• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 sejarah pemikiran ekonomi islam ringkasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "4 sejarah pemikiran ekonomi islam ringkasan"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH PEMIKIRAN

EKONOMIISLAM

(2)

Ekonomi syariah  muncul dan dipraktekkan sebelum lahirnya madhab kapitalis maupun sosialis, namun kadar keilmiahannya memang tidak selengkap teori-teori kedua mdzhab tersebut.

Akselerasi perkembangan teori ekonomi Islam dlm beberapa abad terakhir mengalami stagnasi. Faktor penyebab :

•Pertama, banyaknya negara-negara Islam yang dijajah.

•Kedua, periodisasi siklis dimana mulai mencapai puncak kejayaan Islam pada masa Harun Al –

Rasyid tapi kemudian menglami degradasi

(3)

Periodisasi Sejarah

Pemikiran Ekonomi Islam:

• Periodisasi perkembangan pemikiran Ekonomi Islam didasarkan atas

berkembangnya Islam dari jaman

nabi kemudian kekhalifahan. Dirintis oleh Rosul Muhammad SAW,

kemudian berkembang hingga

(4)

Periodisasi Sejarah Pemikiran

Ekonomi Islam:

1.Masa Wahyu 2.Masa Ekspansi 3.Masa Ijtihad

4.Masa Stagnasi

5.Masa Kebangkitan :

•Tahap komparasi

(5)

Masa Wahyu

(611 M – 633 M)

• Al-Qur’an dan sunah merupakan sumber utama ajaran Islam. Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari.

• Fase perjalanan umat muslim pada masa wahyu secara umum dibagi dua yakni yakni periode Makkah dan periode Madinah.

• Sebagai subsistem dari seluruh sistem Islam, masalah ekonomi dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunah dalam tiga pola yakni

(6)

Masa Baginda Rasulullah

•Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullh saw bersabda, “kemiskinan

membawa orang kepada kekafiran”. Maka upaya untuk mengentas kemiskinan

merupakan bagian dari kebijakan-kebijakan sosial yang dikeluarkan Rasulullah saw.

(7)

• Berbeda dari praktek kekaisaran Romawi dan Persia yang memisah-misahkan tanah-tanah ini dari

pemiliknya dan membagikannya buat para elit militernya dan para prajurit. Semua tanah yang dihadiahkan

kepeda Rasulullah saw (iqta’) relatif lebih kecil jumlahnya dan terdiri dari tanah-tanah yng tidak bertuan

(8)

Masa Ekspansi

(633 M – 850 M/…Abad 2 H)

• Khalifah pertama adalah Abu Bakar (633-634). Ketika Umar bin Khatab menjadi khalifah (634-644), seluruh wilayah Syam berhasil bebas dari Romawi. Kemudian sebagian besar wilayah

Persi, Irak, Mesir juga menjadi wilayah muslim. Perkembangan ini terus berlanjut pada masa

Usman bin Affan, sehingga kaum muslim berhasil mengontrol seluruh wilayah Persia, dari Irak

hingga wilayah Asia Tengah dan Perbatasan Asia Selatan, seluruh wilayah subordinat Romawi dari Syam hingga Mesir dan beberapa wilayah Afrika, serta beberapa wilayah Afrika Utara.

(9)

Sedangkan sumber pendapatan negara pada masa itu adalah:

• Zakat: harta yang diambil dari kaum muslimin yang telah mencapai nisab

• Ghanimah: harta rampasan perang yang bergerak; seperti uang, kendaraan dan senjata, yang diperoleh oleh orang musrik atau kafir melali perang.

• Kharaj: harta tidak bergerak sperti tanah dan

bangunan yang diperoleh dari orang non muslim baik dengan cara perang atau perjanjian damai.

• Jizyah: pajak yang ditarik dari orang yang non muslim yang hidup diwilayah Islam dengan mendapat jaminan keamanan

(10)

Pasca khulafaurrasyidin

• Pendapatan masa pemerintahan pasca khulafaurrasyidin masih menggunakan sistem perpajakan yang dikenal oleh kaum muslim dengan nama kharaj.

Pajak ini dikenakan terhadap tanah

pertanian kawasan-kawasan baru milik orang-orang Byzantium dan Persia.

Tanah dan barang-barang tersebut

(11)

Dinasti Ummayah (611-750 M):

• Di masa dinasti Ummayah (611-750 M),

khalifah Umar bin Abdul Aziz (60-101 H/608-720 M) lahan pertanian adalah hak milik negara secara simbolis. Lahan pertanian dipandang

sebagai milik seluruh umat Islam yang diwakili oleh khalifah. Pemilik tanah pertanian sebagai pemakai hak guna atau penyewa.

