• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT UEU Pelatihan Pengembangan SDM Pertemuan 6

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PPT UEU Pelatihan Pengembangan SDM Pertemuan 6"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA KEBUTUHAN PELATIHAN PERTEMUAN 6

Dra. Sri Hastuti Handayani, M.Si,Psikolog

(2)

PENDAHULUAN

Analisis kebutuhan adalah penentuan

kebutuhan pelatihan dan

pengembangan yang akan dilakukan.

Kegiatan ini sangat rumit dan sulit,

karena perlu mendiagnosis kompetensi

organisasi saat ini dan kompetensi yang

dibutuhkan sesuai dengan perubahan

(3)

PENGERTIAN TNA

Kaufman (2000), TNA mrpk proses formal yg:

Mengidentifkasi kebutuhan sbg kesenjangan (gap)

ant hsl sekarang dg hsl yg diharapkan, bkn

kesenjangan dlm proses at sumber daya.

Menempatkan kebutuhan itu pd urutan prioritas yg

didasarkan pd biaya utk memenuhi tiap2 kebutuhan

dibandingkan biaya mengabaikannya. Artinya

menilai perbedaan ant yg ada dh apa yg seharusnya.

Menyeleksi kebutuhan yg plg penting (masalah at

peluang) utk pengurangan atau penghapusan. Dkt

mengidentifkasi, membuat prioritas, dan menyeleksi

keb yg punya dampak pd internal mp eksternal

(4)

Menentukan bahwa pelatihan mrpk cara

terbaik utk menyelesaikan masalah.

Menganalisis tugas/pekerjaan serta

ketrampilan yg diperlukan

Mengidentifkasi calon peserta.

Kegiatan ini sangat rumit dan sulit,

karena perlu mendiagnosis kompetensi

organisasi saat ini dan kompetensi yang

dibutuhkan sesuai dengan perubahan

(5)

TUJUAN TNA

Utk mengidentifkasi keb at tuntutan kinerja di dlm organisasi agar membantu mengarahkan sumber daya kpd bidang yg

amat membutuhkan, yg amat erat dg pencapaian sasaran dan tujuan organisasi, peningkatan produktivitas, dan penyediaan produk dan jasa yg berkualitas (Miller & Osinski, 2002)

Utk menentukan pelatihan apa yg ssi dg pekerjaan karyawan.Utk menentukan pelatihan apa yg akan meningkatkan

kinerja.

•Utk menentukan pelatihan apa yg akan menimbulkan perbedaan.

•Utk membedakan keb pelatihan dr masalah organisasi.

(6)

TUJUAN TNA

Menurut Wener dan DeSimone, 2006), dapat

mengidentifkasi:

a. Sasaran orgas dg efektivitasnya dlm mencapai sasaran itu.

b. Perbedaan dan kesenjangan ant ketrampilan

karyawan dg ketrampilan yg dibutuhkan utk kinerja pekerjaan yg efektif pd saat itu.

c. Perbedaan atau kesenjangan ant ketrampilan

karyawan pd saat ini dg ketrampilan yg dibutuhkan utk melakukan pekerjaan dg sukses di masa yad.

(7)

Mengumpulkan informasi tentang 

skill,

knowledge dan feeling

 pekerja.

Mengumpulkan informasi tentang 

job

conten

t dan

 job context

.

Mendefnisikan kinerja standar dan kinerja

aktual dalam rincian yang operasional.

Melibatkan stakeholders dan membentuk

dukungan.

Memberi data untuk keperluan perencanaan.

(8)

Tingkatan TNA

Masukan dari calon peserta/

trainee

Masukan dari atasan calon

peserta/ trainee

(9)

TAHAPAN TNA

1. Identifkasi masalah

2. Identifkasi kebutuhan

3. Pengembangan standar kinerja

4. Identifkasi peserta

5. Pengembangan kriteria pelatihan

6. Perkiraan biaya

(10)

Mengapa TNA Penting?

1. Pelatihan seringkali bukan solusi tepat bagi masalah performance

(ketika solusi yang dilakukan seharusnya pada motivasi karyawan, disain pekerjaan, peningkatan komunikasi untuk ekspektasi

perfomance).

