• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN VI.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN VI.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

VI.1 Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia untuk meningkatkan taraf hidupnya. Dengan adanya pendidikan, seseorang mendapat pengaruh fisik, mental dan kepribadian baik langsung maupun tidak langsung.

Syukri (2001) mengatakan bahwa kualitas manusia berkaitan erat dengan kualitas pendidikan, yang merupakan rangkaian dari pendidikan tingkat dasar, menengah dan tinggi. Menurut Suwardjono (1992), belajar di perguruan tinggi merupakan pilihan seseorang untuk mencapai tujuan individual. Terkadang kesenjangan persepsi penyelenggaraan pendidikan tinggi antara dosen, mahasiswa maupun lembaga penyelenggara pendidikan dapat menyebabkan proses belajar menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Evaluasi adalah proses penilaian atau pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tujuan telah tercapai. Keberhasilan belajar dapat dievaluasi dari kinerja prestasi belajar. Menurut Sunarto (2009), untuk mengetahui keberhasilan belajar mahasiswa, maka diperlukan alat ukur evaluasi yaitu tes prestasi belajar. Bukti dari tes prestasi belajar mahasiswa berbentuk IPK (Indeks Prestasi Kumulatif).

Telkom University merupakan lembaga pendidikan swasta di Indonesia yang mengusung visi untuk menjadi perguruan tinggi berstandar internasional dan berperan aktif dalam peningkatan kesejahteraan dan peradaban bangsa. Telkom University memiliki Fakultas Rekayasa Industri dengan program studi Teknik Industri (TI) dan Sistem Informasi (SI). Sistem pembelajaran yang diterapkan di Telkom University pada tingkat awal perkuliahan, mahasiswa mengikuti program tahap persiapan bersama atau TPB (Aturan Akademik Telkom University, 2014).

Tujuan dari TPB yaitu memberikan landasan yang kuat akan sains dan teknologi

bagi mahasiswa baru. Selain itu, TPB menjadi wahana pembinaan awal sikap

ilmiah dan pengadaptasian tatacara belajar di peguruan tinggi. Bukti dari evaluasi

belajar di perguruan tinggi berbentuk IPK (indeks prestasi belajar). IPK

(2)

2

merupakan evaluasi studi pada akhir program pembelajaran dan sebagai salah satu penentu predikat kelulusan. Peraturan dalam TPB di Telkom University mengharuskan mahasiswa untuk lulus dengan IPK pada semester 2 atau akhir TPB melebihi angka 2,00 dalam waktu maksimal 2 tahun. Penelitian sebelumnya oleh Pangesti (2014) mengenai keberhasilan belajar mahasiswa TPB di Program Studi TI, diketahui bahwa 74 mahasiswa dari total 305 mahasiswa TPB Prodi TI memiliki IPK berada pada rentang 0 – 2,00. Dengan demikian sejumlah 24%

mahasiswa tersebut terancam untuk tidak lulus TPB. Terdapat dugaan bahwa terjadi penyimpangan yang terjadi pada mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri Telkom University angkatan 2012 terkait dengan keberhasilan belajarnya. Selain itu, tidak tercantum analisis karakteristik mahasiswa TPB Prodi SI yang dapat dijadikan perbandingan dengan Prodi TI. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Tiwana (2001) mengatakan bahwa Knowledge Management merupakan suatu kegiatan pengaturan knowledge organization untuk menciptakan business value dan membangkitkan keuntungan kompetitif dalam rangka untuk mencapai tujuan bisnis. Untuk meningkatkan business value dari Telkom University, maka dilakukan penelitian pada keberhasilan belajar mahasiswa khususnya pada tingkat TPB untuk melihat kesesuaian pencapaian tujuan institusi dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Keberhasilan belajar tidak hanya dilihat dari kecukupan nilai IPK. Menurut Kuh

(2006), terdapat dua macam outcome keberhasilan belajar, yaitu prestasi akademis

yang ditunjukkan oleh nilai (IPK) dan keuntungan ekonomis dan kualitas hidup

setelah lulus kuliah. Pascarella dan Terenzini (2005) mengatakan bahwa nilai

kuliah merupakan indikator terbaik dalam evaluasi mahasiswa, walaupun dalam

penggunaannya memiliki keterbatasan. Namun tidak serta merta bahwa tinggi

rendahnya prestasi belajar mahasiswa hanya dikaitkan dengan nilai IPK. Ada

banyak faktor lain yang memengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan

Slamento (2003), faktor-faktor yang memengaruhi prestasi belajar mahasiswa

dapat dikategorikan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang

berasal dari diri mahasiswa sendiri yaitu faktor jasmaniah, faktor psikologi dan

(3)

3

faktor kelelahan. Faktor eksternal berasal dari luar atau lingkungan mahasiswa yang mencakup faktor keluarga, faktor institusi pendidikan, dan faktor masyarakat. Keberhasilan studi mahasiswa tidak terlepas dari faktor yang memengaruhi prestasi belajar. Berikut merupakan faktor yang memengaruhi keberhasilan studi mahasiswa.

Keberhasilan Studi Mahasiswa

Faktor Internal

Kondisi fisik

Psikologis Faktor kelelahan

Faktor Eksternal

Keluarga

Insitusi Pendidikan masyarakat

Kesehatan Fisik Keterbatasan

Fisik

Intelegensi Minat dan Bakat

Motivasi Belajar

Strategi Belajar Kelelahan

Fisik Kelelahan

Mental

Kondisi ekonomi keluarga

Latar belakang pendidikan Budaya keluarga

Kondisi lingkungan masyarakat

Fasilitas institusi pendidikan

Kurikulum Infrastruktur organisasi Dalam institusi

Gambar I.1 Fishbone Chart Faktor Penentu Keberhasilan Studi Mahasiswa (Sumber : Slamento, 2003)

Faktor Internal terdiri dari kondisi fisik, faktor kelelahan, dan faktor psikologis.

Faktor kondisi fisik terdiri dari kesehatan dan keterbatasan secara fisik. Faktor

kelelahan terdiri dari kelelahan fisik dan mental. Faktor psikologis terdiri dari

intelegensi, minat, bakat, motivasi belajar, dan pengaturan diri belajar. Untuk

faktor eksternal, faktor keluarga terdiri atas didikan orang tua, keadaan ekonomi

keluarga dan latar belakang kebudayaan. Faktor insitusi pendidikan terdiri dari

kurikulum, dosen serta sarana dan prasana. Penelitian oleh Cahyo (2010) yang

tentang faktor yang mempengaruhi prestasi belajar memiliki kesimpulan bahwa

pengaruh faktor internal lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh faktor

eksternal. Zani (2002) menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan

antara motivasi belajar dengan prestasi belajar, serta tidak ada hubungan yang

signifikan antara prestasi belajar dengan sarana institusi pendidikan. Studi yang

dilakukan Suciati (1990) menyimpulkan bahwa kontribusi motivasi sebesar 36%

(4)

4

terhadap prestasi belajar. Selanjutnya, penelitian kali ini akan berfokus kepada faktor internal psikologis khususnya motivasi belajar.

Winkel (2004) mengatakan bahwa motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar, dan memberikan arah pada kegiatan belajar demi mencapai tujuan. Jurgens (2009) juga mengatakan bahwa motivasi belajar menjadi modal awal mahasiswa untuk melakukan proses/pendekatan belajar yang akhirnya memengaruhi hasil akhir belajar yang diperoleh.

Berdasarkan Dweck dan Leggett (1988), Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) membagi motivasi belajar menjadi enam komponen yaitu Intrinsic Goal Orientation, Extrinsic Goal Orientation, Task Value, Control of Learning Beliefs, Self-Efficacy for Learning and Performance, dan Text Anxiety.

Intrinsic Goal merupakan bentuk pencapaian tujuan dikarenakan ketertarikan (interest) seseorang dalam memperdalam suatu materi untuk meningkatkan pengetahuannya. Extrinsic Goal Orientation menggambarkan ketertarikan seseorang dalam belajar diakibatkan oleh pengaruh dari luar individu, contohnya untuk lebih unggul daripada orang lain, mendapat pujian atau penghargaan (Elliot dan Harackiewicz, 1996). Task Value merupakan persepsi siswa yang terkait dengan kepentingan dan kegunaan dari suatu materi pelajaran (Pintrich dan Groot, 1991). Ketiga komponen ini termasuk ke dalam Value Component pada MSLQ.

