PERUBAHAN
RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2021
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
KABUPATEN BANYUWANGI
BAB I
PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
Dalam rangka mengembangkan potensi kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Banyuwangi agar lebih berkualitas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi berkewajiban menyusun Rencana Kerja (Renja) tahun 2021 sebagai acuan dalam pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan pada tahun berkenaan Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang selanjutnya disebut RKPD, merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
( RPJMD ) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Penyusunan RKPD merupakan pelaksanaan dari Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah kedua dengan Undang - Undang Nomor 12 Tahun 2008 serta Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah.
RENJA mempunyai fungsi penting dalam sistem perencanaan daerah, karena RENJA menerjemahkan perencanan strategis jangka menengah (RPJMD dan Renstra SKPD) ke dalam rencana, program, dan penganggaran tahunan, RENJA menjembatani sinkronisasi, harmonisasi Rencana Strategis ke dalam langkah – langkah tahunan yang lebih konkrit dan terukur. Dengan demikian RENJA merupakan pedoman bagi penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( RAPBD ), Dimana kebijakan umum APBD ditetapkan secara bersama – sama antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) dengan Pemerintah. Dengan cakupan dan cara penetapan tersebut, RENJA mempunyai fungsi pokok dan menjadi acuan bagi seluruh pelaku pembangunan karena memuat seluruh kebijakan publik sebagai berikut :
1. Menjadi pedoman dalam penyusunan APBD karena memuat arah kebijakan Pembangunan Daerah satu tahun;
2. Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan komitmen Pemerintah.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten
Banyuwangi Tahun 2016 - 2021 dengan visi Kabupaten Banyuwangi yaitu
“ Terwujudnya masyarakat Banyuwangi yang mandiri, sejahtera dan berakhlak mulia melalui peningkatan perekonomian dan kualitas sumberdaya manusia”.
Adapun MISI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA yang mengacu pada MISI 2 Kabupaten Banyuwangi antara lain:
“Mewujudkan Daya Saing Ekonomi Daerah Melalui Pertumbuhan Ekonomi berkualitas dan Berkelanjutan Berbasis Potensi SDA dan
Kearifan Lokal”
Proses penyusunan RENJA didasarkan pada penjaringan aspirasi yang diformulasikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahunan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan Daerah pada tahun sebelumnya. Lebih lanjut penyusunan Dokumen RKPD dan RENJA SKPD juga diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, hal ini sejalan dengan Pasal 2 (dua) Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa Daerah Kabupaten dan Kota merupakan bagian dari Provinsi serta mempunyai hubungan wewenang, keuangan, Pelayanan umum, pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya lainnya. Musrenbang berfungsi sebagai forum untuk menghasilkan kesepakatan antar pelaku pembangunan tentang rancangan RKPD dan RENJA SKPD, yang menitikberatkan pada pembahasan untuk sinkronisasi sasaran, arah kebijakan, program dan kegiatan SKPD serta masyarakat dalam pencapaian tujuan pembangunan.
Sebagai Dokumen resmi Pemerintah Daerah, Rencana Kerja SKPD yang dilanjutkan dengan RENJA SKPD mempunyai kedudukan yang strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan. Oleh karena itu RKPD dan RENJA SKPD berfungsi menjabarkan rencana strategis kedalam rencana regional dengan memuat arah kebijakan pembangunan, Prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi daerah dan program kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ). Sebagai rencana operasional, RKPD merupakan pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Plafon Anggaran Sementara dan APBD.
Dalam perencanaan pembangunan di bidang Kebudayaan dan Pariwisata tujuan yang ingin dicapai harus benar-benar di rencanakan dengan matang, pengkajian yang akurat dan tolok ukur indikator kinerja yang tepat sehinggga menghasilkan output program dan kegiatan yang terukur dan berkualitas.
Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Banyuwangi sebagai Dinas Daerah yang menangani urusan wajib kebudayaan dan urusan pilihan pariwisata dengan mengacu pada Undang-Undang Kepariwisataan Nomor 10 Tahun 2009, dan Untuk urusan wajib yang dilaksanakan maka mengacu pada Permendagri no.13 tahun 2006 ialah urusan Kebudayaan sesuai dengan isu-isu strategis yang direspon oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tentang Tahapan
Dan Tata Cara Penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD ) kemudian menyusun Rencana Kerja (Renja) di bidang Kebudayaan dan Pariwisata dengan maksud menyediakan dokumen Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Program dan Kegiatan tahun anggaran 2021.
Rencana Kerja di bidang kebudyaan dan paemasaran pariwisata sebagai penjabaran Operasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Banyuwangi merupakan sebuah dokumen perencanaan sektoral berskala daerah yang disusun secara sistematis dalam rangka menata perbaikan, pembaharuan dan peningkatan dalam bidang Kebudayaan dan Pariwisata dengan berpedoman pada arah kebijakan yang tertuang dalam peratuan daerah Kabupaten Banyuwangi
1. 1. Landasan Hukum
Dalam penyusunan RENJA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi mengacu dan berpedoman pada sejumlah peraturan yang digunakan sebagai dasar, yaitu :
1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem perencanaan Pembangunan Nasional.
2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah, Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009.