(12)

Masa Ijtihad: penyusunan

ilmu pengetahuan

(850 M-1100 M/2-5 H)

• Muslimin mulai beralih dari Era negara Islam menuju era peradaban Islam.

(13)

Tokoh-tokoh Pemikir Ekonomi

Islam dan Karyanya

:

1. Zayd bin Ali (738 M)imam

2. Abu Yusuf (798 M/182 H)afifah 3. Abu Hanifah (767 M)wiwin

4. Awzai (774 M)herlin 5. Malik (798 M )hasanah

6. Yahya bin Adam (818 M)jannah 7. Shafii (820 M)aini

8. Abu Ubayd (833 M)nurta

9. Muh. Bin Hasan Al Syahbani (804 M)nur halimah 10. Al-Farabi (950 M)rahmania

11. Ahmad bin Hambal (855 M)dini 12. Al Kindi (873 M)ana

(14)

1. Zayd bin Ali

:

Tercatat sebagai ekonom pertama yang

menjelaskan bolehnya harga tangguh tempo lebih tinggi daripada harga tunai, Zayd bin Ali membolehkan penjualan suatu komoditi secara kredit dengan harga yang lebih tinggi dari harga tunai. Zayd tidak membolehkan harga yang ditangguhkan lebih tinggi dari pembayaran tunai, sebagaimana halnya

penambahan pembayaran dalam penundaan pengembalian pinjaman. Setiap

(15)

2. Abu Yusuf

(113-182 H/731-798 M)

• Kitab Al-Kharaj. Kitab ini ditulis atas permintaan khalifah Harun ar-Rasyid untuk pedoman dalam menghimpun pemasukan atau pendapatan negara dari kharaj, ushr, zakat, dan jizyah. Kitab ini dapat digolongkan sebagai

public finance dalam pengertian ekonomi modern. • Kharaj adalah pajak tanah yang dikuasai oleh kaum

muslim, baik karena peperangan maupun karena pemiliknya mengadakan perjanjian damai dengan

pasukan muslim. Mereka tetap menjadi pemilik sah dari tanah-tanahnya tetapi dengan membayar pajak (kharaj) sejumlah tertentu kepada Baitul Mal. Sedangkan usyur merupakan bentuk jama’ dari kata usyr sepersepuluh atau 10 persen. Ia merujuk pada kadar zakat pertanian dan bea cukai yang dikenakan kepada pedagang

(16)

3. Abu Hanifa

(80-150 H/699-767 M)

• Abu Hanifa menyumbangkan beberapa

konsep ekonomi, salah satunya adalah salam,

yaitu suatu bentuk transaksi dimana antara

pihak penjual dan pembeli sepakat bila barang yang dibeli dikirimkan setelah dibayar secara tunai pada waktu kontrak disepakati. Abu

Hanifa mengkritisi prosedur kontrak tersebut yang cenderung mengarah pada perselisihan antara yang memesan barang dengan cara membayar lebih dulu, dengan orang yang membelikan barang. Beliau mencoba

(17)

4. Abu Ubayd

:

• Dalam kitab Al Amwal menjelaskan

public finance dalam Islam yang

diawali dengan bab “ Hak Pemerintah Atas Rakyat Dan Hak Rakyat Atas

Pemerintah”. Dijelaskan pula ditiga jenis pendapatan : zakat (termasuk “usyur”), khums dan fay (termasuk kharaj dan jizyah). Adam Smith yang disebut Bapak Ekonomi Barat

dengan bukunya The Wealth Of

(18)

5. Mawardi:

• Dalam kitab Al Ahkam Al

Sulthaniyah menjelaskan APBN

pemerintah dan administrasi tanah-tanah negara. Serta pengawasan pasar, yaitu fungsi dari muhtasib. Dalam kitab Al Din Wal Dunya

menjelaskan perilaku ekonomi

seorang muslim dan mendiskusikan bahwa pertanian, peternakan,

(19)

Masa Stagnasi

(Abad 8 H/1400M – 1930 M):

• Gerakan ilmiah yang menandai sejarah peradapan Islam masih

meningkat tetapi mulai mengalami

(20)

Tokoh pemikir walaupun jumlahnya

tidak sebanyak masa sebelumnya

:

Tokoh-tokoh Pemikir dan Karyanya : 1.Nizamul Mulk Tusi (1093 M) muddin 2.Al Ghazali (1111 M) adam

3.Ibnu Baja (1138 M) arga

4.Abdul Qadir Jailani (1169 M) nanda

5.Ibnu Rusyd (1126-1198 M) vita

6.Najmudin Al Razi (1256 M) ali akbar 7.Jalaludin Rumi (1274 M) adi

8.Ibnu Taimiyah (1328 M) rahmad 9.Ibnu Qayyim (1350 M) agung 10.Ibnu Khaldun (1404 M) ilham

(21)

1. Al Ghazali

:

• Menjelaskan bahwa kebutuhan dasar (basic needs) termasuk juga alat-alat

rumah tangga yang diperlukan, furniture, pernikahan, alat-alat untuk kebutuhan membesarkan keluarga dan beberapa asset.

