7
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Web
Menjelaskan tentang definisi Web, dan Aplikasi Web. 1. Web
Menurut Sibero (2013:11) “World Wide Web (W3) atau yang dikenal dengan istilah web adalah suatu sistem yang berkaitan dengan dokumen digunakan sebagai media untuk menampilkan teks, gambar, multimedia dan lainnya pada jaringan internet”.
World Wide Web atau lebih sering dikenal Web adalah suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink (tautan), yang memudahkan surfer (sebutan para pemakai komputer yang melakukan browsing atau penelusuran informasi melalui internet)”. (Ardhana, 2012:3).
Penulis menyimpulkan bahwa web adalah layanan sajian informasi dapat berupa teks, gambar, multimedia dan lainnya di internet.
2. Aplikasi Web
Menurut Simarmata (2010:56) “Aplikasi Web adalah sebuah sistem yang mendukung interaksi pengguna melalui antarmuka berbasis web”. Aplikasi web atau yang lebih sering disebut web application ialah suatu website yang membuat pengguna dapat mengakses internet melalui software dan berbagai komputer atau device yang terkoneksi dcngan internet”. (Irwansyah dan Moniaga, 2014:62).
Penulis menyimpulkan bahwa aplikasi web adalah sistem yang mendukung interaksi pengguna melalui antarmuka berbasis web di internet.
2.1.1 Website
Berisikan tentang definisi website, internet, web server, dan web browser. 1. Website
Website merupakan halaman yang mengandung informasi pada sebuah domain yang terdapat di internet. (Yuhefizar, 2013:2). Sedangkan menurut Dipraja (2013:10), “website (situs web) adalah tempat penyimpanan data dan informasi berdasarkan topik tertentu”
Penulis menyimpulkan webiite adalah halaman tempat penyimpanan data dan informasi pada sebuah domain di internet.
2. Interconnected Network (Internet)
Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2015:1) ”Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia”. Menurut Sibero (2013:10) “Internet (interconnected Network) adalah jaringan komputer yang menghubungkan antar jaringan secara global, internet juga dapat juga disebut jaringan dalam suatu jaringgan yang luas”.
Penulis menyimpulkan internet itu jaringan global yang mehubungkan komputer seluruh dunia yang jaringannya luas.
3. Web Server
Menurut Saputra (2010:2) “Webserver adalah server internet yang digunakan sebagai koneksi dan data transfer data (HTML, Asp, Aspx, PHP,Js, dan lain sebagainya)”.
Menurut Fathansyah (2012:466), “Server Web (Web Server) merujuk pada perangkat keras (server) dan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP ataupun variannya (seperti FTP dan HTTPS) atau berkas-berkas yang terdapat pada suatu URL ke pemakai”.
Penulis meyimpulkan web server adalah layanan server yang digunakan sebagai koneksi dan data tranfer data kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP ataupun variannya (seperti FTP dan HTTPS).
4. Web Browser
Menurut Sibero (2013:12) “Web Browser adalah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menyajikan sumber informasi web”. Menurut Irawan (2011:3), “Web browser adalah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan halaman web beserta kontennya”.
Penulis menyimpulkan web browser adalah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk manampilkan halaman web beserta kontennya.
2.1.2 Bahasa Pemrograman
Membahas definisi PHP, HTML, Jquery, Javascript, CSS, dan Bootstrap. 1. Hypertext Preprocessor (PHP)
Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2015:231) “Php Hypertext Preprocessor atau disingkat dengan php adalah suatu bahasa scripting khususnya digunakan untuk web delevopment”.
Menurut Sibero (2013:49) “PHP adalah pemrograman interpreter yaitu proses penerjemahan baris kode sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan”.
Penulis menyimpulkan Hypertext Preprocessor (PHP) adalah bahasa pemrograman untuk web delevopment yang diterjemahkan dari baris kode sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer saat baris kode dijalankan.
2. HyperText Markup Language (HTML)
Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2015:13), “Hypertext Markup Language adalah bahasa standard yang digunakan untuk menampilkan halaman web”.
Menurut Sibero (2013:19) “HyperText Markup Languange atau HTML adalah bahasa yang digunakan pada dokumen web sebagai bahasa pertukaran dokumen web”.
Penulis menyimpulkan HyperText Markup Language (HTML) adalah bahasa yang digunakan untuk menampilkan halaman web untuk pertukaran dokumen web.
3. JQuery
Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2015:426), “Jquery adalah kumpulan fungsi-fungsi JavaScript yang sudah dibentuk sebagai suatu objek”. Dan menurut Sibero (2013:218) mengemukakan “Jquery adalah salah satu javascript framework terbaik saat ini”.
Penulis menyimpulkan Jquery adalah framework javascript yang sudah dibentuk sebagai objek.
4. Javascript
Menurut Sibero (2013:150) “Javascript adalah bahasa skrip (Scripting Languange), yaitu kumpulan intruksi perintah yang digunakan untuk mengendalikan beberapa dari sistem operasi”. Menurut Purbandian (2015:54)
“Javascript merupakan bahasa pemrograman script yang berada pada sisi client atau browser”.
