ISSN : 2302-450X
PROSIDING
PERTEMUAN DAN PRESENTASI KARYA ILMIAH BALI, 28 JULI 2017
PEMBICARA UTAMA SEMINAR PARALEL DENGAN TEMA
“Internet of Things (IoT) & Big Data : Teknologi, Tantangan dan Peluang”
Dr. Nyoman Putra Sastra, ST.,MT.
Nugroho Gito
PENYUNTING AHLI
Dr. Anak Agung Istri Ngurah Eka Karyawati, S.Si,M.Eng.
Dr. H. Agus Zainal Arifin,S.Kom.,M.Kom.
Dr. I Ketut Gede Suhartana,S.Kom.,M.Kom
Dr.techn. Ahmad Ashari,M.Kom.
PELAKSANA SEMINAR
PELINDUNG
Rektor Universitas Udayana, Bali
PENANGGUNG JAWAB
Dekan Fakultas MIPA Universitas Udayana
Ketua Program Studi Teknik Informatika, FMIPA Universitas Udayana
PANITIA
I Gede Oka Gartria Atitama, S.Kom., M.Kom.
Gst. Ayu Vida Mastrika Giri,S.Kom., M.Cs.
Luh Arida Ayu Rahning Putri, S.Kom.,M.Cs.
Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan, S.Kom., M.Cs.
I Putu Gede Hendra Suputra, S.Kom., M.Kom.
I Gede Arta Wibawa,S.T., M.Cs.
I Made Widiartha, S.Si., M.Kom.
I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan, S.Kom., M.Kom.
I Gst. Ngurah Anom Cahyadi Putra, S.T., M.Cs.
I Wayan Supriana, S.Si.,M.Cs.
Dra. Luh Gede Astuti, M.Kom
Dr. I Ketut Gede Suhartana, S.Kom.M.Kom Dr. A.A. I. N. Eka Karyawati, S.Si.,M.Eng.
I Gede Santi Astawa, S.T., M.Cs.
Made Agung Raharja, S.Si., M.Cs.
Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom.,M.Cs.
I Komang Ari Mogi, S.Kom., M.Kom.
Ida Bagus Made Mahendra, S.Kom., M.Kom.
KATA PENGHANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas terselesainya penyusunan Pro- siding SNATIA 2017 ini. Buku ini memuat naskah hasil penelitian dari berbagai bidang kajian yang telah direview oleh pakar di bidangnya dan telah dipresentasikan dalam acara Seminar SNATIA tahun 2017 pada tanggal 28 Juli 2017 di Universitas Udayana kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali.
Kegiatan SNATIA 2017 merupakan agenda tahunan Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, Universitas Udayana. SNATIA 2017 mengambil tema “Internet of Things (IoT) & Big Da- ta : Teknologi, Tantangan dan Peluang” dengan pembicara utama seminar yang terdiri dari pakar- pakar peneliti dan pemerhati di bidang Teknologi Informasi, Internet of Things (IoT), dan Big Data.
Meskipun kegiatan seminar dan pendokumentasian naskah dalam prosiding ini telah dipersiap- kan dengan baik, namun kami menyadari masih banyak kekurangannya. Panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan yang ada. Kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan untuk penyempurnaan di masa mendatang, yang dapat dikirimkan melalui e-mail
[email protected].Kepada semua pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan sem- inar dan penyusunan proceeding SNATIA 2017, panitia mengucapkan terima kasih.
Jimbaran, 28 Juli 2017
Panitia SNATIA 2017
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Artificial Intelligence
Penentuan Jalur Distribusi Barang Melalui Jalur Laut Menggunakan Algoritma Genetika
Ketut Adi Praja Putra, I Gede Arta Wibawa ... 1 Penentuan Range Nilai Besaran Fisis Film Hasil Photo Sinar-X Mammografi Jenis C1, C2, C3, C4 dan C5 Tumor Payudara.
Dr. A. A. NGR Gunawan, MT. , Wayan Supardi ... 9 Personal Innovativeness, Social Presence, dan Motivasi Ekstrinsik-Intrinsik dalam Penerimaan Chatbot Asri
Oktavianus Ken Manungkarjono, Paulus Insap Santosa, Wahyuni R ... 14
Bioinformatics
Implementasi Algoritma Genetika pada Rekomendasi Menu Diet Sehat
Kadek Eliskarini, I Wayan Santiyasa ... 21
Cloud Computing
Implementasi Line Chat Bot Rekomendasi Wisata Menggunakan Platform As A Service
I Made Adi Susilayasa, I Gede Oka Gartria Atitama ... 29 Otomatisasi Pembuatan Tenant, Network, Dan Vm Pada Openstack
I Putu Gede Surya Adiputra Pratama, I Gede Oka Gartria Atitama ... 35 Penerapan Haversine Formula Pada Line Chat Bot Untuk Mencari Lokasi Terdekat Pada Tempat Wisata Sidin Rahman, I Gede Oka Gartria Atitama ... 41 Penerapan Metode Load Balancing Dengan Algoritma Least Connection Pada Virtual Private Server Cloud Ida Bagus Rathu Eka Surya Wibawa, I Gede Oka Gartria Atitama ... 48
Computer Vision
Sistem Perhitungan Orang Berbasis Sensor Visual Dalam Lingkup Jaringan Sensor Nirkabel
Made Alwin Indraswara, Nyoman Putra Sastra, Dewa Made Wiharta ... 53
Control Dan Rocotics
Pemilahan Buah Jambu Air Menggunakan Mikrokontroler ATMega328 Dan Sensor LDR
I Gede Andika, Christina Purnama Yanti ... 59 Perancangan Robot Pendeteksi Panas Berbasis Microcontroller Arduino R3
Bayu Putra Segara, I Gede Arta Wibawa ... 67 Purwa Rupa Pengontrol Mobil Menggunakan Remote Berbasis Controller Board
I Gede Tendy Ariyanto, I Gede Arta Wibawa ... 74
Data Mining
Implementasi Algortima C5.0 untuk Memprediksi Tingkat Kelulusan Mahasiswa Study Kasus Program Studi Teknik Informatika Universitas Udayana
Kadek Dimas Anggarajaya, I Putu Gede Hendra Suputra ... 81 Klasifikasi Kanker Payudara Dengan K-Nearest Neighbor Dan Principal Component Analysis
I. K Surya Negara, I Made Widiartha ... 87 Penentuan Jurusan Calon Mahasiswa Baru Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana Berdasar- kan Nilai Akademik Menggunakan Metode FMADM ELECTRE
