PERANAN RELAWAN PAJAK DALAM MENGOPTIMALKAN PELAPORAN SPT WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI MELALUI E-FILING DI KANTOR
PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN POLONIA PADA MASA PANDEMI COVID-19
OLEH :
MUHAMMAD SURYA PERMANA 182600001
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Menyelesaikan Studi Pada Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan
PROGRAM STUDI DIPLOMA III ADMINISTRASI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2021
ii
iii
iv
v
vi ABSTRAK
PERANAN RELAWAN PAJAK DALAM MENGOPTIMALKAN PELAPORAN SPT WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI MELALUI E-FILING DI KANTOR
PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN POLONIA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Muhammad Surya Permana, 182600001
Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Pembimbing Dr. Hatta Ridho, S.Sos, MSP
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara
Setelah revolusi perpajakan di Indonesia pada tahun 1983, sistem perpajakan telah banyak mengalami perubahan demi memudahkan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Seperti sistem perpajakan yang dulu mengunakan Official Assessment System saat ini Indonesia menggunakan Self Assessment System, kemudian mulai diberlakukannya penyampaian SPT dengan cara elektronik melalui e-filing. Tetapi banyak penelitian sistem yang bertujuan mempermudah wajib pajak ini, belum dapat dimanfaatkan dengan masimal ditambah dengan keadaan dunia yang saat ini sedang dilanda pandemic covid-19 akan mempersulid pelaksanaan perpajakan. Karena beberapa hal ini maka pihak Direktorat Jenderal Pajak akan memaksimalkan segala kerjasamanya termasuk dengan Tax Center di Universitas-universitas dengan membuat program Relawan sebagai perpanjangan tangan untuk memperkenalkan pembaruan ini kepada masyarakan atau wajib pajak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari relawan pajak dalam penyuluhan penyampaian SPT Tahunan orang pribadi secara e-filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh mahasiswa selama berperan sebagai relawan pajak KPP Pratama Medan Polonia.
Penelitian ini akan menggunakan data primer dan sekunder yang bersumber dari karya ilmiah ataupun jurnal yang sudah terpublikasi terdahulu. Dengan informan kunci adalah Relawan Pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia denagan memberikan kuesioner serta melakukan penelitian studi literatur dan pengamatan langsung dilapangan.
Relawan pajak dalam memberikan penyuluhan memerankan sebagai pihak fasitator yang mendukung serta mendengarkan, membantu, memahami pola pemikiran serta memberikan fasilitas kepada wajib pajak untuk dapat melaporkan SPT nya secara e-filing.
Dengan kendala wajib pajak yaitu kesadaran kewajiban perpajakan cukup rendah dan latar yang salah dalam melaporkan kewajibannya, kendala ini juga didukung oleh sistem e-filing yang sempat mengalami kendala/kegagalan dan juga kurangnya pengetahuan relawan pajak diluar tata cara pelaporan SPT secara e-filing.
Kata Kunci : Peran Relawan Pajak, E-filing, SPT Orang Pribadi, Wajib Pajak
vii ABSTRACT
THE ROLE OF TAX VOLUNTEERS IN OPTIMIZING THE REPORTING OF ANNUAL TAX RETURN OF PERSONAL TAX PAYER BY E-FILING AT LOW
TAX OFFICE OF MEDAN POLONIA DURING THE COVID-19 PANDEMIC
Muhammad Surya Permana, 182600001 Program Studi Diploma III Tax Administration
Advisor Dr. Hatta Ridho, S.sos, MSP
Faculty Social Science Politics, University of North Sumatera
After the tax revolution in Indonesia at 1983, the tax system has undergone many changes to make it easier for the public to carry out their tax obligations. Like the tax system that used to use the Official Assessment System, currently Indonesia uses the Self Assessment System, then the electronic annual taxpayer submission through e-filing has begun. However, many research systems that aim to make it easier for these taxpayers have not been able to be utilized optimally, coupled with the world situation currently being hit by the COVID-19 pandemic, which will complicate the implementation of taxation. Because of these things, the Directorate General of Taxes will maximize all of its cooperation, including with Tax Centers at universities, by creating a Volunteer program as an extension of the arm to introduce this update to the public or taxpayers.
The purpose of this study was to determine the role of tax volunteers in counseling the submission of individual annual tax returns by e-filing at the Medan Polonia Pratama Low Tax Office Office, as well as to find out the obstacles faced by students during their role as tax volunteers at Low Tax Office Pratama Medan Polonia.
This study will use primary and secondary data sourced from scientific works or previously published journals. The key informants are Tax Volunteers at the Low Tax Office Office Medan Polonia Tax Office by providing questionnaires and conducting research, literature studies and direct observations in the field.
Tax volunteers in providing counseling act as facilitators who support and listen, help, understand thinking patterns and provide facilities for taxpayers to be able to report their SPT by e-filing. With the constraints of taxpayers, namely the awareness of tax obligations is quite low and the wrong background in reporting their obligations, this obstacle is also supported by the e-filing system which had experienced problems/failures and also the lack of knowledge of tax volunteers outside the procedures for reporting annual tax return by e-filing.
Keywords: Role of Tax Volunteers, E-filing, Annual Tax Payer, Taxpayers
viii
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah tugas akhir dengan tepat waktu yang memiliki judul “PERANAN RELAWAN PAJAK DALAM MENGOPTIMALKAN PELAPORAN SPT WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI MELALUI E-FILING DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN POLONIA PADA MASA PANDEMI COVID-19”. Laporan tugas akhir ini disusun guna memenuhi syarat memperoleh gelar Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Selama penyusunan tugas akhir ini banyak pihak yang telah memberikan bantuan dan motivasi kepada penulis. Untuk semua itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Dr Muryanto Amin, S Sos, M Si, sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Drs. Hendra Harahap, M.Si, Ph.D, sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
3. Drs. Rasudyn Ginting, M.Si, sebagai Ketua Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
4. Drs. Kariono, M.Si, sebagai Sekretaris Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
5. Dr. Hatta Ridho, S.Sos, MSP, selaku Dosen Pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu dan memberikan masukan berupa saran, arahan, dan bimbingan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir.
6. Staf Pegawai Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU yang telah banyak membantu segala administrasi selama penulis menjalani perkuliahan sampai dengan selesainya Laporan Tugas Akhir ini.
ix
7. Seluruh Dosen Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU yang telah memberikan ilmunya selama penulis menjalani perkuliahan.
8. Kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak SUMUT I yang telah memberikan izin riset di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia.
9. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia yang telah membantu penulis dengan memberikan data kepada penulis selama penelitian.
10. Terkhusus untuk keluarga penulis, kedua orang tua tercinta Ayahanda Bastiar Asturi dan Ibunda Painem, kepada saudariku tersayang Mbak Siti Rika Wulandari, S.Pd yang banyak berkorban secara moril maupun materil. Terimakasih atas doa dan semangat serta suntikan dana yang tiada hentinya demi kesuksesan penulis.
11. Terimaksih kepada rekan Ica Suraya Kamatara, Fauziah Surya, Celis Adita Sitanggang, Gracia Demak Elisabeth Pakpahan, Dimas Wira Pradipta, Oktavio Shidqi Putra, Sinop P Harianja, dan Anis Wulan yang selalu memberi semangat dan yang selalu bekerja sama dengan penulis selama perkuliahan dan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.
