Major Indices
Close Chg Chg %
JCI 4,181.37 17.65 0.42%
LQ-45 713.06 4.09 0.57%
Turnover (in Mn Rp.)
Volume Value
JCI 4,176.62 3,436.28
LQ-45 2,048.33 2,253.97
Market Cap (in Tn Rp.)
Value JCI 3,675.44 LQ-45 2,459.39
Foreign Transaction (in Bn Rp.)
Buy Sell Net
Foreign 1.65 1.50 0.15
JCI Top 5 Leading Movers
Close Chg %
BMRI IJ 7,150 1.42 ASII IJ 73,300 0.76 UNVR IJ 19,100 1.33 BBTN IJ 1,390 12.10 GGRM IJ 58,450 1.12
JCI Top 5 Lagging Movers
Close Chg %
EMTK IJ 4,025 -6.4 BYAN IJ 16,500 -2.65 BNII IJ 460 -2.13 SMMA IJ 4,100 -1.8 CPIN IJ 2,650 -0.93
World Indexes
Close Chg % PER
NIKKEI 9,631.32 0.73% 24.51
HANGSENG 21,010.64 0.07% 9.95
KOSPI 1,976.23 0.08% 23.54
STI 2,994.48 -0.46% 9.86
DOW JONES 13,029.26 0.50% 13.30
FTSE 5,772.15 0.48% 11.18
Commodities
Close Chg %
WTI Crude (US$/barrel) 104 0.00
Gold 100 (US$/t oz) 1,642 -0.05
CPO (RM/MT) 3,462 -0.42
Coal Newc. (US$/MT) 102 -2.98
Nickel (US$/MT) 17,805 1.16
Tin (US$/MT) 21,500 -0.02
source : Bloomberg
Daily N ws Market Snapshot
• Market Prediction
Pada perdagangan Jumat (20/4) Indeks Dow Jones ditutup naik 65 poin (+0.50%) ke 13,029.30 menyusul keluarnya laporan keuangan kuartal I- 2012 sejumlah emiten yang tercatat lebih baik dari estimasi semula.
Minyak light sweet diperdagangkan di level US$103.89 per barel di New York ditengah ekspektasi pasar akan baiknya ekonomi AS. IHSG Jumat (20/4) ditutup naik 17 poin (+0.42%) ke level 4,181.36 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar regular sebesar Rp164 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, ENRG, TLKM, BDMN, dan BBRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,184 per Dollar AS. Secara teknikal, IHSG berhasil menguat dan break dari garis resistance jangka pendeknya di 4,171. Dari pergerakan indikator terlihat stochastic dan RSI masih bergerak sideway. Pada perdagangan hari ini (23/4) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 4,149-4,215 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM, INDF, dan INTP.
Monday, 23 April 2012
“Risk comes from not knowing what you're doing.”
~Warren Buffet~
• Chart in Focus
MAIN (SoS) INDF (Spec Buy)
GGRM (Spec Buy) UNTR (BoW)
INTP (BoW) BBRI (BoW)
Question & Answer :
Anda punya pertanyaan mengenai pasar? Kirimkan pertanyaan Anda melalui email kami [email protected] dan
pertanyaan Anda akan kami jawab melalui Daily News.
BTEL : Akan Right Issue Rp755 Miliar IMAS : Berniat Memecah Nilai Saham
• News & Analysis
UNTR : Bagi Dividen Rp450 per Saham
Industry: Pembatasan BBM Belum Tentu Turunkan Penjualan Mobil
• Economy & Industry
Comment: Pembagian dividen tunai UNTR untuk tahun buku 2011 sebesar Rp635 per saham menurut kami merupakan hal yang positif. Dari total dividen tunai yang diberikan tersebut, Rp185 telah dibagikan sebagai dividen interim pada 11 November 2011. Sedangkan sisanya sebesar Rp450 akan dibagikan pada 30 Mei 2012. Selama tahun 2011, UNTR berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp55,05 triliun, meningkat 47,5% dari tahun 2010 sebesar Rp37,32 triliun.
Sedangkan laba bersih per saham UNTR pada 2011 mencapai Rp1.581, meningkat 35,8% dari tahun 2010 yang sebesar Rp1.164. Dividen tunai yang dibagikan untuk tahun 2011 setara dengan 40,16% dari laba bersih per saham pada tahun 2011. Laba bersih tahun 2011 yang tidak dibagikan sebagai dividen tunai, akan dialokasikan sekitar 0,34% atau setara dengan Rp 20,16 miliar untuk dana cadangan dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk digunakan sebagai modal kerja atau investasi UNTR. Konsensus analis (Bloomberg) mencatat 27 rekomendasi beli, 3 rekomendasi tahan, dan 1 rekomendasi jual Comment: Bakrie Telecom, emiten yang bergerak di bidang telekomunikasi dengan kode BTEL, akan menyetujui perolehan dana dari Right Issue sebesar Rp755 miliar. Kami melihat perolehan dana tersebut akan mengalami kesulitan bila dilihat dari kinerja 2011 yang mencatat rugi Rp783 miliar dengan beban keungan yang tinggi dan rasio debt to equity BTEL yang cukup besar yaitu berada di level 1,80 yang artinya hampir seluruh kegiatan operasional BTEL dibiayai dari hutang. Bila right issue berjalan baik pun, debt to equity BTEL masih belum aman yaitu sebesar ±1,53. Perlu diperhatikan dana yang dipakai hanya akan dialokasikan untuk refinancing dan modal kerja BTEL.
