• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1 SURAT IZIN PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran 1 SURAT IZIN PENELITIAN"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

SURAT IZIN PENELITIAN

Lampiran 1

(2)

UJI LAIK ETIK

Lampiran 2

(3)

INSTRUMEN DOKUMETASI KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT dr. Hi. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

&

LEMBAR OBSERVASI

EVALUASI STANDAR INSTRUMEN DOKUMENTASI DALAM

PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN

(4)

RSUD Dr. H. ABDUL MOELEOK PROVINSI LAMPUNG

RENCANA KEPERAWATAN

Nama : No. RM : Tgl. Lahir :

DIAGNOSIS : Jenis Kelamin : □ laki-laki □ perempuan

TGL DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN

KEPERAWATAN

PARAF DAN TANDA TANGAN

(5)

LEMBAR OBSERVASI

EVALUASI STANDAR INSTRUMEN DOKUMENTASI DALAM

PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN

Dokumen :

No Standar Instrumen Diagnosis Keperawatan Keterangan Kategori

1 Diagnosa keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan dan pemenuhan kebutuhan pasien

2 Dibuat sesuai dengan wewenang perawat

3 Komponen terdiri dari masalah, penyebab, gejala (PES) atau masalah dan penyebab (PE)

Dokumen :

No Standar Instrumen Diagnosis Keperawatan Keterangan Kategori

1 Diagnosa keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan dan pemenuhan kebutuhan pasien

2 Dibuat sesuai dengan wewenang perawat

3 Komponen terdiri dari masalah, penyebab, gejala (PES) atau masalah dan penyebab (PE)

Dokumen :

No Standar Instrumen Diagnosis Keperawatan Keterangan Kategori

1 Diagnosa keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan dan pemenuhan kebutuhan pasien

2 Dibuat sesuai dengan wewenang perawat

3 Komponen terdiri dari masalah, penyebab, gejala (PES) atau masalah dan penyebab (PE)

Dokumen :

No Standar Instrumen Diagnosis Keperawatan Keterangan Kategori

1 Diagnosa keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan dan pemenuhan kebutuhan pasien

2 Dibuat sesuai dengan wewenang perawat

3 Komponen terdiri dari masalah, penyebab, gejala (PES) atau masalah dan penyebab (PE)

(6)

LEMBAR PENJELASAN PARTISIPAN & RESPONDEN (Informed),

PERSETUJUAN MENJADI PARTISIPAN PENELITIAN (Concent)

&

PANDUAN FGD

Lampiran 4

(7)

LEMBAR PENJELASAN PARTISIPAN & RESPONDEN (Informed)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Cikwanto

NPM : 2015980068

Alamat : Komplek Griya Sejahtera Blok H1 kel. Gunung Terang Kec. Langkapura Bandar Lampung

Status : Mahasiswa Program Magister Keperawatan (S2)

Peminatan Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Bermaksud mengadakan penelitian tentang “Pengembangan Instrumen Penegakan Diagnosis Keperawatan Menurut Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)”.Oleh karena itu, berikut ini saya menjelaskan beberapa hal terkait dengan penelitian yang akan dilakukan:

1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Instrumen Penegakan Diagnosis Keperawatan Menurut SDKI

2. Manfaat penelitian ini secara garis besar adalah meningkatkan kualitas pendokumentasian terutama penegakan diagnosis keperawatan

3. Partisipan dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana minimal bekerja selama satu tahun terakhir

4. Pengambilan data penelitian ini akan dilakukan dengan FGD (focus group discuss) atau diskusi kelompok terfokus dengan partisipan lainya yang berlangsung selama 60-120 menit setiap FGD. Partisipan diharapkan dapat menyampaikan pengalaman secara penuh.

5. Selama diskusi kelompok, peneliti akan menggunakan alat bantu berupa catatan dan alat perekam suara video untuk membantu kelancaran pengumpulan data.

6. Proses diskusiakan dihentikan jika saudara mengalami kelelahan, ketidaknyamanan dan akan dilanjutkan lagi jika saudara sudah merasa tenang pada waktu yang sama. 7. Penelitian ini tidak berdampak negatif pada saudara dan keluarga.

8. Semua catatan dan data yang berhubungan dengan penelitian ini akan disimpan dan dijaga kerahasiaannya.

9. Partispan dalam penelitian ini bersifat sukarela dan partisipan berhak untuk mengajukan keberatan pada peneliti jika terdapat hal-hal tidak berkenan

10. Setelah selesai diskusi kelompok, peneliti akan memberikan transkrip hasil wawancara kepada partisipan untuk dibaca dan melakukan klarifikasi.

Bandar Lampung, April 2017 Peneliti,

(8)

PERSETUJUAN MENJADI

PARTISIPAN PENELITIAN (Concent)

Yang bertandatangan dibawah ini:

Nama (Inisial) :

Jenis Kelamin :

Umur :

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa setelah mendapatkan penjelasan penelitian dan memahami informasi yang diberikan oleh peneliti serta mengetahui tujuan dan manfaat penelitian, maka dengan ini saya secara sukarela bersedia menjadi partisipan dalam penelitian ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun.

Bandar Lampung, April 2017 Yang menyatakan,

(9)

PANDUAN FGD

Penelitian

Pengembangkan Instrumen Penegakkan Diagnosis Keperawatan menurut Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI)

Tahun 2017

Total waktu pelaksanaan FGD = 60-90 menit

NASKAH PENGANTAR (15 minutes)

Catatan Fasilitator: Gunakan naskah dibawah ini ketika membuka FGD

• Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu semuanya pada pertemuan pada siang hari ini. Nama saya Cikwanto dan saya akan mencoba memfasilitasi diskusi kali ini.

• Partisipasi Bapak/Ibu sangat penting. Karena tujuan dari pertemuan kita kali ini adalah untuk melakukan pembicaraan secara santai, terbuka dalam bentuk diskusi.

• Diskusi kita pada siang hari ini disebut diskusi kelompok terarah, seperti survey pendapat yang sifatnya umum dengan pertanyaan terbuka. Terbuka artinya dapat mengundang pendapat yang bermacam-macam.

PENYAMPAIAN TUJUAN (5 minutes)

• Kita akan membicarakan tentang pendokumentasian dan penegakan diagnosis keperawatan, yang akhir-akhir ini banyak mempengaruhi tingkat kinerja organisasi/instansi.

• Saya tertarik dan ingin mendengar pendapat, pandangan dan komentar, ide maupun saran Bapak/Ibutentang hal itu.

• Semua jawaban adalah BETUL, tidak ada yang salah, karena kita memiliki pandangan maupun pendapat sendiri-sendiri tentang hal itu. Semua pendapat baik yang positif maupun negatif dapat diutarakan dan diterima.

• Bapak/Ibu boleh berbeda pendapat tentang hal yang sedang kita bicarakan. Dimohon kepada semua peserta untuk menghormati pendapat orang lain. Orang lain mungkin mempunyai pandangan atau pendapat yang berbeda dan hal itu merupakan hal yang baik dalam diskusi ini.

• Dimohon untuk memberikan kepada setiap orang kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pembicaraan.

PROSEDUR (5 minutes)

• Apapun yang akan anda sampaikan dalam diskusi ini akan disimpan dan dirahasiakan dan hanya akan digunakan untuk tujuan penelitian.

• Kami akan menggunakan alat perekam dan membuat catatan tentang perjalanan diskusi ini dan apa yang anda sampaikan, tetapi kami tidak akan menuliskan nama ataupun siapa yang menyatakan pernyataan. Hal ini semata-mata dimaksudkan agar seluruh pendapat Bapak/Ibu dapat tercatat dengan baik.

• Oleh karena ini merupakan diskusi kelompok, Bapak/Ibu dipersilakan menyampaikan pendapatnya tanpa harus menunggu penunjukan dari kami. Yang penting Bapak/Ibu berbicara satu per satu, sehingga pendapat Bapak/Ibu dapat terekam dengan jelas dan lengkap.

• Kita akan membicarakan berbagai hal tentangp endokumentasian dan penegakan diagnosis keperawatan. Mungkin saja saya berganti pembicaraan atau melanjutkan ke topik lain. Jangan segan-segan untuk menghentikan saya, apabila Bapak/Ibu masih ingin menambahkan apa yang telahBapak/Ibu sampaikan sebelumnya.

(10)

PERKENALAN (15 minutes)

• Catatan Fasilitator: Ketika informan memperkenalkan diri, fasilitator membuat denah dan nomor tempat duduk

• Silakan Bapak/Ibu memperkenalkan nama dan sedikit keterangan tentang diri anda, alamat dan tempat tinggal

DISKUSI : PANDANGAN UMUM TENTANG PENEGAKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN (60 minutes)

• BagaimanapenilaianBapak/Ibuterhadappelaksanaanpendokumentasiandanpenegakan diagnosis keperawatan?

• Menurut Bapak/Ibuhal-hal apa saja yang menyebabkan kondisi pendokumentasian dan penegakan diagnosis keperawatan di RS ini?

PENUTUP | RINGKASAN (5 minutes)

• Kita sudah membicarakan tentang pendokumentasian dan penegakan diagnosis keperawatan. Sebelum diskusi ini ditutup, mungkin masih ada Bapak/Ibu yang ingin menambahkan terhadap hal-hal yang sudah disampaikan sebelumnya.

• Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu. Hasil diskusi ini sangat berharga bagi kami. Selamat siang/sore/malam.

(11)

PENGUMPULAN DATA DEMOGRAFI RESPONDEN

Lampiran 5

(12)

PENGUMPULAN DATA DEMOGRAFI RESPONDEN

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENEGAKAN DIAGNOSIS

KEPERAWATAN BERBASIS SDKI

No. Responden : Tgl Pengisian :

Petunjuk :

1. Saudara tidak perlu menuliskan nama.

2. Berikan jawaban sejujurnya, karena kejujuran anda sangat penting dalam penelitin ini. 3. Saudara dipersilakan memilih salah satu jawaban yang tersedia dengan memberikan

tanda (√) pada lingkaran jawaban yang tersedia.

4. Setelah semua diisi mohon diserahkan kembali kepada peneliti.

DATA DEMOGRAFI 1. Umur

20-25 tahun

41-45 tahun

26-30 tahun

46-50 tahun

36-40 tahun

> 50 tahun 2. Jenis Kelamin

Laki-laki

Perempuan 3. Lama bekerja

Kurang dari 1 tahun

6-10 tahun

1-5 tahun

> 15 tahun

4. Pendidikan Terakhir

SPK

S1 Keperawatan

D3 Keperawatan

S2 Keperawatan

5. Status Kepegawaian

Pegawai Tetap

Pegawai Magang

(13)

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENEGAKAN DIAGNOSIS

KEPERAWATAN BERBASIS SDKI

(14)

Petunjuk pengisian format diagnosis keperawatan Aktual

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN

KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam: D.0056 Intoleran Aktivitas

Definisi: Ketidakcukupan energi fisiologis dan/atau psikologis untuk melakukan aktivitas sehari-hari

berhubungan dengan

⃝ ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen ⃝ tirah baring

⃝ kelemahan ⃝ imobilitas

⃝ gaya hidup monoton

dibuktikan dengan

⃝ mengeluh lelah ⃝ RR. x/menit

⃝ N. x/menit sebelum aktivitas ⃝ TD. mmhg sebelum aktivitas ⃝ N. x/menit setelah aktivitas ⃝ TD. mmhg setelah aktivitas

⃝ tidak nyaman setelah aktivitas ⃝ lemah

⃝ sianosis ⃝ EKG; aritmia ⃝ EKG; iskemia

Kode diagnosa

keperawatan Label & definisi label diagnosis keperawatan (problem).

Penyebab (Etiology) . Diisi sesuai dengan faktor penyebab

Tanda & Gejala (symptom) Mayor pada sebelah kiri, harus diisi () lebih dari 80% Diisi dengan tanggal dan jam saat penegakan diagnosis keperawatan

Tanda & Gejala (symptom) Minor pada sebelah kanan, diisi () jika ditemukan tanda tersebut

(15)

Petunjuk pengisian format diagnosis keperawatan Risiko

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN

KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam: D.0141 Risiko Infeksi

Definisi: Berisiko mengalami peningkatan terserang organisme patogenik

dibuktikan dengan

⃝ penyakit kronis ⃝ efek prosedur invasif

⃝ malnutrisi ⃝ leukopenia

⃝ gangguan peristaltik ⃝ perubahan sekresi pH

⃝ kerusakan integitas kulit ⃝ penurunan kerja siliaris

⃝ ketuban pecah lama ⃝ merokok

⃝ ketuban pecah dini ⃝ statis cairan tubuh

⃝ penurunan hemoglobin ⃝ imununosupresi

⃝ vaksinasi tidak adekuat ⃝ supresi respon inflamasi

Petunjuk pengisian format diagnosis keperawatan Promkes

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN

KEPERAWATAN

PARAF & NAMA Tanggal:

Jam:

D.0048 Kesiapan Peningkatan Eliminasi UrineDefinisi: Pola fungsi sistem perkemihan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan eliminasi yang dapat ditingkatkan

dibuktikan dengan

⃝ pasien ingin berkemih ⃝ asupan cairan cukup

⃝ jumlah urine normal ⃝ karakteristik urine normal

Kode diagnosa

keperawatan Label & definisi label diagnosis keperawatan (problem).

Penyebab (Etiology) . Diisi sesuai dengan faktor penyebab Diisi dengan tanggal dan jam saat penegakan diagnosis keperawatan

Kode diagnosa

keperawatan Label & definisi label diagnosis keperawatan (problem).

Tanda & Gejala (symptom) Mayor pada sebelah kiri, harus diisi () lebih dari 80% Diisi dengan tanggal dan jam saat penegakan diagnosis keperawatan

Tanda & Gejala (symptom) Minor pada sebelah kanan,

diisi () jika ditemukan tanda tersebut

(16)

RENCANA KEPERAWATAN

Nama :

No. RM :

Tanggal Lahir :

DIAGNOSIS : Diabetus Mellitus Jenis Kelamin : ⃝ laki-laki ⃝ perempuan

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN

KEPERAWATAN

PARAF & NAMA

Tanggal:

Jam:

D.0027 Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah

Definisi: Variasi kadar glukosa darah naik/turun dari rentang normal

berhubungan dengan

Hiperglikemia ⃝ disfungsi pankreas ⃝ resistensi insulin

⃝ gangguan toleransi glukosa darah ⃝ gangguan glukosa darah puasa Hipoglikemia

⃝ penggunaan insulin atau obat glikemik oral ⃝ hiperinsulinemia

⃝ endokrinopati ⃝ disfungsi hati ⃝ disfungsi ginjal kronis ⃝ efek agen farmakologis

⃝ tindakan pembedahan neoplasma ⃝ gangguan metabolik bawaan

dibuktikan dengan

Hiperglikemia

⃝ lelah atau lesu ⃝ mulut kering

⃝ kadar glukosa darah tinggi: mg% ⃝ rasa haus

⃝ kadar glukosa urin tinggi: mg% ⃝ jumlah urin meningkat Hipoglikemia

⃝ mengantuk ⃝ berkeringat

⃝ pusing ⃝ palpitasi

⃝ gangguan koordinasi ⃝ lapar

⃝ kadar glukosa darah rendah: mg% ⃝ gemetar

⃝ kadar glukosa urin rendah: mg% ⃝ kesadaran menurun ⃝ perilaku aneh ⃝ sulit bicara

(17)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam:

D.0038 Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Definisi: Variasi kadar glukosa darah naik/turun dari rentang normal

berhubungan dengan

⃝ kurang terpapat informasi tentang manajemen diabetes ⃝ pemantauan glukosa darah tidak tepat

⃝ kurang dapat menerima diagnosis ⃝ kurang patuh pana manajemen diabetik ⃝ manajemen medikasi

⃝ kehamilan

⃝ periode pertumbuhan cepat ⃝ stres berlebihan

⃝ penambahan berat badan

Tanggal:

Jam:

D.0019 Defisit Nutrisi

Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memnuhi kebutuhan metabolisme

berhubungan dengan

⃝ ketidakmampuan menelan makanan ⃝ ketidakmampuan mencerna makanan ⃝ ketidakmampuan mengabsorsi makanan ⃝ peningkatan kebutuhan metabolism ⃝ faktor ekomoni; finansial tidak cukup ⃝ faktor psikologis; stress/enggan makan

dibuktikan dengan

⃝ berat badan turun >10% dari ideal ⃝ cepat kenyang setelah makan ⃝ BB. kg saat sehat ⃝ kram/nyeri abdomen ⃝ BB. kg saat sakit ⃝ nafsu makan menurun

