 3 (tiga) unit perahu dengan rincian 1(satu) unit perahu polithelyn serta 1 (dua) buah perahu karet , BPBD Kabupaten Pelalawan memiliki dan menggunakan sarana dan prasarana yang dapat dilihat pada Tabel 2.4.
Sarana dan Prasarana Penunjang BPBD Kabupaten Pelalawan 2016
No Nama Barang Jumlah Kondisi
1 Gedung Kantor 1 BAIK
2 Gedung Serba Guna 1 BAIK
3 Ruang kerja Bidang 4 BAIK
4 Ruang Sekretariat dan umum 2 BAIK
5 Ruang kerja Program 1 BAIK
6 UPS 2 BAIK
7 Laptop 3 BAIK
8 Printer LQ2190 1 BAIK
9 Printer LX 300 1 BAIK
10 Printer Injeck Canon MX 37 2 BAIK
11 Mesin Tik Elektrik 1 BAIK
12 Ac unit 6 BAIK
14 Papan DUK 2 BAIK
15 Kursi Kerja Eselon II 1 BAIK
16 Kursi Kerja Eselon III 1 BAIK
17 Kursi Kerja Eselon IV 4 BAIK
18 Kursi Kerja Staf 14 BAIK
19 Meja Kerja Eselon II 1 BAIK
20 Meja Kerja Eselon III 4 BAIK
21 Meja Kerja Staf 15 BAIK
22 Filling Kabinet 8 BAIK
23 Perahu Karet 1 BAIK
24 Mesin Perahu Karet 1 BAIK
25 Tenda Posko 1 BAIK
26 Tenda Pengungsian 3 BAIK
27 Lampu Penerangan (Solar Cell) 5 BAIK
28 Tenda Keluarga 12 BAIK
29 Solar Handle Lamp 12 BAIK
30 Velbed 25 BAIK
31 HT 2 BAIK
32 RIG 1 BAIK
33 SSB 1 BAIK
34 Lampu Senter 1 BAIK
35 Genset 10 KVA 1 BAIK
36 Water Treatment Portable 1 BAIK
37 Lemari Kaca 3 pintu 5 BAIK
38 Lemari Kaca 2 pintu 5 BAIK
39 Filling Cabinet 6 BAIK
40 Meja Kerja 1 biro 1 BAIK
41 Meja Kerja 1/2 biro 9 BAIK
42 Kursi Kerja Eselon III 1 BAIK
43 Kursi Kerja Eselon IV 3 BAIK
44 Kursi Staf 6 BAIK
2.3 Kinerja Pelayanan BPBD
Sesuai dengan tupoksinya, pelayanan BPBD kabupaten pelalawan lebih kepada Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana telah diatur dalam Undang-Undang 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang terbagi dalam beberapa tahap kegiatan yaitu pada saat pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Keterkaitan antara kegiatan penanggulangan bencana tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.3
Pencapaian Kinerja Pelayanan BPBD Kabupaten Pelalawan Tahun 2012 -2016
Dari tabel 2.5 dapat dijelaskan bahwasanya pencapaian kinerja BPBD Kabupaten Pelalawan tahun 2011-2016 sudah cukup baik dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Hal ini ditunjukkan demi berkurangnya bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kabupaten pelalawan.
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD)
TANTANGAN PELUANG
1 2
a. Masih terbatasnya sarana
dan prasarana yang
a. Adanya komitmen dari seluruh komponen bangsa No
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan
Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikat or Lainny a
Target Renstra SKPD Tahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2011 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) A. IKK 1. Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan % - 100 100 100 100 100 - 100 100 100 100 100 - 100 100 100 100 100
dimiliki Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kabupaten
Pelalawan.
b. Terbatasnya alokasi
Anggaran yang dimiliki
oleh Badan
Penanggulangan Bencana
Daerah Kabupaten
Pelalawan.
c. Masih belum optimalnya koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana. d. Masih belum jelasnya
Sistem Operasinal
Prosedur (SOP) dalam penanggulangan bencana. e. Masih belum jelasnya
Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam penanggulangan bencana. f. Sulitnya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang
masalah bahaya bencana, yang disebabkan oleh
masih minimnya pemahaman berkaitan dengan penanggulangan bencana. dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. b. Pesatnya perkembangan
teknologi untuk menunjang
kegiatan di bidang
kebencanaan yang
bermanfaat guna
pengurangan resiko
bencana.