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah.
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
10. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 40 Tahun 2002 tentang Usaha Pariwisata.
11. Peraturan Daerah Nomor 60 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2006 - 2010 sebagaiman diubah dengan Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2007.
12. Peraturan Daerah Nomor 61 Tahun 2005 tentang Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2006.
13. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 6 Tahun 2011tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Banyuwangi.
14. Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 52 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi
1. 2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi
Maksud dari Penyusunan Rencana Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi ini adalah untuk mengetahui dan mendokumenkan perencanaan dalam kurun waktu satu tahun yang berisi program-program prioritas yang dilaksanakan langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
Sedangkan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi adalah :
1. Mendiskripsikan tentang program-program prioritas yang akan dilaksanakan langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi
2. Program-program tersebut dapat terlaksana sesuai yang diharapkan dengan menitikberatkan pada program - program prioritas.
1.3 TUJUAN
Tujuan yang diwujudkan dalam kurun waktu 1 tahun adalah :
“ Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”
1.4 SASARAN strategis:
merupakan penjabaran dari tujuan Dinas dan menggambarkan hal – hal yang ingin dicapai melalui tindakan - tindakan yang akan dilakukan secara operasional. Oleh karenanya rumusan sasaran yang ditetapkan, diharapkan dapat memberikan fokus pada penyusunan program operasional dan kegiatan pokok organisasi yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai.
Oleh karenanya penetapan sasaran harus memenuhi kriteria specific, measurable, agresive but attainable, result oriented and time bond. Guna memenuhi kriteria tersebut maka penetapan sasaran harus disertai dengan penetapan indikator sasaran, yakni keterangan, gejala atau penanda yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan upaya pencapaian sasaran atau dengan kata lain disebut sebagai tolok ukur keberhasilan pencapaian sasaran.
Dari pengertian tersebut diatas, maka sasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata harus sesuai dengan tujuan yang dikehendaki adalah :
” Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal”
1.5 Sistematika Penulisan Rencana Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai berikut:
BAB l PENDAHULUAN 1 . Latar Belakang 1.1 Landasan Hukum
1 . 2 Maksud dan Tujuan penyusunan RENJA 1.3 Tujuan
1.4 Sasaran Strategis
1. 5 Sistematika Penyusunan Rencana Kerja
BAB ll EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS
KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN LALU
2... 1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2019 2. 2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD
2. 3 Maksud dan tujuan kegiatan 2.4 Output
2.5 Outcome
2.6 Isu – isu Penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD
BAB lll TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 2021 3. 1 Tujuan
3. 2 Sasaran 3. 3 Program 3. 4 Kegiatan
3. 5 Rencana Prakiraan Maju BAB IV PENUTUP
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
KABUPATEN BANYUWANGI
2. 1. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2019 dan Realisasi
Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, setiap dokumen perencanaan harus dievaluasi dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019 juga harus dilakukan evaluasi. Evaluasi terhadap Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019 meliputi 3 (tiga) hal, yaitu kebijakan perencanaan program & kegiatan, pelaksanaan rencana program & kegiatan, dan hasil rencana program & kegiatan.
Penyusunan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Tahun 2021, memperhatikan beberapa unsur pokok sebagai mana berikut :
a. Masalah - masalah yang dihadapi dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya;
b. Tujuan yang dikehendaki;
c. Sasaran - sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya;
d. Kebijakan - kebijakan untuk melaksanakannya serta seksi pelaksana;
Penyusunan Renja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Tahun 2021 juga memperhatikan hal — hal sebagai berikut:
a. Hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2019 sebagai entry point dalam penyusunan b. keberlanjutan (sustainable development) untuk menjaga stabilitas dan konsistensi
perencanaan tahun 2021;
c. Memperhatikan pembangunan. Masalah - masalah yang dihadapi dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya;
2. 2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD
Acuan dalam menganalisis Kinerja Pelayanan SKPD berdasarkan indikator kinerja dapat menggunakkan SPM untuk mengukur jenis dan mutu pelayanan dasar dan IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008.
Adapun program-program Tahun Anggaran 2021 tersebut sebagai berikut:
1. Peningkatan Manajemen dan Pelayanan Administrasi 2. Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah 3. Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya
4. Pengembangan Destinasi dan Jaringan Kemitraan Pariwisata 5. Pengembangan Pemasaran Pariwisata
2.3 Maksud dan Tujuan Kegiatan
Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (Dinas Kebudayaan dan Kebudayaan), sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (SDM), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.
Dituangkannya kegiatan di dalam Rencana Kerja Anggaran atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021 bertujuan untuk mewujudkan visi, misi, kebijakan, strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Dapat juga dipakai untuk mengukur sejauh mana kinerja / tingkat keberhasilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.
LAPORAN REALISASI PELAKSANAAN KEGIATAN
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BANYUWANGI SUMBER DANA APBD KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN ANGGARAN 2019
BAGIAN BULAN DESEMBER
PROGRAM KEGIATAN
TARGET REALISASI SISA
NO SUB KEGIATAN
KEG. PAGU ANGGARAN
S.D BULAN LALU BULAN INI S/D BULAN INI KEGIATAN ANGGARAN
KEG ANGGARAN KEG. ANGGARAN KEG. ANGGARAN Rp. Rp.
1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 17 (6-12) 18 (7-13)
1.
Program Peningkatan Manajemen dan Pelayanan
Administrasi
Penyediaan Jasa Surat Menyurat
2.000.000
1.998.000 -
1.998.000 - 2.000
2.
Penyediaan Jasa Komunikasi,Sumber
daya air dan listrik 355.000.000
271.200.310 15.460.046 286.660.356 - 68.339.644
3. Penyediaan Jasa Perkantoran 153.750.000 130.000.000 19.000.000 149.000.000 - 4.750.000
4. Penyediaan Alat Tulis Kantor (ATK)
70.000.000 69.998.700 - 69.998.700 -
1.300
5.
Penyediaan barang cetakan dan
penggandaan
60.000.000 59.982.200 - 59.982.200 - 17.800
6.
Penyediaan komponen instalasi
listrik/penerangan bangunan ktr
75.000.000
64.352.100 -
64.352.100 -
10.647.900
7.
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan
Kantor
200.000.000
197.010.000 -
197.010.000 - 2.990.000
8.
Penyediaan Peralatan
Rumah Tangga Dinas
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
Dinas
50.000.000 49.986.700 - 49.986.700 -
13.300
9.
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
(Umbul-umbul dan perlengkapannya)
50.000.000 49.983.000 - 49.983.000 - 17.000
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
(Pengadaan Pagar/bariel Event) 200.000.000 197.943.900 - 197.943.900
10.
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
(Pengadaan Tribun Event-event))
200.000.000
199.100.000 -
199.100.000 - 900.000
11.
Penyediaan Bahan bacaan dan peraturan
perundang-undangan 80.000.000
6.477.300 19.497.600 25.974.900 -
54.025.100
12. Penyediaan Bahan Logistik Kantor
100.000.000
83.311.550 16.664.350 99.975.900 -
24.100
13. Penyediaan Makanan dan Minuman
60.000.000
43.175.000 16.790.000 59.965.000 -
35.000
14.
Rapat-rapat Koordinasi dan konsultasi
keluar daerah ########## 954.337.830 318.010.678 1.272.348.508 -
17.651.492
15. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
101.682.650
99.159.500 -
99.159.500 - 2.523.150
16. Pengadaan Mebeleur
50.000.000 48.070.000 - 48.070.000 - 1.930.000
17.
Pemeliharaan Gedung
Kantor
Pemeliharaan Gedung Kantor (Dormitory
A. Yani) 100.000.000 99.900.000 - 99.900.000 - 100.000
18.
Pemeliharaan Gedung Kantor
(Peleliharaan Gesibu) 100.000.000 100.000.000 - 100.000.000 - -
19.
Pemeliharaan Gedung Kantor
(Dormitory Sritanjung) 100.000.000 100.000.000 - 100.000.000 -
20.
Pemeliharaan Gedung Kantor ( Gedung
Wanita)
50.000.000 50.000.000 - 50.000.000 -
21.
Pemeliharaan Ruti/berkala Kendaraan
dinas/operasional
81.441.400 27.845.600 27.298.400
55.144.000 - 26.297.400
22. Pemeliharaan mebeleur
50.000.000 49.920.000 - 49.920.000 - 80.000
23.
Pemeliharaan Peralatan/Perlengkapan
Kantor
50.000.000 49.826.000 - 49.826.000 -
174.000
24. Rehabilitasi
sedang/berat gedung kantor
Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor
(Rehab.Fasilitas Umum Kantor)
200.000.000
195.100.000 -
195.100.000 - 4.900.000
25.
Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor
(Rehab. Pendopo depan)
200.000.000 196.603.000 - 196.603.000 - 3.397.000
26. Pemeliharaan Ruti/berkala Taman Kantor
50.000.000 49.500.000 - 49.500.000 -
500.000
27.
Program Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat
Daerah
Pengembangan Sistem Informasi
Manajemen 295.000.000 89.947.500 105.500.000 195.447.500 - 99.552.500
28. Evaluasi dan Penyusunan Laporan
Capaian Kinerja Perangkat Daerah 110.000.000
98.824.100
10.496.000
109.320.100 - 679.900
29.
Program Pengelolaan
Kekayaan dan Keragaman
Budaya
Penyelenggaraan Festival Endog-
endogan
50.000.000
44.293.600
- 44.293.600 - 5.706.400
30.
Penampilan Kesenian pada Event
Banyuwangi Festival 300.000.000 245.943.800 29.875.000 275.818.800 -
24.181.200
31. Pemberian Insentif kepada Juru pelihara
Situs (Jupel)
125.000.000
77.199.300 22.500.000 99.699.300 - 25.300.700
32.
Pendukung Pengelolaan
Museum dan Operasional Penyelenggaraan Museum
450.000.000 331.487.600 50.000.000 381.487.600 -
68.512.400
33.
Taman Budaya
di Daerah Penngembangan dan pengelolaan
Musium, Situs dan Cagar Budaya 237.025.000
124.660.000 79.974.600 204.634.600 - 32.390.400
34.
Penyelenggaraan Festival Kuwung 600.000.000
- ######## 596.889.400 -
3.110.600
35.
