PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN MERCHANDISING SECARA TUNAI PADA
PT. PERTAMINA RETAIL JAKARTA
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma III
NOVITA ILONA NIM : 11140467
Program Studi Komputerisasi Akuntansi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer
Bina Sarana Informatika Jakarta
2017
vii
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terlaksananya Tugas Akhir ini, dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Penjualan Merchandising Secara Tunai Pada PT. Pertamina Retail”, yang merupakan salah satu syarat kelulusan Program Diploma III Studi Komputerisasi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika.
Selama melaksanakan riset pada perusahaan yang bersangkutan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, penulis telah banyak menerima bimbingan, pengarahan, petunjuk dan saran, serta fasilitas yang membantu hingga akhir dari penulisan laporan ini. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Direktur AKADEMI BSI.
2. Ketua Program Studi Komputerisasi Akuntansi.
3. Ibu Haryani, selaku Dosen Pembimbing 4. Bapak Raden, selaku Asisten Pembimbing
5. Staff/ karyawan/ dosen lingkungan AMIK BSI Jakarta
6. Bapak Bryan, selaku Manager My Pertamina Merchandising Store
7. Orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan moral maupun spiritual.
8. Nelti Susanti, kakak tercinta yang telah memberikan dukungan 9. Rekan-rekan Mahasiswa Kelas 11.6A.31.
Akhir kata penulis berharap semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi semua pihak yang membantu maupun teman-teman sekalian. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun penulis harapkan.
Jakarta, 10 Juli 2017 Penulis, Novita Ilona
viii
Novita Ilona (11140467), Perancangan Sistem Informasi penjualan Merchandising Secara Tunai Pada PT. Pertamina Retail Jakarta.
Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk membuat sebuah sistem yang berhubungan dengan sistem berbasis komputer, sehingga proses yang dilakukan dapat berlangsung dengan efektif dan efisien, serta meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi. Masalah yang sering terjadi dimana adanya data yang hilang ataupun double data karena banyaknya data yang harus dibuat. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pengumpulan data meliputi : metode observasi, metode wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang berlangsung masih menggunakan sistem manual, sehingga disimpulkan bahwa Koperasi Anugrah Mandiri Jakarta Timur memerlukan pengolahan data yang lebih efektif dan efisien. Sehingga adanya peningkatan sistem yang berlaku untuk menghasilkan suatu informasi yang lebih baik dengan digunakannya sistem yang terkomputerisasi.
Kata kunci : Perancangan Sistem Informasi, Penjualan Tunai
ix ABSTRACT
Novita Ilona (11140467), Perancangan Sistem Informasi penjualan Merchandising Secara Tunai Pada PT. Pertamina Retail Jakarta.
The purpose of writing this Final Project is to make a system related to computer- based system, so that the process can be done effectively and efficiently, and minimize errors that may occur. The problem that often occurs where the missing data or double data because of the amount of data that must be made. The method of research conducted is by collecting data include: observation method, interview method and literature study. The results showed that the system is still using manual system, so it is concluded that Cooperative Anugrah Mandiri East Jakarta requires data processing more effective and efficient. So that there is an increase in the system applicable to produce a better information with the use of a computerized system.
Keyword : Information System Design, Cash Sales System.
xi
Lembar Judul Tugas Akhir ... i
Lembar Pernyataan Keaslian Tugas Akhir ... ii
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah ... iii
Lembar Persetujuan dan Pengesahan Tugas Akhir ... iv
Lembar Konsultasi Tugas Akhir ... v
Kata Pengantar ... vii
Abstraksi ... ix
Daftar Isi ... x
Daftar Simbol ... xiii
Daftar Gambar ... xvi
Daftar Tabel ... xvii
Daftar Lampiran ... xviii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Umum ... 1
1.2. Maksud dan Tujuan... 2
1.3. Metode Penelitian ... 2
1.4. Ruang Lingkup... 3
BAB II LANDASAN TEORI ... 4
2.1. Konsep Dasar Sistem ... 4
2.2. Peralatan Pendukung (Tools System)... 17
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN ... 23
3.1. Umum ... 23
3.2. Tinjauan Perusahaan ... 23
3.2.1. Sejarah Perusahaan ... 24
3.2.2. Struktur Organisasi dan Fungsi ... 24
3.3. Proses Bisnis Sistem Berjalan ... 27
3.4. Unified Modelling Language (UML) ... 28
3.4.1. Activity Diagram ... 28
3.5. Spesifikasi Sistem Berjalan ... 29
3.5.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan... 29
3.5.2. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran... 30
3.6. Permasalahan Pokok ... 31
3.7. Pemecahan Masalah ... 32
BAB IV RANCANGAN SISTEM USULAN ... 33
4.1. Analisa Kebutuhan Software ... 33
4.1.1. Analisa Kebutuhan ... 33
4.1.2. Use Case Diagram ... 34
4.1.3. Activity Diagram ... 36
4.2. Desain ... 38
4.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD) ... 38
xii
4.2.2. Logical Record Structure (LRS) ... 40
4.2.3. Spesifikasi File ... 40
4.2.4. User Interface ... 44
4.2.5. Spesifikasi Hardware dan Software ... 47
BAB V PENUTUP ... 49
5.1. Kesimpulan ... 49
5.2. Saran ... 50
DAFTAR PUSTAKA ... 51
DAFTAR RIWAYAT HIDUP... 52
SURAT KETERANGAN PKL/RISET ... 53
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 54
xiii
1. Use Case Diagram
Use Case
Actor
ASSOCIATION
Komunikasi antara actor dan use case yang berpartisipasi pada usec ase atau use case memiliki Interaksi dengan aktor.
<<include>> INCLUDE
EXTEND
Relasi use case tambahan kesebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu.
GENERALIZATION
Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum- khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari yang lainnya.
Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.
ACTOR
Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri.
Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana
use case yang ditambahkan memerlukan use case ini
untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat
dijalankan use case ini.
xiv
2. Activity Diagram
INITIAL NODE
Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal.
ACTION
Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja.
DECISION
Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu.
JOIN / PENGGABUNGAN
Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu.
FORK
Digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara paralel.
SWIMLANE
Memisahkan organisasi bisnis yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi.
ACTIVITY FINAL
Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir.
3. ERD (Entity Relationship Diagram)
Entitas merupakan data inti yang akan disimpan, bakal tabel pada basis data, penamaan entitas biasanya menggunakan kata benda.
Atribut merupakan field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas
Atribut kunci primer merupakan field atau kolom data yang butuh disimpan di suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan, biasanya berupa id, dan bersifat unik.
Nama_entitas
Nama_atribut
Nama_kunci_primer er
xv
Relasi, relasi yang menghubungkan antar entitas, biasanya diawali dengan kata kerja
N Asosiasi adalah penghubung antara relasi dan entitas dimana kedua ujungnya memiliki multiplycity kemungkinan jumlah pemakaian
Nama relasi
dari satu.
xvi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar II.1 Diagram UML ... 19
Gambar II.2 Bentuk Hubungan Relasi ERD ... 21
Gambar III.1 Struktur Organisasi PT.Pertamina Retail (Mercahndising Store) ... 25
Gambar III.2 Activity Diagram Proses Bisnis Sistem Berjalan ... 28
Gambar IV.1 Use Case Diagram Sistem Usulan ... 35
Gambar IV.2 Activity Diagram Sistem Usulan ... 38
Gambar IV.3 Entity Relationship Diagram Sistem Usulan ... 39
Gambar IV.4 Logical Relationship Structure (LRS) Sistem Usulan ... 40
Gambar IV.5 User Interface Menu Login ... 44
Gambar IV.6 User Interface Data Barang ... 45
Gambar IV.7 User Interface Data Pelanggan ... 45
Gambar IV.8 User Interface Data Penjualan ... 46
Gambar IV.10 User Interface Form Data Jurnal ... 46
Gambar IV.9 User Interface Data Akun ... 47
xvii
Halaman
Tabel IV.1 Spesifikasi Tabel Barang ...41
Tabel IV.3 Spesifikasi Tabel Penjualan ...41
Tabel IV.2 Spesifikasi Tabel Pelanggan ...42
Tabel IV.4 Spesifikasi Tabel Penjualan Detail ...43
Tabel IV.6 Spesifikasi Tabel Jurnal ...43
Tabel IV.5 Spesifikasi Tabel Perkiraan ...44
xviii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman A. Lampiran Dokumen Sistem Berjalan
A.1. Nota Permintaan Barang ... 54
A.2. Nota Nota Penjualan Barang ... 55
A.3. Laporan Transaksi Harian ... 56
B. Lampiran Dokumen Sistem Usulan B.1. Laporan Laba Rugi ... 61
B.2. Laporan Perubahan Modal ... 61
B.3. Laporan Neraca ... 62
B.4. Struk Pembayaran ... 62
B.5. Laporan Penjualan ... 63
1
PENDAHULUAN
1.1 UMUM
Perkembangan komputer saat ini sangatlah berperan penting diberbagai bidang usaha terutama kemampuannya yang baik dalam mengolah data dan informasi.
Apabila pada saat ini, komputer amat penting untuk memudahkan pekerjaan kita.
Di era sekarang ini teknologi sudah sangat maju, komputer pun mempunyai peranan yang sangat penting. Semua bidang profesi sangat membutuhkan komputer, seperti dalam dunia perdagangan telah mengalami perubahan yang sangat besar,karena adanya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Akibatnya cara hidup dan pola pikir manusia mengalami perubahan menjadi lebih moderen sesuai dengan keadaan sekarang ini.
Toko Merchandising PT Pertamina Retail melakukan pengolahan data secara
manual sehingga terdapat beberapa permasalahan diantaranya menyebabkan stok
barang banyak yang ada di toko menjadi tidak lengkap, karena proses pemesanan
barang dan penerimaan barangnya memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga
waktu yang ada tidak efektif dan efisien. Oleh sebab itu sebenarnya perusahaan ini
membutuhkan suatu sistem pengolahan data, sehingga proses penjualan lebih efisien.
2
Sesuai dengan permasalahan diatas, maka untuk itu penulis sangat tertarik untuk membahasnya dalam Tugas Akhir yang berjudul :
“PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN MERCHANDISING SECARA TUNAI PADA PT PERTAMINA RETAIL JAKARTA”.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penulisan Tugas Akhir ini adalah:
1. Menganalisa sistem penjualan merchandising untuk mengetahui permasalahan yang ada di PT. Pertamina Retail.
2. Mengusulkan sistem penjualan yang berjalan saat ini menjadi sistem informasi penjualan yang terkomputerisasi.
3. Merancang sistem informasi penjualan yang manfaatnya akan diimplementasikan Pada PT. Pertamina Retail.
4. Dengan adanya penerapan sistem informasi penjualan ini dapat membangun proses pengolahan data yang efektif dan efisien, menyajikan laporan dengan tepat waktu dan memudahkan semua pekerjaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memenuhi Tugas Akhir sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D.III) Program studi Komputerisasi Akuntansi pada Akademi Managemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI) Jakarta.
1.2 Metode Penelitian
Untuk memperoleh data yang akurat dalam penulisan Tugas Akhir ini, maka
penulis menggunakan beberapa metode sebagai sarana untuk membantu serta
memudahkan penulis dalam penyusunan laporan. Berbagai macam metode yang penulis gunakan yaitu sebagai berikut :
1. Metode Observasi.
Penulis melakukan pengamatan langsung di PT. Pertamina Retail yang berlokasi di Jl. Letjen MT. Haryono Jakarta Selatan, terhadap masalah yang akan dijadikan objek penelitian, pengamatan yang penulis lakukan antara lain yaitu mengamati sistem penjualan yang ada pada PT. Pertamina Retail.
2. Metode Wawancara
Penulis melakukan proses tanya jawab dengan supervisor store mengenai sistem penjualan yang sedang berjalan di perusahaan tersebut, sehingga dapat diperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
3. Metode penelitian kepustakaan
Penulis mencari informasi yang berkaitan dengan pokok pembahasan pada laporan Tugas Akhir ini, dengan mengambil beberapa referensi buku maupun catatan yang penulis peroleh pada saat kuliah untuk bahan penunjang penulisan Tugas Akhir ini.
1.3 RUANG LINGKUP
Didalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis membatasi masalah hanya pada
penjualan saja. Dari mulai proses pemesanan, proses pembayaran, proses pengiriman
dan proses pembuatan laporan penjualan.
4
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem
Pada dasarnya sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan yang dihasilkan oleh suatu proses tertentu yang bertujuan untuk menyediakan informasi untuk membantu mengambil keputusan manajemen operasi perusahaan dari hari ke hari serta menyediakan informasi yang layak untuk pihak di luar perusahaan.
A. Pengertian Sistem
Berikut ini beberapa pengertian tentang sistem menurut beberapa ahli yang dijabarkan dibawah ini :
Menurut Jogiyanto (2009:34), “dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi”. Sistem dapat di definisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Sistem dan prosedur merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Suatu sistem baru bisa terbentuk bila di dalamnya terdapat beberapa prosedur yang mengikutinya.
Menurut Mulyadi (2010:5), “dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi menyatakan bahwa Sistem adalah jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk
menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi secara berulang-ulang”.
Sistem adalah sekelompok kompone dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu.
B. Karakteristik Sistem
Menurut Mulyadi (2010:5) dalam bukunya yang berjudul “Sistem Akuntansi”
supaya sistem itu dikatakan sistem yang baik memiliki karakteristik yaitu : 1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen – komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian – bagian dari sistem.
2. Batasan Sistem (Boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luar. Batasan sistem ini memungkinkan sustu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Lingkungan luar sistem (Environment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalo tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
6
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.
5. Masukan Sistem (Input)
Masukan sistem adalah energi yang dimasukan kedalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukkan sinyal (signal input).
Maintenance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem computer program adalah maintenance input sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7. Pengolah Sistem
Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, system akuntansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.
8. Sasaran Sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
Menurut Fatta (2007 : 6) dalam buku “Analisa & Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan & Organisasi Modern” untuk memahami atau mengembangkan suatu sistem, maka perlu membedakan unsur – unsur dari sistem yang membentuknya. Berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan sistem lainnya :
1. Batasan (boundary)
Penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem.
2. Lingkungan (environment)
Segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala, dan input terhadap suatu sistem.
3. Masukan (input)
Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh sistem .
4. Keluaran (output)
Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layer computer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.
8
5. Komponen (component)
Kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output). Komponen ini bisa merupakan subsistem dari sebuah sistem.
6. Penghubung (interface)
Tempat dimana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi.
7. Penyimpanan (storage)
Area yang dikuasai dan digunakan untuk menyimpan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya. Penyimpanan merupakan suatu media penyangga diantara komponen tersebut bekerja dengan berbagai tingkatan yang ada dan memungkinkan komponen yang berada dari berbagai data yang sama.
C. Klasifikasi Sistem
Menurut Mulyanto (2009:8) dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi”. Sistem dapat di klasifikasikan berbagai sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Klasifikasi sistem sebagai:
a. Sistem abstrak (abstract system)
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
b. Sistem fisik (physical system)
Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai:
a. Sistem alamiyah (natural system)
Sistem alamiyah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.
b. Sistem buatan manusia (human made system)
Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).
3. Sistem diklasifikasikan sebagai:
a. Sistem tertentu (deterministicl system)
Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.
b. Sistem tak tentu (probalistic system)
Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.
4. Sistem diklarifikasikan sebagai:
a. Sistem tertutup (close system)
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada tutur campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed system.
10
b. Sistem terbuka (open system)
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik.
Menurut Kusrini & Koniyo (2007:7) dalam buku “Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic & Microsoft SQL Server” suatu sistem dapat diklasifikasikan menjadi seperti berikut:
1. Sistem abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak adalah suatu sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
3. Sistem tertentu dan sistem tak tentu
Sistem tertentu adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat sedangkan sistem tak tertentu adalah sistem dengan prilaku ke depan yang tidak dapat diprediksi.
4. Sistem tertutup dan sistem terbuka
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh oleh lingkungan luar atau otomatis, sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luar.
D. Tujuan Sistem
Adapun tujuan sistem menurut Susanto (2013:23) dalam bukunya berjudul
“Sistem Informasi Akuntansi” adalah sebagai berikut:
Tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem. Agar supaya target tersebut bisa tercapai, maka target atau sasaran tersebut harus diketahui terlebih dahulu ciri-ciri atau kriterianya. Upaya mencapai suatu sasaran tanpa mengetahui ciri-ciri atau kriteria dari sasaran tersebut kemungkinan besar sasaran tersebut tidak akan pernah tercapai. Ciri-ciri atau kriteria dapat juga digunakan sebagai tolak ukur dalam menilai suatu keberhasilan suatu sistem dan menjadi dasar dilakukannya suatu pengendalian “. Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem merupakan kumpulan suatu komponen sistem yang saling berhubungan satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan suatu kegiatan pokok perusahaan.
2.1.1. Informasi
a. Pengertian Sistem Informasi
Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Beberapa ahli mendefinisikan informasi sebagai berikut:
Menurut Mulyanto (2009:12) dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi”. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata.
12
Menurut Jogiyanto (2009:8) dalam bukunya yang berjudul “Analisis dan Desain Sistem Informasi”. Mengemukakan definisi informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Secara Etimologi, Informasi berasal dari bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”.
Informasi Juga dapat diartikan sebagai data yang telah di olah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b. Kualitas Informasi
Menurut Mulyanto (2009 :20) dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi”, Kualitas informasi bergantung pada 3 (tiga) hal yang sangat domain yaitu:
1. Informasi harus akurat.
Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Informasi harus tepat waktu.
Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.
3. Informasi harus relevan.
Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya.
c. Nilai Informasi
Menurut Jogiyanto (2009:11) dalam bukunya yang berjudul “Analisis dan Desain Sistem Informasi” Nilai adalah suatu informasi dikatakan bernilai bila informasi lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem, informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan.
d. Pengertian Sistem Informasi
Menurut Swastika dan Putra (2016:16), dalam buku “Audit Sistem Informasi Dan Tata Kelola Teknologi Informasi Implementasi dan Studi Kasus”
bahwa sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen – komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi.
Menurut Kusrini & Koniyo (2007:9) dalam buku “Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic & Microsoft SQL Server” sistem adalah sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem
14
informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang terdiri dari kumpulan komponen sistem, yaitu software, hardware dan brainware yang memproses informasi menjadi sebuah output yang berguna untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam suatu organisasi.
e. Komponen Sistem Informasi
Menurut Kusrini & Koniyo (2007:9) dalam buku “Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic & Microsoft SQL Server” dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen sebagai berikut:
1. Perangkat keras (hardware), mencangkup berbagai peranti fisik seperti komputer dan printer.
2. Perangkat lunak (software) atau program, yaitu sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras memproses data.
3. Prosedur, yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
4. Orang, yaitu semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.
5. Basis data (database), yaitu sekumpulan tabel, hubungan dan lain – lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
6. Jaringan komputer dan komunikasi data, yaitu sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
f. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Susanto (2013:72) dalam bukunya yang berjudul ”Sistem Informasi Akuntansi”, Kumpulan atau group dari sub sistem / bagian / komponen apapun baik phisik atau non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan“.
Menurut Laudon (2013:52) dalam bukunya yang berjudul “Sistem
Informasi Akuntansi”, sistem informasi akuntansi adalah Komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas didalam perusahaan.
Dengan demikian, dilihat dari definisi tersebut di atas sistem akuntansi dan sistem informasi akuntansi mempunyai pengertian yang sama yaitu serangkaian kegiatan administrative perusahaan dalam melaksanakan berbagai aktivitas sehari- hari .
g. Sistem Informasi Penjualan
Menurut Mulyadi (2010:15) dalam bukunya yang berjudul “Sistem Akuntansi”, menyebutkan bahwa Penjualan adalah kegiatan yang terdiri dari penjualan barang atau jasa baik secara kredit maupun secara tunai.
16
h. Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
Beberapa fungsi yang terkait dalam prosedur penjualan menurut Mulyadi (2010:15) dalam bukunya “Sistem Akuntansi” adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli.
2. Fungsi Gudang
Fungsi gudang berfungsi untuk menyediakan barang yang diperlukan oleh pelanggan sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.
3. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggungjawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan pembuatan laporan penjualan.
4. Fungsi Pengiriman
Fungsi pengiriman berfungsi untuk menyerahkan barang yang kuantitas, mutu, dan spesifikasinya sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan, menurut Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi adalah sebagai berikut : 1. Faktur Penjualan Tunai
Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai.
2. Bukti Setor Bank
Dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas ke bank 3. Rekap Harga Pokok Penjualan
Digunakan oleh fungsi akuntansi untuk meringkas harga pokok produk yang dijual selama satu periode.
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan adalah:
1. Jurnal Penjualan
Jurnal Penjualan, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik secara kredit maupun tunai.
2. Jurnal Umum
Jurnal Umum, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.
3. Kartu Persediaan.
Kartu Persediaan, catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.
2.2. Peralatan Pendukung (Tols System)
Untuk menggambarkan sistem yang akan digunakan maka diperlukan peralatan pendukung sistem (tools system). Adapun peralatan pendukung (tools system) yang digunakan adalah UML(Unified Modelling Language)
A. UML (Unified Modeling Language)
Rosa dan Shalahuddin (2016:133), UML adalah salah satu standar Bahasa yang banyak digunakan didunia industri untuk menfinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemprograman berorientasi objek.