12. Seluruh teman-teman seperjuangan TAX A dan B 2018, yang selama ini telah menjadi keluarga dan teman penulis.
13. Kepada sahabat SMK saya, Rasid Affandi Tarigan, Andri Pranata, Zuanda Tridolly Nasution, Fidelis Sembiring, Sopyan Adek Zuan, Ayu Kurniasih, dan Widya Wati terimakasih atas doa, support dan Tekanannya. Sekarang saya sudah kuat dan itu berkat kalian semua!
14. Kepada teman sekontrakan, Sabam Petrus Sitinjak, Raymondo, dan Jasvin Rio Silalahi, terimakasih atas semangat dan masalah yang kita buat bersama, yang menjadi pendorong dalam penyelesaian tugas akhir saya.
x
15. Semua pihak yang telah mendoakan dan turut membantu selama proses penulis menyelesaikan Karya Tulis Tugas Akhir ini, terimakasih banyak.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini, namun penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan pelaporan Tugas Akhir ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun untuk kebaikan Tugas Akhir ini.
Akhir kata penulis berharap semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat baik bagi penulis maupun pihak-pihak lain yang memerlukannya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Medan, Penulis
Muhammad Surya Permana
xi DAFTAR ISI
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI... xi
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 12
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 12
1.3.1 Tujuan Penelitian ... 12
1.3.2 Manfaat Penelitian ... 13
1.4 Uraian Teoritis... 13
1.4.1 Pengertian dan Jenis Pajak ... 13
1.4.2 Pengertian dan Jenis Wajib Pajak ... 15
1.4.3 Pengertian dan Jenis Surat Pemberitahuan ... 15
1.4.4 Tata Cara Penyampaian SPT secara E-Filing atau Elektronik ... 17
1.4.5 Relawan Pajak ... 21
1.4.6 Tugas Utama dan Peran Relawan Pajak ... 22
1.4.7 Kode Etik Relawan Pajak ... 23
1.5 Metode Penelitian ... 26
1.5.1. Bentuk Penelitian ... 26
1.5.2. Jenis Data ... 26
1.5.3. Sumber Data... 26
1.5.4. Metode Pengumpulan Data ... 27
1.5.5. Alat Pengumpulan Data ... 27
1.5.6. Informan Penelitian ... 27
1.5.7. Metode Analisis ... 28
BAB II ... 29
2.1. Sejarah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia ... 29
2.2. Struktur Organisasi ... 31
xii
2.3. Deskripsi Kerja KPP Pratama Medan Polonia ... 32
a. Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal ... 32
b. Seksi Pelayanan ... 33
c. Seksi Penjamin Kualitas Data ... 33
d. Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan ... 34
e. Seksi Pengawasan I ... 34
f. Seksi Pengawasan II ... 34
g. Seksi Pengawasan III, IV, V... 35
2.4. Visi dan Misi KPP Pratama Medan Polonia ... 36
BAB III ... 37
3.1. Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia ... 37
3.1.1. Jumlah Relawan Pajak ... 37
3.1.2. Jadwal kegiatan Relawan Pajak ... 38
3.1.3. Tugas Pokok dan Tugas Tambahan Relawan Pajak ... 40
3.1.4. Tahapan Persiapan Kegiatan Relawan Pajak ... 42
3.1.5. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak ... 43
3.2. Data Hasil Penyebaran Kuesioner Online Relawan Pajak KPP Pratama Medan Polonia ... 45
3.2.1. Peran relawan pajak dalam penyuluhan penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi secara e-filing : ... 45
3.2.2. Kendala yang dihadapi relawan pajak saat melaksanakan tugas-tugasnya ... 47
3.3. Dokumentasi Dari Kegiatan Relawan Pajak 2021 ... 54
3.4. Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Medan Polonia ... 55
Tabel 3.4.1 Jumlah Wajib Pajak Terdaftar di KPP Pratama Polonia dan Jumlah Wajib Pajak yang Melaporkan SPT Tahunan. ... 55
BAB IV ... 56
4.1. Peran Relawan Pajak dalam Proses Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi secara E-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia ... 56
4.2. Kendala yang dihadapi mahasiswa selama mengambil peran sebagai relawan pajak di KPP Pratama Medana Polonia ... 62
BAB V ... 67
5.1. Kesimpulan ... 67
5.2. Saran dan Masukan ... 68
5.2.1. Ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pajak dan KPP Pratama Medan Polonia 68 5.2.2. Ditujukan Kepada Wajib Pajak ... 69
xiii
5.2.3. Ditujukan terhadap diri Relawan Pajak ... 69 DAFTAR PUSTAKA ... 70
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1.1 Daftar Nama Relawan Pajak Pada Kantor Wilayah I DJP Sumut Tahun 2021 ...4
Tabel 1.1.2 Rasio Kepatuhan Wajib Pajak (WP) Dalam Melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahun 2015-2020 di Indonesia ... 12
Tabel 3.1.1 Jumlah Relawan Pajak Pada Kantor Wilayah I DJP Sumut Tahun 2021 ... 36
Table 3.1.2 Jadwal Petugas di KPP Pratama Medan Polonia ... 38
Tabel 3.1.3 Jadwal Petugas di Universitas Sumatera Utara... 38
Tabel 3.4.1 Jumlah WP Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia dan Jumlah Wajib Pajak Yang Melaporkan SPT Tahunannya ... 54
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.4.7.1 Surat Pernyataan Bersedia Mematuhi Code Of Conduct Relawan Pajak ... 25
Gambar 3.3.1 Rekan-rekan dari Relawan Pajak ... 53
Gambar 3.3.2 Relawan Pajak dengan PIC dan Pegawai Pajak ... 53
Gambar 3.3.3 Aisistensi pelaporan SPT dengan Wajib Pajak ... 53
Gambar 3.3.4 Relawan yang bertugas langsung di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia ... 53
Gambar 3.3.5 Proses Penjelasan Dari Tahapan Pelaporan SPT Secara E-Filing ... 53
Gambar 3.3.6 Relawan pajak yang membantu tugas dari salah satu pegawai kantor ... 53
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Persetujuan ... ii
Halaman Pengesahan ... iii
Surat Pernyataan Orisinalitas ... iv
Surat Pernyataan Bebas Plagiarisme ... v
Surat Pengajuan Judul Tugas Akhir ... 72
Surat Penugasan Pembimbing... 73
Surat Undangan Seminar Proposal ... 74
Berita Acara Seminar Proposal ... 75
Surat Izin Penelitian ... 80
Surat Undangan Meja Hijau... 81
Kartu Kendali Bimbingan ... 82
Data Penelitian Lapangan ... 84
Surat Persetujuan E-Riset ... 85
Formulir Survey Kepuasan Layanan Relawan Pajak ... 86
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Pajak merupakan kontribusi wajib setiap warga negara kepada pemerintah yang bersifat terikat dan memaksa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang dipergunakan sebagai sumber pendapatan negara. Pajak juga merupakan sumber pendapatan terbesar yang berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebelum Indonesia merdeka, pajak telah dibebankan kepada rakyat Indonesia oleh Belanda (penjajah) sebagai pihak yang menghitung jumlah yang harus dan akan dibayarkan atau saat ini disebut dengan Official Assessment System. Hingga pada tahun 1983 dinyatakan sebagai reformasi perpajakan, yang juga menandai bahwa Indonesia telah memiliki peraturan perundang- undangan perpajakan sendiri, yang disebut dengan Undang-undang Republik Indonesia No 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, yang menjadi perubahan keempat dari Undang-undang Republik Indonesia no 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Dengan disahkannya perundang-undangan ini, Indonesia akan menganut Self Assesment System, yaitu negara memberikan kepercayaan sekaligus beban kewajiban kepada wajib pajak untuk mengambil peran penuh dalam mendaftarkan diri, menghitung, membayar dan melaporkan kegiatan perpajakannya secara mandiri. Pembaruan sistem perpajakan selanjutnya ditandai dengan dikeluarkanya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- 02/PJ/2019 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan, dan Pengolahan Surat Pemberitahuan yang sebelumnya menerapkan penyampaian surat pemberitahuan hanya dapat dilakukan melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi (KP2KP) dan atau melalui pos terdaftar dengan menggunakan fomulir kertas yang tersedia, maka sejak peraturan ini diterapkan wajib pajak dapat menyampaikan SPT secara
online melalui situs www.djponline.go.id yang kemudian dikenal dengan e-filing. Tetapi cara ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh wajib pajak karena belum mengenal dan belum mengetahui cara penggunaan dari e-filing ini.
