LAPORAN DIVISI
SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI
BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2020
Jl. Jendral Ahmad Yani No 11 Desa KebagusanKec. Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran
KATA PENGANTAR
Bismillahi Rahmaanir Rahim
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Mengawali pengantar ini, kami seluruh pimpinan dan jajaran Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Periode Tahun 2018 – 2023 mengucapkan puji syukur Alhamdulillah atas terselenggaranya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran tahun 2020 sesuai tahapan yang sudah ditetapkan. Kami sungguh menyadari bahwa atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, Bawaslu Kabupaten Pesawaran dapat melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran tahun 2020.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, jumlah Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran sebanyak 5 (lima) orang, dengan anggota sebagai berikut:
1. Ryan Arnando, S.Pd sebagai Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga dan juga sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran,
2. Ali Nurdin Z, S.Sos.I sebagai Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi
3. Mutholib, S.H.I sebagai Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran
4. Riswanto, S.Sos. sebagai Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat serta Data dan Informasi
5. Fery Ikhsan, S.Pd.I sebagai Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa
Bawaslu Kabupaten Pesawaran memaksimalkan jajaran Bawaslu Kabupaten Pesawaran di tingkat Kecamatan dan Kelurahan/Desa dan Pengawas TPS dengan melakukan penjaringan secara terbuka kepada Sumber Daya Manusia yang memiliki kompeten terhadap kepemiluan. Terdapat 1.306 (seribu tiga ratus enam) Jajaran Bawaslu Kabupaten Pesawaran yang terdiri dari 20 (dua puluh) Ketua, Anggota dan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pesawaran, 121 (seratus dua puluh satu) anggota dan sekretariat Panwaslu Kecamatan, 144 (seratus empat puluh empat) Panwaslu Kelurahan/Desa dan 1021 (seribu dua puluh satu) Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).
Undang-undang telah memberikan kewenangan besar kepada Pengawas Pemilu dalam rangka pencegahan dan pengawasan pelaksanaan pemilu demi terwujudnya pemilu demokratis. Pencegahan menjadi hal penting yang harus dilakukan pengawas pemilu demi meminimalisir pelanggaran pemilu dengan banyak melakukan hubungan
antar lembaga yang ada di tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Kelurahan/Desa juga dengan peserta pemilu maupun masyarakat itu sendiri.
Seluruh hasil pelaksanaan tugas dan fungsi Bawaslu Kabupaten Pesawaran sudah tentu perlu diinformasikan kepada seluruh elemen masyarakat, bangsa dan negara.
Laporan Divisi SDM atau Laporan Dukungan Sumber Daya Manusia dan Organisasi dalam Pelaksanaan Pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran tahun 2020 ini juga merupakan kewajiban Bawaslu Kabupaten Pesawaran sebagai Penyelenggara Pemilu sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemilihan Umum untuk menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Bawaslu Provinsi sesuai dengan tahapan Pemilu secara periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan. Selain itu juga kewajiban penyampaian laporan ini dibebankan pada divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2020 pasal 25 ayat (5) huruf i yang berbunyi “Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi mengordinasikan fungsi penyiapan laporan tahapan Pemilu dan Pemilihan, laporan tahunan, dan laporan akhir Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi”.
Mudah-mudahan laporan ini sangat berguna dalam melakukan identifikasi dan pemetaan permasalahan, serta membuat prediksi bagi kecenderungan umum atas berbagai isu yang mungkin terjadi dalam Pemilu berikutnya. Selain itu, semoga laporan ini dapat memberikan gambaran sementara mengenai dukungan Sumber Daya Manusia dan Organisasi dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran tahun 2020. Sekian.
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pesawaran, Januari 2021 Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten Pesawaran
Ryan Arnando
PROFIL BAWASLU KABUPATEN PESAWARAN PERIODE 2018 - 2023
1. Nama : Ryan Arnando, S.Pd
Tempat/Tanggal Lahir : Lampung, 20 Oktober 1986
Alamat : Dusun II Gubuk Ganteng RT/RW 001/002 Desa Lhepong Jaya Kec. Padang cermin Kab.
Pesawaran
Agama : Islam
Jabatan : Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Devisi : Pengawasan,Hubungan
Masyarakat Dan Hubungan Antar Lembaga
Riwayat Pendidikan : SDN 03 Jakarta Utara tahun 1998
: SLTPN 231 Jakarta Utara tahun 2001
: SMUN 75 Jakarta Utara tahun 2004
IAIN Raden Intan tahun 2007
Riwayat Organisasi : PMII dan KNPI Kab Pesawaran
Nama : Mutholib, S.H.I
Tempat/Tanggal Lahir : Gunung Rejo, 01 April 1987
Alamat : Gunung Rejo RT/RW 007/002 Kel. Gunung Rejo Kec. Way Lima Kab. Pesawaran
Agama : Islam
Jabatan : Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Devisi : Penangan Pelanggaran
Riwayat Pendidikan : SDN 1 Gunung Rejo Way Lima tahun 1999
: MTsN 1 Way Lima tahun 2002
: SMK PGRI 1 Kedondong tahun 2006
: IAIN Raden Intan tahun 2015
Riwayat Organisasi : DPD KNPI Kab Pesawaran
Nama : Riswanto, S.Sos
Tempat/Tanggal Lahir : Blitarejo, 10 April 1987
Alamat : Tempel Masjid RT/RW 014/007 Desa Tempel Rejo Kec. Kedondong Kab.
Pesawaran
Agama : Islam
Jabatan : Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Devisi : Hukum Data dan Informasi
Riwayat Pendidikan : SDN 04 Bumi Ratu Pagelaran tahun 2000
: SMP Ma’Arif 01 Kalirejo Lam Teng tahun 2004
: SMA Muhammadiyah 01 Kalirejo Lam Teng tahun 2007 : IAIN Raden Intan tahun 2009
Riwayat Organisasi : DPD Muhammadiyah Kab Pesawaran
Nama : Fery Ikhsan, S.Pd.I
Tempat/Tanggal Lahir : Tanjung Karang, 01 September 1978
Alamat : Negeri Ampai RT/RW 001/001 Kel. Negeri Sakti Kec.Gedong Tataan Kab. Pesawaran
Agama : Islam
Jabatan : Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Devisi : Penyelesaian Sengketa
Riwayat Pendidikan : SDN 1 Suka jawa Bandar Lampung tahun
: SMPN 1 Kedaton Bandar Lampung tahun
: MA Hasanuddin Bandar Lampung tahun
: IAIN Raden Intan tahun 2004
Riwayat Organisasi : HMI Cabang Bandar Lampung
Nama : Ali Nurdin Z, S.Sos.I
Tempat/Tanggal Lahir : TItipasan, 19 Januari 1982
Alamat : Kecapi RT/RW 005/006 Kel.
Padang Cermin Kec. Padang Cermin Kab. Pesawaran
Agama : Islam
Jabatan : Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Devisi : Sumber Daya Manusia dan Organisasi
Riwayat Pendidikan : SDN 1 Margomulyo 1993
: Mts. Ponpes Darussalam Tegineneng tahun 1996 : MA Ponpes Da’arul Ma’arif
Tegineneng tahun 1999 : IAIN Raden Intan tahun 2008
Riwayat Organisasi : 1. GP Ansor 2. GRANAT 3. KNPI
DAFTAR ISI
HALAMAN AWAL ... i
KATA PENGANTAR... ii
PROFIL KOMISIONER... iv
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Tugas, Wewenang dan Kewajiban... 1
B. Ruang Lingkup Laporan... 7
BAB II DUKUNGAN SDM DAN ORGANISASI... 31
A. Program dan Anggaran APBN ... 31
1. Realiasasi Program dan Anggaran APBN ... 31
2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran... 32
B. Dukungan Anggaran APBD ... 33
1. Proses Pengajuan NPHD ... 35
2. Realisasi Program dan Anggaran ... 37
3. Evaluasi Kinerja Anggaran... 37
C. Dukungan SDM ... 39
1. Pembentukan dan Penggantian Antar Waktu ... 39
2. Pembinaan... 55
BAB III EVALUASI DAN REKOMENDASI ... 63
A. Evaluasi ... 63
B. Rekomendasi ... 64
DAFTAR TABEL Tabel
1.1 Daftar Pemilih Sementara ... 11
1.2 jumlah data Daftar Pemilih Tetap... 15
1.3 Pencocokan dan Penelitian Pemutakhiran Data Daftar Pemilih... 17
1.4 Temuan logistik saat Tungsura... 25
1.5 Rekapitulasi penghitungan suara... 28
1.6 Serapan Anggaran APBN... 31
1.7 Usulan dan Realisasi NPHD... 35
1.8 Serapan Anggaran APBD... 36
1.9 Pembentukan dan PAW Panwaslu Kecamatan ... 47
2.0 Pembentukan dan PAW Panwaslu Kelurahan/Desa ... 50
2.1 Pembentukan dan PAW Pengawas TPS ... 53
2.2 Bimbingan Teknis, Rakor dan Rakernis ... 55
2.3 Penilaian Pembentukan Pengawas adhoc ... 57
2.4 Kegiatan Supervisi dan Monitoring ... 59
BAB I PENDAHULUAN
A. Tugas, Wewenang dan Kewajiban
Bawaslu Kabupaten Pesawaran merupakan lembaga negara yang telah diatur dalam Undang-undang dan memiliki tugas, wewenang dan kewajiban.