18
1. Pengenalan UML
Pada perkembangan teknik pemrograman berorientasi objek, munculah sebuah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangunan perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan teknik pemrograman berorientasi objek, yaitu Unified Modeling Language (UML). UML muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan mendokumentasikan dari sistem perangkat lunak. UML merupakan Bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung. UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan. Jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metodologi tertentu, meskipun pada kenyataannya UML paling banyak digunakan pada metodologi berorientasi objek.
2. Diagram-diagram UML
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2016:140), pada UML 2.3 terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokan dalam 3 kategori. Pembagian kategori dan macam-macam diagram tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
sumber : Rosa dan Shalahuddin (2016:140) Gambar II.1.Diagram UML Berikut penjelasan singkat dari pembagian kategori tersebut:
a. Structure diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan.
b. Behavior diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem.
c. Interaction diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem.
B. Use Case Diagram
Rosa dan Shalahuddin (2016:155), Use Case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor
20
dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.
Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.
1. Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.
2. Use case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.
C. Activity Diagram
Rosa dan Shalahuddin (2016:161), Diagram aktivitas atau activity diagram menggunakan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendifinisikan hal-hal berikut : 1. Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan
merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.
2. Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem/user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.
3. Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.
4. Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak.
D. Entity Relationship Diagram (ERD)
Rosa dan Shalahuddin (2016:50), Pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD).
ERD biasanya memiliki hubungan binary (satu relasi menghubungkan dua buah entitas). Beberapa metode perancangan ERD menoleransi hubungan relasi ternary (satu relasi menghubungkan tiga buah relasi) atau N-ary (satu relasi menghubungkan banyak entitas), tapi banyak metode perancangan ERD yang tidak mengijinkan hubungan ternary atau N-ary. Berikut contoh hubungan relasi dalam ERD :
Sumber : Rosa dan Shalahuddin (2016:52) Gambar II.2.
Bentuk hubungan relasi dalam ERD E. Logical Record Structure (LRS)
Menurut Hasugian dan Shidiq (2012:608) memberikan batasan bahwa LRS adalah “sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan
22
mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam kaitannya dengan konvensi ke LRS”. Perubahan yang tejadi yaitu mengikuti aturan-aturan sebagai berikut (Hasugian dan Shidiq, 2012:608) :
1. Setiap entitas akan diubah kebentuk kotak.
2. Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkat hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkan referensi).
Sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubungan M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling berhubungan.
23
ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1. Umum
Memasuki era perdagangan bebas yang sangat kempetitif, menjadi harapan baru untuk membuka peluang bisnis dalam bidang penjualan merchandising yang kian membanjiri pasar. Walau usaha dagang tersebut masih berskala lokal, PT.
Pertamina Retail khususnya outlite My Pertamina Merchandising Store telah mampu bersaing dengan menjual barang berkualias tinggi.
Tetapi sistem penjualannya masih bersifat manual, dari mulai pemesanan barang, pembuatan kwitansi sampai dengan pembuatan laporan penjualan.
Sehingga mngakibatkan stok barang di toko banyak yang kosong dan penjualan menjadi menurun.
Dengan terjadinya masalah diatas, untuk itu dibutuhkannya komputerisasi yang dapat mempercepat proses pengolahan data sehingga menghasilkan data yang akurat dan cepat.
3.2. Tinjauan Perusahaan
Dalam pelaksanaa kegiatan rutin di PT. Pertamina Retail terdapat aturan yang ditentukan, dalam hal ini struktur organisasi yang menggambarkan garis perintah dan penerimaan perintah serta fungsi-fungsi pelaksanaan tersebut sehingga semua menjadi lancar.
Penulis akan menerangkan sejarah dan struktur organisasi di tempat penulis mengadakan riset untuk pembuatan makalah ini sebagai berikut :
24
3.2.1. Sejarah perusahaan
PT. Pertamina Retail merupakan anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang usaha retail produk Pertamina yang beralamatkan di Gd.
Wisma Tugu, Jl. KH. Wahid Hasyim No. 100-102 Kebon Sirih Jakarta Pusat.
Perusahaan didirikan pada tanggal tanggal 1 September 2005, dengan memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) kecil nomor 738/ULP/LKPP/12/2013. Pada tanggal 1 Februari 2006 ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum dan Umum, Kementrian Hukum dan Ham Republik Indonesia. Terhitung sejak Maret 2006, Perusahaan mulai mengelola dan mengoperasikan SPBU. Seiring dengan perkembangan zaman pada tangal 1 Oktober 2016 perusahaan mulai mengelola merchandising store, dan mulai di resmikan pada tanggal 10 november 2016.
Di masa mendatang, PT. Pertamina Retail akan mengoptimalkan dan terus mengembangkan aset dan infrastruktur yang dimiliki demi mempertahankan keunggulan kompetitif untuk menjadi Perusahaan yang memberikan kontribusi lebih bagi Perusahaan Induk dan Negara, dan tetap terus berpegang kepada komitmennya sebagai Perusahaan yang menjunjung profesionalisme, akuntabilitas dan berorientasi pada kenyamanan dan kepuasan pelanggan.
3.2.2. Struktur Organisasi dan Fungsi
Keberhasilan suatu perusahaan tidak akan tercapai apabila tidak ada kerja sama yang baik antara fungsi dn para karyawan dengan atasan. Maka dari itu diperlukan suatu koordinasi yang baik antar divisi, agar tugas yang dijalankan bisa lebih efisien.
