• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TANAMAN "PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN"

N/A
N/A
Khalid Awaludien

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TANAMAN "PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN""

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TANAMAN

“PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN”

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Fisiologi Tanaman

Disusun oleh :

Nama : Muhammad Khalid Awaludien Sulthan NIM : 4442230067

Kelas : I-B Kelompok : 5 (Lima)

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum yang dibuat ini. Laporan praktikum ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Fisiologi Tanaman.

Tidak lupa juga penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Dr. Ir.

Rusmana M.P., Zahratul Milla, S.p., M,Si., Kirana Nugrahayu Lizansari, S.P., M.Si.

selaku dosen pengampu mata kuliah Fisiologi tanaman. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada saudari Sutarsih selaku asisten praktikum yang telah membimbing penulis selama praktikum sampai dengan selesainya dibuat laporan ini.

Sebagai penulis, saya menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata Bahasa yang terdapat dalam laporan praktikum ini. Oleh karena itu, dengan rendah hati penulis menerima saran dan kritik dari pembaca agar dapat membenahinya dikemudian hari.

i

Serang, November 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR TABEL ... iii BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Tujuan ... 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan ... 2 2.2 Kacang Kedelai (Glycine max L.) ... 3 2.3 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan ... 3 BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat ... 6 3.2 Alat dan Bahan ... 6 3.3 Cara Kerja ... 6 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil ... 7 4.2 Pembahasan ... 7 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ... 10 5.2 Saran ... 10 DAFTAR PUSTAKA ... 11 LAMPIRAN

ii

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Kedelai di Tempat Terang ... 7 Tabel 2. Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Kedelai di Tempat Gelap ... 7

i

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertumbuhan merupakan proses kenaikan massa dan volume yang bersifat irriversible (tidak dapat kembali ke asal) seperti bertambahnya tinggi, panjang dan lebar pada bagian-bagian tumbuhan. Perkembangan adalah proses pendewasaan menuju tingkat yang lebih sempurna.

Perkembangan pada tanaman tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif dan bersifat reversible (dapat kembali ke asal) karena proses perkembangan pada makhluk hidup berjalan sejajar dengan proses pertumbuhan.

Pertumbuhan pada suatu tanaman dapat diukur serta dapat dinyatakan dengan angka atau bersifat kuantitatif. Pada sel, sel berkembang sesuai spesialisasi mereka masing - masing (berkembang dan terstruktur sesuai fungsi masing-masing). Contohnya yaitu perubahan dari fase vegetatif menuju fase generatif (Diah, 2011).

Pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman sangat bergantung dengan keadaan lingkungan di sekitar tanaman tersebut. Misalnya saja jenis tanah juga sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Karena kandungan unsur hara pada setiap jenis tanah berbeda. Pengetahuan tentang fisiologi tanaman dapat menjadi dasar dalam mempelajari keseluruhan tentang fisiologis dari tanaman. Sebagai dasar mempelajari kajian ilmu fisiologi tanaman lainnya.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui kurva tumbuh organ tumbuhan

2. Mengetahui faktor yang memperngaruhi pertumbuhan dan perkembangan

3. Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan

1

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup (Gatot, 2011). Pertumbuhan diartikan sebagai pertambahan jumlah sel suatu organisme dan bersifat tidak dapat kembali.

Pertumbuhan pada suatu makhluk hidup atau organisme dapat diartikan sebagai proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume, atau jumlah) yang sifatnya tetap dan irreversible (tidak dapat balik ke kondisi semula). Jadi, pertumbuhan merupakan suatu konsep kuantitatif yang berkaitan dengan pertambahan massa suatu organisme (Sardoei, 2014).

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan (Diah, 2011).

Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon (Sardoei, 2014).

Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman diawali dengan perkecambahan biji. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji) karena pertumbuhan embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Embrio terdiri dari akar lembaga (calon akar = radikula), daun lembaga (kotiledon) dan batang lembaga (kaulikulus) (Subardi, 2009).

2

(7)

2.2 Kacang Kedelai (Glycine max)

Tanaman kedelai (Glycine max) merupakan tanaman kecambah yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, tanaman ini mempunyai kadar protein dan lechitin yang sangat tinggi. Protein sendiri berguna untuk pembentukan sel otot sedangakan lechitin bisa membangun kecerdasan dan daya ingat sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang seorang anak. Selain untuk kesehatan tanaman kedelai juga bisa dijadikan salah satu ladang usaha yang menguntungkan (Srikini, 2006).

Menurut Zhamal (2008), dalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Kedelai, kacang kedelai memiliki klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida ( Berkeping dua / Dikotil) Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae (Suku polong-polongan) Genus : Glycine

Spesies : Glycine max (L.) Merr.

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Menurut Anggarwulan (2001), faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan diantaranya adalah:

1. Gen

Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen

‘baik’ dan didukung oleh lingkungan yang sesuai akan memperlihatkan pertumbuhan yang baik.

