• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan alur komunikasi sistem manajemen mutu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "pengembangan alur komunikasi sistem manajemen mutu"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS INDONESIA

PENGEMBANGAN ALUR KOMUNIKASI SISTEM

MANAJEMEN MUTU (SMM) DI LINGKUNGAN

DIREKTORAT JEMBATAN KEMENTERIAN PUPR

TESIS

FARIZ SEPTIANO 1406507205

FAKULTAS TEKNIK PROGRAM MAGISTER

(2)

UNIVERSITY OF INDONESIA

FLOW COMMUNICATION DEVELOPMENT QUALITY

MANAGEMENT SYSTEM (QMS) AT DIREKTORAT

JEMBATAN KEMENTERIAN PUPR

THESIS

FARIZ SEPTIANO 1406507205

FACULTY OF ENGINERING MASTER PROGRAM

(3)

UNIVERSITAS INDONESIA

PENGEMBANGAN ALUR KOMUNIKASI SISTEM

MANAJEMEN MUTU (SMM) DI LINGKUNGAN

DIREKTORAT JEMBATAN KEMENTERIAN

TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Teknik

FARIZ SEPTIANO 1406507205

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL KEKHUSUSAN MANAJEMEN PROYEK

(4)

UNIVERSITY OF INDONESIA

FLOW COMMUNICATION DEVELOPMENT QUALITY

MANAGEMENT SYSTEM (QMS) AT DIREKTORAT

JEMBATAN KEMENTERIAN PUPR

THESIS

Proposed as one of the requirement to obtain a Master’s degree

FARIZ SEPTIANO 1406507205

FACULTY OF ENGINERING

CIVIL ENGINEERING STUDY PROGRAM SPECIFICITY PROJECT MANAGEMENT

DEPOK JUNI 2016

(5)

1

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Tesis ini adalah hasil karya saya sendiri,

dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.

Nama : Fariz Septiano

NPM : 1406507205

Tanda Tangan :

Tanggal : Juni 2016

(6)

2

HALAMAN PENGESAHAN

Tesis ini diajukan oleh :

Nama : Fariz Septiano

NPM : 1406507205

Program Studi : Departemen Teknik Sipil

Judul Tesis : Pengembangan Alur Komunikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) Di Lingkungan Direktorat Jembatan Kementerian PUPR

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Master Teknik pada Program Studi Departemen Teknik Sipil , Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

DEWAN PENGUJI

Pembimbing 1 : Prof. DR. Yusuf Latief , M.T ( ………)

Pembimbing 2 : Dr. Leni Sagita, S.T. M.T ( ………)

Penguji 1 : ( ………)

Penguji 2 : ( ………)

Penguji 3 : . ( ………)

Ditetapkan di : Depok Tanggal : Juni 2016

(7)

3

STATEMENT OF LEGITIMATION

The thesis submitted by:

Name : Fariz Septiano

Student ID : 1406507205 Study Program : Civil Engineering

Thesis Title : Development of Flow Communication Quality Management System (SMM) In Direktorat Jembatan PUPR

Has been successfully defended before the Council Examiners and was accepted as part of the requirements necessary to obtain a Master of Engineering degree in Civil Engineering Program, Faculty of Engineering, University of Indonesia.

BOARD OF EXAMINERS

Advisor I : Prof. Dr. Ir. Yusuf Latief, MT (...)

Advisor II : Dr. Leni Sagita, S.T. M.T (...)

Examiner I : (...)

Examiner II : (...)

Examiner III : (...)

Legilization Place : Depok

Date : June , 2016

KATA PENGANTAR

(8)

4

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkatnya penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul Manajemen Stakeholder Untuk Meningkatkan Kinerja Mutu di Lingkungan Direktorat Jembatan dengan Metode SEM. Penulisan tesis ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar master Teknik Jurusan Teknik Sipil pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan tesis ini, sangatlah sulit bagi saya untuk menyelesaikan tesis ini.

Dalam kesempatan yang tidak ternilai ini, penulis mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya berbagai pihak yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan baik moral, doa dan finansial. Selain itu penulis juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

(1) Prof. DR. Yusuf Latief, M.T selaku Pembimbing I dan Dr. Lenni Sagita, S.T. M.T selaku Pembimbing II yang telah memberikan ide dan masukan kepada penulis dan dengan sabar menantikan revisi sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini.

(2) Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc, Ph.D selaku Pembimbing Akademik yang telah memberikan banyak masukan dan bimbingan selama masa perkuliahan. (3) Para dosen dan seluruh jajaran staf Departemen Teknik Sipil yang telah

memberikan sumbangsih ilmu kepada penulis selama perkuliahan.

(4) Ir. Marsiano M.Sc dan Elly Moeftie selaku orang tua yang telah memberikan dukungan moral, finansial, sekaligus doa yang sangat melimpah.

(5) Giovano Martland dan Octaviana Nugroho selaku saudara kandung yang juga telah memberikan dukungan moral dan doa kepada penulis.

(6) Ayu Herzanita yang telah begitu baik dalam berbagi dukungan dan nasehat dalam pembuatan tesis ini.

Penulis menyadari bahwa dalam melakukan penyusunan tesis ini terdapat beberapa kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan para pembaca dapat mengembangkan tulisan dan penelitian ini agar dapat berguna bagi Bangsa dan Negara Indonesia ini di masa yang akan datang. Akhir kata, penulis mengucapkan selamat membaca dan belajar. Terima Kasih.

(9)

5

Depok, Juni 2016

Penulis

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

(10)

6

Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Fariz Septiano

NPM : 1406507205

Departemen : Teknik Sipil Fakultas : Teknik Jenis Karya : Tesis

demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive

Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :

PENGEMBANGAN ALUR KOMUNIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JEMBATAN KEMENTERIAN

PUPR

beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan, mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan memublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Depok Pada tanggal : Juni 2016

Yang menyatakan

(Fariz Septiano)

ABSTRAK

Nama : Fariz Septiano Program Sudi : Teknik Sipil

(11)

7

Judul : Pengembangan Alur Komunikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) Di Lingkungan Direktorat Jembatan Kementerian PUPR Komunikasi antar stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan mempengaruhi mutu jembatan pada tahap perencanaan, pembangunan dan preservasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi stakeholder yang berpengaruh pada kinerja mutu jembatan dan mengembangkan alur komunikasi antar stakeholder. Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, survey dan studi kasus. Hasil dari penelitian ini stakeholder yang paling berpengaruh pada kinerja mutu jembatan adalah Subdit Perencanaan dan Pemrograman, Subdit Teknik Jembatan, Subdit Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus, Subdit Pemantauan dan Evaluasi, DPJJ, Balai, PPK, kontraktor dan Konsultan pengawas. Alur komunikasi dikembangkan dari pembagian tugas masing-masing stakeholder dengan metode RAM (Responsibility Assignment Matrix)/RACI.

Kata Kunci:

Direktorat Jembatan, Stakeholder, Komunikasi

ABSTRACT

Name : Fariz Septiano

Majoring : Civil Engineering

Title : Development of Flow Communication Quality Management

System (SMM) In Direktorat Jembatan PUPR

Communication among stakeholders within the Directorate Bridges affect the quality of the bridge at the planning, development and preservation. The purpose of this study is to identify the stakeholders that affect the quality of the performance of the bridge and develop the communication flow between stakeholders. The research strategy used in this research is the study of literature, surveys and case studies. The results of this study the most influential stakeholders in the quality of bridge performance are Subdit Perencanaan dan Pemrograman, Subdit Teknik Jembatan, Subdit Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus, Subdit Pemantauan dan Evaluasi, DPJJ, Balai, PPK, contractor and supervising consultant. Flow communication developed by devided role of stakeholders by using RAM (Responsibility Assignment Matrix)/RACI method.

