• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

9

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Pada dasarnya sistem sangat berpengaruh dalam suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau pungsi utama dari perusahaan yang dihasilkan oleh suatu proses tertentu yang bertujuan untuk menyediakan informasi.

A. Pengertian Sistem

Menurut Ladjamudin (2013:3) mengatakan bahwa “Pendekatan sistem adalah kumpulan dari komponen atau elemen-elemen atau sub sistem-sub sistem merupakan definisi yang lebih luas dibandingkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponen akan lebih mudah dipelajari untuk analisis dan rancangan sistem.

Model umum sebuah sistem adalah input, process dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sederhana, sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran sekaligus. Selain itu sebuah sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang berarti bahwa hal tersebut bisa diartikan sebagai suatu sistem, adapun unsur-unsur karakteristik sistem terdiri dari:

(2)

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar sistem adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukkan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.

5. Masukkan Sistem (Input)

Masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam suatu sistem, yang dapat berupa perawatan (Maintenance Input), dan masukkan sinyal (Signal Input).

(3)

Maintenance Input yaitu energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Signal Input yaitu energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

6. Keluaran (Output)

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukkan untuk subsistem yang lain.

7. Pengolahan Sistem (Process)

Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem akuntansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.

8. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya, karena suatu sistem memiliki sasaran yang berbeda-beda untuk setiap kasus yang terjadi didalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

(4)

2. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi, rotasi bumi, sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang dirancang oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin atau human-machine system.

3. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem Majemuk (Close System) dan Sistem Terbuka (Open System )

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan luarnya, sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak luar. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.

B. Karakteristik Sistem

Ladjamudin (2013:3) mengemukakan bahwa: “Karakteristik sistem adalah Suatu sistem mempunyai komponen-komponen, bats sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolahan, dan sasaran atau tujuan.”. Karaketristik-karakteristik sistem menurut Ladjamudin (2013:4), adalah:

(5)

1. Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponeen yang saling berinteraksi, yang artinya salig bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu sub sistem atau bagian- bagian dari sistem. Setiap sub sisem mempunyai karakteristik dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2. Batasan Sistem

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan demikian harus dijaga dan dipelihara.

Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem.

4. Penghubung Sistem

Penghubung merupakan media yang menghubungkan antara satu sub sistem dengan sub sistem yang lainnya. Melalui penghubung ini kemungkinan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke sub sistem yang lainnya.

Keluaran dari satu sub sistem akan menjadi masukan untuk sub sistem lainnya

(6)

melalui penghubung. Dengan penghubung satu sub sistem dapat berintegrasi dengan sub sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem

Masukan sistem adalah energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan daapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal maintenance input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat berjalan. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari sistem.

6. Keluaran Sistem

Keluaran sistem adalah energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain.

7. Pengolahan Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran sistem

Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran, kalo sistem tidak mempunyai sasaran maka sistem tidak akan ada. Suatu sisem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Sasaran sangat berpengaruh pada masukan dan keluaran yang dihasilkan.

Tujuan dan sasaran merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh sistem.

Suatu sistem harus memiliki tujuan dan sasaran yang pasti karena akan menentukan masukan yang dibutuhkan sistem yang tentunya juga berpengaruh

(7)

pada keluaran sistem. Suatu dapat dikatakan berhasil apabila dapat mengenai sasaran dan tujuan sesuai yang telah direncanakan.

C. Klasifikasi Sistem

Sistem merupakan suatu bentuk inegrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya, oleh karena itu sistem dapat didefinisikan beberapa sudut pandang. Menurut Ladjamudin (2013:6) bahwa “Sistem adalah suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi didalam sistem”. Oleh sebab itu sistem klasifikasi dari beberapa sudut pandang yaitu:

1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)

a. Sistem Abstrak (Abstract System) adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide yang tak tampak secara fisik. Contohnya Sistem teologi adalah sebuah susunan gagasan mengenai Tuhan, manusia dan alam.

b. Sistem Fisik (Physical System) adalah sistem yang ada secara fisik.

