T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
1
KESEHATAN
OLAHRAGA DAN GIZI
Materi Trining Camp Dinas Pemuda dan
Olahraga Provinsi Jawa Tengah tahun 2014
Olahraga adalah suatu bentuk
aktivitas fisik yang terencana dan
terstruktur, yang melibatkan
gerakan tubuh berulangulang
dan ditujukan untuk
meningkatkan kebugaran jasmani
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
OLAHRAGA DAN
KESEHATAN
memanfaatkan aktivitas
fisik dan atau olahraga
untuk meningkatkan
derajat kesehatan dan
meningkatkan kebugaran
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
JENIS OLAHRAGA
Aerobik adalah : Olahraga yang
dilakukan secara terusmenerus dimana
kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi
tubuh. Misalnya : Jogging, senam, renang,
bersepeda.
Anaerobik adalah : Olahraga dimana
kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi
seluruhnya oleh tubuh. Misalnya : Angkat
besi, lari sprint 100 M, tenis lapangan,
bulu tangkis.
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
MANFAAT OLAHRAGA
Meningkatkan kerja dan fungsi jantung,
paru dan pembuluh darah
Meningkatkan kekuatan otot dan
kepadatan tulang yang ditandai
Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas)
pada tubuh sehingga dapat mengurangi
cedera
Meningkatkan metabolisme tubuh untuk
mencegah kegemukan dan
mempertahankan berat badan ideal
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
MANFAAT OLAHRAGA
Mengurangi resiko terjadinya berbagai
penyakit
Meningkatkan sistem hormonal melalui
peningkatan sensitifitas hormon terhadap
jaringan tubuh
Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan
tubuh terhadap penyakit melalui
peningkatan pengaturan kekebalan tubuh
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
KOMPONEN PENTING KONDISI
FISIK YG DAPAT DIBENTUK
MELALUI OLAHRAGA
KEBUGARAN JASMANI FLEKSIBILITAS
KEKUATAN OTOT
DAYA TAHAM JANTUNG/PARU DAYA TAHAN OTOT
8
T
ain
in
g C
am
p 2
01
KEBUGARAN JASMANI
Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan seharihari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiaptiap orang berbedabeda sesuai dengan tugas/profesi masingmasing.
Kebugaran jasmani terdiri dari komponen komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan
kesehatan (Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan
ketrampilan (Skill Related Physical Fitness)
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
KELENTURAN/FLEKSIBILI
TAS TUBUH
Adalah luas bidang gerak yang
maksimal pada persendian, tanpa
dipengaruhi oleh suatu paksaan atau
tekanan.Dipengaruhi oleh:
Jenis sendi
Struktur tulang
Jaringan sekitar sendi, otot, tendon
dan ligamen.
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
KELENTURAN/FLEKSIBILITAS
TUBUH
Penting pada setiap gerak tubuh
karena meningkatkan efisiensi
kerja otot.
Dapat mengurangi cedera (orang
yang kelenturannya tidak baik
cenderung mudah mengalami
cedera).
Pengukuran:Duduk tegak depan(Sit
and reachTest)Flexometer
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
KEKUATAN OTOT
Adalah kontraksi maksimal
yang dihasilkan otot,
merupakan kemampuan untuk
membangkitkan tegangan
terhadap suatu tahanan.
Lakilaki kirakira 25% lebih
besar dari wanita
Diukur dengan dinamometer.
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
DAYA TAHAN JANTUNG PARU
Kemampuan jantung, paru dan pembuluh
darah untuk berfungsi secara optimal pada waktu kerja dalam mengambil O2 secara
maksimal (VO2 maks) dan menyalurkannya
keseluruh tubuh terutama jaringan aktif
sehingga dapat digunakan untuk proses metabolisme tubuh.
Kemampuan otototot besar untuk melakukan
pekerjaan cukup berat dalam waktu lama secara terus menerus.
Merupakan komponen kebugaran jasmani terpenting.
Pengukuran : test lari 2,4 Km (12 menit), Bangku
Harvard test, Ergocycles test.
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
DAYA TAHAN OTOT
Merupakan kemampuan untuk
kontraksi sub maksimal secara
berulangulang atau untuk
berkontraksi terus menerus
dalam suatu waktu tertentu.
Pengukuran : Push up test, Sit
up test.
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
LATIHAN YANG MENYEHATKAN
Latihan disusun melalui program latihan
yang terencana, sistematis dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
Volume dan Intesitas latihan terukur,
meningkat dan proporsional
Diselingi masa istirahat untuk pemulihan Jenis latihan disusun berdasar tingkat
kesulitan gerak dan otototot yang terlibat
Rutin dilakukan pemeriksaan kesehatan
dan kondisi fisik
15
T
ain
in
g C
am
p 2
01
KEBUTUHAN ENERGI DALAM
OLAHRAGA
Kebutuhan energi dihitung
dengan memperhatikan
beberapa komponen penggunaan
energi yaitu :
Basal
Metabolic Rate
(BMR),
Specific Dynamic Action
(SDA),
Aktivitas Fisik dan
Faktor Pertumbuhan
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
BMR merupakan jumlah energi yang
dikeluarkan untuk aktivitas vital tubuh seperti denyut jantung, bernafas, transmisi elektrik pada otot dan lainlain.