Fajar Avianto Zainudin, Agus Muliantara, Ariyady Kurniawan... 92
Database Management
Implementasi Replikasi Basis Data Pada Private Cloud Computing
Gede Ariesta Krisnayana, I Gede Oka Gartria Atitama ... 99 Perancangan Sistem Basis Data Terdistribusi Untuk Pendataan Penduduk Di Wilayah Kecamatan Kuta Dengan Metode Fragmentasi
Yogi Adi Wardana, I Gusti Agung Gede Arya Kadnyanan ... 106
Decision Support System
Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mobil Bekas Dengan Metode Analytic Hierarcy Process Dan Simple Additive Weight
I Gede Oka Sudiatmika ... 113 Sistem Pemetaan Kakak Dan Adik Asuh Dengan Metode Profile Matching Pada Komunitas Kakak Asuh Bali
Ayu Nikki Asvikarini, I Made Widiartha ... 119 Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Lokasi Pendirian Cabang Minimarket Dengan
Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (Studi Kasus Minimarket Vidya)
I Gusti Agung Ngurah Aryadinata, I Made Widiartha ... 126
Klasifikasi Musik Berdasarkan Genre Menggunakan Metode K-Nearest Neighbour
Gst Ayu Vida Mastrika Giri ... 217
Information Systems
Analisis Dan Pemetaan Kecocokan Lahan Tanaman Kakao Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Ka- sus Kabupaten Jembrana)
I Gede Agus Wahyudi, Made Agung Raharja ... 223 Analisis Dan Pemetaan Sistem Informasi Geografis Daerah Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabu- paten Buleleng
Made Gede Amrita Suastika, Ida Bagus Gede Dwidasmara ... 231 Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Geografis Daerah Rawan Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kota Denpasar
Ni Made Ayudya Puspanegara, I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan ... 238 Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Geografis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Anggur Di Ka- bupaten Buleleng
I Gede Eddy Anjasmara Putra, Made Agung Raharja ... 244 Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Geografis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Jeruk Di Kabu- paten Gianyar
I Made Teja Geni Astra, Made Agung Raharja ... 250 Analisis Kesesuaian Penambahan Tempat Pembuangan Sementara (Tps) Di Kota Denpasar Menggunakan Sistem Informasi Geografis
Ni Luh Rika Aryanti, Agus Muliantara ... 258 Analisis Potensi Risiko Tanah Longsor Di Kabupaten Bangli Menggunakan Sistem Informasi Geografis Anak Agung Sri Yuniawati, Ida Bagus Made Mahendra ... 267 Analisis Potensi Wilayah Rawan Banjir Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Kota Bima, NTB)
Inggit Srie Hartina, I Wayan Supriana... 274 Aplikasi E-Voting Pemilu Raya Menggunakan Keamanan Secure Hash Algorithm-1 (Sha-1) Berbasis Web I Komang Juniawan Saputra, I Gede Arta Wibawa ... 282 Aplikasi Mobile Hybrid Pencarian Rute Optimum Taksi Menggunakan Algoritma Dijkstra
A. A. Gde Ari Sudana, Made Agung Raharja, I Gede Santi Astawa ... 291 Desain Model Mapping Schema Data Center Pada Central Data Warehouse (Big Data) Untuk Mendukung Integrasi Pelayanan Pasien Rujukan Asuransi Terdistribusi
Sudaryanto, Slamet Sudaryanto N ... 298
Pengujian Tranfromasi Wavelet Haar Dalam Kompresi Citra Digital
Andrianus Putut Bagus Triwiyono, I Gede Arta Wibawa ... 305 Perancangan Aplikasi E-Template Surat Berbasis Web
A. A. Ngurah Agung Permana Agustara, I Komang Ari Mogi ... 310 Perancangan Aplikasi Pengaduan Mahasiswa (Udayana Motion) Berbasis Mobile
I Putu Yuda Juniantara Putra, I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra ... 316 Rancang Bangun Dan Analisa Aplikasi Pengumpulan Point TAK Berbasis Android (Primakara GO)
Indra Oktava Rospita, I Putu Satwika ... 322 Rancang Bangun Sistem Rekomendasi Wisata Di Bali Menggunakan Metode Profile Matching
Wira Maharddhika Pradnyanna, I Made Widiartha ... 327 Sistem Informasi Geografis Analisis Dan Pemetan Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Bangli
Adam Rain Brawijaya, Luh Gede Astuti ... 336 Sistem Informasi Manajemen Komplain SIMADE Berbasis Web
Victor Boy Simamora, Meliana Christianti J ... 343 Sistem Informasi Pengelolaan Data Alumni pada PS. Farmasi FMIPA Udayana
I Gede Pramarta Sedana, I Gede Arta Wibawa ... 348 Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mobil Baru Menggunakan Weighted Product (WP)
I Made Hariyogi, I Gede Arta Wibawa ... 356 Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Tempat Wisata Di Bali Munggunakan Metode Profile Match- ing
Andrean Susanto, I Made Widiartha ... 363 Sistem Penentuan Ketua SIC dengan menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Bryan Wahyu Krishnaputra, I Made Widiartha, Agus Muliantara ... 371 Sistem Penjadwalan Matakuliah Otomatis Dengan Algoritma Genetika
I Kadek Bayu Wana Permana, I Komang Ari Mogi... 380 Web-GIS Model Untuk Integrasi Data Epidemiologi DBD Terdistribusi Sebagai Pendukung Tatakelola Sur- veilance dan Investigasi Wabah
Slamet Sudaryanto Nurhendratno, Sudaryanto, Maryani S ... 388
