• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGENDALIAN PERTUMBUHAN TANAMAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGENDALIAN PERTUMBUHAN TANAMAN"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Bambang B. Santoso
  • Sekolah: Universitas Mataram
  • Mata Pelajaran: Pertanian
  • Topik: Pengendalian Pertumbuhan Tanaman
  • Tipe: makalah
  • Tahun: 2010
  • Kota: Mataram

I. TUJUAN BELAJAR

Bagian ini merangkum tujuan pembelajaran yang diharapkan dari materi pengendalian pertumbuhan tanaman. Tujuan ini mencakup kemampuan untuk mendefinisikan teknik pengendalian pertumbuhan tanaman, menjelaskan teknik pengendalian fisik dan kimia, serta memahami respon fisiologis tanaman terhadap pengendalian tersebut. Penekanan pada pembelajaran ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa dalam memahami konsep dasar dan aplikasi praktis dalam hortikultura.

II. PENGERTIAN

Pengendalian pertumbuhan tanaman bertujuan untuk mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tanaman agar sesuai dengan yang diinginkan, serta menjaga kesehatan tanaman. Teknik yang dibahas meliputi pengendalian fisik dan kimiawi, yang masing-masing memiliki pendekatan dan efek berbeda terhadap pertumbuhan tanaman. Memahami pengertian ini memberikan dasar yang kuat bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teknik-teknik tersebut dalam praktik.

III. PENGENDALIAN SECARA FISIK

Teknik pengendalian fisik bertujuan untuk membentuk tanaman sesuai dengan keinginan. Ini mencakup pemangkasan dan pelatihan, yang berfungsi untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman dalam dimensi ruang. Mahasiswa belajar bagaimana teknik ini dapat meningkatkan keindahan dan produktivitas tanaman, serta memahami pentingnya pengaturan bentuk tanaman dalam konteks estetika dan fungsi.

3.1. Pemangkasan

Pemangkasan merupakan teknik untuk menghilangkan bagian tanaman yang tidak diinginkan untuk merangsang pertumbuhan yang lebih baik. Ada dua jenis pemangkasan: pemancungan dan penipisan. Pemahaman tentang teknik ini sangat penting bagi mahasiswa untuk merawat tanaman secara efektif dan meningkatkan hasil panen.

3.2. Pelatihan

Pelatihan adalah teknik untuk membentuk tanaman agar tumbuh dengan cara tertentu. Ini melibatkan penggunaan penopang atau teknik lain untuk mengarahkan pertumbuhan. Mahasiswa diajarkan bagaimana pelatihan dapat meningkatkan penampilan dan kesehatan tanaman, serta bagaimana teknik ini dapat diterapkan dalam berbagai jenis tanaman.

IV. TANGGAPAN TANAMAN TERHADAP PEMANGKASAN DAN PELATIHAN

Respon fisiologis tanaman terhadap pemangkasan dan pelatihan sangat penting untuk dipahami. Pemangkasan dapat mempengaruhi laju pertumbuhan dan pembentukan organ generatif seperti bunga dan buah. Mahasiswa perlu memahami bagaimana teknik ini dapat mempengaruhi keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif, serta bagaimana hal ini dapat dimanfaatkan dalam praktik hortikultura.

V. PENGENDALIAN SECARA KIMIAWI

Pengendalian kimiawi bertujuan untuk mengatur pertumbuhan tanaman dengan menggunakan bahan kimia yang dapat memperlambat laju pertumbuhan. Ini termasuk penggunaan zat pengatur tumbuh yang dapat merangsang atau menghambat pertumbuhan. Mahasiswa harus memahami prinsip-prinsip biokimia yang mendasari pengendalian ini dan bagaimana penerapannya dalam hortikultura.

5.1. Zat Pengatur Tumbuh

Zat pengatur tumbuh adalah senyawa yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam jumlah kecil. Mahasiswa belajar tentang berbagai jenis zat pengatur tumbuh, seperti auksin dan gibberellin, serta aplikasi praktisnya dalam pengendalian pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

5.2. Teknik Penggunaan ZPT

Teknik penggunaan zat pengatur tumbuh meliputi berbagai metode aplikasi, seperti penyemprotan dan perendaman. Memahami teknik ini penting bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan pengendalian kimiawi secara efektif dalam praktik budidaya tanaman.

VI. PEMBUNGAN TANAMAN HORTIKULTURA

Pembungaan merupakan proses penting dalam siklus hidup tanaman hortikultura. Mahasiswa belajar tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembungaan, termasuk kondisi lingkungan dan teknik pengendalian yang dapat diterapkan untuk merangsang pembungaan. Ini memberikan wawasan tentang bagaimana mengelola tanaman untuk hasil yang optimal.

6.1. Induksi Pembungaan

Induksi pembungaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cahaya dan suhu. Mahasiswa diajarkan tentang teori-teori yang mendasari induksi pembungaan dan bagaimana memanipulasi kondisi ini untuk mencapai hasil yang diinginkan.

6.2. Pengendalian Pembungaan

Pengendalian pembungaan melibatkan teknik untuk mengatur waktu dan jumlah bunga yang dihasilkan. Ini termasuk penggunaan perlakuan cahaya dan suhu yang tepat. Mahasiswa perlu memahami bagaimana teknik ini dapat diterapkan dalam produksi tanaman hias dan hortikultura secara umum.

Referensi Dokumen

  • Ornamental Bedding Plants ( Armitage, A.M. )
  • Designing With Plants ( Austin, R. L. )
  • Introduction to Tropical Horticulture ( Bautista, O.K., et. al. )
  • The Complete Book of Pruning ( Coombs, D., et.al. )
  • Plant Hormones – Physiology, Biochemestry and Molecular Biology ( Davies, P.J. )
  • Molekular Genetif of Plant Development ( Howell, S.H. )
  • Introduction To Permaculture ( Mollison, B. )

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Waktu Tanam Selada dan Pengendalian Gulma yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena) Dibimbing Oleh : Denny Kurniadie

Judul Tesis : PENGENDALIAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT SECARA BIOLOGIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT TANAH.. PERTUMBUHAN

(3)Control=temukan cara agar mereka berperan dan ijinkan utk mengambil keputusan (4) kebutuhan fisik=pastikan kebutuhan tsb terpenuhi. ● Respon prilaku yg

Tanaman dengan kadar air yang semakin rendah akan meningkatkan stres air pada tanaman yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut akan terhambat

Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman kedelai merupakan salah satu bentuk pemberdayaan petani untuk menerapkan sistem PHT dalam pengendalian OPT

fase pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kacang hijau hanya membutuhkan beberapa hari, ada beberapa perbedaan pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau di tempat gelap dan terang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung

Penelitian tentang penggunaan aerator dalam pembuatan pupuk hayati bakteri penambah pertumbuhan tanaman (PGPR) dan pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai