• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Bullwhip Effect Pada Rantai Supply Dengan Model Q Menggunakan Pendekatan Hadley-Within Di PT. Florindo Makmur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Bullwhip Effect Pada Rantai Supply Dengan Model Q Menggunakan Pendekatan Hadley-Within Di PT. Florindo Makmur"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

292 Ju rn al Opt im asi Sist em I nd ust ri, Vol. 14 No. 2, Okt ober 2 01 5: 2 92- 29 8

I SSN 2 0 8 8 - 4 8 4 2 / 2 4 4 2 - 8 7 9 5 OPTI M ASI SI STEM I N D USTRI

PEN GURAN GAN BULLW H I P EFFECT D EN GAN M ET OD E

VEN D OR M AN AGED I N VEN TORY

Fenny Rubbayant i Dew i dan Annisa Kesy Garside

Jurusan Teknik I ndust ri, Fakult as Teknik, Universit as Muham m adiyah Malang Em ail : fenny rubig@y ahoo.com

Ab str a ct

I nform at ion dist ort ion caused PT Mult i Sarana I ndot ani got higher dem and than t he dist ribut or. Dem and variabilit y in each echelon of t he supply chain ( bullw hip effect ) m ay occur due t o lack of dem and st abilit y t hat t he producer had difficult y in det erm ining t he am ount of product ion. One of t he collaborat ion m et hods that can be applied t o overcom e t he inform at ion dist ort ion as causes of t he bullw hip effect is vendor m anaged invent ory, w here t he needs of dist ribut or and ret ailers m onit ored and cont rolled by t he producer. I n this case, vendor m anaged invent ory applied to t w o echelons, producer and dist ribut or.

Ke y w ord s : Dem and Variabilit y, I nform at ion Dist ort ion, Supply Chain, Bullw hip Effect , Vendor Managed I nvent ory

Ab str ak

Dist orsi inform asi m engakibat kan PT Mult i Sarana I ndot ani m endapat perm int aan yang lebih t inggi dibandingkan dengan dist ributor. Variabilit as perm intaan di set iap eselon pada st rukt ur supply chain ( bullw hip effect ) dapat terj adi karena kurang st abilnya perm int aan sehingga pabrik m engalam i kesulit an dalam m enent ukan j um lah produksi. Salah sat u m etode kolaborasi yang dapat diterapkan unt uk m engat asi distorsi inform asi sebagai penyebab bullw hip effect adalah vendor m anaged invent ory, dim ana kebut uhan dist ribut or dan rit el dim onit or dan dikont rol oleh pihak pabrik. Pada kasus ini, vendor m anaged inventory dit erapkan dengan m elibat kan dua eselon, yait u pabrik dan dist ribut or.

Ka t a k un ci : Variabilit as Perm int aan, Dist orsi I nform asi, Supply Chain, Bullw hip Effect , Vendor Managed I nvent ory

1 . PEN D AH U LUAN

PT Mult i Sarana I ndot ani ( MSI ) m erupakan perusahaan pest isida yang terletak di Moj okerto, Jaw a Tim ur. Beberapa pest isida yang telah dikem bangkan oleh perusahaan dapat dikelom pokkan dalam produk herbisida, insekt isida, fungisida, dan zat pengat ur t um buh ( ZPT) . Produk-produk yang t elah diproduksi akan didist ribusikan ke PT Tanindo I nt ert raco sebagai dist ribut or tunggal. Pihak rit el akan m elakukan pem esanan ke dist ributor ( Tanindo) berdasarkan kebutuhan konsum en pada periode t ersebut . Selanj ut nya pihak dist ribut or akan m em esan sej um lah produk ke pabrik ( MSI ) berdasarkan pem esanan seluruh rit el yang telah diterim a. Pihak pabrik m erespon dengan

m em produksi sej um lah produk sesuai dengan pem esanan yang t elah dilakukan pihak dist ribut or. Setelah proses produksi selesai, pihak pabrik akan m elakukan pengirim an ke dist ribut or yang kem udian akan disalurkan ke ritel dan konsum en. Pengur ang an Bullw hip Eff ect . . . ( F. R. Dew i dan A. K. Gar side)

29 3

(2)

Ga m b a r 1 . Model Supply Chain yang Diterapkan

Salah satu produk unggulan PT Mult i Sarana I ndot ani adalah Noxone 297 AS ukuran sat u lit er. Hal ini t erbukt i dengan banyaknya perm int aan konsum en yang terj adi di set iap periodenya. Nam un, perm intaan yang flukt uat if dari wakt u ke wakt u akan produk t ersebut m engakibat kan pabrik sering m engalam i kesulit an dalam m enent ukan j um lah produksi. Ket idakpast ian j um lah

perm intaan yang dit erim a pabrik dari pihak dist ributor m enunj ukkan adanya inform asi perm intaan yang t idak tersam paikan dengan baik. Kurangnya kom unikasi antar eselon m engakibat kan pihak pabrik m endapat perm int aan yang lebih besar dibandingkan dengan dist ribut or sedangkan pada kondisi sebenarnya perm intaan rit el dan konsum en t idak m enunj ukkan adanya kenaikan atau bahkan perm int aan cenderung stabil. Kej adian di atas m enunj ukkan adanya variabilit as

perm intaan at au yang lebih dikenal dengan bullw hip effect di st rukt ur supply chain yang dikelola. Penam bahan j am kerj a ( lem bur) , rekrut pegaw ai, safet y st ock, dan prom osi m erupakan beberapa cara yang digunakan MSI untuk m engat asi dam pak variabilit as perm intaan yang t erj adi. Nam un, cara-cara tersebut t idak selalu m enj adi j alan keluar unt uk m eningkat kan produksi sehingga j um lah produksi t idak sesuai dengan yang direncanakan. Sist em lem bur dan penam bahan pegaw ai hanya akan m enam bah biaya produksi perusahaan dan safet y st ock j uga t idak sepenuhnya bisa m encukupi kebut uhan konsum en yang t inggi pada saat it u. Pada saat perm intaan m engalam i penurunan, perusahaan akan m elakukan prom osi untuk m eningkat kan penj ualan sebagai salah sat u langkah untuk m engurangi persediaan yang m enum puk sehingga proses produksi perusahaan tet ap berj alan. Koordinasi dan kom unikasi yang baik antar pelaku

supply chain dapat m enj adi salah satu pendekat an unt uk m engant isipasi adanya dist orsi inform asi

yang m enj adi salah sat u penyebab t im bulnya bullw hip effect . Salah sat u m et ode kolaborasi yang dapat diterapkan adalah vendor m anaged invent ory. Vendor m anaged invent ory ( VMI ) m erupakan suatu sistem dim ana kebut uhan dist ribut or dan ritel dim onit or dan dikont rol oleh pihak pabrik at au vendor. Pihak vendor akan bertanggung j awab unt uk m elakukan pengirim an produk t epat j um lah dan w aktu sehingga t idak terj adi stock out yang dapat berdam pak pada cust om er service

level di t ingkat dist ribut or dan ritel.

2 . TI N JAUAN PUSTAKA 2 .1 . Bu llw hip e ffe ct

Fenom ena bullw hip effect adalah terj adinya perm intaan yang relat if st abil di t ingkat pelanggan akhir dan m enj adi perm int aan flukt uat if di bagian hulu supply chain. Perbedaan at au variabilit as perm intaan sering ditem ukan pada suat u supply chain [ 1] .

2 .1 .1 . Pe ny eb ab Bu llw h ip Effe ct

Ada em pat penyebab ut am a terj adinya bullw hip effect , yait u [ 2] :

1. Dem and Forecast Updat ing

Pem baharuan ram alan perm intaan m em pengaruhi t ingkat akurasi peram alan karena perusahaan m enget ahui inform asi t erbaru terkait 294 Jur nal Opt im asi Sist em I n dust ri, Vol. 1 4 No. 2, Okt ober 20 15: 2 92- 29 8

(3)

perm intaan pelanggan dan situasi pasar yang sebenarnya. 2. Order Bat ching

Rit el yang m enj ual produk dalam skala kecil akan m em esan produk dalam j um lah yang cukup besar dalam j angka w akt u yang t elah ditent ukan. Hal ini m enyebabkan dist ributor akan m enerim a order yang lebih flukt uat if dibandingkan dengan perm int aan yang dihadapi rit el.

3. Flukt uasi Harga

Forw ard buying yang dilakukan ritel sebagai respon terhadap penurunan harga m engakibat kan

angka penj ualan m eningkat akibat nya dist ributor akan m em esan dalam j um lah yang besar ke pabrik. Pabrik m erespon dengan m eningkat kan produksi dan m em esan ke pem asok unt uk m engant isipasi t erj adinya kekurangan bahan baku.