Machine Learning
Penerapan Neural Network Backpropagation Untuk Klasifikasi Pada Pengenalan Aktivitas Manusia
I Wayan Ariantha Sentanu, I Gede Arta Wibawa ... 394
Multimedia Application
Identifikasi Citra Tanaman Rimpang Berdasarkan Ciri Tekstur Dan Warna Dengan Algoritma K-Nearest Neighbor
Luh Gede Ayu Candrawati, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 401 Penerapan Metode Noise Reduction Pada Citra Digital Lontar Aksara Bali
Made Erna Susanti, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 409 Penerapan Metode Transform Hough Line Untuk Mengidentifikasi Jenis Kendaraan
Kadek Dwi Sukri Yanthi, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 418 Pengenalan Sandi Semaphore Dengan Metode Findcontour Dan Matchshape Pada Opencv Menggunakan Bahasa Python
I Made Anggun Dwiguna, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 424 Segmentasi Citra Menggunakan Metode Watershed Transformation Untuk Menghitung Jumlah Ken- daraan Bermotor
Geby Noverita Br Sebayang, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 431 Sistem Pemeriksaan Lembar Jawaban Komputer Dengan Metode Template Matching Dan Pemrosesan Paralel
I Wayan Widarma Putra Pramana, I Gede Arta Wibawa ... 440 Sistem Untuk Mendeteksi Nilai Dan Menghitung Uang Koin Menggunakan Transform Hough Circle
Ida Ayu Putu Manik Sintiya Dewi, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 447
Networking and Security
Akuisisi Data Heart Rate Pada Miband Menggunakan Bluetooth Low Energy (BLE)
I Kadek Agus Darma Putra, I Gede Oka Gartria Atitama ... 454 Analisis Quality Of Service Pada Jaringan Internet Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung
I Nyoman Arta Jaya, Dewa Made Wiharta, Nyoman Putra Sastra ... 461 Aplikasi Steganografi Untuk Menyembunyikan Pesan Teks Pada Gambar Dengan Metode Least Signifi- cant Bit (LSB)
I Gusti Ngurah Agung Wisnu Arimurti, I Gede Arta Wibawa ... 468 Bahasa Pemrograman Python Untuk Pembuatan Aplikasi Packet Sniffer
I Putu Kuswara Adi Pradana, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 474 Clock Skew Sebagai Dasar Authentifikasi Keamanan Pada Jaringan Sensor Nirkabel
Nyoman Dita Krisnabayu, Nyoman Putra Sastra, Komang Oka Saputra, N.M.A.E.D. Wirastuti ... 481 Hybrid Network Untuk Pengembangan Internet Of Things
Wadarman Jaya Telaumbanua, Nyoman Putra Sastra, Dewa Made Wiharta ... 488
Implementasi High Availability Cluster Guna Mengurangi Downtime Server Studi Kasus Sintask.com Almer Hafiz Wandalaksana, I Wayan Supriana ... 496
Otomatisasi Konfigurasi Mikrotik Router Menggunakan Software Ansible
I Made Bayu Swastika, I Gede Oka Gartria Atitama ... 503 Penerapan Snmpv3 Pada Network Performance Monitoring Solarwinds System Studi Kasus Pt. Freeport Indonesia
Barneci Henderika Nuboba, I Komang Ari Mogi... 512 Perancangan Aplikasi Keamanan Data Transaksi Elektronik Pada Rfid Di Koprasi Serba Guna Dengan Menggunakan Algoritma Rsa
Sidin Rahman, I Ketut Gede Suhartana ... 519 Perancangan Pengamanan Sms Gateway Dengan Algoritma Rsa Di Pt Xl
I Gede Bendesa Aria Harta, I Ketut Gede Suhartana ... 528 Perancangan Sistem Tanda Tangan Digital Dalam Transaksi Berbasis Online Pada Pt Asiana
Menggunakan Algoritma Rsa
William Ulrich Innocentius Sitinjak, I Ketut Gede Suhartana ... 534
Prototype Smart Building Data Center berbasis Jaringan Sensor NirkabelI Made Sastra Dwikiarta, Nyoman Putra Sastra, Dewa Made Wiharta ... 539 Rancang Bangun Jaringan Internet Menggunakan Simulasi Jaringan Network Simulator 3 Di Desa
Berangbang
I Komang Vijaya Adhyatma, I Gede Oka Gartria Atitama ... 546 Sistem Monitoring Private Cloud Computing Pada Openstack Menggunakan Ceilometer
Made Darma Narayana, I Gede Oka Gartria Atitama ... 552 Uji Performa Parallel Processing Pada Pengamanan Citra Digital
Faisal Achmad Failusufi, I Gede Arta Wibawa ... 560
Pattern Recognition
Komparasi Deteksi Tepi Canny Dan Watershed Transformation Untuk Segmentasi Area Manuskrip Dalam Citra Lontar Aksara Bali
I Wayan Juliandika, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 566
Semantic Web
Rancang Bangun Fitur Pencarian Data Akademik Menggunakan Parser Noise Disposal
I Gusti Agung Gede Agung Surya Kusuma, I Gede Santi Astawa ... 573
Aplikasi E-Voting Pemilu Raya Menggunakan Keamanan Secure Hash Algorithm-1 (SHA-1)
Berbasis Web
I Komang Juniawan Saputra1, I Gede Arta Wibawa2
1,2 Jurusan Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana
Bukit Jimbaran 80361 Indonesia
Intisari—
Seiring berkembangnya teknologi informasi segala aktivitas dilakukan dengan bantuan komputer. Indonesia sendiri menganut paham demokrasi dimana segala pengambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah mufakat atau pemungutan suara terbanyak. Pemilu raya mahasiswa sebagai salah satu bentuk demokrasi dilakukan di kalangan mahasiswa untuk memilih ketua organisasi yang akan memimpin satu tahun ke depan. Dalam pemira konvensional banyak sekali ditemukan kendala dari aspek teknis maupun pembiayaan.