• Al Ghazali juga memperkaya ekonomi Islam dengan topik pembagian kerja

(devision of labor) dan teori evolusi uang. Al Ghozali juga mengecam penimbunan uang dibawah lantai atau bantal

(22)

• Al-Ghazali juga memperkenalkan teori permintaan dan penawaran; jika petani tidak mendapatkan pembeli, ia akan menjualnya pada harga yang lebih murah, dan harga dapat diturunkan dengan menambah jumlah barang di pasar.

• Ghazali juga memperkenalkan elastisitas permintaan, ia

mengidentifikasi permintaan makanan adalah inelastis, karena makanan

(23)

2. Ibnu Taimiyah

(661-728 H/1263-1326 M)

:

• Menjelaskan publik duties mencakup manejemen uang, peraturan tentang timbangan dan ukuran, kontrol harga bila diperlukan, dan keadaan

abnormal yang dapat diperbolehkan memungut zakat di atas apa yang ditetapkan syariah.

• Ibnu Taimiyah tidak berbicara hanya normative economocs, namun juga menerangkan tentang

positive economics. Antara lain mengenai mekanisme supply dan demand dalam menentukan harga.

(24)

Menurut Ibnu Taimiyah dalam Al-Hisbah fi Al-Islam ia mengatakan:

•Penawaran bisa datang dari produksi domestik dan impor. Perubahan dalam penawaran digambarkan sebagai

peningkatan atau penurunan dalam jumlah barang yang ditawarkan,

sedangkan permintaan sangat

ditentukan oleh selera dan pendapatan. Besar kecilnya kenaikan harga

(25)

3. IBNU RUSYD

(1126-1198 M)

:

• Hukum sebab akibat dalam gejala alam dan sosial termasuk hukum ekonomi Demand dan supply yang dikembangkan oleh ilmuwan berikutnya

• Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup itu, kata Rusyd, semakin tinggi pula berbagai macam kegiatan (termsuk konsumsi & produksi) dan pekerjaannya

• masyarakat dibagi kepada dua

golongan: golongan elit yang terdiri

(26)

4. Ibnu Khaldun

(732-807 H/1332-1383 M)

:

• Membahas devision of labor, money, & price, production & distribution,

internal trade, capital formation & growth, trade cycles, property and prosperity, population, agricultural, industry & trade, macroeconomics of taxation, dan public expenditure.

• Ibnu Khaldun menyarankan obat

(27)

• Kekayaan suatu negara tidak

ditentukan oleh banyaknya uang tetapi oleh tingkat produksi dan neraca

pembayaran yang positif. mencetak uang banyak jika bukan refleksi

pesatnya pertumbuhan sektor

produksi uang tidak ada nilainya.

• Sektor produksilah yang menjadi motor pembangunan, menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan pekerja dan menimbulkan permintaan atas faktor produksi lainnya (Supply side– Klasik)  perdagangan internasional menjadi bahasan utama para ulama ketika itu. Negara yang mengekspor 

(28)

Sejalan dengan pendapat Al Ghazali

mengenai uang, Ibnu Khaldun menjelaskan:

•Bahwa uang tidak perlu mengandung emas dan perak, tetapi emas dan perak menjadi standar nilai uang (paper money).

(29)

• Oleh karena itu Ibnu Khaldun selain menyarankan digunakannya uang standar emas/perak, beliau juga

menyarankan konstannya harga emas dan perak (stablitas moneter).

• Harga-harga lain boleh berfluktuasi tetapi tidak untuk harga emas dan

perak. Dalam keadaan nilai uang yang tidak berubah, kenaikan harga atau

penurunan harga semata-mata

ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan.

(30)

Masa Kebangkitan

( > 1930 M )

Setelah sekian lama terpuruk dalam berbagai sektor, gerakan Islamisasi mulai bangkit.

Dimulai dari Al Afghani dan kawakabi yang terfokus pada politik, Muhammad Abdu dan Rasyid Ridha yang memfokuskan pada

pemikiran dan pendidikan. Hasan Al Banna

hadir ke pentas pergerakan Islam melakukan dua hal:

•Merumuskan visi Islam secara umum, visi yang universal, integral, dan mampu mengakses

(31)

....