Keyword:

Direktorat Jembatan, Stakeholder, Communication

(12)

DAFTAR ISI

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS...i

KATA PENGANTAR...iv

1. PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Identifikasi Masalah...2

1.3 Perumusan Masalah...2

1.4 Tujuan Penelitian...3

1.5 Batasan Penelitian...3

1.6 Manfaat Penelitian...3

1.7 Model Operasional Penelitian...4

2. STUDI PUSTAKA...6

2.1 Penelitian Terdahulu...6

2.2 Keterbaruan Penelitian (Novelty)...18

2.3 Organisasi di Lingkungan Direktorat Jembatan...19

2.3.1 Subdirektorat Standar dan Pedoman...20

2.3.2 Subdirektorat Perencanaan dan Pemrograman...21

2.3.3 Subdirektorat Teknik Jembatan...22

2.3.4 Subdirektorat Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus...23

2.3.5 Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi...25

2.3.6 Subdirektorat Tata Usaha...26

2.4 Teori Komunikasi Organisasi...26

2.4.1 Pengertian Komunikasi Organisasi...26

2.4.2 Fungsi Komunikasi Organisasi...27

2.4.3 Manajemen Komunikasi...28

2.4.4 Jenis Komunikasi...29

2.4.5 Arus Komunikasi...29

2.4.6 Iklim Komunikasi...30

2.4.7 Metode Komunikasi...30

2.4.8 Budaya Organisasi...30

2.5 Pengelolaan Komunikasi Organisasi...31

2.5.1 Gaya Komunikasi Organisasi...31

2.5.2 Proses Komunikasi Organisasi...33

2.6 Kinerja Mutu...34

2.7 Hipotesa...37

2.7.1 Tahap Perencanaan Jembatan...37

2.7.2 Tahap Pembangunan Jembatan...38

2.7.3 Tahap Preservasi Jembatan...39

(13)

3.1 Strategi Penelitian...40

3.2 Proses Penelitian...41

3.3 Variabel Penelitian...44

3.3.1 Tahap Perencanaan Jembatan...45

3.3.2 Tahap Pembangunan Jembatan...47

3.3.3 Tahap Preservasi Jembatan...49

3.4 Instrumen Penelitian...56

3.5 Pengumpulan Data...60

3.6 Metode Analisis...61

4. PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA...62

4.1 Pengumpulan Data...62

4.1.2 Pengumpulan Data Tahap I (Validasi Pakar Awal)...62

4.1.3 Pengumpulan Data Tahap II (Kuesioner Responden)...66

4.1.4 Pengumpulan Data Tahap III (Validasi Pakar Akhir)...67

4.2 Analisis Data...68

4.2.1 Stakeholder Mapping...68

4.2.2 Uji Korelasi...70

4.2.3 Uji Hipotesa...82

5. TEMUAN DAN PEMBAHASAN...86

5.1 Pendahuluan...86

5.2 Pola Hubungan Stakeholder...86

5.3 Alur Komunikasi...95

6. KESIMPULAN DAN SARAN...97

6.1 Kesimpulan...97

6.2 Saran...101

DAFTAR PUSTAKA...102

LAMPIRAN...104

DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Meta Analisis...7

(14)

Tabel 3.1. Jenis Strategi Penelitian...40

Tabel 3.2. Alur Prosedur dan Tanggung Jawab Perencanaan Jembatan...45

Tabel 3.3. Alur Prosedur dan Tanggung Jawab Pembangunan Jembatan...47

Tabel 3.4. Alur Prosedur dan Tanggung Jawab Preservasi Jembatan...49

Tabel 3.5. Variabel X dan Indikator...51

Tabel 3.6. Sub Indikator Variabel X...52

Tabel 3.7. Variabel Y...55

Tabel 3.8. Point Skala Penilaian...57

Tabel 3.9. Kuesioner Validasi Pakar Awal...58

Tabel 3.10. Kuesioner Identifikasi Pengaruh dan Kepentingan Stakeholder...59

Tabel 3.11. Kuesioner Identifikasi Kepentingan Sub Indikator pada Stakeholder 59 Tabel 3.12. Kuesioner Validasi Hasil Penelitian...60

Tabel 4.1. Pakar untuk Validasi Kuisioner Tahap I...63

Tabel 4.2. Hasil Kuesioner tahap 1 Validasi Pakar Awal (Indikator)...63

Tabel 4.3. Hasil Kuesioner tahap 1 Validasi Pakar Awal (Sub Indikator)...64

Tabel 4.4. Profil Responden Kuesioner Tahap II...67

Tabel 4.5. Pakar untuk Validasi Hasil Penelitian...68

Tabel 4.6. Hasil Korelasi Kendall’s Tau Menggunakan SPSS Tahap Perencanaan Jembatan...72

Tabel 4.7. Hasil Korelasi Spearman Menggunakan SPSS Tahap Perencanaan Jembatan...74

Tabel 4.8. Perbandingan Korelasi Kendall’s Tau dan Spearman...76

Tabel 4.9. Variabel yang Berkorelasi Tahap Pembangunan Jembatan...77

Tabel 4.10. Variabel yang Berkorelasi Tahap Preservasi Jembatan...80

Tabel 5.1. Pengaruh, Kepentingan dan Komunikasi Stakeholder Perencanaan Jembatan...90

Tabel 5.2. Pembagian RAM/RACI Tahap Perencanaan Jembatan...93

Tabel 6.1. Stakholder yang Paling Berpengaruh Terhadap Mutu Jembatan...98

(15)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Direktorat Jembatan...20

Gambar 2.2 Sistem Komunikasi Organisasi...27

Gambar 2.3. Project Communication Management Overview...28

Gambar 3.1. Tahapan Penelitian...43

Gambar 4.1. Mapping StakeholderPerencanaan...69

Gambar 4.2. Mapping Stakeholder Pembangunan...69

Gambar 4.3. Mapping Stakeholder Preservasi...70

Gambar 5.1. Mapping Stakeholder Perencanaan Jembatan...86

Gambar 5.2. Pola Hubungan Stakeholder...88

Gambar 5.3. Alur Komunikasi SMM Perencanaan Jembatan...96

(16)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Direktorat Jembatan merupakan direktorat baru yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (berdasarkan Permen PUPR Nomor: 15/PRT/M/2015), muncul akibat adanya penggabungan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat. Pada awalnya, menurut Permen PU Nomor: 8/PRT/M/2010, Direktorat Jembatan berada di bawah Direktorat Bina Teknik dengan nama Subdirektorat Teknik Jembatan. Direktorat Jembatan mempunyai tugas antara lain, melaksanakan penyusunan dan bimbingan teknis standar dan pedoman teknik jembatan, pembinaan teknik jembatan, pembinaan teknik terowongan dan jembatan khusus serta pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jembatan (Permen PUPR No.15, 2015). Organisasi/stakeholder yang ada di Direktorat Jembatan pada saat ini merupakan gabungan dari Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga (Ali, 2015).

(17)

perencaan desain yang baik, perencanaan jenis material/bahan konstuksi yang digunakan, prosedur perawatan yang disusun dengan baik akan mempengaruhi keberhasilan dari konstruksi jembatan. Pada Gunawan, 2014, menyebutkan beberapa penyebab keberhasilan proyek konstruksi jembatan dipengaruhi oleh faktor kemampuan menyelesaikan masalah, sistem komunikasi, efektifitas membuat keputusan, penekanan owner pada mutu tinggi konstruksi, monitoring proyek dan manajemen proyek owner.

Sistem Manajemen Mutu (SMM) menurut Permen PU No.4/PRT/M/2009 adalah sistem manajemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan non konstruksi di setiap unit kerja, Unit Pelaksana Kegiatan, dan penyedia jasa dalam pencapaian sasaran mutu. Sasaran mutu dalam konstruksi jembatan dibagi menjadi tiga tahap, yakni sasaran mutu perencanaan, pembangunan dan preservasi. Untuk mencapai sasaran mutu dari tiap-tiap tahap tersebut ditentukan berdasarkan fungsi dan tingkatan dalam organisasi.

Peran para stakeholder dapat mempengaruhi keberhasilan organisasi, didukung dengan manajemen komunikasi yang efektif dan efisien antar stakeholder tersebut (PMBOK 5th, 2013). Komunikasi organisasi dapat

mempengaruhi output organisasi (Borce dan Baesu, 2013). Komunikasi internal berpengaruh langsung terhadap kepuasan pekerja dan komunikasi internal dan kepuasan pekerja berpengaruh pada integrasi internal (Jacobs et al, 2015).

