• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Tingkat dan Dampak Kebisingan Pada Fasilitas Umum (Studi Kasus untuk SMPN 7 Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Tingkat dan Dampak Kebisingan Pada Fasilitas Umum (Studi Kasus untuk SMPN 7 Medan)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA TINGKAT DAN DAMPAK KEBISINGAN PADA

FASILITAS UMUM (STUDI KASUS UNTUK SMPN 7 MEDAN)

TUGAS SARJANA

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Oleh:

MHD. TAUFIK P. BINTANG NIM. 110423007

P R O G R A M P E N D I D I K A N E K S T E N S I

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I

F A K U L T A S T E K N I K

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)
(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan karuniaNya sehingga penulis memperoleh pengetahuan, kesehatan dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan proposal tugas sarjana ini.

Tugas sarjana ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik di Departemen Teknik Industri, khususnya program studi ekstensi strata satu, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul untuk tugas sarjana ini adalah“Analisa Tingkat dan Dampak Kebisingan Pada Fasilitas Umum (Studi Kasus untuk SMPN 7 Medan)”.

Penulis menyadari bahwa penyusunan laporantugas sarjana ini belum sempurna sehingga diperlukan perbaikan dan penyesuaian lebih lanjut. Untuk itu penulis mengharapkan kritik atau saran yang membangun dalam penyempurnaan laporan tugas sarjana ini. Semoga tugas sarjana ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, perpustakaan Universitas Sumatera Utara, dan pembaca lainnya.

Medan, Agustus 2015

(6)

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillahi rabbil ‘alaminrasa syukur yang tak hentinya penulis ucapkan kepada Allah SWTatas selesainya Tugas Sarjana ini, banyak pihak yang telah membantu baik itu berupa bimbingan ataupun berupa bantuan moril dan materil, sehingga Tugas Sarjana ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, teristimewa kepada Ayahanda Agustian Bintang, Ibunda tercinta Nurmawati, serta adik Sarah Humaira Bintangyang senantiasa ada dan selalu memberikan perhatian, doa dan semangat dalam bentuk apapun kepada penulis.

Pada kesempatan ini pula, penulis ucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT, selaku Ketua Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT selaku Sekretaris Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara,

3. Bapak Dr. Ir. A. Jabbar M. Rambe, M.Eng selaku Kordinator Bidang Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja.

4. Bapak Ir. Mangara M. Tambunan, M.Sc selaku Dosen Pembimbing I atas waktu untuk bimbingan dan ilmu yang diberikan dalam penyelesaian Tugas Sarjana ini.

(7)

6. Pegawai administrasi Departemen Teknik Industri, Kak Dina, Bang Nurman, Bang Ridho, Bang Mijo dan Bu Ani yang telah membantu penulis dalam melakukan urusan administrsi di Departemen Teknik Industri USU.

7. Pegawai perpustakaan Departemen Teknik Industri, Kak Rahma dan Kak Mia, terimakasih untuk kebaikan hati dan toleransinya dalam jumlah peminjaman buku.

8. Kepala Sekolah, Guru dan Siswa SMP Negeri 7 Medanyang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

9. Rolandy Aprindo Bancin, Sabam Aritonang dan Josua Alexander Gultom yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

10. Sahabatku tercinta Adrian, Reza, Niko, Syafi’i, Tiyos, Bang Juki, Bang Jefri, Rio (Opung), Nauli, Jolly, Samuel, Ryan, Jonfery dan semua teman-teman Ekstensi 2011 yang selama ini selalu memotivasi penulis dalam mengerjakan Tugas Sarjana ini.

(8)