Setelah gerakan pemikiran Islam begitu ekspansi, maka gerakan yang lebih jauh adalah Islamisasi ilmu pengetahuan. Era ini lahir dari keyakinan yang kuat akan keunggulan kompetitif.

(32)

• Shah Walilullah Al-Delhi (1762),

• Muhammad bin Abdul Wahab (1787), • Jamaluddin Al Afgahni (1897),

• Muhammad Abduh (1905), • Muhammad Iqbal (1938), • Ibnu Nujaym (1562),

• Ibnu Abidin (1836),

• Syeh Ahmad Sihindi (1524).

(33)

Tahapan-Tahapan

Komparasi

:

Karya awal yang lahir dalam pemikiran ekonomi Islam memiliki kecenderungan yang kuat antar sistem. Disini Islam

sebagai sistem dihadapkan dengan sistem-sistem lainnya seperti :

sosialisme dan kapitalisme. Komparasi/ perbandingan semacam ini selalu

(34)

...

Beberapa pemikiran dan karyanya :

•Sayyid Quthub dalam "Al Adalah Al Ijtimai'yyah Fi Al Islam" (keadilan sosial dalam Islam). Buku ini terfokus pada masalah kebijakan keuangan dalam Islam dan kaitannya keadilan sosial.

•Dr. Musthafa Al Sibai dalam "Isytirakiyyat Al Islam (sosialisme Islam) merupakan

perbandingan Islam dan Sosialisme. •Abdul A'la Al Maududi, menulis buku

(35)

Tahap Konseptualisasi

:

Studi-studi komparatif telah berhasil

membangun afiliasi baru kepada Islam dikalangan cendekiawan. Mereka

kemudian melangkah lebih jauh dengan merumuskan konsep Islam dengan

pendekatan teoritis yang kuat. Pada awal dekade 60-an, beberapa karya

(36)

...

Misalnya :

•DR. Abdul hanid Abu Sulaiman membuat buku "Nazhariyat Al Islam Al Iqtshadiyah : Al Falsafah Wa Al Mu'ashirah" (konsep ekonomi Islam : filosofi dan sarana-sarana modern)

•DR Issa Abduh menulis tentang " Al Faidah 'Ala Ras Al Mal" (bunga atas modal ) dan "Al Iqtishad Al Siyasi" (ekonomi

politik)

•Pada tahun 1973 Muktamar II WAMY (World Assembly Moslem Young) mengeluarkan rekomendasi untuk mengadakan

konferensi Islam Internasional tentang Ekonomi

•Pada tahun 1976 Konferensi silam tentang Ekonomi diadakan di Mekkah.

•Pada tahun 1977 Konferensi Islam I tentang Islam dan tatanan ekonomi dunia baru diadakan di London. Pada tahun 1978

(37)

Diantara bagian-bagian kosep ekonomi Islam yang banyak mendapat perhatian adalah aspek moneter dan keuangan, kecenderungan ini disebabkan 2 hal :

•Tema ekonomi yang dibahas secara luas didalam Alquran adalah Riba. Dan ini merupakan dasar dari sitem ekonomi non Islam, dimana riba terkait dengan moneter dan keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

NAwaib, pajak yang jumlahnya cukup besar yang dibebankan hanya kepada kaum muslim yang kaya dalam rangka menutupi pengeluaran negara dalam masa darurat, pernah terjadi pada

Bahkan para penulis dari mereka menyadari bahwa sejarah pemikiran ekonomi adalah perkembangan ide yang terus-menerus terdiri dari kontribusi gagasan pengetahuan penting yang

Schumpeter (1954) mengatakan, terdapat suatu great gap dalam sejarah pemikiran ekonomi selama lebih dari 500 tahun, yaitu pada masa yang dikenal dengan dark ages oleh

Tujuan pendidikan yang berlangsung pada periode Makkah adalah membina pribadi Muslim agar menjadi kader-kader yang berjiwa kuat dan tangguh dari segala cobaan untuk dipersiapkan

Umar juga menghapus pajak terhadap kaum muslimin, mengurangi beban pajak yang berasal dari Kaum Nasrani, membuat takaran dan timbangan yang adil, membasmi cukai, pajak, dan

Nawaib , yaitu pajak khusus yang dibebankan kepada kaum muslim yang kaya raya dalam rangka menutupi pengeluaran Negara selama masa darurat, seperti yang pernah

Pada masa pemerintahannya, sumber-sumber pemasukan negara berasal dari zakat, hasil rampasan perang, pajak penghasilan pertanian (pajak ini di awal pemerintahan

• Dalam hal memeluk Islam, Usman adalah salah satu Muslim yang paling awal memeluk Islam (setelah Abu Bakr), atau dikenal sebagai Assabiqul Awwalun, dan dipilih oleh Nabi