⃝ bising usus hiperaktif ⃝ otot menguyah lemah ⃝ otot menelan lemah ⃝ membran mukosa pucat ⃝ sariawan

⃝ serum abumin menurun ⃝ rambut rontok berlebihan ⃝ diare

(18)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam:

D.0032 Risiko Defisit Nutrisi Definisi: Berisiko mengalami asupan nutrisi tidak cukup untuk memnuhi kebutuhan metabolisme

berhubungan dengan

⃝ ketidakmampuan menelan makanan ⃝ ketidakmampuan mencerna makanan ⃝ ketidakmampuan mengabsorsi makanan ⃝ peningkatan kebutuhan metabolism ⃝ faktor ekomoni; finansial tidak cukup ⃝ faktor psikologis; stress/enggan makan Tanggal:

Jam:

D.0023 Hipovolemia

Definisi: Penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial dan/atau intravaskuler

berhubungan dengan

⃝ kehilangan cairan aktif ⃝ kegagalan mekanisme regulasi ⃝ peningkatan permabilitas ⃝ kekurangan intake cairan ⃝ evaporasi

dibuktikan dengan

⃝ N. x/menit ⃝ merasa lemah

⃝ nadi lemah ⃝ mengeluh haus

⃝ tekanan nadi menyempit ⃝ pengisian vena menurun ⃝ TD. mmhg ⃝ perubahan status mental ⃝ turgor kulit menurun ⃝ konsentasi urin meningkat ⃝ membran mukosa kering ⃝ BB turun tiba-tiba : ⃝ volume urin menurun

⃝ hematokrit meningkat : Tanggal:

Jam:

D.0034 Risiko Hipovolemia Definisi: Berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial dan/atau intravaskuler

berhubungan dengan

⃝ kehilangan cairan aktif ⃝ kegagalan mekanisme regulasi ⃝ peningkatan permabilitas ⃝ kekurangan intake cairan ⃝ evaporasi

(19)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam:

D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif Definisi: Penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme tubuh

berhubungan dengan

⃝ hiperglikemia

⃝ penurunan konsentrasi hemoglobin ⃝ peningkatan tekanan darah ⃝ penurunan volume cairan

⃝ penurunan aliran arteri dan/atau vena ⃝ kurang aktifitas fisik

⃝ kurang terpapar informasi tentang faktor penggerak: merokok, gaya hidup monoton,

⃝ trauma, obesitas, asupan garam, imobilitas.

⃝ kurang terpapar informasi tentang proses penyakit: DM, hiperlidemia.

dibuktikan dengan

⃝ nyeri ekstremitas ⃝ parastesia

⃝ CRT >3 detik ⃝ edema

⃝ N. x/menit (perifer) ⃝ penyembuhan luka lambat ⃝ akral teraba dingin ⃝ indeks ankle-brakhial <0,90

⃝ warna kulit pucat ⃝ bruit femoral

(20)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam: D.0085

Gangguan Persepsi Sensori

Definisi: perubahan dalam jumlah pola stimulus yang masuk (baik secara internal atau eksternal) disertai dengan respon yang berkurang, berlebih atau distorsi atau mengganggu rangsangan tersebut. berhubungan dengan ⃝ kelainan penglihatan ⃝ kelainan pendengaran ⃝ kelianan penghindu ⃝ kelainan perabaan ⃝ hipoksia serebral ⃝ penyalagunaan zat ⃝ usia lanjut

⃝ pemajanan toksin lingkungan

dibuktikan dengan

⃝ mendengar suara bisikan ⃝ menyatakan kesal

⃝ melihat bayangan ⃝ menyatakan senang dengan suara-suara

⃝ bicara sendiri ⃝ menyendiri

⃝ merasakan sesuatu melalui indera : ⃝ melamun ⃝ konsentrasi buruk ⃝ distorsi sensori ⃝ disorientasi: ⃝ respon tidak sesuai ⃝ curiga

⃝ bersikap seolah mendengar sesuatu ⃝ melihat ke satu arah

(21)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam:

D.0129 Gangguan Integritas Kulit/JaringanDefinisi: Kerusakan kulit (dermis dan/atau epidermis) atau jaringan (membran mukosa, kornea, * fasia, otot, tendon, tulang, katilago, kapsul sendi dan/atau ligamen)

berhubungan dengan

⃝ perubahan sirkulasi ⃝ perubahan status nutrisi

⃝ kekurangan/kelebihan volume cairan ⃝ penurunan mobilitas

⃝ bahan kimia iritatif

⃝ suhu lingkungan yang ekstrim ⃝ efek samping terapi radiasi ⃝ kelembaban

⃝ proses penuaan ⃝ neuropati perifer ⃝ perubahan pigmentasi ⃝ perubahan hormonal

⃝ faktor mekanis (penonjolan tulang, gesekan) faktor elektris (elektrodiatermi, energi listrik) ⃝ kurang terpapar informasi tentang upaya mempertahankan/melindungi integritas jaringan

dibuktikan dengan

⃝ lokasi luka: ⃝ skala nyeri :

⃝ ukuran luka: ⃝ perdarahan

⃝ kemerahan ⃝ hepatoma

D.0141 Risiko Infeksi

Definisi: Berisiko mengalami peningkatan terserang organisme patogenik

dibuktikan dengan

⃝ penyakit kronis ⃝ efek prosedur invasif

⃝ malnutrisi ⃝ leukopenia

⃝ gangguan peristaltik ⃝ perubahan sekresi pH

⃝ kerusakan integritas kulit ⃝ penurunan kerja siliaris

⃝ ketuban pecah lama ⃝ merokok

⃝ ketuban pecah dini ⃝ statis cairan tubuh

⃝ penurunan hemoglobin ⃝ imununosupresi

(22)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam: D.0057 Keletihan

Definisi: Penurunan kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak pulih dengan istirahat

berhubungan dengan

⃝ kecemasan ⃝ depresi ⃝ gangguan tidur ⃝ gaya hidup monoton ⃝ hambatan lingkungan : ⃝ kondisi fisiologis : ⃝ peristiwa hidup negatif ⃝ pemicu stress (stressor)

dibuktikan dengan

⃝ merasa energi tidak pulih walaupun telah tidur ⃝ merasa bersalah akibat tidak mampu ⃝ kerasa kurang tenaga ⃝ menjalankan tanggungjawab

⃝ mengeluh lelah ⃝ libido menurun

⃝ tidak mampu mempertahankan aktivitas rutin ⃝ kebutuhan istirahat meningkat ⃝ tampak lesu

Tanggal:

Jam:

D.0092 Ketidakberdayaan Definisi: persepsi bahwa tindakan seseorang tidak akan mempengaruhi hasil secara signifikan; persepsi kurang kontrol pada situasi ini atau yang akan datang

berhubungan dengan

⃝ regimen terkait penyakit ⃝ lingkungan perawatan

⃝ interaksi interpersonal yang tidak memuaskan

dibuktikan dengan

⃝ menyatakan frustasi atau tidak mampu ⃝ menyatakan asing

⃝ melakukan aktifitas sebelumnya ⃝ menyatakan keraguan tentang kinerja peran ⃝ bergantung pada orang lain ⃝ menyatakan kurang kontrol

⃝ menyatakan rasa malu ⃝ depresi karena gangguan fisik ⃝ tidak berpartisipasi dalam perawatan

(23)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam:

D.0110 Defisit Pengetahuan tentang :

Definisi: Ketiadaan atau kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu

berhubungan dengan

⃝ keterbatasan kognitif ⃝ keterbatasan fungsi kognitif ⃝ kekeliruan mengikuti anjuran ⃝ kurang terpapar informasi ⃝ kurang minat dalam belajar ⃝ kurang mampu mengingat ⃝ ketidaktahuan menemukan sumber informasi

dibuktikan dengan

⃝ menanyakan masalah yang dihadapi ⃝ menjalani pemeriksaan yang tidak tepat ⃝ menunjukkan perilaku tidak sesuai anjuran ⃝ menunjukkan perilaku berlebihan ⃝ menunjukkan persepsi yang keliru

(24)

RENCANA KEPERAWATAN

Nama :

No. RM :

Tanggal Lahir :

DIAGNOSIS : Cronic Heart Failure (CHF) Jenis Kelamin : ⃝ laki-laki ⃝ perempuan

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN

KEPERAWATAN

PARAF & NAMA

Tanggal:

Jam:

D.0008 Penurunan Curah Jantung

Definisi: Ketidakadekuatan jantung memompa darah untuk memnuhi kebutuhan metabolisme tubuh

berhubungan dengan

⃝ perubahan irama jantung ⃝ perubahan frekuensi jantung ⃝ perubahan kontraktilitas ⃝ perubahan preload ⃝ perubahan afterloader

dibuktikan dengan

perubahan irama jantung ⃝ palpitasi

⃝ bradikardia/takikardia: x/menit ⃝ EKG: aritmia/gangguan konduksi* perubahan kontraktilitas

⃝ paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) ⃝ cardiac index (CI) menurun

⃝ ortopnea ⃝ left ventricular stroke work index (LVSWI) menurun

⃝ batuk ⃝ stroke volume index (SVI) menurun

perubahan preload

⃝ lelah ⃝ murmur jantung

⃝ edema ⃝ BB bertambah: kg

⃝ distensi vena jugolaris ⃝ stroke volume index (SVI) menurun ⃝ CVP meningkat/menurun* ⃝ pulmonary artery wedge pressure

⃝ terdengar S3/S4 ⃝ (PAWP) menurun

⃝ eject fraction (EF) menurun perubahan afterloader

⃝ dispnea: x/menit ⃝ pulmonary vascular resistence (PVR) ⃝ perubahan TD: mmhg meningkat/menurun

⃝ nadi perifer lemah ⃝ systemic vascular resistence (SVR)

⃝ CRT > 3 detik meningkat/menurun ⃝ oliguria : ⃝ pucat / sianosis Prilaku/emosional ⃝ cemas ⃝ gelisah

(25)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam:

D.0056 Intoleran Aktivitas Definisi: Ketidakcukupan energi fisiologis dan/atau psikologis untuk melakukan aktivitas sehari-hari

berhubungan dengan

⃝ ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen ⃝ tirah baring

⃝ kelemahan ⃝ imobilitas

⃝ gaya hidup monoton

dibuktikan dengan

⃝ mengeluh lelah ⃝ Dispnea: x/menit

⃝ N. x/menit sebelum aktivitas ⃝ TD. mmhg sebelum aktivitas ⃝ N. x/menit setelah aktivitas ⃝ TD. mmhg setelah aktivitas

⃝ tidak nyaman setelah aktivitas ⃝ lemah ⃝ sianosis ⃝ EKG; aritmia ⃝ EKG; iskemia Tanggal: Jam: D.0022 Hipervolemia

Definisi: Peningkatan volume cairan intravaskuler, interstisial dan/atau intravaskuler

berhubungan dengan

⃝ gangguan mekanisme regulasi ⃝ kelebihan asupan cairan ⃝ kelebihan asupan natrium ⃝ gangguan aliran balik vena ⃝ efek agen farmakologis

dibuktikan dengan

⃝ edema anasarka ⃝ distensi vena jugularis

⃝ edema perifer ⃝ suara napas tambahan :

⃝ BB. kg ⃝ hepatomegali

⃝ ortopnea ⃝ kadar Hb :

⃝ RR. x/menit ⃝ kadar Ht : ⃝ paroxysmal nocturnal dyspnea ⃝ oliguria

⃝ JVP / CVP meningkat ⃝ balance cairan posistif ⃝ reflek hepatojugular positif ⃝ kogestif paru

(26)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam:

D.0003 Gangguan Pertukaran Gas Definisi: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eleminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler

berhubungan dengan

⃝ ketidakseimbangan ventilasi perfusi ⃝ perubahan membran alveolus-kapiler

dibuktikan dengan

⃝ dispnea, RR. x/menit ⃝ pusing

⃝ hiperkapnia/hiperkarbia ⃝ penglihatan kabur

⃝ hipoksemia ⃝ sianosis

⃝ N. x/menit (takikardia) ⃝ diaforesis

⃝ kadar karbondioksida : ⃝ gelisah

⃝ pH arteri : ⃝ pernapasan cuping hidung

⃝ bunyi napas tambahan : ⃝ pola napas : cepat/lambat, irama

⃝ ireguler, dalam/dangkal) ⃝ warna kulit : pucat/kebiruan ⃝ kesadaran menurun Tanggal:

Jam:

D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif Definisi: Penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme tubuh

berhubungan dengan

⃝ hiperglikemia

⃝ penurunan konsentrasi hemoglobin ⃝ peningkatan tekanan darah ⃝ penurunan volume cairan

⃝ penurunan aliran arteri dan/atau vena ⃝ kurang aktifitas fisik

⃝ kurang terpapar informasi tentang faktor penggerak: merokok, gaya hidup monoton,

⃝ trauma, obesitas, asupan garam, imobilitas.

⃝ kurang terpapar informasi tentang proses penyakit: DM, hiperlidemia.

dibuktikan dengan

⃝ nyeri ekstremitas ⃝ parastesia

⃝ CRT >3 detik ⃝ edema

⃝ N. x/menit (perifer) ⃝ penyembuhan luka lambat ⃝ akral teraba dingin ⃝ indeks ankle-brakhial <0,90

⃝ warna kulit pucat ⃝ bruit femoral

(27)

WAKTU DIAGNOSIS KEPERAWATAN TUJUAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF & NAMA Tanggal: Jam:

D.0129 Gangguan Integritas Kulit/JaringanDefinisi: Kerusakan kulit (dermis dan/atau epidermis) atau jaringan (membran mukosa, kornea, * fasia, otot, tendon, tulang, katilago, kapsul sendi dan/atau ligamen)

berhubungan dengan

⃝ perubahan sirkulasi ⃝ perubahan status nutrisi

⃝ kekurangan/kelebihan volume cairan ⃝ penurunan mobilitas

⃝ bahan kimia iritatif

⃝ suhu lingkungan yang ekstrim ⃝ efek samping terapi radiasi ⃝ kelembaban

⃝ proses penuaan ⃝ neuropati perifer ⃝ perubahan pigmentasi ⃝ perubahan hormonal

⃝ faktor mekanis (penonjolan tulang, gesekan) faktor elektris (elektrodiatermi, energi listrik) ⃝ kurang terpapar informasi tentang upaya mempertahankan/melindungi integritas jaringan

dibuktikan dengan

⃝ lokasi luka: ⃝ skala nyeri :

⃝ ukuran luka: ⃝ perdarahan

⃝ kemerahan ⃝ hepatoma Tanggal:

Jam:

D.0110 Defisit Pengetahuan tentang :

Definisi: Ketiadaan atau kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu

berhubungan dengan

⃝ keterbatasan kognitif ⃝ keterbatasan fungsi kognitif ⃝ kekeliruan mengikuti anjuran ⃝ kurang terpapar informasi ⃝ kurang minat dalam belajar ⃝ kurang mampu mengingat

⃝ ketidaktahuan menemukan sumber informasi

dibuktikan dengan

⃝ menanyakan masalah yang dihadapi ⃝ menjalani pemeriksaan yang tidak tepat ⃝ menunjukkan perilaku tidak sesuai anjuran ⃝ menunjukkan perilaku berlebihan ⃝ menunjukkan persepsi yang keliru

(28)

LEMBAR PENILAIAN VALIDITAS INSTRUMEN

Lampiran 7

(29)

LEMBAR PENILAIAN VALIDITAS INSTRUMEN

DIAGNOSIS KEPERAWATAN BERBASIS SDKI

Diabetes Mellitus

No Komponen Instrumen Benar Salah

D.0027 Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah 1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0038 Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah 1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis risiko 3 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0019 Defisit Nutrisi

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0032 Risiko Defisit Nutrisi

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis risiko 3 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0023 Hipovolemia

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0034 Risiko Hipovolemia

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis risiko 3 Terdapat TT dan nama Perawat

(30)

No Komponen Instrumen Benar Salah

D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0085 Gangguan Persepsi Sensori

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0128 Gangguan Integritas Kulit/Jaringan 1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0141 Risiko Infeksi

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis risiko 3 Terdapat TT dan nama Perawat

D.0057 Keletihan

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0092 Ketidakberdayaan

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0110 Defisit Pengetahuan

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

(31)

