• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DAN P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DAN P"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI REMAJA

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik Dan Psikologi Pendidikan Dosen Pengajar : Dra. Murni Sulistyaningsih, M.Pd

Oleh :

Nama : Renata Kamagi NIM/Kelas : 16 504 122/ 3B

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena berkat rahmatnya dan karunianya akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘Permasalahan Yang Dihadapi Remaja’. Dalam penyusunan makalah ini banyak kesulitan dan kendala yang penulis alami, namun berkat dorongan, bimbingan dan petunjuk serta bantuan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Adapun berkat dari bimbingan dan pengarahan dari semua pihak yang membantu, maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesainya makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, segala masukan berupa kritik dan saran sangatlah bermanfaat untuk penulis demi perbaikan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca sekalian.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……….ii

DAFTAR ISI………...………iii

BAB I- PENDAHULUAN…..….………1

A. Latar Belakang……….1

B. Rumusan Masalah ……..……….2

C. Batasan Masalah………...2

D. Tujuan dan Manfaat……….…………2

1. Tujuan……...……….2

2. Manfaat………..………2

BAB II –PEMBAHASAN……...………3

A. Masalah Yang Menyangkut Jasmani………...5

B. Masalah Pribadi………....5

C. Masalah Sosial………...………..7

D. Masalah Hari Depan………...….……….…8

E. Masalah Akhlak………..………..…...9

F. Cara Mengatasi Permasalahan Remaja………...9

Bab III – PENUTUP .………..………..……..………...…...…………11

A. Kesimpulan……….………...11

B. Saran………..………..…………...11

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak-kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik cepat. Pertumbuhan cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan dalam itu membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja. Masa remaja juga penuh dengan berbagai perasaan yang tidak menentu, cemas dan bimbang, dimana berkecambuk harapan dan tantangan, kesenangan dan kesengsaraan, semuanya harus dilalui dengan perjuangan yang berat, menuju hari depan dan dewasa yang matang.

Hal inilah yang membawa para pakar pendidikan dan psikologi condong untuk menamakan tahap-tahap peralihan tersebut dalam kelompok tersendiri, yaitu remaja yang merupakan tahap peralihan dari kanak-kanak, serta persiapan untuk memasuki masa dewasa. Sebagian besar pakar psikologi juga setuju, bahwa jika berbagai tuntutan psikologis yang muncul pada tahap perkembangan manusia tidak berhasil dipenuhi, maka akan muncul dampak yang secara signifikan dapat menghambat kematangan psikologisnya di tahap-tahap yang lebih lanjut.

Masa remaja adalah masa di mana remaja dihadapkan pada berbagai konflik yang terjadi akibat perubahan-perubahan yang ada dalam diri remaja itu sendiri. Seperti perubahan fisik, emosional, dan sosial mereka, yang mana perubahan tersebut akan berbenturan dengan adanya pengaruh dari lingkungan sekitarnya.

Di usia remaja akan banyak masalah dan tekanan yang akan dialami berkaitan dengan perubahan tersebut. Akhir-akhir ini banyak permasalahan remaja yang kerap muncul, permasalahan itu menjadi sangat kompleks dan memiliki dampak yang sangat buruk.

B. Rumusan Masalah

Adapun masalah-masalah yang penulis angkat dalam pembuatan makalah ini, yaitu :

(5)

2. Bagaimana permasalah-permasalahan tersebut terjadi ?

3. Apa sajakah yang menyebabkan masalah-masalah tersebut terjadi ? C. Batasan Masalah

Agar penulisan makalah ini dapat lebih terarah, lebih fokus, dan mendalam guna menghindari pembahasan menjadi terlalu luas, maka penulis perlu mambatasinya. Adapun batasan masalah dalam makalah ini adalah permasalahan yang dihadapi remaja.

D. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan

Adapun tujuan penulisan dalam pembuatan makalah ini yaitu :

a. Agar mahasiswa dapat mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi remaja.

b. Agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana permasalahan-permasalahan tersebut terjadi.

c. Agar mahasiswa dapat mengetahui hal apa yang menyebabkan masalah-masalah tersebut.