2. Seringnya kesalahan dalam menentukan isi, sasaran, dan metoda 3. Pelatihan diberikan pada orang yang belum memiliki ketrampilan

dasar, ketrampilan prasarat, atau keyakinan diri dalam belajar 4. Pelatihan tidak memberikan pembelajaran yang diinginkan,

perubahan perilaku, atau hasil finansial yang diharapkan organisasi

(11)

Siapa yang

menentukan

Kebutuhan

Pelatihan ?

Manajer

Pelatih

(12)

ANALISIS

KEBUTUHAN

PELATIHAN

Proses

menentukan

pelatihan yang

tepat bagi

organisasi

Analisis

Organisasional

Analisis

Individual

(13)

Analisis

Organisasional

Menentukan pelatihan yang tepat, yang memperhatikan strategi bisnis, sumberdaya yang dimiliki, dan didukung oleh

manajer dan peers

Analisis Individual

1. Penentuan apakah kinerja yang belum optimal

disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, atau karena motivasi atau masalah disain kerja

2. Identifikasi siapa yang harus mengikuti pelatihan

3. Menentukan kesiapan

karyawan dalam pelatihan

Analisis Tugas

Indentifikasi pentingnya tugas, pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yang diperlukan dalam

(14)

Peraturan Kurangnya

ketrampilan dasar Poor performance Teknologi baru

Standar kinerja yang lebih tinggi

Alasan What is the context?

Who is training?

Pelatihan

Siapa yang dilatih? Tipe pelatihan? Frekuensi

pelatihan? Mengirim atau

menyelenggarakan sendiri?

Pelatihan atau program lain? Bagaimana mengevaluasi?

(15)

Proses Penilaian

Kebutuhan Pelatihan

Analisis

Organisasional

Arah strategi

Dukungan manajer,

peers, karyawan

Sumberdaya yang dimiliki

Apakah organisasi akan menyisihkan dana dan waktu untuk pelatihan

(16)

ANALISIS KEBUTUHAN ORGANISASI

Tujuan

: utk mengidentifkasi keb orgas sec

menyeluruh dan tk dukungan pelatihan.

Menurut Irwin Goldstein (2006)

, analisis organisasi

meliputi identifkasi thd:

1. Tujuan organisasi, memahami tujuan dan strategi orgas dlm mengidentifkasi efektiftas orgas.

2. Sumber daya organisasi, kesadaran bhw sumber daya orgas berguna dlm menentapkn keb pelatihan.

3. Iklim organisasi, mrpk faktor penting dlm kesuksesan pelatihan, mis: jk manajer/pimpinan & karyawan tdk slg mpercaya, karyawan tdk mungkin berpartisipasi sepenuhnya.

(17)

Analisis

Organisasional

Tujuan: menganalisis pelatihan yang akan

diselenggarakan mendukung strategi

perusahaan

Apakah isi pelatihan mempengaruhi hubungan karyawan dengan pelanggan? Apakah pemasok, pelanggan, partner perlu mengetahui program pelatihan

Bagaimana keterkaiatan program dengan strategi bisnis?

Apa yang diperlukan dari manajer dan peers agar pelatihan efektif?

Kondisi kerja seperti apa yang

mendukung pasca pelatihan? (peluang mengembangkan ketrampilan baru) Perlu ahli untukmengidentifikasi

kebutuhan program berdasar kebutuhan strategis organisasi?

Apakah karyawan menganggap pelatihan sebagai kesempatan, reward atau

(18)

Menghendaki kompetensi karyawan, yg

ditandai dengan :

a.

Lingkungan persaingan yang semakin

ketat sebagai akibat globalisasi.

b.

Kecenderungan peningkatan

outsourcing

.

c.

Perubahan-perubahan teknologi.

d.

Keanekaragaman pegawai.

(19)

Kompetensi dan perilaku sumber daya manusia agar dapat bersaing, harus memiliki :

1.Inisiatif, mampu bekerja sama.

2.Kemampuan bekerja dalam kelompok. 3.Kemampuan evaluasi kinerja.

4.Kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan. 5.Kemampuan menganalisis masalah.

6.Kemampuan mengambil keputusan.