4. Rat ioning and Shortage Gam ing

Penj ual akan m elakukan rat ioning pada saat perm intaan lebih t inggi dari persediaan. Rat ioning yang dim aksud adalah m em enuhi serat us persen pesanan pelanggan nam un hanya sekian persen dari volum e yang dipesan.

2 .1 .2 . Car a M eng u r a ng i Bullw h ip Effe ct

Bullw hip effect dapat dikurangi at au diatasi dengan beberapa pendekat an. Beberapa pendekat an

yang diyakini dapat m engurangi bullwhip effect adalah [ 1] : 1. I nform at ion Sharing

Model kolaborasi CPFR ( Collaborat ive Planning, Forecast ing, and Replenishm ent ) m erupakan solusi yang baik unt uk m ensinkronkan inform asi di sem ua pihak. Salah sat u konsep CPFR yang m enerapkan kolaborasi at au koordinasi dekat ant ar produsen dan retailer adalah vendor m anaged

invent ory.

2. Mengubah St rukt ur Supply Chain

Dengan st ruktur supply chain yang lebih ram ping dan pendek, perusahaan dapat langsung m enerim a pesanan dari pelanggan akhir sehingga perusahaan dapat m enget ahui pola perm intaan yang sebenarnya.

3. Pengurangan Biaya-Biaya Tet ap

Biaya- biaya tet ap yang terlalu t inggi m engakibat kan produksi m aupun pengirim an t idak bisa dilakukan dengan ukuran batch yang kecil. Beberapa cara unt uk m enghasilkan ukuran batch yang lebih kecil adalah m engurangi w akt u setup produksi, m engurangi ukuran lot pem esanan, dan m elakukan inovasi pada m anaj em en t ransport asi dan dist ribusi

.

4. Mencipt akan Stabilit as Harga

Pem berian potongan harga ( diskon) oleh penyalur ritel harus dikurangi at au diarahkan ke

pengurangan harga secara kont inyu. At aupun j ika kegiatan prom osi diadakan, sem ua pihak pada

supply chain harus m enget ahui sit uasi t ersebut .

5. Pengurangan Lead Tim e

Lead t im e dapat diperpendek dengan m engubah st rukt ur supply chain m ode t ransport asi atau

dengan cara-cara inovat if sepert i cross docking dan perbaikan m anaj em en penanganan order, penj adwalan ulang produksi m aupun perbaikan pengirim an yang lebih baik.

2 .1 .3 . Pe ngu k u r a n Bu llw h ip Effe ct

Ukuran bullw hip effect di suatu eselon supply chain m erupakan perbandingan ant ara koefisien variansi dari order yang diciptakan dengan koefisien variansi dari perm intaan yang diterim a oleh eselon yang bersangkutan [ 1] .

BE = ( 1)

CV ( order) = ( 2) CV (dem and) = ( 3)

2 .2 . V en dor M a n ag e d I nv en t ory

Vendor m anaged invent ory adalah m odel pengelolaan persediaan dim ana keput usan w aktu dan

ukuran pengirim an ditentukan oleh pem asok dan pem beli m em berikan inform asi yang up t o dat e t entang persediaan yang t ersisa dan kebut uhan dari w akt u ke w akt u. Dengan m enget ahui

inform asi- inform asi t ersebut, pem asok akan m enent ukan sendiri w akt u dan j um lah pengirim an ke pem beli dengan catatan pem beli m em berikan inform asi t entang kapasitas m inim um dan

m aksim um persediaan yang m ereka harapkan [ 1] .

(4)

Tahapan penelit ian m enunj ukkan bagaim ana j alannya penelit ian yang dilakukan. Terdapat

beberapa tahapan dalam penelit ian ini, yait u perhitungan nilai Pengu ran gan Bullw hip Effect . . . ( F. R. Dew i dan A. K. Garside) 29 5

(5)

bullw hip effect I , penerapan m etode vendor m anaged invent ory pada rant ai pasok, dan

perhit ungan nilai bullw hip effect I I . Dari t ahapan – tahapan tersebut akan diperoleh suat u keput usan, j ika nilai bullw hip effect I lebih kecil dari nilai bullw hip effect I I m aka akan dilakukan perubahan ( penam bahan) data – data yang digunakan at au perubahan j um lah eselon yang t erlibat . Nam un, j ika nilai bullw hip effect I lebih besar dari nilai bullw hip effect I I m aka dapat disim pulkan bahw a m etode vendor m anaged invent ory dapat digunakan unt uk m enyelesaikan perm asalahan pada penelit ian ini.