LEMBAR PENILAIAN VALIDITAS INSTRUMEN

DIAGNOSIS KEPERAWATAN BERBASIS SDKI

CHF

No Komponen Instrumen Benar Salah

D.0008 Penurunan Curah Jantung

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0056 Intoleran Aktivitas

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0022 Hipervolemia

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0019 Gangguan Pertukaran Gas

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0138 Risiko Gangguan Integritas Kulit 1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis risiko 3 Terdapat TT dan nama Perawat

(32)

No Komponen Instrumen Benar Salah

D.0110 Defisit Pengetahuan

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

(33)

RENCANA KEGIATAN SOSIALISASI & PELATIHAN

Lampiran 8

(34)

RENCANA KEGIATAN SOSIALISASI & PELATIHAN

STANDAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN INDONESIA (SDKI)

DALAM DOKUMENTASI KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH :

CIKWANTO

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

TAHUN 2017

(35)

Pokok Pembahasan : Dokumentasi Keperawatan Sub pokok pembahasan : SDKI

Sasaran : Bidang keperawatan, komite keperawatan, kepala ruangan, perawat RSUD AM Provinsi Lampung

Waktu : 8 Juli 2017

Tempat : Ruang Pertemuan RSUD AM Provinsi Lampung

Pemateri : Cikwanto

A. Tujuan

1. Tujuan Umum

Setelah diberikan pelatihan tentang penerapan SDKI dalam dokumentasi keperawatan diharapkan para peserta mengetahui tentang cara penerapan SDKI dalam dokumentasi keperawatan

2. Tujuan Khusus

Setelah diberikan pelatihan dalam waktu selama 1 bulan diharapkan perawat mampu:

a. Menjelaskan pengertian SDKI

b. Mejelaskan alasan SDKI direkomendasikan menjadi

c. Menjelaskan cara pengisian dokumentasi keperawatan berbasis

B. Materi (terlampir)

Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi : 1. Pengertian penggunaan SDKI

2. Alasan SDKI direkomendasikan menjadi

3. Petunjuk Teknis Dokumentasi Keperawatan Berbasis SDKI

C. Media

1. LCD

2. Fotokopi materi 3. Alat rekam suara 4. buku SDKI

D. Metode

(36)

E. Setting Tempat F. Pengorganisasi 1. Pemateri : Cikwanto 2. Dokumentasi : 3. Perlengkapan : Pembagian Tugas

1. Pemateri : Menyajikan materi

2. Dokumentasi : Mendokumentasikan acara kegiatan

3. Perlengkapan : Menyediakan kelengkapan sarana prasarana kegiatan

(15 Waktu Kegiatan

Waktu Kegiatan Peneliti Kegiatan perawat

Pembukaan (5 menit)

1. Memberi salam 2. Memperkenalkan diri

3. Menjelaskan tujuan kegiatan

Menjawab salam Memperhatikan Kegiatan Inti

(40 menit)

1. Menjelaskan pengertian standar dokumentasi keperawatan 2. Mejelaskan alasan SDKI

direkomendasikan menjadi 3. Menjelaskan Petunjuk Teknis

Dokumentasi Keperawatan Berbasis SDKI

4. Memberikan kesempatan untuk bertanya 5. Menjawab pertanyaan peserta

6. Praktek pengisian instrumen dokumentasi Keperawatan Berbasis SDKI yang akan diisi oleh perawat

Memperhatikan

Memperhatikan materi Menjawab salam

(37)

7. Memberi kesempatanselama kepada para perawat untuk mengisi instrumen

dokumentasi keperawatan berbasis SDKI 8. Menyimpulkan materi yang disampaikan 9. Mengevaluasi peserta atas penjelasan

yang disampaikan dan menanyakan kembali mengenai materi penyuluhan

Penutup (15 menit)

Salam Penutup

H. Evaluasi 1. Struktur

a. Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan sosialisasi b. Ketersediaan sarana prasarana

2. Proses

a. Kegiatan para peserta selama kegiatan berlangsung, b. Proses diskusi tanya jawab

c. pengisian 183nstrument dokumentasi keperawatan berbasis SDKI 3. Hasil

a. Jumlah kehadiran peserta

b. Antuasisme peserta saat kegiatan berlangsung

c. Kemampuan peserta dalam menerima materi yang disampaikan

d. Jumlah perawat yang bersedia mengisi instrumen dokumentasi keperawatan berbasis SDKI

e. Kemampuan perawat dalam mengisi instrumen dokumentasi keperawatan berbasis SDKI dengan lembar observasi

(38)

Materi

STANDAR DIAGNOSIS

KEPERAWATAN INDONESIA

(SDKI)

Sosialisasi

Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) Dalam Dokumentasi Keperawatan

(39)

STANDAR DIAGNOSIS

KEPERAWATAN INDONESIA

SDKI merupakan salah satu standar yang di butuhkan dalam penyelenggaraan praktik keperawatan di Indonesia. Diagnosis keperawatan yang digunakan dalam praktik keperawatan selama ini mengacu pada standar-standar diagnosis Internasional, namun belum dibakukan di Indonesia sehingga diagnosis yang digunakan dalam institusi-institusi pelayanan kesehatan yang menyediakan jasa pelayanan keperawatan di Indonesia masih beragam dan memerlukan penyesuaian untuk dipergunakan dalam lingkup Indonesia dengan keberagaman budaya, kepercayaan dan agama. SDKI yang telah dilaunching PPNI menjadi solusi atas tantangan tersebut.

BAB I

PENDAHULUAN SDKI

A. Latar Belakang SDKI

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merupakan organisasi profesi yang menghinpun perawat secara nasional dan berbadan hukum sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, martabat serta etika profesi perawat, sebagai mana diamanatkan pada Pasal 41 dalam Undang-Undang no. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan, dan pada Pasal 42, PPNI juga diamanatkan berfungsi sebagai pemersatu, pembina, pengembang dan pengawas keperawatan di Indonesia. Dalam mencapai tujuan dan menjalankan fungsi tersebut, salah satunya PPNI berkewajiban untuk menyusun standar-standar yang meliputi Standar Kompetensi, Standar Asuhan Keperawatan, dan Standar Kinerja Profesional. Dalam Standar Asuhan Keperawatan dibutuhkan Standar Diagnosis Keperawatan untuk mengkawal asuhan keperawatan demi terlaksnanya asuhan keperawatan yang optimal bagi klien individu, keluarga dan komunitas.

Diagnosis keperawatan merupakan penilaian klinis terhadap pengalaman atau respon individu, keluarga atau komunitas pada masalah kesehatan, pada risiko masalah kesehatan atau pada proses kehidupan. Diagnosis keperawatan yang sesuai untuk membantu klien mencapai kesehatan yang optimal. Mengingat pentingnya diagnosis keperawatan yang dapat diterapkan secara nasional di Indonesia dengan mengacu pada standar diagnosis internasional yang telah dibakukan sebelumnya.

Penegakan diagnosis keperawatan sebegai salah satu komponen Standar Asuhan Keperawatan perlu dijalankan dengan baik sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang no. 38 tahun 2014 tentang keperawatan pada pasal 30 bahwa dlam menjalankan tugas sebagai pemberi asuhan keperawatan, perawat berwenang menetapkan diagnosis keperawatan. Hal ini menegaskan wewenang perawat sebagai penegak diagnosis’ yang memiliki kemampuan doiagnostik yang baik sebagai dasar

(40)

pemgembangkan rencana intervensi keperawatan dalam rangka mencapai peningkatan, pencegahan dan penyembuhan serta pemulihan kesehatan klien.

B. Tujuan SDKI

1. Menjadi panduan atau acuan bagi perawat dalam menegakkan diagnosis keperawatan

2. Meningkatkan otonomi perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan

3. Memudahkan komunikasi intraprofesional dan interprofesional dengan menggunakan istilah yang seragam dan terstandarisasi

4. Meningkatkan mutu asuhan keperawatan

C. Landasan Hukum SDKI

1. Undang-Undang no. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan 2. Undang-Undang no. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

3. Undang-Undang no. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan 4. Undang-Undang no. 4 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

5. Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan

6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. HK.02.02/ MENKES/148/I/2010 tentang Izin dan Penyelengaraan Praktik Perawat

(41)

BAB II

KETENTUAN UMUM SDKI

Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penegakan diagnosis keperawatan dalam rangka memberikan asuhan keperawatan yang aman, efektif dan etis. Standar ini merupakan salah satu komitmen profesi keperawatan dalam memberikan perlindungan kepda masyarakat sebagai klien dari asuhan keperawatan yang dilakukan oleh anggota rofesi perawat. SDKI ini dalam penyusunannya telah di sesuaikan dan di kembangkan dari Standar Praktik Keperawatan Indonesia yang dikeluarkan oleh PPI tahun 2005. Adapun standar praktik keperawatan terkait diagnosis keperawatan termuat dalam Standar II sebagai berikut:

Standar II: Diagnosis Keperawatan

Perawat menganlisis data pengkajian untuk merumuskan diagnosis keperawatan

Rasional

Diagnosis keperawatan sebagai dasar pengembangan rencana intervensi keperawatan dalam rangka mencapai peningkatan, pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan.