Contohnya Sistem peredaran darah, sistem sekolah, sistem transportasi, dan sistem komputer.

2. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System).

(8)

a. Sistem Alamiah (Natural System) adalah sistem yang terjadi karean adanya proses alam. Contohnya Pergantian siang dan malam, erosi dan bencana alam.

b. Sistem Buatan Manusia (Human Made System) adalah sistem yang terjadi karena sengaja dibuat oleh manusia. Contohnya Sistem komputer dan sistem irigasi.

3. Sistem Tertentu (Deterministik System) dan Sistem Tidak Tentu (Probabilistik System).

a. Sistem Tertentu (Deterministik System) adalah suatu sistem yang beroperasi dengan tingkah yang dapat diprediksi. Contohnya Hasil pertandingan sepak bola dan prestasi

b. Sistem Tak Tentu (Probabilistik System) adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi. Contohnya Sistem kematian.

4. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System).

a. Sistem Tertutup (Closed System) adalah sistem yang tidak berhubungan atau tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya sistem ini bekerja otomatis tanpa campur tangan pihak luar. Contohnya Sistem adat masyarakat baduy.

b. Sistem Terbuka (Open System) adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya sistem ini menerima masukan dan menghasilkan pengeluaran untuk sub sistem lainya.

Contohnya Sistem musyawarah.

D. Pengertian Informasi

(9)

Menurut Ladjamudin (2013:9) mengatakan “Informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.

Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Informasi diperoleh setelah data-data mentah diproses atau diolah. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidak pastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Informasi digunakan tidak hanya oleh satu orang pihak di dalam organisasi. Nilai sebuah Informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu Informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.

Sistem pengelolah informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya. Nilai atau kualitas informasi berhubungan dengan keputusan. Bila tidak ada pilihan atau keputusan, maka informasi menjadi tidak diperlukan.

Untuk mengukur apakah informasi tersebut memiliki kualitas atau tidak, kita dapat mengujinya dengan memperhatikan empat dimensi utama dasar informasi sebagai berikut:

1. Relevasi

Relevasi atau keterkaitan yang dimiliki oleh suatu informasi dengan sebuah permasalahan menjadi penting karena hal itu bisa menjadi variabel-variabel yang menentukan pengambilan keputusan oleh penggunanya. Oleh karena itu, unformasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan.

2. Akurasi

(10)

Akurasi berarti informasi yang diberikan harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya agar informasi yang disampaikan tidak biasa dan menyesatkan peggunanya karena keakurasian sebuah informasi dapat menjadi tolak ukur ketepatan dan keberhasilan dalam pengambilan keputusan.

3. Ketepatan Waktu

Informasi harus tersedia pada saat diperlukan dan tidak boleh terlambat karena didalam proses pengambilan keputusan, informasi yang sudah usang atau datangnya setelah suatu keputusan diambil tidak akan lagi memiliki nilai. Jadi, semakin baru atau up to date informasi tersebut maka akan semakin berguna.

4. Kelengkapan

Para pengguna harus memperoleh informasi yang menyajikan suatu gambaran lengkap atas suatu masalah tertentu atau solusinya. Informasi yang diberikan harus lengkap secara keseluruhan sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan disemua area dimana keputusan akan diambil.

E. Pengertian Sistem Informasi

Menurut Ladjamudin (2013:13) Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut:

1. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.

2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi.

(11)

3. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi- transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.

Sebagian besar sistem informasi berlandaskan komputer terdapat didalam suatu organisasi dalam berbagai jenis. Anggota organisasi adalah pemakai informasi yang dihasilkan sistem tersebut termasuk manajer yang bertanggung atas pengalokasian sumber daya untuk pengembangan dan pengoperasian perusahaan.

F. Daur Hidup Sistem (System Development Life Cycle (SDLC))

Dalam penulisan Tugas Akhir (TA) ini penulis mengembangkan sistem informasi dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem informasi.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2018:26) mengemukakan bahwa “SDLC atau Software Development Life Cicle atau sering disebut juga System Development Cycle adalah proses mengembangkan atau atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang

(12)

digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan best practice atau cara-cara yang sudah teruji baik)

Tahapan tahapan yang ada pada SDLC secara global adalah sebagai berikut:

1. Inisiasi (initiation)

Tahap ini biasanya ditandai dengan pembuatan proposal proyek perangkat lunak.

2. Pengembangan Konsep Sistem (System Concept Development).

3. Mendefinisikan lingkup konsep termasuk dokumen lingkup konsep termasuk dokumen lingkup sistem, analis manfaat biaya, manajemen rencana, dan pembelajaran kemudahan sistem.

4. Perencanaan (Planning)

Mengembangkan rencana manajemen proyek dan dokumen perencanaan lainnya. Menyediakan dasar untuk mendapatkan sumber daya (recources) yang dibutuhkan untuk memperoleh solusi.

5. Analisa Kebutuhan (Requirements Analysis)

Menganalisis kebutuhan pemakai sistem perangkat lunak (user) dan mengembangkan kebutuhan user. Membuat dokumen kebutuhan fungsional.

6. Desain (Design)

Mentranformasikan kebutuhan detail menjadi kebutuhan yang sudah lengkap, dokumen desain sistem fokus pada bagaimana dapat memenuhi fungsi-fungsi yang dibutuhkan

7. Pengembangan (Development)

(13)

Mengonversi desain kesistem informasi yang lengkap termasuk bagaimana memperoleh dan melakukan instalasi lingkungan sistem yang dibutuhkan membuat basis data dan mempersiapkan prosedur kasus pengujian mempersiapkan berkas atau file pengujian, pengodean, pengompilasian, memperbaiki, dan membersihkan program peninjauan pengujian.

8. Integrasi dan Pengujian (Integration And Test)

Mendemonstrasikan sistem perangkat lunak bahwa telah memenuhi kebutuhan yang dispesifikasikan pada dokumen kebutuhan fungsional.

Dengan diarahkan oleh staf penjamin kualitas (quality assurance) dan user.

Menghasilkan laporan analisis pengujian.

9. Implementasi (Implementation)

Termasuk pada persiapan implementasi, implementasi perangkat lunak pada lingkungan produksi (lingkungan pada user) dan menjalankan resolusi dari permasalahan yang teridentifikasi dari fase integrasi dan pengujian.

10. Operasi dan Ppemeliharaan (Operations Dan Maintenance)

Mendeskripsikan pekerjaan untuk mengoperasikan dan memelihara sistem informasi pada lingkungan produksi (lingkungan pada user), termasuk implementasi akhir dan masuk pada proses peninjauan.

11. Disposisi (Dispotition)

Mendeskripsikan aktifitas akhir dari pengembangan sistem dan membangun data yang sebenarnya sesuai dengan aktifitas user.

(14)

G. Konsep Dasar Program

Pada umumnya program adalah sederetan instruksi atau statement yang tentunya dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer. Instruksi tersebut berfungsi untuk mengatur pekerjaan apa saja yang akan dilakukan oleh komputer agar mendapatkan dan menghasilkan suatu hasil atau keluaran yang diharapkan.

Menurut Kadir (2014:192) memberi pengertian bahwa “Program adalah sekumpulan instruksi yang digunakan untuk mengatur perangkat keras komputer agar melaksanakan tindakan tertentu”.

H. Pemograman Berorientasi Objek

Pemrograman berorientasi objek atau Object Oriented Programming (OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek.

Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

Menurut Kadir (2014:204) mengemukakan bahwa pemrograman berorientasi objek adalah mengombinasikan data dan prosedur-prosedur untuk mengakses data menjadi sebuah kesatuan unit.