Penyelenggaraan Gandrung Sewu 800.000.000
791.981.800 1.000.000 792.981.800 -
7.018.200
36.
Pengiriman sanggar Seni untuk
mengikuti event Keluar Daerah 775.000.000
678.547.600
63.650.000
742.197.600 - 32.802.400
37.
Aktualisasi Pengembangan
Seni Budaya Daerah
Aktualisasi pengembangan seni budaya
daerah (Festival Lare-lare)
250.000.000
236.027.800
-
236.027.800 - 13.972.200
38.
Aktualisasi pengembangan seni budaya
daerah (Festival Patrol)
50.000.000
49.760.500 - 49.760.500 - 239.500
39.
Aktualisasi pengembangan seni budaya
daerah 650.000.000
490.157.100 66.250.000 556.407.100 - 93.592.900
40. Aktualisasi pengembangan seni budaya
daerah (Festival Kuntulan) 83.000.000
77.587.500 - 77.587.500 - 5.412.500
41.
Program Pengembangan
Destinasi dan Jaringan Kemitraan Pariwisata
Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Daerah Tujuan
Wisata
Penyediaan Fasilitas Pelayanan
Akomodasi Dormitory
222.000.000
157.250.000 25.500.000 182.750.000 - 39.250.000
42.
Monitoring dan evaluasi pengembangan daerah tujuan wisata
213.600.000
183.744.000 26.354.000 210.098.000 - 3.502.000
43.
Peningkatan Fasilitas Pelayanan dan
Keamanan Obyek Wisata 769.819.200
567.924.300 188.600.000 756.524.300 -
13.294.900
44.
Monev Tim Intensifikasi dan
Ekstesifikasi Pendapatan Pajak dan Hotel Retribusi Daerah
231.101.600
102.750.000 7.500.000
110.250.000 - 120.851.600
45.
Study Desa Wisata 290.660.800
176.248.300 111.900.000 288.148.300 -
2.512.500
46.
Pengembangan Sarana dan
Prasarana Destinasi Wisata
Pembangunan Dermaga Jetty
2.400.000.000
- -
- - 2.400.000.000
47.
Pembangunan Sarana dan Prasarana
Wana Wisata watudodol Kec Kalipuro
200.000.000 -
-
- - 200.000.000
48.
Pembangunan Sarana dan Prasarana Penunjang Destinasi wisata Bangsring Underwater
200.000.000
196.335.000
-
196.335.000 - 3.665.000
49.
Pembangunan Sarana dan Prasarana Wisata Mutiara Pulau Tabuhan
-
- -
- -
-
50. Pengembangan Sarana Pendukung
Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW)
2.868.497.000 2.080.712.000 - 2.080.712.000 - 787.785.000
Pembangunan Icon I 200.000.000 199.500.000 - 199.500.000
500.000
Pembangunan Icon II 200.000.000 198.500.000 - 198.500.000
1.500.000
Pembangunan Icon III 200.000.000 195.100.000
195.100.000 4.900.000
51. Penyelenggaraan Pameran Lukisan dan
Foto
96.150.000
67.405.000 26.608.700
94.013.700 -
2.136.300
52. Peningkatan
SDM Pelaku Pariwisata
Pelayanan Kepariwisataan
521.736.000 392.782.000 49.500.000 442.282.000 - 79.454.000
53. Peningkatan SDM pelaku Pariwisata
200.000.000 177.233.400 - 177.233.400 - 22.766.600
54.
Pembinaan dan pengiriman duta wisata Banyuwangi ( Pembinaan Jebeng Thulik
dan Raka-raki) 42.200.000 4.800.000 17.415.000
22.215.000 - 19.985.000
GEOPARK
504.100.000 406.725.640 86.704.400 493.430.040 10.669.960
55.
Festifval Gelar Makanan dan Minuman
Khas
50.000.000 49.950.000 - 49.950.000 -
50.000
56.
Program Pengembangan
Pemasaran Pariwisata
Pembuatan Bahan Promosi dan Informasi
Pariwisata Kabupaten Bwi 293.847.250
241.119.700 -
241.119.700 - 52.727.550
57.
Pembuatan Vidio Striming event
Banyuwangi Festival 150.000.000
140.998.700
5.000.000
145.998.700 -
4.001.300
58.
Pemasangan Media Promosi (Baliho) Pariwisata
399.000.000
163.989.900 169.543.500 333.533.400 - 65.466.600
59.
Penyelenggaraan Pameren Promosi pariwisata nusantara di dlm maupun luar negeri
##########
1.821.415.920 20.395.500
1.841.811.420 - 185.938.580 60.
Penerimaann Tamu-tamu untuk kegiatan
promosi dan Informasi Pariwisata
Tamu-Tamu Kepariwisataan
226.150.000
170.059.679 1.025.000
171.084.679 -
55.065.321
61.
Tamu Media Promosi
461.500.000
263.017.300 12.350.000 275.367.300 -
186.132.700
62.
Penyelenggaraan Banyuwangi Ethno
Carnival
1.521.538.500 1.463.572.050
-
1.463.572.050 - 57.966.450
63.