1.2 Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya dapat disimpulkan, pada saat ini organisasi yang ada di Direktorat Jembatan belum memiliki perencanaan komunikasi antar stakeholder. Pada penelitian ini diawali dengan menganalisa stakeholder yang paling berpengaruh terhadap mutu tahap perencanaan, pembangunan dan preservasi. Setelah diketahui stakeholder yang paling berpengaruh pada tiap-tiap tahap, langkah selanjutnya yaitu mengembangkan alur komunikasi. Komunikasi antar stakeholder yang efektif dan efisien dapat meningkatkan mutu jembatan dimulai dari tahap perencanaan, pembangunan dan preservasi.

(18)

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana cara mengatur stakeholder sebagai elemen utama yang berpengaruh pada kinerja mutu jembatan. Perumusan masalah tersebut dapat dituangkan dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut :

a. Bagaimana struktur organisasi Direktorat Jembatan pada saat ini?

b. Bagaimana peran dan sasaran stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan?

c. Siapa saja stakeholder yang paling berpengaruh terhadap kinerja mutu jembatan?

d. Bagaimana meningkatkan peran dan sasaran stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan?

e. Bagaimana alur komunikasi antar stakeholder tersebut?

1.4 Tujuan Penelitian

Dari perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah a. Mengidentifikasi struktur organisasi Direktorat Jembatan saat ini

b. Mengidentifikasi peran dan sasaran stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan

c. Mengidentifikasi stakeholder yang berpengaruh pada kinerja mutu jembatan d. Mengetahui cara untuk meningkatkan peran dan sasaran stakeholder di

lingkungan Direktorat Jembatan

e. Mengembangkan alur komunikasi antar stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan.

1.5 Batasan Penelitian

Batasan dari penelitian ini adalah

a. Studi kasus yang ditinjau hanya pada Direktorat Jembatan Bina Marga, b. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan alur komunikasi terhadap

peran dan sasaran stakeholder yang berpengaruh dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) jembatan dimulai dari tahap perencanan, pembangunan dan preservasi.

1.6 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian pada tesis ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu sebagai berikut :

(19)

Sebagai bahan referensi untuk penelitian sistem manajemen mutu selanjutnya,

b. Bagi Direktorat Jembatan

Mengetahui alur komunikasi dilihat dari peran dan sasaran stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan terkait peningkatan kinerja mutu jembatan,

c. Bagi mahasiswa

Sebagai syarat untuk mendapatkan gelar master.

1.7 Model Operasional Penelitian

Model operasional untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini terdiri dari:

a. Bagaimana struktur organisasi Direktorat Jembatan pada saat ini?

b. Bagaimana peran dan sasaran stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan?

c. Siapa saja stakeholder yang paling berpengaruh terhadap kinerja mutu jembatan?

d. Bagaimana meningkatkan peran dan sasaran stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan?

Input

InputPermen PU No.15 Tahun 2015

Proses

ProsesStudi Literatur

Output

OutputStruktur Organisasi Direktorat Jembatan

Input

InputStruktur Organisasi Direktorat Jembatan

Proses

ProsesStudi Literatur

Output

OutputPeran dan Sasaran Stakeholder Direktorat Jembatan

Input

InputPeran dan Sasaran Stakeholder Direktorat Jembatan

Proses

Proses

Kuesioner

Validasi Pakar

Output

(20)

e. Bagaimana alur komunikasi antar stakeholder tersebut?

Input

InputStakeholder yang paling berpengaruh terhadap kinerja mutu

Proses

ProsesAnalisa menggunakan korelasi

Output

OutputPeningkatan peran dan sasaran stakeholder

Input

InputPeningkatan peran dan sasaran stakeholder

Proses

ProsesValidasi pakar akhir

Output

(21)

BAB 2 STUDI PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

(22)

Tabel 2.1. Meta Analisis

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

1 The effect of

internal Mark A.Jacobs, China, 2015 Mengetahui perspektif teori Social Capital yg Internal Communication; Analisa statistic dengan Internal komunikasi memberikan dampak yang 2 A Possible

Managerial Approach for Internal

Menginvestigasi dan menganalisa komunikasi pada organisasi

Sex; age; position held and

educational background

Metode yang digunakan adalah questionnaire

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa

komunikasi organisasi dapat mempengaruhi output organisasi

3 Sustainable Development: The Role of Network Communication

Anne Ellerup Nielsen and Christa Thomsen

Denmark,

2010 Menganalisa teori organisasi dan komunikasi berdasarkan Corporate Social Responsibility

Connectedness, integration, diversity, and openness with regard to measuring the extent to which members are connected

Approach and

Empirical Material Corporate Social Responsibility dapat mempengaruhi

(23)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

4 Pengaruh Kepemimpinan terhadap Komunikasi, Kepuasan Kerja, dan

Komitmen Organisasi pada Industri Perbankan

Rachmad

Hidayat Madura, 2013 Menganalisis pengaruh kepemimpinan, komunikasi, dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi perbankan

Perspektif organisasi, umpan balik personal, integrasi organisasi, komunikasi atasan langsung, iklim komunikasi, komunikasi horizontal, kualitas media dan

komunikasi bawahan.

Penelitian dan

survey Adanya pengaruh langsung dan positif yang signifikan dari kepemimpinan

terhadap komunikasi organisasional dan komitmen organisasional.

5 Corporate governance and management practices: stakeholder involvement, quality and sustainability tools adoption

Luca Gnan, Alessandro Hinna, Fabio Monteduro, Danila Scarozza

Italia, 2011 Untuk menganalisis

tools management yang

dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas perusahaan negara dengan mengembangkan keterlibatan stakeholder

Y: Stakeholder

involvement Penelitian dilakukan dengan cara survei dan pengambilan sampel

Standar kualitas dan pelaksanaan sustainability

tools memberikan bentuk

baru dari sikap organisasi dalam proses pengambilan keputusan

(24)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

6 Analisis Pengaruh Komunikasi Organisasi Dan Komitmen Keorganisasian Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pt. Btpn Tbk Kcp Pasar Baru Merangin

Mustika Jambi, 2013 Untuk mengetahui pengaruh komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja

karyawan pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Cabang Pasar BaruMerangin.

Kepuasan kerja karyawan. Komunikasi organisasi, komitmen keorganisasian

Uji populasi dan

sampel Hasil uji parsial (t-test) menunjukkan bahwa variabel komunikasi organisasi (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT BTPN tbk KCP Pasar Baru Merangin. Sedangkan variabel komitment keorganisasian (X2) tidak berpengaruh signifikant terhadap kepuasan kerja karyawan PT BTPN tbk KCP Pasar Baru Merangin. 7 A Framework for

Stakeholder Management and Corporate Culture

Jason von Meding dan Keith McAllister

UK, 2013 Menginvestigasi hubungan antara manajemen stakeholder dan budaya perusahaan

Manajemen stakeholder, budaya perusahaan

Analisis kualitatiif dan kuantitatif data terhadap kerangka kerja

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen stakeholder dan budaya perusahaan

(25)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

8 Faktor-faktor Kritis dalam Sistem Manajemen Mutu untuk Optimasi Profitabilitas dan Daya Saing Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia

Yusuf Latief, Ismeth S. Abdin, M. Fanshurullah Asa

Jakarta, 2008 Mencari manfaat dan kekurangan yang selama ini dirasakan oleh jasa konstruksi di Indonesia dalam penerapan SMM di perusahaannya.

Penguatan Kepemimpinan dalam organisasi; Peningkatan Kepuasan pelanggan sesuai dengan persyaratan; Meningkatkan reputasi perusahaan; Menurunkan biaya; Meningkatkan pangsa pasar; Dampak Internasional; adanya pertanggung jawaban produk; penampilan produk; mewujudkan mutu yang dirasa penting

Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan

menggunakan kuesioner

Penerapan standar sistem manajemen mutu secara signifikan memiliki korelasiterhadap dukungan dan komitmen dari top manajemen, dalam aspek peningkatan nyata dalam penjualan dan profit

9 Pentingnya kerjasama tim dan orientasi hasil terhadap kinerja karyawan

Muhammad Kadafi

Samarinda, 2010

Mengetahui pentingnya kerjasama tim dan orientasi hasil terhadap kinerja karyawan pada lembaga keuangan mikro

X1: Kerjasama tim; X2: Orientasi hasil; Y: Lembaga keuangan mikro

Metode yang digunakan adalah metode analisis regresi berganda

(26)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

10 Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi, Sistem Manajemen Mutu, dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Manajemen Akademi Sekretariat dan Manajemen Don Bosco

Anton

Hariyanto Jakarta, 2009 Mengetahui pengaruh dari penggunaan teknologi informasi, manajemen mutu, dan budaya organisasi terhadap kinerja manajemen Akademi Sekretari dan

Manajemen Don Bosco

X1: Teknologi Informasi; X2: Manajemen Mutu; X3: Budaya Organisasi; Y: Kinerja

manajemen

Metode penelitian

kausal komparatif Variabel budaya organisasi yang bernilai positif menunjukkan hubungan budaya organisasi terhadap kinerja manajemen positif berbanding lurus sehingga kenaikan pada sistem manajemen mutu menyebabkan naiknya kinerja manajemen

11 Pengaruh Kepemimpinan dan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan Kaltim Pos Samarinda

M. Kiswanto Samarinda,

2010 Untuk mengetahui apakah variabel kepemimpinan dan komunikasi secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan

Kepemimpinan, Komunikasi, dan Kinerja Karyawan

Untuk mengetahui apakah variabel kepemimpinan dan komunikasi secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan

Hasil analisis menunjukkan kepemimpinan dan

komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan komunikasi mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan.