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Bawaslu Kabupaten Pesawaran memiliki tugas, wewenang dan kewajiban sebagai berikut:
1. Tugas
Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Bawaslu Kabupaten Pesawaran memiliki tugas sebagai berikut:
1. Melakukan pencegahan dan penindakan di wilayah Kabupaten/Kota terhadap:
a. Pelanggaran Pemilu; dan b. Sengketa proses Pemilu;
2. Mengawasi pelaksanaan tahapan Penyelenggaraan Pemilu di wilayah Kabupaten/Kota, yang terdiri atas:
a. Pemutakhiran data pemilih, dan penetapan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap;
b. Pencalonan yang berkaitan dengan persyaratan dan tata cara pencalonan Anggota DPRD Kabupaten/Kota;
c. Penetapan pencalonan Anggota DPRD Kabupaten/Kota;
d. Pelaksanaan Kampanye dan dana kampanye;
e. Penggandaan logistik Pemilu dan Pendistribusiannya;
f. Pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara hasil pemilu;
g. Pengawasan seluruh proses penghitungan suara di wilayah kerjanya;
h. Pergerakan surat suara, berita acara penghitungan suara dan sertifikat hasil penghitungan suara dari tingkat TPS sampai ke tingkat PPK;
i. Proses rakapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota dari seluruh Kecamatan;
j. Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan; dan
k. Proses penetapan hasil pemilu Anggota DPRD Kabupaten/Kota;
3. Mencegah terjadinya praktik politik uang di wilayah Kabupaten/Kota;
4. Mengawasi netralitas semua pihak yang dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini;;
5. Mengawasi pelaksanaan putusan/keputusan di wilayah Kabupaten/Kota, yang terdiri atas:
a. Putusan DKPP;
b. Putusan pengadilan mengenai pelanggaran dan sengketa Pemilu;
c. Putusan/keputusan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/ Kota;
d. Keputusan KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota; dan e. Keputusan pejabat yang berwenang atas pelanggaran netralitas
semua pihak yang dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini;;
6. Mengelola, memelihara, dan merawat arsip serta melaksanakan penyusutannya berdasarkan jadwal retensi arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
7. Mengevaluasi pelaksanaan sosisalisasi Penyelenggaraan Pemilu di wilayah Kabupaten/Kota;
8. Mengawasi pengawasan Pemilu di wilayah Kabupaten/Kota; dan
9. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
2. Wewenang
Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Bawaslu Kabupaten Pesawaran memiliki wewenang sebagai berikut:
1. Menerima dan menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan dengan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pemilu;
2. Memeriksa dan mengkaji pelanggaran pemilu di wilayah kabupaten/kota serta merekomendasikan hasil pemeriksaan dan pengkajiannya kepada pihak-pihak yang diatur dalam Undang-undang ini;
3. Menerima, memeriksa, memediasi atau mengajudikasi, dan memutus penyelesaian sengketa proses pemilu di wilayah kabupaten/kota;
4. Merekomendasikan kepada instansi yang bersangkutan mengenai hasil pengawasan di wilayah kabupaten/kota terhadap netralitas semua pihak yang dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini;
5. Mengambil alih sementara tugas, wewenang dan kewajiban Panwaslu Kecamatan setelah mendapatkan pertimbangan Bawaslu Provinsi apabila Panwaslu Kecamatan berhalangan sementara akibat dikenai sanksi atau akibat lainnya sesuai dengan ketentuan perundang- undangan;
6. Meminta bahan keterangan yang dibutuhkan kepada pihak terkait dalam dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu di wilayah kabupaten/kota;
7. Membentuk Panwaslu Kecamatan dang mengangkat serta memberhentikan anggota Panwaslu Kecamatan dengan memperhatikan masukan Bawaslu Provinsi; dan
8. Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan keentuan peraturan perundang-undangan.
3. Kewajiban
Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Bawaslu Kabupaten Pesawaran memiliki kewajiban sebagai berikut:
1. Bersikap adil dalam menjalankan tugas dan wewenangnya;
2. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Pengawas Pemilu pada tingkatan dibawahnya;
3. Menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Bawaslu Provinsi sesuai dengan tahapan Pemilu secara periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan;
4. Menyampaikan temuan dan laporan kepada Bawaslu Provinsi berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan ileh KPU Kabupaten/Kota yang mengakibatkan terganggunya penyelenggara tahapan Pemilu di tingkat kabupaten/Kota;
5. Mengawasi pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih secara berkelanjutan yang ditakukan oleh KPU Kabupaten/Kota dengan memperhatikan data kependudukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
6. Mengembangkan pengawasan Pemilu partisipatif; dan
7. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
a. Tupoksi Pembinaan dan Anggaran Bawaslu Kabupaten/Kota
Bawaslu Kabupaten Pesawaran memiliki tugas, pokok dan fungsi dalam pembinaan terhadap jajarannya atau Pengawas tingkatan bawahnya, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pada pasal 104 huruf (b) yang berbunyi “Bawaslu Kabupaten/Kota berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pengawas pemilu pada tingkatan dibawahnya”.
Tugas, pokok dan fungsi Bawaslu Kabupaten Pesawaran dalam hal pembinaan dan penyusunan anggaran dibebankan kepada Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi yang tercantum dalam Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kerja dan Pola Hubungan Badan Pengawas Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri, dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara, pada pasal 25 aya5 (5) huruf a yang berbunyi “Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi mengordinasikan fungsi perencanaan dan penyusunan kebijakan serta penyusunan anggaran dalam penyelenggaraan pengawasan Pemilu dan penyelenggaraan pengawasan Pemilihan”, dan pasal 25 ayat (5) huruf d yang berbunyi “Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi mengordinasikan fungsi pembinaan Panwaslu Kecamatan/Panwas Kecamatan sampai dengan Pengawas TPS”
b. Kewajiban Penyampaian Laporan
Penyampaian laporan hasil pengawasan merupakan kewajiban dari Bawaslu Kabupaten/Kota sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 104 huruf c yang berbunyi
“Bawaslu Kabupaten/Kota berkewajiban menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Bawaslu Provinsi sesuai tahapan Pemilu secara periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan”. Pada divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi juga memiliki fungsi menyampaikan laporan akhir Divisi Sumber Daya Manusia yang tercantum dalam Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2020 pasal 25 ayat (5) huruf i yang berbunyi “Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi mengordinasikan fungsi penyiapan laporan tahapan Pemilu dan Pemilihan, laporan tahunan, dan laporan akhir Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi”.
Kewajiban penyampaian laporan Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi ini juga didasarkan kepada Surat Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor: 0003/OT.02/K.1/01/2021 tanggal 8 Januari 2021 perihal Laporan Akhir Divisi SDM, yang berisi bahwa Bawaslu Kabupaten/kota menyampaikan laporan akhir Divisi SDM dalam bentuk soft file kepada Bawaslu Provinsi.
