• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Dengan Nefrolitiasis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Dengan Nefrolitiasis"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Asuhan Keperawatan Medikal Bedah

Asuhan Keperawatan Medikal Bedah

Dengan Nefrolitiasis

Dengan Nefrolitiasis

Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Den

Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Dengan Nefrolitiasisgan Nefrolitiasis BAB I BAB I TINJAUAN TEORI TINJAUAN TEORI A. DEFINISI A. DEFINISI

 Nefrolitiasis merujuk pada penyakit batu ginjal. Batu atau kalkuni dibentuk di dalam saluran  Nefrolitiasis merujuk pada penyakit batu ginjal. Batu atau kalkuni dibentuk di dalam saluran

kemih mulai dari ginjal ke kandun

kemih mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari substansi ekskresi di dalam urin.g kemih oleh kristalisasi dari substansi ekskresi di dalam urin. ( Nursalam.2006)

( Nursalam.2006)

 Neprolithiasis : batu yang terbentuk di paremkim ginjal. Ureter

 Neprolithiasis : batu yang terbentuk di paremkim ginjal. Ureterolithiasis: terbentuknya batu diolithiasis: terbentuknya batu di ureter. Batu yang terbentuk dapat ditemukan disetiap bagian ginjal sampai ke kandung kemih ureter. Batu yang terbentuk dapat ditemukan disetiap bagian ginjal sampai ke kandung kemih dan uretra dan ukurann

dan uretra dan ukurannya sangat bervariasi dari deposit granuler yang kecil yang ya sangat bervariasi dari deposit granuler yang kecil yang disebut pasir disebut pasir  atau kerikil, sampai batu sebesar kandung kemih yang berwarna oranye.

atau kerikil, sampai batu sebesar kandung kemih yang berwarna oranye.

B. ETIOLOGI B. ETIOLOGI

Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urin, Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan-keadaan lain yang masih gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan-keadaan lain yang masih  belum terungkap (idiopatik).

 belum terungkap (idiopatik).

Secara epidemiologik terdapat beberapa faktor yang mempermudah terbentuknya batu pada Secara epidemiologik terdapat beberapa faktor yang mempermudah terbentuknya batu pada saluran kemih pada seseorang. Faktor tersebut adal

saluran kemih pada seseorang. Faktor tersebut adal ah faktor intrinsik yaitu keadaan yang beah faktor intrinsik yaitu keadaan yang berasalrasal dari tubuh orang itu sendiri dan

dari tubuh orang itu sendiri dan faktor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan faktor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan didi sekitarnya.

sekitarnya.

Faktor intrinsik antara lain : Faktor intrinsik antara lain :

1. Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya. 1. Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya. 2. Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun 2. Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun

3. Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien 3. Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien  perempuan

 perempuan

Faktor ekstrinsik diantaranya : Faktor ekstrinsik diantaranya : 1. Geografis :

1. Geografis :

Pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi dari Pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi dari  pada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stonebelt.

 pada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stonebelt. 2. Iklim dan temperatur 

2. Iklim dan temperatur  3. Asupan air 

3. Asupan air 

Kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi. Kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi. 4. Diet

4. Diet

Diet tinggi purin, oksalat dan kalsium mempermudah

Diet tinggi purin, oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu.terjadinya batu. 5. Pekerjaan

5. Pekerjaan

Penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas Penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas atau sedentary life.

atau sedentary life. 6. Infeksi

(2)

Infeksi oleh bakteri yang memecahkan ureum dan membentuk amonium akan mengubah pH Infeksi oleh bakteri yang memecahkan ureum dan membentuk amonium akan mengubah pH uriun menjadi alkali dan akan mengendapkan garam-garam fosfat sehinggga akan mempercepat uriun menjadi alkali dan akan mengendapkan garam-garam fosfat sehinggga akan mempercepat  pembentukan batu yang telah ada.