Adapun struktur organisasi pada PT. Pertamina Retail (Merchandising Store) sebagai berikut :
Sumber : PT. Pertamina Retail( Merchandising Store)
Gambar III.1. Struktur Organisasi PT.Pertamina Retail (Mercahndising Store)
Untuk lebih jelasnya, dibawah ini penulis berusaha untuk menjelaskan fungsi dari organisasi pada PT.Pertamina Retail (Merchandising Store) secara garis besar adalah sebagai berikut :
1. Pimpinan
Bertugas sebagai pimpinan diperusahaan, menentukan langkah-langkah pengambilan keputusan yang harus dilakukan oleh perusahaan. Menerima laporan dari seluruh bagian, mengatur setiap langkah yang akan dilakukan perusahaan.
Pimpinan
Manager
Bagian Penjualan Bagian Gudang
26
2. Manager
Mengontrol setiap jalannya kegiatan yang berlangsung di dalam perusahaan.
Bertanggung jawab atas kelancaran pengolahan dan pengendalian terhadap Sumber Daya Manusia di seluruh bagian perusahaan, mengurus setiap pelaksanaan yang berlangsung untuk mencapai target kinerja sesuai tujuan perusahaan, memeriksa kembali laporan dari setiap bagian di dalam perusahaan, ikut dalam menentukan keputusan dan bertanggung jawab atas keputusan tersebut.
3. Bagian Gudang
Mencatat setiap keluar masuknya barang, memasukan dan mengeluarkan barang sesuai dengan kegiatan yang berlangsung, bertanggung jawab atas barang-barang yang ada di gudang.
4. Bagian Penjualan
Menjual barang ke customer, mencapai target penjualan perusahaan, bertanggung jawab atas penjualan yang berlangsung.
3.3. Prosedur Bisnis Berjalan
Berikut ini penulis menjelaskan mengenai prosedur bisnis berjalan pada penjualan Merchandising Store secara tunai pada PT. Pertamina Retail.
Customer datang langsung ke toko untuk memesan barang kepada bagian penjualan, bagian penjualan melakukan konfirmasi ke bagian gudang apakah barang tersebut tersedia atau tidak. Jika barang tidak tersedia bagiang penjualan mengkonfirmasi kembali ke customer, jika barang tersedia bagain penjualan membuat nota permintaan barang, setelah barang tersedia customer melakukan pembayaran pada bagian penjualan. Bagian penjualan membuat nota penjualan barang sebagai bukti pembayaran, nota penjualan rangkap I beserta barang diberikan kepada customer, dan nota penjualan rangkap II diarsipkan. Bagian penjualan membuat laporan harian penjualan berdasarkan nota penjualan.
Manager membuat laporan bulanan berdasarkan laporan harian penjualan.
Laporan penjualan bulanan diserahkan ke pimpinan.
28
3.4. Unified Modelling Language (UML) 3.4.1. Activity Diagram
1. Proses Bisnis Berjalan
Pimpinan Manager
Customer Bagian Penjualan Bagian Gudang
Memesan Barang Menerima Pemesanan Barang
Melakukan Konfirmasi Ketersediaan
Barang
Menerima Konfirmasi Ketersediaan
Mengecek Ketersediaan
Barang
Barang Tidak Tersedia
Menginfokan Ketersediaan
Barang
Membuat Nota Permintaan Barang
Menerima Pembayaran dan
Membuat Nota Penjualan
Memberikan Nota Penjualan Menerima Nota
Penjualan Barang
Membuat Laporan Rekap
Data Harian Penjualan
Barang
Memberikan Rekap Laporan Harian Penjualan
Barang
Membuat Laporan Rekap Data Bulanan Penjualan
Barang
Menerima Laporan Penjualan tidak tersedia
Tersedia Menerima Info
Pemesanan Barang
Melakukan Pembayaran
Gambar III.2.
Diagram Activity Sistem Berjalan
3.5. Spesifikasi Sistem Berjalan
Spesifikasi merupakan rangkaian yang terdiri dari dokumen masukan (Input) dan dokumen keluaran (Output) yang semuanya teratur dan dipakai pada sistem bejalan.