Audisi dan Workshop calon peserta BEC 2019
282.975.000
244.693.800
-
244.693.800 -
38.281.200
64.
Kerjasama Promosi Pariwisata dengan
media elektronik/cetak
382.500.000 338.800.300 43.080.000 381.880.300 -
619.700
65.
Penyusunan Strategi Pemasaran Pariwisata
Pengembangan strategi promosi
pemasaran melalui Media Sosial 192.000.000 152.649.900 37.760.000 190.409.900 -
1.590.100
66. Analisa Potensi Pariwisata 250.000.000 99.000.000 122.400.000 221.400.000 - 28.600.000
67. Pengembangan Informasi Pariwisata 296.000.000
113.497.300 121.050.000 234.547.300 -
61.452.700
JUMLAH ……….
24.747.024.400
16.955.873.079
-
2.726.642.174 19.682.515.253 - 5.064.509.147
2.4 Output
Keluaran (output) dari kegiatan - kegiatan yang telah tertuang di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2021 yaitu berupa orang, barang/jasa, Surat Keputusan dan gedung.
2.5 Outcome
Hasil (outcome) dari kegiatan - kegiatan yang telah tertuang di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2021 yaitu berupa antara lain:
1. Terwujudnya kebutuhan pelayanan administrasi perkantoran seperti jasa surat menyurat, komunikasi, barang cetak dan penggandaan, kebersihan dan kesehatan kantor, Alat Tulis Kantor, bahan logistik kantor, Rapat-rapat koordinasi (perjalanan dinas).
2. Terwujudnya rehab/perbaikan gedung dinas Kebudayaan dan Pariwisata 3. Meningkatnya arus kunjungan wisatawan
4. Meningkatnya penyelenggaraan even budaya likal daerah 5. Meningkatnya lenght of stay
2.6 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD
a. Isu Internal
1) Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas.
Salah satu modal utama pengembangan kebudayaan dan pariwisata adalah sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti SDM yang sehat, mandiri, beriman, taqwa, tangguh, kreatif, berdedikasi, profesional, dan berwawasan kebangsaan serta memiliki semangat wirausaha melalui suatu sistem pendidikan dan pelatihan baik formal maupun informal di bidang Kebudayaan dan Pariwisata yang terencana untuk mampu memiliki kompetensi keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan pengembangan SDM bidang Kebudayaan dan Pariwisata, agar lebih berorientasi pada peningkatan kualitas SDM.
Dalam perkembangannya ke depan, pengembangan sumber daya manusia dalam bidang Kebudayaan dan Pariwisata harus memiliki standar kapasitas dan kompetensi yang baik untuk meningkatkan kualitas SDM bidang kebudayaan dan pariwisata. Hal ini untuk meningkatkan daya saing di tingkat global, mengingat penerapan pasar bebas dalam era globalisasi akan segera dilaksanakan. Pada tingkat global, isu standarisasi sumber daya manusia maupun standarisasi produk dan usaha budaya dan pariwisata terus meningkat.
Sumber daya manusia yang kompeten adalah seseorang yang memiliki unsur-unsur pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), peran sosial (social role), citra diri (self-image), perilaku (behave), dan motivasi (motive) sesuai dengan jenis pekerjaannya dan jenjang jabatannya. Dari unsur-unsur kandungan kompetensi tersebut, pengetahuan (knowledge) merupakan langkah pertama yang harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam pengembangan dan penyelenggaraan pariwisata.
2) Koordinasi Lintas Sektoral (Lembaga) Yang Sinergis
Pembangunan kebudayaan dan pariwisata dalam konteksnya merupakan bidang pembangunan yang sangat kompleks dan memiliki banyak keterkaitan dengan pihak lainnya, baik yang terkait secara langsung ataupun tidak langsung. Pengelompokan stakeholders dalam dapat dijabarkan sebagai berikut : pemerintah; swasta; dan masyarakat . Gambaran pelaku dalam pembangunan kebudayaan dan kepariwisata tersebut mengisyaratkan bahwa setiap upaya dan langkah-langkah pengembangan kebudayaan pariwisata akan memiliki pengaruh terhadap pihak-pihak yang terkait.
Hubungan kelembagaan dalam wujud koordinasi antara pelaku pariwisata dirasakan sangat optimal, sehingga upaya meningkatkan program-program pembangunan kepariwisataan yang lebih terpadu dan terintegrasi menjadi prasyarat keberhasilan pembangunan kepariwisataan.
Pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai fasilitator dan pembinan pembangunan bidang Kebudayaan dan Pariwisata memegang kunci untuk membuka keterpaduan pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata, sehingga pihak terkait swasta dan masyarakat akan berpartisipasi aktif dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan kebudayaan dan pariwisata. Sehingga kondisi keterpaduaan antar pihak dalam pembangunan kepariwisataan perlu bersinergi, hubungan antar asosiasi profesi perlu ditingkatkan, demikian pula hubungan pusat daerah serta lembaga-lembaga kebudayaan dan pariwisata yang perlu lebih diperdayakan.
