i
SKRIPSI
HASIL GARUT (
MARANTHA ARUNDINACEA
) PADA NAUNGAN
DAN KEKERINGAN
Oleh :
Muhammad Bogi Oktafani
H0713125
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
ii
HASIL GARUT (
MARANTHA ARUNDINACEA
) PADA NAUNGAN
DAN KEKERINGAN
SKRIPSI
untuk memenuhi sebagian
persyaratan guna memperoleh derajat Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret
oleh:
Muhammad Bogi Oktafani H0713125
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
v
PERNYATAAN
Dengan ini saya Nama: Muhammad Bogi Oktafani NIM: H0713125 Program
Studi: Agroteknologi menyatakan bahwa dalam skripsi saya yang berjudul “HASIL GARUT (Marantha arundinacea) PADA NAUNGAN DAN KEKERINGAN” ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk
memperoleh gelar akademik dan sepanjang pengetahuan penulis juga tidak
ada unsur plagiatisme, falsifikasi, fabrikasi karya, data atau pendapat yang
pernah ditulis atau diterbitkan oleh penulis lain, kecuali yang secara tertulis
diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Surakarta, Maret 2017
Yang menyatakan
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena
atas rahmatNya, skripsi ini akhirnya dapat diselesaikan. Sholawat serta salam
semoga senantiasa tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Skripsi
ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi banyak mengalami
kekurangan. Namun dengan bantuan berbagai pihak kekurangan tersebut
dapat teratasi. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, M.S. selaku Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Prof. Dr. Ir. Hadiwiyono, M.Si selaku Ketua Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Prof. Dr. Ir. Supriyono, M.S. selaku Dosen Pembimbing Akademik dan
Pembimbing Utama dalam penyusunan skripsi ini.
4. Prof. Dr. Ir. MTh. Sri Budiastuti. M.Si. selaku Dosen Pembimbing
pendamping atas segala bimbingan dan arahan yang diberikan.
5. Prof. Dr. Ir. Djoko Purnomo, M.P. selaku Dosen Pembahas dalam
penyusunan skripsi ini.
6. Karyawan Lab. Jumantono Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret
Surakarta, Mas Sukar, serta karyawan Fakultas Pertanian Sebelas Maret
lainnya, Mas Warsito, Mas Wawan, Mas Imron dan Mas Ali.
7. Keluarga tercinta Bapak Warjo, Ibu Kun Maryatin dan Mbak Eka, Mas Ian,
Dian Khoiri Inayah, Nabila dan Nadia yang selalu memberikan doa dan
dukungan dalam bentuk apapun.
8. Kakak dan sahabat saya dalam satu tim penelitian yang selalu saling
mendukung Ahmad Ichsan Yunanto.
9. Segenap tim garut periode I Mbak Tami, Mbak Riska, Mbak Yuli, dan Mbak
Silvi yang membantu dalam penelitian.
10. Sahabat seperjuangan saya yang tergabung dalam Keluarga Sukun, Mas
Imam, Ilham, Zulfan, Yofa, Septian, Ucup, Fandwiki, Dhio, Priyo, Satriya,
Adam, Ibuk Wulan, Robby, Tiwi, Ega, Hikam, Dhisti, dan Hesti.
11. Sahabat BKF Kaya 2013, Anton, Endung, Lilis, Etik, Syarif, Rifqi Dhani,
vii
12. Teman seperjuangan Agroteknologi 2013 (KLOROPLAS) yang tidak dapat
disebutkan namanya satu per satu untuk waktu, ilmu, dan bantuan selama
menjalani aktivitas bersama.
13. FORMAT FP UNS yang telah memberikan banyak pelajaran dan
pengalaman berharga selama kuliah.
14. Semua pihak yang telah membantu demi kelancaran penelitian dan
penulisan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna,
saran dan kritik sagat diharapkan untuk kesempurnaan skripsi ini.