I. Karakteristik Pemrograman Berorientasi Objek

Metodologi pengembangan sistem berorientasi objek mempunyai tiga karakteristik utama:

1. Pengkapsulan (Encapsulation)

(15)

a. Encapsulation merupakan dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses.

b. Data dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya.

c. Data terlindungi dari prosedur atau objek lain, kecuali prodesur yang berada dalam objek itu sendiri.

2. Pewarisan (Inheritance)

a. Inheritance adalah teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data/atribut dan metode dari induknya langsung. Atribut dan metode dari objek induk diturunkan kepada anak objek, demiian seterusnya.

b. Inheritance mempunyai arti bahwa atribut dan operasi yang dimiiliki bersama di antara kelas yang mempunyai hubungan secara hirarki.

c. Suatu kelas dapat ditentukan secara umum, kemudian ditentukan spesifik menjadi subkelas. Setiap subkelas mempunyai hubungan atau mewarisi semua sifat yang dimilikinya.

d. Kelas objek dapat didefinisikan atribut dan service dari kelas objek lainnya.

e. Inheritance menggambarkan generalisasi sebuah kelas.

3. Polimorfisme

a. Polimorfisme yaitu konsep yang menyatakan bahwa sesuatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan perilaku berbeda.

b. Polimorfisme mempunyai arti bahwa operasi yang sama mungkin mempunyai perbedaan dalam kelas yang berbeda.

(16)

c. Kemampuan objek-objek yang berbeda untuk melakukan metode yang pantas dalam merespon message yang sama.

d. Seleksi dari metode yang sesuai bergantung pada kelas yang seharusnya menciptakan objek.

J. Bahasa Pemrograman NetBeans IDE 8.1 Java

Menurut Sukamto dan Shalahudin (2018 : 103) menjelaskan,

“NetBenans adalah integrated Development Environment (IDE) berbasiskan java yang dulu dikembangkan oleh Sun Microsystems yang berjalan diatas Swing dan saat ini pengembangan selanjutnya dipegang oleh Oracle setelah Sun Microsystems diakui oleh Oracle”.

Alasan dipilihnya Netbeans dalam pembuatan interfaces program adalah karena memiliki kelebihan sebagai berikut:

1. NetBeans GUI Builder gratis dengan banyak Plug In yang bisa kita download langsung di website resminya, maupun dari pihak ketiga.

2. NetBeans GUI Builder sangat kompetebel dengan swing karena memang langsung dikembangkan oleh Sun yang notabenenya sebagai pengembang Swing sebelum akhirnya dilanjutkan oleh oracle.

3. NetBeans tidak hanya digunakan untuk Java saja, karena NetBeans dapat digunakan untuk bahasa pemrograman lain seperti C/C++, Ruby, dan PHP.

4. NetBeans GUI Builder sangat cocok untuk digunakan dalam pengembangan sistem berkala Enterprise.

(17)

5. Pada paket tertentu, NetBeans juga menyertakan GlassFish dan Apache Tomcat sebagai Aplikasi Server semacam wamp/xamp dengan database derby sebagai default.

Namun sehebat apapun NetBeans dikembangkan tentu saja terdapat kekurangan, diantaranya adalah:

1. NetBeans hanya mensupport satu pengembangan Java GUI, yaitu Swing, padahal ada Java GUI yang dikembangkan oleh eclipse yang bernama SWT dan Jface yang sudah cukup populer.

2. NetBeans mempatenkan source untuk Java GUI yang sedang dikerjakan dalam sebuah Generated Code, sehingga programmer tak dapat mengeditnya secara manual.

