S K R I P S I
Diajukan Untuk memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Pr ogram Studi Manajemen
Oleh :
DEDY UTOMO 0712010214 / FE / EM
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
J AWA TIMUR
2013
PENGARUH
TRUST IN A BRAND
TERHADAP
BRAND
LOYALTY
PADA KONSUMEN FRUIT TEA
DI SURABAYA
S K R I P S I
Oleh :
DEDY UTOMO 0712010214 / FE / EM
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
J AWA TIMUR
PADA KONSUMEN FRUIT TEA DI SURABAYA
Disusun Oleh:
Dedy Utomo 0712010214/FE/EM
Telah Dipertahankan Dihadapan dan Diterima Oleh Tim Penguji Skripsi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Pada Tanggal 22 Maret 2013
Pembimbing Utama Tim Penguji Ketua
Drs. Ec. Hery Pudjoprastyono, MM Dra. Ec. Nuruni Ika K.W, MM Sekretaris
Drs. Ec. Pandji.S, MM Anggota
Drs. Ec. Hery Pudjoprastyono, MM
Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Dr. Dhani Ichsanuddin Nur, MM NIP. 19630924 198903 1001
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Trust In A Brand Ter hadap Brand Loyalty Pada Konsumen Fruit Tea Di Sur abaya” dengan baik.
Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi satu syarat penyelesaian Program Studi Pendidikan Strata Satu, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Surabaya.
Dalam penyusunan skripsi, penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan selesai dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis menghaturkan rasa terima kasih yang mendalam kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MT, selaku Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur.
2. Bapak Dr. Dhani Ichsanuddin Nur, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi UPN “Veteran” Jawa Timur.
3. Bapak Dr. Muhadjir Anwar, MM, selaku Ketua Program Studi Manajemen UPN “Veteran” Jawa Timur
ii
menghargai jasa Bapak dan Ibu. Namun teriring do’a semoga apa yang sudah diberikan kepada kami akan terbalaskan dengan berkah dari sang Illahi. 6. Yang terhormat Bapak dan Ibu, sembah sujud serta ucapan terima kasih atas
semua do’a, restu, dukungan, nasehat yang diberikan kepada penulis.
Semoga Allah SWT melimpahkan berkat dan karunia-Nya kepada semua pihak yang telah membantu penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhir kata penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Surabaya, Januari 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
ABSTRAKSI ... ix
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah... 1
1.2. Perumusan Masalah ... 6
1.3. Tujuan Penelitian ... 6
1.4. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II TINJ AUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu... 8
2.2. Landasan Teori ... 9
2.2.1. Pengertian Pemasaran ... 9
2.2.2. Pengertian Manajemen Pemasaran ... 10
2.2.3. Konsep Pemasaran ... 11
2.2.4. Tujuan Pemasaran ... 12
2.2.5. Pengertian Merek (Brand) ... 13
iv
2.3. Kerangka Konseptual ... 24
2.4. Hipotesis ... 25
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 26
3.1.1. Definisi Operasional ... 26
3.1.2. Pengukuran Variabel ... 29
3.2. Teknik Penentuan Sampel ... 30
3.3. Teknik Pengumpulan Data ... 31
3.3.1. Jenis Data ... 31
3.3.2. Sumber Data ... 32
3.3.3. Pengumpulan Data ... 32
3.4. Teknik Analisis Data ... 32
3.5. Uji Validitas Dan Reliabilitas ... 36
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 38
4.1.1. Sejarah Singkat Fruit Tea... 38
4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan... 39
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian ... 40
4.2.1. Deskripsi Karakteristik Responden ... 40
4.2.2. Deskripsi Trust in a Brand (X) ... 42
4.2.2.1. Brand Characteristic (X1) ... 42
4.2.2.2. Deskripsi CompanyCharacteristic (X2) .. 44
4.2.2.3. Deskripsi Consumer-Brand Characteristic (X3) ... 45
4.2.2.4. Deskripsi Brand Loyalty (Y) ... 46
4.3. Analisis Data dengan PLS ... 47
4.3.1. Pengujian Model Pengukuran (Outer Model) ... 47
4.3.2. Analisis Model Pengukuran PLS ... 51
4.3.3. Evaluasi Pengujian Strutural Model (Inner Model) 53
4.4. Pembahasan ... 54
4.4.1. Pengaruh Trust in a Brand Terhadap Brand Loyalty ... 54
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 56
5.2. Saran ... 56
vi
Tabel 1.1 Top Brand Indeks Award ... 4
Tabel 1.2 Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Produk The Dalam Kemasan Siap Minum Tahun 2010 – 2011 ... 5
Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 40
Tabel 4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 41
Tabel 4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Mengkonsumsi Fruit Tea minimal 2 kali Dalam Sebulan ... 41
Tabel 4.4.Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Brand Characteristic (X1)... 43
Tabel 4.5. Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Company Characteristic (X2) ... 44
Tabel 4.6. Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Consumer-BrandCharacteristic (X3) ... 45
Tabel 4.7. Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Brand Loyalty (Y) ... 46
Tabel 4.8. Outer Loading (Model Pengukuran dan Validitas) ... 47
Tabel 4.9. Average Variance Extracted (AVE)... 49
Tabel 4.10 Composite Reliability ... 50
Tabel 4.11. Results For Outer Weights ... 51
Tabel 4.12. R-Square... 53
Tabel 4.12. Results ForInner Weight ... 53
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Kerangka Konseptual... 24
Gambar 3.1. Model Penelitian ... 35
Gambar 4.1. Model Pengukuran PLS Hubungan Trust in a Brand (X) dan
viii Lampiran 1. Kuesioner
Lampiran 2. Tanggapan Responden Terhadap Trust In A Brand (X) dan Brand Loyalty (Y)
Lampiran 3. Hasil Pengolahan Data
PENGARUH TRUST IN A BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY PADA KONSUMEN FRUIT TEA
DI SURABAYA
Oleh: DEDY UTOMO
Abstraksi
Berdasarkan Daftar TBI (Top Brand Indeks) minuman teh siap minum Fruit Tea Sosro dari tahun 2010 - 2011 menjelaskan bahwa nilai Top Brand Index (TBI) Fruit Tea mengalami penurunan dari tahun 2010 bernilai 12,9 % selanjutnya pada tahun 2011 menjadi 5,8 %. Hal tersebut didukung oleh tingkat kepuasan pelanggan Fruitea. berdasarkan majalah SWA tahun 2010 – 2011, dapat diketahui daftar peringkat tingkat kepuasan pelanggan untuk produk the dalam kemasan siap minum bahwa nilai tingkat kepuasan pelanggan (TSS = total satisfaction score) untuk produk teh dalam kemasan siap minum merek fruit tea tahun 2010 sebesar 3,802 dengan peringkat ke 4 dan nilai TSS mengalami kenaikan di tahun 2011 sebesar 3,865 dengan peringkat ke 3, meskipun fruit tea mengalami kenaikan peringkat dan nilai TSS, namun pesaing utama fruit tea yaitu ultra the kotak dan frestea menempati posisi di atas fruit tea untuk tingkat kepuasan pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh trust in a brand terhadap brand loyalty pada konsumen Fruit Tea.