3

(8)

2. Hormon

Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan adalah,

a. Auksin : untuk membantu perpanjangan sel b. Giberelin : untuk pemanjangan dan pembelahan sel c. Sitokinin : untuk menggiatkan pembelahan sel

d. Etilen : untuk mempercepat buah menjadi matang e. Kalin : merangsang pembentukan organ tumbuhan sbb:

• Rizokalin : Untuk pembentukan akar

• Aulokalin : Untuk pembentukan batang

• Filokalin : Untuk pembentukan daun

• Antokalin : Untuk pembentukan bunga

Menurut Anggarwulan (2001), factor eksternal yang mempengaruhi perkembangan diantaranya adalah:

a. Air

Fungsi air antara lain, untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi-reaksi enzim, membantu proses perkecambahan biji, menjaga (mempertahankan) kelembapan, untuk transpirasi, meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel, menghilangkan asam asbisat.

b. Suhu atau Temperatur Lingkungan

Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.

c. Kelembaban Udara

Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.

4

(9)

d. Cahaya Matahari

Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning- kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan. Cahaya merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengga nggu proses fotosintesis & pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan.

e. Nutrien

Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien).

Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien).

f. Kelembapan

Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut.

Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan.

5

(10)

BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari jumat, tanggal 10 November 2023 pada pukul 13.30 – 15.10 yang bertempat di Laboratorium Agroekoteknologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat-alat yang digunakan pada saat praktikum yaitu alat tulis, 2 buah polybag dan label. Bahan-bahan yang digunakan untuk praktikum kali ini diantaranya adalah benih kedelai (Glycine max L.), tanah, pupuk kompos, pupuk kohe (Kotoran Hewan) dan air.

3.3 Cara Kerja

Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah : 1. Disiapkan alat dan bahan praktikum;

2. Disiapkan 2 pollybag yang sudah dibalik;

3. Dicampurkan tanah dengan pupuk kompos dan pupuk kohe;

4. Dimasukan tanah ke dalam pollybag secukupnya;

5. Dibuat 3 lubang tanam di tengah untuk menanam kedelai;

6. Dimasukkan benih kedelai sebanyak 3 buah kedalam lubang tanam;

7. Di beri nama dengan label;

8. Disiram benih kedelai yang sudah ditanam;

9. Disimpan 1 pollybag di tempat terang dan 1 pollybag di tempat gelap;

10. Diamati benih kedelai selama 2 HST, 5 HST, dan 7 HST 11. Hasil dibuat dalam bentuk laporan.

6

(11)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil

Tabel 1. Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Kedelai di Tempat Terang

HST Tinggi Tanaman

Panjang Daun

Jumlah Daun

Plumula Keterangan

2 HST 1,5 cm - - - Tumbuh

5 HST 5 cm - -  Tumbuh

7 HST 6,3 cm 3,6 cm 4  Tumbuh

Tabel 2. Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Kedelai di Tempat Gelap

HST Tinggi

Tanaman Panjang

Daun Jumlah

Daun Plumula Keterangan

2 HST 4 cm - -  Tumbuh

5 HST 16 cm - -  Tumbuh

7 HST 18,6 cm 1,6 cm 4  Tumbuh

4.2 Pembahasan

Pada praktikum kali ini tentang pertumbuhan dan perkembangan yang membahas bagaimana benih tumbuh dalam keadaan yang berbeda, pertumbuhan merupakan pertamabahan jumlah sel yang ditandai dengan penambahan ukuran dan jumlah sel, pertumbuhan bersifat irreversible yang berarti tidak dapat kembali ke bentuk semula, hal ini sesuai dengan pernyataan Sardoei (2014), yang menyatakan bahwa Pertumbuhan diartikan sebagai pertambahan jumlah sel suatu organisme dan bersifat tidak dapat kembali. Pertumbuhan pada suatu makhluk hidup atau organisme dapat diartikan sebagai proses pertambahan biomassa atau ukuran

7

(12)

(berat, volume, atau jumlah) yang sifatnya tetap dan irreversible (tidak dapat balik ke kondisi semula).

Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon

Hal yang menghambat perkecambahan benih juga bisa terjadi karena factor eksternal yaitu air, cahaya, kelembaban, nutrisi dan suhu. Hal ini sesuai dengan pernyataan Anggarwulan (2001), yang menyatakan bahwa ada beberapa factor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman diantaranya adalah suhu dan temperature, air, cahaya matahari, kelembaban, nutrisi dan unsur hara.

Pengamatan pertama dilakukan pada benih kacang kedelai yang diberikan perlakuan disimpan di tempat tidak ternaungi, benih tersebut dibiarkan tekena cahaya matahari langsung, benih kacang diamati pada 2, 5 dan 7 HST, dan setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil bahwa benih tidak tumbuh dan bahkan mati. Terdapat beberapa factor kenapa benih tidak tumbuh tapi factor yang umum terjadi adalah factor ekternal yaitu akibat human error yaitu karena pada benih tidak ternaungi jarang diberikan penyiraman karena jarak simpan yang jauh dari jangkauan. Selain itu factor tidak tumbuh lainnya karena factor dalam yaitu viabilitas benih menurun akibatnya dormansi benih masih tetap berjalan dan tidak bisa dipatahkan sehingga benih tidak tumbuh.