 pembentukan batu yang telah ada. C. PATOFISIOLOGI

C. PATOFISIOLOGI

Batu terbentuk di traktus urinarius ketika konsertrasi substansi tertentu seperti Ca Batu terbentuk di traktus urinarius ketika konsertrasi substansi tertentu seperti Ca oksalat,kalsium fosfat, dan asam urat meningkat. Batu juga dap

oksalat,kalsium fosfat, dan asam urat meningkat. Batu juga dap at terbentuk ketika terdapatat terbentuk ketika terdapat defisiensi substansi tertentu, seperti sitrat yang secara normal pencegah kristalisasi dalam urin. defisiensi substansi tertentu, seperti sitrat yang secara normal pencegah kristalisasi dalam urin. Kondisi lain yang mempengaruhi laju pembentukan batu mencakup PH urine dan status cairan Kondisi lain yang mempengaruhi laju pembentukan batu mencakup PH urine dan status cairan  pasien.

 pasien.

Ketika batu menghambat aliran urin, terjadi obstruksi, menyebabkan peningkatan tekanan Ketika batu menghambat aliran urin, terjadi obstruksi, menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi piala

hidrostatik dan distensi piala ginjal serta ureter proksimal. Infeksi (peilonefritis & cginjal serta ureter proksimal. Infeksi (peilonefritis & c ystitis yangystitis yang disertai menggigil, demam dan disuria) dapat terjadi dari iritasi batu yang terus menerus.

disertai menggigil, demam dan disuria) dapat terjadi dari iritasi batu yang terus menerus. Beberapa batu, jika ada, menyebabkan sedikit gejala namun secara fungsional perlahan-lahan Beberapa batu, jika ada, menyebabkan sedikit gejala namun secara fungsional perlahan-lahan merusak unit fungsional ginjal dan nyeri luar biasa

merusak unit fungsional ginjal dan nyeri luar biasa dan tak nyamandan tak nyaman

Batu yang terjebak di ureter, menyebabkan gelombang nyeri yang luar biasa. Pasien sering Batu yang terjebak di ureter, menyebabkan gelombang nyeri yang luar biasa. Pasien sering

merasa ingin berkemih, namun hanya sedikit yang keluar dan biasanya mengandung darah akibat merasa ingin berkemih, namun hanya sedikit yang keluar dan biasanya mengandung darah akibat aksi abrasif batu. Umumnya batu diameter < 0,5-1 cm keluar spontan. Bila nyeri mendadak  aksi abrasif batu. Umumnya batu diameter < 0,5-1 cm keluar spontan. Bila nyeri mendadak  menjadi akut, disertai nyeri tekan di seluruh area kostovertebral dan muncul mual dan muntah, menjadi akut, disertai nyeri tekan di seluruh area kostovertebral dan muncul mual dan muntah, maka pasien sedang mengalami kolik renal. Diare dan ketidaknyamanan abdominal dapat terjadi. maka pasien sedang mengalami kolik renal. Diare dan ketidaknyamanan abdominal dapat terjadi. Selain itu ada beberapa teori yang ,membahas tentang proses pembentukan batu yaitu:

Selain itu ada beberapa teori yang ,membahas tentang proses pembentukan batu yaitu: a. Teori inti (nucleus):

a. Teori inti (nucleus):

Kristal dan benda asing merupakan tempat pengendapan kristal pada urine yang sudah Kristal dan benda asing merupakan tempat pengendapan kristal pada urine yang sudah mengalami supersaturasi.

mengalami supersaturasi.  b. Teori matriks:

 b. Teori matriks:

Matriks organik yang berasal dari serum dan protein

Matriks organik yang berasal dari serum dan protein urine memberikan kemungkinanurine memberikan kemungkinan  pengendapan kristal.

 pengendapan kristal.

c. Teori inhibitor kristalisasi: c. Teori inhibitor kristalisasi:

Beberapa substansi dalam urine menghambat terjadinya kristalisasi, konsentrasi yang rendah Beberapa substansi dalam urine menghambat terjadinya kristalisasi, konsentrasi yang rendah atau absennya substansi ini memungkinkan terjadinya kristalisasi.

atau absennya substansi ini memungkinkan terjadinya kristalisasi. Pembentukan batu membutuhkan

Pembentukan batu membutuhkan supersaturasi dimana supersaturasi ini tergantung dari PHsupersaturasi dimana supersaturasi ini tergantung dari PH urine, kekuatan ion, konsentrasi cairan dan pembentukan kompleks.

