TENRIKYo 3 0 0 C 5 9 2 9 7 4 0 6 6 5 5 9

Teks penuh

(1)

TENRIKY

ō

「天理教」

PAPER

Memenuhi tugas matakuliah Nihon Jijo

yang dibina oleh Ibu Hamdan Nafi’atur R., M.Si.

Oleh Kelompok 4

Zasqia Risky Setiawan (165110200111018)

Lum’atul Maghfiroh (165110201111001)

Ariska Khurnia Wardani (165110201111002)

Cut Fajriyawati Amalia (165110201111003)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG

(2)

1

Tenrikyō

「天理教」

A. Definisi

1. Menurut Para Ahli

(3)

2

konstruktif terhadap masalah, penyakit dan kesulitan tanpa menempatkan penilaian pada apa yang telah terjadi di masa lalu. Juze no Shugo sepuluh prinsip yang terlibat dalam penciptaan yang ada di Futatsu Hitotsu (dua-dalam-satu hubungan), prinsip-prinsip ini dianggap dapat diterapkan secara terus-menerus di seluruh alam semesta. Di Tenrikyo ada tiga tingkat berturut-turut pemahaman tentang sifat Tuhan yang pertama adalah Kami, yakni Tuhan sebagaimana dipahami dalam setiap hal, yang kedua adalah Tsukihi

yakni Tuhan sebagai pencipta alam dan alam hukum, dan terakhir Oya

(Induk), atau Allah sebagai induk dari manusia.

Tuhan adalah pencipta, maka manusia adalah anak Tuhan dan semuanya adalah saudara. Kita diajarkan bahwa tubuh manusia adalah pinjaman dari Tuhan, hanya hati saja yang menjadi milik kita sendiri, dan kita dapat mencapai kehidupan suka cita bila pemakaian hati kita itu sesuai dengan kehendak-Nya. Dalam Tenrikyo diajarkan bahwa pemakaian hati yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan adalah debu, yang harus kita bersihkan dari hati kita. Meskipun Tenrikyo sekarang benar-benar terpisah dari Shinto dan Buddha, namun masih banyak tradisi praktik keagamaan di Jepang. Misalnya, banyak dari benda-benda yang digunakan dalam mendukung pelayanan keagamaan Tenrikyo, seperti Hassoku 「 八 足 」dan

Sanpo「 散 歩 」, secara tradisional digunakan dalam ritual agama Shinto di Jepang. Pada tahun 1908 Tenrikyo secara resmi diakui sebagai sebuah sekte Shinto.

2. Menurut Kelompok

Tenrikyō 「天理教」adalah suatu agama baru di Jepang (Shinshūkyō) yang mulai berkembang pada abad ke-19. Tenrikyō 「天理教」merupakan agama dengan kepercayaan adanya Tuhan tunggal (monoteisme). Ajaran pokok dari

Tenrikyō 「天理教」adalah menciptakan hidup gembira dan suka cita sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Tuhan. Hal tersebut dapat diperoleh dari melakukan tindakan amal, kesadaran diri serta hati nurani yang disebut

(4)

3

semua diciptakan oleh Tuhan, orang tua kita, untuk saling hidup dalam kebahagiaan, kedamaian, dan keharmonisan. Tuhan dianggap sebagai orang tua yang tidak menginginkan apapun kecuali anaknya (umat) hidup bahagia dan berbagi kebahagiaan tersebut. Oleh karena itu menikmati kehidupan yang bahagia ialah tujuan kehadiran umat Tenrikyo. Sehubungan dengan hubungan antara orang tua dengan anaknya, pengikut Tenrikyo menganggap bahwa Tuhan mereka juga orang tua mereka.