3) Kemampuan Anggaran Pemerintah Daerah
Upaya untuk membangun kepariwisataan daerah pada saat ini dihadapkan pada suatu dilema, bahwa di satu sisi diharapkan sektor pariwisata daerah akan mampu berperan sebagai sektor unggulan penyumbang devis. Namun di sisi lain pemerintah pusat dalam komitmennya untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar bagi negara tersebut tidak diimbangi dengan penyediaan anggaran yang memadai. Di lain pihak pemda, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tidak memiliki kiat untuk menyusun Daftar Isian Kegiatan/ Daftar Isian Program yang secara substansial dapat diterima oleh pemerintah pusat.
kemampuan anggaran sangat berperan, salah satu konsekuensi menjadi daerah otonom harus mampu membiayai seluruh kebutuhan daerah, sehingga Kabupaten Banyuwangi menerapkan skala prioritas untuk berbagai kebutuhannya. Sedangkan promosi-pemasaran sektor pariwisata menjadi prioritas untuk mendapat anggaran yang cukup. Sehingga perkembangan sektor kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Banyuwangi mulai berkembang.
4) Investasi di Bidang Pariwisata
Salah satu kunci untuk tumbuh dan berkembangnya pariwisata daerah pada masa-masa mendatang adalah, terciptanya industri pariwisata yang handal baik di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk itu industri pariwisata Kabupaten Banyuwangi membutuhkan keterlibatan berbagai sektor usaha yang akan membentuk industri tersebut. Dalam hal ini peran swasta (baik daerah, nasional maupun multinasional) akan menjadi sangat besar dan menentukan kuat lemahnya industri pariwisata Kabupaten Banyuwangi
Salah satu indikasi ketertarikan swasta dalam suatu industri ditunjukkan pada tingkat investasi yang ditanamkan. Dalam hal ini kegiatan investasi bidang pariwisata di Kabupaten Banyuwangi sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal.
5) Pengembangan Produk Wisata Kabupaten Banyuwangi
Antusiasnya minat dan motivasi berkunjung wisatawan (baik mancanegara maupun nusantara) ke obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi salah satunya disebabkan tawaran produk wisata baru. Produk-produk yang ada sekarang lebih merupakan polesan dari produk- produk lama dengan kemasan baru.
Ditambah lagi dengan belum adanya Biro Perjalanan yang professional di Bidang Pariwisata di Kabupaten Banyuwangi.
Indikator meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, menurunnya antusiasnya motivasi wisatawan untuk berkunjung lagi, lamanya tinggal, dan tingginya pembelanjaan wisatawan.
Apabila kondisi ini terus berlangsung, maka akan berdampak baik pada industri pariwisata Kabuapten Banyuwangi secara keseluruhan.
B. ISU EKSTERNAL
1) Globalisasi
Globalisasi telah menjadi isu yang sangat aktual bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia karena konsekuensi-konsekuensi logis yang harus dihadapi baik dalam membangun kapasitas bangsa yang bersangkutan maupun dalam konteks hubungan antar bangsa yang tidak mungkin dihindari.
Dalam era ini arus lalu lintas ekonomi, modal, teknologi, manajemen serta budaya mengalir dengan deras dan leluasa tanpa mengenal batasbatas wilayah suatu negara. Dampak dari hal tersebut disatu sisi menciptakan peluang, namun di sisi lain menciptakan berbagai kendala.
Salah satu konsekunsi logis dari globalisasi adalah liberalisasi dan aliansi perdagangan jasa-jasa tertuang dalam Persetujuan Umum Tarif Jasa (GATS) diimplementasikan dengan diberlakukannya AFTA/AFAS untuk menghilangkan beberapa hambatan dalam hal perdagangan, meliputi : transaksi perdagangan barang dan jasa, sumber daya modal/investasi, dan pergerakan manusia. Dengan diberlakukannya AFTA/AFAS, “batas-batas negara” yang selama ini menghambat pergerakan perdagangan baik barang dan jasa termasuk di dalamnya pariwisata akibat aspek peraturan dan kebijakan yang berlaku di masing-masing negara menjadi tidak berlaku lagi, sesuai dengan prinsip globalisasi yaitu “dunia tanpa batas”. Akibat konsekunsi logis tersebut maka persaingan/kompetisi antar bangsa adalah faktor kunci yang menuntut setiap negara untuk menyiapkan strategi-strategi dan langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi era perdangan bebas, misalnya di bidang pariwisata peningkatan kualitas dan pelayanan produk pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menghormati Hak Azasi Manusia (HAM) telah menjadi isu sentral secara global, dan telah menyatu dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Tingkat apresiasi dan jaminan suatu bangsa dan negara terhadap HAM secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi eksistensi persahabatan dan kerjasama negara tersebut dengan dunia intemasional. Aspek HAM sebagai kekuatan eksternal yang sewaktu-waktu dapat mengancam kesinambungan pembangunan yang berwawasan budaya, diupayakan untuk dijadikan sebagai faktor pendorong dengan ditempatkan dalam skala prioritas di setiap proses pembangunan. Oleh karena itu, dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata Indonesia, maka kepedulian dan jaminan terhadap HAM tetap diutamakan.
