Makalah Seni Rupa (1) Seni Rupa

24  420  Download (3)

Full text

(1)

Tugas Pendidikan Seni

SENI RUPA

Kelompok 3 :

Septian Galeh E.S. (A1B313028) Nur Safitri (A1B313022)

Ratna (A1B313025)

Rosma (A1B313027) Siti Anisa (A1B313030) Nursenja Safitri (A1B313023) Rini Purnamsari Sari (A1B313026) Puji Rahayu (A1B313024) Sherli (A1B313029) Nurlili (A1B313021)

Nini (A1B313020)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI

(2)

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat, taufik, dan hidayahnya sehingga makalah yang berjudul “Seni Rupa” ini dapat terselesaikan.

Kami atas nama kelompok 3 menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, itu dikarenakan kemampuan kami yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, akhirnya pembuatan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Penulis berharap dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami sendiri dan bagi para penbaca umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang

Kendari, 24 Februari 2015

Penyusun

(3)

Daftar Isi

Halaman Judul………..1 Kata Pengantar………..2 Daftar Isi………....3 BAB I Pendahuluan

a. Latar Belakang………....………...4

b. Rumusan Masalah………...4

BAB II Pembahasan

a. Bahan dan Teknik Berkarya Seni Rupa………...5 b. Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi……….8 c. Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi………11 d. Perencanaan dan Penyelengaraan Pameran Seni Rupa………..17 e. Pameran dan Pagelaran sebagai Media Pembelajran Seni……..20

BAB III Penutup

(4)

BAB I Pendahuluan a. Latar Belakang

Mungkin setiap kita sudah mengenal seni dan ini sudah diterapkan dalam kehidupan sehari - hari, hal ini sudah menjadi suatu kebutuhan manusia dan sudah ada terdapat pada diri manusia tersebut, mungkin tanpa disadari alam semesta ini juga terciptakan dari unsur seni dan Tuhan juga memberikan sifat seni pada makhluk ciptaan-Nya sehingga seni pun dapat dikaitkan dengan hal spiritual atau religi dalam suatu unsur kebudayaan , namun seni itu berupa ekspresi manusia yang berunsurkan keindahan yang di ungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dinikmati oleh kelima panca indera manusia. Berikut ini adalah beberapa pengertian Seni yang saya dapatkan dari beberapa situs

Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti pemujaan, persembahan dan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda “genie” dalam bahasa Latin disebut “genius”, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir , menurut kajian ilmu di eropa mengatakan “ART” yang berarti artivisual yaitu adalah suatu media yang melakukan suatu kegiatan tertentu. Seni adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsue-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain.

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.

b. Rumusan Masalah

1. Apa saja bahan , alat, dan alat, dan teknis dalam berkarya seni rupa?

(5)

BAB II Pembahasan Pembahasan

a. Bahan dan Teknik Berkarya Seni Rupa

Dari konsep seni rupa, kita akan mempelajari dan memerhatikan bagaimana proses berkarya seni rupa. Dalam hal ini, kita banyak mempelajari tentang teknik dan bahan berkaryasenirupa serta tema pokok yang tampil dalam karya.

Teknik adalah cara seseorang mewujudkan gagasan (ide) menjadi sesuatu yang menarik sehingga mempunyai nilai perwujudan dengan pengunaan media yang berupa alat dan bahan seni rupa. Teknik berkarya adalah teknik yang digunakan dalam memberi bentuk atau wujud yang berbeda.

Bahan untuk berkarya seni rupa tidak hanya berupa kertas gambar, kanvas, cat air, cat minyak, dan pastel, tetapi sangat beragam dan tidak terbatas. Kemampuan menggunakan bahan tergantung dari keahlian individu dalam berkarya.

Bahan yang digunakan untuk berkarya seni rupa, antara lain sebagai berikut : 1. Warna (cat), meliputi sebagai berikut :

a. Cat air, seperti water colour, cat plakat (poster colour), cat tembok, cat batik/sablon/printing, wenter/naptol, spidol dan air

b. Cat minyak, seperti cat kayu, cat besi, cat cetak (tinta cetak), cat lukis, dan cat duko.

c. Cat kristal atau cat kering, contohnya pensil (B, HB, H), pastel, krayon, pulas, dan conte.