(27)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

12 Pengaruh Komunikasi Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat Kota Bandung

Antony

Akhmad Z.A Bandung, 2010 Menganalisa pengaruh komunikasi organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD)

Komunikasi Organisasi, Kepuasan Kerja, Kinerja

Populasi dan

Sampel Pengaruh Komunikasi Organisasi dan Kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja pegawai

13 Analisis Kinerja Tim Proyek Terhadap Keberhasilan Proyek

Arifal Hidayat Riau, 2010 Mengidentifikasi faktor-faktor yang

mempengaruhi kinerja tim proyek

Kepemimpinan,

tugas, anggota Kuisioner berupa daftar pertanyaan Komunikasi yang baik antara anggota tim merupakan kunci keberhasilan dalam

menyelesaikan proyek tepat waktu

14 Pengaruh Budaya Organisasi, Komunikasi dan Lingkungan Kerja terhadap

Produktivitas kerja Karyawan CV. Hitakara Denpasar

I Gusti Agung Aries

Indrajaya, I Gusti Ayu Dewi Adnyani

Bali, 2011 mengetahui pengaruh budaya organisasi, komunikasi dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan

Budaya organisasi, Komunikasi, Lingkungan kerja

Wawancara dan kuisioner

(28)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

15 Pengaruh Motivasi, Komunikasi, dan Kompetensi dari Efektivitas Kinerja Aparatur serta Dampaknya terhadap Efektivitas Organisasi Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah Provinsi

Dedi Hadian, Yani

Suharyani

Bandung,

2014 Mengetahui pengaruh Motivasi, Komunikasi, Kompetensi pada Efektivitas Kinerja Aparatur Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah Provisni Jawa Barat

Efektivitas aparat, total komunikasi, kompetensi total efektivitas aparat

Metode Deskriptif analisis dengan menggunakan analisis jalur (path analysis)

Terbukti memiliki pengaruh yang signifikan antara motivasi, komunikasi dan kompetensi efektivitas aparat

16 Model komunikasi organisasi koperasi

Parlaungan A. Rangkuti,

Bogor, 2013 Mengetahui hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat dapat dilakukan dengan menggunakan analisis jalur (path analysis)

Pesan informasi, iklim

komunikasi, intensitas komunikasi, karakteristik personal, proses komunikasi KUD; kinerja, kapasitas, dan tingkat pelayanan KUD

Uji populasi dan

sampel Hasil analisis dengan metode SEM dengan bantuan LISREL

menunjukkan bahwa secara keseluruhan penelitian model komunikasi organisasi KUD di

Kabupaten Karawang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kinerja, kapasitas, dan kualitas pelayanan KUD untuk membangun kembali koperasi pertanian di Jawa Barat.

(29)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

17 Kepemimpinan, komunikasi dan Motivasi dalam organisasi

FX. Supriyono Bandung,

2013 Mengetahui pengaruh kepemimpinan, komunikasi dan motivasi dalam organisasi

Kepemimpinan, komunikasi, motivasi dan organisasi

Uji populasi dan

wawancara Gaya kepemimpinan dan komunikasi yang baik merupakan kunci pada sebuah organisasi

18 Pengaruh Komunikasi vertikal dan kompensasi terhadap loyalitas Pegawai di sekretariat daerah kabupaten Tapanuli Tengah

Samosir Jakarta, 2012 Mengetahui kecenderungan komunikasi vertikal antara pimpinan dan bawahan di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah

Komunikasi Vertikal, Kompensasi, Loyalitas

Metode penelitian survey

Variabel komunikasi vertikal lebih dominan

mempengaruhi variabel loyalitas pegawai

19 Structural Equation Model for Construction Equipment Management Affecting Project and Corporate Performance

Kattiya samee, Jakrapong Pongpeng

Korea, 2015 Mengetahui benchmark dan mengetahui berbagai macam aspek manajemen

Financial, customer, internal process, learning and growth

Kuisioner berupa

(30)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

20 Pengaruh Komitmen, Persepsi, dan Penerapan Pilar Dasar TQM terhadap kinerja Manajerial pada BUMN

Manufaktur di Indonesia

Hiras Pasaribu Depok, 2008 Menemukan tingkat hubungan antara komitmen pimpinan puncak, persepsi manajer divisi mengenai TQM dan penerapan pilar dasar TQM

X1: Komitmen pimpinan puncak; X2: Persepsi manajer divisi mengenai TQM; X3: Penerapan pilar dasar TQM Y: Keefektifan pengendalian biaya mutu

Analisa data yang di gunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah Analisa Jalur (Path Analisis)

Turnover dan peningkatan

karir berpengaruh terhadap kepuasan kerja, sedangkan sifat kepribadian tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja

21 The Effect of Organizational Communication towards Employees’ Performance of the Badan Pendidikan Dan Pelatihan in Makassar City

Hikmah Nurdin

Makassar, 2015

Mengetahui komunikasi yang efektif pada perusahaan

Communication, customary, performance

Simple linear regression

Komunikasi organisasi yang baik merupakan kunci pada perusahaan karena dapat mempengaruhi kinerja karyawan

(31)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

22 The Impact Of Tenure On Correctional Officer Job Satisfaction, Organizational Commitment, And Instrumental Communication

Robert Moses.

Spaulding, II UK, 2014 Mengetahui hubungan antara instrumental communication, organizational commitment, job satisfaction

Job satisfaction, organization commitment, and instrumental communication

Quantitative descriptive survey method

Terbukti memiliki pengaruh yang signifikan antara instrumental

communication,

organizational commitment, job satisfaction

23 The Role of Corporate Communication and Perception of Justice during Organizational Change Process

Nese Saruhan Turki, 2014 Mengetahui faktor yang membuat pekerja tidak percaya akan organisasi atau perusahaan

Personality factors, leadership styles, communication problems, perception of justice, and lack of trust in organization

Uji populasi dan sampel

Pekerja akan lebih percaya akan organisasi apabila komunikasi dalam perusahaan baik

24 Organizational Communication: Perceptions of Staff Members’ Level of Communication Satisfaction and Job Satisfaction

Priti R.

Sharma Tennese, 2015 To explore the topic of organizational communication in higher education and examine staff members’ perceptions about their level of communication and job satisfaction in their workplaces

Communication Satisfaction and Job Satisfaction

Uji populasi dan

(32)

No Judul Penelitian Penulis LokasiTahun Tujuan Variabel Metode Hasil dan Uraian

25 Organizational Communication As Key Factor Of Company Success

Kenan Spaho

M.A Bosnia, 2010 Untuk membuktikan bahwa komunikasi yang baik pada perusahaan merupaka kunci keberhasilan perusahaan

Komunikasi, staff,

perusahaan Questionnaire Terbukti perusahaan-perusahaan yang sukses memiliki jaringan atau network komunikasi yang baik

Sumber :Olahan Pribadi, 2016

(33)

Setelah mempelajari jurnal-jurnal terdahulu mengenai komunikasi terhadap organisasi perusahaan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan kinerja organisasi seperti yang diungkapkan oleh Akhmad, 2010; Spaho, 2010; Sharma, 2015; Nurdin, 2015. Kinerja organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain komunikasi organisasi (Kiswanto, 2010; Indrajaya dan Adnyani, 2011; Mustika, 2013; Supriyono, 2013), budaya organisasi (Hariyanto, 2009; Indrajaya dan Adnyani, 2011) Kepemimpinan (Kiswanto, 2010, Hidayat, 2010). Faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kinerja organisasi antara lain komitmen organisasi (Mustika, 2013, motivasi dan kompetensi (Supriyono, 2013), lingkungan kerja (Indrajaya dan Adnyani, 2011).

