• Tidak ada hasil yang ditemukan

25 SOP Cuti Bersalin Gol. I dan II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "25 SOP Cuti Bersalin Gol. I dan II"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nomor : 020/SOP-BC/ KPP MP/2009 Tanggal : 20 November 2009

PEMBERIAN SURAT IZIN CUTI BERSALIN PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN I DAN II

DASAR HUKUM :

1. Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil.

3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 79/KMK.01/2008 tentang Pendelegasian Sebagian Wewenang Kepada Para Pejabat Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan untuk Menandatangani Surat Keputusan Mutasi Kepegawaian dan Lain Sebagainya di Bidang Kepegawaian.

4. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-01/BC/UP.10/2005 tentang Penunjukan Para Pejabat yang Diberi Kuasa untuk Atas Nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Menandatangani Surat-Surat Keputusan Mutasi Kepegawaian dan Lain Sebagainya di Bidang Kepegawaian.

5. Surat Edaran Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor: SE-01/SE/1977 tentang Permintaan dan Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil.

DESKRIPSI :

1. Setiap Pegawai Negeri berhak mendapatkan cuti yaitu suatu keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu.

2. Cuti Bersalin adalah cuti yang berhak diambil oleh Pegawai Negeri Sipil wanita ketika mengalami persalinan anak yang pertama, kedua, dan ketiga.

3. Lamanya Cuti Bersalin adalah 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah persalinan. Apabila ada seorang PNS wanita yang mengambil Cuti Bersalin 2 (dua) minggu sebelum persalinan, maka haknya sesudah persalinan tetap 2 (dua) bulan.

4. Selama menjalankan cuti bersalin Pegawai Negeri Sipil wanita yang bersangkutan tetap menerima gaji pokok tetapi tidak menerima TKPKN.

5. SOP ini menjelaskan tentang proses Pemberian Surat Izin Cuti Bersalin kepada Pegawai Negeri Sipil Golongan I dan II di lingkungan KPPBC Tipe Madya Pabean sejak permohonan Cuti Bersalin diajukan oleh pegawai sampai dengan penerbitan Surat Izin Cuti Bersalin.

6. Unit pelaksana SOP Pemberian Surat Izin Cuti Bersalin Golongan I dan II adalah Sub Bagian Umum, KPPBC Tipe Madya Pabean.

PERSYARATAN :

1. Mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Subbagian Umum, yang telah diketahui oleh atasan langsung PNS yang bersangkutan, disertai dokumen pendukung berupa surat keterangan dari dokter atau bidan.

2. Untuk persalinan anak yang keempat dan seterusnya, kepada PNS wanita diberikan ketentuan:

a. Mengajukan permohonan Cuti Besar, apabila masih mempunyai hak atas Cuti Besar. b. Mengajukan permohonan Cuti di Luar Tanggungan Negara, apabila hak atas Cuti

Besar sudah dipergunakan.

BIAYA :

Tidak Dipungut Biaya

(2)

Norma waktu pelayanan paling lama 2 (dua) hari apabila syarat permohonan diterima lengkap. Jangka waktu layanan adalah sebagai berikut:

1. Tahap I : Pengajuan permohonan, disposisi, dan pemeriksaan : 1 hari dokumen pendukung

2. Tahap II : Proses persetujuan dari Kasubbag Umum : 1 hari

Mengetahui:

Sekretaris Direktorat Jenderal,

Referensi

Dokumen terkait

Motivasi berprestasi pegawai perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap kinerja KPPBC Tipe Madya Pabean B Medan, disarankan kepada pimpinan agar dapat mengakomodir bagi

SOP ini menjelaskan proses pelayanan permohonan penyediaan pita cukai MMEA asal impor (P3C MMEA) di KPPBC Tipe Madya Pabean yang dimulai saat penerimaan permohonan penyediaan pita

Cuti Tahunan yang tidak diambil secara penuh dalam tahun yang bersangkutan, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari

Pelaksanan SOP Pemberian Izin Impor Sementara pada KPPBC Tipe Madya X, telah dilaksanakan dengan baik dimulai dari pemohon mengajuan permohonan kepada Kepala Kantor,

Mengingat tanggung jawab yang dibebankan kepada pegawai KPPBC Tipe Madya Pabean B Medan yang ada, peneliti ingin mengetahui seberapa besar faktor remunerasi dan motivasi

Pegawai Negeri Sipil yang ingin mendapatkan cuti bersalin dapat mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang dan cuti akan diberikan secara tertulis oleh

Pendidikan dan pelatihan serta Motivasi yang diterima pegawai KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai.. Hasil tersebut

Alasan yang menjadi penyebab disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada KPPBC Tipe Madya Pabean B Makassar, karena pegawai disiplin dalam mematuhi dan