Surakarta, Maret 2017
viii
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 3
A. Garut (Marantha arundinacea) ... 3
B. Naungan ... 4
C. Kekeringan ... 5
D. Hasil Garut (Marantha arundinacea) ... 6
E. Hipotesis ... 7
III. METODE PENELITIAN ... 8
A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 8
B. Bahan dan Alat ... 8
C. Perancangan Penelitian ... 8
D. Pelaksanaan Penelitian ... 9
E. Pengamatan Peubah ... 10
F. Analisis Data ... 11
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 12
A. Kondisi Umum Lahan ... 12
B. Pengaruh Beberapa Tingkat Naungan terhadap Garut ... 13
1. Komponen Pertumbuhan ... 13
a. Tinggi Tanaman ... 13
b. Jumlah Daun ... 14
ix
d. Rasio Akar Tajuk ... 15
2. Komponen Hasil ... 16
a. Bobot Umbi per Tanaman ... 17
b. Jumlah Umbi per Tanaman ... 18
c. Panjang Umbi ... 18
d. Diameter Umbi ... 19
C. Pengaruh Beberapa Tingkat Kekeringan terhadap Garut ... 20
1. Komponen Pertumbuhan ... 20
a. Tinggi Tanaman ... 20
b. Jumlah Daun ... 21
c. Jumlah Anakan ... 22
d. Rasio Akar Tajuk ... 22
2. Komponen Hasil ... 23
a. Bobot Umbi per Tanaman ... 24
b. Jumlah Umbi per Tanaman ... 25
c. Panjang Umbi ... 25
d. Diameter Umbi ... 26
V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 27
A. Kesimpulan ... 27
B. Saran ... 27
DAFTAR PUSTAKA ... 28
10
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
1. Kandungan Unsur Kimia Tanah Alfisol ... 12
2. Perubahan Pertumbuhan Garut Akibat Beberapa Tingkat Naungan ... 13
3. Hasil Umbi Garut Akibat Beberapa Tingkat Naungan ... 17
4. Perubahan Pertumbuhan Garut Akibat Beberapa Tingkat Kekeringan ... 20
5. Hasil Umbi Garut Akibat Beberpa Tingkat Kekeringan. ... 24
Dalam lampiran
6. Hasil Uji Anova Perlakuan Naungan terhadap Tinggi Tanaman Garut Umur 12 Bulan ... 35
7. Hasil Uji Anova Perlakuan Naungan terhadap Jumlah Daun Tanaman Garut Umur 12 Bulan ... 35
8. Hasil Uji Anova Perlakuan Naungan terhadap Jumlah Anakan Tanaman Garut Umur 12 Bulan ... 35
9. Hasil Uji Anova Perlakuan Naunga terhadap Rasio Akar Tajuk Tanaman Garut ... 35
10. Hasil Uji Anova Perlakuan Naunga terhadap Bobot Umbi Garut per
Tanaman ... 36
11. Hasil Uji Anova Perlakuan Naungan terhadap Jumlah Umbi Garut per Tanaman ... 36
12. Hasil Uji Anova Perlakuan Naungan terhadap Panjang Umbi Garut ... 36
13. Hasil Uji Anova Perlakuan Naungan terhadap Diamter Umbi Garut...36
14. Hasil Uji Anova Perlakuan Kekeringan terhadap Tinggi Tanaman Garut Umur 12 Bulan ... 36
15. Hasil Uji Anova Perlakuan Kekeringan terhadap Jumlah Daun
Tanaman Garut Umur 12 Bulan ... 37
16. Hasil Uji Anova Perlakuan Kekeringan terhadap Jumlah
Anakan Tanaman Garut Umur 12 Bulan ... 37
17. Hasil Uji Anova Perlakuan Kekeringan terhadap Rasio
Akar Tajuk Tanaman Garut ... 37
18. Hasil Uji Anova Perlakuan Kekeringan terhadap Bobot
Umbi Garut per Tanaman ... 37
19. Hasil Uji Anova Perlakuan Kekeringan terhadap Jumlah
Umbi Garut per Tanaman ... 38
20. Hasil Uji Anova Perlakuan Kekeringan terhadap Panjang
Umbi Garut ... 38
21. Hasil Uji Anova Perlakuan Kekeringan terhadap Diameter
Umbi Garut... 38
22. Data Iklim Jumantono Tahun 2016... 39
11
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
Dalam lampiran
1. Denah Percobaan Perlakuan Naungan ... 33
2. Denah Percobaan Perlakuan Kekeringan ... 34
3. Dokumentasi Pindah Tanam Tanaman Garut saat Awal Tanam ... 40
4. Dokumentasi Tanaman Garut Setelah Pindah Tanam Umur 8 Bulan ... 40
5. Dokumentasi Kondisi Tanaman Garut Sebelum Panen Umur 12 Bulan . 40 6. Dokumentasi Tanaman Garut Setelah Panen ... 40
7. Dokumentasi Umbi Garut Setelah Dibersihkan ... 40
8. Dokumentasi Pengukuran Panjang Umbi Garut ... 40
9. Dokumentasi Pengukuran Diameter Umbi Garut ... 41
10. Dokumentasi Penimbangan Berat Umbi Garut ... 41
11. Dokumentasi Penimbangan Berat Kering Tajuk Tanaman Garut ... 41
12. Dokumentasi Penimbangan Berat Kering Akar Tanaman Garut ... 41
13. Dokumentasi Pemanenan Tanaman Garut Perlakuan Naungan ... 41
14. Dokumentasi Kondisi Perlakuan Naungan ... 41
12
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
1. Denah Penelitian ... 33
2. Hasil Uji Anova ... 35
3. Data Iklim Jumantono Tahun 2016 ... 39
4. Dokumentasi Penelitian ... 40
13 RINGKASAN
HASIL GARUT (MARANTHA ARUNDINACEA) PADA NAUNGAN DAN KEKERINGAN
Skripsi: Muhammad Bogi Oktafani (H0713125). Pembimbing: Supriyono, MTh. Sri Budiastuti, Program Studi: Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Garut (Marantha arundinacea) merupakan salah satu sumber bahan pangan potensial pengganti tepung terigu dan beras. Kebanyakan garut dibiarkan tumbuh liar tanpa perawatan khusus sehingga produktivitas rendah. Intensitas cahaya merupakan salah satu faktor yang berpengaruh penting bagi pertumbuhan tanaman. Garut dapat tumbuh baik pada kondisi intesitas cahaya rendah. Saat musim kemarau, ketersediaan air turun sehingga menyebabkan kekeringan. Garut memerlukan curah hujan minimum 1500-2000 mm per tahun. Tujuan penelitian untuk menentukan taraf intensitas cahaya dan kekeringan terhadap hasil umbi garut. Manfaat penelitian yakni mengetahui ketahanan garut pada intensitas cahaya rendah (naungan) dan kekeringan terhadap kualitas dan kuantitas hasil umbi garut.