2.2 Keterbaruan Penelitian (Novelty)

Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian-penelitian terdahulu. Pada penelitian ini akan dikembangkan alur komunikasi pada sistem manajemen mutu jembatan. Keterbaruan penelitian ini terletak pada:

 Lokasi : Direktorat Jembatan

 Obyek: Organisasi yang berperan pada Sistem Manajemen Mutu Jembatan

 Variabel penelitian : Pada stakeholder internal dan eksternal dari Direktorat

Jembatan.

Pada penelitian ini, alur komunikasi yang akan dikembangkan pada Sistem Manajemen Mutu Jembatan berangkat dari para stakeholder yang berperan terhadap mutu jembatan. Dari daftar stakholder yang paling berpengaruh terhadap sistem manajemen mutu jembatan, akan dikembangkan alur komunikasi untuk meningkatkan kinerja mutu jembatan dimulai dari tahap perencanaan, pembangunan dan preservasi jembatan. Dengan demikian, penelitian ini akan dapat menjadi standar acuan di Direktorat Jembatan dalam menjalankan sistem manajemen mutu khususnya untuk jembatan pada masing-masing tahapan (perencanaan, pembangunan dan preservasi).

(34)

Direktorat Jembatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengembangan norma, standar, prosedur dan kriteria teknik jembatan, pembinaan teknik jembatan, penerapan hasil pengembangan teknologi bahan dan peralatan jembatan. Dalam menjalankan tugas, Direktorat Jembatan menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan dan bimbingan teknis standar dan pedoman jembatan b. Pembinaan perencanaan dan pemrograman jembatan

c. Pembinaan perencanaan teknik jembatan

d. Pembinaan teknik terowongan dan jembatan khusus e. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja jembatan f. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat

Berdasarkan Permen PU-Pera No.15/PRT/M/2015 tentang organisasi dan tata kerja kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, organisasi Direktorat Jembatan terdiri dari:

a. Subdirektorat Standar dan Pedoman

g. Subdirektorat Perencanaan dan Pemrograman h. Subdirektorat Teknik Jembatan

i. Subdirektorat Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus j. Pemantauan dan Evaluasi

k. Subbagian Tata usaha

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Direktorat Jembatan

Sumber : Permen PUPR No.15/PRT/M/2015

(35)

Subdirektorat Standar dan Pedoman mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan bimbingan teknis standar dan pedoman jembatan, dan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

 Penyusunan dan pengembangan serta bimbingan teknis spesifikasi umum dan khusus, norma, standar, pedoman, kriteria, dan prosedur kerja jembatan  Penyusunan dan pengembangan serta bimbingan teknis standar dokumen

pengadaan, kontrak, serta Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) jembatan

 Pembinaan standar pelaksanaan pembangunan dan preservasi jembatan yang berkesalamatan dan penyiapan kriteria penetapan laik fungsi jembatan

2.3.2 Subdirektorat Perencanaan dan Pemrograman

Subdirektorat Perencanaan dan Pemrograman mempunya tugas melaksanakan pembinaan perencanaan dan pemrograman jembatan, dan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

 Pengolahan, analisis dan validasi data jembatan nasional

 Pembinaan metodologi survey inventarisasi, survey rutin, survey detail dan survey khusus jembatan

 Pengembangan metode survey inventarisasi, survey rutin, survey detail dan survey khusus jembatan

 Pengumpulan dan evaluasi biaya penanganan jembatan

 Penyusunan usulan program dan anggaran tahunan dan jangka menengah penyelengaraan jembatan

 Koordinasi dan penilaian usulan program dan anggaran penyelenggaraan jembatan nasional

 Penyiapan kebutuhan dan anggaran serta pengeluaran bahan dan peralatan jembatan

 Pembinaan dan bantuan teknik pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pembangunan dan preservasi jembatan

2.3.3 Subdirektorat Teknik Jembatan

(36)

 Pembinaan dan bantuan teknik perencanaan teknik pembangunan dan preservasi bangunan atas, bangunan pelengkap, bangunan bawah, pondasi dan Daerah Aliran Sungai (DAS) jembatan

 Monitoring dan evaluasi serta pengembangan perencanaan teknis pembangunan dan preservasi bangunan atas, bangunan pelengkap, bangunan bawah, pondasi dan Daerah Aliran Sungai (DAS) jembatanberdasarkan perkembangan teknologi perencanaan teknik, bahan, dan peralatan jembatan  Perencanaan teknik jembatan berdasarkan permintaan khusus

 Fasilitasi penyesuaian kontrak yang merubah target DIPA  Fasilitasi penetapan laik fungsi jembatan

2.3.4 Subdirektorat Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus

Subdirektorat Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus mempunyai tugas yaitu melaksanakan pembinaan, bantuan teknik, inventarisasi, monitoring dan evaluasi serta pengembangan standar, perencanaan teknik, pembangunan dan preservasi terowongan dan jembatan khusus. Sedangkan fungsi yang diselenggarkan subdirektorat ini adalah :

 Pembinaan bantuan teknik dan inventarisasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan teknik, pembangunan, preservasi serta penggunaan (khusus) dan laik fungsi terowongan, underpass, jembatan bentang panjang dan fly over

 Penyusunan standar dokumen spesifikasi khusus terowongan, underpass, jembatan bentang panjang dan fly over

 Perencanaan teknik terowongan, underpass, jembatan bentang panjang dan fly over

 Pengembangan perencanaan teknik, pembanguan dan preservasi terowongan, underpass, jembatan bentang panjang dan fly over berdasarkan perkembangan teknologi perencanaan teknik, bahan, dan peralatan jembatan dan terowongan

 Fasilitasi penyesuaian kontrak yang merubah targer DIPA

(37)

Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas yaitu melaksanakan pemantauan dan evaluasi kinerja jembatan, dan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

 Monitoring, evaluasi dan penilaian kepatuhan pelaksanaan, Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di bidang pembangunan dan preservasi jembatan

 Monitoring dan evaluasi penerapan perkembangan teknologi bahan dan peralatan pembangunan dan preservasi jembatan

 Monitoring dan evaluasi penerapan norma, standar, pedoman, kriteria, prosedur kerja jembatan

 Monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan jembatan

 Pelaksanaan fungsi Unit Penjamin Mutu dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Direktorat Jembatan

 Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Kinerja Direktorat Jembatan 2.3.6 Subdirektorat Tata Usaha

Subdirektorat Tata Usaha mempunyai tugas yaitu Melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, administrasi barang milik negara, tata naskah dinas dan kearsipan, melakukan koordinasi dan penyusunan rencana kegiatan serta melakukan koordinasi penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan Direktorat Jembatan.

2.4 Teori Komunikasi Organisasi 2.4.1 Pengertian Komunikasi Organisasi

(38)

Gambar 2.2 Sistem Komunikasi Organisasi

Sumber: Hadi, 2016

Gambar di atas menunjukkan konsep suatu sistem komunikasi organisasi. Garis putus-putus menggambarkan gagasan bahwa hubungan-hubungan ditentukan secara alami, hubungan-hubungan itu juga menunjukkan bahwa struktur suatu organisasi bersifat luwes dan mungkin berubah sebagai respon terhadap kekuatan-kekuatan lingkungan internal dan eksternal.

2.4.2 Fungsi Komunikasi Organisasi

Fungsi komunikasi organisasi adalah berdasarkan Pedoman Umum Komunikasi Organisasi di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2011:

 Informatif, yaitu memahami pedoman komunikasi organisasi;

 Instruktif/koersif, yaitu memahami pedoman seluruh aparat humas untuk menggunakan pedoman komunikasi organisasi;

 Edukatif, yaitu memberikan panduan bagi proses pembelajaran aparat dalam menjalankan komunikasi organisasi;

 Persuasif, yakni mendorong dan memberikan alternatif bagi aparat untuk menggunakan pedoman komunikasi organisasi;

 Regulatif, yaitu menjalankan komunikasi organisasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan etika;

(39)

 Jembatan komunikasi, yakni melakukan mediasi antarinstansi dalam pengelolaan komunikasi organisasi.