urine, kekuatan ion, konsentrasi cairan dan pembentukan kompleks. Terdapat beberapa jenis batu, di antaranya :

Terdapat beberapa jenis batu, di antaranya : a. Batu kalsium

a. Batu kalsium

Batu jenis ini sering di temukan. Bentuknya besar dengan permukaan halus, dapat bercampur  Batu jenis ini sering di temukan. Bentuknya besar dengan permukaan halus, dapat bercampur  antara kalsium dengan fosfat. Batu kalsium sering di jumpai

antara kalsium dengan fosfat. Batu kalsium sering di jumpai pada orang yang mempunpada orang yang mempunyai kadar yai kadar  vitamin D berlebihan atau gangguan

vitamin D berlebihan atau gangguan kelenjar paratiroid. Orang menderita kangker, struke, ataukelenjar paratiroid. Orang menderita kangker, struke, atau  penyakit sarkoidisis juga dapat menderita batu kalsium

 penyakit sarkoidisis juga dapat menderita batu kalsium

Batu kalsium dapat di sebabkan oleh: Batu kalsium dapat di sebabkan oleh: - Hiperkalsiuria abortif:

- Hiperkalsiuria abortif:

Gangguan metabolisme yang menyebabkan terjadinya absorbsi khusus yang berlebihan juga Gangguan metabolisme yang menyebabkan terjadinya absorbsi khusus yang berlebihan juga  pengaruh vitamin D dan hiperparatiroid.

 pengaruh vitamin D dan hiperparatiroid.

- Hiperkal siuria renalis: kebocoran pada ginjal - Hiperkal siuria renalis: kebocoran pada ginjal  b. Batu oksalat dapat disebabkan oleh

(3)

- Primer autosomal resesif  - Primer autosomal resesif 

- Ingesti-inhalasi: Vitamin C, ethylenglicol, methox

- Ingesti-inhalasi: Vitamin C, ethylenglicol, methox yflurane, anestesi.yflurane, anestesi.

- Hiperoksaloria: inflamasi saluran cerna, reseksi usus halus, by pass jejenoikal, sindrom - Hiperoksaloria: inflamasi saluran cerna, reseksi usus halus, by pass jejenoikal, sindrom malabsorbsi

malabsorbsi c. Batu asam urat c. Batu asam urat

Permukaanya halus, berwarna coklat lunak. Batu ini dapat disebabkan oleh: Permukaanya halus, berwarna coklat lunak. Batu ini dapat disebabkan oleh: - Makanan yang banyak mengandung purin

- Makanan yang banyak mengandung purin

- Pemberian sitostatik pada pengobatan neoplasma - Pemberian sitostatik pada pengobatan neoplasma - Dehidrasi kronis

- Dehidrasi kronis

- Obat: tiazid, lazik, salisilat - Obat: tiazid, lazik, salisilat d. Batu sturvit

d. Batu sturvit

Batu ini biasanya berbentuk tanduk rusa. Biasanya mengacu pada riwayat infeksi, terbentuk pada Batu ini biasanya berbentuk tanduk rusa. Biasanya mengacu pada riwayat infeksi, terbentuk pada urin yang kaya ammonia alkali

urin yang kaya ammonia alkali persisten akibat UTI kronik. Batu sistin terjadi terutama padapersisten akibat UTI kronik. Batu sistin terjadi terutama pada  beberapa pasien yang mengalami defek absorbsi sistin.

 beberapa pasien yang mengalami defek absorbsi sistin. e. Batu Sistin

e. Batu Sistin

Berbentuk kristal kekuningan . timbul akibat tinggin

Berbentuk kristal kekuningan . timbul akibat tinggin ya kadar sistin dalam urin.keadan ini terjadiya kadar sistin dalam urin.keadan ini terjadi  pada penyakit sistinuria. Kelainan herediter yang resesif autosomal dari pengangkutan asam  pada penyakit sistinuria. Kelainan herediter yang resesif autosomal dari pengangkutan asam amino dimembran batas sikat tubulus proksimal meliputi sistim, arginin, ornitin, sitrulin dan amino dimembran batas sikat tubulus proksimal meliputi sistim, arginin, ornitin, sitrulin dan lisin.

lisin.

