• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Mahasiswi Fk Uisu Medan Tahun 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia Pada Mahasiswi Fk Uisu Medan Tahun 2015"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1. Nilai Fe Berbagai Bahan Makanan
Gambar 2.1. Landasan Teori
Gambar 2.2. Kerangka Konsep Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut dapat diketahui dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kejadian anemia pada remaja putri dengan tingkat kecukupan gizi (energi, protein dan besi) pada

Menurut Budiyanto (2002), status sosial ekonomi merupakan faktor risiko kejadian gizi buruk dikarenakan rendahnya status sosial ekonomi akan berdampak pada daya beli pangan

Status gizi seseorang dipengaruhi oleh konsumsi pangan keluarga. Pendapatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi. Data dari WHO pada tahun 2002 sampai 2005 terjadi

Menurut Purwati (2007) beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memiliki berat badan lebih antara lain; faktor genetik, pola makan, pengetahuan, dan aktivitas

Remaja putri di MTs Ma’Arif Nyatnyono yang mempunyai pola makan dalam kategori baik tetapi mengalami anemia karena konsumsi gizi yang tidak tepat.. Terjadinya defisiensi

Zat gizi penting yang diperlukan untuk pembentukan protein

Tingkat pengetahuan gizi seseorang akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam memilih makanan, Pengetahuan gizi yang baik diharapkan mempengaruhi konsumsi makanan

Remaja dengan aktivitas sosial yang tinggi akan memperlihatkan peran teman sebaya seperti berkumpul untuk makan di rumah makan yang menyajikan siap saji atau fast food yang pada umumnya