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling tepatnya accidental sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang tersebut cocok sebagai sumber data. Penentuan jumlah sampel didasarkan pada asumsi SEM bahwa besarnya jumlah sampel yaitu 5-10 kali parameternya yang di estimasi. Pada penelitian ini ada 16 indikator, sehingga jumlah sampel yang diestimasi yaitu antara 80-160. Adapun jumlah sampel yang ditetapkan adalah (16 x 8) = 128 responden yang merupakan pelanggan fruit tea di Surabaya.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kepercayaan merek (trust in a brand) mampu memberikan konstribusi yang nyata terhadap loyalitas merek (brand loyalty) pada konsumen Fruit Teadi Surabaya
1 1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangan zaman yang semakin modern ini banyak sekali perusahaan yang berlomba-lomba untuk meningkatkan penjualan, sehingga muncul suatu kondisi persaingan yang sangat ketat pada setiap perusahaan. Perusahaan harus mampu mengikuti perkembangan serta persaingan pada industri agar dapat tetap mengambangkan perusahaannya dengan menjaga kualitas produk, pelayanan dan mempertahankan loyalitas konsumen. Menurut Riana (2008; 186) menyatakan loyalitas pelanggan terhadap merek produk merupakan konsep yang sangat penting khususnya pada kondisi tingkat persaingan yang sangat ketat dengan pertumbuhan yang rendah. Pada kondisi demikian loyalitas pada merek sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat bertahan hidup. Di samping itu, upaya mempertahankan loyalitas merek ini merupakan upaya strategis yang lebih efektif dibandingkan dengan upaya menarik pelanggan baru
Loyalitas merk adalah komitmen yang dimiliki oleh para konsumen dalam melakukan pertimbangan pembelian ulang suatu produk barang atau jasa baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang. Mowen (2007:109) mengemukakan bahwa loyalitas dapat didasarkan pada perilaku pembelian suatu produk yang dikaitkan dengan proporsi pembeli. Salah satu konsep terpenting dalam kondisi tingkat persaingan yang sangat ketat dengan tingkat pertumbuhan yang rendah adalah dengan menjaga dan memperhatikan loyalitas konsumen terhadap merek produk. Mempertahankan loyalitas merek merupakan strategi
2
yang paling efektif dibandingkan dari strategi untuk mencari konsumen yang baru, karena dengan loyalitas konsumen suatu merek akan mendapat tempat yang istimewa dan tidak akan pernah tergantikan oleh merek lain. Sehingga dengan loyalitas merek perusahaan akan tetap dapat hidup dan mengembangkan perusahaannya. Loyalitas perusahaan tidak hanya mampu mempertahankan konsumen baru dan nilai dalam bisnis, tetapi perusahaan dapat menarik konsumen baru (Beerli et al, 2004).
Penelitian ini mengambil salah satu obyek minuman kemasan teh yaitu Fruit Tea yang merupakan produk inovatif minuman siap saji (RTD) yang secara khusus dirancang untuk memuaskan seluruh panca indera konsumen Indonesia. Produk minuman kemasan merek teh Fruit Tea adalah salah satu produk PT SINAR SOSRO.
PT SINAR SOSRO merupakan perusahaan minuman teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia dan di dunia. Beberapa produk PT SINAR SOSRO antara lain : Teh botol Sosro, Fruit Tea dan Joy Tea Green
Dengan bertujuan untuk pengembangan produk, maka PT. SINAR SOSRO pada Tahun 1997 mengeluarkan produk minuman teh berbasis buah-buahan yaitu Fruit Tea Sosro dengan target segmen REMAJA. Produk ini cukup sukses dipasar sehingga pada tahun 2004 memperoleh Indonesia Best Brand Award sebagai Most Potential Brand In Non-Carbonated Drink Category.
Fruit Tea Sosro kini hadir dengan Varian Rasa Sensasi Baru yaitu : Fruit Tea Sosro Hot, Fruit Tea Sosro Freeze, dan Fruit Tea Sosro Wow. Fruit Tea Sosro juga hadir dalam beberapa jenis kemasan yakni : Kemasan Botol Beling (Returnable Glass bottle) dengan ukuran 235ml, Kemasan Genggam (Tetra Pak) dengan volume 200 ml, Kemasan Kaleng (Can) dengan volume 318ml, Kemasan Botol Plastik atau PET (Poly Ethylene) dengan volume 500ml dan 300 ml, dan Kemasan Pouch dengan volume 230ml
4
Daftar TBI (Top Brand Indeks) minuman teh siap minum Fruit Tea Sosro dari tahun 2010 - 2011 :
Table 1.1
Top Brand Indeks (TBI) Tahun 2010 – 2011 Tahun 2010 Tahun 2011
Peringkat Merek TBI Peringkat Merek TBI 1 Teh Botol Sosro 51,8% 1 Teh Botol Sosro 59,5% 2 Frestea 14,8% 2 Frestea 10,7% 3 Fruit tea 12,9% 3 Mountea 7,7% 4 Ultra teh kotak 5,2% 4 Fruit Tea 5,8% Sumber : Majalah Marketing, www.tobrand-award.com
Hal tersebut didukung oleh tingkat kepuasan pelanggan Fruitea. Berdasarkan majalah SWA tahun 2010 – 2011, dapat diketahui daftar peringkat tingkat kepuasan pelanggan untuk produk teh dalam kemasan siap minum, seperti pada tabel berikut :
Table 1.2
Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Produk Teh Dalam Kemasan Siap Minum Tahun 2010 – 2011 Meskipun fruit tea mengalami kenaikan peringkat dan nilai TSS, namun pesaing utama fruit tea yaitu ultra teh kotak dan frestea menempati posisi di atas fruit tea untuk tingkat kepuasan pelanggannya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa loyalitas konsumen terhadap Fruit Tea juga menurun dan terdapat adanya kemungkinan terjadi suatu
6
permasalahan yang patut untuk diteliti lebih lanjut. Dengan demikian dalam penelitian kali ini Fruit Tea dijadikan objek penelitian, sehingga penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Trust In A Brand Ter hadap Brand Loyalty Pada Konsumen Fruit Tea”.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka secara spesifik permasalahan dalam penelitian ini adalah:
“Apakah variabel trust in a brand berpengaruh terhadap brand loyalty pada konsumen Fruit Tea?”