Kriteria Struktur

Tatanan praktik memberikan kesempatan:

a. Kepada teman sejawat dan klien untuk melakukan validasi diagnosis keperawatan

b. Adanya mekanisme pertukaran informasi tentang hasil penelitian dalam menetapkan diagnosis keperawatan yang tepat.

c. Untuk akses sumber-sumber dan program pengembangan professional yang terkait d. Adanya pencatatn yang sistematis tentang diagnosis klien

Kriteri Proses

a. Proses diagnosis terdiri dari analisis, interprestasi data, identifikasi masalah klien dan perumusan diagnosis keperawatan

b. Komponen diagnosis keperawatan terdiri darimasalah (P), penyebab (E)’ gejala/tanda (S), atau terdiri dari masalah (P) dan penyebab (E).

c. Bekerjasma dengan klien, dekat dengan klien, dan petugas kesehatan lain untuk menvasilidasi diagnosis keperawatan.

d. Melakukan kaji uang dan revisi diagnosis bedasarkan data terbaru.

Kriteria Hasil

a. Diagnosis keperawatan divalidasi oleh klien bila memungkinkan

b. Diagnosis keperawatan yng dibuat diterima oleh teman sejawat sebagai diagnosis yang relevan dan signifikan.

c. Diagnosis didokumentasikan untuk memudahkan perencanaan, implementasi, evaluasi dan penelitian.

(42)

BAB III

KETENTUAN KHUSUS SDKI

A. Definisi Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan merupakan suatu penilaian klinis mengenai respon pasien terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya baik yang berlangsung aktual maupun potensial. Diagnosis keperawatan bertujuan untuk mengidentifikasi respon klien individu, keluarga dan komunitas terhadap situasi yang berkaitan dengan kesehatan.

Perawat diharapkan memiliki rentang perhatian yang luas, baik pada klien sakit maupun sehat. Respon-respon tersebut merupakan reaksi terhadap masalah kesehatan dan proses kehidupan yang dialami klien. Masalah kesehatan mengacu kepada respon klien terhadap kondisi sehat-sakit, sedangkan proses kehidupan mengacu kepada respon klien terhadap kondisi yang terjadi selama rentang kehidupannya dimulai dari fase pembuahan hingga menjelang ajal dan meninggal membutuhkan diagnosis keperawatan dan dapat diatasi atau di ubah dengan intervensi keperawatan

B. Klasifikasi Diagnosis Keperawatan

International Council Of Nurse (ICN) sejak tahun 1991 telah mengembangkan suatu sistem klasifikasi yang disebut dengan International Nurse Council International Classification for Nursing Practice (ICNP). Sistem klasifikasi ini tidak hanya mencakup klasifikasi diagnosis keperawatan, tetapi juga klasifikasi intervensi dan tujuan (outcome) keperawatan. Sistem klasifikasi ini disusun untuk mengharmonisasikan terminologi-terminologi keperawatan yang digunakan di berbagai negara diantaranya seperti Clinical Care Classification (CCC), North American Nursing Diagnosis Association (NANDA), Home Health Care Classification (HCC), Sistematized Nomenclature of Medicine Clinical Terms (SNOMED CT), International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF), Nursing Diagnostic Sistem of the Centre for Nursing Deveopment and Research (ZEFP) dan Omaha Sistem (Hardiker et al, 2011; Muller-staub et al, 2007; wake & Coene, 1998).

ICNP membagi diagnosis keperawatan menjadi lima kategori, yaitu Fisiologis, Psikologis, Prilaku, Relasional dan Lingkungan (wake & Coene, 1998). Kategori dan subkategori diagnosis keperawatan dapat dilihat pada skema 2.1.

(43)

Skema 1. Klasifikasi Diagnosis Keperawatan

Diadaptasi dari: International Classification of Nursing Practice- Diagnosis Classification (Wake, 1994); Doengoes & Moohouses’s Diagnosis Division of Nursing Diagnosis (Doengoes et al, 2013).

C. Jenis Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan dibagi menjadi dua jenis, yaitu Diagnosis Negatif dan Diagnosis Positif (lihat skema 3.1). Diagnosis Negatif menunjukkan bahwa klien dalam kondisi sakit atau berisiko mengalami sakit sehingga penegakan diagnosis ini akan mengarahkan pemberian intervensi keperawatan yang bersifat penyembuhan pemulihan dan pencegahan. Diagnosis ini terdiri dari Diagnosis Aktual dan Diagnosis Risiko. Sedangkan Diagnosis Positif menunjukkan bahwa klien dalam kondisi sehat dan dapat mencapai kondisi lebih sehat atau optimal. Diagnosis ini disebut juga dengan Diagnosis Promosi Kesehatan (ICNP 2015; Standar Praktik Keperawatan Indonesia - PPNI 2015).

Skema 2. Klasifikasi Diagnosis Keperawatan

Jenis-jenis diagnosis keperawatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut (Carpenito, 2003; Potter & Perry 2013).

1. Diagnosis Aktual

Diagnosis ini menggambarkan respon klien terhadap suatu kondisi kesehatan atau proses kehidupannya yang menyebabkan klien mengalami masalah kesehatan. Tanda/gejala mayor dan minor dapat ditemukan dan divalidasi pada klien.

Risiko Aktual Promosi Kesehatan Negatif Positif Diagnosa Keperawatan Lingkungan Keamanan & Proteksi Psikologis Nyeri & Kenyamanan Integritas Ego Pertumbuhan & Perkembangan Perilaku Kebersihan Diri Penyuluhan & Pembelajaran Fisiologis Respirasi Sirkulasi Nutrisi & Cairan

Eliminasi Aktivitas & Istirahat Neurosensor i Reproduksi &Seksualitas Relasional Interaksi Sosial Diagnosis Keperawatan

(44)

2. Diagnosis Risiko

Diagnosis ini menggambarkan respon klien terhadap suatu kondisi kesehatan atau proses kehidupannya yang menyebabkan klien berisiko mengalami masalah kesehatan. Tidak ditemukan tanda/gejala mayor dan minor pada klien, namun klien memiliki faktor risiko mengalami masalah kesehatan.

3. Diagnosis Promosi Kesehatan

Diagnosis ini menggambarkan adanya keinginan dan motivasi klien untuk meningkatkan kondisi kesehatannya ke tingkat yang lebih baik dan optimal.

D. Komponen Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan memiliki komponen utama, yaitu Masalah (problem) atau label Diagnosis dan Indikator Diagnostik. Masing-masing komponen diagnosis diuraikan sebagai berikut :

1. Masalah (Problem)

Masalah merupakan label diagnosis keperawatan yang menggambarkan inti dari respons klien terhadap kondisi kesehatan atau proses kehidupannya. Label diagnosis terdiri atas Deskriptor atau perjelas dan Fokus Diagnostik (lihat tabel 3.1)

No Deskriptor Fokus Diagnostik

1 Tidak Efektif Bersihan jalan napas

2 Gangguan Pertukaran Gas

3 Penurunan Curah Jantung

4 Intoleran Aktivitas

5 Defisit Pengetahuan

Tabel 1. Contoh Deskriptor dan Fokus Diagnostik pada Diagnosis Keperawatan

Deskriptor merupakan pernyataan yang menjelaskan bagaimana suatu fokus diagnosis terjadi. Beberapa deskriptor yang digunakan dalam diagnosis keperawatan diuraikan pada tabel 3.2 dibawah ini.