ABSTRAK

Sekolah merupakan tempat dimana berlangsungnya proses belajar-mengajar. Banyak faktor yang mempengaruhi proses belajar-mengajar. Salah satunya adalah faktor kebisingan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Medan yang terletak di Jl. H. Adam Malik No. 2 Medan, dimana jalan tersebut merupakan jalan raya yang sering dilintasi oleh kendaraan bermotor. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur tingkat kebisingan menggunakan Sound Level Meter dengan mengambil 53 lokasi titik pengukuran. Dari hasil pengukuran kebisingan dibuatkan pemetaan kebisingan agar diketahui peta sebaran kebisingan di area sekolah. Penyebaran kuesioner sebanyak 230 responden dilakukan untuk mengetahui dampak kebisingan yang dirasakan oleh siswa dan guru. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kebisingan di SMP Negeri 7 Medan sebesar 65,19 dBA melebihi standar yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup sebesar 55 dBA. Dari hasil noise mapping diketahui kelas yang yang masuk dalam zona kuning adalah kelas IX-1 s/d IX-9 untuk kelas pagi dan kelas VII-1 s/d VII-9 untuk kelas sore. Berdasarkan kuesioner yang telah dibagikan, dampak kebisingan yang sering dialami siswa dan guru adalah merasa pusing, merasa tidak nyaman dan berteriak ketika sedang berbicara. Dari hasil seluruh penelitian, maka rekayasa kebisingan untuk mengurangi tingkat kebisingan di SMP Negeri 7 Medan adalah dengan penanaman pohon bambu dan rumput di depan area sekolah. Perbaikan ruangan kelas adalah dengan mengganti material akustik seperti penggantian langit-langit kelas dengan papan akustik 3/4”, penggunaan dinding batu bata diplester halus, pelapisan lantai dengan karpet dan mengganti kaca jendela dengan ketebalan 6 mm.

(9)

DAFTAR ISI

BAB HALAMAN

LEMBAR JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

I. PENDAHULUAN ... I-1

1.1. Latar Belakang Masalah ... I-1 1.2. Perumusan Masalah ... I-4 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... I-5 1.3.1. Tujuan Penelitian ... I-5 1.3.2. Manfaat Penelitian ... I-5 1.4. Batasan Masalah dan Asumsi ... I-5 1.5. Sistematika Penulisan Tugas Akhir ... I-6

II. GAMBARAN UMUM OBJEK STUDI ... II-1

(10)
(11)

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB HALAMAN

(12)
(13)
(14)

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB HALAMAN

5.3.2.4. Persentase Gangguan Proses Belajar Mengajar

Guru ... V-79

VI.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... VI-1

6.1. Analisis ... VI-1 6.1.1. Analisis Tingkat Kebisingan di SMP Negeri 7 Medan ... VI-1 6.1.2. Analisis Dampak Kebisingan ... VI-1 6.1.3. Analisis Peta Kebisingan di SMP Negeri 7 Medan

Berdasarkan Noise Mapping ... VI-4

6.2. Pembahasan ... VI-5 6.2.1. Pembahasan Tingkat Kebisingan di SMP Negeri 7 Medan VI-5 6.2.2. Pembahasan Dampak Kebisingan... VI-6 6.2.3. Pembahasan Peta Kebisingan di SMP Negeri 7 Medan

Berdasarkan Noise Mapping ... VI-7 6.2.4. Rekayasa Kebisingan di SMP Negeri 7 Medan ... VI-7

VII.

KESIMPULAN DAN SARAN ... VII-1

(15)
(16)

DAFTAR TABEL

TABEL HALAMAN

(17)

DAFTAR TABEL (LANJUTAN)

TABEL HALAMAN

5.10. Hasil Rekapitulasi Tingkat Kebisingan Ekuivalen (Leq) Pada Semua

Titik Pengukuran ... V-42 5.11. Rekapitulasi Tingkat Kebisingan Ekuivalen Siang ... V-46 5.12. Uji Validitas Kuesioner Siswa Bagian Kondisi Kebisingan ... V-49 5.13. Hasil Uji Validitas Kuesioner Siswa Untuk Pernyataan Kondisi

Kebisingan ... V-57 5.14. Rekapitulasi Kuesioner Siswa Hasil Uji Validitas Tiap-tiap

Pernyataan ... V-58 5.15. Uji Validitas Kuesioner Guru Bagian Kondisi Kebisingan ... V-59 5.16. Hasil Uji Validitas Kuesioner Guru Untuk Pernyataan Kondisi

Kebisingan ... V-61 5.17. Rekapitulasi Kuesioner Guru Hasil Uji Validitas Tiap-tiap

Pernyataan ... V-62 5.18. Rekapitulasi Nilai Reliabilitas Kuesioner Siswa Pernyataan Kondisi

Kebisingan ... V-64 5.19. Rekapitulasi Uji Reliabilitas Kuesioner Siswa Untuk Tiap Bagian

Pernyataan ... V-64 5.20. Rekapitulasi Nilai Reliabilitas Kuesioner Guru Pernyataan Kondisi

(18)

