JENIS-JENIS MAKNA
SEMANTIK
(BAG. 1)
Makna Afektif
Makna afektif merupakan makna yang
muncul akibat reaksi pendengar atau pembaca
terhadap penggunaan kata atau kalimat.
Makna ini lebih terasa dalam bahasa lisan
daripada bahasa tulisan.
Makna Denotatif
Makna denotatif diartikan sebagai makna yang sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman lainnya. Jadi, makna denotatif ini menyangkut informasi-informasi faktual objektif, sehingga dapat dikatakan sebagai makna yang sebenarnya.
Contoh:
Meja Hijau dimaknai sebagai meja berwarna hijau, bukan makna lain.
Makna Deskriptif
Makna Ekstensi
• Makna ekstensi (ektensional meaning) adalah makna yang mencakup semua ciri objek atau konsep.
• Makna ekstensi mencakup semua makna atau kemungkinan makna yang muncul dalam kata.
Makna Emotif
Makna emotif (emotive meaning) adalah makna yang timbul akibat adanya reaksi pembicara atau sikap pembicara mengenai/terhadap apa yang dipikirkan atau dirasakan.
Misalnya: Dasar kerbau!
Makna Gereflekter
• Makna gereflekter muncul dalam hal makna konseptual yang jamak,
makna yang muncul akibat reaksi kita terhadap makna yang lain.
• Makna gereflekter tidak muncul karena sugesti emosional, tetapi juga
yang berhubungan dengan kata atau ungkapan tabu.
Makna Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatika seperti proses afiksasi, proses reduplikasi, dan proses komposisi. Proses afiksasi awalan ter- pada kata angkat dalam kalimat Batu seberat itu terangkat juga oleh adik, melahirkan makna ’dapat’, dan dalam kalimat
Ketika balok itu ditarik, papan itu terangkat ke atas