Penelitian melalui percobaan dilaksanakan mulai bulan Maret sampai September 2016 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta di Jumantono Karanganyar. Penelitian terdiri atas 2 percobaan terpisah, masing masing menggunakan rancangan acak lengkap (RAKL) satu faktor perlakuan. Perlakuan memiliki 4 taraf dan masing-masing diulang sebanyak enam kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Percobaan intensitas cahaya dengan taraf 27400 lux (tanpa naungan), 18900 lux (ternaungi 31%), 13500 lux (ternaungi 51%) dan 7400 lux (ternaungi 27%). Percobaan kekeringan dengan taraf 100%, 75%, 50% dan 25% kapasitas lapang. Data pengamatan akan dianalisis menggunakan ANOVA pada α = 0,05 (taraf 5%). Apabila data yang dianalisis menunjukkan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan DMRT taraf 5%. Variabel peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, rasio akar tajuk, jumlah, ukuran dan berat umbi per tanaman.
Hasil penelitian menunjukan Garut adalah tanaman yang dapat tumbuh pada intensitas cahaya 7400 lux dan masih menghasilkan pertumbuhan serta hasil dibandingkan dengan tempat terbuka (27400 lux) ditunjukan dengan diameter dan panjang umbi (1,91 cm, 25,06 cm). Garut adalah tanaman tahan kering sampai 25% KL dan masih menghasilkan pertumbuhan serta hasil yang baik ditunjukan dengan bobot umbi (551,67 g).
14 SUMMARY
ARROWROOT (MARANTHA ARUNDINACEAE) YIELDS ON THE SHADE AND DROUGHT Thesis : Muhammad Bogi Oktafani (H0713125). Supervisor: Supriyono, MTh. Sri
Budiastuti,
Program : Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Arrowroot (Marantha arundinacea) is one of potential food source for
substitute wheat flour and rice. Generally, arrowroot wildly grown without special care. Light intensity is one of the most important factors for plant growth. Arrowroot can grow well in low light intensity conditions. During the dry season, the water availability is low causing drought stress. Arrowroot requires at least 1500-2000 mm per year rainfall. The objectives of the study were to determine the level of light intensity and drought stress on the arrowroot yield. The benefits of this study were to know the drought resistancy on the quality and quantity of arrowroot tuber.
The research trough experiment was conducted from March to September 2016 at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University Surakarta in Jumantono, Karanganyar. The study was a combination of two separate experiments, each using a complete randomized block design (RCBD) with one treatment factor. The treatment has 4 levels and each is repeated 6 times so that there are 24 experiment units. Experiment 1 were the level of light intensity treatments using 27400 lux (without shade), 18900 lux (shaded 31%), 13500 lux (shaded 51%) and 7400 lux (shaded 27%). Experiment 2 were drought stress treatment with 100%, 75%, 50% and 25% field capacity. Observation data will be analyzed using ANOVA at α = 0,05 (5% level). When the data analyzed shows significancy, then followed by DMRT level 5%. The variables observed were plant height, number of leaves, number of tillers, root-canopy ratios, number, size and weight of tubers per plant.
The results showed that the arrowroot is a plant that can grow at a light intensity of 7400 lux and produce growth as well as to the field (27400 lux) is indicated by the diameter and length of the tubers (1,91 cm and 25,06 cm). The arrowroot is a dry-resistant plant up to 25% and produces good growth and yield is indicated by tuber weight (551,67g).