No Deskriptor Fokus Diagnostik

1 Defisit Tidak cukup tidak adekuat

2 Disfungsi Tidak berfungsi secara normal

3 Efektif Menimbulkan efek yang diinginkan

4 Gangguan Mengalami hambatan atau kerusakan

5 Lebih Berada diatas nilai normal atau yang di

perlukan

6 Penurunan Berkurang baik dalam ukuran jumlah atau

derajat

7 Rendah Berada dibawah nilai normal atau yang di

perlukan

8 Tidak efektif Tidak menimbulakn efek yang diingikan

9 Tidak

proposional

Terlalu besar/kecil jika dibandingkan dengan normal

(45)

pada Diagnosis Keperawatan

2. Indikator Diagnostik

Pada diagnosis aktual indikator diganostiknya terdiri atas penyebab dan tanda/gejala dengan uraian sebagai berikut.

a. Penyebab (etiology) merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan status kesehatan. Etiologi dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu : a) Patofisiologis, Biologis atau Psikologis; b) efek terapi/tindakan; c) Situasional (lingkungan dan personal), dan d) Maturasional.

b. Tanda (sign) dan Gejala (symptom). Tanda merupakan data obyektif yang di peroleh dari hasil pemeriksaan fisik pemeriksaan laboratorium dan prosedur diagnostik sedangkan gejala merupakan tanda subyektif yang di peroleh dari hasil anamnesis. Tanda/gejala di kelompokkan dua kategori, yaitu:

a) Mayor: tanda/gejala ditemukan sekitar 80%-100% untuk validasi diagnosis. b) Minor: tanda/gejala tidak harus ditemukan, namun jika di temukan dapat

mendukung penegakan diagnosis.

E. Proses Penegakan Diagnosis Keperawatan

Proses penegakan diagnosis (diagnostic process) atau mendiagnosis merupakan suatu proses yang sistematis yang terdiri dari tiga tahap yaitu analisa data identifikasi masalah dan perumusan diagnosis

Skema 3. Tahap Penegakan Diagnosis (Diagnosis Process)

Di adaptasi dari: Ackley & Makic (2017); Berman Snyder & Frendsen (2015); Potter & Perry (2013)

Pada perawat yang telah berpengalaman proses ini dapat dilakukan secara simultan namun pada perawat yang belum memiliki pengalaman yang memandai maka perlu melakukan latihan dan pembiasaan untuk melakukan proses penegakan diagnosis secara sistematis. Proses penegakan diagnosis diuraikan sebagai berikut:

1. Analisa Data

Analisa data dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. Bandingkan data dengan nilai normal

Data-data yang didapatkan dari pengkajian di bandingkan dengan nilai-nilai normal dan diidentifikasi tanda/gejala yang bermakna (significant cues).

Analisa Data

Identifikasi Masalah

 Bandingkan dengan nilai normal

 Kelompokkan data

 Masalah Aktual, Risiko dan/atau Promosi Kesehatan

Perumusan Diagnosis

 Aktual: Masalah b.d. Penyebab d.d. Tanda/Gejala  Risiko: Masalah d.d. Faktor Risiko  Promkes: Masalah d.d. Tanda/Gejala

(46)

b. Kelompokkan data

Tanda /gejala yang dianggap bermakna dikelompokkan berdasarkan pola kebutuhan dasar yang meliputi respirasi, sirkulasi, nutrisi/cairan, eliminasi, aktivitas/istirahat, neurosensori, reproduksi/ seksualitas, nyeri/kenyamanan, intgritas ego, pertumbuhan/ perkembangan, kebersihan diri, penyuluhan/ pembelajaran, interaksi sosial, dan keamanan/proteksi. Proses pengelompokan data dilakukan baik secara induktif atau dedukti. Secara induktif dengan memilah data sehingga membentuk sebuah pola, sedangkan secara deduktif dengan menggunakan kategori pola kemudian mengelompokkan data sesuai kategorinya.

2. Identifikasi Masalah

Setelah data di analisis, perawat dan klien sama-sama mengidentifikasi masalah aKtual, risiko dan/atau promosi kesehatan. Pernyataan masalah kesehatan merujuk ke label diagnosis keperawatan.

3. Perumusan Diagnosis Keperawatan

Perumusan atau penulisan diagnosis keperawatan disesuaikan dengan jenis diagnosis keperawatan. Terdapat dua metode perumusan diagnosis keperawatan, yaitu:

a. Penulisan Tiga Bagian

Metode penulisan ini terdiri dari masalah, penyebab dan tanda/gejala. Metode penulisan ini dilakukan pada diagnosis aktual, dengan formulasi sebagai berikut:

Masalah berhubungan dengan Penyebab di buktikan dengan Tanda/Gejala

Frase ‘berhubungan dengan’ dapat di singkat b.d. dan ‘dibuktikan dengan’ dapat disingkat d.d.

Masalah b.d. Penyebab d.d. Tanda/Gejala

Contoh penulisan:

Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan napas dibuktikan dengan batuk tidak efektif, sputum berlebih, mengi, dispnea, gelisah. b. Penulisan Dua Bagian

Metode penulisan ini dilakuakn pada diagnosis risiko dan diagnosis promosi kesehatan, dengan formulasi sebagai berikut:

1) Diagnosis Risiko

Masalah di buktikan dengan Faktor Risiko

Contoh penulisan:

(47)

2) Diagnosis Promosi Kesehatan

Masalah di buktikan dengan Tanda/Gejala

Contoh penulisan:

Kesiapan peningkatan eliminasi urin dibuktikan dengan pasien ingin meningkatkan eliminasi urin, jumlah dan karakteristik urin normal.

Komponen-komponen diagnosis pada masing-masing jenis diagnosis keperawatan dan metode penulisandiagnosisnya dapat dilihat pada table 3.3 berikut:

No Jenis Diagnosis Keperawatan Komponen dan Penulisan Diagnosis

1 Diagnosis Masalah b.d. Penyebab d.d. Tanda/Gejala

2 Diagnosis Risiko Masalah d.d. Faktor Risiko

3 Diagnosis Promosi Kesehatan Masalah d.d. Tanda/Gejala

(48)

BAB IV

STANDAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN INDONESIA

Diagnosis yang termuat dalam standar ini diurutkan sesuai dengan ketegori dan sub kategori diagnosis keperawatan. Diagnosis-diagnosis keperawatan yang berada dalam satu subkategori diurutkan secara alfabetis untuk memudahkan pencarian diagnosis keperawatan dalam satu subkategori yang akan dirujuk.

Daftar diagnosis keperawatan dalam Buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Kategori: Fisiologis

a. Subkategori: Respirasi

D.0001 Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif D.0002 Gangguan Penyapihan Ventilator D.0003 Gangguan Pertukaran Gas

D.0004 Gangguan Ventilasi Spontan D.0005 Pola Nafas Tidak Efektif D.0006 Risiko Aspirasi

b. Subkategori: Sirkulasi

D.0007 Gangguan Sirkulasi Spontan D.0008 Penurunan Curah Jantung D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif

D.0010 Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan D.0011 Risiko Penurunan Curah Jantung D.0012 Risiko Perdarahan

D.0013 Risiko Perfusi Gastrointestinal Tidak Efektif D.0014 Risiko Perfusi Miokard Tidak Efektif

D.0015 Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif D.0016 Risiko Perfusi Renal Tidak Efektif D.0017 Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif

c. Subkategori: Nutrisi/Cairan

D.0018 Berat Badan Lebih D.0019 Defisit Nutrisi D.0020 Diare

D.0021 Disfungsi Motilitas Gastrointestinal D.0022 Hipervolemia

D.0023 Hipovolemia D.0024 Ikterik Neonatus

D.0025 Kesiapan Peningkatan Keseimbangan Cairan D.0026 Kesiapan Peningkatan Nutrisi

D.0027 Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah D.0028 Menyusui Efektif

D.0029 Menyusui Tidak Efektif D.0030 Obesitas

(49)

D.0031 Risiko Berat Badan Berlebih D.0032 Risiko Defisit Nutrisi

D.0033 Risiko Disfungsi Motilitas Gastrointestinal D.0034 Risiko Hipovolemia

D.0035 Risiko Ikterus Neonatus

D.0036 Risiko Ketidakseimbangan Cairan D.0037 Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit

D.0038 Risiko Ketidakseimbangan Kadar Glukosa Darah D.0039 Risiko Syok

d. Subkategori: Eliminasi

D.0040 Gangguan Eliminasi Urin D.0041 Inkontinensia Fekal

D.0042 Inkontinensia Urin Berlanjut D.0043 Inkontinensia Urin Berlebih D.0044 Inkontinensia Urin Fungsional D.0045 Inkontinensia Urin Refleks D.0046 Inkontinensia Urin Stres D.0047 Inkontinensia Urin Urgensi