Serta terdapar surat penerusan Bawaslu Provinsi Lampung kepada 8 (delapan) Bawaslu Kabupaten/Kota yang mengadakan Pemilihan Kepala Daerah, yaitu Surat Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Nomor: 001/OT.02/K.LA/01/2021 tanggal 11 Januari 2021 perihal laporan akhir Divisi SDM Bawaslu Kab/Kota dan Panwaslu Kecamatan, yang berisi Bawaslu Kabupaten/Kota merekapitulasi seluruh Laporan Akhir Panwaslu Kecamatan dan menyampaikan laporan kepada Bawaslu Provinsi Lampung.
B. Ruang Lingkup Laporan
Ruang lingkup dalam laporan dukungan sumber daya manusia dan organisasi dalam pelaksanaan pengawasan pemilihan tahun 2020 dibagi dalam 2 (dua) hal yaitu mengenai kegiatan rutin Bawaslu Kabupaten/Kota selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 dan Kegiatan Pengawasan Pemilihan dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020.
1. Kegiatan Rutin
Kegiatan rutin adalah sebuah aktivitas yang selalu diselenggarakan secara berkala sehingga sebuah kegiatan yang mengakrabkan seluruh elemen-elemen Bawaslu Kabupaten/Kota. Berikut ini adalah kegiatan rutin Bawaslu Kabupaten Pesawaran selama Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Tahun 2020 :
a. Kegiatan Apel Pagi
Apel pagi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Pesawaran di setiap hari Senin, pelaksanaan apel pagi dilaksanakan pada pukul 08.00 Wib. Kegiatan apel pagi dilakukan dengan tujuan sebagai peningkatan disiplin bagi setiap anggota sekretariat Bawaslu Kabupaten Pesawaran, evaluasi dari kegiatan seminggu sebelumnya dan juga menyampaikan rencana-rencana seminggu yang akan datang.
b. Focus Group Discussion (FGD)
FGD atau Focus Group Discussion merupakan hal yang sering dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Pesawaran. Kegiatan FGD dilakukan sebelum memasuki tahapan-tahapan pengawasan dengan membahas aturan Perundangan-undangan, Perbawaslu dan PKPU. Tujuan dari kegiatan FGD ini adalah untuk membuat seluruh sekretariat Bawaslu Kabupaten
Pesawaran mengerti dan paham tentang tahapan dan aturan yang akan dihadapi.
c. Evaluasi
Kegiatan evaluasi merupakan salah satu kegiatan rutin lainnya yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Pesawaran. Kegiatan evaluasi ini setelah dilakukannya kegiatan Bimbingan teknis, Rakor/Rakernis, atau kegiatan sosialisasi bersama pihak luar, dengan pembahasan tentang kekurangan pada saat berjalannya acara, sehingga pada acara berikutnya dapat berjalan lancar.
d. Pembentukan Pengawas Adhoc
Pembentukan pengawas adhoc atau sementara merupakan sebuah kegiatan rutin dari divisi SDM dan Organisasi pada saat Pemilihan atau Pemilihan Umum. Pembentukan Pengawas adhoc bertujuan membantu Bawaslu Kabupaten Pesawaran dalam rangka pengawasan di tingkat bawah. Dan pembentukan Pengawas adhoc tersebut juga merupakan amanah dari undang-undang.
e. Pembinaan, Supervisi dan Monitoring
Pembinaan, supervisi dan monitoring dilakukan Bawaslu Kabupaten Pesawaran di setiap tahapan. Pembinaan dan supervisi merupakan salah satu tugas dan fungsi dari Bawaslu Kabupaten/Kota kepada jajaran setingkat dibawahnya. Tujuan dari pembinaan dan supervisi tersebut agar terbentuknya jajaran pengawas pemilu yang memahami tentang tugas, wewenang dan kewajibannya. Selain itu juga untuk menambah pengetahuan para pengawas pemilu di tingkat bawah.
f. Laporan
Laporan dilakukan di setiap selesainya pembentukan Pengawas adhoc merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Pesa
waran. Kegiatan tersebut bertujuan memenuhi kewajiban Bawaslu Kabupaten Pesawaran dan juga memberikan gambaran terkait Pembentukan Pengawas adhoc di Bawaslu Kabupaten Pesawaran.
2. Hasil Pengawasan Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Secara umum dari hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Pesawaran terhadap pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 khususnya di Kabupaten Pesawaran telah berjalan sesuai dengan peraturan Perundang- undangan yang berlaku serta dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang dicapai pada pelaksanaan Pemilihan tersebut, serta suasana yang kondusif pasca Pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 yang berjalan dengan aman dan tentram.
a. Tahapan Pemutakhiran Data Daftar Pemilih
Pada tanggal 15 Juli – 13 Agustus 2020 masuk dalam tahapan pencocokan dan penelitian daftar pemilih, dimana tanggal 18 Juli 2020 dilakukan pencocokan dan penelitian secara serentak se-Kabupaten Pesawaran. Kabupaten Pesawaran pada saat pelaksanaan coklit oleh PPDP dan di monotoring oleh KPU Kabupaten Pesawaran, Juga Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Panwaslu Kecamatan beserta Panwaslu Kelurahan/atau Desa Se- Kabupaten Pesawaran melakukan pengawasan melekat secara serentak. Pada Tanggal 18 Juli 2020 sebelum coklit dimulai, PPDP beserta jajaran KPU Kabupaten, PPK, dan PPS melaksanakan apel terlebih dahula. Pencocokan dan penelitian yang dilakukan oleh PPDP pada hari pertama yaitu pada tanggal 18 Juli 2020 terlebih dahulu mendatangi Ketua Adat, Tokoh Agama,
tokoh Masyarakat, atau Pejabat Pemerintah di setiap Kelurahan/desa yang akan dilakukan coklit pada hari tersebut.
Pada Hari Jum’at tanggal 8 September 2020, bertempat di Gedung Museum Transmigrasi Lampung, Kecamatan Gedong Tataan, KPU Kabupaten Pesawaran melaksanakan rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutakhiran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020. Dalam rapat Pleno dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Pesawaran, Bawaslu Kabupaten Pesawaran, PPK Se-Kabupaten Pesawaran, perwakilan dari Kapores Kabupaten Pesawaran, Perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesawaran serta Tim Pemenang masing-masing Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran.
b. Pengawasan Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS)
Dalam penyampaian rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) terdapat beberapa Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk kedalam Daftar Pemilih dan Pemilih Yang memenuhi Syarat tidak masuk dalam Daftar Pemilih berdasarkan data tersebut, Bawaslu Kabupaten Pesawaran merekomendasikan kepada KPU Kabupaten Pesawaran dan ditindak lanjuti, selanjutnya dalam Rapat Pleno penetapan DPS tidak ada tanggapan atau masukan dari tim pemenanga masing-masing Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran. Berikut ditetapkan hasil dari rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran Tahun 2020 Pada Tabel berikut ini :
REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH SEMENTARA KABUPATEN PESAWARAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATITAHUN 2020
OLEH KPU KABUPATEN PESAWARAN Tabel 1.1 Daftar Pemilih Sementara N
o
Nama Pekon/Desa
Jumlah Pekon/Kel
urahan
Jumla h TPS
Jumlah Pemilih Keterangan
L P L+P
1 Gedong Tataan
19 213 34.251 33,070 67,321
2 Negeri Katon 19 142 25,193 23,830 49,023
3 Tegineneng 16 133 20,692 19,851 40,543
4 Way Lima 16 87 13,215 12,725 25,940
5 Kedondong 12 78 12,843 12,075 24,918
6 Way Khilau 10 63 10,517 9,689 20,206
7 Way Ratai 10 70 12,019 11,333 23,352
8 Padang Cermin
11 65 9,759 9,117 18,876
9 Teluk Pandan 10 85 12,356 11,501 23,857
1 0
Marga Punduh 10 39 5,529 5,064 10,593
1 1
Punduh Pidada
11 46 5,338 4,909 10,247
Jumlah 144 1021 161,712 153,164 314,876
Sumber data: Berita Acara Penetapan DPS KPU Kabupaten Pesawaran
Selanjutnya KPU Kabupaten Pesawaran melaksanakan serah terima Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada hari Sabtu tanggal 8 September 2020 bertempat di Gedung Museum Transmigrasi Lampung, Gedong Tataan.