c. Adanya sinkronisasi dan
koordinasi dalam
penyelenggaraan
penanggulangan bencana
baik tingkat Pusat,
Propinsi dan
Kabupaten/Kota.
d. Adanya peran serta
masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam penanggulangan bencana. e. Adanya priotas penggunaan anggaran
guna menunjang kegiatan penanggulangan bencana.
f. Terbentuknya Badan
Penanggulangan Bencana Daerah pada setiap daerah sebagai wujud adanya
komitmen pemerintah
dalam penanggulangan
Tabel 2.4
Besaran Serapan Anggaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2012 – 2016
Dari tabel 2.5 dapat dilihat besaran serapan anggaran pada BPBD kabupaten Pelalawan dimulai dari tahun 2012 dan terjadi peningkatan anggaran pada tahun 2015 ini dikarenakan pengadaan sarana dan pra sarana pemadam kebakaran termasuk pengadaan kendaraan pemadam kebakaran.
Rp-Rp2,000,000,000.0 Rp4,000,000,000.0 Rp6,000,000,000.0 Rp8,000,000,000.0 Rp10,000,000,000.0 Rp12,000,000,000.0 Tabel 2.4
Besaran Serapan Anggaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2012 – 2016
Dari tabel 2.5 dapat dilihat besaran serapan anggaran pada BPBD kabupaten Pelalawan dimulai dari tahun 2012 dan terjadi peningkatan anggaran pada tahun 2015 ini dikarenakan pengadaan sarana dan pra sarana pemadam kebakaran termasuk pengadaan kendaraan pemadam kebakaran.
Rp-Rp2,000,000,000.0 Rp4,000,000,000.0 Rp6,000,000,000.0 Rp8,000,000,000.0 Rp10,000,000,000.0 Rp12,000,000,000.0 2012 2013 2014 2015 2016 Tabel 2.4
Besaran Serapan Anggaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2012 – 2016
Dari tabel 2.5 dapat dilihat besaran serapan anggaran pada BPBD kabupaten Pelalawan dimulai dari tahun 2012 dan terjadi peningkatan anggaran pada tahun 2015 ini dikarenakan pengadaan sarana dan pra sarana pemadam kebakaran termasuk pengadaan kendaraan pemadam kebakaran.
BTL BL
Tabel 2.5
Pencapaian Kinerja Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan
NO
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan
Fungsi PERANGKAT
DAERAH
Target Target Target Target Renstra PERANGKAT
DAERAH Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-SPM IKK Indikator
Lainnya 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
-2011 2012 2013 2014 2015 -2011 2012 2013 2014 2015 -2011 2012 2013 2014 2015
-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 10- -11 -12 -13 -14 -15 -16 -17 -18 -19 -20
* BPBD Kab. Pelalawan belum membuat SPM sebagaimana mestinya, disebabkan belum adanya acuan SPM yang diberikan oleh BNPB maupun BPBD Prov. Riau, sehingga dalam penyusunan SPM belum bisa dituangkan dalam tabel ini.
