I. PENDAHULUAN
Pendahuluan buku ini membahas Pendidikan Agama Katolik dalam konteks tujuan pendidikan nasional, menekankan pengembangan nilai-nilai iman, moral, etika, dan kepribadian, serta tanggung jawab sosial. Buku ini bertujuan untuk membentuk sarjana yang beriman kepada Allah, berpolakan Pribadi Yesus Kristus, dan mampu mempertanggungjawabkan imannya di tengah masyarakat. Visi dan misi Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum diuraikan secara rinci, mencakup pengembangan potensi peserta didik secara holistik (psiko-pedagogis, moral-sosial, sosio-kultural), serta penelitian dan pengembangan untuk membangun pendidikan agama Katolik yang holistik dan inklusif. Tujuan pembelajaran meliputi peningkatan pengetahuan dan pemahaman ajaran Agama Katolik, pengembangan keimanan dan ketaqwaan, pengenalan diri sebagai Citra Allah, integrasi nilai-nilai iman dan moral Katolik dalam kehidupan sehari-hari, partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja dan memasyarakat, dialog dan kerjasama antarumat beragama, dan internalisasi nilai-nilai Katolik dalam membangun hidup sebagai seorang Katolik yang dewasa.
II. BAB I PANGGILAN HIDUP MANUSIA MENURUT KITAB SUCI
Bab ini membahas panggilan hidup manusia berdasarkan Kitab Suci, khususnya Kitab Kejadian. Di sini dikaji martabat manusia sebagai Citra Allah, Anak Allah, dan Pribadi Sosial. Metode pembelajarannya menggabungkan observasi (studi kasus kebakaran), penyelidikan (mengapa manusia diciptakan menurut gambar Allah), analisis (teori asal-usul manusia), dan komunikasi (panggilan dan tugas perutusan manusia). Pembahasan mencakup analisis terhadap definisi manusia dari berbagai perspektif (filsuf, teori evolusi), penjelasan martabat manusia sebagai Citra Allah yang mencakup aspek akal budi, hati, dan kehendak bebas, serta implikasinya terhadap hak asasi manusia. Martabat manusia sebagai Anak Allah dihubungkan dengan tujuan hidup manusia dan relasi dengan Allah Bapa. Terakhir, martabat manusia sebagai Pribadi Sosial menekankan pentingnya relasi dan persekutuan antarmanusia.
2.1 A. Siapakah Manusia dalam Kitab Suci
Bagian ini mengawali dengan pertanyaan mendasar tentang nilai hidup manusia dan menempatkan manusia sebagai tema sentral dalam agama Katolik. Kitab Kejadian 1:26-31 menjadi rujukan utama tentang penciptaan manusia secitra dan segambar dengan Allah. Pembahasan menekankan pentingnya memahami diri sebagai Citra Allah, bersyukur atas keberadaan diri, menghargai hak asasi manusia, bekerjasama dengan sesama, menjaga lingkungan, dan berelasi dengan Tuhan. Tujuan pembelajarannya adalah untuk memahami asal-usul, hakikat, panggilan, tugas, dan perutusan manusia sebagai citra Allah.
2.2 B. Proses Mengamati (Studi Kasus)
Bagian ini menggunakan studi kasus kebakaran untuk menggali pemahaman dan pengalaman mahasiswa tentang skala nilai dalam hidup. Mahasiswa diminta untuk menganalisis pilihan-pilihan yang akan mereka ambil dalam situasi genting, dan hal ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman mereka tentang nilai manusia dan barang-barang material. Tujuannya bukan untuk menilai, melainkan untuk membangun refleksi diri dan sebagai pengantar untuk memahami materi selanjutnya.
2.3 C. Mengapa Manusia Diciptakan Menurut Gambar Allah
Bagian ini membahas berbagai definisi manusia dari berbagai perspektif (filsuf dan teori evolusi), dan membandingkannya dengan pandangan Kitab Suci. Diskusi mencakup teori evolusi Darwin, Creationism, dan Intelligent Design, sekaligus menekankan keunikan manusia sebagai Citra Allah dan tempatnya yang sentral dalam alam semesta. Pembahasan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai penciptaan manusia dalam Kitab Kejadian 1:26-30 dan implikasinya bagi kehidupan manusia.