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka secara spesifik tujuan dalam penelitian ini adalah :
“Untuk mengetahui pengaruh trust in a brand terhadap brand loyalty pada konsumen Fruit Tea”
1.4. Manfaat Penelitian
1. Bagi Universitas
Memberikan sumbangan informasi pihak lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan dapat menambah kepustakaan sebagai informasi bahan pembanding bagi penelitian lain serta sebagai wujud Darma Bakti kepada perguruan tinggi UPN “Veteran” Jatim pada umumnya dan Fakultas Ekonomi pada khususnya.
2. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan memberikan informasi dan pengetahuan mengenai pengaruh trust in a brand terhadap brand loyalty kepada perusahaan yang membutuhkan.
3. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat memperikan ilmi pengetahuan dan wawasan dalam pembelajaran tentang nilai perusahaan khususnya dalam materi dan literatur mengenai trust in a brand dan brand loyalty
BAB 2
TINJ AUAN PUSTAKA
2.1. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang releven dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh:
1. Riana (2008), Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Denpasar, dengan judul “Pengaruh Truns In Brand Terhadap Brand Loyalty Pada Konsumen Air Minum Aqua Di Kota Denpasar” Metode penarikan sample dilakukan dengan menggunakan Quota Accidental Sampling. Sampel yang digunakan adalah 114 orang responden. Kesimpulan variable yang digunakan dalam penelitian yaitu Trust in brand dan Brand loyalty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan signifikan
3. Rully (2006) tentang “Brand Trust dalam Konteks Loyalitas Merek: Peran Karakteristik Perusahaan, dan Karakteristik Hubungan Pelanggan-Merek”. Penelitian ini memfokuskan perilaku konsumen sebagai aktivitas utama pemasaran yang dan hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa memiliki hubungan positif yang signifikan antara variabel Trust in a brand terhadap konteks loyalitas merek, meskipun ditemukannya basis-basis konseptual yang lemah terhadap ukuran keperilakuan.
Sejumlah penelitian terdahulu menemukan bahwa pengujian yang dilakukan terhadap Trust in a brand dengan menggunakan proksi fiability, intentionally, dan overall Satisfaction memberikan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty (Chouldum, 2004).
Dengan melihat hasil dari penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini ditemukan persamaan yakni variabel trust in a brand berpengaruh terhadap brand loyalty. Dan adapun perbedaan dalam penelitian ini adalah objek penelitian dan metode penelitian.
2.2. Landasan Teori
2.2.1. Pengertian Pemasaran
Banyak definisi pemasaran yang dikemukakan oleh para ahli dalam bidang ini walaupun masing–masing memberikan penekanan yang berbeda namun pada intinya tujuan mereka sama yaitu bertitik tolak pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
10
Kotler (2007: 8) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Selanjutnya Swastha (2009: 5) mendefinisikan pemasaran sebagai sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Dari pengertian-pengertian pemasaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu bentuk kegiatan yang mencakup unsur pemasaran seperti merencanakan, menentukan harga, mempromosikan serta mendistribusikan barang dan jasa tersebut kepada pelanggan yang membutuhkannya.
2.2.2. Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengendalikan kegiatan-kegiatan pemasaran untuk membantu dan mendukung proses pertukaran yang efisien dan efektif. Definisi manajemen pemasaran banyak diberikan para ahli dalam pemasaran.
menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan target pembeli dengan mencapai sasaran organisasi. Jadi manajemen pemasaran termasuk olah permintaan yang akhirnya termasuk menata-olah hubungan demi pelanggan.
Manajemen pemasaran menurut Kotler yang dikutip oleh Swasta dan Handoko (2005:4) adalah manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju denga maksud untuk mencapai tujuan perusahaaan. Titik berat diletakkan pada penawaran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar tersebut serta menentukan harga, mengadakan komunikasi dan distribusi yang efektif untuk memberi tahu, mendorong serta melayani pasar.
2.2.3. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran selalu menekankan bahwa kunci sukses untuk keberhasilan tujuan perusahaan adalah dengan mengutamakan pada pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan melalui cara yang lebih efektif dan lebih efisien daripada yang dilakukan oleh para pesaing.
Menurut Peter dan Olson (2006: 3) menyatakan bahwa perusahaan harus memahami dan tetap dekat dengan pelanggan dalam menyajikan produk serta pelayanan yang baik, yang akan dibeli dan digunakan pelanggan.
Kotler dan Amstrong (2007: 17) mengemukakan bahwa konsep pemasaran merupakan falsafah manajemen pemasaran yang berkeyakinan bahwa pencapaian
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
12
sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan yang didambakan itu lebih efektif dan efisien ketimbang pesaing.
Konsep pemasaran menurut Lamb, et. al. (2006: 6) adalah alasan keberadaan sosial dan ekonomi bagi suatu organisasi dalah memuaskan kebutuhan pelanggan dan keinginan tersebut sesuai dengan sasaran perusahaan. Hal tersebut tersebut didasarkan pada pengertian bahwa suatu penjualan tidak tergantung pada agresifnya tenaga penjual tetapi lebih pada keputusan pelanggan untuk membeli suatu produk, bahkan apa yang pelanggan pikirkan itulah yang mereka beli-nilai yang mereka persepsikan.