DAFTAR TABEL (LANJUTAN)

TABEL HALAMAN

5.21. Rekapitulasi Uji Reliabilitas Kuesioner Guru Untuk Tiap Bagian

Pernyataan ... V-66 5.22. Persentase Pernyataan Siswa Mengenai Dampak Kebisingan

Terhadap Gangguan Fisiologis ... V-66 5.23. Persentase Pernyataan Siswa Mengenai Dampak Kebisingan

Terhadap Gangguan Psikologis ... V-68 5.24. Persentase Pernyataan Siswa Mengenai Dampak Kebisingan

Terhadap Gangguan Komunikasi ... V-70 5.25. Persentase Pernyataan Siswa Mengenai Dampak Kebisingan

Terhadap Gangguan Proses Belajar Mengajar ... V-72 5.26. Persentase Pernyataan Guru Mengenai Dampak Kebisingan

Terhadap Gangguan Fisiologis ... V-74 5.27. Persentase Pernyataan Guru Mengenai Dampak Kebisingan

Terhadap Gangguan Psikologis ... V-76 5.28. Persentase Pernyataan Guru Mengenai Dampak Kebisingan

Terhadap Gangguan Komunikasi ... V-78 5.29. Persentase Pernyataan Guru Mengenai Dampak Kebisingan

(19)

DAFTAR TABEL (LANJUTAN)

TABEL HALAMAN

6.3. Ruangan Kelas Yang Termasuk Zona Kuning di SMPN 7 Medan ... VI-4 6.4. Serapan Total Material di Ruangan Kelas Pada Kondisi Awal di

SMP Negeri 7 Medan ... VI-9 6.5. Rekayasa Kebisingan Dengan Menggunakan Material Akustik Pada

Ruangan Kelas di SMP Negeri 7 Medan ... VI-10 6.6. Perhitungan Biaya Yang Dikeluarkan Untuk Mengurangi Kebisingan

di SMP Negeri 7 Medan ... VI-11 6.7. Penurunan Kebisingan Pada Ruangan Kelas Dari Rekayasa

(20)

DAFTAR GAMBAR 5.6. Diagram Hasil Kuesioner Pernyataan Gangguan Fisiologis Terhadap

Siswa ... V-67 5.7. Diagram Hasil Kuesioner Pernyataan Gangguan Psikologis Terhadap

Siswa ... V-69 5.8. Diagram Hasil Kuesioner Pernyataan Gangguan Komunikasi Terhadap

Siswa ... V-71 5.9. Diagram Hasil Kuesioner Pernyataan Gangguan Proses Belajar

Mengajar Terhadap Siswa ... V-73 5.10. Diagram Hasil Kuesioner Pernyataan Gangguan Fisiologis Terhadap

(21)

DAFTAR GAMBAR(LANJUTAN)

GAMBAR HALAMAN

5.11. Diagram Hasil Kuesioner Pernyataan Gangguan Psikologis Terhadap Guru ... V-77 5.12. Diagram Hasil Kuesioner Pernyataan Gangguan Komunikasi Terhadap

Guru ... V-79 5.13. Diagram Hasil Kuesioner Pernyataan Gangguan Proses Belajar

(22)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN Halaman

Referensi

Dokumen terkait

Due to the sparse growth of the individual plants height measurements with the point cloud method and the difference method was unfortunately impossible, or not

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2014 DAN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN KERINCI.. Urusan Pemerintahan : 1

A template is presented that (1) provides for quantification of the minimum requirements that an IRB might adopt, (2) gives examples to help IRBs quickly become familiar with

Sumur CT-1 dengan komplesi sumur monobore akan diterapkan metode coiled tubing gas lift, sementara metode reguler gas lift akan diterapkan di sumur GL-1 dengan komplesi

Scientific knowledge gaps and clinical research priorities for cardiopulmonary resuscitation and emergency cardiovascular care identified during the 2005 International

Penelitian yang memiliki hasil yang berbeda dengan penelitian ini adalah penelitian kolaborasi yang dilakukan oleh Setyaningrum Rahmawaty dan Ucik Witasari

Recommended guidelines for monitoring, reporting, and conducting research on medical emergency team, outreach, and rapid response systems: an Utstein-style scientific statement:

Perspektif visitor memiliki faktor usability, accessibility, content diuji menggunakan Website Questionnaire Usability (WQU), faktor credibility diuji