2.4.3 Manajemen Komunikasi

Menurut Diwan, 1999 dalam Simanullang, 2014 menyebutkan manajemen komunikasi adalah proses penggunaan berbagai sumber daya komunikasi seara terpadu, melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan unsur-unsur komunikasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut PMBOK 5th, 2013, h.286, manajemen komunikasi

terdiri dari proses perencanaan, pengumpulan, distribusi, penyimpanan, manajemen, pemantauan, pengontrolan dan disposisi dalam informasi untuk mencapai komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif dapat dicapai jika dapat menghubungkan tiap stakeholder yang berbeda budaya dan latar belakang organisasi, perbedaan tingkatan keahlian dan perbedaan pengaruh dan kepentingan, yang dapat mempengaruhi organisasi.

Gambar 2.3. Project Communication Management Overview

Sumber : PMBOK 5th, 2013, p.287

(40)

Ada beberapa jenis komunikasi berdasarkan Pedoman Umum Komunikasi Organisasi di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2011, yaitu

 Komunikasi intrapribadi (dengan diri sendiri);  Komunikasi antarpribadi (dengan orang lain);  Komunikasi kelompok;

 Komunikasi organisasi;

 Komunikasi massa (surat kabar, majalah, radio, dan televisi/komunikasi lini atas);

 Komunikasi nonmassa (spanduk, baliho, billboard, dan lainnya/komunikasi lini bawah);

 Komunikasi on-line : komunikasi berbasis internet;  Komunikasi verbal : menggunakan bahasa lisan;

 Komunikasi nonverbal : menggunakan isyarat, bahasa tubuh, dan ekspresi wajah;

 Komunikasi tulisan : menggunakan bahasa tulisan. 2.4.5 Arus Komunikasi

Bentuk-bentuk arus komunikasi berdasarkan Pedoman Umum Komunikasi Organisasi di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2011, adalah

 Vertikal (dari atas ke bawah dan daribawah ke atas);  Horizontal (komunikasi antarlevel yang sama);

 Diagonal (komunikasi silang antarbidang yang berbeda)

Arus komunikasi organisasi di atas dapat dilaksanakan dengan tiga cara sebagai berikut:

 Penyebaran pesan secara serentak, yaitu apabila semua anggota organisasi menerima suatu informasi dalam waktu yang bersamaan;

 Penyebaran pesan secara berurutan, yaitu apabila anggota organisasi menerima suatu informasi berdasarkan urutan yang telah ditetapkan sebelumnya;

 Penyebaran pesan secara kombinasi, yaitu apabila anggota organisasi menerima suatu informasi dalam waktu bersamaan, serta menjalankan pula penyampaian informasi tersebut berdasarkan urutan yang telah ditetapkkan sebelumnya.

(41)

Ada timbal-balik antara iklim organisasi dan iklim komunikasi dalam organisasi. Iklim organisasi dipengaruhi oleh bermacam-macam cara anggota organisasi berkomunikasi. Ada lima dimensi penting dalam iklim komunikasi berdasarkan Pedoman Umum Komunikasi Organisasi di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2011:

 Saling mendukung;

 Berpartisipasi dalam membuat keputusan;

 Membangun kepercayaan, dapat dipercaya, dan dapat menyimpan rahasia;  Membangun keterbukaan dan transparansi;

 Mengomunikasikan tujuan kinerja dengan jelas.

2.4.7 Metode Komunikasi

Metode komunikasi yang dapat digunakan untuk berkomunikasi organisasi berdasarkan Pedoman Umum Komunikasi Organisasi di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2011, adalah:

 Komunikasi tatap muka;

 Komunikasi publik, seperti pelatihan, seminar, diskusi kelompok terarah, lokakarya, penyuluhan, sarasehan, dan sejenisnya;

 Komunikasi organisasi formal, seperti rapat, taklimat, pengarahan, rumor, dan isu;

 Komunikasi organisasi nonformal, seperti perbincangan antar-pribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga, ataupun kegiatan darmawisata;

 Komunikasi massa, seperti surat kabar umum, majalah umum, televisi siaran, radio siaran, media on-line.

2.4.8 Budaya Organisasi

(42)

Budaya organisasi sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam menjalinkomunikasi dengan khalayaknya dan mencapai visi dan misi organisasi.

2.5 Pengelolaan Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi sangat mempengaruhi kinerja kehumasan. Komunikasi organisasi yang berjalan dengan baik mampu membantu pengelolaan, penyediaan, dan pelayanan informasi yang cepat, akurat, dan berkualitas. Oleh karena itu, komunikasi organisasi perlu dikelola agar dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan harapan. Pengelolaan komunikasi organisasi meliputi :

2.5.1 Gaya Komunikasi Organisasi

Ada lima gaya komunikasi organisasi yang memerlukan pengelolaan agar komunikasi organisasi berjalan dengan baik.

2.5.1.1 Gaya Komunikasi Mengendalikan

Gaya komunikasi mengendalikan ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa, dan mengatur perilaku, pikiran, dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau one-way communicator.

Pihak-pihak yang memakai gaya ini, lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding uppaya mereka untuk berharap pesan/umpan balik. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian untuk berbagi pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian pada umpan balik, kecuali jika umpan balik atau feedback tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Para komunikator satu arah tersebut tidak khawatir dengan pandangan negatif orang lain, tetapi justru berusaha menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memaksa orang lain mematuhi pandangan-pandangannya.

(43)

2.5.1.2 Gaya Komunikasi Dua Arah

Di dalam Pedoman Umum Komunikasi Organisasi di Lingkungan Instansi Pemerintah, 2011 disebutkan aspek penting gaya komunikasi dua arah ialah adanya landasan kesamaan. Gaya ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah.

Tindak komunikasi ini dilakukan secara terbuka, artinya setiap anggota organisasi dapat mengungkapkan gagasan ataupun pendapat dalam suasana informal, yang memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama.

Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna kesamaan adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian tinggi serta kemampuan membina hubungan baik dengan orang lain, baik dalam konteks pribadi maupun dalam lingkup hubungan kerja.

Gaya komunikasi dua arah akan memudahkan tindak komunikasi dalam organisasi, karena efektif dalam memelihara empati dan kerja sama, khususnya dalam situasi untuk mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan yang kompleks. Haya komunikasi ini menjamin berlangsungnya tindak berbagi informasi di antara para anggota dalam suatu organisasi.

2.5.1.3 Gaya Komunikasi Terstruktur

Gaya komunikasi berstruktur memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis dan lisan guna memantapkan perintah. Pengirim pesan (sender) lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk mempengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan pesan, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut.

2.5.1.4 Gaya Komunikasi Terbuka

Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat, ataupun gagasan orang lain daripada keinginan untuk memberi perintah.

(44)

berpengalaman, teliti, serta bersedia untuk bertanggung jawab atas semua tugas atau pekerjaan yang dibebankannya.

2.5.2 Proses Komunikasi Organisasi

Ada empat proses komunikasi organisasi yang dapat digunakan :

2.5.2.1 Komunikasi ke bawah (downward communication)

Komunikasi ke bawah adalah komunikasi ketika atasan mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah

a. Pembuatan instruksi kerja;

b. Penjelasan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan; c. Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku; d. Pemberian motivaasi.

2.5.2.2 Komunikasi ke atas (upward communication)

Komunikasi ke atas adalah komunikasi yang terjadi ketika bawahan mengirim pesan kepada atasan. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atass ini adalah

a. Pelaporan tentang pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan;

b. Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan;

c. Penyampaian saran perbaikan; d. Penyampaian keluhan.

2.5.2.3 Komunikasi horizontal (horizontal communication)

Komunikasi horizontal adalah komunikasi yang berlangsung diantara para pegawai ataupun bagian lain yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horizontal ini adalah.

a. Saling berbagi informasi; b. Memperbaiki koordinasi;

c. Mencari upaya pemecahan masalah;

d. Menjalin hubungan melalui kegiatan bersama.