3.5.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan
Spesifikasi bentuk masukan merupakan rangkaian data yang masuk kedalam sistem dan proses sehingga menghasilkan suatu keluaran. Adapun spesifikasi bentuk masukan adalah sebagai berikut :
a. Nama Dokumen : Data Barang
Fungsi : Untuk melihat data barang dan stock Sumber : Bagian Penjualan
Tujuan : Bagian Penjualan
Media : Kertas
Jumlah : 1 Lembar
Frekuensi : Melihat data barang atau ketersediaan barang Bentuk : Lampiran A-1
b. Nama Dokumen : Nota Permintaan
Fungsi : Sebagai bukti pemesanan barang
Tujuan : Customer
Frekuensi : Setiap ingin melakukan transaksi penjualan
Media : Kertas
Jumlah Rangkap : 1 Lembar Bentuk : Lampiran A-2
30
3.5.2. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran
Spesifikasi bentuk keluaran adalah dokumen yang dihasilkan dari proses spesifikasi bentuk masukan. Adapun bentuk spesifikasi bentuk keluaran adalah sebagai berikut:
a. Nama Dokumen : Nota Penjualan Fungsi : Bagian Penjualan
Tujuan : Customer
Frekuensi : Setiap ingin melakukan transaksi penjualan
Media : Kertas
Jumlah Rangkap : 3 Lembar Bentuk : Lampiran B-1 b. Nama Dokumen : Laporan Penjualan
Fungsi : Bagian Penjualan Tujuan : Pimpinan dan Manager
Frekuensi : Setiap penjualan laporan penjualan
Media : Kertas
Jumlah Rangkap : 3 Lembar Bentuk : Lampiran B-2
3.6 Permasalahan
Pengolahan data transaksi penjualan pada PT. Pertamina Retail masih menggunakan sistem manual, sehingga akan berdampak pada perhitungan- perhitungan yang kurang akurat, hal itu merupakan permasalahan yang harus ditangani sebagai. Sebagai berikut permasalahan yang terdapat di PT. Pertamina Retail :
a. Permasalahan yang dihadapi pada sistem yang berjalan saat ini adalah tingkat kecepatan dalam pengolahan, penyimpanan, maupun pengambilan data penjualan sangat kurang dan tingkat keamanan data pun tidak begitu terjamin, hal ini disebabkan karena sistem berjalan dilakukan dengan cara proses pencatatan dan menggunakan microsoft excel sebagai alat bantu dalam membuat laporan.
b. Pembuatan laporan kepada pimpinan masih sering mengalami keterlambatan termasuk untuk tahapan berikutnya.
32
3.7 Pemecahan Masalah
Setelah kita mengetahui permasalahan diatas, maka penulis berusaha mencari jalan keluar agar didapatkan hasil yang maksimal untuk memecahkan masalah yang terjadi di perusahaan tersebut. Yaitu sebagai berikut:
a. Maka dibuatlah suatu sistem, dimana sistem tersebut dapat mencakup hal-hal yang dapat membuat sistem yang ada dapat bejalan dengan baik.
b. Sistem yang dibuat dapat memberikan laporan yang cepat dan akurat. Dengan adanya alternatif pemecahan masalah ini diharapkan penjualan Merchandising pada PT. Pertamina Retail dapat berjalan dengan baik.
33
RANCANGAN SISTEM USULAN
4.1. Analisa kebutuhan software
Analisa kebutuhan software merupakan langkah awal untuk menentukan gambaran perangkat yang akan dihasilkan ketika kita akan mengembangkan sebuah sistem, baik sistem yang belum terkomputerisasi ataupun sistem yang sudah terkomputerisasi. Analisa kebutuhan software yang baik belum tentu menghasilkan perangkat lunak yang baik, sehingga dibutuhkan tahap-tahap yang rinci,spesifikasi, sesuai prosedur dan terstruktur.
4.1.1 Analisa Kebutuhan
Adapun kebutuhan atas sistem yang diusulkan adalah sebagai berikut:
1. Pengguna dapat login dengan akun yang telah dibuat 2. Pengguna dapat mengelola master barang
3. Pengguna dapat mengelola data transaksi Penjualan 4. Pengguna dapat mengelola jurnal umum
5. Pengguna dapat mengelola laporan penjualan
6. Pengguna dapat mengelola data perkiraan
34
4.1.2 Use Case Diagram
Use case Diagram digunakan untuk menggambarkan kebutuhan dan
fungsionalitas sistem dari sudut pandang user berdasarkan hasil analisa yang telah
dilakukan yang terfokus pada sistem yang terkomputerisasi.
Adapun Use Case Diagram sistem usuluan untuk aplikasi sistem informasi penjualan tersebut adalah sebagai berikut :
uc Sistem Usulan
Pengguna
M elakukan Login
M engelola Data Barang
Mengelola Data Transaksi Penj ualan
M engelola Jurnal Umum
Mengelola Data Perkiraan
Mengelola Laporan Penj ualan &
Keuangan
Input User Name
Input Pasw ord
Tambah
Simpan Hapus Cari
Keluar Ubah
Tambah
Simpan
Cetak
Hapus
edit
Tambah
Simpan Hapus
Edit
Tambah
Hapus
Simpan
Edit Cetak Jurnal
Umum
Cetak Laporan laba rugi Cetak Neraca
Saldo Log Out
«i nclude»
«extend»
«extend»
«extend»
«incl ude»
«i nclude»
«include»
«i nclude»
«extend»
«incl ude»
«incl ude»
«i nclude»
«extend»
«extend»«extend»
«extend»
«extend» «extend»
«extend»
«extend»
«extend»
«extend»
«i nclude»
«i nclude»
«extend» «extend»
«i nclude»
«extend»
«extend»
«extend»
Gambar VI.1.
Use Case Diagram Sistem Usulan
36
4.1.3. Activity diagram
Pada bagian ini akan digambarkan alur penggajian suatu sistem yang sedang
berjalan, yang bertujuan untuk melihan alur proses sistem yang sedang berjalan.