Tabel 2.6
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan
Uraian *)
Anggaran pada Tahun ke- (Rp juta) Realisasi Anggaran pada Tahun ke- (Rp juta) Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke- PertumbuhanRata-rata
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi -2011 2012 2013 2014 2015 2011- 2012 2013 2014 2015 -2011 2012 2013 2014 2015 -1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -10 -11 -12 -13 -14 -15 -16 -17 -18 PENDAPATAN DAERAH 0 0 10 0
Pendapatan Asli Daerah 0 0 10 0
- Hasil retribusi daerah 10
BELANJA DAERAH 2.928 7.977 7.852 12.645 2.612 7.664 7.126 11.335 89,21 96,08 90,75 89,64 21.918 20.236 Belanja Tidak Langsung 1.417 2.149 2.284 2.504 1.273 2.087 2.149 2.407 89,84 97,11 94,09 96 6.476 6.111
- Belanja pegawai 1.417 2.149 2.284 2.504 1.273 2.087 2.149 2.407 89,84 97,11 94,09 96 6.476 6.111
Belanja Langsung 1.511 5.828 5.567 10.141 1.338 5.576 4.977 8.928 88,55 95,68 89,40 88,04 15.441 14.123
- Belanja pegawai 200 1.068 1.899 2.424 178 1.039 1.800 2.105 89,00 97,28 94,79 86,84 3.773 3.543
- Belanja barang dan jasa 1.110 3.264 2.980 3.056 968 3.060 2.494 2.474 87,21 93,75 83,69 80,96 8.118 7.141
- Belanja modal 201 1.494 687 4.659 192 1.477 683 4.348 95,52 98,86 99,42 93,32 3.547 3.439
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 -2011 2012 2013 2014 2015 -2011 2012 2013 2014 2015 -2011 2012 2013 2014 2015
-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -10 -11 -12 -13 -14 -15 -16 -17 -18
PENDAPATAN DAERAH 0 0 10 0
Pendapatan Asli Daerah 0 0 10 0
- Hasil pajak daerah
- Hasil retribusi daerah 10
- Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
- Lain-lain PAD yang Sah Dana Perimbangan
- Bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak
Tabel 2.7
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan
Uraian *)
Anggaran pada Tahun ke- (Rp juta) Realisasi Anggaran pada Tahun ke- (Rp juta) Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke- PertumbuhanRata-rata
Anggaran Realisasi
- Bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak - Dana alokasi umum
- Dana alokasi khusus
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah - Pendapatan hibah
- Dana darurat
- Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya
- Dana penyesuaian dan otonomi khusus
- Bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya
BELANJA DAERAH 2,928 7,977 7,852 12,645 2,612 7,664 7,126 11,335 89.21 96.08 90.75 89.64 21,918 20,236 Belanja Tidak Langsung 1,417 2,149 2,284 2,504 1,273 2,087 2,149 2,407 89.84 97.11 94.09 96 6,476 6,111 - Belanja pegawai 1,417 2,149 2,284 2,504 1,273 2,087 2,149 2,407 89.84 97.11 94.09 96 6,476 6,111 - Belanja bunga
- Belanja subsidi - Belanja hibah - Belanja bantuan sosial
- Belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa - Belanja tidak terduga
Belanja Langsung 1,511 5,828 5,567 10,141 1,338 5,576 4,977 8,928 88.55 95.68 89.40 88.04 15,441 14,123 - Belanja pegawai 200 1,068 1,899 2,424 178 1,039 1,800 2,105 89.00 97.28 94.79 86.84 3,773 3,543 - Belanja barang dan jasa 1,110 3,264 2,980 3,056 968 3,060 2,494 2,474 87.21 93.75 83.69 80.96 8,118 7,141 - Belanja modal 201 1,494 687 4,659 192 1,477 683 4,348 95.52 98.86 99.42 93.32 3,547 3,439 PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan
- Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya
- Pencairan dana cadangan
- Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan - Penerimaan pinjaman daerah
- Penerimaan kembali pemberian pinjaman - Penerimaan piutang daerah
- Penerimaan piutang daerah Pengeluaran pembiayaan - Pembentukan dana cadangan
- Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah - Pembayaran pokok utang
- Pemberian pinjaman daerah
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 33
BAB III
ANALISIS ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS
DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan BPBD Kabupaten Pelalawan
BPBD Kabupaten Pelalawan dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Sebagai Koordinator dalam Penanganan Penanggulangan Bencana yang Terjadi Dikabupaten Pelalawan. Adapun permasalahan pelayanan BPBD Kabupaten Pelalawan berdasarkan tugas dan fungsinya dapat diidentifikasi sebagai berikut dan dirinci pada tabel 3.1:
1. Belum maksimalnya pelayanan administrasi perkantoran, 2. Masih kurangnya Sarana dan Prasarana yang dimiliki,
3. Masih lemahnya pemahaman aparatur tentang Peraturan Perundang-undangan khususnya mengenai penanggulangan bencana
4. Masih terbatasnya prasarana tentang peringatan dini dan penanggulangan korban bencana alam