D. Manifestasi klinik  D. Manifestasi klinik 

Keluhan yang sering ditemukan adalah sebagai berikut : Keluhan yang sering ditemukan adalah sebagai berikut : 1. Hematuria 1. Hematuria 2. Piuria 2. Piuria 3. Polakisuria/fregnancy 3. Polakisuria/fregnancy 4. Urgency 4. Urgency

5. Nyeri pinggang menjalar ke daerah pingggul, bersifat terus menerus pada daerah pinggang. 5. Nyeri pinggang menjalar ke daerah pingggul, bersifat terus menerus pada daerah pinggang. 6. Kolik ginjal yang terjadi tiba-tiba dan menghilang secara perlahan-lahan.

6. Kolik ginjal yang terjadi tiba-tiba dan menghilang secara perlahan-lahan.

7. Rasa nyeri pada daerah pinggang, menjalar ke perut tengah bawah, selanjutnya ke arah penis 7. Rasa nyeri pada daerah pinggang, menjalar ke perut tengah bawah, selanjutnya ke arah penis atau vulva.

atau vulva.

8. Anorexia, muntah dan perut kembung 8. Anorexia, muntah dan perut kembung

9. Hasil pemeriksaan laboratorium,leukosit meningkat. 9. Hasil pemeriksaan laboratorium,leukosit meningkat. ( gmb. Ginjal rusak)

( gmb. Ginjal rusak)

( ginjal dg permukan batunya) ( ginjal dg permukan batunya)

E. Pathway E. Pathway

Diet tiggi Duduk terlalu lama Mineral kalsium pd air  Diet tiggi Duduk terlalu lama Mineral kalsium pd air  Purin

Purin

Ph urin berubah Kristal batu Ph urin berubah Kristal batu

(4)

Batu ginjal Batu ginjal

Menghambat aliran urin Nefrotomi Menghambat aliran urin Nefrotomi (obstruksi)

(obstruksi)

Muntah Tekanan hidrostatik meningkat Cemas Muntah Tekanan hidrostatik meningkat Cemas & Mual

& Mual

Iritasi kurang pengetahuan Iritasi kurang pengetahuan Resiko - cairan

Resiko - cairan

 Nyeri akut resiko infeksi  Nyeri akut resiko infeksi

Gangguan pola tidur  Gangguan pola tidur 

F. PENATALAKSANAAN F. PENATALAKSANAAN 1. Terapi medis dan simtomatik  1. Terapi medis dan simtomatik 

Terapi medis berusaha untuk mengeluarkan batu atau melarutkan batu yang dapat dilarutkan Terapi medis berusaha untuk mengeluarkan batu atau melarutkan batu yang dapat dilarutkan adalah batu asam urat, dilarutkan d

adalah batu asam urat, dilarutkan dengan pelarut solutin G . Terapi simtomatik berusaha unengan pelarut solutin G . Terapi simtomatik berusaha un tuk tuk  menghilangkan nyeri. Selain itu dapat diberikan minum yang berlebihan/ banyak dan pemberian menghilangkan nyeri. Selain itu dapat diberikan minum yang berlebihan/ banyak dan pemberian diuretik. bendofluezida 5

diuretik. bendofluezida 5

 – 

 – 

10 mg/hr.10 mg/hr. 2. Terapi mekanik (Litotripsi)

2. Terapi mekanik (Litotripsi)

Pada batu ginjal, litotripsi dilakukan dengan bantuan nefroskopi perkutan untuk membawa Pada batu ginjal, litotripsi dilakukan dengan bantuan nefroskopi perkutan untuk membawa tranduser melalui sonde kebatu yang ada

tranduser melalui sonde kebatu yang ada di ginjal. Cara ini disebut nefrolitotripsi. Salah satudi ginjal. Cara ini disebut nefrolitotripsi. Salah satu alternatif tindakan yang paling sering dilakukan a

alternatif tindakan yang paling sering dilakukan a dalah ESWL. ESWL (Extracorporeal Shock dalah ESWL. ESWL (Extracorporeal Shock  Wave Lithotripsy) adalah tindakan memecahkan batu ginjal dari luar tubuh dengan