Setelah dilakukan pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) maka Bawaslu Kabupaten Pesawaran beserta Panwaslu Kecamatan se- Kabupaten Pesawaran melakukan pencermatan terhadap data DPS khususnya pada point pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) seperti meninggal dunia, tidak dikenal, pindah domisili, TNI/POLRI, belum cukup umur, serta ada pemilih yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih yang Memenuhi Syarat (MS) seperti Pemilih Pemula yang tidak masuk kedalam daftar pemilih.
c. Pengawasan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT)
Pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2020, bertempat di Gedung Museum Transmigrasi Lampung, KPU Kabupaten Pesawaran melaksanakan rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) untuk ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020. Dalam rapat Pleno tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten, PPK Se- Kabupaten Pesawaran,perwakilan dari Bawaslu Kabupaten Pesawaran dan perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pesawaran, serta Tim Pemenangan dari masing-masing Paslon.
Dalam penyampain rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bawaslu Kabupaten Pesawaran menanggapi perihal hasil Rekapitulasi DPT tersebut dimana Bawaslu Kabupaten Pesawaran meminta kepada KPU kabupaten Pesawaran untuk memastikan data pemilih tidak Memenuhi Syarat tidak masuk kedalam Daftar Pemilih, Pemilih Memenuhi Syarat masuk kedalam Daftar Pemilih dan Pemilih Ganda sudah tidak ada lagi didalam Daftar Pemilih Tetap. Bawaslu Kabupaten Pesawaran meminta kepada KPU Kabupaten Pesawaran untuk memberikan sampling atas data
pencermatan Bawaslu terkait dengan TMS yang masuk kedalam daftar Pemilih, Pemilih MS tidak masuk kedalam daftar pemilih dan data ganda yang terdapat di dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).
REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH TETAP KABUPATEN PESAWARAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATITAHUN 2020
OLEH KPU KABUPATEN PESAWARAN
Tabel 1.2 jumlah data Daftar Pemilih Tetap Sumber: Data dari KPU Kabupaten Pesawaran
No Nama
Pekon/Desa
Juml ah Desa
Jumlah TPS
Jumlah Pemilih
L P L+P
1 Gedong Tataan 19 213 35.048 33,850 68,898
2 Negeri Katon 19 142 25,451 24,013 49,464
3 Tegineneng 16 133 20,880 20,088 40,968
4 Way Lima 16 87 13,379 12,891 26,270
5 Kedondong 12 78 12,846 12,095 24,941
6 Way Khilau 10 63 10,628 9,816 20,444
7 Teluk Pandan 10 70 12,321 11,614 23,935
8 Padang Cermin 11 65 9,862 9,209 19,071
9 Way Ratai 10 85 12,379 11,511 23,890
10 Marga Punduh 10 39 5,515 5,051 10,566
11 Punduh Pidada 11 46 5,389 4,957 10,346
Jumlah 144 1021 163,698 155,095 318,793
d. Hasil-Hasil Pengawasan
Dalam pengawasan pemutakhiran data dan daftar pemilih ada beberapa temuan Bawaslu Kabupaten Pesawaran pada saat proses pencocokan dan penelitian data pemilih di Kabupaten Pesawaran, yakni sebagai berikut:
TEMUAN HASIL PENGAWASAN PADA PEMUTAKHIRAN DATA DAN DAFTAR PEMILIH PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATITAHUN 2020
Tabel 1.3 Temuan Pencocokan dan Penelitian Pemutakhiran Data Daftar Pemilih Kabupaten Pesawaran
No Temuan Rekomendasi Tindaklanjut Rekomendasi
1. DugaanPelanggaranAdministr asidalamTahapanPencoklitan PemilihanBupati dan Wakil Bupati Pesawaran terdapat Pemilih tidak dicoklit di beberapa kecamatan
diantaranya: (1) Kecamatan Way Ratai terdapat 72 Pemilih yag tidak dicoklit yaitu terdapat di desa Mulyo Sari dan 4 Pemilih tidak dicoklit di Desa Pesawaran Indah; (2) Kecamatan Padang Cermin terdapat 2 (dua) TPS yang tidak dicoklit yaitu TPS 12 dan TPS 13 di Dusun Dantar Desa Padang Cermin.
1.
Meneruskanrekomenda sikepada PPK
Kecamatan
sebagaiupayapencegaha nterhadapdugaan- dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggarapemilulai nnya.
2.Diteruskan kepada
PPK Kecamatan tersebutuntukmenertibk anadministrasidalamhal pencoklitan,
karenamasihadapemilih yang belumterdata dan tercoklitdi kecamatan Way Ratai dan Padang Cermin
PPK Way Ratai dan Padang Cermintelahmelakukanpem binaanterhadap PPS dan PPDP agar tidak melanggar ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Dan segera menindaklanjuti pemilih yang belum dicoklit untuk segera dicoklit.
2. KecamatanWay
Rataitelahditemukanrumah yang tidak di tempelstiker
oleh PPDP
setelahcoklitsebanyak 20 rumah.
Panawalu Kecamatan Way
Ratitelahmelakukankon firmasikepada PPK Way Ratiterkait dengan prosedur pelaksanaan pencoklitan sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
Dilakukan pembinaan oleh PPK Way Ratai kepada PPS dan PPDP selanjutnya mengintruksikan kepada PPDP untuk segera
ditempelkan kembali stiker yang belum ditempelkan pada rumah tersebut.
3. Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk kedalam
Bawaslu Kabupaten Pesawaran
KPU Kabupaten Pesawaran melakukan pencermatan
daftar Pemilih sebanyak 2730 Pemilih dan Pemilih Memenuhi Syarat (MS) tidak masuk dalam daftar Pemilih dengan kategori pemilih pemula sebanyak 529 Pemilih
menyampaikan surat Rekomendasi nomor 200/K.LA-07/
PM.00.02/IX/2020 perihal perbaikan data daftar Pemiih Sementara (DPS)
kepada KPU
Kabupaten Pesawaran
ulang terhadap data Daftar Pemilih Sementara (DPS) tahun 2020 untuk
selajutnya dilakukan perbaikan data.
4. Pemilih Pemula yang belum masuk kedalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 91 dan 50 pemilih ganda terdapat didalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)
Bawaslu Kabupaten Pesawaran
menyampaikan surat Rekomendasi nomor 413/K.LA-07/
PM.00.02/XI/2020 perihal perbaikan data daftar Pemiih Tetap (DPT) kepada KPU Kabupaten Pesawaran
KPU Kabupaten Pesawaran melakukan pencermatan ulang terhadap data Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun 2020 untuk selajutnya dilakukan perbaikan data yaitu memasukan Pemilih Pemula kedalam Daftar Pemilih Tetap dan menghapus data Pemilih ganda dalam Daftar Peilih Tetap tersebut.
Sumber: Data Form A hasil Pengawasan Panwaslu Kecamatan dan Form A hasil Pengawasan Bawaslu Pesawaran
e. Tahapan Kampanye a) Kegiatan Pengawasan
Dalam proses pengawasan, dan meminimalisir pelanggaran yang terjadi perlu dilakukannya pencegahan, dalam upaya pencegahan ini Bawaslu Kabupaten Pesawaran beberapa kali melayangkan surat himbauan kepada Bupati Pesawaran untuk disampaikan kepada Seluruh organisasi Perangkat Daerah agar tidak memihak pada salah satu pasangan Calon Gubernur Provinsi Lampung tahun 2020 dan senantiasa mejaga Netralitas ASN dan surat pencegahan tersebut diturunkan kepada Panwas tingkat kecamatan untuk disampaikan kepada Kantor Kecamatan hingga peratin dan seluruh lapisan masyrakat. Selanjutnya Bawaslu Kabupaten Pesawaran menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya partisipatif kepada masnyarakat luas seperti rapat koordinasi kepada pemilih perempuan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan juga sosialisasi kepada pemilih pemula yang ada di kabupaten pesawaran. Kegiatan ini dilakukan denga tujuan untuk mengajak masnyarakat agar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Pesawaran berjalan dengan aman, damai, tanpa COVID-19 serta berjalan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu juga, Bawaslu Kabupaten Pesawaran membuat pamflet yang didesain semenarik mungkin dengan kalimat mengajak masyrakat untuk menolak money politic serta menjelaskan undang-undang tentang larangan untuk melakukan tindakan pidana tersebut sekaligus memberitahu sangsi bagi pemberi dan penerima tindakan money politik. Selain himbauan larangan money politic pada Famplet juga diberitahukan kepada ASN untuk menjaga netralitas ASN. Kemudian Pamflet tersebut di posting di media sosial untuk diberitahukan kepada masyrakat luas.