7.Kemampuan mendapatkan dan memahami informasi. 8.Kemampuan untuk melakukan rencana.

(20)

Analisis Kebutuhan individu/

karyawan

Analisis kebutuhan karyawan adl menganalisis

mgn apakah ada karyawan yang kurang dalam

kesiapan tugas2 atau kurangnya kemampuan,

keterampilan dan pengetahuan yang dapat

diketahui dari penilaian kinerja, observasi ke

lapangan, kuesioner.

Menentukan karyawan yg mana yg mbutuhkan

pelatihan dg menilai sejauh mana karyawan

melaksanakan kinerjanya.

Jika ada kesenjangan antara kinerja karyawan dg

(21)

Ilustrasi TNA melalui analisis

manusia

Kesenjangan yg ditemukan kmd dianalisis. Bila

penyebabnya memang kekurangan

skills

atau

knowledge

, solusinya adl pelatihan. Bila trkait dg

sikap motivasi, yg diperlukan adl intervensi jenis lain

(

non-training intervention

)

Kinerja Standar (yg diinginkan)

Kesenjangan (gap)

(22)

ANALISIS TUGAS/PEKERJAAN

Analisis tugas yaitu menganalisis tugas2 yg harus

dilakukan dlm setiap jabatan, yg dapat dipelajari

dari perilaku peran tersebut, dan informasi

analisis jabatan yaitu uraian tugas, persyaratan

tugas dan standar unjuk kerja yang terhimpun

dalam informasi sumber daya manusia organisasi.

Caranya dg memanfaatkan anjab utk

mengidentifkasi pengetahuan, ketrampilan,

kemampuan, dan karakteristik lain (KSAO), yg

dituntut utk melaksanakan pekerjaan dg

(23)

Hubungan analisis jabatan & TNA

URAIAN JABATAN (JOB

DESC)

• Individual

• Organisasi

PERSYARATAN JABATAN (JOB

REQ)

• Pendidikan

• Pelatihan

• Pengalaman

• Ketrampilan

• Sikap

• Persyaratan lain KOMPETEN

(24)

LANGKAH2 melakukan TNA melalui analisis

tugas/pekerjaan

1. Deskripsi kerja (jobdes) secara menyeluruh.

2. Mengidentifkasi tugas.

• Mendeskripsikan tugas2 utama di dlm pekerjaan

• Bgmn msg2 tgs hrs dilakukan (yi standar kerja)

• Variabilitas kinerja (bgmn tgs itu sebenarnya dilakukan sehari2).

3. Mengidentifkasi apa yg diperlukan utk melakukan

pekerjaan, terkait dg KSAO.

(25)

Contoh TNA melalui Analisis jabatan

TINGKAT

PENGUASAAN RENCANA TINDAKAN YG

DIMINTA AKTUAL

Pengetahuan ttg:

1.Struktur organisasi

2.Kegiatan operasional perusahaan 3.‘Isi’ jabatan/pekerjaan yg ada 4.Persyaratan Jabatan

5.Peraturan dan UU yg relevan 6.Metode seleksi yg tepat

**

4.Beberapa teknik seleksi 5.Komunikasi

1.Berorientasi pd hasil

2.Proaktif dan memiliki inisiatif 3.Ramah

(26)

* Sekedar tahu dan bisa berpartisipasi dlm

diskusi dan dalam percakatan

** Bisa/mampu menerapkan pengetahuan

atau keahliannya dg benar dan tepat

tanpa perlu dibantu/dibimbing org lain

*** Bukan hanya mampu menerapkan/

(27)

Keuntungan analisis tugas

a. Identifkasi yg jelas thd tgs yg dituntut dan

KSAO yg dituntut.

b. Tgs2 dpt divalidasi-karyawan yg berkinerja

baik melakukan tgs dg cara ini.

c. Tugas mrpk bentuk output, yg dpt diukur,

shg dpt dikaitkan ant input pelatihan dg

output tgs.

(28)

Kerugian analisis tugas

1.Membutuhkan waktu dan ketrampilan.

2.Memiliki potensi positif dan negatif, krn

mengamati dan mewancarai dpt mengganggu

operasional pekerjaan.