2.5.2.4 Komunikasi antarsaluran (interline communication)

(45)

biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional. Karena terdapat banyak komunikasi lintas saluran yang dilakukan spesialis staff dan orang-orang lainnya yang perlu berhubungan dalam rantai-rantai perintah lain, diperlukan kebijakan organisasi untuk membimbing komunikasi lintas saluran.

2.6 Kinerja Mutu

Menurut Permen PU No.4/PRT/M/2009, mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau tersirat. Di dalam Hariara, 2006, menyebutkan mutu memiliki berbagai definisi, definisi berdasarkan pendekatan pelanggan menyatakan bahwa kepuasan pelanggan sama dengan kualitas. Perusahaan yang menerapkan pendekatan ini melaksanakan pengembangan produk setelah pelanggan menyatakan kebutuhannya.

Sedangkan sistem manajemen mutu menurut Permen PU No.4/PRT/M/2009 adalah sistem manejemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan non konstruksi di setiap unit kerja, Unit Pelaksana Kegiatan, dan penyedia jasa dalam pencapaian mutu.

Kinerja mutu perusahaan terdiri dari 8 (delapan) prinsip, antara lain: a. Fokus pelanggan

Suatu perusahaan atau organisasi harus memahami kebutuhan pelanggan karena pelanggan adalah kunci meraih kesuksesan dalam mencapai tujuan akhir perusahaan. Oleh karena itu, organisasi harus memahami kebutuhan atau keinginan pelanggan pada saat ini maupun di masa mendatang, agar dapat memenuhi persyaratan pelanggan dan mampu melebihi harapan pelanggan.

b. Kepemimpinan

(46)

untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan sedangkan manajemen berkaitan dengan sistem, pengendalian, prosedur, kebijakan, dan struktur. Dengan demikian kinerja pemimpin (leader) adalah memiliki kemampuan memotivasi orang lain agar terinspirasi dalam mewujudkan visinya, menarik orang lain bukan mendorong orang lain, untuk terlibat dalam pencapaian sasaran perusahaan.

c. Keterlibatan personel

Keterlibatan personel pada semua tingkatan membawa manfaat bagi perusahaan dimana karyawan diberikan kesempatan dalam merencanakan, menerapkan rencana dan mengendalikan rencana pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sehingga dengan adanya kebebasan dan kewenangan dalam melakukan pekerjaan, karyawan akan memiliki ‘rasa memiliki perusahaan’ dan tanggung jawab dalam memecahkan masalah. Hal ini bukan berarti karyawan dibiarkan memutuskan caranya dalam melakukan segala sesuatu,melainkan pemberian kebebasan sesuai dengan standar lingkup kerja karyawan yang akan memicu karyawan untuk aktif dalam melihat peluang untuk peningkatankompetensi, pengetahuan, dan pengalaman. Hal ini dapat dilakukan dengan perekrutan SDM (Sumber Daya Manusia) yang tepat, memberikan pelatihan, kemudian memberikan tingkat tanggung jawab dan wewenang yang sesuai.

d. Pendekatan proses

Standar ISO mengembangkan pemakaian pendekatan proses pada masa pembuatan, penerapan dan peningkatan sistem manajemen mutu yang efektif. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memenuhi berbagai persyaratan pelanggan.

Suatu hasil yang diinginkan akan tercapai secara lebih efisien, apabila aktivitas dan sumber-sumber daya yang berkaitan dikelola sebagai suatu proses. Suatu proses dapat didefinisikan sebagai integrasi sekuensial dari orang, material, metode, mesin, dan peralatan dalam suatu lingkunganguna menghasilkan nilai tambah output bagi pelanggan. Suatu proses mengkonversi input terukur ke dalam output terukur melalui sejumlah langkah sekuensial yang terorganisasi.

(47)

Pendekatan sistem terhadap manajemen baru dapat dilakukan jika pendekatan proses telah diterapkan. Dengan kata lain, pendekatan sistem terhadap manajemen adalah kumpulan pendekatan proses yang merupakan identifikasi, pemahaman, pengelolaan sistem dari proses yang saling terkait untuk pencapaian dan peningkatan sasaran perusahaan dengan efektif dan efisien.

f. Perbaikan berkelanjutan

Pada peningkatan berkesinambungan (Continual Improvement) berbeda dengan peningkatan terus-menerus (Continuous Improvement), pada peningkatan berkesinambungan peningkatan dilakukan pertama kali kemudian distabilkan terlebih dahulu dan dibuatkan standar sehingga mampu memasuki peningkatan kedua dan seterusnya, pada peningkatan terus menerus peningkatan dilakukan terus menerus setelah terjadi penyempurnaan melalui revisi.

g. Pendekatan faktual untuk pengambilan keputusan

Keputusan yang efektif adalah keputusan yang berlandaskan analisis data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menghilangkan akar penyebab masalah, sehingga masalah-masalah mutu dapat terselesaikan dengan efektif dan efisien.

h. Hubungan pemasok/supllier yang saling menguntungkan.

Suatu organisasi dan pemasoknya adalah saling tergantung, dan suatu hubungan yang saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah.

Di dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu berdasarkan Permen PU No.4/PRT/M/2009 setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus:

1. Memahami dan mengidentifikasi proses kegiatan yang ada di masing-masing Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan;

2. Menetapkan urutan proses kegiatan serta inetraksinya;

3. Menetapkan kriteria dan metode agar proses kegiatan tersebut, agar dapat dilaksanakan secara terkendali, efektif dan efisien;

(48)

5. Memonitor, mengukur dan menganalisa kesesuaian proses-proses kegiatan tersebut dengan sasaran yang telah ditetapkan;

6. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya mencapai hasil yang telah direncanakan, serta upaya perbaikan berkesinambungan proses-proses kegiatan tersebut;

Dalam hal proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa, maka Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib mengendalikan proses kegiatan yang dapat mempengaruhi kesesuaian persyaratan hasil pekerjaan.

2.7 Hipotesa

Bedasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dan berdasarkan studi pustaka, maka dapat disusun hipotesa pada penelitian ini, antara lain:

2.7.1 Tahap Perencanaan Jembatan

a. H1 : Ada hubungan antara Subdit Pemantauan dan Evaluasi dengan Subdit

Perencanaan dan Pemrograman, Subdit Teknik Jembatan dan Subdit Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus.

H1 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H1 ≥ 0 ; hipotesa diterima

b. H2 : Ada hubungan antara Balai dengan Subdit Teknik Jembatan dan Subdit

Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus. H2 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H2 ≥ 0 ; hipotesa diterima

c. H3 : Ada hubungan antara Subdit Perencanaan dan Pemrograman dengan

Subdit Teknik Jembatan dan Subdit Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus.

H3 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H3 ≥ 0 ; hipotesa diterima

d. H4 : Ada hubungan antara Balai dan DPJJ.

H4 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H4 ≥ 0 ; hipotesa diterima

(49)

a. H1 : Ada hubungan antara PPK dengan Sudit Teknik Jembatan dan Subdit

Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus. H1 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H1 ≥ 0 ; hipotesa diterima

b. H2 : Ada hubungan antara Subdit Pemantauan dan Evaluasi dengan Subdit

Perencanaan dan Pemrograman, Subdit Teknik Jembatan dan Subdit Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus.

H2 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H2 ≥ 0 ; hipotesa diterima

c. H3 : Ada hubungan antara Kontraktor dan Konsultan Pengawas

H3 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H3 ≥ 0 ; hipotesa diterima

d. H4 : Ada hubungan antara Balai dengan Kontraktor dan Konsultan

Pengawas.

H4 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H4 ≥ 0 ; hipotesa diterima

e. H5 : Ada hubungan antara PPK dengan Balai, Kontraktor dan Konsultan

Pengawas

H5 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H5 ≥ 0 ; hipotesa diterima

2.7.3 Tahap Preservasi Jembatan

a. H1 : Ada hubungan antara PPK dengan Sudit Teknik Jembatan dan Subdit

Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus. H1 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H1 ≥ 0 ; hipotesa diterima

b. H2 : Ada hubungan antara Subdit Pemantauan dan Evaluasi dengan Subdit

Perencanaan dan Pemrograman, Subdit Teknik Jembatan dan Subdit Teknik Terowongan dan Jembatan Khusus.