Berdasarkan tahapan program dan jadwal pada Pemilihan Bupati
dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota di Lampung Tahun 2020. Pada tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020 memasuki tahapan kampanye. Tanggal 27 Oktober 2020 Bawaslu Kabupaten Pesawaran menghadiri sekaligus melakukan Pengawasan Melekat terhadap Kegiatan Penyerahan Alat Peraga Kampanye oleh KPU Pesawaran dengan Tim pemenang Masing-masing Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran tahun 2020. Yang dilaksanakan di kantor KPU Kabupaten Pesawaran, yang dihadiri oleh Tim Pemenangan masing-masing pasangan calon, Kepolisian Kabupaten Pesawaran, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran.
Selanjutnya pada saat pemasangan APK di tingkat Kecamatan, Panwaslu Kecamatan melakukan pengawasan melekat dan memastikan pemasangan sesuai dengan juknis dan zonasi yang telah ditetapkan di wilayah masing-masing. Dan seluruh jajaran pengawas Kabupaten Pesawaran, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Pengawas Kelurahan/Desa senantiasa bersinergi melakukan pengawasan pada semua kegiatan pada masa kampanye, mulai dari pemasangan APK, pertemuan tim pemenangan paslon, kampanye Tatap muka Terbatas, dan Kampanye dialog. Berikut ini kami sampaikan hasil pengawasan oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Pesawaran.
b) Hasil- hasil Pengawasan
Berdasarkan hasi pengawasan yang dilaksanakan oleh jajaran pengawas Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Pesawaran, terdapat beberapa temuan dan informasi awal dari masyarakat perihal Pelanggaran yang dilakukan oleh tim kampanye, juga keterlibatan Aparat Pekon, ASN,
serta laporan dugaan pelanggaran politik uang juga ditemui di Kabupaten Pesawaran.
Berikut tabel Temuan Hasil pengawasan pada tahapan kampanye di kabupaten Pesawaran:
REKAP TEMUAN HASIL PENGAWASAN TAHAPAN KAMPANYE PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI TAHUN 2020 DI KABUPATEN PESAWARAN
NO TEMUAN REKOMENDASI TINDAK LANJUT
1 Pada tanggal 30 Oktober 2020 Bawaslu Kabupaten Pesawaran menerima informasi awal dari masyarakat yaitu sebuah vidio dengan dugaan pelanggaran netralitas ASN bernama Aznan selaku Kepala Bidan Usaha Mikro di Dinas Koperasi, usaha kecil dan menengah, di Kabupaten Pesawaran
1. Direkomendasikan Kepada KASN RI Melalui Bawaslu Provinsi Lampung 2. Direkomendasikan
kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran selaku Pembina ASN di Wilayah Kabupaten Pesawaran
1. Melakukan pemeriksaan dan pembinaan kepada Aznan Selaku Aparatur Sipil Negara.
2. Melakukan pemeriksaan dan pembinaan kepada Aznan Selaku Aparatur Sipil Negara.
2 Pada tanggal 7 Desember 2020 Bawaslu Kabupate Pesawaran menerima laporan dugaa pelanggaran politik
uang sebesar
Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah) yang terjadi di Desa Cipada Kecamatan Gedong Tataan
Sentra Gakkumdu Pesawaran
pada Sentra Gakumdu dihentikan pada pembahasan 2 tidak ditindak lanjuti karena tidak terpenuhi syarat Materiil dan tidak terpenuhi unsur-unsur Pidana.
Sumber: Bawaslu Kabupaten Pesawaran
f. Tahapan Pengadaan dan Pendistribusian logistik a) Aktifitas Pengawasan
Sesuai dengan tahapan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 tanggal 7 Agustus - 20 November 2020. Sedangkan proses produksi dan pendistribusian perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara pada tanggal 24 September – 8 Desember 2020. Dalam melakukan Pengawasan dari mulai mengawasi datangnya barang ke gudang logistik KPU Pesawaran hingga pendistribusiannya Bawaslu Kabupaten Pesawaran selalu menuangkan hasil pengawasan kedalam Form A.
Selain itu juga Bawaslu Kabupaten Pesawaran membuat rekap hasil pengawasan kedalam Alat Kerja Pengawasan (AKP) yang dibuat untuk mempermudah melakukan pengawasan dan pengecek an kelengkapan logistik yang tiba di gudang logistik KPU kabupaten Pesawaran. Selanjtnya Bawaslu Kabupaten Pesawaran melaksanakan Pengawasan melekat terhadap tahapan pelipatan Surat Suara di Gudang Logistik KPU Kabupaten Pesawaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan surat suara tidak ada yang dilipat dalam keadaan rusak dan merekomendasikan secara lisan kepada jajaran KPU apabila ada surat suara yang rusak agar segera disortir.
Selain itu Bawaslu Kabupaten Pesawaran melaksanakan pengawasan melekat pada saat packing logistik yang akan didistribusikan ke TPS. Selain itu, mengingat pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 dilaksanakan ditengah pandemi COVID-19 maka Bawaslu juga harus memastikan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) benar-benar terpenuhi di lokasi tempat Pemungutan Suara diseluruh Kabupaten Pesawaran.
Pendistribusian Logistik di laksanakan pada tanggal 7 Desember 2020 ke PPK Se-Kabupaten Pesawaran, Bawaslu Kabupaten Pesawaran membentuk tim pengawasan bersama 11 Panwaslu Kecamatan untuk melakukan pengawasan melekat dari gudang logistik KPU Kabupate Pesawaran hingga logistik tiba di Kecamatan masing-masing.Dalam
pendistribusian logistik, sebelum logistik di diberangkatkan ke Kecamatan masing-masing, KPU Kabupaten Pesawaran melakukan Apel terlebih dahulu yang dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU, Bupati Pesawaran, Kapolres Kabupaten Pesawaran, Bawaslu Kabupaten Pesawaran, serta PPK dan Panwaslu Kecamatan se- kabupaten Pesawaran
b) Hasil-Hasil Pengawasan
Dalam pengawasan pada tahapan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupatitahun 2020 di Kabupaten Pesawaran, Bawaslu Kabupaten Pesawaran ditemukan beberapa TPS di Kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran mengalami kekurangan logistik. Temuan Bawaslu Kabupate Pesawaran selama mengawasi tahapan pengadaan dan pendistribusian logistik yaitu:
Tabel 1.4 Temuan logistik saat Tungsura
NO Kecamatan Desa/Kelurahan Jenis Logistik
Jumlah Kekurangan
Logistik
1 Padang Cermin
Padang cermin
surat suara 94
C Kehadiran 1
surat suara 100
Durian
C Hasil 1
C Hasil 1
C Hasil 1
C Hasil 1
Paya C Hasil 1
2 Way
Khilau Kota Jawa surat suara 23
3 Teluk
Pandan
Batu Menyan
C Hasil 1
C Hasil 1
C Hasil 1
C Hasil 1
C Hasil 1
Gebang surat suara 42
C.1 2
Sumber: hasil Pengawasan jajaran Bawaslu Kabupaten Pesawaran
c) Dinamika dan Permasalahan
Dalam pengawasan tahapan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 di Kabupaten Pesawaran, Bawaslu Kabupaten Pesawaran mendapat permasalahan pada saat logistik akan tiba di gudang KPU yang tidak terjadwal. Pengitungan barang logistik pada saat packing kurang teliti sehingga beberapa TPS yang ada di Pesawaran kekurangan logistik direkomendasi Berdasarkan data temuan diatas, maka Pengawas hanya merekomendasikan secara lisan kepada KPPS setempat.