Di sisi lain, masalah keamanan global menjadi perhatian serius. Masalah keamanan sangat terkait dengan masalah peperangan maupun ancaman dan aksi-aksi terorisme global yang pada faktanya telah menjadi salah satu ancaman yang serius pada saat ini. Akibat peperangan serta aksi-aksi terorisme berupa pengeboman ditempat umum, maupun tindakan-tindakan kekearasan terhadap anak telah mendudukan harkat dan martabat manusia pada tataran yang paling rendah. Masalah keamanan global ternyata telah menciptakan citra yang sangat kurang menguntungkan bagi industri pariwisata global, dimana keselamatan wisatawan yang menjadi faktor utama telah terusik akibat aksi bom di destinasi maupun fasilitas pariwisata (hotel dan pesawat terbang) serta didorong dengan adanya impresi bahwa saat ini tidak ada destinasi yang aman untuk berwisata.
Apabila sentimen ini sudah masuk dalam benak wisatawan, maka hal ini akan menjadi permasalahan yang cukup serius bagi perkembangan pariwisata global di masa depan. Untuk itu perlu dicarikan pemecahan kemanan yang bersifat global, karena masalah keamanan telah menjadi bagian dari globalisasi.
Abad ke-21 yang identik dengan era globalisasi juga ditandai dengan semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), telah menimbulkan perkembangan yang sangat pesat di bidang kebudayaan dan pariwisata. Kemajuan teknologi di bidang teknologi, transportasi, telekomunikasi, dan informasi telah menciptakan dunia tanpa batas, memudahkan terjadinya mobilitas manusia antarnegara maupun pertukaran informasi melalui dunia maya (virtual).
Kerjasama dan pergaulan yang semakin global dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK, harus pula diimbangi dengan upaya mengangkat unsur budaya lokal yang semakin besar perannya dalam membentuk karakter dan identitas bangsa serta meningkatkan keunggulan kompetitif.
Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi telah memacu terjadinya kontak -kontak antarbudaya secara lebih intensif, baik secara personal (tatap muka) maupun impersonal, melalui berbagai media seperti radio, televisi, komputer, internet, koran, dan majalah.
2) Koordinasi Antar Lembaga
Pembangunan di bidang kebudayaan pariwisata dalam konteksnya merupakan bidang pembangunan yang sangat kompleks dan memiliki banyak keterkaitan dengan pihak lainnya, baik yang terkait secara langsung ataupun tidak langsung. Pengelompokan stakeholders dalam dapat dijabarkan sebagai berikut : pemerintah; swasta; dan masyarakat .
Gambaran pelaku dalam pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan tersebut mengisyaratkan bahwa setiap upaya dan langkah-langkah pengembangan kebudayaan dan pariwisata akan memiliki pengaruh terhadap pihak-pihak yang terkait.
Hubungan kelembagaan dalam wujud koordinasi antara pelaku pariwisata dirasakan masih belum optimal, sehingga upaya meningkatkan program-program pembangunan kepariwisataan yang lebih terpadu dan terintegrasi menjadi prasyarat keberhasilan pembangunan kepariwisataan. Pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai fasilitator dan pembinan pembangunan kepariwisataan memegang kunci untuk membuka keterpaduan pembangunan bidang pariwisata, sehingga pihak terkait swasta dan masyarakat akan berpartisipasi aktif dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan kepariwisataan. Sehingga kondisi keterpaduaan antar pihak dalam pembangunan kepariwisataan perlu segera
diperbaiki, hubungan antar asosiasi profesi perlu
ditingkatkan, demikian pula hubungan pusat-daerah serta lembaga-lembaga yang berada di berbagai negara perlu lebih diberdayakan.
3) Sumber Daya Manusia Berkualitas
Salah satu modal utama pengembangan pariwisata adalah sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti SDM yang sehat, mandiri, beriman, taqwa, tangguh, kreatif, berdedikasi, profesional, dan berwawasan kebangsaan serta memiliki semangat wirausaha melalui suatu sistem pendidikan dan pelatihan baik formal maupun informal di bidang kepariwisataan yang terencana untuk mampu memiliki kompetensi keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan pengembangan SDM bidang kepariwisataan, agar lebih berorientasi pada peningkatan kualitas SDM.
Dalam perkembangannya ke depan, pengembangan sumber daya manusia pariwisata harus memiliki standar kapasitas dan kompetensi yang baik untuk meningkatkan kualitas SDM bidang kepariwisataan. Hal ini untuk meningkatkan daya saing di tingkat global, mengingat penerapan pasar bebas dalam era globalisasi akan segera dilaksanakan. Pada tingkat global, isu standarisasi sumber daya manusia maupun standarisasi produk dan usaha budaya dan pariwisata terus meningkat. Negara-negara saingan terdekat telah terlibat aktif di dalam diskusi tingkat internsional, sebagai upaya
untuk mempercepat peningkatan sumber daya manusianya dan sekaligus mengantisipasi persaingan setelah dilaksanakannya pasar bebas.
Sumber daya manusia yang kompeten adalah seseorang yang memiliki unsur-unsur pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), peran sosial (social role), citra diri (self-image), perilaku (behave), dan motivasi (motive) sesuai dengan jenis pekerjaannya dan jenjang jabatannya. Dari unsur-unsur kandungan kompetensi tersebut, pengetahuan (knowledge) merupakan langkah pertama yang harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam pengembangan dan penyelenggaraan pariwisata.