Konsep pemasaran menurut Lamb, et. al. (2006: 6) terdiri dari sebagai berikut :
1. Fokus pada kemauan dan keinginan pelanggan sehingga organisasi dapat membedakan produknya dari produk yang ditawarkan oleh para pesaing 2. Mengintegrasikan seluruh aktivitas organisasi, termasuk di dalamnya
produksi untuk memuaskan kebutuhan ini.
3. Pencapaian tujuan jangka panjang bagi organisasi dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan secara hukum dan bertanggung jawab.
2.2.4. Tujuan Pemasaran
1. Memaksimalkan konsumsi
Banyak eksekutif bisnis percaya bahwa jabatan pemasaran semestinya dapat mendorong konsumsi maksimum, yang pada gilirannya akan menciptakan produksi, kesempatan kerja, dan kemakmuran maksimum.
2. Memaksimalkan kepuasan pelanggan
Pandangan lain menyatakan bahwa sistem pemasaran adalah untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan, bukan jumlah konsumsinya.
3. Memaksimalkan pilihan
Memaksimalkan ragam produk dan pilihan pelanggan akan memungkinkan pelanggan mendapatkan barang yang benar-benar memuaskan selera mereka. 4. Memaksimalkan mutu kehidupan
Mutu kehidupan ini tidak hanya mencakup kualitas, kuantitas, ketersediaan dan harga barang, tetapi juga mutu lingkungan fisik dan budaya
2.2.5. Pengertian Merek (Brand)
Keahlian yang sangat unik pemasar professional adalah kemampuannya untuk menciptakan, memelihara,melindungi, dan meningkatkan merek. Para pemasar mengatakan bahwa pemberian merek adalah seni dan bagian paling penting dalam pemasaran.
Kolter (2007: 460) menyatakan bahwa merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi yang berkaitan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seseorang atau kelompok penjual serta bertujuan untuk membedakan dari produk lainnya. Merek dapat membantu konsumen dalam
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
14
pemberian tanda mengenai sumber produk tertentu, sehingga konsumen dapat mengingat dan memberikan penilaian atas kualitas dan pelayanan dari barang atau jasa yang mereka peroleh. Disamping itu merek dapat sebagai pelindung bagi konsumen maupun produsen dari para pesaing yang berusaha untuk mencontoh atau membuat produsen dari para pesaing yang berusaha untuk mencontoh atau membuat kesamaan produk-produk yang dapat terlihat identik bagi konsumen.
Menurut, American Marketing Association (Kotler, 2005: 460), merek adalah nama, istilah, tanda, symbol, rancangan, atau kombinasi dari hal – hal tersebut,yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing.
Suatu perusahaan dapat dikatakan sebagai pemasar professional apabila perusahaan memiliki keahlian atau kemampuan untuk menciptakan, memelihara, melindungi dan mengembangkan suatu merek dan citra merek. Menurut Kolter (2005: 460) merek mempunyai berbagai macam level pengertian, diantaranya adalah :
1. Atribut, merek dapat digunakan untuk meningkatkan atribut tertentu pada masing-masing produk atau jasa.
3. Nilai, yang merupakan bahwa merek juga memberikan nilai pada produsen, yang dapat digunakan konsumen dalam menilai kinerja, keamanan, serta dalam hal-hal yang ada dalam suatu citra merek bagi para produsen tersebut. 4. Budaya, merek juga mewakili budaya tertentu dimana tempat merek tersebut
dilahirkan dan mulai dikenal oleh konsumen.
5. Kepribadian, merek mencerminkan kepribadian tertentu.
6. Pemakai, merek menunjukan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa merek merupakan penggunaan nama, logo, trade mark, serta slogan untuk membedakan perusahaan-perusahaan dan individu-individu atau sama lain dalam hal apa yang mereka tawarkan. Penggunaan merek tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada konsumen sesuatu yang berkaitan dengan produk agar mudah dikenal. Dengan demikian, suatu merek dapat mengandung tiga hal yaitu sebagai berikut :
1. Menjelaskan apa yang dijual oleh perusahaan. 2. Memjelaskan apa yang dijalakan oleh perusahaan. 3. Menjelaskan profit perusahaan itu sendiri.
2.2.6. Kepercayaan pada Merek (Trust in a Brand)
Kepercayaan konsumen pada merek merupakan bagian dari keinginan dai konsumen untuk percaya dan setia terhadap merek dengan tingkat resiko yang dihadapi karena ekspentasi terhadap merek dapat menciptakan hasil yang positif. Terdapat tiga faktor (merek itu sendiri, perusahaan, dan konsumen) yang dapat
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
16
mempengaruhi kepercayaan terhadap merek yang berhubungan dengan entitas merek yang terkandung dalam hubungan antara konsumen dan merek. (Riana, 2008: 186)
Trust merupakan bagian terpenting yang dimiliki oleh merek karena dipandang sebagai dasar dalam hubungan dengan konsumen. Konsistensi yang dimilki merek untuk memenuhi harapan konsumen dapat menimbulkan kepercayaan yang tercipta dari kepuasan konsumen. Adapun faktor dari dimensi Trust In a Brand adalah Brand Characteristic, Company Characteristic, dan Consumer-Brand Characteristic.
Kepuasan konsumen merupakan salah satu alat ukur yang penting untuk mengukur daya saing suatu perusahaan (Irawan, 2005: 16). Kepuasaan yang tercipta pada konsumen dapat menimbulkan kepercayaan disebakan oleh adanya konsistensi merek dalam memenuhi harapan dan keinginan konsumen. Terdapat faktor-faktor yang menetukan tingkat kepuasan konsumen, diantaranya :
1. Kualitas produk ; dengan melakukan beberapa dimensi yaitu performance, features, reliability, conformance to specification, durability, serviceability,
estetika, dan perceived quality. Hal ini bertujuan untuk memberi kepuasan pada konsumen dengan hasil evaluasi dengan bahwa produk tersebut berkualitas.
3. Emosional ; dengan social value sehingga konsumen merasa puas dan mendapat keyakinan bahwa orang lain akan kagum terhadap produk yang dikenakan.
4. Harga; dengan menetapkan harga yang terjangkau tetapi memilki kualitas yang sama dengan produk lain, sehingga dapat menciptakan tingkat kepuasaan bagi konsumen.
5. Biaya dan pangsa pasar produk yang luas ; dengan melakukan strategi yang tepat untuk memudahkan konsumen dalam mendapatkan produk tersebut, sehimgga konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya lebih dan membuang banyak waktu untuk mendapatkan produk tersebut.