3.Tidak sll tjd keterkaitan ant tugas2 penting

(prioritas pekerjaan) dg kinerja keseluruhan,

meskipun sdh dilakukan mell survei.

4.Tidak membahas faktor2 lain dlm lingk kinerja

yg mempengaruhi seberapa baik tugas tsb

(29)

Identifkasi Kebutuhan Pelatihan

SUMBER INFORMASI

VARIABEL

ORGANISASIONAL VARIABEL MANUSIA

• Pengaruh lingkungan

• Budaya organisasi

• Tujuan organisasi

• Tujuan SDM

• Perencanaan SDM

• Survey iklim

• Organisasi

• Hasil Pengukuran

• Kegiatan....

• Persyaratan jabatan

• Penilaian kinerja

• Data tes

• Data dari assesment centre

• Pengamatan supervisor

• Umpan balik pelanggan

• Data penjualan dan produksi

• Data keselamatan

VARIABEL PEKERJAAN

• Analisis Jabatan

(30)

Sumber data yg digunakan dlm analisis kebutuhan

pelatihan

Analisis Organisasi Analisis

Pekerjaan Analisis Manusia

• Sasaran dan tujuan organisasi

• Inventaris personalia • Inventaris ketrampilan • Inkedks iklim organisasi • Indeks efsiensi

• Perubahan dlm sistem

atau subsistem (mis: peralatan)

• Permintaan manajemen

• Wawancara keluar kerja

• MBO (Management By

Objectives) atau sistem perencanaan kerja

• Survei pelanggan/data

kepuasan

• Wawancara karyawan

• Deskripsi pekerjaan • Rincian pekerjaan • Standar kinerja

• Pelaksanaan

pekerjaan

• Sampling pekerjaan

• Tinjauan literatur ttg pekerjaan

• Pertanyaan ttg pekerjaan

• Komite pelatihan • Analisis masalah

operasi

• Data dan penilaian kinerja

• Sampling pekerjaan

• Wawancara

• Angket

• Tes (pengetahuan,

ketrampilan, kemampuan, dll) • Sikap pelanggan/

karyawan

• Kemajuan pelatihan

• Skala rating • Buku harian • Situasi yg

(31)

Teknik Melakukan TNA

1. Mempelajari uraian jabatan

2. Identifkasi ketrampilan

3. Kuesioner

4. Observasi

5. Mengumpulkan data sekunder (data orgas)

6. Wawancara

7. Focus group discussion

8. Komite penasehat

9. Assessment centre

10.Data penilaian kinerja

11.Tes ketrampilan

(32)

Sumber data untuk TNA

Deskripsi Jabatan

Spesifkasi Jabatan

Standar Pekerjaan

Pelaksanaan Pekerjaan

(33)

Sumber data lainnya

Sumber Kepustakaan berkaitan

dengan pekerjaan

Ajukan pertanyaan berkaitan dengan

pekerjaan

(34)

Penggunaan Alat Analisis Kebutuhan Pelatihan

NO Malcolm Knowles Stephen V. Steadham & John M. LilyquistJohn W. Newstrom

1. Wawancara Observasi Komite penasehat

2. Kuesioner Kuesioner Assessment centre

3. Tes Diagnostik Konsultan (komite penasehat) Survey sikap

4. Inventory ketrampilan Data organisasi (media cetak) Diskusi kelompok

5. Analisis pemecahan masalah kelompok Diskusi kelompok Wawancara (oleh trainer)

6. Analisis jabatan Tes diagnostik Wawancara pd wkt tenaga kerja berhenti (exit interview)

7. Penelitian Wawancara Observasi

(35)

Perbandingan Metode Identifkasi Kebutuhan Pelatihan

manajemen Waktu Biaya KuantitatifData

1 Komite penasehat Rendah Moderat Moderat Rendah Rendah

2 Assessment centre Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi

3 Survey sikap Moderat Rendah Moderat Moderat Rendah

4 Diskusi kelompok Tinggi Moderat Moderat Moderat Moderat

5 Wawancara pegawai Tinggi Rendah Tinggi Tinggi Moderat

6 Exit Interview Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah

7 Permintaan manaj Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah

8 Observasi pegawai Moderat Rendah Tinggi Tinggi Moderat

9 Penilaian kinerja Moderat Tinggi Moderat Rendah Tinggi 10 Dokumen kinerja Rendah Moderat Rendah Rendah Tinggi

11 Survey dg kuesioner Tinggi Tinggi Moderat Moderat Tinggi

YENZ/PPSDM 35

(36)