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), emiten telekomunikasi, jadi melakukan right issue tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebesar Rp 755 miliar, setelah disetujui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Kamis. Dana right issue itu akan digunakan untuk melunasi utang jatuh tempo dan modal kerja. (ift/gm)
News & Analysis
BTEL: Akan Right Issue Rp755 Miliar
Open High Low Close
17,250 17,400 17,200 17,200 IMAS
Comment: Stock split yang dilakukan perusahaan ini akan membuat harga saham perusahaan menjadi lebih rendah dan jumlah saham beredar semakin lebih banyak. Akibatnya, saham perusahaan akan semakin lebih likuid dengan jumlah investor yang semakin banyak dan beragam. Langkah ini terhitung cukup strategis mengingat rencana ekspansi perusahaan kedepannya yang apabila berjalan sukses akan menaikkan harga sahamnya. Pendapatan perusahaan tumbuh 44.27% YoY dan laba perusahaan naik 91.11% YoY. ROI perusahaan saat ini sebesar 11% dengan ROA sebesar 8%. Berdasarkan konsensus analis, 6 merekomendasikan Buy, 0 Hold, dan 1 Sell dengan target harga rata-rata Rp17,986 per lembar.
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) berniat memecah nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Nilai nominal saham IMAS nantinya akan dipecah menjadi Rp 250 per saham dari sebelumnya Rp 500 per saham. (kontan/wf)
IMAS: Berniat Memecah Nilai Saham
Open High Low Close
31,150 31,500 31,000 31,150
UNTR
Open High Low Close
255 265 250 260
BTEL
PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagikan dividen final sebesar Rp 450 per saham. Rencananya anak usaha Grup Astra ini akan membagikan dividen final itu pada 30 Mei mendatang. Hal ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan hari ini (20/4). "Sudah diputuskan untuk dividen final sebesar Rp 450 per saham yang akan dibagikan 30 Mei mendatang," kata Sekretaris Perusahaan UNTR Sara Loebis usai RUPST di Jakarta. (Kontan/AA)
UNTR: Bagi Dividen Rp450 per Saham
pada tahun 2011. Laba bersih tahun 2011 yang tidak dibagikan sebagai dividen tunai, akan dialokasikan sekitar 0,34% atau setara dengan Rp 20,16 miliar untuk dana cadangan dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk digunakan sebagai modal kerja atau investasi UNTR. Konsensus analis (Bloomberg) mencatat 27 rekomendasi beli, 3 rekomendasi tahan, dan 1 rekomendasi jual dengan target harga Rp 32.900 per saham UNTR.
Comment: Pembatasan subsidi bbm oleh pemerintah ini memang belum tentu dapat menahan laju pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Dari data gaikindo tercatat trend penjualan kendaraan bermotor yang mengalami k enaikan dari tahun ke tahun.
Semakin besarnya tingkat kalangan menengah keatas di Indonesia turut meningkatkan daya serap kendaraan bermotor di Indonesia meskipun harga bahan bakar terus mengalami kenaikan.
Economy & Industry
PT Suzuki Indomobil Sales menilai bahwa rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang akan dilakukan pemerintah belum tentu menurunkan tingkat penjualan mobil dengan kapasitas mesin besar atau di atas 1.300 cc. "Pembatasan BBM bers ubsidi belum tentu menurunkan tingkat penjualan mobil berkapasitas mesin besar. Mobil -mobil ini masih akan diminati oleh konsumen dan belum ditinggalkan, jadi penjualannya juga akan tetap tinggi," kata Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Sales, Davy Tul ian, di Jakarta, Minggu. (antaranews/wf)
Industry: Pembatasan BBM Belum Tentu Turunkan Penjualan Mobil
Charts in Focus
MAIN (SoS) INDF (Spec Buy)
GGRM (Spec Buy) UNTR (BoW)
INTP (BoW)
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 7,100 BK 5,583 KI 3,825
R2 7,250 FG 1,406 DB 1,698
S1 6,800 FS 871 AK 1,401
S2 6,600 CS 845 KZ 1,250
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 18,800 CC 1,791 BK 1,403
R2 19,050 YU 501 DB 1,109
S1 18,000 BW 359 IF 530
S2 17,700 DH 150 AK 212
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 31,500 AK 983 CS 1,325
R2 32,200 DX 874 YU 1,023
S1 30,600 DB 455 RX 231
S2 30,000 ZP 455 KK 207
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 59,500 DX 618 YU 391
R2 60,450 DB 144 AK 174
S1 57,300 KZ 60 CS 71
S2 56,000 NI 18 RX 59
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 1,100 AD 950 BZ 418
R2 1,140 OD 380 PD 270
S1 1,040 LS 308 XA 210
S2 1,010 AI 279 CD 183
BBRI (BoW)
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 4,800 DX 5,391 DB 5,152
R2 4,900 YU 1,082 CG 3,000
S1 4,625 BQ 1,081 KZ 1,910
S2 4,575 BD 1,060 FG 939
Disclaimer:
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT eTrading Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable.
No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT eTrading Securities (“eTS”) and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any represe ntation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relati on to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opin ions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of eTS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceed ings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither eTS, its affiliated companies or their respective employees or a gents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the rep ort or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recomm endations herein before they have been provided to you. © PT eTrading Securities 2012.
Betrand Raynaldi Head of Research Cement & Strategist
Andrew Argado Consumer Goods
Budhy S M Siallagan Property & Construction
Grady Wijaya Muhammad Wafi
Banking
Fitri Purnamasari
Hafni Lulu
Irlanda Zettira Utfi Humaya
Research Analyst :
Research Support :