Penulis menyimpulkan Javascript itu bahasa pemrograman yang digunakan di web yang berada pada sisi client atau browser..
5. Cascading Style Sheet (CSS)
Menurut Sibero (2013:112) “Mengacu dari arti bahasa, Cascading Style Sheet memiliki arti Gaya Menata Halaman Bertingkat, yang berarti setiap satu elemen yang telah diformat dan memiliki anak dan telah diformat, maka dari elemen tersebut secara otomatis mengikuti format elemen induknya”.
Menurut Ardhana (2012:108) “Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam”.
Penulis menyimpulkan Cascading Style Sheet (CSS) itu bahasa pemrograman pengatur tampilan halaman web agar tertruktur dan seragam. 6. Bootstrap
Bootstrap merupakan alat bantu untuk mendesain halaman web oleh pengembang website. (Ridha, 2007:4). Sedangkan menurut Utomo (2016:11) Mengemukakan “Bootstrap merupakan salah satu framework HTML, CSS, dan Js yang cukup populer, serta banyak digunakan oleh para pengembang web saat ini”.
Penulis menyimpulkan Bootstrap adalah framework yang digunakan untuk mendesain halaman web.
2.1.3 Basis Data
Membahas definisi dari database, mysql, phpmyadmin, dan wamp server. 1. Basis Data
Menurut Fathansyah dalam Hidayatullah dan Kawistara (2015:147) “Basis data dapat didefinisikan sebagai himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah”. Basis Data (Database) sendiri dapat didefinisikan sebagai data yang saling berhubungan yang disimpan pada media elektronis. (Fathansyah, 2012:2).
Penulis menyimpulkan Basis Data adalah himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang disimpan pada media elektronis agar dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
2. MySQL
Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2015:180), “MySQL adalah salah satu aplikasi DBMS yang sudah sangat banyak digunakan oleh para pemrograman aplikasi web”.
Menurut Sibero (2013:97) “MySQL atau dibaca “My Sekuel” dengan adalah suatu RDBMS (Relational Database Management System) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data”.
Penulis menyimpulkan MySQL adalah aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data.
3. PhpMyAdmin
Menurut website www.phpmyadmin.net dalam Hidayatullah dan Kawistara (2015:184) “PhpMyAdmin adalah tool open source yang ditulis dalam
bahasa PHP untuk menangani administrasi MySQL berbasis World Wide Web”. PhpMyAdmin adalah perangkat lunak yang digunakan untuk administrasi MySQL. (Sibero, 2013:376).
Penulis menyyimpulkan PhpMyAdmin itu perangkat lunak untuk administrasi MySQL yang open source.
4. Wamp Server
Menurut Hirin dan Virgi (2011:3) “Wamp adalah sebuah aplikasi paket server yang didalamnya berisi beberapa software pendukung untuk sebuah server dan web berbasis php.
Menurut Kadir (2010:6) “Wampserver 2 adalah program yang mengemas MySQL, Php, dan Apache sehingga memudahkan para pengembang sistem yang hendak menggunakan ketiga perangkat lunak tersebut untuk membuat aplikasi web berbasis database”.
Penulis menyimpulkan bahwa Wamp Server itu aplikasi paket server untuk pengembangan web yang dapat memudahkan para pengembang web.
2.1.4 Model Pengembangan Perangkat Lunak
Aspek teknis dalam pengembangan perangkat lunak sudah menjadi lebih mudah dengan peningkatan otomatisasi yang tersedia bagi pengembang yang memungkinkan pengguna nonteknis dapat memodifikasidan mengustomisasi aplikasi untuk memenuhi kebutuhan khusus dan pilihan pengguna. (Janner Simarmata, 2010:29).
Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak ini menggunakan model waterfall yang terbagi menjadi lima tahapan menurut Rosa A. S dan Shalahuddin (2014:28), yaitu:
1. Analisa Kebutuhan
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
2. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini jugu perlu didokumentasikan.
3. Pembuatan Kode Program
Desain harus di translasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
5. Pendukung (Support) atau Pemeliharaan (Maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.
Tahap tahap model waterfall menurut Rosa A. S dan Shalahuddin (2014:29) adalah sebagai berikut:
Sistem/Rekayasa Informasi
Sumber: Rosa A. S dan Shalahuddin (2014:29)
Gambar II.1 Model waterfall
2.2 Teori Pendukung 2.2.1 Struktur Navigasi
Struktur navigasi adalah struktur terpenting dalam pembuatan suatu web, struktur ini merupakan rancangan hubungan yang dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen page. (Evi dan Malabay, 2009:124). Struktur
navigasi dikelompokan menjadi 4 struktur yang berbeda menurut Evi dan Malabay (2009:125-126), yaitu : linear, hirarki, non linear serta hybrid. Dimana semua struktur memiliki perbedaan, yaitu:
1. Struktur Linear
Merupakan struktur yang hanya memiliki satu rangkaian cerita yang terurut dan tidak diperkenankan adanya percabangan, struktur ini cocok digunakan untuk presentasi multimedia yang tidak terlalu membutuhkan interaktifitas.