Control of Learning Beliefs merupakan ukuran keyakinan seorang siswa untuk mengendalikan output dari hasil belajar sendiri dibandingkan dengan faktor eksternal seperti keberuntungan maupun dari pengajar. Jika siswa tersebut yakin bahwa dengan usaha keras maka dapat membuahkan hasil prestasi yang baik, akan memiliki skor yang tinggi dalam pengukuran ini. (Pintrich dan Groot, 1991).

Bandura (1997) mendefinisikan Self-Efficacy sebagai keyakinan seseorang

terhadap kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan-tindakan

untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, dan berusaha untuk menilai tingkatan dan

kekuatan di seluruh kegiatan dan konteks. Bandura juga mengungkapkan bahwa

Self-Efficacy merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan

tingkat prestasi mahasiswa. Kedua komponen ini termasuk ke dalam Expectacy

Component pada MSLQ. Test Anxiety merupakan tingkat kecemasan dari seorang

(5)

5

individu. Komponen ini berpengaruh karena tingkat kecemasan dapat memengaruhi keinginan atau dorongan seseorang melakukan sesuatu. Komponen ini termasuk ke dalam Affective Component pada MSLQ.

MSLQ merupakan kuesioner yang dirancang untuk mengetahui motivasi serta strategi belajar siswa (Artino, 2005). Penggunaan kuisiner MSLQ sebagai alat bantu pengumpulan data didasarkan pada instrumen yang dipergunakan dalam MSLQ yaitu pandangan sosial - kognitif akan motivasi dan strategi dalam belajar.

Dengan menggunakan MSLQ, data-data kondisi siswa didapat dengan cara siswa mengisi kuisioner sesuai kondisi mereka. hal ini diperlukan untuk mendapatkan data yang akurat mengingat kondisi motivasi dan strategi belajar siswa bersifat dinamis.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor

motivasi belajar memengaruhi prestasi belajar. Penelitian kali ini bertujuan untuk

melakukan analisis karakteristik motivasi belajar dengan komponen yang telah

disebutkan dalam MSLQ dengan objek penelitian yaitu mahasiswa Fakultas

Rekayasa Industri angkatan 2013 yang sedang menempuh masa TPB di Telkom

University. Selanjutnya penelitian akan dilanjutkan dengan melakukan

kategorisasi mahasiswa berdasarkan nilai (IPK) dengan karakteristik motivasi

belajar untuk mengetahui apakah ada kaitan antara motivasi belajar dan nilai yang

diterima oleh mahasiswa. Dalam proses kategorisasi, terdapat faktor lain yang

dijadikan variabel di antaranya adalah faktor usia, tempat tinggal, dan jenis

kelamin. Data kuesioner tidak serta merta dapat digunakan sebagai bahan analisis

evaluasi keberhasilan belajar, namun harus dikonversi menjadi informasi yang

siap disampaikan dalam bentuk yang mudah dipahami. Liebowitz (1999)

memperkenalkan metode konversi data menjadi informasi yang disebut dengan

5C. Metode 5C terdiri dari lima tahapan yaitu Contextualized, Categorized,

Calculated, Corrected, Condensed. Melalui metode ini hasil akhir tahap

Condensed merupakan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk

rekomendasi ssesuai deengan karakteristiknya.

(6)

6 VI.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan sebelumnya, terdapat rumusan masalah yaitu :

1. Bagaimana karakteristik motivasi belajar mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri angkatan 2013?

2. Bagaimana kategorisasi mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri angkatan 2013 berdasarkan data nilai hasil belajar, motivasi belajar, faktor usia, tempat tinggal, dan jenis kelamin?

3. Bagaimana rekomendasi yang dilakukan pada kategori mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri angkatan 2013?

VI.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mengidentifikasi karakteristik motivasi belajar mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri angkatan 2013.

