• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Mie merupakan salah satu jenis makanan yang sudah sangat akrab bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia. Mie yang mengandung banyak karbohidrat ini menggantikan fungsi nasi sebagai makanan pokok. Tekstur mie yang kenyal dan cara memasaknya yang praktis membuat mie instan banyak digemari oleh masyarakat.

Salah satu industri besar dalam pembuatan mie instan adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. Ada 3 jenis mie yang diproduksi pada perusahaan ini yakni Normal Noodles, Cup Noodles dan Dry Noodles.

Divisi Mie Instan ICBP merupakan salah satu produsen mi instan terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi mencapai lebih dari 16 miliar bungkus.

Berbagai merek produk mie instan ICBP merupakan merek terkemuka dan digemari di Indonesia. Merek mie instan yang di produksi Indofood CBP antara lain : Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie dan Sakura (Annual Report Indofood CBP, 2014).

Pada proses produksi mie instan terdapat berbagai macam proses yang berbeda dan saling terintegasi. Dimana dari setiap proses yang terjadi terdapat mesin-mesin untuk menunjang proses tersebut. Pada penelitian kali ini mesin yang digunakan sebagai objek penelitian adalah mesin Autoloader yang terdapat pada proses packing untuk mengisi bumbu atau minyak secara otomatis karena pada proses ini sering terjadi kerusakan mesin. Gambar I.1 adalah grafik data yang menunjukkan kerusakan mesin pada proses pembuatan mie instan.

(2)

Gambar I.1 Jumlah kerusakan mesin tahun 2016

Berdasarkan Gambar I.1 mesin Autoloader merupakan mesin yang paling banyak memiliki permintaan maintenance di perusahaan. Kerusakan pada mesin Autoloader pada tahun 2016 mencapai 116 kali kerusakan.

Pada penelitian kali ini mesin yang digunakan sebagai objek penelitian adalah mesin Autoloader yang terdapat pada proses packing untuk mengisi bumbu atau minyak secara otomatis dengan settingan kecepatan mencapai 200 sachet dalam 1 menit. Yang mana sebelumnya bumbu diisi secara manual oleh dua orang.

0 20 40 60 80 100 120

Boiler Fryer cooling Autoloader Wrapper

TOTAL KERUSAKAN

MESIN

TOTAL JUMLAH KERUSAKAN TAHUN

2014-2017

(3)

3

Gambar I.2 Mesin Autoloader

Mesin Autoloader adalah suatu robot atau mesin yang berfungsi untuk mengisi bumbu atau minyak dari TP menjadi sachet di mesin packing, yang sebelumnya dilakukan oleh manusia secara manual. Dengan cara memotong bumbu atau minyak rencengan menjadi per sachet selanjutnya diisikan ke Block Noodle di infeed conveyor Packing melalui hover head conveyor. Gambaran singkat flow cara kerja mesin Autoloader, jika detektor sensor mie mendeteksi mie, maka cutter akan memotong jika parameter setting semua benar, Maksudnya adalah setting Pitch, Cut Position, sensor miss Cut, sensor Move back dan parameter lainnya, Setelah rencengan terpotong menjadi sachet diumpankan melalui chute ke over head conveyor, selanjutnya bumbu atau minyak digiring dengan lak overhead conveyor tepat diatas mie infeed conveyor packing secara syncron.

Dalam proses produksi mie instan sering kali terjadi hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu jalannya proses produksi. Berikut adalah data jumlah kerusakan pada mesin Autoloader yang menjadi objek penelitian kali ini yang didapat dari logbook perawatan mesin pada tahun 2016 dapat dilihat pada tabel Tabel I.1 berikut.

(4)

Tabel I.1 Data Jumlah Kerusakan mesin Autoloader tahun 2016

Bulan Mesin Jumlah Kerusakan

Januari Autoloader 10

Februari Autoloader 16

Maret Autoloader 26

April Autoloader 13

Mei Autoloader 8

Juni Autoloader 17

Juli Autoloader 9

Agustus Autoloader 5

September Autoloader 9

Oktober Autoloader 3

Total 116

Dari data yang didapat di atas bahwa total jumlah kerusakan pada mesin Autoloader adalah sebanyak 116 kali pada tahun 2016. Hal tersebut terjadi karena kegagalan sistem dan kerusakan spare part sehingga menyebabkan downtime, selain itu ketidak tersediaan spare part juga menjadi suatu masalah yang membuat para teknisi memutar otak untuk memodifikasi part yang rusak agar dapat digunakan. Meskipun dapat digunakan kembali umur pakai dari part yang diperbaiki secara berlebihan tersebut tidak akan bertahan lama dan dapat menyebabkan kerusakan yang sama bahkan lebih parah lagi dalam jangka waktu dekat.

Dampak yang akan muncul dari permasalahan di atas adalah terjadinya delay pada proses packing minyak dan bumbu. Proses selanjutnya juga tidak dapat bekerja dikarenakan tidak tersedianya material. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian bagi pabrik karena tidak dapat melaanjutkan proses produksi pada saat itu.

Dari kasus di atas maka di perlukan kebijakan perawatan dan pengelolaan persedian spare part yang baik untuk menunjang kelancaran pada proses produksi. Ketersediaan spare part sangat penting karena untuk mengurangi waktu downtime dan juga untuk menjaga agar pabrik tetap produksi sehingga keuntungan yang di dapat akan semakin besar.

(5)

5

Dalam pelaksanaan kegiatan maintenance juga tidak jarang terdapat komponen yang apabila terjadi kegagalan atau kerusakan tidak dapat diperbaiki, melainkan harus digganti (replace). Metode Reliability Centered Spares (RCS) adalah salah satu metode analisis spare part management dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kebutuhan maintenance apa yang dibutuhkan oleh mesin, akibat yang terjadi jika spare part tidak tersedia, antisipasi kebutuhan spare part, jumlah stock holding spare part yang dibutuhkan, dan kebutuhan maintenance apa yang tidak dapat dilakukan dan menggunakan metode Inventory Probabilistik untuk menentukan kebijakan persediaannya seperti

penentuan lot size, safety stock dan re-order point.

I.2 Perumusan Masalah

1. Apa saja komponen kritis pada mesin Autoloader di PT. Indofood CBP Sukses Makmur berdasarkan analisis pada Reliability Centered Spares (RCS)?

2. Bagaimana strategi persediaan spare part untuk setiap komponen kritis pada mesin Autoloader di PT Indofood CBP Sukses Makmur?

3. Berapa jumlah kebutuhan setiap komponen kritis untuk periode 1 tahun ke depan pada mesin Autoloader di PT Indofood CBP Sukses Makmur berdasarkan service level yang ditetapkan oleh perusahaan untuk komponen repairable dan non-repairable?

I.3 Tujuan Penelitian

1. Mengidentifikasi komponen kritis di mesin Autoloader di PT Indofood CBP Sukses Makmur dengan menggunakan analisis pada Reliability Centered Spares (RCS).

2. Menentukan strategi persediaan spare part untuk setiap komponen kritis pada Mesin Autoloader di PT Indofood CBP Sukses Makmur.

3. Menentukan jumlah kebutuhan setiap komponen kritis untuk periode 1 tahun ke depan pada mesin Autoloader di PT. Indofood CBP Sukses Makmurr berdasarkan service level yang ditetapkan oleh perusahaan untuk komponen repairable dan non-repairable.

(6)

I.4 Batasan Penelitian

1. Penelitian ini dilakukan pada mesin Autoloader di bagian produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur.

2. Penelitian ini dilakukan pada sistem mesin Autoloader yang termasuk ke dalam kategori sistem kritis.

I.5 Manfaat Penelitian

1. Memperoleh informasi mengenai jenis komponen yang termasuk ke dalam komponen kritis dari mesin Autoloader di bagian produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur.

2. Mendapatkan strategi persediaan spare part sehingga biaya yang dikeluarkan pada saat penyediaan spare part menjadi lebih efisien.

3. Memperoleh usulan jumlah kebutuhan setiap komponen kritis sesuai dengan service level yang ditentukan oleh perusahaan yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional maupun maintenance.

(7)

7 I.6 Sistemaktika Penelitian

Bab I Pendahuluan

Dalam bab ini terdapat uraian mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

Bab II Landasan Teori

Dalam bab ini berisi literatur-literatur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Teori yang dijadikan acuan dalam penelitian ini mengenai kebijakan maintenance dengan metode kebijakan persediaan spare part dengan metode Reliability Centered Spares (RCS) dan model inventory probabilistik.

Bab III Metode Penelitian

Dalam bab ini berisi mengenai langkah-langkah penelitian atau kerangka pemikiran yang meliputi tahap perumusan masalah, pengembangan model penelitian, merancang pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data.

Bab IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

Dalam bab ini berisi keseluruhan data yang dibutuhkan untuk pengolahan data dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS) dan model inventory probabilistik dari data yang telah didapatkan.

Bab V Analisis

Dalam bab ini berisi analisis dari hasil pengumpulan dan pengolahan data dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS) dan model inventory probabilistik

Bab VI Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini menarik kesimpulan dari hasil pengolahan data dan analisis. Bab ini berisi saran yang dapat digunakan oleh perusahaan dan peneliti selanjutnya jika ingin meneruskan penelitian ini.

Gambar

Gambar I.1 Jumlah kerusakan mesin tahun 2016
Gambar I.2 Mesin Autoloader
Tabel I.1 Data Jumlah Kerusakan mesin Autoloader tahun 2016

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah penelitian lapangan (field research) yakni penulis melakukan penelitian langsung di Desa Rajegwesi

Bab ini membahas metodologi yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain penjelasan mengenai pendekatan penelitian, objek penelitian, desain penelitian kuantitatif

Mesin bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk proses pemotongan benda kerja yang dilakukan dengan membuat sayatan pada benda kerja dimana pahat digerakkan

Dari dua penelitian tersebut terdapat kesamaan yaitu metode penelitian yakni deskriptif kualitatif dengan objek kajian bahasa Kerinci, namun pada penelitian ini

Menganalisa kelayakan penggunaan minyak CPO (Crude Palm Oil) sebagai bahan bakar mesin pembangkit listrik ditinjau dari unjuk kerja mesin, temperatur gas

Mesin yang digunakan pada proses pembuatan pipa PVC AW4” , adalah diantaranya: Mesin mixer , Mesin Extruder , Mesin Rolling , Mesin Socketing. Dan Mesin – mesin

Biodiesel merupakan monoalkil ester dari asam-asam lemak rantai panjang yang terkandung dalam minyak nabati atau lemak hewani untuk digunakan sebagai bahan bakar

Penelitian tersebut mempunyai perbedaan dengan penelitian ini yaitu pada penelitian ini terdapat objek yang menjadi kajian pemotretan yaitu penggunaan lahan sedangkan penelitian