Untuk itu dibuatlah sistem elektronik voting (e-voting). Dalam pelaksanaannya sendiri, e-voting sangat rentan dalam segi keamanan dan kenyamanan pengguna, maka dari itu diperlukan algoritma kriptografi yang baik untuk mengamankan data pengguna di dalam jaringan internet. Penggunaan algoritma SHA-1 diharapkan dapat lebih mengamankan dan menyamankan pengguna dalam penyelenggaraan e-voting di kalangan mahasiswa.
Kata kunci— E-Voting, Keamanan, Kriptografi, SHA-1, Web Abstract—
Technology and Information growing and spreading rapidly around people, all of human activity can be done by computer based system. In Indonesia, we used Democracy system that all of the decision is depend on discussion or by an election. As an implementation of democracy in University we are familiar with the election of Head Student Organization that will lead the organization for the next one year and as a leader of student aspiration. The conventional election has many problems found in technical aspect or material aspect indeed. To prevent all the problem, we have to start using electronic voting system (e-voting). In the implementation itself, e- voting are very vulnerable if we look it from secure and comfort side from the user, so we have to add it a good cryptographic algorithm to securing user data across the internet. We hope using SHA-1 algorithm will be serve a secure and comfort system for the user on this e-voting implementation in University area.
Keywords— E-Voting, Security, Cryptography, SHA-1, Web
I. PENDAHULUAN
Pada saat ini, perkembangan jaman dan ideologi Indonesia membuat setiap keputusan diambil melalui musyawarah maupun suara terbanyak. Demikian juga pada pemilihan kepala daerah maupun organisasi, semuanya harus dengan pemungutan suara terbanyak atau yang sering disebut pemilihan umum atau pemilihan umum raya. Menurut Ahzari (2005) voting itu sendiri merupakan kegiatan penentuan pada suatu pemilihan yang perlu keahlian untuk mengakomodir kegiatan di dalamnya [1]. Dengan asas luber-jurdil diharapkan segala hasil yang diperoleh menjadi keputusan terbaik. Namun faktanya masih banyak kendala maupun kecurangan yang dihadapi entah itu dari segi logistik maupun hak yang harusnya bisa didapat oleh pemilih.
E-Voting sendiri hadir untuk menjawab semua permasalah yang dihadapi oleh pemilihan umum konvensional yang banyak menggunakan resource, SDM maupun materiil.
Seluruh proses E- voting sudah dilakukan oleh komputer sehingga dianggap lebih mudah dan lebih efisien.
Dimudahkannya penghitungan suara dengan sistem online
maka hasil suara dapat langsung terlihat tanpa melakukan penghitungan surat suara secara manual sesuai pernyataan Fahmi, H. (2010) [1]. Untuk mahasiswa pada umumnya pasti sudah memiliki komputer atau gadget yang sudah bisa mengakses internet sehingga e-voting ini bisa dilaksanakan dengan lancar. Sehingga diharapkan dapat menjadi batu loncatan penggunaan teknologi informasi di lingkungan organisasi mahasiswa.
A. Tinjauan Pustaka
1) E-Voting: Electronic voting adalah proses pemilihan umum yang memungkinkan pemilih untuk mencatatkan pilihannya yang bersifat rahasia secara elektronik yang teramankan [2]. Teknologi yang digunakan untuk menggantikan aspek – aspek pada pemungutan suara konvensional juga bervariasi dimulai dari MAC Address Device dan Touch ID sebagai verificator, halaman web sebagai surat suara hingga internet sebagai tempat pemungutan suara.
Beberapa aspek juga harus dipenuhi dalam pelaksanaan e- voting demi keamanan dan privasi atau kerahasiaan pemilih yakni Eligibility (jaminan hanya untuk pemilih yang sah),
282
Unreusability (user tidak dapat memilih lebih dari 1x), Anonimity (kerahasiaan data pemilih), Accuracy (pilihan tidak dapat diubah setelah disimpan), Fairness (tidak menghitung suara sebelum masa pemilihan ditutup), Vote and Go (user hanya bisa memilih), dan Public Verifiability (user dapat memantau langsung berjalannya kegiatan) [1].
2) SHA-1: NIST bersama DSS (Digital Signature Standard) adalah penggagas fungsi hash satu arah ini. Sebelumnya, MD5 telah digunakan secara luas namun oleh NSA, SHA dianggap sebagai penerus pendahulunya sekaligus penyempurnaannya.
Secara komputasi tidak mungkin menemukan korelasi antara messages digest dengan pesan yang diberikan sehingga SHA disebut aman (secure). SHA-1 merupakan fungsi hash satu- arah yang paling umum digunakan dalam keluarga hash satu- arah ini dan telah banyak diimplementasikan ke berbagai jenis protokol keamanan saat ini seperti TLS, SSL, PGP, SSH, S/MIME dan Ipsec. SHA dimulai dari SHA-0 yang dipublikasikan secara umum pada tahun 1993 yang dikenal hanya dengan SHA. Setela pempublikasian SHA-1 pada 1995, muncul 4 varian lain yakni SHA-224, SHA-256, SHA-384 dan SHA-512 yang selanjutnya lebih dikenal sebagai varian SHA- 2. [3]. Perhitungan SHA-1 sendiri bisa kita lihat pada proses dibawah:
• Penghitungan menggunakan dua buffer dimana masing- masing buffer terdiri dari lima sebesar 32 bit kata dan urutan 80 juga sebesar 32 bit kata. Lima kata pertama pada buffer kata diberi nama A, B, C, D, E sedangkan lima kata kedua diberi nama H0, H1, H2, H3, dan H4. Kemudian pada 80 kata yang berurutan diberi nama W0, W1, …, W79 dan pada penghitungan ini juga memakai TEMP.
• Lakukan pengisian pesan, M dan kemudian parsingkan pesan tersebut ke dalam N 512 bit blok pesan, M(1), M(2), …, M(n). Caranya 32 bit pertama dari blok pesan ditunjukkan ke M0(i)
, lalu 32 bit berikutnya adalah M1(i)
dan selanjutnya berlaku hingga M15(i)
.
• Inisialisasi Nilai Hash (dalam bentuk hex) H0 = 67452301 H3 = 10325476 H1 = EFCDAB89 H4 = C3D2E1F0 H2 = 98BADCFE
• Lakukan proses M1, M2, …, Mn dengan cara membagi Mi
ke dalam 16 kata W0, W1, …, W15 dimana W0 merupakan left most.