Menurut Riana (2008: 197), kepercayaan merek dibentuk 3 faktor sebagai berikut :
1. Brand characteristic mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan pengambilan keputusan konsumen untuk mempercayai suatu merek. Hal ini disebabkan oleh konsumen melakukan penilaian sebelum membeli. Karakteristik merek yang berkaitan dengan kepercayaan merek meliputi dapat diramalkan mempunyai reputasi dan kompeten.
Brand characteristic dibentuk oleh 3 indikator antara lain : a. Brand Reputation
b. Brand Predictability c. Brand Competence
2. Company characteristic yang ada dibalik suatu merek juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan komsumen terhadap merek tersebut.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
18
Pengetahuan konsumen tentang perusahaan yang ada dibalik merek suatu produk merupakan dasar awal pemahaman konsumen terhadap merek suatu produk. Karakteristik ini meliputi reputasi suatu perusahan, motivasi perusahan yang diinginkan, dan integritas suatu perusahaan.
Company characteristic dibentuk oleh 3 indikator antara lain: a. Trust In Company
b. Company Reputation
c. Company Trust Perceived Motive
3. Consumer brand characteristic merupakan dua kelompokyang saling mempengaruhi. Oleh sebab itu, karakteristik konsumen merek dapat mempengarihi kepercayaan terhadap merek, kesukaan terhadap merek, dan pengalaman terhadap merek.
Consumer brand characteristic dibentuk oleh 3 indikator antara lain: a. Experience with the brand
b. Liking the brand c. Peer Support
Dengan demikian, kesamaan konsep diri konsumen dengan kepribadian merek sangat berkaitan dengan kepercayaan konsumen dengan merek tersebut.
Kesukaan terhadap merek menunjukkan kesukaan yang dimiliki oleh suatu kelompok terhadap kelompok lain karena kesamaan visi dan daya tarik.untuk mengawali hubungan suatu kelompok harus disukai atau mendapat simpati dari kelompok yang lain. Bagi konsumen, untuk membuka hubungan dengan suatu merek, maka konsumen harus menyikai merek tersebut
2.2.7. Loyalitas merek (Brand Loyalty)
Loyalitas merek merupakan suatu konsep yang penting dalam strategi pemasaran, dimana loyalitas merek yang diberikan para konsumen menjadi suatu alat ukur untuk menetukan keberhasilan sautu barang atau jasa, sehingga perusahaan dapat bertahan hidup. Loyalitas adalah suatu komitmen bagi para konsumen dalam melakukan pembelian ulang dalam suatu barang atau jasa baik pada masa sekarang maupun diamasa yang akan datang meskipun banyak pesaing baru dalam konteks yang sama.
Aaker (1996) dalam Riana (2008: 187), mendefinisikan brand loyalty sebagai “A measure of the attachment that a costumer has a brand”. Loyalitas merek menunjukan adanya suatu ikatan antara konsumen dengan merek tertentu dan sering kali ditandai dengan adanya pembelian ulang dari konsumen. Dalam suatu perusahaan yang memiliki tinkat loyalitas konsumen yang sangat tinggi, dapat dikatan bahwa perusahaan tersebut mampu menekan atau menguranggi biaya pemasaran, karena dengan adanya loyalitas perusahaan dapat meminumkan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
20
biaya untuk mempertahankan konsumen, dibandingkan dengan melakukan strategi yang baru mendapatkan konsumen baru. Semakin tingginya loyalitas merek dapat meningkatkan perdagangan dan dapat menarik minat konsumen baru karena mereka memilki argumen untuk membeli produk yang memilki loyalitas merek tanpa mengkhawatirkan resiko pembelian terhadap produk atau jasa tersebut.
Menurut Assael (1998) dalam Thayadi (2006) loyalitas konsumen memilki empat macam kecenderungan, diantaranya adalah
1. Percaya diri ; Dapat diartikan bahwa konsumen yang loyal terhadap suatu merek biasanya terkesan percaya diri dalam melakukan pembelian yang sesuai dengan pilihannya.
2. Resiko tinggi ; Diartikan bahwa konsumen yang loyal terhadap merek merasakan tingkat resiko yang tinggi dalam melakukan pembelian, karena konsumen melakukan pembelian secara berulang-ulang dengan asumsi mereka akan mendapatkan produk, kualitas, dan layanan yang sama.
3. Loyal terhadap toko (store loyalty) ; Diartikan bahwa konsumen yang loyal terhadap suatu merek akan memberikan kepercayaan terhadap toko atau loyal terhadap toko dengan melakukann pembelian secara berulang-ulang dan tidak terpengaruh terhadap merek baru dari para pesaing baru.
Konsumen yang loyal dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam menghasilkan dan mengembangkan bisinisnya. Menurut Reichheld (1999) dalam Tjahyadi (2006) keuntungan bagi perusahaan tersebut meliputi :
1. Continues profit yang merupakan keunggulan jangka panjang yang diberikan oleh konsumen yang loyal terhadap suatu perusahaan dengan perolehan profit yang tetap dari konsumen tersebut.
2. Reduces marketing cost merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan adanya upaya untuk meminimumkan advertising cost karena adanya upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik konsumen potensial atau konsumen baru dengan menginvestasikan dananya, seperti dengan melakukan advertising.
3. Increase per customer revenue growth merupakan kesetiaan konsumen pada perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai pangsa pasar market share yang lebih besar dan semakin mudah untuk dikembangkan.
4. Decrease operating cost merupakan keuntungan perusahaan dalam menggurangi pengeluaran biaya layanan karena konsumen sudah mengenal dan memahami produk-produk dari suatu perusahaan tersebut.
5. Increase referrals merupakan keuntungan bagi perusahaan yang diberikan konsumen karena konsumen yang puas akan suatu produk atau merek akan merekomendasikan pengalamannya terhadap merek tersebut kepada orng lain. Karena referrals merupakan sumber yang penting dan diyakini dapat berdampak positif bagi konsumen potensial.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
22
6. Increase price premiums merupakan keuntungan yang diberikan konsumen dengan membayar lebih untuk sebuah merek yang diyakini, karena memiliki keyakinan untuk mendapatkan produk atau merek tersebut yang unik dengan nilai yang cukup tinggi. Karena mereka merasa tidak ada merek lain yang dapat memberikan kualitas dan layanan yang sama dengan merek tersebut. 7. Provide competitive advantage merupakan ketidak sensitifan para konsumen
yang loyal terhadap suatu merek akan peningkatan harga, sehingga perusahaan dapat mempertahankan perbedaan harga karena perusahaan percaya akan kemampuan produk dapat memuaskan kebutuhan para konsumen yang loyal.