D.0048 Kesiapan Peningkatan Eliminasi Urin D.0049 Konstipasi

D.0050 Retensi Urin

D.0051 Risiko Inkontinensia Urin Urgensi D.0052 Risiko Konstipasi

e. Subkategori: Aktivitas dan Istirahat

D.0053 Disorganisasi Perilaku Bayi D.0054 Gangguan Mobilitas Fisik D.0055 Gangguan Pola Tidur D.0056 Intoleransi Aktivitas D.0057 Keletihan

D.0058 Kesiapan Peningkatan Tidur D.0059 Risiko Disorganisasi Perilaku Bayi D.0060 Risiko Intoleransi Aktivitas

f. Subkategori: Neurosensori D.0061 Disrefleksia Otonom D.0062 Gangguan Memori D.0063 Gangguan Menelan D.0064 Konfusi Akut D.0065 Konfusi Kronis

D.0066 Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial D.0067 Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer D.0068 Risiko Intoleransi Aktivitas

g. Subkategori: Reproduksi dan Seksualitas

(50)

D.0070 Kesiapan Persalinan D.0071 Pola Seksual Tidak Efektif D.0072 Risiko Disfungsi Seksual

D.0073 Risiko Kehamilan Tidak Dikehendaki

2. Kategori: Psikologis

a. Subkategori: Nyeri dan Kenyamanan

D.0074 Gangguan Rasa Nyaman

D.0075 Ketidaknyamanan Pasca Partum D.0076 Nausea

D.0077 Nyeri Akut D.0078 Nyeri Kronis D.0079 Nyeri Melahirkan

b. Subkategori: Integritas Ego

D.0080 Ansietas D.0081 Berduka D.0082 Distres Spritual

D.0083 Gangguan Citra Tubuh D.0084 Gangguan Identitas Diri D.0085 Gangguan Persepsi Sensori D.0086 Harga Diri Rendah Kronis D.0087 Harga Diri Rendah Situasional D.0088 Keputusasaan

D.0089 Kesiapan Peningkatan Konsep Diri D.0090 Kesiapan Peningkatan Koping Keluarga D.0091 Kesiapan Peningkatan Koping Komunitas D.0092 Ketidakberdayaan

D.0093 Ketidakmampuan Koping Keluarga D.0094 Koping Defensif

D.0095 Koping Komunitas Tidak Efektif D.0096 Koping Tidak Efektif

D.0097 Penurunan Koping Keluarga D.0098 Penyangkalan Tidak Efektif

D.0099 Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko D.0100 Risiko Distres Spiritual

D.0101 Risiko Harga Diri Rendah Kronis D.0102 Risiko Hargi Diri Rendah Situasional D.0103 Risiko Ketidakberdayaan

D.0104 Sindrom Pasca Trauma

c. Subkategori: Pertumbuhan dan Perkembangan

D.0105 Gangguan Tumbuh Kembang D.0106 Risiko Gangguan Perkembangan D.0107 Risiko Gangguan Pertumbuhan

(51)

3. Kategori: Perilaku

a. Subkategori: Kebersihan Diri

D.0108 Defisit Perawatan Diri

b. Subkategori: Penyuluhan dan Pembelajaran

D.0109 Defisit Kesehatan Komunitas D.0110 Defisit Pengetahuan

D.0111 Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan D.0112 Kesiapan Peningkatan Pengetahuan

D.0113 Ketidakpatuhan

D.0114 Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif D.0115 Manajemen Kesehatan Tidak Efektif

D.0116 Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif

4. Kategori: Relasional

a. Subkategori: Interaksi Sosial

D.0117 Gangguan Interaksi Sosial D.0118 Gangguan Komunikasi Verbal D.0119 Gangguan Proses Keluarga D.0120 Isolasi Sosial

D.0121 Kesiapan Peningkatan Menjadi Orang Tua D.0122 Kesiapan Peningkatan Proses Keluarga D.0123 Ketegangan Peran Pemberi Asuhan D.0124 Penampilan Peran Tidak Efektif D.0125 Pecapaian Peran Menjadi Orang Tua D.0126 Risiko Gangguan Perlekatan

D.0127 Risiko Proses Pengasuhan Tidak Efektif

5. Kategori: Lingkungan

a. Subkategori: Keamanan dan Proteksi

D.0128 Gangguan Integritas kulit/ jaringan D.0129 Hipertermia

D.0130 Hipotermia

D.0131 Perilaku Kekerasan

D.0132 Perlambaan pemulihan pasca bedah D.0133 Risiko Alergi

D.0134 Risiko Bunuh Diri D.0135 Risiko Cedera

D.0136 Risiko Cedera Pada Ibu D.0137 Risiko Cedera Pada Janin

D.0138 Risiko Gangguan Integritas Kulit/ Jarigan D.0139 Risiko Hipotermia

D.0140 Risiko Hipotermia Perioperatif D.0141 Risiko Infeksi

D.0142 Risiko Jatuh D.0143 Risiko Luka Tekan

(52)

D.0144 Risiko Mutilasi Diri D.0145 Risiko Perilaku Kekerasan

D.0146 Risiko Perlambatan Pemulihan Pascabedah D.0147 Risiko Termoregulasi Tidak Efektif

(53)

LEMBAR EVALUASI

KEMAMPUAN PERAWAT DALAM MENGISI INSTRUMEN

DIAGNOSIS KEPERAWATAN BERBASIS SDKI

(54)

LEMBAR EVALUASI

KEMAMPUAN PERAWAT DALAM MENGISI INSTRUMEN

DIAGNOSIS KEPERAWATAN BERBASIS SDKI

A. Diabetes Mellitus

No Komponen Instrumen Benar Salah

D.0027 Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0038 Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis risiko 3 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0128 Gangguan Integritas Kulit/Jaringan

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0141 Risiko Infeksi

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis risiko 3 Terdapat TT dan nama Perawat

D.0092 Ketidakberdayaan

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0110 Defisit Pengetahuan

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

(55)

B. CHF

No Komponen Instrumen Benar Salah

D.0056 Intoleran Aktivitas

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0022 Hipervolemia

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0009 Perfusi Perifer Tidak Efektif

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

Skor

D.0128 Gangguan Integritas Kulit

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis risiko 3 Terdapat TT dan nama Perawat

D.0110 Defisit Pengetahuan

1 Identifikasi masalah sesuai kondisi pasien

2 Terdapat faktor yang berhubungan dengan diagnosis aktual 3 Terdapat 80%-100% indikator mayor

4 Terdapat 1 atau lebih indikator minor 5 Terdapat TT dan nama Perawat

(56)

KUESIONER PENDAPAT PERAWAT TENTANG

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENEGEKAN DIAGNOSIS

KEPERAWATAN BERBASIS SDKI

Lampiran 10

Gambar

Tabel 2. Deskriptor dan Definisi Deskriptor
Tabel 2.3. Jenis, Komponen dan Perumusan Diagnosis Keperawatan

Referensi

Dokumen terkait

Namun beberapa orang tua murid menjadi agak khawatir dengan beberapa guru yang kurang peduli dengan kemampuan siswa menyerap pengajaran, seakan beberapa guru ini hanya

Berikut ini yang akan memberikan manusia energi makanan dari yang paling banyak dari 100 kg tanaman adalaha. Makan tanaman untuk serangga, makan serangga

Melalui kegiatan tanya jawab tentang peristiwa dan penggunaan sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik mampu mengidentifikasi sifat-sifat cahaya dalam

outcome klinis yang tidak diiinginkan.  Pasien memahami efek samping obat dan penanganannya  Pasien memahami pentingnya terapi non farmakologi  Pasien memahami tentang

bentuk yang mirip dengan profil nilai ujian sekolah dimensi 1. Hal ini

Dengan melakukan tournament, siswa dapat memecahkan masalah tentang kesehatan alat pernapasan manusia Dengan diskusi kelompok, siswa dapat Mentukan penyebab penyakit yang

Saya adalah mahasiswa program studi D-IV Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, dengan ini meminta anda untuk berpartisipasi dengan sukarela dalam penelitian yang berjudul

Berikut ini data dalam sensus : 2 Jumlah pasien awal 3 Jumlah pasien masuk 4 Jumlah pasien meninggal di UGD 5 Jumlah pasien sisa 6 Jumlah tempat tidur di ruang persalinan Dari