B. Sejarah Tenrikyō

「天理教」

Kisah asal usul tenrikyo bermula pada tahun 1838 ketika Nakayama Miki atau Oyasama (panggilan dari para pengikut) yang dirasuki oleh dewa Tenri-O-No-Mikoto, yang menuntut suami Nakayama Miki untuk menyerahkan istrinya untuk dijadikan sebagi kuil manusia. Tiga hari kemudian, suami dari Nakayama Miki menerima permintaan tersebut dan kemudian Miki berubah menjadi sebuah kuil yang disebut oleh pengikutnya sebagai “Kuil Suci Tuhan”. Dalam website resmi dari ajaran ini mencantumkan bahwa Tenrikyo mulai muncul pada 26 Oktober 1838. Miki Nakayama lahir pada tanggal 18 April 1798 dan wafat pada tanggal 26 Januari 1887. Dalam kepercayaan ini, terdapat kitab suci yaitu Ofudesaki, Mikagura-Uta, Oshashizu. Kitab-kitab tersebut berisi puisi ataupun lagu yang menyangkut wahyu Tuhan dan disampaikan oleh pemuka Tenrikyo. Buku utama dari Tenrikyo ini adalah Ofudesaki, yang selesai dibuat pada tahun 1866 dan merupakan bab-bab pertama dalam kitab ajaran Tenrikyo. Agama ini tidak berpedoman pada satu paham saja, melainkan ada dua paham yang dianut, yaitu monoteistik dan panteistik. Kedua paham tersebut saling dikombinasikan dan tidak ada yang mendominasi.

(5)

4

dosa melainkan sebuah ‘debu’ yang dapat dihilangkan melalui ritual-ritual tertentu. Namun, prinsip ajaran ini terdiri dari amal, bebas dari keserakahan, keegoisan, kesombongan, kemarahan, dan kebencian.

Nakayama miki mulai menyebarkan serta mengajarkan Tenrikyo kepada orang lain, salah satunya Izo Iburi. Izo Iburi juga menerima pesan dari Tenri-O-no-Mikoto dan menyebarkan Tenrikyo serta mengkompilasi pesan dari Tenri-O-no-Mikoto dan Nakayama ke dalam teks formal. Pada awalnya, pemerintah menjadikan Tenrikyo sebagai salah satu sekte Budha untuk sementara waktu, tetapi kemudian diakui menjadi salah satu sekte Shinto meskipun memiliki sifat teologis yang berbeda dari ajaran Shinto. Setelah Perang Dunia II, pengikut Tenrikyo meminta pemerintah untuk menghapuskan statusnya sebagai sekte Shinto dan mulai menyingkirkan perngaruh Budha dan Shinto dari ajaran Tenrikyo meskipun masih memiliki beberapa kesamaan dalam aspek tertentu. Dan pemerintah mulai mengizinkan untuk berkembang dalam masyarakat konvensional.

C. Perkembangan Tenrikyo

(6)

5

menyebar keseluruh Jepang dan juga ke banyak negara lain di dunia. Selain menyeleggarakan ziarah, festival, dan konveksi, Tenrikyo juga menawarkan kuliah dan kursus untuk pengembangan spiritual dalam upaya untuk mempertahankan ajarannya, dengan mendirikan seminar, perpustakaan, museum, rumah sakit umum, dan sistem pendidikan yang komprehensif mulai dari TK hingga perguruan tinggi.

Dewasa ini Tenrikyo telah tersebar tidak hanya di seluruh Jepang, melainkan keberbagai negara di dunia. Persebaran agama ini didorong oleh kepercayaan dan keimanan kepada Tuhan, siang dan malam umat Tenrikyo dengan giat melakukan berbagai usaha untuk mencapai perdamaian dunia. Tak lain halnya dengan Indonesia. Ajaran agama ini sudah diajarkan di Indonesia. Menilik 64 pengikut dari berbagai daerah di Indonesia, Tenrikyo Indonesia Shutchosho mengamati layanan instalasi untuk kepala keempat, Pdt Michio Harima, pada 15 Juli dengan Direktur-in-Chief Urusan Administrasi Masahiko Iburi hadir sebagai tamu kehormatan. Layanan ini, yang dilakukan sebagai layanan bulanan, juga memperingati ulang tahun ke-20 dari shutchosho juga.