2. Kertas, seperti kertas kado, kertas perak, kertas tulis (CD. HVS), kertas karton, kertas minyak, kertas gambar, duplicator, kertas duplek, kertas krep, kertas asturo, kertas marmer dan kertas kalkir.

3. Kanvas (kain khusus sebagai bidang melukis).

(6)

5. Batu adalah bahan yang digunakan untuk seni patung, seni bangun, seni kriya, dan seni taman. Jenis batu yang sering dipakai, antara lain batu cadas, kapur, pualam, granit, dan permata.

6. Kayu digunakan untuk seni bangun, patung, kerajinan, dan seni kriya lainnya. Jenis kayu yang sering dipakai antara lain : jati, sawo, nangka, mahoni, sonokeling, eben, dan sengon.

7. Logam adalah bahan untuk membuat seni kerajinan, seni patung, seni hias, dan seni industri. Jenis logam, antara lain : emas, perak, perunggu, tembaga, besi, dan aluminium. 8. Semen adalah bahan yang digunakan untuk membuat seni patung, seni bangun, dan seni

kriya. Jenis semen, antara lain : semen kelabu dan semen putih (dapat diwarna dengan pigmen khusus).

9. Gips (batu-tahu), yaitu bahan untuk membuat seni patung, relief, seni hias, dan barang hias lainnya. Gips mirip semen putih, tetapi cepat kering, mudah pecah, dan dapat

(7)

Pendapat:

Menurut Ratna, “Bahan dan Teknik yang digunakan dalam membuat karya seni rupa itu akan berpengaruh pada karya seni yang dihasilkan, baik itu dari segi bentuk, corak dan keindahan yang dihasilkan.”

Menurut Nurlili “Seni merupakan salah satu kebutuhan psikis manusia yang secara sadar maupun tidak sadar sebenarnya sering melakukan dan sering bertatapan dengan seni.”

(8)

Istilah "Seni Rupa" seringkali kalian jumpai baik dalam bentuk tulisan maupun yang diperbincangkan secara lisan. Apa itu seni rupa, seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan, Demikian pula karya seni rupa 2 Dimensi, adalah Karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja.

a) Unsur Dan Objek Karya Seni Rupa 2 Dimensi

Seorang perupa (seniman, designer, dll) mengolah unsur-unsur seni rupa fisik dan non-fisik sesuai dengan keterampilan dan kepekaan yang dimiliki dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Berikut ini unsur-unsur rupa: 1. Garis (line)

Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa .Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat" khusus seperti : pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung ,dan berombak. 2. Raut

Unsur rupa lainnya adalah " raut " yang merupakan tampak, potongan/wujud dari suatu objek

3. Ruang

Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi menunjukan kesan dimensi dari objek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut

4. Tekstur

Tektsur / Barik adalah unsur rupa yang menunjukan kualitas taktis dari suatu permukaan suatu object pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, teksturnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu tektsur asli dan buatan

(9)

Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian dalam berkarya seni rupa terdapat beberapa teknik penggunaan warna ,yaitu harmonis , murni dan seterusnya 6. Gelap – Terang

Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Bagian yang terkena cahaya lebih terang dari yang tidak terkena .

b) Medium, Bahan, Dan Teknik

Bahan utama (Medium) dan bahan penunjang dalam pembuatan seni rupa, contohnya pada umumnya perupa membuat karya lukisan menggunakan kanvas dan cat sebagai bahan utamanya serta kayu dan paku sebagai bahan penunjang.

Bahan untuk membuat karya seni di kategorikan menjadi 2 yaitu bahan alami dan bahan sintesis berdasarkan sumber bahan dan proses pembuatanya. Karya seni rupa ada juga yang dinamai berdasarkan teknik utama yang digunakan dalam pembuatannya. Seni kriya batik misalnya, menunjukan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik membatik, begitu pula kriya seni rupa anyam yang menggunakan teknik menganyam

(10)

Menurut Nursenja Safitri “seni rupa 2 dimensi merupakan suatu karya seni yang di lukis sesuai naluri dalam hati yang bisa menghasilkan karya seni.”