Menurut pernyataan Riana (2008:197), bahwa loyalitas diukur dengan 4 indikator :
1. Selalu membeli merek Fruit Tea
2. Mencari tempat – tempat yang menyediakan Fruit Tea 3. Merekomendasikan Fruit Tea kepada konsumen yang lain 4. Bersedia membayar lebih tinggi
2.2.8. Pengaruh Trust In a Brand Terhadap Brand Loyalty
produk atau merek dinilai konsumen tersebut memiliki brand loyalty yang lebih dalam terhadap merek tersebut dan konsumen akan rela mengorbankan waktu serta biaya yang lebih untuk mendapatkan suatu merek yang dinilai sesuai dengan harapan dan cerminan dirinya tersebut.
Karakteristik merek dinilai berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen terhadap suatu merek. Hal ini dikarenakan konsumen akan mempertimbangkan karakteristik merek yang merekan percaya dan sesuai keinginan para konsumen. Konsumen akan percaya terhadap suatu merek apabila perusahaan memiliki kinerja dan repitasi yang baik. Menurut Riana (2008: 192) sikap loyal terhadap suatu merek dapat terjadi apabila karakteristik yang dimiliki oleh suatu dengan harapan yang dimiliki oleh konsumen, dan karakteristik perusahaan akan mempengaruhi tingkat loyalitas konsumen terhadap suatu merek.
Konsumen yang memiliki kepercayaan pada merek akan membuat konsumen tidak akan berpindah ke merek lain. Jika trust in a brand yang dimiliki oleh konsumen meingkat maka brand loyalty juga akan meningkat. Ketika konsumen percaya pada suatu merek, maka konsumen akan lebih menunjukan sikap dan perilaku positif kepada suatu merek karena merek tersebut memberikan hasil yang positif. (Tjahyadi,2006:75).
Menurut Riana (2008; 187) menyatakan pemahaman yang lengkap tentang loyalitas merek tidak dapat diperoleh tanpa penjelasan mengenai kepercayaan terhadap merek (trust in a brand) dan bagaimana hubungannya dengan loyalitas merek. Dalam pemasaran industri, para peneliti telah menemukan bahwa kepercayaan terhadap sales dan supplier merupakan sumber dari loyalitas. Riana
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
24
memproposisikan bahwa kepercayaan terhadap merek akan menimbulkan loyalitas merek.
2.3. Kerangka Konseptual
Berdasarkan uraian di atas maka dapat ditarik kerangka berpikir sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Brand
Characteristic (X1)
Company Characteristic
(X2)
Consumer-Brand Charateristic
(X3)
Trust in a Brand
(X)
Brand Loyalty
2.4. Hipotesis
Berdasarkan perumusan masalah dan teori yang diajukan tentang pengaruh brand trust dalam konteks loyalitas merek dengan peran karakteristik merek, karakteristik perusahaan, dan karakteristik hubungan konsumen- merek, maka hipotesis yang diajukan adalah :
“Diduga trust in a brand berpengaruh positif signifikan terhadap brand loyalty pada konsumen Fruit Tea di Surabaya”.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1. Definisi Operasional
Definisi operasional variabel-variabel yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
1. Trust in a Brand (X)
Merupakan tingkat kepercayaan konsumen pada produk minuman Fruit Tea. Menurut Riana (2008: 197), kepercayaan merek dibentuk 3 faktor sebagai berikut :
a. Brand Characteristic (X1)
Merupakan karakteristik merek yang berkaitan dengan kepercayaan konsumen terhadap minuman Fruit Tea dalam melakukan penilaian sebelum membeli.
Brand Characteristic (X1) dibentuk oleh 6 indikator antara lain : X1.1 Merek dengan reputasi tinggi
Merupakan reputasi yang dicapai bahwa minuman Fruit Tea dapat memberikan kesegaran
X1.2 Berita positif tentang merek
X1.3 Pengetahuan konsumen tentang merek
Merupakan pengetahuan konsumen mengenai komposisi yang terkandung dalam minuman Fruit Tea
X1.4 Merek yang konsisten dengan kualitasnya
Merupakan ketetapan komposisi Fruit Tea dalam kualitasnya X1.5 Berbeda dengan merek yang lain
Merupakan perbedaan komposisi, kemasan, harga antara minuman Fruit Tea dengan merek lain yang sejenis
b. CompanyCharacteristic (X2)
Merupakan penilaian konsumen terhadap Fruit Tea berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen. Karakteristik perusahaan dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk minuman Fruit Tea
CompanyCharacteristic (X2) dibentuk oleh 4 indikator antara lain : X2.1 Kepercayaan terhadap perusahaan
Merupakan kepercayaan konsumen kepada perusahaan yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap Fruit Tea X2.2 Perusahaan tidak akan menipu konsumen
Merupakan penilaian konsumen terhadap perusahaan yang memiliki reputasi baik dan adanya rasa aman yang diterima konsumen dalam mengkonsumsi Fruit Tea, sehingga konsumen akan percaya pada merek tersebut
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
28
X2.3 Perhatian perusahaan terhadap konsumen
Merupakan perhatian perusahaan minuman Fruit Tea terhadap keluhan para konsumen
X2.4 Keyakinan konsumen terhadap produk perusahaan
Merupakan keyakinan yang dimiliki oleh konsumen untuk mengkonsumsi produk yang dihasilkan oleh minuman Fruit Tea
c. Consumer-BrandCharacteristic (X3)
Merupakan kepercayaan konsumen terhadap suatu merek yang dapat menciptakan loyalitas terhadap Fruit Tea. Karakteristik konsumen-merek merupakan dua kelompok yang saling mempengaruhi kepercayaan terhadap merek. Consumer-Brand Characteristic (X3) dibentuk oleh 3 indikator antara lain :
X3.1 Adanya kesamaan merek dengan emosi konsumen
Merupakan persepsi yang diciptakan minuman Fruit Tea kepada konsumen untuk memberikan kepuasan
X3.2 Merupakan merek favorit
Merupakan pilihan konsumen yang jatuh pada minuman Fruit Tea sesuai dengan seleranya.