Kekuatan & Kelemahan

Teknik Identifkasi Kebutuhan Pelatihan

NO TEKNIK KEKUATAN KELEMAHAN

1. OBSERVASI • Mengumpulkan data yg relevan dg lingk kerja

• Mengurangi interupsi kpd pekerjaan

• Memerlukan pengamat yg terlatih

• Perilaku pegawai yg diamati dpt

terpengaruh 2. KUESIONER • Tidak mahal

• Dpt mengumpulkan data dr sejumlah besar org

• Data dg mudah disimpulkan

• Memerlukan waktu

• Kemungkinan pengembalian rendah

• Respon yg

diberikan krg tepat

(37)

NO TEKNIK KEKUATAN KELEMAHAN

3. Mempelajari data

pekerjaan dan

organisasi

• Sumber infoyg baik ttg prosedur

• Obyektif

• Sumber info yg baik ttg pekerjaan baru dan tugas2 baru

• Kadangkala tdk mengerti istilah teknis yg ada dlm manual tsb

• Materi yg diberikan dpt saja sdh

‘usang’ 4. Wawancara

dg pakar ttg tugas tsb

• Dpt

mengumpulkan detil dr pelatihan serta sebab dan akibat

permasalahan

• Memerlukan waktu yg lama

• Sukar utk menganalisis

• Memerlukan

(38)

Contoh2 TNA

◦ Adanya karyawan baru.

Memberikan orientasi pekerjaan atau tugas pokok

organisasi kepada karyawan yang baru direkrut sebelum ybs ditempatkan pada salah satu unit organisasi.

◦ Adanya peralatan kerja baru.

Mempersiapkan karyawan dalam penggunaan peralatan baru dengan teknologi yang lebih baru, sehingga tidak terjadi adanya kecelakaan kerja dan meningkatkan

efesiensi kerja.

◦ Adanya perubahan sistem manajemen/administrasi birokrasi.

(39)

Adanya standar kualitas kerja yang baru.

Mempersiapkan karyawan dalam melakukan pekerjaan dengan menggunakan sistem yang baru dibangun.

Adanya kebutuhan utk menyegarkan ingatan.

Memberikan nuansa baru/penyegaran ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

Adanya penurunan dlm hal kinerja karyawan

Meningkatkan kualitas kinerja karyawan sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategis.

Adanya rotasi/relokasi karyawan.

(40)

Belajar dari masa lalu, hidup untuk hari ini,

berharap untuk esok, yang penting adalah

tidak berhenti bertanya

Referensi

Dokumen terkait

Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang

Komite audit bertugas untuk membantu dewan komisaris untuk memastikan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum,

lain lebih kecil nilainya, daripada tagihan warkat terhadap bank sendiri (BTN Kantor Cabang Syariah Surabaya). Dengan diadakannya penelitian dan pengamatan yang

Salah satu produk asuransi adalah asuransi syariah sedangkan produk asuransi syariah mitra mabrur plus adalah yang berkenaan dengan biaya haji membuat peneliti

IRR memiliki pengaruh positif terhadap ROA, jika IRSA (Interest Rate Sensitivity Asset) lebih kecil dari pada IRSL (Interest Rate Liabilties) pada saat suku bunga

Kalau kita mengamati fenomena pendidikan karakter yang ada di Indonesia dan kemudian menghubungkannya dengan pemikiran K.H Hasyim Asy’ari itu masih relevan juga pada

tugas akhir dengan baik dan lancar yang berjudul “ Prosedur dan Pelaksanaan Tabungan Batara Di Bank Tabungan Negara KCP Jemursari Surabaya”.. Tidak sedikit hambatan yang

Dalam kasus perceraian orangtua yang terjadi di Desa Tengaran, yang pertama pada keluarga ibu Mawar, terdapat tindakan ibu dalam mengupayakan tanggung jawab ayah terhadap