3. Dari segi sumber daya, NetBeans memerlukan sumberdaya yang besar, seperti memory dan ruang hard disk.

4. NetBeans memerlukan dukungan prosesor yang cukup handal untuk mendapatkan performa maksimalnya.

K. Basis Data (Database)

Basis data merupakan kumpulan file atau table yang saling berelasi (berhubungan) yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik. Menurut Lubis (2016:3) “Basis Data adalah tempat berkumpulnya data yang saling berhubungan dalam suatu wadah (organisasi/ perusahaan) bertujuan agar dapat mempermudah dan mempercepat untuk pemanggilan atau pemanfaatan kembali data tersebut. Pada kehidupan sehari-hari didunia komputer, basis data akan

(18)

menggunakan media penyimpanan (storage), yaitu berkaitan dengan setiap alat yang dapat menerima data yang dapat disimpan, dan dapat dipanggil kembali data itu pada waktu berikutnya atau setiap alat yang dapat digunakan untuk menyimpan data. Adapun media penyimpanan yang dapat digunakan terdiri dari harddisk, diskette atau floppy disk, tape maupun dengan Compact Disk (CD) atau DVD dan kini juga dapat digunakan flashdisk.

Dengan bantuan basis data ini diharapkan bahwa sistem informasi yang dibuat dapat terintegrasi antara bagian yang satu dengan yang lainnya, sehingga pada akhirnya tidak ada pembatas area dalam perusahaan. Dalam pembuatan dan penggunaan basis data, terdapat 4 (empat) komponen dasar sistem basis data, yaitu:

1. Data

Data yang digunakan dalam sebuah basis data, haruslah mempunyai ciri sebagai berikut:

a. Data disimpan secara integrasi, yaitu database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap.

b. Data dapat dipakai secara bersama-sama, yaitu masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.

2. Hardware

Terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem database, seperti:

a. Peralatan untuk penyimpanan, disk, drum dan lain-lain.

(19)

b. Peralatan input dan output.

c. Peralatan komunikasi data.

3. Software

Berfungsi sebagai perantara antara pemakai dengan data fisik pada database, dapat berupa:

a. Database Management System (DBMS).

b. Program-program aplikasi dan prosedur-prosedur yang lain seperti Oracle, SQL Server, MySQL.

MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database sebagai sumber dan pengolahan datanya. MySQL dikembangkan oleh perusahaan swedia bernama MySQL AB yang pada saat ini benama Tex Data Konsult AB sekitar tahun 1994-1995.

MySQL merupakan database yang pertama kali didukung oleh bahasa pemrograman script untuk internet (PHP dan Perl). MySQL dan PHP dianggap sebagai pasangan software pembangun aplikasi web yang ideal. MySQL lebih sering digunakan untuk membangun aplikasi berbasis web, umumnya pengembangan aplikasinya menggunakan bahasa pemrograman script PHP. Adapun kelebihan-kelebihan dari MySQL yaitu:

1) Source MySQL dapat diperoleh dengan mudah dan gratis.

2) Sintaksnya lebih mudah dipahami dan tidak rumit.

3) Pengaksesan basis data dapat dilakukan dengan mudah.

4) MySQL merupakan program yang multithreaded, sehingga dipasang pada server yang memiliki multi CPU.

(20)

5) Didukung program-program umum seperti C, C++, Java, Perl, PHP, Python.

6) Bekerja pada berbagai platform. (tersedia berbagai versi untuk berbagai sistem operasi).

7) Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi sistem database.

8) Mendukung ODBC untuk sistem operasi Windows.

9) Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau panjang bervariasi.

4. User

Terdiri menjadi 3 klasifikasi:

a. Database Administrator, yaitu orang yang bertugas mengelola sistem database secara keseluruhan.

b. Programmer, yaitu orang yang membuat program aplikasi yang mengakses database dengan menggunakan bahasa pemograman.

c. End User, orang yang mengakses database melalui terminal dengan menggunakan query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer.

Penggunaan data pada basis data mempunyai peran yang kuat pada masing-masing bagian, yang dikelompokkan dalam 3 jenis data pada sistem basis data, yaitu:

1. Data operasional dari suatu organisasi, berupa data yang disimpan di dalam basis data.

(21)

2. Data masukan (input data), data dari luar sistem yang dimasukkan melalui peralatan input yang dapat mengubah data operasional.