• Hitung: For t = 16 to 79
Wt = S1(Wt-3 Å Wt-8 Å Wt-14 Å Wt-16)
• Inisialisasi 5 variabel A, B, C, D, dan E dengan nilai Hash:
A = H0 ; B = H1; C = H2; D = H3; E = H4.
• Hitung: For t = 0 to 79
TEMP = S5(A) + ft(B,C,D) + E + Wt + Kt
E = D; D = C; C = S30(B); B = A; A = TEMP.
• Hitung Nilai Hash: H0 = H0 + A ; H1 = H1 + B ; H2 = H2 + C ; H3 = H3 + D ; H4 = H4 + E.
• Hasil dari message digest sebesar 160 bit dari pesan M adalah: H0 H1 H2 H3 H4
3) Web: Website merupakan fasilitas internet yang menghubungkan dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh. Dokumen pada website disebut dengan web page dan link dalam website memungkinkan pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hypertext), baik diantara page yang disimpan dalam server yang sama maupun server diseluruh dunia. Halaman web diakses dan dibaca melalui browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Mozila Firefox, Google Chrome dan aplikasi browser lainnya[3].
4) Unified Modeling Languange: UML merupakan suatu bahasa yang digunakan untuk mengertikan, memvisualisasikan hingga mendokumentasikan sebuah sistem informasi. UML dikembangkan oleh Grady Booch, dkk sebagai alat analisis dan desain sistem. Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan UML meningkat pesat di kalangan industri, membuat UML secara tidak langsung menjadi bahasa pemodelan umum dalam industri perangkat lunak[1].
5) PHP: PHP adalah bahasa pemgrograman server-side yang merupakan bahasa yang didesain khusus untuk aplikasi web. Dikarenakan bahasa ini merupakan bahasa pemrograman server side, maka seluruh proses dilakukan di server, dan yang dikirimkan ke client adalah file HTML yang sudah jadi setelah diproses oleh server. PHP sendiri memiliki compabilitas yang cukup baik dengan semua jenis basis data[1].
6) MySQL: MySQL atau My Structure Query Language merupakan sistem database yang menggunakan sql (structured query language) yakni bahasa yang berisi perintah - perintah untuk memanipulasi database. MySQL sendiri dapan digunakan secara langsung melalui console ataupun dapat disisipkan untuk dimanfaatkan oleh suatu bahasa pemgrograman tertentu yang menggunakan basis data dalam sistem aplikasi yang dibuat[4].
7) Fishbone: Diagram tulang ikan atau sering juga disebut dengan diagram sebab akibat atau diagram ishikawa adalah diagram yang mengidentifikasi kemungkinan yang mungkin memiliki dampak kecil maupun besar terhadap suatu akibat.
Membuat diagram dengan cara ini biasanya digunakan pada sesi brainstorming karena diagram ini dapat mengkategorikan ide – ide manusia dengan baik [5].
II. METODOLOGI PENELITIAN
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode SDLC (System Development Life Cycle) dalam pengembangan atau rekayasa system informasi[6].
Gbr. 1 Kerangka Kerja Pengembagan Sistem Informasi (SDLC)
Perencanaan
Analisis
Perancangan
Implementasi
Pengujian
Pemeliharaan
ISSN : 2302-450X
283
• Tahap awal, yaitu planning atau perencanaan yang menyangkut tentang studi kebutuhan pengguna atau user specification dan juga studi kelayakan atau feasibility study.
Penjadwalan juga dilakukan di tahap ini.
• Tahap kedua, adalah analisis yaitu menganalisa apa saja masalah yang mungkin terjadi pada sistem serta menganalisa objek serta hubungan antar objek.
• Tahap ketiga, merupakan tahap perancangan dan desain dari permasalahan – permasalahan yang ditemukan di tahap analisis.
• Tahap keempat, merupakan tahap perealisasian perancangan dan desain dengan memilih perangkan keras dan menyusun perangkat lunak aplikasi atau coding.
• Tahap kelima, yaitu pengujian terhadap system yang dibangun apakah sudah memenuhi kebutuhan pengguna.
Tujuan dari tahap ini adalah meminimalisir error dalam sistem.
• Tahap keenam, merupakan tahap pemeliharaan sistem dimana tahap ini dimulai sejak sistem beroperasi dan jika diperlukan memperbaiki error – error kecil.
III.!HASIL DAN PEMBAHASAN
Sistem e-voting yang dibangun merupakan program untuk pemilihan ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Jurusan Ilmu Komputer berbasis web dengan menggunakan keamanan SHA-1 (Secure Hash Algorithm-1). Tujuan dari program ini tentu saja untuk mengurangi angka malas memilih (bukan golput), dan sekaligus mempermudah panitia dalam penghitungan total suara untuk mendapatkan hasil akhir.
Mahasiswa yang telah terdaftar, bisa login dengan menggunakan nim dan password, kemudian memberikan vote kepada calon kandidat yang akan dipilih.
A. Diagram Fishbone
Gbr. 2 Fishbone Diagram Diagram fishbone diatas menjelaskan bagaimana sebab
akibat yang ditimbulkan oleh pemungutan suara konvensional sehingga hasilnya menjadi keputusan dan hasil yang kurang akurat. Ada 5 faktor yang bisa dipetakan menjadi sebab ketidak-akuratan pemungutan suara konvensional diantaranya adalah Kekuasaan meliputi pengawas yang bisa jadi teman atau orang dekat kandidat, Lingkungan yang tidak baik untuk penghitungan suara, Material yang sangat mudah dipalsukan untuk barang rahasia sekelas surat suara, Manajemen yang kurang baik sehingga menghabiskan banyak waktu dan Metode yang kurang mengikuti teknologi sehingga mengorbankan waktul yang seharusnya bisa dihemat.