Wave Lithotripsy) adalah tindakan memecahkan batu ginjal dari luar tubuh dengan menggunakan gelombang kejut.

menggunakan gelombang kejut. 3. Tindakan bedah

3. Tindakan bedah

Tindakan bedah dilakukan

Tindakan bedah dilakukan jika tidak tersedia alat litotripsor, (alat gelombang kejut)jika tidak tersedia alat litotripsor, (alat gelombang kejut)

Pengangkatan batu ginjal secara bedah merupakan mode utama. Namun demikian saat ini bedah Pengangkatan batu ginjal secara bedah merupakan mode utama. Namun demikian saat ini bedah dilakukan hanya pada 1-2% pasien. Intervensi bedah diindikasikan jika batu tersebut tidak  dilakukan hanya pada 1-2% pasien. Intervensi bedah diindikasikan jika batu tersebut tidak   berespon terhadap bentuk penanganan lain. Ini juga dilakukan untuk mengoreksi setiap  berespon terhadap bentuk penanganan lain. Ini juga dilakukan untuk mengoreksi setiap

abnormalitas anatomik dalam ginjal untuk memperbaiki drainase urin. abnormalitas anatomik dalam ginjal untuk memperbaiki drainase urin. Jenis pembedahan yang dilakukan antara lain:

Jenis pembedahan yang dilakukan antara lain: - Pielolititomi: jika batu berada di piala ginjal - Pielolititomi: jika batu berada di piala ginjal - Nefrotomi: bila batu terletak di dalam ginjal atau

- Nefrotomi: bila batu terletak di dalam ginjal atau nefrektominefrektomi - Ureterolitotomi: bila batu berada dalam ureter 

- Ureterolitotomi: bila batu berada dalam ureter  - Sistolitotomi: jika batu berada di kandung k - Sistolitotomi: jika batu berada di kandung kemihemih

(5)

G. PENGKAJIAN G. PENGKAJIAN A. Anamnesis A. Anamnesis

Meliputi keluhan utama, keluhan tambahan,

Meliputi keluhan utama, keluhan tambahan, riwayat penyakit masa lalu,riwayat penyakitriwayat penyakit masa lalu,riwayat penyakit keluarga

keluarga B.

B. Aktifitas/IstirAktifitas/Istirahat.ahat. C. Riwayat : pek

C. Riwayat : pekerjaan,dehidrasi,infeksi,imobilisasierjaan,dehidrasi,infeksi,imobilisasi D. Eliminasi

D. Eliminasi

E. Mual dan muntah E. Mual dan muntah F. Makan dan Minum F. Makan dan Minum

G. Nyeri / rasa tidak nyaman G. Nyeri / rasa tidak nyaman

Keluhan nyeri harus dikejar mengenai onset kejadian, karakteristik nyeri, penyebaran nyeri,skala Keluhan nyeri harus dikejar mengenai onset kejadian, karakteristik nyeri, penyebaran nyeri,skala nyeri, aktivitas yang dapat membuat bertambahnya nyeri ataupun berkurangnya nyeri, riwayat nyeri, aktivitas yang dapat membuat bertambahnya nyeri ataupun berkurangnya nyeri, riwayat muntah, gross hematuria, dan riwayat nyeri yang sama sebelumnya. Apakah nyeri sampai muntah, gross hematuria, dan riwayat nyeri yang sama sebelumnya. Apakah nyeri sampai menimbulkan kokik atau tidak.

menimbulkan kokik atau tidak.

H. Adanya riwayat mengkonsumsi obat-obatan. H. Adanya riwayat mengkonsumsi obat-obatan. I. Respon emosi : cemas

I. Respon emosi : cemas

J. Pengetahuan tentang penyakitnya J. Pengetahuan tentang penyakitnya K. Pemeriksaan Fisik 

K. Pemeriksaan Fisik 

-Penderita dengan keluhan nyeri kolik hebat, dapat disertai takikardi, berkeringat, dan nausea. -Penderita dengan keluhan nyeri kolik hebat, dapat disertai takikardi, berkeringat, dan nausea. -Masa pada abdomen dapat dipalpasi pada penderita dengan obstruksi berat atau dengan -Masa pada abdomen dapat dipalpasi pada penderita dengan obstruksi berat atau dengan hidronefrosis.

hidronefrosis.