4) Sistem Informasi Kebudayaan dan Kepariwisataan
Pengembangan Kebudayaan dan pariwisata membutuhkan berbagai acuan, khususnya yang terkait dengan prospek dan kelayakannya. Penyusunan berbagai acuan tersebut perlu didukung dengan data-data yang valid dan akurat.
Keberadaan database kebudayaan dan database pariwisata sampai saat ini masih dikelola oleh pemerintah, dengan tingkat pembaruan data (up-date) yang lambat. Sehingga beberapa rencana dan program-program yang disusun - baik oleh pemerintah maupun swasta kurang dapat mengantisipasi kondisi terkini, yang pada akhirnya berdampak pada hasil yang dicapai.
5) Peraturan Perundang-Undangan
Gerakan reformasi nasional telah mendorong dilaksanakannya berbagai perubahanperubahan penting dalam praktek penyelenggaraan good governance dengan menerapkan prinsip partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas. Dibutuhkan komitmen dari semua pihak, pemerintah, dan masyarakat serta pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata supaya penyelenggaraan good governance dan pembangunan dapat berlangsung secara
berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari KKN.
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 2021
3.1 Tujuan
Tujuan Rencana Kerja merupakan penjabaran dari Visi dan Misi yang telah ditetapkan di dalam Rencana Strategik, yakni pencapaian target keberhasilan kurun waktu lima tahun ke depan dari tahun 2016 s/d 2021, tujuan RENJA Tahun 2021 dalam kurun 1 tahun antara lain :
“Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”
3.2 Sasaran
Sasaran ditetapkan untuk memperoleh ukuran keberhasilan pencapaian suatu tujuan organisasi (SKPD) yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, antara lain:
“Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal”
3.3 Program
Adapun rencana program pada tahun 2021 sebagai berikut:
a. Pelayanan Peningkatan Manajemen dan Pelayanan Administrasi b. Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah
c. Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya
d. Pengembangan Destinasi dan Jaringan Kemitraan Pariwisata e. Pengembangan Pemasaran Pariwisata
3.4 Kegiatan
Sedangkan untuk rencana Program dan Kegiatan dan anggaran pada tahun 2021 antara lain:
PROGRAM KEGIATAN SUB KEGIATAN PAGU
PROGRAM PENINGKATAN MANAJEMEN DAN
PELAYANAN ADMINISTRASI
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan listrik
300.000.000
Penyediaan Jasa Perkantoran 1.393.800.000
Penyediaan Alat Tulis Kantor 50.000.000
Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
60.000.000
Penyediaan Komponen Instalasi listrik/ Penerangan
Bangunan Kantor
60.000.000
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
199.725.000
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
Pengadaan Umbul - umbul dan Kelengkapannya
50.000.000
Pengadaan
Stage/panggung 200.000.000
Penyediaan Peralatan
Rumah Tangga 50.000.000
Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-
undangan
30.000.000
Penyediaan Bahan logistik Kantor
100.000.000
Penyediaan Makanan dan Minuman
100.000.000
Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke luar Daerah
875.077.000
Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
200.000.000
Pengadaan Mebeleur 100.000.000
Pemeliharaan Gedung Kantor Dormitory Sritanjung 50.000.000
Dormitory A. Yani 50.000.000
Gedung Gezibu 50.000.000
Pemeliharaan Kendaraan Dinas/ Operasional
80.000.000
Pemeliharaan Mebeleur 50.000.000
Pemeliharaan Peralatan/
Perlengkapan Kantor
79.500.000
Rehabilitasi Sedang/ Berat Gedung Kantor
150.000.000
Pemeliharaan Rutin/ Berkala Taman Kantor
50.000.000
Pembangunan Gedung Kantor Pembangunan
cafetarium museum 200.000.000
PROGRAM PERENCANAAN DAN
EVALUASI KINERJA PERANGKAT DAERAH
Evaluasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja
Perangkat Daerah
40.000.000
Pengembangan Sistem
Informasi Manajemen
158.000.000
PROGRAM PENGELOLAAN KEKAYAAN DAN KERAGAMAN BUDAYA
Penyelenggaraan Festival
Endog-endogan 50.000.000
Penampilan Kesenian pada
Event Banyuwangi Festival 350.000.000
Pemberian Insentif Kepada
Juru Pelihara Situs (jupel) 125.000.000
Pendukungan Pengelolaan Museum dan Taman Budaya
Di Daerah
Operasional penyelenggaraan
museum
600.000.000
Pendukungan Pengelolaan Museum dan Taman Budaya
Di Daerah
85.000.000
Penyelenggaraan Festival
Kuwung 600.000.000
Penyelenggaraan Gandrung
Sewu 700.000.000
Pengiriman Sanggar Seni untuk Mengikuti Event Keluar
Daerah
550.000.000
Aktualisasi Pengembangan
Seni Budaya Daerah 847.000.000
Festival Kuntulan 85.000.000
Festival Pengantin
Nusantara 50.000.000
Festival Patrol 75.000.000
Festival Lare Lare
Orkestra 250.000.000