Relawan pajak merupakan program yang dibuat untuk mencoba mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya membayar pajak sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Program ini dilakukan dengan mengajak mahasiswa dan aktivis akademik untuk bisa menjadi juru bicara pajak serta membantu masyarakat dalam membayar dan melaporkan pajaknya sesuai ketentuan
Pada tahun 2017 sampai dengan 2018, telah dilaksanakan ujicoba standadisasi proses bisnis Program Relawan Pajak yang ditujukan kepada mahasiswa di 17 Perguruan tinggi pada 6 Kantor Wilayah DJP. Uji coba ini meliputi standardisasi proses bisnis perekrutan, pelatihan, levelling, dan pelaksanaan asistensi oleh Relawan Pajak. Secara kuantitas, sebanyak 1.111 Relawan Pajak terlibat melakukan asistensi kepada lebih dari 100.000 wajib pajak yang melaporkan SPT Tahunan 1770S dan 1770SS secara e-filing. Program relawan pajak ini akan terus berkembang hingga saat ini untuk membantu tenaga kerja DJP dalam melaksanakan tugasnya di masa akhir pelaporan pajak.
Pada periode relawan di pada tahun 2021 ini, disesuaikanlah kegiatan pelaporan kewajiban wajib pajak dengan situasi dan kondisi terkini, dimana seluruh masyarakan diharuskan untuk mematuhi protokol Kesehatan 3M. Dengan berjalannya sistem ini, maka Direktorat Jenderal Pajak pasti akan kewalahan untuk menjalankan tugasnya, dikarenakan keterbatasan tenaga kerja. Sehingga Direktorat Jenderal Pajak membuat sebuah terobosan atau sebuah program dimana Direktorat Jenderal Pajak memaksimalkan kerja samanya dengan Tax Center yang ada di Universitas-universitas untuk menugaskan beberapa mahasiswa yang telah diseleksi guna membantu tenaga kerja DJP dalam menjalankan tugasnya disebutlah terosbosan ini dengan nama Relawan Pajak.
Proses perekrutan relawan pajak memiliki beberapa tahap seleksi, berikut penjabaran proses seleksi relawan pajak pada DJP Kanwil I Sumatera Utara dari awal hingga akhir di tahun 2021:
a. Proses awal ialah kerja sama yang telah terjalin antara DJP dengan Tax Center sebagai perwakilan dari kampus dalam perekrutan relawan pajak. Sebagai contoh ialah DJP Kanwil Sumatera Utara I bekerja sama dengan semua Tax Center, Tax Center Universitas Sumatera Utara juga termasuk dalam kerja sama ini untuk membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin mencalonkan dirinya sebagai relawan pajak.
b. Kanwil Sumatera I dan Tax Center melakukan pengumuman melalui selebaran dan media sosial mengenai perekrutan relawan pajak yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
c. Mahasiswa yang berminat mencalonkan dirinya harus memenuhi syarat administrasi yang telah ditentukan, berupa memiliki IPK minimal 2,75 dan mengisi data berupa nama lengkap, nomor induk mahasiswa, fakultas, jurusan, no handphone, serta email aktif pada laman yang telah disiapkan melalui bit.ly/relawanpajaksumut1.
d. Mahasiswa yang telah mendaftar akan menerima informasi lanjutan dari Tax Center untuk tahapan selanjutnya, yaitu seleksi berkas berupa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan KHS (Kartu Hasil Studi).
e. Bagi peserta yang telah lolos seleksi berkas akan menerima informasi jadwal wawancara yang dilakukan pihak Tax Center melalui video conference menggunakan aplikasi Zoom.
f. Tahap selanjutnya ialah tes tertulis yang diadakan oleh DJP Sumut I. Para peserta yang akan mengikuti tes tertulis ini sebelumnya akan diberikan bekal materi dan
pemahaman mengenai pengisian SPT melalui e-filing yang disediakan oleh DJP secara langsung. Setelah menerima pembekalan materi beberapa kali, maka peserta akan melaksanakan ujian tertulis. Ujian tertulis diselenggarakan melalui google formulir dengan menjawab 60 pertanyaan dan waktu yang disediakan selama 70 menit. Setelah peserta menyelesaikan 60 soal tersebut dan mengirim jawabannya, peserta dapat langsung mengetahui berapa banyak pertanyaan yang dijawab dengan benar atau pun salah.
g. Pengumuman akhir rekrutmen relawan pajak akan di berikan ke pihak Tax Center masing-masing, dan diinformasikan kepada peserta beserta dengan lokasi penempatan. Kemudian peserta diberikan sebuah surat yang berisikan pernyataan bahwa sanggup mengikuti Code of Conduct Relawan Pajak.
Setelah peserta dinyatakan lulus menjadi seorang Relawan Pajak, maka peserta diwajibkan mengikuti pelantikan dengan menggunakan seragam dan atribut yang telah disediakan, kemudian hadir di pelantikan melalui video conference Zoom.
Kemudian pihak Direktorat Jenderal Pajak akan mengumumkan lokasi penempatan dari relawan pajak. Berikut daftar lokasi penempatan Relawan Pajak Tahun 2021 :
Tabel 1.1.1 Daftar Nama Relawan Pajak di Direktorat Jenderal Pajak SUMUT I
No Nama
Asal Perguruan tinggi Penempatan
1. Fatwa Fadilla Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai
2. Rosmalinda Pane Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai 3. Elan Muchacha S . Nasution Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai
4. Nadia Suntuka Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai
5. Lailan Sabrina Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai
6. Lyssartika Universitas Muhammadiyah Sumatera utara
KPP Pratama Binjai 7. Kirana Puspita Sari Hasibuan Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai
8. Dwi Laila Shafira Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai 9. Cut Putri Aulina Zaitun Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai 10. Muhammad Ahsanul War’l Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Binjai 11. Ondo Johan H Siregar Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 12. Desi Rismawati Purba Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 13. Gita Sandyah Panggabean Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 14. Wastika Royana Sihombing Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 15. Shinta Olivia Agustina Sibuea Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 16. Dina Rahel Simanjuntak Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 17. Rona Yana Ekklesia Siburian Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai
18. Enjelina Tambunan Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 19. Arista Arnietta Rajumi Sitanggang Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 20. Hotma Hasiholan Pardamean Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai
21. Samaran Nadeak Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 22. Margarettha Olivia Febrianna Karo-Karo Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 23. Etna Rosini Br Perangin-Angin Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai
24. Yemima Sidabutar Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai
25. Meysin Rambe Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 26. Putri Juniati Br Tarigan Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai
27. Lukman Laia Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Binjai 28 Abdillah Ihza Mahendra Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Lubuk Pakam
29 Anggy Mutia Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Lubuk Pakam
30 Reni Sagita Br Barus Universitas Muhammadiyah Sumatera utara
KPP Pratama Lubuk Pakam
31 Fahri Effendi Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Lubuk Pakam
32 M Dwiky Aldiansyah Sirait Universitas Muhammadiyah Sumatera utara
KPP Pratama Lubuk Pakam
33 Leni Agustina Hutabarat Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
34 Ika Mastayana Purba Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
35 Greace Weros Putri Binventy Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
36 Yessy Mandarani Purba Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
37 Emia Cristina R. Ginting Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
38 Jojoria Elisabet Sirait Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
39 Naomi Febrianti Siringoringo Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
40 May Sartika Tarigan Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
41 Anggi Putri Be Harianja Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
42 Rio Juanda Putra Saragih Universitas Methodist Indonesia
KPP Pratama Lubuk Pakam
43 Riska Inayah
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
44 Indry Rianda Putri
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
45 Venessa Inggrid Sianturi
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
46 Nova Theresia Sihite
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
47 Muhammad Haris
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
48 Adinda Melati Kgairani
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
49 Yessi Sinta Yola Prastika
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
50 Widia Artamoni
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
51 Nurhalimah
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
52 Febry Wardani
Universitas Harapan Medan KPP Pratama Lubuk Pakam
53 Putri Enzelina Nababan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
54 Wilson Tomytro Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
55 M. Rizqi Khairi Bimantoro Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
56 Nur Hanifah Sari Hasibuan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
57 Caroline Sri Rezeki Sukma Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
58 Eclesia Limbong Politeknik Wilmar Bisnis
Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
59 Eka Safitri Politeknik Wilmar Bisnis
Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
60 Kezia Kenny Silva Siahaan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
61 Mutiara Goretti Naibaho Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
62 Renatha Elisabeth Rumondang Panggabean
Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
63 Erik Morales Sihaloho Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
64 Samuel Julianto Manalu Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
65 Putri Monika F. Situmorang Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
66 Sindy Natalia Politeknik Wilmar Bisnis
Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
67 Gaby Rumiansah Arnita Sidabutar Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
68 Susi Susanti Lumban Gaol Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
69 Alfina Audrey S Politeknik Wilmar Bisnis
Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
70 Vebry Br Manalu Politeknik Wilmar Bisnis
Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
71 Ade Ananda Politeknik Wilmar Bisnis
Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
72 Meryldha Vaviloca Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
73 Merry Anggieta Politeknik Wilmar Bisnis
Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
74 Angelika Rajagukguk Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia
KPP Pratama Medan Barat
75 Maulana Budi Putra Universitas Pembangunan
Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
76 Muhammad Arif Raihan Lubis Universitas Pembangunan Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
77 Nazria Fitri Universitas Pembangunan
Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
78 Fahrum Nisa Universitas Pembangunan Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
79 Amelia Universitas Pembangunan
Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
80 Sarah Adella Universitas Pembangunan
Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
81 Nabila Ramadhani Universitas Pembangunan
Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
82 Doly Fernando Silaban Universitas Pembangunan Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
83 Gabbrilia Natasya Universitas Pembangunan
Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
84 Oby Remanta Universitas Pembangunan
Panca Budi
KPP Pratama Medan Barat
85 Atikah Dwi Azhari Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
86 Karin Ajnaya Azli Nst Universitas Muhammadiyah Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
87 Al Iftitah Sucy Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
88 Sabrina Ramadhani Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
89 Nurul Mawaddah Lbs Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
90 Evadillah Sari Hsb Universitas Muhammadiyah
Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
91 Aditiya Yovita Harahap Universitas Muhammadiyah Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
92 Rhaihan Safira Indra Universitas Muhammadiyah Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
93 Nabilah Syaffanah Asti Daeli Universitas Muhammadiyah Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
94 Muhammad Rafy Akbar Universitas Muhammadiyah Sumatera utara
KPP Pratama Medan Barat
95 Amaliyah Nurmely Rahmah Saragih
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
96 Apri Dayanti Manullang
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
97 Chitra Patricia Siagian
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
98 Chyntia Azura Br Sembiring
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
99 Elyzabeth Pratiwi Saragih
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
100 Feny Livia Manjorang
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
101 Florensya Emelia
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
102 Gracia Virgin Zafanya Munthe
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
103 Maria Anna Bella Sihotang
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
104 Maulid Dhiya Syahara
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
105 Mayranty Filzah
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
106 Mizwar Nugraha
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
107 Muhammad Alwi Nurfauzan
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
108 Muhdaril Ahda
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
109 Nadya Claudya
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
110 Osti Lisbet Sopran
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
111 Puja Saraswati Karosekali
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
112 Sri Ramadhani
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
113 Syahfira Insani Agustin
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
114 Vania Dinella Sitepu
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Kota
115 Sarah Gracella Universitas Metodhist
Indonesia
KPP Pratama Medan Petisah
116 Manatap Sinaga Universitas Metodhist
Indonesia
KPP Pratama Medan Petisah
117 Ribka Sihotang Universitas Metodhist
Indonesia
KPP Pratama Medan Petisah
118 Boni Hutagalung Universitas Metodhist
Indonesia
KPP Pratama Medan Petisah
119 Sri Dewi S Ginting Universitas Metodhist Indonesia
KPP Pratama Medan Petisah
120 Sertika Elvi Nanda Br Ujung Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
121 Natasya C. Salsabillah Sitorus Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
122 Regina Noviyanti Hutabarat Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
123 Septian Teguh Andi Zebua Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
124 Shinta Marito Sitorus Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
125 Indra Julianto Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
126 Monika Bidara Br Ginting Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
127 Ayu Angelina. S Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
128 Novi Karlina Hulu Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
128 Veronika Hutapea Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
130 Niko Elwando Emanuel Sihombing Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
131 Hert Agustina Asimatupang Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
132 Tantri Lywarni Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
133 Mulani Aniseta Purba Universitas HKBP Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
134 Gitti Situmeang Universitas HKBP
Nommensen Medan
KPP Pratama Medan Petisah
135 Mhd Irfan Arya
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
136 Amelya Sibarani
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
137 Andreas Saptama Novraldo Purba
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
138 Anggita Mutiara Sari Siregar
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
139 Chairunisa Zakina Adibra
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
140 Dewi Suci Handayani Br Tarigan
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
141 Ditie Tri Annisa
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
142 Echi Anesia Br Ginting
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
143 Felisiana Pinta Fau
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
144 Grease M Putri S Purba
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
145 Irene Martin
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
146 Mayang Sari Sirait
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
147 Muhammad Surya Permana
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
148 Ramadhan Devan Pratama
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
149 Sri Maya Paradissa
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Polonia
150 Soraya Nasution Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
151 Anjami Nadila Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
152 Selfhi Malindha Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
153 Sindi Ramadani Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
154 Rangga Pangestu Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
155 Enggar Purnama Sari Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
156 Annisa Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
157 Apliniari Yuniar Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
158 Halimah Nasution Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
159 Gita Saputri Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
160 Dinda Audria Universitas Muslim
Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
161 Ade Imas Nurwulandari Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah
KPP Pratama Medan Timur
162 Rebecca Valincia Sinaga
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Timur
163 M Rafi Purba
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Timur
164 Maria Indra Batu Bara
Universitas Sumatera Utara KPP Pratama Medan Timur
Dengan keikutsertaan saya dengan penempatan di Kantor Pelayanan Pratama Medan Polonia (selanjutnya disingkat KPP Pratama Medan Polonia), ketertarikan saya muncul untuk mengambil tema seputar Relawan Pajak menjadi tugas akhir saya dengan judul “Peranan Relawan Pajak Dalam Mengoptimalkan Pelaporan Spt Wajib Pajak Orang Pribadi Melalui E-Filing Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia Pada Masa Pandemi Covid-19.”
Meski saat ini sedang dilanda dampak virus corona, kepatuhan wajib pajak tidaklah menurun. Hal ini dapat dilihat dari cerminan realisasi rasio kepatuhan pajak pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasilan (PPh) Tahun 2020 sebesar 78%.
Tabel 1.1.2 Rasio Kepatuhan Wajib Pajak (WP) Dalam Melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahun 2015-2020 di Indonesia.
Tahun Jumlah WP (Juta) Persentase
2015 10,9 60%
2016 12,73 61%
2017 12,05 73%
2018 12,5 71%
2019 13,4 73%
2020 14,76 78%
Sumber : Redaksi DDTCNews (20 agustus 2019) & ssas.co.id (20 januari 2021)
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran relawan pajak dalam proses penyampaian SPT Tahunan orang pribadi secara e-filing di KPP Pratama Medan Polonia ?
2. Apa saja kendala yang dihadapi mahasiswa selama pelaksanaan program relawan pajak ?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui peran relawan pajak dalam proses penyampaian SPT Tahunan orang pribadi secara e-filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia.
b. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi mahasiswa selama mengambil peran sebagai relawan pajak di KPP Pratama Medan Polonia.
1.3.2 Manfaat Penelitian
a. Sebagai salah satu pemenuhan syarat kelulusan dari Program Studi Diploma Tiga Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
b. Sebagai sajian data dikemudian hari untuk pihak yang melakukan penelitian serupa dengan penulisan judul tugas akhir ini.
c. Sebagai gambaran pelaksanaan kegiatan relawan pajak di KPP Pratama Medan Polonia.
d. Sebagai salah satu masukan bagi pihak terkait untuk perbaikan pelaksanaan penyampaian SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi secara e-filing dan program relawan pajak di masa mendatang.
1.4 Uraian Teoritis
1.4.1 Pengertian dan Jenis Pajak
Sesuai Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.
Menurut Soeparman Soehamidjaja, pajak adalah iuran yang bersifat wajib berupa uang atau barang yang dipungut oleh penguasa (pemerintah) berdasarkan norma-norma hukum (Undang-undang), sebagai pembiayaan produksi barang dan jasa kolektif untuk kesejahteraan umum (Tobias, 2017).
Selain menurut para ahli,ada juga definisi pajak menurut Prof. Dr. P. J. A.
Adriani berpendapat bahwa pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan- peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran- pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.
Dari beberapa pengertian ini dapat disimpulkan ciri-ciri umum pajak : 1. Iuran dari rakyat kepada Negara.
2. Berdasarkan undang-undang.
3. Tanpa jasa timbal atau kontraprestasi dari Negara yang secara langsung dapat ditunjuk.
4. Digunakan untuk membiaya rumah tangga Negara, yakni pengeluaran – pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat.
5. Pajak dipungut oleh Negara baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
6. Pemungkinan pajak diperuntukkan bagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan, baik rutin maupun pembangunan.
Pajak dikelompokkan menjadi 2 jenis berdasarkan dengan instansi pemungutannya, yaitu :
a. Pajak Pusat/Negara
Pajak ini merupakan pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pajak yang dipungut oleh instansi ini berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh),
Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berupa perkebunan, perhutanan, dan pertambangan.
b. Pajak Daerah/Lokal
Pajak daerah ialah pajak yang dipungut atau dibayarkan ke pemerintah daerah dan terbatas hanya daerah itu sendiri, baik yang di pungut oleh Pemda Tingkat II maupun Tingkat I. Contoh pajak yang di pungut instansi ini adalah pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak kendaraan bermotor, BPHTB, Pajak Bumi dan Bangunan berupa perdesaan dan perkotaan, serta pajak daerah lainnya.
1.4.2 Pengertian dan Jenis Wajib Pajak
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Seluruh Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan berdasarkan, self assessment system‟ wajib mendaftarkan dirinya pada kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk dicatat sebagai Wajib Pajak dan sekaligus mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai nomor identitas. Wajib pajak terdiri dari Orang Pribadi, Badan, Wajib Pajak Bendagara dan Wajib Pajak Bentuk Usaha Tetap (BUT).
1.4.3 Pengertian dan Jenis Surat Pemberitahuan
Pengertian SPT berdasarkan Pasal 1 angka 11 Undang-undang KUP adalah sebagai berikut :
“SPT adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. “
SPT terdiri dari dua jenis yaitu : SPT Masa dan SPT Tahunan. SPT Masa adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak (Pasal 1 angka 12 Undang- undang KUP) yaitu SPT Masa PPh, PPN dan PPN bagi Pemungut PPN. SPT Masa PPh meliputi SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 yang SNKN 2018 | SIMPOSIUM NASIONAL KEUANGAN NEGARA 81 dipotong, PPh Pasal 23 dan/atau PPh Pasal 26 yang dipotong dan PPh Pasal 25 dibayar. Adapun Surat Pemberitahuan Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak yaitu SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (Pasal 1 angka 13 Undang-undang KUP).