-Bisa didapatkan nyeri ketok pada daerah kostovertebra, tanda gagal ginjal dan retensi urin. -Bisa didapatkan nyeri ketok pada daerah kostovertebra, tanda gagal ginjal dan retensi urin. -Demam, hipertensi, dan vasodilatasi kutaneus dapat ditemukan pada pasien dengan urosepsis -Demam, hipertensi, dan vasodilatasi kutaneus dapat ditemukan pada pasien dengan urosepsis -inspeksi tanda obstruksi : berkemih dengan jumlah urin sedikit,oliguria,anuria

-inspeksi tanda obstruksi : berkemih dengan jumlah urin sedikit,oliguria,anuria L. Pemeriksaan penunjang

L. Pemeriksaan penunjang - Radiologi

- Radiologi

Secara radiologi, batu dapat radiopak atau radiolusen. Sifat radiopak ini berbeda untuk berbagai Secara radiologi, batu dapat radiopak atau radiolusen. Sifat radiopak ini berbeda untuk berbagai  jenis batu sehingga dari sifat ini dapat diduga batu dari jenis apa yang ditemukan. Radiolusen  jenis batu sehingga dari sifat ini dapat diduga batu dari jenis apa yang ditemukan. Radiolusen

umumnya adalah jenis batu asam u

umumnya adalah jenis batu asam urat murni.rat murni.

Pada yang radiopak pemeriksaan dengan foto polos sudah cukup untuk menduga adanya batu Pada yang radiopak pemeriksaan dengan foto polos sudah cukup untuk menduga adanya batu ginjal bila diambil foto dua arah. Pada keadaan tertentu terkadang batu terletak di depan ginjal bila diambil foto dua arah. Pada keadaan tertentu terkadang batu terletak di depan

 bayangan tulang, sehingga dapat luput dari penglihatan. Oleh karena itu foto polos sering perlu  bayangan tulang, sehingga dapat luput dari penglihatan. Oleh karena itu foto polos sering perlu

ditambah foto pielografi intravena (PIV/IVP). Pada batu radiolusen, foto d

ditambah foto pielografi intravena (PIV/IVP). Pada batu radiolusen, foto d engan bantuan kontrasengan bantuan kontras akan menyebabkan defek pengisian (filling defect) di tempat batu berada. Yang menyulitkan akan menyebabkan defek pengisian (filling defect) di tempat batu berada. Yang menyulitkan adalah bila ginjal yang mengandung batu tidak berfungsi lagi sehingga kontras ini tidak muncul. adalah bila ginjal yang mengandung batu tidak berfungsi lagi sehingga kontras ini tidak muncul. Dalam hal ini perlu dilakukan pielografi retrograd.

Dalam hal ini perlu dilakukan pielografi retrograd. -Ultrasonografi (USG)

-Ultrasonografi (USG)

Dilakukan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVP, yaitu pada keadaan-keadaan; Dilakukan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVP, yaitu pada keadaan-keadaan; alergi terhadap bahan kontras, faal ginjal yang menurun dan pada wanita yang sedang hamil . alergi terhadap bahan kontras, faal ginjal yang menurun dan pada wanita yang sedang hamil . Pemeriksaan USG dapat untuk melihat semua jenis batu, selain itu dapat ditentukan ruang/ Pemeriksaan USG dapat untuk melihat semua jenis batu, selain itu dapat ditentukan ruang/ lumen saluran kemih. Pemeriksaan ini juga dipakai unutk menentukan batu selama tindakan lumen saluran kemih. Pemeriksaan ini juga dipakai unutk menentukan batu selama tindakan  pembedahan untuk mencegah tertinggalnya batu

 pembedahan untuk mencegah tertinggalnya batu - Laboratorium

- Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang adanya batu di saluran kemih, menentukan fungsi ginjal, dan menentukan penyebab batu. adanya batu di saluran kemih, menentukan fungsi ginjal, dan menentukan penyebab batu.