B. Analisis Sistem
Skenario yang dirancang untuk menganalisa sistem terdiri dari fungsi – fungsi penting yang ada di dalam sistem secara garis besar dalam implementasinya. Bagian tersebut adalah sebagai berikut:
• Memverifikasi mahasiswa yang login menggunakan unique device mereka dan mencatat bila user tersebut melakukan voting dan mengupdate statusnya.
• Mahasiswa dapat menginputkan pilihannya ke dalam sistem.
• Sistem juga harus melakukan counting terus menerus untuk menampikan hasil voting yang real time.
C. Desain Model
Berdasarkan hasil skenario diatas dan juga program ini akan dibangun dengan bahasa pemrograman berorientasi objek maka desain model akan direpresentasikan dalam bentuk diagram UML. Diagram yang digunakan sebagai pemodelan sistem adalah Use case diagram dan Sequence Diagram karena sudah mewakili alur sistem secara garis besar dan proses yang terjadi di dalam sistem.
I Komang Juniawan Saputra. Aplikasi E-Voting Pemilu Raya Menggunakan Keamanan Secure Hash Algorithm-1 (Sha-1) Berbasis Web Information Systems
284
Gbr. 3 Use Case Diagram
Alur sistem secara garis besar dapat dilihat pada Gambar 3 dimana terdapat 4 aktor yang menjadi bagian dalam sistem ini.
Dan juga terdapat beberapa proses yang didesain offline demi alasan keamanan dan kenyamanan. Pertama panitia pemira mendaftarkan username dan password mereka ke super user, mereka juga yang bertugas mendaftarkan timses dan daftar pemilih ke super user. Selanjutnya sebelum masa kampanye user memverifikasi unique device mereka ke super user untuk alasan integritas. Memasuki masa kampanye timses sudah dapat menampilkan janji – janji politik mereka dengan menambahkan post di halaman utama dengan syarat disetujui terlebih dahulu oleh admin. Kemudian user dapat melihat post, menimbang kandidat yang akan dipilih melalui janji – janji politik mereka dan setelah waktu yang ditentukan user dapat melakukan voting pada halaman vote.
Gambar 4 menjelaskan proses yang harus dilewati admin dalam sistem dimana sebelum bisa mengakses halaman admin, terlebih dahulu harus login sesuai yang didafftarkan pada super user. Kemudian jika berhasil admin berhak mengunakan segala fasilitas yang ada didalamnya termasuk menetapkan kandidat, menetapkan tanggal pemungutan suara sampai menyetujui post dari timses selama tidak mengandung unsur SARA, penyerangan terhadap kandidat lain, maupun ketentuan – ketentuan lain yang sebelumnya sudah diatur. Dalam proses penentuan tanggal akan terjadi validasi terlebih daluhu, jika admin sebelumnya atau admin yang lainnya sudah pernah menentukan tanggal dan waktu penyelenggaraan maka sistem akan menampilkan popup messages yang mengingatkan admin bahwa tanggal sudah ditetapkan namun jika memang bernar admin ingin mengubah waktu penyelenggaraan maka admin harus melakukan tersebut setelah menutup jendela pop up tersebut, hal ini bertujuan untuk mengurangi mis-koordinasi antar admin.
Gbr. 4 Srquence Diagram Admin
Gbr. 5 Sequence Diagram Timses
Gambar 5 menjelaskan bagaimana prosedur timses di dalam sistem. Sama seperti user maupun admin timses harus login terlebih dahulu, sebelum itu timses harus mendaftar ke superuser melalui atau diketahui oleh admin, dan satu user id dan password untuk 1 timses kandidat. Setelah berhasil login timses dapat membuat post temporary terlebih dahulu sebelum di-approve dan di-publish oleh admin dan jikalau post tersebut mengandung SARA atau tidak sesuai ketentuan kampanye maka admin berhak memberikan peringatan terhadap timses yang dapat berujung terdahap pembekuan username dan password timses kandidat tersebut.
Gambar 6 menunjukkan diagram dari user. Sebelum memasuki login page, user akan diverifikasi melalui MAC Address dari device yang user gunakan untuk mengakses page tersebut, jika device tidak terdaftar maka user tidak bisa request login page. Jika device sudah terverifikasi dan user id dan password sudah divalidasi maka user akan di-redirect ke halaman utama yang menampikan post janji – janji politik dari timses yang bisa digunakan untuk bahan pertimbangan dalam ISSN : 2302-450X
285
pemilihan kandidat. Setelah waktu yang ditentukan oleh admin, user dapat memilih kandidat yang sebelumnya sudah ada dalam page vote. Setelah melakukan vote dengan device yang terdaftar maka user dapat melihat hasil sementara penghitungan suara yang akan diredirect langsung setelah user melakukan voting.
Gbr. 6 Sequence Diagram User D. Konsep Algoritma SHA-1
Pesan yang dikirimkan oleh user atau yang diterima oleh server harus sama persis seperti apa yang kita simpan dalam basis data. Hal tersebut dikarenakan kita menggunakan hash value sehingga tidak perlu ada proses enkripsi dan dekripsi disini. Atribut pesan yang akan dikirim oleh user diantaranya:
1) Nomor Identitas: Nomor identitas disini yang dimaksud adalah NIM karena setiap mahasiswa memiliki NIM yang unik.
2) Password user dari sistem: Disini artinya kita membawa atribut yang sebelumnya sudah melewati proses md5 di sistem.
Kali ini kita akan menerapkan SHA-1 terhadap hasil md5 agar kekuatan hashnya lebih dipercaya.
3) Pilihan calon: Bagian data ini yang sebenarnya harus kita lindungi dari para pencuri data di jaringan dan memastikan data ini tidak diganti oleh orang yang tidak berhak.
4) Kodepemilu: Suatu kode atau id sangat penting dalam sistem informasi dan dengan itu ada baiknya kita menggunakan kode atau membuatkan id untuk pemilu ini dan menempatkannya ke atribut yang akan kita kirimkan untuk memperkuat kode hash.
5) Salt: Data salt biasanya merupakan data random yang digunakan untuk memperkuat sistem. Namun kali ini kita akan menggunakan MAC Address dari setiap user sebagai salt agar pemecahan kode semakin sulit.