ac t Prose s pemba ya ran
Sistem Pe ngguna
Klik me nu login Tampilan M e nu
login
mas ukan us e r name & pas word
Ce k us e r name &
pas word
ke mbali ke halaman s e be lumnya
mas uk ke me nu utama
salah benar
M e nge lola data
barang me nge lola data trans aks i pe njualan
me nge lola jurnal umum
me ne lola data pe rkiraan
me nge lola laporan pe njualan
ke uangan
pilih me nge lola data barang
tambah data barang
pros e s data barang
s impan data benar ubah data
salah
me nampilkan data yang diubah pilih me nu me nge lola
data trans aks i pe njualan
me nampilkan data trans aks i
tambah data trans aks i
pros e s data trans aks i
s impan dan ce tak data trans aks i
benar ubah data
me nampilkan data yang diubah
pilih me nu me nge lola jurnal
umum
me nampilkan jurnal umum
tambah jurnal umum
pros e s jurnal umum salah
s impan trans aks i benar Ubah data
salah
me nampilkan data yang diubah pilih me nge lola
data pe rkiraan
tambah data pe rkiraan
pros e s data pe rkiraan
s impan data pe rkiraan ubah
salah
benar
me nampilkan data yang diubah me nge lola laporan
pe njualan dan ke uangan
pros e s laporan ke uangan dan
pe njualan
ce tak jurnal umum
ce tak laporan laba
rugi
ce tak ne raca
s aldo
Gambar IV.2
Activity Diagram Usulan
38
4.2. Desain
4.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)
Barang Penjualan
Jurnal Umum
Data perkiraan penjualan detail
terdiri dari
Pelanggan
Melakukan
Memiliki
terdiri dari
kd_pelanggan
Nm_pelanggan
Alamat_pelanggan
Telepon
Nm_barang
Jenis_Barang
kd_barang
Stok
Harga
Kd_pelanggan No_Nota
Tgl_Transaksi
Nominal
Total
kd_barang
No_Nota
Nm_barang
No_Jurnal
Tgl_Jurnal
Kd_perkiraan
Keterangan Kd_perkiraan
Debet Kredit Nm_Perkiraan
Kategori
1 M
M 1
1
1
1
M Jml_barang
No_nota terdiri dari
Gambar IV.3
Entity Relationship Diagram Sistem Usulan
40
4.2.2 Logical Record Structure (LRS)
class Sistem berj alan
Barang
- harga: i nt - j eni s_barang: char - nm_barang: char - stock: char + kd_barang() : char
Penj ualan
- kd_pel anggan: i nt - nomi nal : i nt - tgl _transaksi : fl oat - total : i nt + no_nota() : char
Pelanggan
- al amat_pel anggan: char - nm_pel anggan: char - tel epon: fl oat + kd_pel anggan() : char
penj ualan detail
- Jml _barang: i nt - nm_barang: char - no.nota: char + kd_barang() : char
Jurnal Umum
- debi t: i nt - kd_perki raan: char - keterangan: char - kredi t: i nt - No.Nota: char - tgl _j urnal : fl oat + no_j urnal () : char Data Perkiraan
- kategori : char - nm_perki raan: char + kd_perki raan() : char
Gambar IV.4.
Logical Record Structure Sistem Usulan
4.2.3. Spesifikasi file
1. Nama Database : PT. Pertamina Retail.SQL
Nama File : Barang
Akronim : Barang.Myd
Type file : Master
Akses file : Random
Panjang Record : 85 Karakter
Kunci field : kd_barang
Tabel : VI.1
Spesifikasi file tabel barang
No elemen data Nama Field Type Size Keterangan
1 Kode Barang Kd_Barang Varchar 3 Primary Key
2 Nama Barang Nm_Barang Varchar 30
3 Jenis Barang Jenis Varchar 30
4 Stock Stock Integer 11
5 Harga Harga Integer 11
2. Nama Database : PT. Pertamina Retail.SQL
Nama File : Penjualan
Akronim :Penjualan.Myd
Type file : Master
Akses file : Random
Panjang Record : 90 Karakter
Kunci field : No_Not
Tabel : IV.2
Spesifikasi file Tabel Penjualan
No Elemen Data Nama Field Type Size Keterangan
1 Nomor Nota No_Nota Varchar 3 Primary Key
2 Kode Pelanggan Kd_Pelanggan Integer 30 3
Tanggal
transaksi Tgl_Transaksi Varchar 30
4 nominal Nominal Integer 12
5 Total Total Integer 15
42
3. Nama Database : PT. Pertamina Retail.SQL
Nama File : Pelanggan
Akronim : PelangganMyd
Type file : Master
Akses file : Random
Panjang Record : 37 Karakter Kunci field : Kd_pelanggan
Tabel : IV.3
Spesifikasi file Tabel Pelanggan
No Elemen data Nama Field Type Size Keterangan
1 Kode Pelanggan Kd_Pelanggan Varchar 5 Primary Key
2 Nama Pelanggan Nm_pelanggan Varchar 10
3 Alamat Pelanggan Alamat_pelanggan Varchar 11
4 Telepon Telepon Integer 12
4. Nama Database : PT. Pertamina Retail.SQL Nama File : Penjualan Detail
Akronim : Penjualan Detail.Myd Type file : Penjualan
Akses file : Random
Panjang Record : 37 Karakter
Kunci field : Kd_pelanggan
Tabel : IV.4
Spesifikasi file Tabel Penjualan Detail
No elemen data Nama Field Type Size Keterangan
1 Kode Barang kd_barang Varchar 5 Foreign Key
2 Nomor Nota no_nota Integer 10 Foreign Key
3 nama barang nm_barang Varchar 11
4 Jumlah barang Jml_barang Integer 11
5. Nama Database : PT. Pertamina Retail.SQL
Nama File : Jurnal Umum
Akronim : Jurnal Umum.Myd
Type file : Jurnal Umum
Akses file : Random
Panjang Record : 96 Karakter Kunci field : No_Jurnal
Tabel : IV.5
Spesifikasi file Tabel Jurnal Umum