3 .1 . Per h it ung a n N ila i Bu llw h ip Effe ct I

Perhitungan nilai bullw hip effect I adalah m enghit ung besarnya bullw hip effect pada pabrik dan dist ribut or sebelum penerapan m et ode vendor m anaged invent ory. Nilai bullw hip effect dist ribut or diperoleh dari hasil bagi koefisien variansi j um lah order dist ributor ke pabrik dengan koefisien variansi j um lah perm int aan seluruh rit el. Nilai bullw hip effect pabrik dihit ung dari perbandingan koefisien variansi j um lah produksi dengan koefisien variansi j um lah order dist ributor ke pabrik.

3 .2 . Pen e r ap a n M e t od e V e nd or M a n ag ed I nv e n tor y

Metode ini akan digunakan unt uk m enent ukan j um lah produksi pabrik dan dapat diketahui j uga j um lah order yang dilakukan dist ributor ke pabrik. Jum lah produksi pabrik dan j um lah order dist ribut or akan digunakan unt uk m enghit ung besarnya bullw hip effect di pabrik dan dist ribut or setelah penerapan vendor m anaged inventory. Pihak pabrik akan m eram alkan j um lah kebut uhan di level dist ributor dan rit el m enggunakan m etode exponent ial sm oot hing dan hasilnya digunakan unt uk m enghit ung j um lah produksi pabrik. Proses peram alan dan penent uan j um lah produksi dilakukan dengan bantuan soft ware LI NGO 11.0. Pada gam bar 2 dapat dilihat m odel m at em at is yang penulis adaptasi dari sebuah studi oleh Hohm ann dan Zelew ski ( 2011) :

Ga m b a r 2 . Model Mat em at is Supply Chain Dengan Sist em VMI 296 Ju rnal Opt im asi Sist em I nd ust ri, Vol. 14

No. 2, Okt ober 20 15 : 2 92 - 2 98

(6)

3 .3 . Per h it ung a n N ila i Bu llw h ip Effe ct I I

Nilai bullw hip effect I I adalah besarnya bullw hip effect pabrik dan dist ribut or yang dihit ung setelah m etode vendor m anaged invent ory diterapkan. Nilai bullw hip effect dist ribut or dihit ung dari pem bagian koefisien variansi j um lah order dist ribut or ke pabrik dengan koefisien variansi j um lah perm intaan seluruh rit el. Nilai bullw hip effect pabrik diperoleh dengan m em bandingkan koefisien variansi dihitung j um lah produksi dan j um lah perm intaan seluruh rit el [ 3] .

Perhitungan Nilai Bullw hip Effect I Perhit ungan Nilai Bullw hip Effect I I Nilai Bullw hip Effect I I < Nilai Bullw hip Effect I Yes No End St art Penerapan Met ode VendorManaged I nvent ory

Ga m b a r 3 . Tahapan Penelit ian 4 . H ASI L D AN PEMBAH ASAN

Nilai bullw hip effect I ( sebelum m enerapkan vendor m anaged invent ory) dihit ung m enggunakan persam aan ( 1) . Nilai bullw hip effect dist ribut or diperoleh dari hasil bagi koefisien variansi j um lah

order dist ribut or ke pabrik dengan koefisien variansi j um lah perm intaan seluruh rit el. Dist ribut or

harus m engolah data j um lah perm int aan seluruh rit el yang diterim a agar dapat m enent ukan j um lah produk yang akan dipesan ke pabrik ( j um lah order dist ribut or). Nilai bullw hip effect pabrik dihit ung dari perbandingan koefisien variansi j um lah produksi dengan koefisien variansi j um lah

order dist ribut or ke pabrik. Dengan dat a j um lah order dist ribut or, pihak pabrik akan m elakukan

peram alan unt uk m enentukan j um lah produksi pada periode t ersebut .