Tabel.3.1
Faktor Pendorong dan Penghambat Pelaksanaan Pelayanan Publik No Jenis PelayananPublik Pelaksanaan TugasPermasalahan
dan Fungsi BPBPKD Sebagai Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1 PelayananAdministrasi Perkantoran Masih terbatasnya aparatur yang dimiliki Terbatasnya
Anggaran Adanya uraian tugas
2 Peningkatan Saranadan Prasarana Aparatur Masih kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki Terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki Telah memiliki kantor sendiri 3 Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur Masih lemahnya pemahaman aparatur tentang peraturan perundang-undangan yang berlaku Terbatasnya Bimbingan teknis yang diikuti Tersedianya anggaran 4 Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan dan Capaian Kinerja dan Masih terbatasnya aparatur/operator yang mengoperasikan sistem pelaporan Kurangnya sosialisasi dan Bimbingan Teknis berkaitan dengan Sistem Pelaporan Telah memiliki sistem Sianinda
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 34
Keuangan capaian kinerja
keuangan dan Keuangan
5 Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam Masih terbatasnya prasarana tentang peringatan dini dan penanggulangan korban bencana alam
Terbatasnya Sarana dan Prasarana dan Masih enggannya masyarakat meninggalkan tempat tinggalnya Adanya partisifasi elemen dan organisasi kemasyarakatan dalam tanggap darurat bencana. 6 Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Kebakaran Masih belum maksimalnya pelaksanaan kesiagaan dan pencegahan Kebakaran Belum tersedianya pos jaga, jaringan telepon khusus pemadam kebakaran dan masih terbatasnya personil Tersedianya Mobil Pemadam Kebakaran dan Adanya bantuan dari pihak swasta. 7 Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan Bencana Belum maksimalnya Perencanaan Daerah Rawan Bencana Belum terpetanya daerah rawan bencana Teranggarnya kegiatan pendataan survey daerah rawan bencana 8 Penyelenggaraanpenanggulangan bencana Belum maksimalnya pelaksanaan penanggulangan bencana Belum tersedianya SOP dan SPM penanggulangan bencana di daerah Adanya komitmen pemerintah baik pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota dalam
pananggulangan bencana
3.1. TELAAHAN VISI DAN MISI KEPALA DAERAH
Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan perangkat daerah yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut.
Visi dan Misi Kepala Daerah Terpilih tergambar dalam RPJMD Kabupaten Pelalawan 2016-2021. Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten Pelalawan 2016-2021 di bidang Penanggulangan Bencana dapat dirumuskan melalui gambaran yang lebih jelas dengan keterkaitan antara visi, misi, tujuan dan sasaran sebagaimana dimuat pada Tabel 3.2
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 35 Tabel 3.2
Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten Pelalawan 2016-2021 Yang Terkait Tugas dan Fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Pelalawan
MISI II : Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan.
Kondisi kesehatan masyarakat dalam suatu wilayah sangat mempengaruhi kualitas pembangunan dan kualitas hidup masyarakat itu sendiri. Tanpa tubuh yang sehat, maka akan sangat sulit bagi seluruh aktor pembangunan di Pelalawan melakukan pembangunan di segala bidang. Mengingat arti penting kesehatan, maka salah satu fokus pembangunan untuk lima tahun kedepan adalah peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kualitas lingkungan merupakan aspek yang sangat penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat, termasuk di dalamnya lingkungan alam sekitar. Salah satu bencana lingkungan yang sering sekali menimpa kabupaten Pelalawan adalah bahaya kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu diperlukan adanya antisipasi dan mitigasi bencana yang lebih optimal.
Tujuan 2.1. Meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan.
Kesehatan lingkungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Derajat kesehatan masyarakat selain berfokus kepada tubuh manusia, juga kepada lingkungan sekitarnya. Lingkungan adalah penentu kesehatan manusia/populasi. Tanpa lingkungan yang sehat, maka akan sulit untuk menjaga kesehatan badan.
Mengingat pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, maka perlu dilakukan peningkatan kualitas kesehatan lingkungan secara terus menerus dan terpadu. Dalam upaya perwujudan lingkungan yang sehat, maka keterlibatan masyarakat untuk mandiri menjaga lingkungan sekitarnya sangat dibutuhkan.