d) Tindak Lanjut Rekomendasi
KPPS setempet langsung melakukan Koordinasi dengan PPS dan PPK selanjutnya dilakukan penghitungan ulang terhadap logistik tersebut, dan ternyata terdapat kesalahan hitung oleh KPPS dan terdapat surat suara yang tidak tepat sasaran, dimana beberapa surat suara tertumpuk di kecamatan lain.
g. Tahapan Pemungutan Suara a) Aktifitas Pengawasan
DiKabupaten Pesawaran pada hari pemungutan suara, Semua TPS Yang berjumlah 1021 yang tersebar di 11 Kecamatan dibuka Pada Pukul 07.00 WIB. Adapun strategi yang dilakukan pengawas pemilu guna memaksimalkan pengawasan dilapangan pada hari Pemungutan suara adalah masing-masing kelurahan/pekon membentuk PTPS (Pengawas TPS) dan sesuai dengan arahan Bawaslu untuk mengetahui situasi dan kondisi dilapangan maka jajaran pengawas difasilitasi dengan laporan cepat/berjenjang dengan menggunakan Media SMS untuk wilayah yang lemah
sinyal dan menggunakan media Wathsap sebagai Center yang dimulai dari PTPS untuk diteruskan KeBawaslu Kabupaten Pesawaran. Masing-masing TPS penghitungan suara dimulai pada pukul 14.00 WIB, Setelah penghitungan suara di TPS selesai masing-masing PTPS melaporkan hasil penghitungan suara dari masing-masing wilayah tersebut dan dilaporkan secara berjenjang.
Sedangkan untuk C hasil KWK setelah mendapat salinan hasli dari KPPS, Pengawas TPS pun segera menyerahkan kepada PPL, selanjutnya PPL menyerahkan kepada Panwascam untuk diteruskan Ke Bawaslu Kabupaten, sehingga tidak ada kelalaian dalam pengamanan C hasil KWK. Dan pada tanggal 9 Desember 2020 pukul 22.00 WIB semua C hasil KWK masing-masing Kecamatan sudah diamankan di kantor Bawaslu Kabupaten Pesawaran, kecuali Desa Pahawang dan Legudi yang berada di Kecamatan Punduh Pedada dan Marga Punduh desa tersebut berada ditengah pulau mengingat jarak tempuh sangat jauh dan dikendalai oleh hujan pada saat itu, jadi C hasil-KWK untuk dua desa tersebut diserahkan oleh Panwascam Punduh Pedada dan Marga Punduh kepada Bawaslu Kabupaten Pesawaran pada tanggal 10 Desember 2020.
Pada tanggal 9 Desember 2020 Bawaslu Kabupaten Pesawaran mekalukan melakukan Validasi antara Penghitungan hasil Perolehan suara menggunakan media SMS/WA Center dengan C hasil-KWK. Sehingga tidak terdapat selisih antara rekapan penghitungan suara dengan C hasil-KWK. Data tersebutakan digunakan sebagai acuan pada saat rapat pleno Penghitungan Suara ditingkat Kabupaten yang dilakukan pada tanggal 14 Desember 2020.
Adapun hasil penghitungan surat suara se-Kecamatan di Kabupaten Pesawaran sebagai berikut:
REKAPITULASI HASIL PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA SE-KABUPATEN PESAWARAN
Tabel 1.5 Rekapitulasi penghitungan suara
No Kecamatan Paslon 1 Paslon 2
1 Gedong Tataan 24720 26251
2 Negeri Katon 16304 19856
3 Tegineneng 14926 17491
4 Way Lima 9958 9908
5 Kedondong 7522 9454
6 Way Khilau 6199 7428
7 Way ratai 4122 13549
8 Teluk Pandan 6664 9774
9 Padang Cermin 4863 7407
10 Marga Punduh 3495 4391
11 Punduh Pedada 4391 4927
Jumlah 101.890 130.436
Sumber: Hasil pengawasan oleh Bawaslu Kabupaten Pesawaran
b) Hasil-Hasil Pengawasan
Dalam pengawasan pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara terdapat beberapa temuan di Kabupaten Pesawaran:
REKAP TEMUAN HASIL PENGAWASAN TAHAPAN PENGHITUNGAN SURAT SUARA
No Temuan Rekomendasi Tindaklanjut
Rekomendasi 1 Kesalahan
penulisan jumlah perolehan suara di C hasil-KWK di hampir seluruh kecamatan
Dilakukan pengecekan
kembali oleh PPK Berita acara khusus oleh KPPS untuk kesalahan penulisan di C hasil-KWK tersebut.
Dilakukan
perbaikan oleh KPPS
2 Terjadi kesalahan hitung dan rumus excel eror pada BA rekapitulasi tingkat kecamatan
Disampaikan oleh Bawaslu Kabupaten Pesawaran kepada KPU dan PPK pada saar rekapitulasi tingkat Kabupaten pada tanggal 14 Desember 2020 di Museum
Transmigrasi Lampung
Dilakukan pengecekan kembali dan diperbaiki
selanjutnya
Bawaslu dan Tim Pemenangan masing-masing pasangan calon diberi BA yang sudah diperbaiki.
c) Dinamika dan Permasalahan
Dalam pengawasan tahapan pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara terdapat permasalahan yang menjadi penting yakni kerja KPPS dalam penulisan jumlah perolehan suara di C-hasil KWK dan C-Plano, serta dalam pleno tingkat kecamatan PPK kurang teliti dalam merekap jumlah sisa surat suara dan jumlah DPT. Serta hambatan yang dialami pada saat proses penghitungan surat suara yakni kecepatan dalam mengirimkan data melalui aplikasi SIWASLU dikarenakan di daerah yang terisolir khusunya di daerah Pegunungan dan Kepulauan yaitu terdapat di kecaramatan Punduh Pedada, Kecamatan Marga Punduh, Kecamatan Padang Cermin, Kecamatan Way Khilau dan Kecamatan Teluk Pandan.
Selanjutnya pelaksanaan rekapitulasi tingkat kecamatan juga mengalami kendala pada sistem Aplikasi Rekapitulasi penghitungan suara yang dimiliki oleh KPU mengalami serverdown sehingga proses rekapitulasi dilakukan secara manual menggunakan MS.Excel hal ini yang menyebabkan hasil Rakapitulasi yang dituangkan dalam Berita Acara hasilnya tidak sinkron karena rumus yang diguanakan banyak yang eror dan PPK menginput nomor yang salah.
BAB II
DUKUNGAN SDM DAN ORGANISASI
A. Program dan Anggaran APBN
1. Realisasi Program dan Anggaran APBN
Serapan anggaran dalam laporan ini merupakan serapan anggaran dana APBN selama tahun 2020. Selama tahun 2020 Bawaslu Kabupaten Pesawaran menerima anggaran sebesar Rp 1.639.890.000,- (Satu Milyar Enam Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah), proses penerimaan anggaran APBN diterima setelah adanya pengajuan dari Bawaslu Kabupaten Pesawaran. Realisasi anggaran yang telah dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Pesawaran selama tahun 2020 yaitu sebesar Rp1.510.279.000,- (Satu Milyar Lima Rtaus Sepuluh Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Rupiah).
Data tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1.6 Serapan Anggaran APBN
NO PROVINSI KABUPATEN/KOTA
JUMLAH ANGGARAN
BESARAN REALISASI
1 LAMPUNG PESAWARAN Rp 1.639.890.000,- Rp 1.510.279.000,- Sumber: Data Primer Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Realisasi anggaran tersebut telah sesuai yang tercantum dalam Rencana Kegiatan Anggaran Bawaslu Kabupaten Pesawaran, dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut:
1 Pembayaran Gaji Dan Insentif Kinerja 2 Operasional dan Pemeliharaan Kantor
a Honorarium Tenaga Kontrak b Belanja Langganan Listrik c Belanja Langganan Telepon d Belanja Langganan Air
e Belanja Keperluan Perkantoran
f Belanja Biaya Pemeliharaan Peralatan dan Mesin g Belanja Sewa
3 Penanganan Covid-19
a Belanja Barang Operasional - Penanganan Pandemi COVID-19 - Pengadaan Masker
- Pengadaan Hand Sanitizer - Sarung tangan plastik
- Penambah Daya Tahan Tubuh - Pelindung wajah
Dalam program dan kegiatan tersebut terdapat program penanganan Covid-19 yang ditujukan untuk Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Panwaslu Kecamatan, dan Panwaslu Kelurahan/Desa. Pengadaan yang disiapkan dalam program penanganan Covid-19 tersebut diantaranya pengadaan masker, pengadaan hand sanitizer, sarung tangan plastik, penambah daya tahan tubuh, dan pelindung wajah. Dan diberikan pada tahapan pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran Tahun 2020.