Sumber: Evi dan Malabay (2009:125)
Gambar II.2 Struktur Linear
2. Struktur Hirarki
Struktur ini menggunakan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu, pada tampilan utama disebut sebagai master page sedangkan untuk tampilan cabang disebut slavepage.
Sumber: Evi dan Malabay (2009:125)
3. Struktur Non Linear
Ini merupakan struktur linear yang memperkenankan percabangan, kedudukan pada stuktur ini disamakan, oleh karena itu tidak ada masterpage atau pun slavepage.
Sumber: Evi dan Malabay (2009:125)
Gambar II.4 Struktur Non Linear
4. Struktur Hybrid
Struktur gabungan dimana struktur ini menggabungkan semua struktur yang ada. Struktur ini dapat memberikan interaksi yang tinggi kepada pemakai.
Sumber: Evi dan Malabay (2009:126)
2.2.2 Enterprise Relationship Diagram (ERD)
Menjelaskan tentang definisi Entity Relationship Diagram (ERD), komponen Entity Relationship Diagram (ERD), derajat relationship, dan Logical Relation Structure (LRS).
1. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan (Rosa. A. S dan Shalahuddin, 2014:50).
Berikut adalah simbol-simbol yang digunakan pada ERD dengan notasi Chen:
Tabel II.1 Simbol ERD
Simbol Deskripsi
Entitas/entity Entitas merupakan data inti yang akan disimpan; bakal tabel pada basis data; benda yang memiliki data yang harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer; penamaan entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama tabel.
Atribut Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas.
Atribut kunci primer Field atau kolomdata yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama). Nama_entitas
Nama_atribut
Nama_kunci_prime r
Atribut multinilai / multivalue
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu.
Relasi Relasi yang menghubungkan antar entitas; biasanya diawali dengan kata kerja.
Asosiasi / association
N
Penghubung antar relasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian.
Kemungkinan jumlah maksimal keterhubungan antar entitas satu dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas. Misalkan dari kardinalitas 1 ke N atau sering di sebut one to many menghubungkan entitas A dan entitas B.
Sumber: Rosa. A. S dan Shalahuddin (2014:50)
2. Derajat Relationship
Menurut Fathansyah (2012:78), “Kardinalitas atau derajat Relationship menunjukan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain”.
Adapun gambar Kardinalitas atau Derajat Relationship menurut Fathansyah (2012:79) adalah sebagai berikut:
a. Satu ke satu (one to one)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya.
Nama_atribut
A B
Sumber: Fathansyah (2012:79)
Gambar II.6 Derajat Relationship Satu ke Satu
b. Satu ke Banyak (one to many)
A B
Sumber: Fathansyah (2012:80)
Gambar II.7 Derajat Relationship Satu ke Banyak
c. Banyak ke Satu (many to one)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banayak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya. Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 5
A B
Sumber: Fathansyah (2012:80)
Gambar II.8 Derajat Relationship Banyak ke Satu
d. Banyak ke Banyak (many to many)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas, dan demikian juga sebaliknya.
A B
Sumber: Fathansyah (2012:80)
Gambar II.9 Derajat Relationship Banyak ke Banyak
Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 5 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 4
2.2.3 Logical Relation Structure (LRS)
Menurut Rahmayu dalam Frieyadie (2007:13), “LRS merupakan hasil dari pemodelan Entity Relational Ship (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas”. Dalam pembuatan LRS terdapat 3 hal yang dapat mempengaruhi yaitu:
1. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka di gabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit.
2. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many), maka hubungan relasi atau digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.
3. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.
2.2.4 Pengujian Web
Pengujian web sangat diperlukan untuk memastikan software yang sudah atau sedang dibuat dapat berjalan sesuai dengan fungsionalitas yang diharapkan, pada tahap ini penulis menggunakan pengujian black-box testing.
1. Black-Box Testing (pengujian kotak hitam)
Menurut Rosa A.S dan Shalahudin (2014:275) black-box testing “yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program.
Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat (Rosa A.S dan Shalahudin, 2014:276) adalah:
a. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar
b. Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.
2.2.5 E-Commerce
Menurut Hakim (2010:11) “E-commerce adalah kepanjangan dari Electronic commerce, yaitu perdagangan dengan menggunakan fasilitas elektronik (internet)”. Sedangkan menurut Wong (2010:33) “E-commerce adalah pembelian, penjualan dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik”.
Jadi penulis menyimpulkan E-commerce adalah perdagangan bisa berupa pemasaran barang dan jasa dengan menggunakan fasilitas internet.
2.2.6 Sublime
Code editor yang memudahkan programmer untuk menyunting source code yang dikerjakan yang dibuat dengan menggunakan phyton API adalah sublime text dalam jurnalnya (Ramadhan, 2015:15)
Sedangkan Handayono (2015:2) dalam jurnalnya menyatakan bahwa “Sublime Text adalah perangkat lunak aplikasi yang digunakan untuk mengedit code/syntax yang mendukung beberapa bahasa pemograman”.
Penulis menyimpulkan sublime adalah aplikasi editor untuk mengedit code/syntax yang mendukung beberapa bahasa pemrograman.