VISI : Inovasi Menuju Pelalawan EMAS (Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera)
MISI TUJUAN SASARAN
Misi II:
Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan
2.1. Meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 36 Untuk mencapai tujuan meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, maka sasarannya adalah:2.1.1. Terwujudnya PELALAWAN SEHAT.
Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan disamping merupakan hasil analisis isu-isu strategis dan permasalahan pelayanan berdasarkan tugas dan fungsi, selanjutnya juga akan diarahkan untuk mencapai dan menunjang Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten Pelalawan Tahun 2016-2021 tersebut.
Lebih lengkapnya sasaran strategis, indikator kinerja, target kinerja, program pembangunan dan Perangkat Daerah terkait dapat dilihat pada Tabel 3.2 A sebagai berikut:
Tabel 3.2 A
Indikator Kinerja dan Program Pembangunan Prioritas Kabupaten Pelalawan Tahun 2016-2021
Sasaran Strategis Indikator
Kinerja KondisiTarget Kinerja Program Pembangunan PerangkatDaerah Awal Target2021 Pelalawan Sehat (Upaya intensif menciptakan kondisi kesehatan masyarakat dan lingkungan dengan meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan, pencegahan pencemaran lingkungan, kebakaran lahan dan hutan, meningkatkan layanan penyediaan air minum layak dan sanitas layak serta penanganan kawasan kumuh)
Angka Harapan
Hidup (AHH) 70,13 72 1. Program UpayaKesehatan Masyarakat 2. Program Peningkatan Sarana Prasarana Kesehatan 3. Program Kefarmasian dan Alkes 4. Program Upaya Kesehatan Perorangan 5. Program Peningkatan Sarana Prasaran Rumah Sakit 6. Program Bina Gizi dan
Kesehatan Ibu dan Anak 1. Diskes 2. Diskes 3. Diskes & RSUD 4. RSUD 5. RSUD 6. Diskes Cakupan Persentase desa tangguh bencana aktif (%) Cakupan Penanganan Dampak Bencana dan Paska Bencana (%) Tersedianya 100 100 100 100 1.Program pencegahan dini dan pengurangan resiko bencana
2.Program Penanganan Bencana dan Pasca Bencana
1. Satpol PP & Damkar
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 37 Sasaran Strategis Indikator
Kinerja KondisiTarget Kinerja Program Pembangunan PerangkatDaerah Awal Target2021
Pedoman Penggulangan Bencana Kabupaten, (%)
100 100 3.Program PerencanaanPenanggulangan Daerah Rawan Bencana
3. BPBD
3.3 Telaahan Rencana Strategis Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Rencana Strategis BPBD Propinsi Riau
3.3.1 Rencana Strategis (Renstra) Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang merujuk pada undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang merupakan pemegang mandat penanggulangan bencana di Indonesia memiliki visi “Ketangguhan Bangsa Dalam Menghadapi Bencana”, harus mampu menjalankan perannya dalam koordinasi penanggulangan bencana dipusat dan daerah, disamping itu akan terus mendorong masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana serta berupaya membangun kesadaran masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam menjalakan visinya BNPB memiliki misi sebagai berikut :
1) Melindungi bangsa dari ancaman bencana melalui pengurangan resiko bencana
2) Membangun sistem penanggulangan bencana yang handal
3) Menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh.
Dalam pencapaian Visi, Misi dan tujuan organisasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, maka disusunlah Rencana Strategis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2015 – 2020 yang merupakan dasar
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 38 penyusunan kebijakan, program, kegiatan dan indikator (tolok ukur) kinerja kegiatan BNPB. Sebagai tujuan penyusunan renstra ini adalah :
1. Mewujudkan ketangguhan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran dan komitmen serta perilaku dan budaya sadar bencana
2. Mewujugkan sistem penyelenggaraan penanggulangan bencana yang handal, mencakup penangan prabencana, tanggap darurat dan pasca bencana.