Menurut Nini “Karya Seni dua dimensi merupakan karya seni yang hanya dapat dilihat melalui satu arah dan memiliki dua dimensi yaitu panjang dan lebar”

(11)

Seperti juga karya seni rupa 2 dimensi, pada karya seni rupa 3 dimensi juga mengandung unsur garis, bentuk, bidang, warna disusun sedemikian rupa sehingga membentuk obyek tertentu. Karya seni rupa 3 dimensi ada yang memiliki fungsi pakai dan ada yang memiliki fungsi hias saja. Untuk berkarya seni rupa 3 dimensi ini kita dapat memilih dan mencoba berbagai bahan, teknik dan medium sesuai dengan obyek dan fungsi yang kita inginkan.

Unsur ruang merupakan salah satu ciri pembeda antara karya dua dimensi dengan tiga dimensi. Obyek karya seni rupa dua dimensi hanya bisa di lihat dari satu sisi saja, tetapi karya tiga dimensi dapat di lihat lebih dari dua sisi. Seperti juga karya seni rupa dua dimensi, dilihat dari fungsinya karya seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai (seni rupa terapan - applied art) dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi ekspresi saja. Perbedaan fungsi ditentukan oleh tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai benda pakai yang memiliki fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya. Dengan demikian bentuk benda atau karya seni rupa tersebut akan semakin indah dilihat dan semakin nyaman digunakan. Mobil yang kita tumpangi, kursi yang kita duduki, telepon genggam yang kita gunakan adalah juga karya seni rupa tiga dimensi.

a) Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Simbol merupakan lambang yang mengandung makna atau arti. Kata simbol dalam bahasa Inggris: symbol; Latin symbolium, berasal dari bahasa Yunani symbolon (symballo) yang berarti menarik kesimpulan, bermakna atau memberi kesan. Secara konseptual, kata simbol ini memiliki beberapa pengertian sebagai berikut.

1. Sesuatu yang biasanya merupakan tanda yang kelihatan yang menggantikan gagasan atau objek tertentu.

2. Kata; tanda, isyarat, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti, kualitas, abstraksi, gagasan, objek.

3. Apa saja yang diberikan arti dengan persetujuan umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.

(12)

Dalam seni rupa, simbol dapat dijumpai pada karya dua dimensi maupun tiga dimensi. Patung, tugu dan monumen misalnya, adalah karya seni rupa tiga dimensi yang dapat memiliki makna dan simbol tertentu. Kebiasaan untuk membuat patung, tugu dan monumen yang melambangkan sesuatu sudah dilakukan orang sejak jaman dahulu. Tugu dan monumen ada yang terbuat dari batu dan logam. Biasanya berukuran besar dan dibangun untuk memperingati peristiwa-perisitiwa penting atau tempat-tempat bersejarah. Sebagai contoh, tugu Proklamasi di Jakarta adalah simbol dari kemerdekaan dan perjuangan rakyat Indonesia. Tugu katulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat untuk menandai tempat yang dilalui garis katulistiwa.

Pahlawan atau orang yang berjasa dan orang yang dihormati sering dibuatkan patungnya. Patung itu menjadi simbol kekuatan, kepahlawanan dan perjuangannya. Banyak pahlawan dan orang yang berjasa di Negara kita. Kepahlawanan dan perjuangan orang –orang tersebut dikenang hingga saat ini, dijadikan tauladan bagi masyarakat dan bangsa. Karya seni rupa tiga dimensi memiliki unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang dan bentuk. Unsur-unsur rupa itu digunakan selain untuk memperindah bentuknya, unsur rupa pada karya seni rupa tiga dimensi ini dapat saja memiliki makna simbolik. Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis lengkung memiliki makna simbolik yang berbedabeda. Warna merah, hitam, putih dan sebagainya juga memiliki makna simbolik yang berbeda-beda. Makna-makna simbolik ini mungkin saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sebagai contoh, warna hitam seringkali digunakan sebagai lambang duka cita, tetapi suku bangsa tertentu menggunakan warna kuning atau putih sebagai lambang berduka cita.

(13)

Sebagai contoh ketika kita melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, kita dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut. Kita merasa tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya tersebut dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya walaupun kita tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan oleh karya tersebut. Teman kita mungkin tidak tertarik pada karya tersebut dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.

b) Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi

Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi yang paling sederhana sekalipun dilakukan dalam sebuah proses berkarya. Tahapan dalam berkarya akan berbeda-beda sesuai dengan karakteristik bahan, teknik, alat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut. Tahapan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi ini seperti juga karya seni rupa pada umumnya, dimulai dari adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam maupun diri perupanya. Ide atau gagasan berkarya seni rupa tiga dimensi dapat diperoleh dari berbagai sumber.