2. Manfaat

Pembuatan makalah ini dapat memberikan suatu manfaat bagi kita semua, yaitu:

a. Sebagai wahana untuk menambah wawasan kita.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintelegensi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan uang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber. Termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. Transformasi intelektual yang khas dari cara berfikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini. Fase remaja merupakan perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi.

Masa remaja ini meliputi : 1. Remaja awal: 12-15 tahun

Cirinya :

a) Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi. b) Anak mulai bersikap kritis.

2. Remaja madya: 15-18 tahun Cirinya :

a) Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya. b) Memperhatikan penampilan.

c) Sikapnya tidak menentu/plin-plan.

d) Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib. 3. Remaja akhir: 19-22 tahun.

Cirinya :

a) Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya.

(7)

Namun secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan.

Sementara Salzman mengemukakan, bahwa remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral. Dalam budaya Amerika, periode remaja ini dipandang sebagai “Strom dan Stress”, frustasi dan penderitaan, konflik dan krisis penyesuaian, mimpi dan melamun tentang cinta, dan perasaan teralineasi (tersisihkan) dari kehidupan sosial budaya orang dewasa.

Ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain: a. Pertumbuhan fisik yang sangat cepat b. Emosinya tidak stabil

c. Perkembangan seksual sangat menonjol

d. Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat) e. Terikat erat dengan kelompoknya

Masalah yang dihadapi remaja ditimbulkan oleh pertumbuhan jasmani dan perkembangan psikis remaja. Dengan pertumbuhan jasmani yang cepat pada remaja terjadilah perubahan-perubahan jasmani yang bertambah tinggi dan bertambah berat, disusul dengan matangnya organ-organ seks. Adapun perkembangan psikis meliputi perkembangan emosional, sosial, akhlak, kecerdasan, dan kepribadian.

Lajunya proses perkembangan dan perilaku remaja dipengaruhi oleh tiga faktor dominan ialah faktor bawaan (heredity), kematangan (maturation), dan lingkungan (environtment) termasuk belajar dan latihan (training and learning).

(8)

menguntungkan atau menghambat atau membatasi lajunya proses perkembangan tersebut.

Oleh karena garis lintasan perpindahan dari awal sampai akhir masa remaja itu tidaklah selalu berjalan secara lurus dan mulus, tetapi mungkin sebaliknya berliku-liku yang bergantung atas variasi salah satu atau beberapa dari ketiga faktor dominan tersebut. Lika-liku perkembangan yang ekstrem merupakan masalah yang tidak mudah diatasi, baik oleh individu yang bersangkutan maupun oleh masyarakat secara keseluruhan.

Masalah yang dihadapi remaja berhubungan erat dengan pertumbuhan jasmani yang cepat dan perkembangan psikis remaja. Atas dasar inilah berkembang beberapa masalah yang dihadapi remaja seperti masalah yang menyangkut jasmani, masalah pribadi, masalah sosial, masalah hari depan dan masalah akhlak .

A. Masalah Yang Menyangkut Jasmani

Ada dua masalah pokok yang berhubungan dengan jasmani remaja yaitu masalah pertumbuhan jasmani yang cepat dan kematangan organ-organ seks. Kira-kira antara usia 13 sampai 16 tahun terjadi pertumbuhan jasmani cepat. Akhirnya remaja memerlukan makanan yang cukup dan bergizi agar tubuhnya tetap sehat.

(9)

laku inilah maka jiwanya selalu gelisah. Digambarkan pula dengan sering terjadinya konflik dengan orangtua karena adanya perbedaan sikap dan pandangan hidup. Selain itu kadang-kadang juga bertentangan dengan lingkungan masyarakat, dikarenakan adanya perbedaan norma yang dianut dengan norma yang berlaku dalam lingkungan.

Begitulah gejolak jiwa remaja yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat dan matangnya organ-organ seksnya. Pada masa ini seperti masa lahirnya kembali yaitu lahirnya rasa ego yang kuat terjadi keakuan yang tinggi, namun dengan ketidak berdayaannya terjadi konflik batin seperti goncangnya perasaan jiwa, tidak puas, bingung dan cemas. Masih terdorong perasaan ego dan ketidakberdayaan remaja, maka berubahlah sikap dan pandangan hidup atau menyimpangkan norma susila yang berlaku di masyarakat akan terjadi. Akibatnya sering terjadi konflik dengan orang tua dan orang yang berada di sekitar remaja. Perubahan akibat pertumbuhannya akan mewarnai atas kebutuhan pribadi, sosial, hari depan, akhlak dan beragama.