(7)

6

Namun demikian, para pengikut telah berhasil untuk terlibat dalam pekerjaan keselamatan dan juga telah memberikan kontribusi untuk pelayanan kesejahteraan sosial dengan menggali sumur kegiatan sebagai hinokishin dan mendukung kelompok orangtua asuh. Tenrikyo kini memiliki tujuh beasiswa dan sekitar 400 Yoboku, termasuk beberapa kyoto, di Indonesia. Jalan ini ada hanya telah dimungkinkan oleh upaya-upaya besar dari orang-orang yang berkomitmen untuk jalan serta para pendahulu mereka. Setelah layanan, Rev. Masahiko Iburi menyampaikan pidato ucapan selamat. Merefleksikan jalan di Indonesia, ia berkata:. "Kita sekarang menuju HUT ke-130 dari Oyasama Mengambil keuntungan dari musim ini, saya sangat berharap bahwa dengan kepala baru dari Indonesia Shutchosho sebagai inti, semua anggota staf, Yoboku , dan pengikut di Indonesia akan menyegarkan pikiran mereka, memutuskan untuk berbagi ajaran Oyasama dengan orang-orang di Indonesia yang lebih luas, dan berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan rohani lebih lanjut."

Kemudian kepala baru, Rev. Harima, menyatakan resolusi itu dengan mengatakan kepada pendengar: "Berkat benih ketulusan ditaburkan oleh kepala berturut-turut dari Indonesia Shutchosho dan pengikut di Indonesia, kami dapat berada di sini hari ini. Dengan harapan itu, jalan akan terus tumbuh di negeri ini, saya berharap untuk bergabung dengan Anda semua dalam mengambil langkah sepanjang jalur pertumbuhan spiritual." Dalam beberapa tahun terakhir Tenrikyo telah menyebar di luar Jepang, dengan cabang asing berpusat terutama di Asia Tenggara dan Amerika. Adapun pusat-pusat ajaran Tenrikyo di dunia, sebagai berikut :

Asia

 Hongkong : 2-3 / F, Hong Building Fu, 179-181 Hennessy Road,

Wan Chai, HK.

 Korea Selatan : 1094-6 Najeon-ri, Saengrim-myeon, Gimhae-si,

(8)

7

 Nepal : P.O. Box 447, Kathmandu, Nepal.  Filipina : 3599 Manila, Phillippines 2800.

 Singapura : 40 Watten Estate Road, Singapore 287518.  Taiwan : 625 Peian Road, Taipei,The Republic of China.

 Thailand : 6 Soi 69, Latphrao Rd., Wangthonglang, Bangkok 10310,

Thailand

Afrika

 Kongo : B.P.14549, Brazzaville, République du Congo.

Amerika Selatan

 Brasil : Tenri, 4-58, V. Independencia (17054-250) Bauru – SP –

Brasil

 Kolombia : Calle 18 No. 115-90 Parcelacion Canas Gordas Cali,

Valle, Colombia S.A.

Amerika Utara

 Hawai, A.S. : 2920 Pali Highway, Honolulu, HI 96817 U.S.A.

 Meksiko : Av. Año de Juárez No. 348, Col. Granjas San Antonio,

C. P. 09070, Delegación Iztapalapa, México D. F., México

 Los Angeles, A.S. : 2727 E. 1st St., Los Angeles, CA 90033 U.S.A.

 New York, A.S. : 42-19 147th St., Flushing, NY 11355 U.S.A.

Eropa

 Inggris : 60 Foscote Road London NW4 3SD U.K.

 Perancis : 80, Rue Velpeau, 92160 Antony, France

Oseania

Commonwealth of Australia : 179 Benhiam St., Calamvale, QLD 4116 Australia

(9)

8

Untuk upacara keagamaan, Tenrikyo menggunakan alat musik tradisional dalam Otsutome nya (layanan atau tugas), Hyoshigi (kentungan kayu), Chanpon (simbal), Surigane (gong kecil), Taiko (Drum besar),

Tsuzumi (Drum bahu), Fue (suling bambu) , Shamisen, Kokyu, dan Koto. Alat musik ini digunakan untuk mengiringi tarian dan lagu yang diciptakan oleh Nakayama. Sebagian besar pemusik terkemuka di dunia pada umunya juga pengikut Tenrikyo. Hyoshigi, Chanpon, Surigane, Taiko, dan Fue secara tradisional merupakan instrumen yang dimainkan pria namun sekarang perempuan juga dapat memainkannya. Shamisen, Kokyu, dan Koto secara tradisional merupakan instrumen perempuan meskipun tidak populer, kini pria juga bisa memaikannya. Dalam ajaran Tenrikyo ini terdapat beberapa layanan keagamaan.beberapa diantaranya adalah:

Layanan Harian

Layanan harian terdiri dari kinerja pelayanan duduk, opsional, praktek ajaran dalam kitab atau Teodori atau