Kemudian pada pasal 3 angka 1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2019 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan, dan Pengolahan Surat Pemberitahuan dijelaskan bahwa Surat Pemberitahuan meliputi :
a. SPT Masa adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak, yang meliputi :
1. SPT Masa PPh 2. SPT Masa PPN
3. SPT Masa PPN bagi Pemungut PPN b. SPT Tahunan PPh, yang terdiri dari :
1. SPT Tahunan PPh untuk satu Tahun Pajak ( Orang pribadi dengan kode 1770 SS, 1770 S, 1770, dan Badan 1771)
2. SPT Tahunan PPh untuk Bagian Tahun Pajak c. SPT sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berbentuk :
1. Dokumen elektronik 2. Formulir kertas (hardcopy)
1.4.4 Tata Cara Penyampaian SPT secara E-Filing atau Elektronik
Sebagaimana yang telah jelaskan pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2019 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan, dan Pengolahan Surat Pemberitahuan, memiliki 4 cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan SPT, yaitu:
1. Melalui E-Filing
Dapat dilakukan dalam jangka waktu 24 (dua puluh empat) jam sehari dan 7 (tujuh) hari seminggu dengan standar Waktu Indonesia Barat di laman yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
2. Melalui secara langsung
Penyampaian secara langsung yang dimaksud dalam pasal 6 huruf b harus dilakukan di TPT tempat Wajib Pajak Terdaftar atau tempat lain berupa Layanan Pajak di Luar Kantor yang disediakan KPP atau KP2KP tempat Wajib Pajak terdaftar dengan mengisi formulir SPT sesuai dengan kondisi.
3. Menggunakan Pos dengan bukti pengiriman surat
4. Menggunakan perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat.
Mengambil kutipan dari laman resmi DJP, e-Filing adalah suatu cara penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak (http://www.pajak.go.id) atau Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP).
Pelaksanaan cara ini merupakan modernisasi atas pelaporan pajak yang dianggap tertinggal dengan perkembangan masa kini dan bersifat menyulitkan wajib pajak karena wajib pajak diharuskan datang langsung ke KPP ataupun KP2KP untuk menyampaikan kewajibannya.
E-Fiiling pertama kali diperkenalkan dengan adanya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP 05/PJ/2005 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Secara Elektronik (e-fiiling) melalui perusahaan penyedia jasa aplikasi (ASP).
Pada awalnya, penyampaian SPT secara daring dibedakan menjadi dua jalur.
Pertama, untuk penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dapat dilakukan melalui situs web yang dimiliki pemerintah sedangkan penyampaian SPT Tahunan Badan hanya dapat dilakukan melalui ASP milik swasta. Dengan berjalannya waktu dan melalui pembaruan yang terus dilakukan DJP, mulai diperkenalkan istilah e-form pada tahun 2017. Kehadiran dari fasilitas e-form ini, menjadikan pelaporan SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Non Karyawan tidak hanya dapat dilakukan melalui ASP saja. Para wajib pajak badan mulai dapat menggunakan fasilitas e-form untuk melaporkan pajaknya melalui situs web milik pemerintah, dalam hal ini dengan mengakses laman DJP Online.
Untuk SPT yang telah disebutkan sebelumnya, tidak semua jenis SPT dapat melaporkan kegiatan perpajakan mereka menggunakan layanan e-filing. Mengutip dari laman pajak.go.id, terdapat tiga jenis layanan yang terdapat dalam e-filing, yaitu:
a. Pengisian SPT secara online, diperuntukkan bagi mereka yang menggunakan SPT Tahunan Orang Pribadi 1770 SS (wajib pajak orang pribadi dengan penghasilan kurang dari Rp. 60.000. 000 setahun) dan SPT Tahunan Orang
Pribadi 1770 S (wajib pajak orang pribadi dengan penghasilan lebih dari Rp.
60.000. 000 setahun)
b. Pengisian SPT dengan mengupload e-SPT, peruntukkan bagi wajib pajak yang menggunakan SPT Tahunan Orang Pribadi 1770 dan SPT Tahunan Badan 1771
c. Pengisian SPT dengan mengunakan e-Form, diperuntukkan bagi wajib pajak yang menggunkan SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S, SPT Tahunan Orang Pribadi 1770, SPT Tahunan Badan 1771.
Pengisian SPT secara online ini, wajib pajak yang masuk golongan SPT 1770SS dan 1770S dapat secara langsung mengisi dan melengkapi data yang diminta oleh sistem. Untuk wajib pajak golongan SPT 1770 dan 1771 disarankan dapat mengunggah SPT yang telah dibuat sebelumnya dengan e-SPT atau e-Form ke sistem laman DJP Online.
Dalam mengisi SPT melalui e-filing, ada beberapa tahapan dan berkas yang harus diikuti oleh wajib pajak.
Adapun berkas yang harus disediakan sebelumnya oleh wajib pajak sebelum melaporkan kewajibannya adalah:
1. Bukti pemotongan pajak (1721 A1 atau 1721 A2);
2. Daftar Penghasilan Bruto;
3. Daftar harta dan utang;
4. Daftar tanggungan anak;
5. Bukti pembayaran zakat/ sumbangan keagamaan;
6. Serta dokumen terkait lainnya yang mendukung kegaitan perpajakan yang dilakukan
Kemudian berikut adalah tahapan-tahapannya :
1. Wajib pajak sudah melaporkan diri atau mendaftarkan dirinya sebagai wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan domisili.
2. Wajib pajak diharuskan memiliki nomor handphone dan e-mail aktif sebagai syarat atau media pengaktivasian akun pada laman djp online.
3. Wajib pajak melakukan permohonan aktivasi e-fin (electronic filing identification number) pada KPP terdaftar atau terdekat atau juga dapat melakukannya secara online sesuai dengan ketentuannya.
4. Kemudian wajib pajak melakukan pendaftaran akun djp online dengan menggunakan NPWP dan e-fin yang telah diperoleh melalui empat situs djponline.pajak.go.id. Pada tahap ini, wajib pajak harus memastikan bahwa nomor handphone dan e-mail yang didaftarkan pada saat pendaftaran e-fin sebelumnya sudah benar, setelah itu melakukan pengaturan password yang akan digunakan untuk login pada djp online.
5. Setelah melakukan pendaftaran pada akun djp online, pada saat ini harap dipastikan kembali bahwa no handphone dan email yang didaftarkan sudah benar, selanjutnya melakukan aktivasi akun dengan mengklik tautan di kotak masuk pada e-mail yang telah didaftarkan sebelumnya.
6. Setelah itu silahkan kembali login di laman djp online menggunakan NPWP dan password yang telah didaftarkan sebelumnya.
7. Setelah masuk pada akun, silahkan klik menu e-filing, pilihlah buat SPT, kemudian wajib pajak akan diperintahkan untuk menjawab beberapa pertanyaan.
Mohon di isi dengan sebenar-benarnya.
8. Setelah pertanyaan telah diisi dengan lengkap dan benar, maka akan diakhiri dengan mengeklik kotak persetujuan pernyataan bahwa data yang telah diisikan adalah benar.
9. Kemudian wajib pajak akan mengambil kode verifikasi dengan mengeklik kolom yang tersedia untuk mendapatkan kode tersebut, kode verifikasi akan dikirimkan ke wajib pajak melalui SMS ataupun email yang terdaftar tergantung pilihan yang dipilih oleh wajib pajak.
10. Tunggulah hingga kode dikirimkan server ke SMS/email, setelah mendapatkan kode verifikasi, salinlah kode tersebut ke dalam kolom kode verifikasi yang disediakan pada laman akhir djp online, dan klik kirim SPT.
11. Setelah SPT berhsil dikirim, bukalah kotak masuk pada email, kemudian pastikan bahwa wajib pajak telah menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE). Wajib pajak dapat menyimpan BPE ini ataupun mencetaknya sebagai bukti pelaporan SPT.