3. Data keluaran (output data), berupa laporan melalui peralatan output sebagai hasil dari dalam sistem yang mengakses daa operasional.

L. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak ini menggunakan model waterfall. Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:28) menjelaskan bahwa “Model waterfall sering juga disebut model sekuensial linier atau alur hidup klasik. “Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung.

Analisis Desain

Sistem/ Rekayasa Informasi

Pengkodean Pengujian

Sumber: Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:29)

Gambar II. 1.

Gambar Tahapan model Waterfall

1. Analisa kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat

(22)

lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka, dan prosedur pengkodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan kerepresentasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

3. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara segi logic dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

(23)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari tahap analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak baru.

2.2. Teori Pendukung

Peralatan pendukung merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan model logika dari suatu program, model logika dari program lebih menjelaskan dari pemakaian bagaimana nantinya fungsi-fungsi dari program secara logika akan bekerja.

A. Unified Modeling Language (UML)

Pemodelan menggunakan Unified Modeling Language (UML) merupakan metode pemodelan berorientasi objek dan berbasis visual. Pemodelan menggunakan Unified Modeling Language (UML) merupakan pemodelan objek yang fokus pada pendefinisian struktur statis dan model sistem informasi yang dinamis daripada mendefinisikan data dan model proses yang tujuannya adalah pengembangan tradisional.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2016:133) menjelaskan bahwa

“Unified Modeling Language (UML) adalah salah standar bahasa yang banyak

(24)

digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek”.

Unified Modeling Language (UML) dapat digunakan untuk kebutuhan sebagai berikut:

1. Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use case dan actor.

2. Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilaksanakan secara umum, dibuat dengan iteraction diagrams.

3. Menggambarkan representasi struktur statik sebuah sistem dalam bentuk class diagrams.

4. Membuat model behavior yang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah sistem dengan state transition diagrams.

5. Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan and development diagrams.

B. Diagram Unified Modeling Language (UML)

Diagram Unified Modeling Language (UML) 2.3 terdiri dari tiga belas (13) macam diagram yang dikelompokan kedalam tiga kategori. Adapun pembagian kategori dan macam-macam diagram tersebut akan digambarkan pada diagram berikut:

(25)

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:140)

Gambar II. 2.

Diagram Unified Modeling Language (UML) C. Class Diagram

Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem, dimana kelas ini memiliki apa yang disebut dengan atribut atau variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas dan operasi atau metode yang berarti fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.

Diagram kelas dibuat agar pembuat atau programmer membuat kelas- kelas yang sesuai dengan rancangan didalam diagram kelas sehingga terjadi kesesuaian antara dokumentasi perancangan dan perangkat lunak, dengan demikian kelas-kelas yang ada pada struktur sistem dapat melakukan fungsi-

Diagram UML 2.3

State Machine Diagram

Activity Diagram Use Case

Diagram

Interaction Overview Diagram Timing Diagram

Communication Diagram Intraction

Diagram

Sequence Diagram Behavior

Diagram

Deployment Diagram Package Diagram Composite Strructure Diagram

Component Diagram Object Diagram

Class Diagram Structure

Diagram

(26)

class Class diagram

Pelanggan - Alamat - Kd_Plg - Nm-Plg - Perusahaan - Telp + Edit Pelanggan() + Hapus Pelanggan() + Input Pelanggan() + Simpan Pelanggan()

Pesanan - Kd_Plg - No_SP - Tgl_SP + Get SP() + Input SP() + Simpan SP()

Faktur - No_Faktur - No_SP - Tgl_Faktur + Contak faktur() + Get Faktur() + Hapus Faktur() + Input Faktur() + Simpan Faktur()

SJ - No_Faktur - No_SJ - Tgl_SJ + Cetak SJ() + Get SJ() + Hapus SJ() + Input SJ() + Simpan SJ()