Contoh pesan data pemilihan adalah sebagai berikut: Pesan pemilihan pada calon 1:
Tabel 1 Contoh Pesan
# Data
1 1408605025_e5d5e61a9b59dd7832555336a4fe74af_01_ccdf30e862 7d44448ec84c6428f4b85d757d0b66_ac:b c:32:92:79:2b
2 1408605025_e5d5e61a9b59dd7832555336a4fe74af_02_ccdf30e862 7d44448ec84c6428f4b85d757d0b66_ac:b c:32:92:79:2b
Bila kode atribut diatas kita hashkan dengan algoritma SHA-1 maka hasilnya akan sebagai berikut:
Tabel 2 Contoh Hash Value
No Hash Value
1 a84d5e06eb93e5269a893b0934e2989b4863d6d1 2 6781275043415113b14e06460539338aff703e9c
Dari hasil hash value diatas kita dapat lihat bahwa walau kita hanya merubah 1 byte data didalamnya, hash value yang dihasilkan sangat tidak beraturan dan tidak dapat ditemukan kesamaan dan kemiripannya. Ini dikarenakan memang algoritma SHA-1 sangat baik dalam pengamanan data.
IV.!IMPLEMENTASI A. Implementasi Antarmuka
Gbr. 7 Tampilan Login Website
Gambar diatas merupakan tampilan login website jika verifikasi mac address telah berhasil dilakukan, selanjutnya tinggal sign in dan akan langsung di redirect ke halaman sesuai kelas pengguna.
Gbr. 8 Tampilan Halaman Utama
I Komang Juniawan Saputra. Aplikasi E-Voting Pemilu Raya Menggunakan Keamanan Secure Hash Algorithm-1 (Sha-1) Berbasis Web Information Systems
286
Jika user berhasil login, maka user akan disuguhkan dengan foto, nama dan slogan dari masing – masing kandidat secara slide show. Yang nantinya jika waktu pemilihan sudah tiba, user bisa langsung ke halaman vote dengan tombol seperti pada Gambar 4.2 di pojok kanan atas.
Gbr. 9 Tampilan Halaman Vote
Gambar diatas merupakan halaman voting dimana tombol submit baru akan bisa di klik jika waktu sudah valid.
Gbr. 10 Tampilan Halaman Timses
Gambar diatas adalah tampilan dari halaman timses dimana tim sukses masing masing kandidat dapat mengajukan untuk. Menerbitkan sebuah postingan ke admin.
Disana timses bisa mengajukan janji – janji politik mereka untuk ditindaklanjuti admin.
Gbr. 11 Tampilan Halaman Admin
Halaman admin berisikan tabel yang disertakan tombol setuju atau tidak dengan pengajuan artikel dari timses.
Disini admin wajib mereview isi dan materi artikel dari timses untuk selanjutnya bisa dinilai kelayakan dari artikel tersebut dilihat dari sudut pandang ketentuan – ketentuan yang sudah disepakati bersama.
B. Implementasi Algoritma SHA-1
Pesan yang diterima oleh server akan diolah sesuai alamat user yang mengirim. Server juga dianggap sudah dapat mendeteksi bahaya yang memungkinkan terjadi dalam sistem e-voting ini.
Server akan mencocokan hash value yang diterima dari user dan mencocokannya dengan basis data yang sudah dibuat sebelumnya. Kemungkinan untuk memecahkan hash value jika data di interrupt di tengah jaringan sangatlah kecil dan pengubahan data pada hash value di dalam jaringan akan mengakibatkan hash value berubah sangat signifikan yang kecil kemungkinannya menemukan kecocokan lain di database.
Selain mendefinisikan apa yang harus dikirimkan ke server, kita juga harus mendefinisikan bagaimana server memperlakukan data – data tersebut. Intinya server akan menyimpan dan mencocokkan data tersebut ke tabel hash yang dengan alasan keamanan alurnya akan menjadi sedikit lebih rumit, alurnya sebagai berikut:
• Pesan diterima oleh server dari sistem.
• Dengan data identitas user maka sistem akan berusaha mencari segala kemungkinan hashnya dengan semua kemungkinan pilihan calon.
i. Bila hash value kemungkinan yang tergenerate belum ada sama sekali pada tabel hash maka simpan data hash tersebut.
ii. Bila terdapat satu saja hash value yang sama dengan yang sudah ada di basis data maka sistem akan menolak dan mengkonfirmasi dahulu ke pihak yang berwenang dalam kasus ini admin sebagai panitia pemira.
iii. Bila hash value sama sekali tidak ditemukan dalam tabel kemungkinan maka sudah bisa dipastikan jika data tersebut telah dirubah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan dalam kasus ini sistem menolak menyimpan data.
Setelah semua hash value yang sudah dipastikan tidak ada masalah sudah tersimpan maka data tersebut harus dapat kita baca dengan segala informasi yang ada di database. Tahap – tahap pembacaan data hash-nya sebagai berikut:
• Sorting data pada sistem
Hal ini bertujuan unutk menghemat waktu dan mempercepat proses pencocokan data dari tabel hash ke database sistem.
• Untuk setiap data yang diterima dari sistem maka kita perlu mengkrontruksikan data tersebut dan mengubahnya menjadi hash value agar bisa kita cocokan dengan data yang kita terima, langkahnya: Misalkan untuk calon 1, 2 dan 3:
ISSN : 2302-450X
287
Tabel 3 Contoh Data Inputan
# Data
1 1408605025_e5d5e61a9b59dd7832555336a4fe74af_01_ccdf30e8 627d44448ec84c6428f4b85d757d0b66_ac:bc:32:92:79:2b 2 1408605025_e5d5e61a9b59dd7832555336a4fe74af_02_ccdf30e8
627d44448ec84c6428f4b85d757d0b66_ac:bc:32:92:79:2b 3 1408605025_e5d5e61a9b59dd7832555336a4fe74af_03_ccdf30e8
627d44448ec84c6428f4b85d757d0b66_ ac:bc:32:92:79:2b
• Kemudian pesan tersebut kita hash dengan SHA-1 Misalkan untuk calon 1, 2 dan 3:
Tabel 4 Contoh Hasil Hash
No Hash Value
1 a84d5e06eb93e5269a893b0934e2989b4863d6d1 2 6781275043415113b14e06460539338aff703e9c 3 99635c8c79e9eea80d80c77eec1daf32a2d8cc0e
• Hasil hash ini semualah yang akan kita cross-check dengan data yang kita terima dan seharusnya data – data tersebut memiliki 1 persamaan dan 1 persamaan juga untuk setiap user terhadap kandidat. Jika hash user Budi cocok dengan Data budi di hash dengan pilihan no 2 yaitu Anto maka Anto mendapatkan 1 suara dari budi.