2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran
Dalam pelaksanaannya pengusulan anggaran tidak terjadi hambatan. Namun, dengan anggaran yang ada tidak terdapat pos anggaran terhadap sewa komputer supply atau laptop dan juga tidak terdapat pengadaan barang tersebut. Karena dirasa perlu pengadaan terhadap computer supply atau laptop bagi Bawaslu Kabupaten/kota untuk menunjang kinerja.
B. Dukungan Anggaran APBD 1. Proses Pengajuan NPHD
Dalam prosespengajuan NPHD, Bawaslu Kabupaten Pesawaran Pada Tahun
2019 Mengajukan NPHD kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran melalui surat Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran Nomor: 059/LA- 07/KU.00.01/VIII/2019 tanggal 08 Agustus 2019 perihal Permohonan Dana Hibah Dalam Rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Tahun 2020. Dalam surat tersebut Bawaslu Kabupaten Pesawaran mengajukan perencanaan penggunaan Dana untuk Operasional sebesar Rp. 16.980.471.000,- (Enam Belas Milyar Sembilan Ratus Delapan Puluh Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Rupiah).
Pada tahun yang sama, Bawaslu Kabupaten Pesawaran kembali mengajukan surat revisi permohonan dana hibah dalam Rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Tahun 2020, melalui surat Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran Nomor : 077/K.LA-07/TU.03/IX/2019 tanggal 13 September 2019.
Dalam surat tersebut Bawaslu Kabupaten Pesawaran mengajukan revisi perencanaan penggunaan Dana untuk Operasional sebesar Rp. 19,144,491,787,- (Sembilan Belas Milyar Seratus Empat Puluh Empat Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Satu Ribu Tujuh Ratus Delapan puluh Tujuh Rupiah)dengan menyesuaikan dasar-dasar yang aturan terbaru.
Dari hasil pengajuan Bawaslu Kabupaten Pesawaran kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, diperoleh kesepakatan NPHD dengan dana sebesar Rp.9.442.000.000 (Sembilan Milyar Empat Ratus Empat Puluh Dua Juta Rupiah) yang pencairannya akan dibagi menjadi beberapa tahap sesuai yang tertera dalam NPHD. Dalam pelaksanaan kegiatan yang sudah tertera dalam RKA ada beberapa kali reviu pada tahun 2020 karena bencana non alam yaitu adanya wabah virus Covid-19. Bahwa berdasarkan Surat Edaran Ketua Bawaslu
Republik Indonesia Nomor 0159/K.BAWASLU/PR.03.00/VI/2020 tentang Penyesuaian Standar Kebutuhan Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur Bupati serta Wali Kota Pada Pemilihan Kepala Daerah Dalam Masa Darurat Pandemi COVID-19, Bawaslu Kabupaten Pesawaran melakukan penyesuaian kegiatan tahapan pemilihan dalam kondisi pandemi COVID-19 sebesar Rp.
734.850.000,- (Tujuh Ratus Tiga Puluh Empat Juta Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan kebutuhan anggaran kegiatan tahapan pemilihan dalam kondisi pandemi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan sebesar Rp.
1.109.850.000,- (Satu Milyar Seratus Sembilan Juta Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) sehingga dibutuhkan penambahan anggaran sebesar Rp.
375.000.000,- (Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah)
Setelah dilakukan pertimbangan terhadap ketersediaan anggaran Pemerintah Daerah dan kebutuhan terkait penanganan pandemi COVID-19, akhirnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran menyetujui pencairan anggaran hibah instansi vertikal dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran tahun 2020 untuk penambahan anggaran dalam kondisi pandemi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan sebesar Rp.
375.000.000,-(Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Dari hasil pengajuan Bawaslu Kabupaten Pesawaran kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, diperoleh kesepakatan untuk melakukan Adendum terhadap NPHD dari jumlah sebesar Rp.9.442.000.000(Sembilan Milyar Empat Ratus Empat Puluh Dua Juta Rupiah) menjadi Rp.9.817.000.000 (Sembilan Milyar Delapan Ratus Tujuh Belas Juta Rupiah).
Berikut data besaran usulan anggaran yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Pesawaran kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran:
Tabel 1.7 Usulan dan Realisasi NPHD
NO PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH ANGGARAN
USULAN REALISASI KET
1 LAMPUNG PESAWARAN Rp. 19,144,491,787,- Rp. 9.817.000.000,- Sumber: Data Primer Bawaslu Kabupaten Pesawaran
2. Realisasi Program dan Anggaran a. Serapan Anggaran
Serapan anggaran dalam laporan ini merupakan serapan anggaran dana APBD selama tahun 2020 tidak termasuk dalam serapan anggaran tahun 2021.
Diketahui pada NPHD yang disepakati oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dan Bawaslu Kabupaten Pesawaran bahwa besaran anggaran yang diterima oleh Bawaslu Kabupaten Pesawarana dalah sebesar Rp.9.817.000.000,- (Sembilan Milyar Delapan Ratus Tujuh Belas Juta Rupiah), dan selama pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran tahun 2020 anggaran tersebut telah direalisasikan sebesar Rp.
7.367.793.214,-(Tujuh Milyar Tiga Ratus Enam Puluh Tujuh Juta Tujuh Ratus Sembilan Puluh Tiga Ribu Dua Ratus Empat Belas Rupiah). Data tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1.8 Serapan Anggaran APBD
NO PROVINSI KABUPATEN/KOTA
JUMLAH ANGGARAN
BESARAN REALISASI
1 LAMPUNG PESAWARAN Rp. 9.817.000.000,- Rp. 7.367.793.214,- Sumber: Data Primer Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Realisasi anggaran tersebut telah sesuai yang tercantum dalam Rencana Kegiatan Anggaran Bawaslu Kabupaten Pesawaran, dengan rincian program dan kegiatan sebagai berikut:
1) Honorarium Pengawas Pemilihan Kepala Daerah : a) Bawaslu Kabupaten
b) Panwas Kecamatan
c) Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan d) Pengawas TPS
e) Honorarium Kesekretariatan f) Kelompok Kerja Pengawasan 2) Perencanaan Program dan Anggaran
3) Sewa Gedung/ Meubelair/ Peralatan Kantor
4) Sewa Kendaraan Operasional dan Kendaraan Lainnya 5) Pemeliharaan/ BBM Kendaraan Operasional
6) Pelayanan Administrasi Perkantoran
7) Pembentukan Panwas Kecamatan, PPDK, dan Pengawas TPS 8) Pelantikan & Bimtek/Pelatihan Pengawas Pemilu
9) Advokasi dan Pendampingan Hukum 10) Sosialisasi Pengawasan Pemilu
11) Rakor/Pelatihan dalam Rangka Pengawasan Pemilihan Partisipatif 12) Musyawarah Penyelesaian Sengketa
13) Penindakan Pelanggaran Administrasi 14) Kegiatan Sentra Gakkumdu
15) Rapat Kerja/Rapat Koordinasi/Rapat Kerja Teknis Pengawasan/Bimtek 16) Koordinasi dengan Stakeholder
17) Perjalanan Dinas/ Transport dalam rangka Konsultasi/ Undangan/
Pengawasan/ Fasilitasi Pendampingan Hukum/ Supervisi/ Panggilan Sidang Kode Etik
b. Program/kegiatan yang tidak didukung anggaran
Hampir semua program dan kegiatan telah didukung oleh anggaran yang ada, namun dalam kegiatan Pembentukan Pengawas adhoc, Kelompok Kerja (Pokja) tidak mendapatkan honorarium seperti halnya Kelompok Kerja pada setiap tahapan, dan juga anggaran pada saat pembentukan dirasa kurang memenuhi sehingga tidak maksimal dalam penyebaran informasi pengumuman pembukaan pendaftan Pengawas adhoc.
3. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran a. Hambatan dalam pengusulan anggaran
Dalam kegiatan pengusulan anggaran kepada Pemerintah Daerah tidak terjadi hambatan, walaupun realisasi dari anggaran yang diberikan tidak sesuai dengan permohonan. Realisasi NPHD yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran hanya 50% dari pengajuan, tetapi anggaran yang ada
dapat memenuhi kebutuhan Bawaslu Kabupaten Pesawaran dalam mengawasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran.
b. Kemampuan dukungan anggaran dalam pelaksanaan tugas
Dengan anggaran yang ada, Bawaslu Kabupaten Pesawaran melakukan beberapa kali revisi menyesuaikan Surat Edaran dari Bawaslu Republik Indonesia. Hal ini terjadi dikarenakan dampak bencana non alam Covid19, yang mengakibatkan Bawaslu Kabupaten Pesawaran harus menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi jajaran Bawaslu kabupaten Pesawaran. Anggaran yang telah diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran telah mampu mendukung Bawaslu Kabupaten Pesawaran dalam melaksanakan tugas.
c. Rekomendasi
Rekomendasi pada anggaran, agar disiapkannya pos anggaran kepada pekerja outsourcing yang dapat membantu kebutuhan sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota, pekerja outsourcing dapat diperbantukan dalam urusan keuangan atau di masing-masing divisi sehingga memudahkan para staf teknis fokus pada kerjaannya, karena ketika pekerjaan atau tahapan sudah berlangsung, dengan jumlah staf teknis dan pendukung yang ada, masih dirasa perlu untuk menambah staf.
Kemudian kedepannya agar ada honorarium bagi anggota Kelompok Kerja seperti halnya Kelompok Kerja di setiap tahapan, dikarenakan Divisi SDM dan Organisasi hanya memiliki 1 (satu) Kelompok Kerja (Pokja) tetapi tidak ada anggaran yang diberikan.
C. Dukungan SDM
1. Pembentukan dan Penggantian Antar Waktu
Bawaslu Kabupaten/Kota memiliki peranan yang penting dalam pembentukan pengawas adhoc, baik itu dalam Pembentukan Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa serta Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Sesuai dalam peraturan undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 103 huruf g berbunyi “Bawaslu Kabupaten/Kota berwenang membentuk Panwaslu Kecamatan dan mengangkat serta memberhentikan anggota Panwaslu Kecamatan dengan memperhatikan masukan Bawaslu Provinsi”, yang mengartikan bahwa Panwaslu Kecamatan dibentuk oleh Bawaslu Kabupaten/Kota sedangkan pembentukan Panwaslu Kelurahan/Desa dan Pengawas TPS dibentuk Oleh Panwaslu Kecamatan dan Bawaslu Kabupaten/Kota berwenang mengawasi, memonitoring dan memberi masukan kegiatan pembentukan Pengawas adhoc, sesuai pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 106 huruf f yang berbunyi
“Panwaslu Kecamatan berwenang membentuk Panwaslu Kelurahan/Desa dan mengangkat serta memberhentikan anggota Panwaslu Kelurahan/Desa, dengan memperhatikan masukan Bawaslu Kabupaten/Kota”, dan pasal 106 huruf g yang berbunyi “mengangkat dan memberhentikan Pengawas TPS, dengan memperhatikan masukan Panwaslu Kelurahan/Desa”
Selain atas dasar tersebut, peranan Bawaslu Kabupaten/Kota dalam pembentukan dan penggantian antar waktu tercantum dalam Perbawaslu Nomor 3 Tahun 2020, fungsi pembentukan dan penggantian antar waktu tersebut ditugaskan pada divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi dalam pasal 25 ayat (5) huruf b yang berbunyi “Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi
mengordinasikan fungsi pelaksanaan seleksi anggota panwaslu kecamatan/panwas kecamatan”.
Syarat untuk menjadi pengawas adhoc, yaitu Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa dan Pengawas TPS adalah sebagai berikut:
1. Warga Negara Indonesia;
2. Pada saat pendaftaran berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun;
3. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;
4. Bersedia mengundurkan diri dari organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum atau tidak apabila terpilih;
5. Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam pidana 5 (lima) tahun atau lebih;
6. Mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil;
7. Berdomisili di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan dibuktikan dengan Kartu tanda Penduduk (KTP) Elektronik;
8. Memiliki kemampuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, ketatanegaraan, kepartaian, dan pengawasan Pemilu;
9. Tidak pernah menjadi anggota partai politik atau telah mengundurkan diri dari anggota partai politik sedikitnya 5 (lima) tahun pada saat mendaftar;
10. Tidak sedang atau tidak pernah menjadi anggota tim kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, dan dewan perwakilan rakyat
daerah, serta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun;
11. Mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika;
12. Mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau di badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah pada saat mendaftar;
13. Bersedia bekerja penuh waktu;
14. Berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat;
15. Bersedia mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan pemerintahan, dan/atau badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah selama masa keanggotaan apabila terpilih;
16. Tidak dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu;
17. Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari penyelenggara Pemilu oleh Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP), Bawaslu, Bawaslu Kabupaten/Kota, KPU, atau KPU Kabupaten/Kota; dan
18. Mendapatkan izin dari atasan langsung bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Calon Pengawas adhoc juga harus mengajukan surat lamaran yang ditujukan kepada Kelompok Kerja Pembentukan dengan melampirkan:
a. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik;
b. Pas foto warna terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 5 (lima) lembar latar belakang merah;
c. Foto copy ijazah pendidikan terakhir yang disahkan/dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;
d. Daftar Riwayat Hidup;
e. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit pemerintah atau Puskesmas;
f. Surat keterangan bebas dari penyalahgunaan narkotika dari rumah sakit atau Puskesmas yang dapat disampaikan sebelum pelantikan;
g. Surat izin dari atasan langsung bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
h. Surat pernyataan:
1) Setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita proklamasi 17 Agustus Tahun 1945;
2) Bersedia mengundurkan diri dari organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum atau tidak apabila terpilih;
3) Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
4) Tidak pernah menjadi anggota partai politik atau telah mengundurkan diri dari anggota partai politik sedikitnya 5 (lima) tahun pada saat mendaftar
5) Tidak sedang atau tidak pernah menjadi anggota tim kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, dan dewan perwakilan rakyat daerah, serta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun;
6) Bersedia bekerja penuh waktu;
7) Mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau di badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah pada saat mendaftar;
8) Tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu.
9) Bersedia mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan pemerintahan, dan/atau badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah selama masa keanggotaan apabila terpilih; dan
10) Bebas dari peyalahgunaan narkotika.
11) Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari penyelenggara Pemilu oleh Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP), Bawaslu, Bawaslu Kabupaten/Kota, KPU, atau KPU Kabupaten/Kota.
Selain data tersebut, pelamar juga dapat melampirkan keterangan atau bukti lain yang mendukung kompetensi calon pengawas adhoc sebagai dasar penilaian dalam seleksi administrasi.
a. Panwaslu Kecamatan
Dalam pembentukan Panwaslu Kecamatan, Bawaslu Kabupaten Pesawaran membentuk Pokja Pembentukan Panwas Kecamatan Bawaslu Kabupaten Pesawaran pada tanggal 13 November 2019, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pesawaran. Ketua Pokja Pembentukan Panwas Kecamatan adalah Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sekretaris Pokja adalah Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Kabupaten Pesawaran sesuai dengan pedoman pelaksanaan pembentukan panwas kecamatan.
Pengumuman
Tahapan pengumuman pendaftaran calon anggota panitia pengawas pemilihan kecamatan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2019 sampai dengan 26 November 2019, pengumuman dilakukan selama 14 (empat belas) hari kalender. Sebelum memasuki tahapan pengumuman