Isi - HargaProses - JmlProses - Kd_Brg - No_SP - Spok + Get Isi() + Input Isi() + Simpan Isi()

Kirim - JmKirim - Kd_Brg - Keterangan - No_SJ + Get Isi() + Input Isi() + Simpan()

TPK - JmlPenggantian - No_TPK - No_TTK - Seharga + Cetak TPK() + Get TPK() + Input TPK()

Barang - Harga - Jenis - Kd_Brg - Nm_Brg + Edit Barang() + Hapus barang() + Input barang() + Simpan Barang()

Kembali + Get kembali() + Input Kembali() + Simpan Kembali()

TTK - No_SJ - No_TTK - Tgl_TTK + Cetak TTK() + Get TTK() + Input TTK() + Simpan TTK() 1 ..*

1

1

1 . .*

1

1 1 0 . . *

1 1 . . * 1 1 ..*

1 ..* 1

1 ..*

1 1 1 1 ..*

1

fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem tersebut. Susunan struktur kelas dalam diagram kelas terdiri dari beberapa jenis kelas sebagai berikut:

1. Kelas Main adalah kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan.

2. Kelas View adalah kelas yang menangani tampilan sistem ke pemakai.

3. Kelas Coniroller adalah kelas yang menangani fungsi-fungsi yang diambil dari pendefinisian Use Case dan menangani proses bisnis pada perangkat lunak.

4. Kelas Model adalah kelas yang digunakan untuk membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maipun disimpan dalam basis data.

Contoh kelas (class) diagram sebagai berikut:

(27)

Sumber: Sunarti (2014)

Gambar II. 3.

Contoh Class Diagram

D. Activity Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:157) “Activity diagram atau diagram aktivitas adalah aliran kerja (workflow) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”. Untuk diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

Contoh activity diagram sebagai berikut:

(28)

sd Bab 2

Admin Keu. Kasir Penerimaan Kas

1: input username, passworrd()

2: Username, password()

3: data user()

4: validasi()

5: User tidak ditemukan()

6: Menampilkan Menu Utama()

Login Proses Data User Data User Menu

Sumber: Dermawan dan Hartini (2017)

Gambar II. 4.

Contoh Activity Diagram

E. Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu, dalam menggambar diagram sequence harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case terlebih dahulu.

Contoh sequence diagram sebagai berikut:

S ystem Admin

Star

Data Admin

Edit

Tampil Data Admin

Form Admin

Perbarui

Data S udah Diperbarui

End

/ Ya /perbarui data admin

(29)

Sumber: Syara, Chintya (2018).

Gambar II. 5.

Contoh Sequence Diagram

F. Entity Relationship Diagram (ERD)

Model Entity Relationship Diagram (ERD) menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:50) menjelaskan bahwa “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional.

Jika menggunakan Object Oriented Database Management System (OODMBS) maka perancangan Entity Relationship Diagram (ERD) tidak perlu dilakukan”.

Model Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan pemodelan yang menggambarkan komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan fakta atau kejadian yang terjadi pada dunia nyata.

Derajat kardinalitas merupakan nilai hubungan diantara entitas-entitas yang saling terhubung dengan tujuan untuk mengetahui nilai keterhubungan yang terjadi diantara entitas. Derajat kardinalitas yang terdapat dalam Entity Relationship Diagram (ERD) yaitu:

1. Satu ke Satu (One to One) (1:1)

Adalah derajat kardinalitas yang menunjukkan adanya relasi himpunan entitas yang satu dengan satu entitas lainnya.

Contoh derajat kardinalitas satu ke satu (one to one) (1:1), sebagai berikut:

Dosen 1 Memiliki 1 Mata Kuliah

(30)

Sumber: Rosa dan Shalahuddin (2016:166) Gambar II. 6.