(14)

Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesunguhan dalam membuat karya tersebut akan menjadikan karya kita unik dan menarik. Setiap manusia memiliki karakter dan keunikan yang berbeda-beda, demikian juga dengan karya yang dibuat. Cobalah menulis rencana karya yang akan kita buat. Tuliskan alasan dalam memilih model yang akan dicontoh serta alasan memilih bahan, medium, dan teknik yang akan digunakan. Cobalah juga membuat rencana dan berkarya menggunakan berbagai model, bahan, teknik dan medium yang berbeda-beda. Rasakan dan kemukakan obyek mana yang menurut kita paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang paling disukai. Jelaskan mengapa obyek tersebut menarik dan bahan, media serta teknik tersebut disukai. Sajikan karya tersebut, kemudian berilah tanggapan tidak hanya pada karya yang kita buat tetapi karya yang dibuat teman yang lain juga.

(15)

Menurut Puji Rahayu “seni rupa 3 dimensi adalah seni rupa yang Bisa dimanfaatkan Kegunaanya dan diciptakan oleh seseorang yang memiliki keterampilan dan memiliki jiwa seni dalam menciptakan karya seni rupa 3 dimensi yang keindahan dari hasil karya yang diciptakan itu dapat bermanfaat bagi orang lain yang menikmatinya misalnya contoh karya 3 dimensi Misalnya pada sebuah kursi yang berfungsi sebagai tempat duduk sekaligus juga sebagai keindahan dengan ukuran yang ada pada kursi tersebut dan keindahan motiv yang dimiliki kursi tersebut.”

(16)

Menurut Nur Safitri “Karya 3 dimensi merupakan Karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang. Contoh : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk lainnya.”

d. Perencanaan dan Penyelengaraan Pameran Seni Rupa

(17)

1. Menentukan Tujuan Pameran

Langkah awal yang harus diperhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan terlebih dahulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran dapat saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat komersial, sosial atau kemanusiaan. Cobalah diskusikan dengan teman-teman kalian tujuan penyelenggaraan yang paling tepat untuk kegiatan pameran dalam pekan seni akhir semester atau tahun ajaran yang akan datang.

2. Menentukan Tema Pameran

Tema pameran kita tentukan setelah tujuan pameran dirumuskan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai, dengan adanya tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Setelah rumusan tujuan dan tema telah kita tetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitiaan pameran.

3. Menyusun Kepanitiaan Kegiatan Pameran

Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pameran agar berjalan dengan lancar perlu dibuat kepanitiaan dalam sebuah organisasi kepanitiaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi. Umumnya struktur kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan seksi-seksi. Penyelenggaraan pameran seni rupa akan berjalan lancar bila ada pembagian tugas kepanitian yang jelas. Hal ini dilakukan agar masing-masing orang yang terlibat dalam kepanitiaan pameran memiliki rasa tanggung jawab dan kebersamaan.

4. Menentukan Waktu dan Tempat Kegiatan Pameran

(18)

dimaksudkan agar penyelenggaraan pameran tidak mengganggu kegiatan belajar dan dapat diikuti serta disaksikan oleh segenap warga sekolah.

Penentuan tempat pameran disesuaikan dengan kondisi sekolah dan ukuran, jumlah serta karakteristik karya yang akan dipamerkan, apakah akan dilakukan di kelas, di aula, gedung serba guna, di halaman sekolah atau tempat lain di luar sekolah.

5. Menyusun Agenda Kegiatan Kegiatan Pameran

Penyusuan agenda kegiatan dimaksudkan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada semua fihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu (biasanya dalam bulan, minggu dan tanggal).

6. Menyusun Proposal Kegiatan Pameran

Penyusunan proposal kegiatan sangat bermanfaat dalam kegiatan persiapan pameran. Proposal kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Selain itu, proposal ini juga dapat digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak (sponsorship) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran. Secara umum sistematika isi proposal biasanya mencakup: latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan lain-lain.

(19)

Menurut Serli “pengertian Pameran seni rupa merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seniman baik secara perorangan maupun kelompok untuk menyampaiakn ide atau gagasannya kepada publik melalui media karya seni rupa sehingga melalui kegiatan pameran tersebut diharapkan terjadi komunikasi antara seniman yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator.”