X3.3 Merek yang sesuai dengan kepribadian konsumen
2. Brand Loyalty (Y)
Merupakan komitmen dalam melakukan pembelian ulang produk minuman Fruit Tea pada masa yang akan datang
Menurut pernyataan Riana (2008: 197), bahwa loyalitas diukur dengan 4 indikator :
Y1 Selalu membeli merek Fruit Tea
Y2 Mencari tempat – tempat yang menyediakan Fruit Tea Y3 Merekomendasikan Fruit Tea kepada konsumen yang lain Y4 Bersedia membayar lebih tinggi
3.1.2. Pengukuran Variabel
Skala pengukuran yang digunakan adalh skala interval, yaitu skala jenjang semantic differential menurut Indiantoro (2002:105). Analisis ini dilakukan dengan meminta responden untuk menyampaikan pendapatnya tentang serangkaian pernyataan yang berkaitan dengan objek yang diteliti dalam bentuk nilai yang berada dalam rentang dua sisi. Digunakan jenjang 7 dalam penelitian ini mengikuti pola sebagai berikut :
1 7 Sangat tidak setuju Sangat setuju
Tanggapan atau pendapat konsumen dinyatakan dengan memberi skor yang berada dalam rentang nilai 1 sampai dengan 7 pada kotak yang tersedia di sebelahnya, dimana nilai 1 menunjukkan nilai terendah dan nilai 7 nilai tertinggi. Jawaban dengan nilai antara 1-4 berarti kecenderungan untuk tidak setuju dengan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
30
pernyataan yang diberikan, sedangkan jawaban dengan nilai antara 5-7 berarti cenderung setuju dengan pernyataan yang diberikan.
3.2. Teknik Penentuan Sampel a. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2008: 80). Populasi dari peneltian ini adalah seluruh konsumen minuman Fruit Tea di Surabaya terutama konsumen yang melakukan pembelian Fruit Tea di Giant, Royal dan Carrefour.
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. (Sugiyono, 2008: 80)
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling tepatnya tepatnya accidental sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang tersebut cocok sebagai sumber data. (Sugiyono, 2008:85).
Menurut Ferdinand (2002:48), Pedoman pengukuran sampel adalah : - 100-200 sampel teknik maximum likelihood estimation.
- Sedangkan jenis pengambilan sampel didasari oelh analisis SEM bahwa besarnya sampel 5-10 kali parameter yang diestimasi.
- Pada penelitian ini terdapat 16 indikator yang digunakan, dan jumlah sampel adala 16 x 8 =128 responden.
3.3. Teknik Pengumpulan Data
Suatu penelitian pada umumnya merupakan suatu usaha untuk mmembuat fakta-fakta untuk mengembangkan dan menguji adanya kebenaran dengan cara mengumpulkan dan mencatat serta menganalisis data
3.3.1. J enis Data
Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian adalah : 1. Data primer
Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli atau tanpa media perantara (Supranto, 1997:113). Pada penelitian ini data primer diperoleh dari hasil survey dan pengisian kuisioner.
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, baik berupa keterangan maupun literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sifatnya melengkapi atau mendukung data primer (Hadi, 1997). Data sekunder dalam penelitian ini adalah data TBI (Top Brand Indeks) minuman Fruit Tea
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
32
3.3.2. Sumber Data
Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini berasal dari konsumen yang sebagai responden dalam penelitian ini.
3.3.3. Pengumpulan Data
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian dibagi menjadi dua yaitu :
a. Kuesioner
Kuisioner dilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara membagikan angket beserta pertanyaan-pertanyaan kepada responden dengan paduan kuisioner yang telah disediakan pada lembar angket
b. Wawancara
Teknik wawancara ini dilakukan untuk memperoleh data dengan melakukan wawancara atau kuisioner secara langsung terhadap para responden. Wawancara dilakukan dengan metode angket yang meliputi berbagai macam pertanyaan mengenai variabel dan objek penelitian.
c. Observasi
Metode ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang dilakukan untuk melakukan pengamatan langsung pada obyek penelitian.
3.4. Teknik Analisis Data
ini. Teknik Partial Least Square (PLS) dipilih karena perangkat ini banyak dipakai untuk analisis kausal – prediktif yang rumit dan merupakan teknik yang sesuai untuk digunakan dalam aplikasi prediksi dan pengembangan teori seperti pada penelitian ini. SEM berbasis kovarian membutuhkan banyak asumsi parametrik, misalnya variabel yang diobservasi harus memiliki multivariate normal distribution yang dapat terpenuhi jika ukuran sampel yang digunakan besar (antara 200-800). Dengan ukuran sampel yang kecil akan memberikan hasil parameter dan model statistik yang tidak baik (Ghozali, 2008)
PLS tidak membutuhkan banyak asumsi. Data tidak harus berdistribusi normal multivariate dan jumlah sampel tidak harus besar (Ghozali, 2008; 82). Untuk melakukan pengujian dengan SEM berbasis komponen atau PLS, digunakan dengan bantuan SmartPLS. PLS mengenal dua macam komponen dalam model kausal yaitu model pengukuran (measurement models) dan model struktural (structural model).
Model struktural (structural model) terdiri dari konstruk- konstruk laten yang tidak dapat diobservasi, sedangkan model pengukuran terdiri dari indikator- indikator yang dapat diobservasi. Pada pengujian ini juga dilakukan estimasi koefisien- koefisien jalur yang mengidentifikasi kekuatan dari hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent. Model pengukuran (measurement models) terdiri dari hubungan antara item- item variabel dapat diobservasi dan konstruk laten yang diukur dengan item- item tersebut. Seperti dinyatakan oleh Wold (1985) dalam Ghozali (2008; 85), PLS merupakan metode analisis yang powerfull karena tidak didasarkan banyak asumsi. Data tidak harus
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
34
berdistribusi normal multivariate (indikator dengan skala kategori, ordinal, interval sampai ratio dapat digunakan dalam model yang sama). Selain dapat digunakan untuk mengkonfirmasi teori, PLS juga dapat digunakan untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan antar variabel laten. Oleh karea itu lebih menitikberatkan pada data dan dengan prosedur estimasi yang terbatas, maka mengspesifikasi model tidak begitu berpengaruh terhadap estimasi parameter.