Berdasarkan st udi lapangan yang t elah dilakukan, diperoleh dat a produksi pabrik, j um lah order dist ribut or ke pabrik, dan j um lah perm intaan seluruh rit el sehingga t idak perlu m elakukan peram alan dan dapat langsung m engukur besarnya bullw hip effect pabrik dan dist ribut or. Nilai

bullw hip effect pabrik sebelum m enerapkan vendor m anaged invent ory adalah 1,03 dan untuk

nilai bullw hip effect dist ribut or sebelum m enerapkan vendor m anaged invent ory adalah 1,44. Nilai

bullw hip effect lebih dari 1 m enunj ukkan adanya variabilit as perm intaan antar eselon pada suat u supply chain yang m engakibat kan t erganggunya kegiat an- kegiat an yang ada di eselon-eselon

t ersebut. Peng ur ang an Bullw hip Ef fect . . . ( F. R. Dew i dan A. K. Garside) 29 7

(7)

Ga m b a r 4 . Varibilit as Perm intaan

Penerapan vendor m anaged invent ory berdam pak pada sist em kom unikasi yang lebih akt if sehingga dapat m engat asi distorsi inform asi yang t erj adi. Data perm int aan j uga lebih t ransparan sehingga sem ua eselon (dari hilir ke hulu) m engetahui perm int aan konsum en yang sebenarnya. Dengan dat a yang t ransparan, ram alan perm int aan bisa dibuat lebih seragam sehingga t idak t erj adi variabilit as perm intaan di lini supply chain. Selain peram alan yang lebih seragam , keput usan st ok j uga lebih akurat dan

pengadaan bahan baku bisa dilakukan dengan t epat w akt u.

Berdasarkan m odel m atem at is dari m et ode yang telah dit erapkan, j um lah perm intaan seluruh rit el akan m enj adi j um lah order dist ribusi ke pabrik. Dari j um lah order yang dilakukan dist ribut or, pihak pabrik akan m eram alkan kebut uhan atau perm intaan di

level dist ributor dan rit el. Hasil peram alan tersebut akan digunakan unt uk m enent ukan

j um lah produksi produk Noxone 297 AS pada periode t ersebut .

(8)
(9)
(10)

Nilai Z dari luas di bawah kurva normal baku

α

0

0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009

0.00

3.090 2.878 2.748 2.652 2.576 2.512 2.457 2.409 2.366

0.01 2.326 2.290 2.257 2.226 2.197 2.170 2.144 2.120 2.097 2.075

0.02 2.054 2.034 2.014 1.995 1.977 1.960 1.943 1.927 1.911 1.896

0.03 1.881 1.866 1.852 1.838 1.825 1.812 1.799 1.787 1.774 1.762

0.04 1.751 1.739 1.728 1.717 1.706 1.695 1.685 1.675 1.665 1.655

0.05 1.645 1.635 1.626 1.616 1.607 1.598 1.589 1.580 1.572 1.563

0.06 1.555 1.546 1.538 1.530 1.522 1.514 1.506 1.499 1.491 1.483

0.07 1.476 1.468 1.461 1.454 1.447 1.440 1.433 1.426 1.419 1.412

0.08 1.405 1.398 1.392 1.385 1.379 1.372 1.366 1.359 1.353 1.347

0.09 1.341 1.335 1.329 1.323 1.317 1.311 1.305 1.299 1.293 1.287

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

Gambar

Tabel jumlah produksi produk Noxone 297 AS pada periode tersebut.  1.

Referensi

Dokumen terkait

Coca-Cola Amatil Indonesia Medan, diperoleh bahwa jumlah permintaan berdasarkan hasil peramalan tahun 2013 lebih rendah dibandingkan aktual permintaan pada distributor

Langkah-langkah peramalan yang akan dilakukan untuk Budi Baru adalah:..

Usulan perbaikan untuk mengatasi bullwhip effect yaitu dengan melakukan kebijakan pengendalian persediaan dengan model Q menggunakan pendekatan Hadley-Within,

Usulan perbaikan untuk mengatasi bullwhip effect yaitu dengan melakukan kebijakan pengendalian persediaan dengan model Q menggunakan pendekatan Hadley-Within,

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, permasalahan yang terdapat pada perusahaan adalah tingginya variansi jumlah permintaan dengan jumlah persediaan

Keuangan Mandor Karyawan Produksi Staff Pemasaran Staff Keuangan Staff Quality Control Karyawan Maintenance Hubungan Fungsional Hubungan Lini Bagian Personalia

Universitas Sumatera Utara.. Universitas