• Jika langkah diatas dilakukan perulangan sampai data yang diterima dari user habis maka perhitungan selesai.
V. PENGUJIAN
Pengujian ini lebih berfokus kepada persyaratan fungsionalitas perangkat lunak yaitu metode Black Box. Pada metode ini penguji dapat menguji semua kondisi input yang terkait dengan persyaratan fungsionalitas. Beberapa kategori yang diuji diantaranya:
• Fungsi yang hilang atau mengalami kesalahan
• Kesalahan antarmuka
• Kesalahan struktur data atau akses ke basis data
• Kesalahan kinerja
• Inisialisasi dan kesalahan terminasi A. Skenario Pengujian
Seluruh skenario pengujian pada sistem ini akan dijelaskan pada tabel skenario pengujian berikut:
Tabel 5 Skenario Pengujian Valiidasi
No
Fungsi yang Diuji
Cara Pengujian
Hasil yang Diharapkan
Hasil Pengujian
1 Validasi Data
Tekan tombol pemicu pada
semua form
Dapat memfilter kesalahan data
atau penginputan data yang salah
Baik
Tabel 6 Skenario Pengujian Login
No Fungsi yang Diuji
Cara Pengujian
Hasil yang Diharapkan
Hasil Pengujian
1 Verifikasi Login
Buka URL dan tekan tombol login
Verifikasi MAC Address serta username dan password
Baik
2 Login Satu Kali
Tekan tombol login
Jika user sudah memilih maka akan muncul
pesan peringatan
Baik
Tabel 7 Skenario Pengujian Proses Voting
No
Fungsi yang Diuji
Cara Pengujian
Hasil yang Diharapkan
Hasil Pengujian
1 Proses Voting
Tekan tombol submit pada halaman vote
Data tersimpan
ke database Baik
Tabel 8 Skenario Pengujian Proses Lihat Hasil
No
Fungsi yang Diuji
Cara Pengujian
Hasil yang Diharapkan
Hasil Pengujian
1
Proses Lihat Hasil
Tekan tombol Lihat
Hasil pada halaman vote
Redirect ke halaman hasil
voting
Baik
VI.!KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa sistem e-voting dapat memberikan kemudahan dalam proses pemungutan suara pada kegiatan Pemilu Raya Mahasiswa.
Implementasi algoritma SHA-1 dalam sistem e-voting ini berjalan dengan baik dalam menjaga keamanan serta integritas data yang dikirim oleh client ke server. Fungsi Hashing pada algoritma SHA-1 dapat menjamin bahwa keamanan hanya perlu difokuskan ke database tanpa mempedulikan lalu lintas data.
I Komang Juniawan Saputra. Aplikasi E-Voting Pemilu Raya Menggunakan Keamanan Secure Hash Algorithm-1 (Sha-1) Berbasis Web Information Systems
288
UCAPAN TERIMA KASIH
Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Dosen Pembimbing, I Gede Arta Wibawa, S.T., M.Kom yang sudah membimbing saya dalam penulisan maupun penyusunan penelitian ini.
Terimakasih juga saya ucapkan kepada Bapak Dosen Pengampu Mata Kuliah Pemrograman Berbasis Web dan Kriptografi, I Putu Gede Hendra Suputra, S.Kom., M.Kom. dan Dr. I Ketut Gede Suhartana, S.Kom., M.Kom yang telah mendidik saya dalam perkuliahan sehingga saya mampu menyelesaikan penelitian ini.
Terakhir pada seluruh teman – teman yang tak henti – hentinya menjawab segala pertanyaan saya. Ucapan terimakasih saya kepada teman – teman semua tidak bisa saya ungkapkan dengan kata – kata.
REFERENSI
[1] M. Ridwan, Z. Arifin and Yulianto, “Rancang Bangun E-Voting dengan menggunakan Keamanan Algoritma Rivest Shamir Adleman (RSA) Berbasis Web (Studi Kasus : Pemilihan Ketua BEM FMIPA),” Jurnal Informatika Mulawarman, vol. 11, no. 2, pp. 22-28, September 2016.
[2] P. Cop and R. A. Purnama, “Sistem Keamanan E-Voting menggunakan Algoritma Kode ASCII,” Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI, vol. 1, no.
1, pp. 84-95, February 2015.
[3] D. Abdullah and C. I. Erliana, “Bisnis Rental Mobil Melalui Internet (E- Commerce) menggunakan Algoritma SHA-1 (Secure Hash Algorithm- 1),” Indonesian Jurnal on Computer Science - Speed – IJCSS, vol. 10, no. 4, pp. 152-159, November 2013.
[4] I. M. Drehem, S. Djanali and B. A. Pratomo, “Implementasi Kontrol Integritas E-Kiosk untuk Pengamanan Sistem Pemungutan Suara secara Elektronik (E-Voting),” JURNAL TEKNIK ITS, vol. 5, no. 1, pp. A13- A18, 2016.
[5] American Society for Quality, “Fishbone (Ishikawa) Diagram,”
American Society for Quality, 1 January 2017. [Online]. Available:
http://asq.org/learn-about-quality/cause-analysis- tools/overview/fishbone.html. [Accessed 1 May 2017].
[6] M. Yusuf and T. Rohman, “Implementasi Group Blind Digital Signature dalam Sistem E-Voting Pemilihan Kepala Daerah,” Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012), pp. A75-A81, 30 June 2012.
ISSN : 2302-450X
289