SDA merupakan jumlah energi yang dibutuhkan
untuk mengolah makanan dalam tubuh, antara lain untuk proses pencernaan dan penyerapan zat zat gizi oleh usus. Besarnya SDA kurang lebih 10 % dari Basal Metabolic Rate (BMR).
Pengeluaran energi untuk aktivitas fisik
harian ditentukan oleh jenis, intensitas dan lamanya aktivitas fisik dan olahraga
Anak dan remaja mengalami pertumbuhan
sehingga memerlukan penambahan energi. Energi tambahan dibutuhkan untuk pertumbuhan
tulang baru dan jaringan tubuh
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
K
E
B
U
T
U
H
A
N
E
N
E
R
G
I
Aktivitas Berat Badan (Kg)50 60 70 80 90
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Sepakbola 7 8 9 10 12
Lari :
• 5,5
menit/km
10 12 14 15 17
- 5 menit/km 10 12 15 17 19
- 4,5
menit/km
11 13 15 18 20
- 4 menit/km 13 15 18 21 23
Jalan Kaki :
- 10 menit/km 5 6 7 8 9
- 8 menit/km 6 7 8 10 11
- 5 menit/km 10 12 15 17 19
MAKANAN ATLET
Menu makanan atlet harus beraneka ragam memenuhi kebutuhan energi, cukup tinggi karbohidrat (6070%), rendah lemak (<25%), cukup protein (1 gram/kg BB/hari) dan cukup
vitamin, mineral serta cukup air. Makanan diberikan dalam porsi
cukup sesuai kebutuhan kalori, serta hindari makanan yang berbumbu
tajam (terlalu pedas, terlalu asam dan terlalu berlemak). Makanan tidak menimbulkan gas dan cukup serat serta telah dikenal oleh atlet.
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
M
A
K
A
N
A
N
A
T
L
E
T
makanan yang dikonsumsi harus mengandung energi yang cukup, terutama makanan yang mengandung karbohidrat, mineral dan air untuk mengganti cadangan energi yang telah dipakai selama latihan. Selain sebagai sumber energi, bahan
makanan yang dipilih harus juga
mengandung berbagai macam vitamin dan mineral
Atlet harus menjaga berat badan yang
normal, hindari berat badan berlebih. Atlet juga harus diperkenalkan dengan berbagai macam hidangan yang disediakan
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
TUJUAN PENGATURAN
MAKANAN PADA ATLET
Memperbaiki dan mempertahankan
status gizi agar tidak terjadi kurang gizi atau gizi lebih (kegemukan).
Membentuk otot dan mencapai tinggi
badan optimal.
Memelihara kondisi tubuh dan menjaga
kesegaran jasmani.
Membiasakan atlet mengatur diri sendiri
untuk makan makanan yang seimbang.
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
TUJUAN PENGATURAN MAKANAN
DAN MINUMAN SAAT BERTANDING
Mengatur kadar glikogen
otot agar dapat
digunakan sebagai
sumber energi saat
bertanding
Mencegah hipoglikemia
Mengatur status hidrasi –
(jangan sampai dehidrasi)
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
PRA PERTANDINGAN
Kirakira 34 jam sebelum pertandingan, atlet dapat mengkonsumsi makanan lengkap.
Makanan sebaiknya mudah dicerna, rendah lemak, rendah serat, dan tidak menyebabkan masalah pada pencernaan atlet (tidak terlalu pedas, dan tidak mengandung bumbu bumbu tajam serta tidak berlemak).
Sedangkan makanan kecil/ minuman (biskuit, teh manis, jus buah, dll) bisa diberikan kirakira 12 jam sebelum pertandingan.
15 menit banyak minum air putih (mineral) untuk memksimalkan penyerapan agar tidak dehidrasi.
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
SELAMA PERTANDINGAN
Minum air sebanyak 11,5 gelas 1 jam
sebelum pertandingan dan saat istirahat
(waktu jeda) sangat dianjurkan.
Minum air selama pertandingan juga
harus dilakukan setiap ada kesempatan,
jangan menunggu sampai timbul rasa
haus. Air minum mineral/isotonik lebih
disarankan. Suhu air lebih baik dingin (
bukan air es) agar penyerapan lebih cepat
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
PASCA PERTANDINGAN
Segera setelah selesai pertandingan,
atlet harus segera minum air dingin
(suhu 1015 Celcius) sebanyak satu
gelas. Kemudian dapat dilanjutkan
dengan sari buah/air + gula + garam.
Kemudian dapat diberikan
makanan padat yang mudah
dicerna seperti biskuit atau bubur
halus dalam porsi kecil
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4
PEMULIHAN
Lebih kurang 34 jam setelah pertandingan, atlet dapat diberikan makanan biasa dengan gizi
seimbang sesuai dengan kebutuhan
Periode setelah pertandingan atau periode istirahat aktif, atlet dapat makan makanan biasa untuk mempertahankan dan
meningkatkan kondisi fisik. Pada prinsipnya makanan pada periode recovery sama dengan makanan pada
periode pelatihan. Pemantauan status gizi secara berkala harus tetap dilaksanakan
T
ain
in
g C
am
p 2
01
4