Menurut Siti Anisa “Pameran dan pergelaran merupakan tempat pertunjukan yang menyelenggarakan kegiatan pengapresiasi karya seni, sehingga para pemirsa dapat mengamatinya dengan nyaman untuk mendapatkan pengalaman estetis dan pemahaman nilai -nilai seni yang di pamerkan.”

(20)

Peran seni sebagai media pendidikan. Seni memiliki peran sebagai media pendidikan salah satunya yaitu sebagai alat peraga untuk memperlancar proses belajar supaya lebih mudah memahaminya. Seni memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.

Bidang seni rupa, musik, tari, dan keterampilan memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing. Dalam pendidikan seni dan keterampilan, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi, dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam. Misalnya di dalam seni teater, pendidikan budi pekerti ini sangat kentara dalam pemunculan karakter tokoh-tokoh yang dilakonkan.

Pembelajaran Seni Budaya ini tidak ingin mendidik siswa agar menjadi seniman, melainkan agar siswa dapat lebih menghayati peran kehidupan dalam mengarungi peradaban. Jika ia tertarik lebih dalam terhadap teater, ia bisa memilih sanggar-sanggar teater di luar sekolah untuk menampung bakatnya tersebut.

Contoh lainnya antara lain ramainya pergelaran seni baik berupa show atau pergelaran seni pertunjukan maupun berupa pameran senirupa yang terjadi selama masa liburan sekolah belakangan ini, ternyata memberikan arti tersendiri bagi kebersinambungan proses kependidikan yang selama tahun ajaran di bangku sekolah.

(21)

Berbagai macam materi dan disiplin ilmu sesungguhnya telah tersirat maupun tersurat sebagai pesan moral dalam karya-karya kreatif kesenian yang disajikan para kreator di panggung-panggung teater, film, musik dan tari dan berbagai bentuk seni pertunjukan lainnya.

(22)

Pendapat:

Menurut Septian Galeh E.S. “Perencanaan penyelenggaraan pameran seni sangat bermanfaat bagi peserta didik karena dengan adanya pameran seni rupa siswa dapat melihat langsung karya-karya seni rupa yang sedang dipamerkan, siswa juga dapat pengalaman yang berharga dan termotivasi untuk berkarya seni”

(23)

BAB III Penutup a. Kesimpulan

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang,bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. b. Saran

kita sebagai guru pada saat mengajar seharusnya bersifat horizontal bukan vertical. Sifat mengajar yang horisontal berarti kita sebagai tentor menempatkan diri sama tinggi dengan siswa kita. Kita berbicara sebagai orang yang lebih dahulu tahu, bukan lebih pintar. Kita mentransfer ilmu, bukan memberi ilmu. Saya seringnya mengatakan seperti ini setelah perkenalan:

“Saya berdiri di depan anda sekalian bukan karena saya lebih pintar dari anda, namun hanya karena saya mengenal ilmu ini lebih dahulu daripada anda. Mungkin suatu saat diantara anda sekalian ada yang lebih mengerti ilmu ini daripada saya. Saya berkeyakinan kuat akan hal ini.”

Pernyataan diatas sudah memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih santai dan lebih menikmati kebersamaannya dengan anda. Jika kelas sudah santai dan dinikmati, maka pelajaran mudah diberikan. Dalam memberikan pelajaran, anggaplah kita sedang bercerita tentang

(24)

Daftar Pustaka

http://www.notepedia.info/2013/08/pengertian-seni-serta-penjelasannya.html

http://cepspenza.blogspot.com/2007/06/seni-adalah-ungkapan-perasaan-seseorang.html

http://yokimirantiyo.blogspot.com/2013/04/pengertian-seni-rupa-dan-cabang.html

http://tk-likemasker.blogspot.com/2011/11/pengetahuan-seni-rupa.html

http://www.masterseni.web.id/2012/01/seni-rupa-keragaman-teknik-bahan-dan.html

http://Azmijaka.blogspot.com/2007/06/Seni-rupa-2-dimensi.html

http://www.ipapedia.web.id/2014/12/berkarya-seni-rupa-tiga-dimensi-3d.html

http://sma-senibudaya.blogspot.com/2014/12/merencanakan-pameran-seni-rupa.html

http://tripangesti.blogspot.com/2011/02/makalah-seni-sebagai-media-pembelajaran.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Seni

Figure

Updating...

References