Kardinalitas Relasi Satu Ke Satu (One to One) (1:1) 2. Satu ke Banyak (One to Many) (1:N)

Adalah derajat kardinalitas yang menunjukkan adanya relasi antar himpunan entitas yang satu dengan entitas banyak entitas lainnya.

Contoh derajat kardinalitas satu ke banyak (one to many) (1:N), sebagai

berikut:

Sumber: Rosa dan Shalahuddin (2016:166) Gambar II. 7.

Kardinalitas Relasi Satu Ke Banyak (One to Many) (1:N) 3. Banyak ke Banyak (Many to Many) (N:M)

Adalah derajat kardinalitas yang menunjukkan adanya relasi antar himpunan banyak entitas dengan banyak entitas lainnya. Jika terjadi relasi many to many maka akan menghasilkan sebuah entitas baru.

Contoh derajat kardinalitas banyak ke banyak (many to many) (N:M), sebagai berikut:

Dosen Mengajar Mata Kuliah

nip Nama_dosen Kode_mk Nama_mk

1 M

Mahasiswa Menganbil Mata Kuliah

nim Nama_mhs Kode_mk Nama_mk

N M

(31)

Nama_akun

kode_akun

Jenis_akun

Saldo_normal

Master_akun memiliki

1

Kode_akun

Ko_kas_akun

Tgl_trans

nominal

keterangan

Trans_kas M

memiliki M

Jurrnal 1

No_trans

Tgl_trans No_kas_masuk

keterangan

memiliki 1

Jurnal_detail M

No_trans

Kode_akun Debet

Kredit

Memiliki M

1 1

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:166) Gambar II. 8.

Kardinalitas Relasi Banyak Ke Banyak (Many to Many) (N:N) Contoh Entity Relationship Diagram (ERD) sebagai berikut:

Sumber: Syara, Chintya (2018).

Gambar II. 9.

Contoh Entity Relationship Diagram (ERD) G. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Ladjamudin (2013:159) menjelaskan bahwa “Logical Record Structure (LRS) adalah Representasi dari structure record-record pada tabel-tabel yang berbentuk dari hasil antar himpunan entitas”. Logical Record Structure (LRS) dapat menentukan kardinalitas, jumlah tabel dan Foreign Key (FK). Aturan- aturan dalam melakukan transformasi E-R diagram ke Logical Record Structure (LRS) menurut Ladjamudin (2013:159) sebagai berikut:

1. Setiap entitas akan diubah menjadi bentuk kotak.

2. Sebuah atribut disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas.

(32)

3. Sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri atau menjadi entitas baru dalam bentuk belah ketupat.

Contoh dari Logical Record Structure (LRS) sebagai berikut:

Kode_akun Nama_akun Jenis_akun Saldo_normal

Master_akun

No_trans Kode_akun Debit kredit

Jurnal_detail

No_trans No_kas_masuk Tgl_trans Keterangan

Jurnal

No_kas_masuk Kode_akun Tgl_trans Nominal Keterangan

Trans_kas 1

M

1 M

M 1

1

M

Sumber: Syara, Chintya (2018).

Gambar II. 10.

Contoh Logical Record Structure (LRS)

Gambar

Gambar II. 1.
Gambar II. 2.
Gambar II. 3.
Gambar II. 4.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk

Pada dasarnya sistem adalah suatu ke rangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu

Menurut (Jeperson Hutahaean, 2014) “ sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur - prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk

Somardjono Djiptosudoyo (2005 :10) mengemukakan bahwa sistem adalah suatu rangkaian prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang

Dengan demikian, dalam sistem akuntansi keuangan daerah terdapat serangkaian prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh

Dengan demikian, dalam sistem akuntansi keuangan daerah terdapat serangkaian prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh

Dalam pendekatan prosedur, sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau

Pada dasarnya sistem merupakan sebuah kerangka dari beberapa prosedur yang saling berhubungan satu dengan yang lain, yang dibuat berdasarkan dengan skema yang menyeluruh