Tujuan strategis Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam kurun waktu 2015-2020 adalah peningkatan kemampuan penanggulangan bencana yang meliputi :
1. Penguatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam usaha mitigasi resiko bencana serta penanganan bencana
2. Pembentukan tim gerak cepat (unit khusus penanganan bencana) dengan dukungan peralatan dan alat transportasi yang memadai, dengan basis di dua wilayah Jakarta dan Malang dengan tujuan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Arah kebijakan dan strategi nasional penanggulangan bencana termasuk kedalam prioritas lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, yang diarahkan pada pengarusutamaan pengurangan resiko bencana sebagai prioritas nasional dan daerah, penguatan kapasitas penanggulangan bencana di pusat dan daerah, optimalisasi instrument pengendalian pemanfaatan ruang dalam aspek pengurangan resiko bencana, mendorong keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana, peningkatan sumber daya penanganan kedaruratan dan bantuan kemanusiaan serta percepatan pemulihan wilayah yang terkena dampat bencana. Arah kebijakan dan strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana lima tahun kedepan (2015-2020) adalah sebagai berikut :
1. Terselenggaranya Penanggulangan Bencana yang terencana, terarah, terkoordinasi, terpadu dan menyeluruh serta akuntabel.
2. Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kesiapsagaan dalam menghadapi bencana melalui pembentukan satuan reaksi cepat penanggulangan bencana.
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 39 3. Terselesaikannya penanganan kedaruratan korban bencana diwilayah
pascabencana secara cepat, tepat dan efektif serta terkoordinir dan terpadu.
4. Terselesaikannya pemulihan sarana dan prasarana fisik dan non fisik di wilayah pascabencana secara terpadu dan menyeluruh.
3.2.2 Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Riau
Dalam pelaksanaan kegiatan BPBPKD Pelalawan selalu koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Riau yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Riau nomor 2 tahun 2010 tentang Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Riau.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Riau mempunyai visi “Terwujudnya Propinsi Riau yang tangguh dalam penanggulangan bencana”, dengan maksud sebagai berikut :
1. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan membangun sistem dan mekanisme penanggulangan bencana Propinsi Riau.
2. Memperkuat masyarakat berbudaya melayu dengan layanan aman bencana.
3. Melindungi segenap masyarakat Riau dari dampak bencana.
4. Meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana secara terpadu dan berkesinambungan.
Tugas pokok Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Riau adalah melaksanakan penyusunan dan kebijakan dibidang penanggulangan bencana di Propinsi Riau, dengan fungsi sebagai berikut :
1. Merumuskan kebijakan teknis bidang penanggulangan bencana.
2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang penanggulangan bencana
3. Pembinaan, fasilitasi dan pelaksanaan tugas dibidang pencegahan dan kesiapsiagaan penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, logistik dan peralatan lingkup propinsi dan kabupaten/kota.
Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan 40 5. Pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian, perlengkapan,
rumah tangga dan ketatausahaan di lingkungan Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Riau.
6. Pelaksanaan tugas lain yang sesuai dengan tugas dan fungsi dari Gubernur Riau.
Arah kebijakan strategis BPBD Propinsi Riau tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut :
1. Terwujudnya koordinasi, komunikasi dan sinkronisasi pelaksanaan penanggulangan bencana di Propinsi Riau.
2. Tersedianya data dan informasi mutakhir tentang kejadian bencana di Propinsi Riau.
3. Terwujudnya perumusan kebijakan teknis, pembinaan,
pengkoordinasian, pelayanan administrasi dan pelaksanaan program, kegiatan, keuangan, umum dan kepegawaian.
4. Terwujudnya perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana
5. Terwujudnya perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan penyelamatan, evakuasi dan penanganan pengungsi. 6. Terwujudnya perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan
pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi
7. Terwujudnya perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan penyediaan logistik dan peralatan.
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.
Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pelalawan Tahun 2011-2031 sudah disahkan oleh DPRD Kabupaten Pelalawan pada tanggal 18 Juni 2014 nomor: KPTS/05/DPRD/2014 dan saat ini Ranperda RTRW masih dalam proses evaluasi oleh Gubernur Riau.
Prinsip Dasar Dalam Arahan Pemanfaatan Ruang Kabupaten Pelalawan
Komponen utama rencana tata ruang wilayah Kabupaten Pelalawan meliputi: rencana struktur ruang wilayah, rencana pola ruang wilayah, dan