(6)

H. DIAGNOSA H. DIAGNOSA Diagnosa preoperasi Diagnosa preoperasi

1. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang paparan sumber informasi 1. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang paparan sumber informasi

2. Nyeri akut berhubungan dengan peradangan sekunder terhadap iritasi batu dan spasme otot 2. Nyeri akut berhubungan dengan peradangan sekunder terhadap iritasi batu dan spasme otot  polos

 polos

3. Resiko infeksi berhubungan dengan statis urine dan adanya benda asing 3. Resiko infeksi berhubungan dengan statis urine dan adanya benda asing 4. Resiko mengalami defisit cairan berhubungan dengan neusea, muntah. 4. Resiko mengalami defisit cairan berhubungan dengan neusea, muntah.

5.Cemas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan, krisis situasional 5.Cemas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan, krisis situasional Diagnosa postoperasi:

Diagnosa postoperasi:

1. Nyeri akut berhubungan dengan post pembedahan (agen injuri: mekanik) 1. Nyeri akut berhubungan dengan post pembedahan (agen injuri: mekanik) 2. Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif 

2. Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif  3. Defisit self care

3. Defisit self care I. INTERVENSI I. INTERVENSI

DX :Nnyeri akut b.d inflamasi terhadap iritasi batu dan spasme otot polos DX :Nnyeri akut b.d inflamasi terhadap iritasi batu dan spasme otot polos Tujuan : Nyeri hilang atau terkontrol

Tujuan : Nyeri hilang atau terkontrol Intervensi :

Intervensi :

- Kaji setatus nyeri klien ( P,Q,R,S,T) - Kaji setatus nyeri klien ( P,Q,R,S,T)

- Ajarkan teknik relaksasi ( imajinasi, distraksi,) untuk mengurangi nyeri - Ajarkan teknik relaksasi ( imajinasi, distraksi,) untuk mengurangi nyeri - Observasi reaksi verbal dan non verbal klien dari ketidaknyamanan - Observasi reaksi verbal dan non verbal klien dari ketidaknyamanan - Evaluasi pengalaman nyeri klien

- Evaluasi pengalaman nyeri klien - Tingkatkan istirahat

- Tingkatkan istirahat

- Gunakan teknik komunikasi terapiutik untuk mengetahui pengalaman nyeri - Gunakan teknik komunikasi terapiutik untuk mengetahui pengalaman nyeri - Bantu klien mengatur posisi untuk mengurangi keluhan

- Bantu klien mengatur posisi untuk mengurangi keluhan - Kolaborasi medik pemberian analgetik 

- Kolaborasi medik pemberian analgetik 

DX : Resiko mengalami defisit cairan b.d neusea, muntah DX : Resiko mengalami defisit cairan b.d neusea, muntah Tujuan : Tidak terdapat tanda- tanda dehidrasi

Tujuan : Tidak terdapat tanda- tanda dehidrasi Intervensi :

Intervensi :

- Amati dan catat kelainan spt muntah - Amati dan catat kelainan spt muntah - Beri diet sesuai program

- Beri diet sesuai program - Beri intake cairan 3000 ml

- Beri intake cairan 3000 ml

 – 

 – 

4000 ml / hari.4000 ml / hari. - Jelaskan pentingnya intake cairan 3000

- Jelaskan pentingnya intake cairan 3000

 – 

 – 

4000 ml/hr.4000 ml/hr. - Observasi tanda- tanda dehidrasi

- Observasi tanda- tanda dehidrasi

-Observasi intake dan out put cairan klien -Observasi intake dan out put cairan klien - Kolaborasi pemberian cairan intra vena - Kolaborasi pemberian cairan intra vena

DX : Cemas b.d perubahan dalam status kesehatan, krisis situasional DX : Cemas b.d perubahan dalam status kesehatan, krisis situasional Tujuan : Klien tidak lagi cemas

Tujuan : Klien tidak lagi cemas Intervensi :

Intervensi :

- Beri penjelasan tentang proses penyakitnya - Beri penjelasan tentang proses penyakitnya