(10)

9

disesuaikan dengan waktu matahari naik dan matahari terbenam (juga menyesuaikan perubahan musim), namun juga bisa disesuaikan dengan keadaan. Instrumen yang digunakan dalam layanan harian adalah Hyoshigi, Chanpon, Surigane, Taiko, dan Kazutori. Hyoshigi selalu dimainkan oleh menteri kepala gereja atau stasi misi. Jika menteri kepala tidak hadir, siapa pun dapat mengambil alih. Layanan harian tidak perlu dilakukan di sebuah gereja. Hal ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, asalkan menghadapkan waja ke arah kuil, atau "rumah tuhan." Tujuan dari layanan harian, seperti yang diajarkan oleh Miki Nakayama, adalah untuk menyapu debu.

Hinokishin

(11)

10

Perempuan adalah kelompok yang berbasis Tenrikyo yang melakukan kegiatan kelompok sebagai pelayanan publik. Yang berpartisipasi dalam kelompok tersebut dapat dianggap Hinokishin.

Layanan Bulanan

Tsukinamisai atau layanan bulanan adalah kinerja seluruh

Mikagura-Uta (lagu-lagu suci), yang merupakan layanan untuk keselamatan dunia. Umumnya, markas misi dan gereja-gereja besar (gereja dengan 100 atau lebih orang lain di bawah mereka) memiliki layanan bulanan yang dilakukan pada hari Minggu ketiga pada setiap bulannya. Layanan bulanan dilakukan pada tanggal 26 setiap bulan, yakni dimana Tenrikyo pertama kali dibentuk (26 Oktober 1838). Layanan ini menggunakan semua instrumen Tenrikyo. Pelaku juga mencakup penari tiga pria dan tiga wanita dan penyanyi memakai tradisional montsuki.

Pemberian Sazuke

(12)

11

mereka dari "debu mental." Hanya dengan pikiran murnilah debu dapat dibersihkan. Hal ini mengajarkan bahwa ketika Tuhan menerima ketulusan dari seorang Sazuke, sebuah keselamatan yang ajaib akan diberikan. Hal ini dicapai melalui kesadaran debu mental dan ajaran Tenrikyo untuk memperbaiki pikiran berdebu yang mereka miliki.

Berikut adalah rincian acara kegiatan Tenrikyo.

Upacara Tahun Baru di Pusat Gereja ()

Tgl. 1 Januari, pukul 05:00 pagi

Pesta Sechi

Tgl. 5 s/d 7 Januari

Upacara Perayaan Ulang Tahun Oyasama

Tgl. 18 April, pukul 10:00 pagi

Pertemuan Raya Persatuan Wanita Tenrikyo

Tgl. 19 April, pukul 10:00 pagi

Pekan Ziarah Anak-anak ke Jiba (Kodomo Ojiba Gaeri)

Tgl. 26 Juli s/d 4 Agustus

Pertemuan Raya Persatuan Pemuda Tenrikyo

Tgl. 27 Oktober, pukul 10:00 pagi

(13)

12

Salah satu syarat agama bisa masuk yakni harus mendapat pengakuan dari warga negara bersangkitan. Melalui pernyataan yang telah dipaparkan diatas, kami berpendapat bahwa Tenrikyo kurang cocok (kecil kemungkinan) untuk diterapkan di Indonesia, karena mayoritas masyarakat Indonesia merupakan Muslim, dimana ajaran yang digunakan sangat bertolak belakang dengan ajaran Tenrikyo. Masyarakat Indonesia pada umunya tidak mempercayai bahwa dosa bisa dibersihkan dengan hanya melakukan ritual tertentu. Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai, prinsip dan ajaran yang telah tertaman pada masyarakat. Untuk penganut Tenrikyo di Indonesia mungkin sebagian ada, terutama kalangan yang hanya berprinsip bahwa hidup hanyalah sebatas mencari amalan.

DAFTAR PUSTAKA

(14)

13

http://www.tenrikyo.or.jp/ind/ diakses tanggal 5 April 2017

http://kaigai.tenrikyo.or.jp diakses tanggal 5 April 2017

http://www.worldatlas.com/articles/what-is-tenriism-tenrikyo.html diakses tanggal 5 April 2017

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...