H2 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H2 ≥ 0 ; hipotesa diterima

c. H3 : Ada hubungan antara Kontraktor dan Konsultan Pengawas

H3 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H3 ≥ 0 ; hipotesa diterima

d. H4 : Ada hubungan antara Balai dengan Kontraktor dan Konsultan

(50)

H4 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

H4 ≥ 0 ; hipotesa diterima

e. H5 : Ada hubungan antara PPK dengan Balai, Kontraktor dan Konsultan

Pengawas

H5 ≤ 0 ; hipotesa ditolak

(51)

BAB 3

METODE PENELITIAN

Pada bab ini akan menjelaskan tentang metode yang digunakan dalam penelitian “Pengembangan Alur Komunikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) di Lingkungan Direktorat Jembatan Kementerian PUPR”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan penelitian sebagaimana yang telah disebutkan pada Bab 1, dengan tepat dan efektif. Metode penelitian yang akan dijelaskan pada bab ini, antara lain: strategi penelitian, proses penelitian, identifikasi variabel penelitian, instrumen penelitian, pengumpulan data, metode analisis, serta kesimpulan.

3.1 Strategi Penelitian

Menurut Yin (2003) kondisi penelitian yang perlu diperhatikan yaitu: Tipe pertanyaan yang diajukan, luas control yang dimiliki peneliti atas peristiwa perilaku yang akan diteliti, dan focus terhadap peristiwa kontemporer sebagai kebalikan dari peristiwa historis. Ada beberapa jenis strategi penelitian menurut Yin (2013), yaitu: eksperimen, survey, Analisis, historis dan studi kasus.

Tabel 3.2. Jenis Strategi Penelitian

Strategi Jenis Pertanyaan Yang Digunakan

Kendali Terhadap Peristiwa Yang

Diteliti

Fokus Terhadap Peristiwa Kontemporer

Eksperimen Bagaimana, mengapa Ya Ya

Survei Siapa, apa, dimana, berapa banyak, berapa besar

Tidak Ya

Analisa Arsip

Siapa, apa, dimana, berapa banyak, berapa besar

Tidak Ya/Tidak

Sejarah Bagaimana, mengapa Tidak Tidak

Studi Kasus Bagaimana, mengapa Tidak Ya

Sumber : Yin, 2009, hal. 8

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diungkapkan pada Bab 1 sebelumnya, yakni :

a. Bagaimana struktur organisasi Direktorat Jembatan pada saat ini?

(52)

b. Bagaimana peran dan sasaran stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan?

c. Siapa saja stakeholder yang paling berpengaruh terhadap kinerja mutu jembatan?

d. Bagaimana meningkatkan peran dan sasaran stakeholder di lingkungan Direktorat Jembatan?

e. Bagaimana alur komunikasi antar stakeholder tersebut?

Berdasarkan Tabel 3.1 dan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa strategi penelitian yang digunakan adalah studi literatur, survey dan studi kasus. Studi literatur digunakan untuk mengetahui struktur organisasi Direktorat Jembatan pada saat ini serta peran dan sasarannya. Strategi penelitian survei adalah untuk memperoleh stakeholder yang paling berpengaruh pada SMM jembatan. Sedangkan studi kasus yang digunakan adalah cara peningkatan peran dan sasaran masing-masing stakeholder, dan pengembangan alur komunikasi antar stakeholder yang berpegaruh pada SMM jembatan.

3.2 Proses Penelitian

Proses penelitian merupakan alur yang digunakan dalam penelitian dalam usaha untuk menjawab pertanyaan penelitian. Proses tahapan penelitian ini terdiri dari:

a. Identifikasi masalah dan tujuan penelitian

Identifikasi masalah dan tujuan penelitian sebagaimana diuraikan pada bab pendahuluan.

b. Studi Literatur

Digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian 1 dan 2, mengenai struktur organisasi Direktorat Jembatan serta peran dan sasaran stakeholder. c. Variabel Penelitian

Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah para stakeholder internal dan eksternal yang berperan pada SMM jembatan dimulai dari tahap perencanaan, pembangunan dan preservasi jembatan. d. Kuisioner 1 (Validasi Pakar)

(53)

Kuisioner tahap 1 ini digunakan untuk memperoleh variabel (stakeholder dan perannya) yang paling berpengaruh terhadap kinerja mutu jembatan pada tahap perencanaan, pembangunan dan preservasi jembatan.

e. Kuisioner 2

Kuisioner tahap 2 ini digunakan untuk memperoleh data yang akan dianalisa mengenai pengaruh dan kepentingan masing-masing stakeholder dari tiap tahap jembatan, antara lain perencanaan, pembangunan dan preservasi. f. Analsia Data

Data yang telah dikumpulkan dari kuisioner 2 akan dianalisa menggunakan metode korelasi dengan menggunakan software SPSS 21.

g. Pengembangan Alur Komunikasi

Setelah mengetahui stakeholder yang paling berpengaruh terhadap SMM jembatan di tiap tahapan dan stakeholder yang saling berpengaruh, langkah selanjutnya yaitu mengembangkan alur komunikasi di tiap tahap SMM jembatan.

h. Validasi Akhir Penelitian

Merupakan validasi akhir kepada para pakar terhadap hasil penelitian yang telah ditemukan.

i. Laporan Penelitian

Penyusunan rangkaian proses dan hasil penelitian ke dalam bentuk laporan.

(54)

Gambar 3.4. Tahapan Penelitian

Sumber : Olahan Pribadi, 2016

3.3 Variabel Penelitian

(55)

Variabel merupakan konstruk (konsep yang dapat diukur dan dinikmati) yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai-nilai dalam bentuk bilangan, atau konsep yang mempunyai dua nilai atau lebih pada suatu kontinum. Variabel penelitian pada dasarnya merupakan sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh penelitu untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersesbut, kemudian ditarik kesimpulannya. Oleh karena itu, variabel penelitian dapat disebut juga dengan stiap hal dalam suatu penelitian yang datanya ingin diperoleh.

Variabel penelitian dapat dibedakan sebagai berikut: a. Variabel Independen

Variabel dikatakan independen apabila variabel tersebut bertindak sebagai variabel stimulus, input, predictor dan anticendent. Variabel independen disebut juga sebagai variabel bebas atau variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen (variabel terkait). Jadi variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi. Dalam penelitian ini, variabel yang dikatakan independen atau variabel bebas adalah

stakeholder internal dan eksternal.

b. Variabel Dependen

Suatu variabel dikatakan dependen apabila variabel tersebut merupakan variabel terkait yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dependen, atau variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalahkinerja mutu jembatan.

Pada penelitian ini, stakeholder Direktorat Jembatan yang terdiri dari stakeholder internal (berdasarkan Permen PUPR No.15/PRT/M/2015) dan stakeholder eksternal yang berperan dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) Jembatan akan menjadi variabel independen. Sedangkan kinerja mutu jembatan yang terdiri dari mutu perencanaan, mutu pembangunan dan mutu preservasi akan menjadi variabel dependen.

3.1.1 Tahap Perencanaan Jembatan

Gambar

Tabel 2.1. Meta Analisis (Lanjutan)
Tabel 2.1. Meta Analisis (Lanjutan)
Tabel 2.1. Meta Analisis (Lanjutan)
Gambar 2.2 Sistem Komunikasi Organisasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hipotesis kelima menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial, yang ditunjukkan dengan hasil uji t variabel

sistem manajemen mutu, menggunakan metode penelitian deskriptif evaluatif model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Teknik pengumpulan data dengan wawancara,

Escanciano (2001) berpendapat bahwa Total Quality Management (TQM/Manajemen Mutu) merupakan sistem terstruktur dengan serangkaian alat, teknik, dan filosofi yang

Brantas Teknik Unggul untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan : • Meningkatkan frekuensi pelatihan pada karyawan terkait pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008

Perencanaan, pelaksanaan, pemeriksaan dan perbaikan oleh kepala ruangan dalam sistem manajemen mutu di ruangan secara tidak langsung akan mempengaruhi baik buruknya

Strategi peningkatan mutu kinerja dosen ini merupakan refleksi dari hasil penelitian yang mengkaji mutu kinerja dosen dari variabel motivasi berprestasi dan komitmen

Berdasarkan hipotesis kelima menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial, yang ditunjukkan dengan hasil uji t variabel

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penilaian kinerja guru dalam meningkatkan mutu sekolah TK Azzahra dan UPTD TK Negeri Pembina Bajuin yaitu 1 Melakukan perencanaan