2.4 D. Menalar, Menggali Argumentasi Pemahaman & Hakikat Manusia sebagai Citra Allah
Bagian ini menekankan martabat manusia sebagai dasar hak asasi manusia dan membahas berbagai persoalan yang mengancam martabat manusia (kemiskinan, kekerasan, dll). Pembahasan mencakup analisis martabat manusia sebagai Citra Allah, Anak Allah, dan Pribadi Sosial, dengan merujuk pada Kitab Suci dan ajaran Gereja. Tujuannya adalah untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang martabat manusia dan implikasinya dalam kehidupan sosial dan bernegara, termasuk tanggung jawab membayar pajak.
2.5 E. Mengomunikasikan Panggilan dan Tugas Perutusan Manusia sebagai Citra Allah
Bagian ini membahas panggilan hidup sebagai rahmat, panggilan, dan perutusan, dan bagaimana manusia dipanggil untuk ikut serta dalam karya penyelenggaraan Ilahi. Pembahasan ini menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dan penggunaan talenta untuk membangun peradaban manusia. Mahasiswa diajak untuk merenungkan panggilan dan perutusan mereka sendiri sebagai Citra Allah.
2.6 F. Rangkuman
Bagian rangkuman ini menyimpulkan pembahasan Bab I dengan menekankan nilai dan martabat manusia, serta mengutip ajaran Gereja tentang pelanggaran hak asasi manusia. Ia menghubungkan martabat manusia dengan panggilan untuk bersekutu dengan Allah.
2.7 G. Tugas Proyek
Bagian ini memberikan tugas proyek kepada mahasiswa untuk mencari model sarjana Katolik atau tokoh gereja yang mencerminkan perjuangan hidup sebagai Citra Allah dan merencanakan hidup mereka sendiri dengan berpolakan Pribadi Yesus.
III. BAB II RELASI MANUSIA DENGAN DIRI SENDIRI, SESAMA, LINGKUNGAN, DAN TUHAN
Bab ini membahas relasi manusia dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan, menekankan pentingnya membangun relasi yang baik untuk mencapai kehidupan yang berkualitas. Pembelajaran dimulai dengan studi kasus, diikuti dengan identifikasi persoalan dasar dalam membangun relasi, dan diakhiri dengan penggalian sumber dan argumentasi untuk membangun relasi yang positif. Topik yang dibahas mencakup hubungan manusia dengan dirinya sendiri (pentingnya mengenal dan menerima diri), hubungan manusia dengan sesamanya (aspek individu dan sosial), dan hubungan manusia dengan Tuhan (pentingnya kesadaran akan keterbatasan dan ketergantungan pada Sang Pencipta).
3.1 Pengantar
Pengantar Bab II menyoroti masalah kehilangan orientasi hidup dan kesulitan dalam mewujudkan panggilan manusia sebagai Citra Allah. Ia menekankan pentingnya membangun relasi yang baik dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan untuk mencapai kehidupan yang berkualitas. Bagian ini juga memperkenalkan pandangan filosofis tentang bagaimana kita memandang masalah yang menentukan bagaimana kita menghadapinya.
3.2 A. Proses Menelusuri Relasi Manusia dengan Diri Sendiri, Sesama dan Tuhan
Bagian ini menggunakan kisah seorang prajurit untuk menggambarkan kehidupan yang berkualitas, yang dibangun melalui kesadaran akan keterbatasan dan kesempatan yang ada. Kisah tersebut menjadi titik awal untuk refleksi diri dan diskusi tentang bagaimana memaknai relasi dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan.
3.3 B. Persoalan Dasar dalam Membangun Relasi dengan Diri Sendiri, Sesama, Lingkungan, dan Tuhan
Bagian ini mengajak mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan dasar yang mereka hadapi dalam membangun relasi dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan. Mahasiswa didorong untuk merefleksikan pengalaman mereka dan menjelaskan mengapa persoalan-persoalan tersebut muncul.
3.4 C. Menggali Sumber dan Argumentasi Relasi Manusia dengan Diri Sendiri, Sesama, Lingkungan dan Tuhan
Bagian ini membahas secara rinci hubungan manusia dengan dirinya sendiri (pentingnya mengenal dan menerima diri), hubungan dengan sesamanya (aspek individu dan sosial, berbagai bentuk kerjasama), dan hubungannya dengan Tuhan. Pembahasan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang relasi manusia dengan dirinya sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan.
Referensi Dokumen
- Rerum Novarum ( Paus Leo XIII )
- Quadrogesimo Anno ( Paus Pius XI )
- Mater et Magistra ( Paus Yohanes XXIII )
- Pacem in Terris ( Paus Yohanes XXIII )
- Populorum Progressio ( Paus Paulus VI )