12. Dan yang terakhir silahkan logout dari halaman djp online, pastikan bahwa wajib pajak telah menyimpan atau mengingat data berupa NPWP, efin, alamat e-mail, dan password djp online yang akan digunakan untuk pelaporan SPT pada masa pajak selanjutnya.
1.4.5 Relawan Pajak
Relawan adalah individu yang rela menyumbangkan tenaga atau jasa, kemampuan dan waktunya tanpa mendapatkan upah secara finansial atau tanpa mengharapkan keuntungan materi dari organisasi pelayanan yang mengorganisasi suatu kegiatan tertentu secara formal. Selain itu kegiatan yang dilakukan relawan bersifat sukarela untuk menolong orang lain tanpa adanya harapan akan imbalan eksternal, definisi menurut Schroeder (1998)
Wilson (2000) juga mengemukakan volunteering (kerelawanan) adalah aktivitas memberikan waktu secara cuma-cuma untuk memberikan bantuan kepada orang lain, kelompok, atau suatu organisasi.
Berdasarkan pemaparan di atas, Relawan adalah orang-orang yang tidak memiliki kewajiban menolong suatu pihak tetapi memiliki dorongan untuk berkontribusi nyata dalam suatu kegiatan dan berkomitmen untuk terlibat dalam kegiatan yang membutuhkan kerelaan untuk mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, serta materi untuk diberikan kepada orang lain. (Schroeder, 1998; Wilson, 2000).
Relawan pajak merupakan mahasiswa-mahasiswi terpilih melalui seleksi ketat, dan sedang menjalani pendidikan strata satu ataupun diploma tiga di segala bidang program studi untuk membantu proses pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan menggunakan e-filing. Program relawan pajak yang diselenggarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang melakukan kerjasama dengan Tax Center, dengan menargetkan mahasiswa dengan latar belakang perpajakan maupun non perpajakan. Program ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mendorong implementasi keterlibatan pihak ketiga dalam melakukan penyuluhan perpajakan.
Relawan pajak ini merupakan program yang dibuat untuk mencoba mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya membayar pajak sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Program ini dilakukan dengan mengajak mahasiswa dan aktivis akademik untuk bisa menjadi juru bicara pajak serta membantu masyarakat dalam membayar dan melaporkan pajaknya sesuai ketentuan.
1.4.6 Tugas Utama dan Peran Relawan Pajak
Berdasarkan dengan modul relawan pajak yang telah diterbitkan oleh Direktorat P2 Humas & Direktorat TPB pada instansi Direktorat Jenderal Pajak, relawan pajak akan dibagi menjadi 4 pembagian petugas yaitu:
a. Petugas Pengawas, yaitu relawan pajak yang bertugas melakukan pengawasan pengelolaan dan membantu relawan pajak lainnya.
b. Petugas Asistensi, yaitu relawan pajak yang melakukan kegiatan asistensi (pendampingan)
c. Petugas Registrasi, yaitu relawan pajak yang bertugas melakukan kegiatan registrasi.
d. Petugas Pendukung, yaitu relawan pajak yang bertugas melakukan fungsi pendukung, misalnya dukungan peralatan, publishing, social media, dan pembuatan email;
Sedangkan pada praktek dilapangan relawan pajak memiliki tugas yang disesuaikan dengan keadaan yang ada, seperti yang kita ketahui saat dunia tengah menghadapi pandemic dari Covid-19 tidak terkecuali Indonesia, seperti mendampingi (asistensi) wajib pajak terkait dengan teknis pelaporan pajak secara online atau e-filing formulir 1770S dan 1770SS dengan mematuhi protocol kesehatan. Sedangkan untuk formulir yang lain dan konsultasi, relawan pajak pada tahun 2021 belum diperkenankan untuk menanganinya. Setiap relawan pajak baik dikantor ataupun yang melakukan pendampingan secara online melalui video conference akan didampingi oleh petugas pajak, untuk membantu dan menangani jika relawan pajak menghadapi kendala pada saat pendampingan.
1.4.7 Kode Etik Relawan Pajak
Relawan pajak memiliki keharusan dalam menjalankan kewajibannya,yaitu mematuhi Code of Conduct Relawan Pajak. Mahasiswa yang terpilih akan dituntut untuk dapat bersikap professional sesuai dengan Standar Etik Relawan Pajak yang telah ditetapkan oleh direktur Jenderal Pajak, berikut ialah kode etik relawan pajak:
a. Mematuhi norma-norma yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis.
b. Memperlakukan Wajib Pajak secara professional, sopan dan terhormat tanpa diskriminasi.
c. Melakukan tugas sebagai Relawan Pajak dengan sebaik-baiknya sesuai dengan materi pelatihan yang telah disampaikan.
d. Tidak akan memberi atau menyebarluaskan data dan informasi terkait Wajib Pajak dengan cara apapun.
e. Tidak akan meminta dan menerima apapun dari Wajib Pajak atas asistensi SPT Wajib Pajak.
Relawan pajak yang tidak dapat atau melanggar Code of Conduct ini akan dikenai sanksi, sesuai dengan kebijakan Kampus ataupun Tax Center.
Gambar 1.4.7.1 Surat Pernyataan Bersedia Mematuhi Code Of Conduct Relawan Pajak
Sumber : https://edukasi.pajak.go.id/kegiatan/relawanpajak/164-code-of-conductrelawanpajak.html
1.5 Metode Penelitian
Tahapan ini, penulis akan menjalankan metode penelitian mengenai topik tugas akhir ini dengan penerapan sebagai berikut :
1.5.1. Bentuk Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam tugas akhir ini adalah metode kualitatif, dimana penelitian ini akan memanfaatkan data yang berbentuk narasi,cerita detail, ungkapan atau pun bahasa asli dari informan dan responden lainnya. Data yang dimaksud ialah data yang diperoleh oleh penulis melalui Teknik pengumpulan data berupa menggunakan kuesioner google formulir, dan observasi lapangan pada tempat penelitian.
1.5.2. Jenis Data
Pada penelitian ini, data yang digunakan penulis ialah data kualitatif sebagai data utamanya dan sebagai data pendukung akan menggunakan data kuantitatif.
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, skema, dan gambar, sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau peangkaan dari data kualitatif.
1.5.3. Sumber Data
Data yang akan digunakan pada penelitian ini ialah data primer, yaitu data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebar dan wawancara jika dibutuhkan, serta data sekunder yang berasal dari jurnal, buku, internet, dan jenis karya ilmiah lainnya yang berhubungan dengan topik/judul dari tugas akhir ini.
1.5.4. Metode Pengumpulan Data
Ada pun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
a. Penggunaan kuesioner secara daring atau online kepada rekan-rekan relawan pajak KPP Pratama Medan Polonia berupa laman google formulir yang disebarkan melalui kontak media sosial berupa aplikasi Whatsapp.
Kuesioner ini berbentuk pertanyaan uraian dengan hasil akhir tanggapan dari relawan pajak.
b. Pengamatan langsung lapangan, terutama pada saat penulis melaksanaan kegiatan relawan pajak yang ditempatkan langsung di KPP Pratama Medan Polonia.
c. Studi literatur menggunakan pengumpulan sumber-sumber tertulis dan elektronik, baik berupa perundang-undangan perpajakan yang berlaku, peraturan terkait lainnya, jurnal, artikel media di internet, buku dan kajian teoritiss yang memiliki hubungan dengan materi yang dijelaskan pada tugas akhir ini.
1.5.5. Alat Pengumpulan Data
Alat yang dipergunakan dalam pengumpulan data yang dilakukan dalam pemenuhan data tugas akhir ini ialah dengan menggunakan kuesioner online yang disebar dan di isi oleh relawan pajak, buku-buku, dan akses internet.
1.5.6. Informan Penelitian
Rekan-rekan relawan pajak 2021 yang ditempatkan di seluruh KPP yang terdaftar pada Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumut 1 adalah informan utama dalam penelitian ini dan tidak menutup kemungkinan juga, saya akan melakukan wawancara dengan beberapa pegawai dari kantor tujuan penelitian ini.
Untuk daftar nama dari relawan pajak 2021 dapat dilihat pada pendahuluan sebelumnya.
1.5.7. Metode Analisis
Penggunaan metode dalam pembahasan dan penguraian penyusunan tugas akhir ini akan di jelaskan sebagai berikut :
a. Metode literatur, sebuah metode pengumpulan data melalui sumber-sumber tertulis/elektronik, yang setelah itu akan dikombinasikan dengan sumber- sumber tertulis lainnya.
b. Metode observasi, metode ini menggunakan lapangan sumber data terkait untuk mendukung rumusan masalah dari setiap pembahasan dari tugas akhir ini.
c. Metode Analisa, yaitu metode pembandingan data yang telah diperoleh dengan menggunakan teori yang telah dicantumkan pada uaraian teoritis.
29 BAB II
GAMBARAN UMUM
KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN POLONIA
2.1.Sejarah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
Untuk mengetahui inplementasi dari konsep administrasi perpajakan di era modern ini yang diketahui berorientasi pada pelayanan dan pengawasan, maka struktur organisasi dari Direktorat Jenderal Pajak perlu diperbaiki, baik dilevel kantor pusat sebagai pembuat kebijakan maupun dilevel kantor operasional sebagai pelaksana dari kebijakan. Sebagai contoh pertama untuk kemudahan bagi wajib pajak, dengan pembagian dari jenis kantor pelayanan pajak seperti Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pemeriksaan dan Penyelidikan (Karipka), Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KPPBB), dilerburkan menjadi Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Struktur yang berbasis fungsi diterapkan kepada KPP dengan administrasi yang lebih modern untuk dapat merealisasikan debirokratisasi pelayanan sekaligus melaksanakan pengawasan kepada wajib pajak secara lebih sistematis berdasar dengan analisis resiko unit vertical Direktorat Jenderal Pajak yang membedakan segmentasi dari wajib pajak, yaitu KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya, KPP Pratama.
Pada waktu yang lalu di masa Belanda tepatnya, Kantor Pelayanan Pajak memiliki nama Kantor Belasting kemudian diubah menjadi Kantor Inspeksi Pajak yang induk organisasinya Direktorat Jenderal Pajak dibawah naungan Departemen Keuangan Republik Indonesia. Pada tahun 1976 di Sumatera Utara berdiri tiga Kantor Inspeksi Pajak, yaitu :
a. Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan b. Kantor Inspeksi Pajak Medan Utara c. Kantor Inspeksi Pajak Siantar
Kemudian pada tahun 1978 Kantor Inspesi Pajak Medan Selatan dipecah menjadi 2, yaitu Kantor Inspeksi Pajak Medan Selatan dan Kantor Inspeksi Pajak Kisaran. Seiring dengan bertumbuhnya ekonomi yang semakin maju, maka diperlukan adanya tambahan kantor untuk melayani masyarakat di dalam membayar serta melaporkan pajak. Karena itulah didirikan Kantor Inspeksi Pajak Medan Barat. Berdasarkan dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tanggal 25 Maret 1989 No.267/KMK.01/1989, diadakan perubahan menyeluruh pada structural Direktorat Jenderal Pajak yang mencakup reorganisasi Kantor Inspeksi Pajak diubah menjadi Kantor Pelayanan Pajak dan pembentukan Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan. Selanjutnya dengan Keputusan Menteri Keuangan Indonesia No.443/KMK.03/2002 tanggal 26 Februari 2002 dibentuklah Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia instansi yang berada di bawah Kepala Kantor Wilayah.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tanggal Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak di bidang PPh, PPN, PPn BM, PBBdan Pajak Tidak langsung lainnya dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugas, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia memiliki fungsi:
a. Pengumpulan, pencarian dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, penyajian informasi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, serta penilaian objek Pajak Bumi dan Bangunan sektor P3;
b. Penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan;
c. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya;
d. Penyuluhan perpajakan;
e. Pelaksanaan registrasi wajib pajak;
f. Penatausahaan piutang pajak dan pelaksanaan penagihan pajak;
g. Pelaksanaan pemeriksaan pajak;
h. Pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak;
i. Pelaksanaan konsultasi perpajakan;
j. Pelaksanaan intensifikasi danekstensifikasi;
k. Pembetulan ketetapan pajak;
l. Pelaksanaan administrasi Kantor Pelayanan Pajak.
Pada tanggal 27 Mei 2008 Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia dirubah dengan Keputusan Menteri Keuangan menjadi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia dengan wilayah kerja Kecamatan yaitu :
1. Medan Polonia 2. Medan Selayang 3. Medan Tuntungan 4. Medan Baru
5. Medan Maimun dan 6. Medan Johor.
Ini dilakukan untuk meningkatkan nilai mutu pelayanan kepada wajib pajak.
2.2.Struktur Organisasi
Struktur organisasi ialah susunan dari berbagai komponen atau pun unit-unit kerja dalam sebuah organisasi yang ada di masyarakat. Adanya struktur organisasi ini kita bisa melihat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda dapat dikoordinasikan dengan baik, selain itu juga struktur organisasi kita juga bisa mengetahui
beberapa spesialisasi dari sebuah jabatan, pekerjaan, saluran pemerintah, maupun penyampaian laporan. KPP Pratama Medan Polonia menerapkan Struktur Organisasi Lini dan Staff. Yaitu dipimpin oleh seorang Kepala KPP yang secara operasional bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera I. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia terdiri dari :
1. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal 2. Seksi Pelayanan
3. Seksi Penjamin Kualitas Data
4. Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan 5. Pegawai Fungsional
6. KP2KP
7. Seksi Pengawas I 8. Seksi Pengawas II 9. Seksi Pengawas III 10. Seksi Pengawas IV 11. Seksi Pengawas V
2.3. Deskripsi Kerja KPP Pratama Medan Polonia a. Sub Bagian Umum dan Kepatuhan Internal
Sub bagian umum ini memiliki tugas dan fungsi dalam pelayanan kesekretariatan, terutama dalam melakukan hal urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian dan rumah tangga. Sub bagian umum ini terdiri dari :
1. Koordinator Pelaksana Tata Usaha dan Kepegawaian, yang memiliki tugas membantu urusan tata usaha, kepegawaian dan laporan.