Pengamatan kedua dilakukan pada benih kacang kedelai yang diberi perlakuan dengan disimpan di tempat ternaungi namun masih mendapat cahaya matahari. Benih diamati pada 2, 5 dan 7 HST, kemudian setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil bahwa benih pada 2 HST tumbuh

8

(13)

Dengan tinggi tanaman 4 cm12, kemudian pada 5 HST benih sudah berkembang dengan tinggi tanaman 16 cm, pada 7 HST tumbuhan semakin pesat tumbuhnya diketahui benih sudah bertambah ukuran yaitu 18,6 cm pada tinggi tanaman, 1,6 cm pada Panjang daun, dan pada helai daun terdapat 4.

Pada pertumbuhan di tempat ternaungi benih kacang tumbuh dengan pesat dan warna daun maupun batang berwarna hijau tua, hal ini disebabkan ketika tumbuhan di tempat tidak ternaungi maka akan terkena cahaya matahari langsung hal ini menyebabkan apabila benih tumbuh maka akan menghasilkan tanaman tinggi namun berwarna kuning dan jumlah helai daun sedikit, hal ini dikarenakan pada tanaman ada fitohormon auksin yang berperan pada perpanjangan dan penambahan jumlah daun, dan auksin akan terurai apabila terkena cahaya matahari langsung, maka dari itu pada saat perkecambahan hingga tumbuh plumula setidaknya harus ternaungi dan jangan terkena cahaya matahari langsung. Pun ketika tumbuhan sudah tumbuh dewasa makan cahaya matahari adalah kebutuhan yang vital untuk proses fotosintesis.

9

(14)

BAB V KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan

Simpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini yaitu pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara terus-menerus sepanjang daur hidup, tergantung pada tersedianya meristem, hasil asimilasi, hormon dan substansi pertumbuhan lainnya, serta lingkungan yang mendukung. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan yang tidak dapat kembali pada ukuran semula pada semua sistem biologi. Proses pertumbuhan ini diatur oleh pesan hormonal dan respon dari lingkungan (panjang hari, temperatur rendah, perubahan persediaan air).

Kemudian faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkecambahan yaitu faktor internal yang terdiri dari gen dan hormon serta faktor internal yang terdiri dari air, cahaya matahari, kelembaban udara, suhu dan temperatur, serta nutrien. Serta kita dapat mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang dimana pada praktikum kali ini membuktikan bahwa cahaya sangat amat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dibuktikan bahwa cahaya matahari langsung menyinari kecambah tidak terlalu baik, justru sinar matahari yang baik adalah yang menyinari secara tidak langsung.

5.2. Saran

Pada praktikum kali ini penulis menyarankan beberapa hal untuk dilakukan di masa yang akan datang yaitu, teliti dalam melakukan penelitian atau pengamatan, menggunakan alat dan bahan secara berhati-hati karena bisa saja alat dan bahan tersebut mudah rusak atau pecah, atau kemungkinan alat- alat tersebut dapat membahayakan keselamatan praktikan.

10

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Anggarwulan. 2001. Fisiologi Tanaman. Jakarta: Erlangga.

Diah, Ayulina. 2011. Biologi 1. Jakarta: Esis.

Gatot. 2011. Perubahan Karakter Agronomi Aksesi Plasma Nutfah Kedelai di Lingkungan Ternaungi. Jurnal Agronomi Indonesia. Vol. 39 (1).

Sardoei, A., Fahraji S., dan Ghasemi H. 2014. Effects of Different Growing Media on Growth and Flowering of Zinnia (Zinnia Elegans). International journal of Advanced Biological and Biomedical Research. Vol. 2 (6).

Srikini. 2006. Biologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.

Subardi. 2009. Biologi 3 Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Zhamal, 2008. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Kedelai.

Jurnal Agroekoteknologi. Vol.3 (1).

11

(16)

LAMPIRAN

Lampiran 1. Pencamupuran

Kohe dengan Tanah Lampiran 2. Benih

Kacang Kedelai Lampiran 3. Media Tanam

Referensi

Dokumen terkait

a. Mahasiswa mempunyai kompetensi dalam mata kuliah Fisiologi Perkembangan, mengenai fisiologi yang berhubungan dengan proses perkembangan yang meliputi sistem

PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis pertumbuhan tanaman merupakan cara untuk mengikuti dinamika fotosintesis yang

Laporan praktikum pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan

Laporan praktikum perkembangbiakan

Laporan akhir praktikum penyakit tanaman

Laporan praktikum Avometer diserahkan untuk memenuhi tugas mata kuliah praktikum pengukuran listrik dan

Laporan praktikum mata kuliah Machine