B. Masalah Pribadi

Masalah pribadi berhubungan dengan kebutuhan pribadi yang harus tercukupi, kebutuhan pribadi itu seperti disebutkan pada pembahasan di atas, yaitu kesehatan pribadi, jasmani, keamanan diri, falsafah hidup, minat, cita-cita, kemerdekaan diri dan sebagainya.

(10)

Perasaan rendah diri dan ketidakpuasan akan terjadi pula disebabkan hilangnya rasa aman, merasa dinodai falsafah hidupnya sehingga cita-citanya merasa terhambat. Remaja akan frustasi dan terjadilah kelainan pada tingkah lakunya seperti kurang biasa menyesuaikan diri, melanggar susila dan melanggar orang tua.

C. Masalah Sosial

Masalah sosial ini menyangkut baik dengan orang tua, saudara, teman dan pengakuan masyarakat. Selain itu remaja kritis terhadap masyarakat seperti masalah sosial, politik, dan masalah ekonomi masyarakat menyangkut hubungan dengan orang tua, sering remaja mengeluh karena ketidak mengertian orangtua terhadap remaja. Sering orang tua salah dalam memperlakukan anaknya yang remaja, seperti anak yang berumur 13 sampai 15 tahun dianggap dan diperlakukan seperti anak usia 10 atau 12 tahun, juga sebaliknya, karena anak sudah besar selalu dianggap dewasa, di sini remaja tidak ingin diperintah lagi tetapi ingin melakukan apa yang diharapkan oleh orang tuanya.

Kehidupan sosial remaja yang paling dominant adalah keinginan bergaul dengan teman-temannya. Remaja sering berkelompok yang seolah-olah sudah senasib dan sepenanggungan. Hal ini disebabkan oleh perasaan ingin diakui atau termasuk ke dalam kelompok teman-temannya, sehingga ia sering meninggalkan kepentingan keluarga bahkan kepentingan dirinya sendiri demi kepentingan kelompoknya. Dapat disimpulkan bahwa tidak heran kalau pada kelakuan demikian konflik remaja dan orang tua sering terjadi.

(11)

Remaja, terutama yang telah ada pada bagian akhir masa remaja yaitu umur 17 sampai 21 tahun perhatiannya terhadap kedudukan dalam masyarakat lingkungannya terutama dikatakan remaja sangat besar. Ia ingin diterima oleh teman-temannya di samping itu perhatiannya terhadap masalah sosial, ekonomi dan politik dalam negara juga meningkat, karena kemampuan untuk berpikir logis rasionalis telah matang, pelajaran yang didapatinya di sekolah cukup kuat mendorong kepada lebih memperhatikan apa saja yang terjadi dalam masyarakat.

Dalam masalah perhatiannya terhadap masyarakat maka apabila terjadi hal-hal yang tidak serasi dalam masyarakat ia akan kecewa lalu menuduh masyarakat bertanggungjawab atas masalah itu. Akibat lain menuduh juga kepada Tuhan dan agama, sehingga remaja menjadi goncang.

D. Masalah Hari Depan

Masalah hari depan remaja meliputi masalah pendidikan ekonomi dan mendapat pekerjaan, perkawinan serta hidup berumah tangga. Menghadapi masalah pendidikan sebetulnya para remaja terdorong oleh motif ingin mengetahui dan menyelidiki hal-hal yang belum terungkap secara ilmiah, terbentur terhadap memasuki lembaga pendidikan yang memadai dan kesulitan ekonomi, akhirnya remaja tidak melanjutkan sekolah. Maka jadilah ia sebagai pengangguran atau melanjutkan pendidikan tanpa motivasi yang kuat.

(12)

Adapun menyangkut masalah perkawinan dan hidup berumah tangga terdorong oleh dorongan seks, sehubungan dengan telah matangnya seks. Di sini hendaknya remaja diberi pandangan positif terhadap hidup berumah tangga agar pengaruh negatif budaya asing dapat terhindarkan.

E. Masalah Akhlak

Akhlak remaja memang belakangan ini kita sering melihat dan mendengar yang bukan rahasia lagi, kelakuan remaja semakin memprihatinkan. Terdengar perkelahian antar sekolah, penyalahgunaan narkotika, minum-minuman keras, patah semangat dalam belajar dan tidak patuh terhadap orang tua serta peraturan yang lainnya. Keadaan seperti ini erat kaitannya dengan ketidaktenangan jiwa, kegoncangan jiwa akibat kekecewaan atau ketidakpuasan terhadap kehidupan yang sedang dilaluinya. Hal ini dapat menyebabkan kelakuan di atas, demi ketenangan jiwa dan mengembalikan kestabilan jiwanya.

F. Cara Mengatasi Permasalahan Remaja

Berikut adalah beberapa cara atau solusi dalam menangani permasalahan permasalahan yang dihadapi remaja, diantaranya:

1. Kontrol diri adalah cara yang paling utama untuk mengatasi permasalahan remaja bila remaja tidak bisa mengontrol diri mereka.maka mereka bisa menjadi krisis identitas atau tidak bisa mengontrol diri mereka.

2. Remaja harus membentuk ketahanan diri agar tidak terpengaruh hal-hal negatif oleh para temannya.

3. Remaja harus pintar memilih teman sebayanya/komunitasnya, hal ini sangatlah penting karena jika para remaja salah bergaul maka akan mengakibatkan remaja tersebut mengalami permasalahan remaja yang buruk.

(13)

dijaga baik secara keharmonisan, serta komunikasi.sehingga membuat kenyamanan bagi para remaja.

(14)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Masalah yang dihadapi remaja berhubungan erat dengan pertumbuhan jasmani yang cepat dan perkembangan psikis remaja. Ada beberapa masalah yang dihadapi remaja antara lain seperti masalah yang menyangkut jasmani, masalah pribadi, masalah sosial, masalah hari depan dan masalah akhlak .

B. Saran

Dengan mengetahui berbagai tuntutan psikologis perkembangan remaja dan ciri-ciri usia remaja, diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya.

(15)

Anonim. (2015). Definisi dan Pengertian Menurut Ahli. Diambil dari www.definisi-pengertian.com:

http://www.definisi-pengertian.com/2015/05/masalah-umum-yang-dihadapi-remaja.html Anonim. (2016). PSIKOLOGIKA. Diambil dari www.psikologika.id:

http://www.psikologika.id/2016/02/masalah-yang-paling-sering-dihadapi.html

Makmun, A. S. (2003). Psikologi Kependidikan; Perangkat Sistem Pengajaran

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Piaget (dalam Hurlock, 1999) secara psikologis masa remaja adalah masa individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, masa pada individu tidak lagi merasa dibawah

Pada masa dewasa madya, tugas perkembangan berkaitan dengan penyesuaian. diri individu terhadap dirinya sendiri, kehidupan keluarga, pekerjaan, serta

Hal ini dikuatkan oleh Piaget (dalam Hurlock, 1990) bahwa secara psikologis masa remaja adalah usia dimana individu berinteraksi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak

Masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dalam masyarakat dewasa, dimasa anak tidak lagi merasakan dibawah tingkah orang lebih tua melainkan berada pada

Menurut Piaget (dalam hurlock, 1999) secara psikologis masa remaja adalah masa individu beritegrasi dengan masyarakat dewasa, masa pada individu tidak lagi merasa dibawah

Perkembangan emosi pada kelompok dewasa dini (sekitar 18-40 tahun) terutama pada orang-orang yang baru memasuki fase ini (18-25 tahunan) dimana mereka baru

Masa remaja merupakan masa mencari jati diri, dan berusaha melepaskan diri dari lingkungan orang tua untuk menemukan jati dirinya maka masa remaja menjadi suatu periode penting dalam

Piaget (dalam Hurlock, 1999), mengatakan bahwa secara psikologis masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak merasa