- Jelaskan seluru prosedur tindakan kepada klien dan perasaan yang mungkin muncul pada saat - Jelaskan seluru prosedur tindakan kepada klien dan perasaan yang mungkin muncul pada saat melakukan tindakan

melakukan tindakan

- Berikan informsi mengenai diagnosa,prognosis,dan tindakan - Berikan informsi mengenai diagnosa,prognosis,dan tindakan

- Gunakan pendekatan dan sentuhan untuk mengurangi kecemasan pasien - Gunakan pendekatan dan sentuhan untuk mengurangi kecemasan pasien - Instruksikan klien untuk menggunakan teknik re

(7)

- Berikan pilihan yang realistis mengenai aspek pe

- Berikan pilihan yang realistis mengenai aspek pe rawatan saat inirawatan saat ini DX : Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif 

DX : Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif  Tujuan : Infeksi terkontrol

Tujuan : Infeksi terkontrol Intervensi :

Intervensi :

- Observasi area post op dari tanda- tanda

- Observasi area post op dari tanda- tanda infeksi seperti kemerahan,nyeri, panas,bengkak,adaninfeksi seperti kemerahan,nyeri, panas,bengkak,adan yaya fungsiolesa

fungsiolesa - Monitor TTV - Monitor TTV

- Catat hasil laboratorium( leukosit, protein,albumin) - Catat hasil laboratorium( leukosit, protein,albumin) - Gunakan tehnik sterilisasi saat perawatan luka - Gunakan tehnik sterilisasi saat perawatan luka - Dorong paasien untuk banyak istirahat

- Dorong paasien untuk banyak istirahat

-Ajarkan klien dan keluarga tantang tanda- tanda infeksi -Ajarkan klien dan keluarga tantang tanda- tanda infeksi -Kolaborasi medik pemberian antibiotik 

-Kolaborasi medik pemberian antibiotik 

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, alih bahasa: Waluyo Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, alih bahasa: Waluyo Agung., Yasmin Asih., Juli., Kuncara., I.made karyasa,

Agung., Yasmin Asih., Juli., Kuncara., I.made karyasa, EGC, Jakarta.EGC, Jakarta. Carpenito, L.J., 2000, Diagnosa Keperawatan Aplikasi p

Carpenito, L.J., 2000, Diagnosa Keperawatan Aplikasi p ada Praktek Klinis, alih bahasa: Timada Praktek Klinis, alih bahasa: Tim PSIK UNPAD Edisi-6, EGC, Jakarta

PSIK UNPAD Edisi-6, EGC, Jakarta

 NANDA, 2001-2002, Nursing Diagnosis: Definitions and classifi

 NANDA, 2001-2002, Nursing Diagnosis: Definitions and classification, Philadelphia, USAcation, Philadelphia, USA  Nursalam, 2006., askep pada pasien dengan gangguan sistem perkemihan, edisi 1, salemba  Nursalam, 2006., askep pada pasien dengan gangguan sistem perkemihan, edisi 1, salemba

medika, jakarta medika, jakarta

Referensi

Dokumen terkait

Urolithiasis adalah suatu keadaan terjadinya penumpukan oksalat, calculi (batu ginjal) pada ureter atau pada daerah ginjal. Urolithiasis terjadi bila batu ada di dalam

Judul Tesis : Hubungan antara Koping dengan Resiliensi pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Nama Mahasiswa

Pada sebagian besar penderita dengan inkontinensia fekal, misalnya setelah trauma obstetrik, repair sfingter secara overlapping seringkali sudah cukup

2 Perubahan eliminasi urine: retensi urine berhubungan dengan adanya batu di jaringan ginjal, iritasi ginjal ditandai

Hidronefrosis adalah dilatasi pelvis ureter yang dihasilkan oleh obstruksi aliran keluar urin oleh batu atau kelainan letak

Merupakan metode pemeriksaan pasien dengan menggunakan ‘sense of touch’ Palpasi adalah suatu tindakan pemeriksaan yang dilakukan dengan perabaan dan penekanan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dari lima faktor (pengetahuan, sikap perawat, persepsi, sumber daya dan sikap petugas kesehatan lain) yang

Jenis batu yang lain adalah yang terbentuk dari struvit (magnesium, ammonium, dan fosfat), asam urat, kalsium fosfat, dan sistin. 1) Batu struvit dihubungkan