2. Melakukan kategorisasi mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri angkatan 2013 berdasarkan nilai hasil belajar, motivasi belajar, faktor usia, tempat tinggal, dan jenis kelamin.

3. Merancang rekomendasi yang dilakukan pada kategorisasi mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri 2013.

VI.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian tugas akhir ini adalah:

1. Sebagai bahan evaluasi karakteristik keberhasilan studi mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri Telkom University.

2. Sebagai panduan ketegorisasi mahasiswa baik di Fakultas Rekayasa Industri maupun Fakultas lain di Telkom University.

VI.5 Batasan Penelitian

Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian lebih terarah sehingga maksud dan

tujuannya tercapai. Selain itu ruang lingkup akan menjadi lebih jelas. Berikut

merupakan batasan penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini :

(7)

7

1. Objek penelitian adalah mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri Prodi TI dan SI di Telkom University angkatan 2013.

2. Data yang digunakan adalah data nilai hasil belajar (IP) dan data kuesioner MSLQ yang terdiri dari 6 komponen motivasi belajar.

3. Proses konversi hanya dari data ke informasi.

VI.6 Sistematika Penelitian

Penelitian diuraikan dalam sistematika penulisan sebagai berikut : BAB 1 Pendahuluan

Bab ini berisi uraian latar belakang permasalahan yang menjadi dasar penelitian Analisis Karakteristik Keberhasilan Studi Mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri Telkom University Angkatan 2013 menggunakan Knowledge Conversion 5C, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori

Bab ini berisi literatur relevan yang mendukung proses analisis dalam penelitian, di antaranya adalah teori Knowledge Conversion, Data, Informasi, Knowledge, Knowledge Management, prestasi belajar, evaluasi, MSLQ, motivasi belajar dan pengaturan diri belajar. Sumber teori yang digunakan berasal dari referensi buku-buku dan jurnal penelitian yang berhubungan dengan topik penelitian yang dicantumkan pada daftar pustaka.

BAB III Metodologi Penelitian

Bab ini menjelaskan tentang langkah-langkah penelitian dengan menggunakan metode 5C (Contextualized, Categorized, Calculated, Corrected dan Condensed). Dimulai dengan persiapan penelitian, studi literatur, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, dan teknik analisis data.

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

Pada bab ini dikemukakan data-data yang digunakan dalam penelitian

dan pengolahan data tersebut menggunakan metode yang telah

ditentukan sebelumnya.

(8)

8 BAB V Analisis dan Rekomendasi

Mengemukakan analisis-analisis yang dilakukan dilihat dari hasil pengumpulan dan pengolahan data. Analisis data menjadi informasi dilakukan pada setiap tahapan 5C yaitu Contextualized, Categorized, Calculated, Corrected, dan Condensed. Setelah mendapatkan informasi, proses selanjutnya adalah memberikan rekomendasi pada pihak institusi untuk meningkatkan keberhasilan belajar terkait dengan motivasi belajar.

BAB VI Kesimpulan dan Saran

Bab ini menjelaskan kesimpulan penelitian dan saran-saran yang

diberikan untuk implementasi dan penelitian selanjutnya

Gambar

Gambar I.1 Fishbone Chart Faktor Penentu Keberhasilan Studi Mahasiswa  (Sumber : Slamento, 2003)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini untuk memperoleh data tentang pemahaman masyarakat tentang praktik bagi hasil gaduh dilihat secara ekonomi Islam, dikumpulkan dari hasil wawancara

[r]

Dalam sistem perdagangan secara online, selain Trading Engine BES juga menyediakan Application Protocol Interface yang merupakan sistem penghubung antara Trading Engine dan

1 M.. Hal ini me nunjukkan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa yang signifikan dibandingkan dengan siklus I. Pertukaran keanggotaan kelompok belajar

( short list ) yang diajukan sebagai pemenang. Hasil proses seleksi daftar pendek oleh Tim Juri diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Kepala Badan

Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini adalah 1) Perempuan berpartisipasi dan menjatuhkan pilihan politiknya berdasarkan informasi yang dia terima, dimana

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, keabsahan akta notaris meliputi bentuk isi, kewenangan pejabat yang membuat, serta pembuatannya harus memenuhi