• Tidak ada hasil yang ditemukan

T1 Abstract Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran MeansEnds Analysis (MEA) Terhadap Kreatifitas Belajar Siswa Mata Pelajaran Web Statis Kelas X (Studi Kasus: SMK N 1 Tengaran)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "T1 Abstract Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran MeansEnds Analysis (MEA) Terhadap Kreatifitas Belajar Siswa Mata Pelajaran Web Statis Kelas X (Studi Kasus: SMK N 1 Tengaran)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

1

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) TerhadapKreatifitas Belajar Siswa Mata Pelajaran Web Statis Kelas X

(Studi Kasus: SMK N 1 Tengaran)

1)

I Nyoman Suhendra, 2) Dr. Dharmaputra T. Palekahelu,M.Pd.

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia

Email: 1) [email protected], 2) [email protected],

Abstract

The lack of use in the learning model that enable the materials to be deliveredand help students develop in understand the materials will have an impact on the lack of good learning process, especially on subjects that require creativity to help students develop their own knowledge. This research is about applying the model of Means-Ends Analysis (MEA) towards the creativity of students class X during the lesson Static Web learning SMK Negeri 1 Tengaran. The research method was one group pretest-posttest design. From the research, using students' creativity observation shows that the influence of Implement Model Means-Ends Analysis (MEA) towards creativity during the lesson Static Web learning class X is better than the lesson with used the conventional methods.

Abstrak

Kurangnya pemanfaatan model pembelajaran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian materi dan membantu siswa mengembangkan dalam memahami materi akan berdampak pada kurang baiknya proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran yang membutuhkan kreatifitas untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuannya sendiri. Penelitian ini mengenai penerapkan model

Means-Ends Analysis (MEA) terhadap kreatifitas siswa pada pembelajaran Web

Statis kelas X SMK Negeri 1 Tengaran. Metode penelitian yang digunakan adalah

One Group Pretest-Posttest Design. Dari hasil penelitian menggunakan observasi

kreatifitas pada siswa kelas X RPL 2 SMK Negeri 1 Tengaran menunjukan bahwa

pengaruh penerapan Model Means-Ends Analysis (MEA) terhadap kreatifitas

belajar Pada Mata pelajaran Web Statis Kelas X lebih baik dari pada penyampaian materi menggunakan metode konvensional.

Kata Kunci: Kreatifitas, dan Model Means-Ends Analysis (MEA)

1) Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Kristen Satya Wacana

2) Staf Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Referensi

Dokumen terkait

Kendala yang dihadapi dalam mata diklat Pemrograman Web adalah banyaknya muatan materi yang harus dipelajari oleh peserta diklat dan tidak sebanding dengan alokasi

Metode quantum learning dapat dipakai dalam pembelajaran, karena mampu membuat siswa termotivasi untuk belajar, mempermudah memahami materi matahari karena dikemas

Tujuan dari model pembelajaran ini adalah untuk mengembangkan model pembelajaran STAD berbantu Media pembelajaran Gamification pada kelas X TSM3 matapelajaran

untuk membantu guru dalam penyampaian materi tata surya pada. proses

Menurut saya media ini sangat bagus, materi dan soal sudah ada, jd sangat membantu untuk penyampaian materi pelajaran di kelas, dan juga dapat mefisiensi waktu belajar siswa?.

Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning Menggunakan Media Blog Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran1. TIK di Kelas X RPL SMK Negeri 1 Tengaran

proses belajar mengajar, dari hasil evaluasi guru dapat mengetahui kekungan dan.. keterbatasannya dalam penyampaian materi dan untuk siswa, siswa dapat

Selain kurangnya minat dan motivasi belajar di kelas, kondisi pembelajaran yang cenderung berceramah di kelas dan kurangnya pemanfaatan media ajar yang menjadi alasan