Analisis data menggunakan PLS terdiri dari dua sub model (Ghozali (2008; 22-23) yaitu:
1. A Structural Model atau juga disebut inner-model menjelaskan hubungan antara variabel laten yang satu dengan yang lainnya dalam konstruksi. Model struktural menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan pada substantive theory. Perancangan model struktural hubungan antar variabel laten didasarkan pada rumusan masalah atau hipotesa penelitian. Pada penelitian ini model struktural terkait dengan hubungan antara trust in a brand (X) dengan brand loyalty (Y)
Gambar 3.1 Model Penelitian
Adapun alasan penulis memilih dan menggunakan PLS adalah sebagai berikut:
a. Penggunaan PLS tidak mengharuskan jumlah sampel besar, karena ada keterbatasan jumlah sampel yang akan didapatkan sebagai responden pada penelitian maka pendekatan model PLS lebih bisa diterapkan
b. Pada penelitian ini akan mengembangkan model untuk tujuan prediksi
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
36
c. Pada PLS tidak mengasumsikan data berdistribusi tertentu, data berupa nominal, ordinal, interval dan rasio
3.5. Uji Validitas Dan Reliabilitas
Hasil pengumpulan data yang didapat dari kuesioner harus diujikan validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian dikatakan valid, bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Menurut Sugiyono (2008, 348) instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Pada PLS evaluasi validitas model pengukuran atau outer-model yang menggunakan indikator refleksif dievaluasi dengan convergent dan diskriminan validity.
Sedangkan outer-model dengan formatif indikator dievaluasi berdasarkan pada substantive contentnya yaitu dengan membandingkan besarnya relatif weight dan melihat signifikansi dari ukuran weight tersebut berdasarkan pada Chin dalam (Ghozali, 2008, 24).
Sedangkan discriminant validity dinilai berdasarkan crossloading, jika korelasi konstruk dengan item pengukuran lebih besar daripada ukuran konstruk lainnya, maka hal ini menunjukkan bahwa konstruk laten memprediksi ukuran pada blok. Mereka lebih baik daripada blok lainnya. Bisa juga dinilai dengan Square Root Of Average Extracted (AVE), jika nilai akar kuadrat AVE setiap konstruk lebih besar daripada nilai korelasi antar konstruk dengan konstruk lainnya dalam model maka dikatakan memiliki nilai discriminant validity yang baik. (Fornell dan lacker dalam Ghozali, 2008, 25)
Hasil penelitian dikatakan reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda, artinya instrumen yang memiliki reliabilitas adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama juga (Sugiyono, 2008, 348). Selain itu juga instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bisa dicobakan secara berulang- ulang kepada kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama dengan asumsi tidak terdapat perubahan psikologis pada responden. instrumen yang baik tidak bersifat mengarahkan responden untuk memilih jawaban tertentu sebagaimana yang dikehendaki oleh peneliti. Untuk menguji apakah instrumen tersebut reliabel dilihat dari nilai composite. Reliability blok indikator yang mengukur suatu konstruk dan juga nilai cronbach alpha. Jika nilai composite reliability maupun cronbach alpha diatas 0,70 berarti nilai konstruk dinyatakan reliabel (Ghozali, 2008, 43).
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1 Sejar ah Singkat Fruit Tea
Dengan bertujuan untuk pengembangan produk, maka PT. SINAR SOSRO pada Tahun 1997 mengeluarkan produk minuman teh berbasis buah- buahan yaitu Fruit Tea Sosro dengan target segmen remaja yang aktif, dinamis dan kreatif. Keunikan dari produk Fruit Tea Sosro ini adalah minuman berdasar the dengan aneka rasa buah yang disukai remaja. Produk ini cukup sukses dipasar sehingga pada tahun 2004 memperoleh Indonesia Best Brand Award sebagai Most Potential Brand In Non-Carbonate Drink Category
Fruit Tea Sosro hadir dalam beberapa jenis kemasan yakni :
a. Kemasan Botol Beling (Returnable Glass Bottle) dengan ukuran 235ml b. Kemasan Genggam (Tetra Pak) dengan volume 200ml
c. Kemasan Kaleng (Can) dengan volume 318ml
d. Kemasan Botol Plastik atau PET (Poly Ethylene) dengan volume 500ml e. Kemasan Pouch dengan volume 230ml
f. Kemasan PET 300ml
yang juga ditambahkan rasa mint). Fruit Tea dianggap sebagai trend setter minuman teh rasa buah yang terpercaya di Indonesia .
Kandungannya yang terdapat pada Fruit Tea adalah air, gula, ekstrak teh, asam sitrat, asam askorbat, konsetrat sari buah, dan perisa. Dan kandungan di dalamnya telah di uji aman dan sehat oleh BPOM. PT Sinar Sosro mengutamakan mutu dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat serta proses produksinya ramah lingkungan.
4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan
Visi dari PT. Sinar Sosro adalah (sebuah cita-cita) menjadi perusahaan minuman kelas dunia yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen, kapan saja, dimana saja, serta memberikan nilai tambah untuk semua pihak terkait (“The Indonesian World Class Beverage Company”).
Misi dari PT. Sinar Sosro adalah : a) Membangun merek Sosro sebagai merek teh yang alami berkualitas dan unggul. b) Melahirkan merek dan produk baru baik yang berbasis teh maupun non teh dan menjadikannya pemimpin pasar pasa kategorinya masing-masing. c) Memimpin jaringan distribusi Nasional dan membangun jaringan distribusi Internasional. d) Menciptakan dan memelihara komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang, baik dalam volume penjualan maupun jumlah pelanggan. e) Membangun sumber daya manusia dan melahirkan pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai utama perusahaan. f) Memberikan kepuasan kepada para konsumen dan pelanggan. g) Memberikan kontribusi terhadap penerimaan devisa negara.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
40
4.2. Deskr ipsi Hasil Penelitian
4.2.1. Deskr ipsi Karakteristik Responden
Tanggapan responden tentang pengaruh trust in a brand terhadap brand loyalty pada pelanggan Fruit Tea di Surabaya, dimana kuisioner disebarkan pada 128 orang. Untuk jawaban kuisioner dinyatakan dengan memberi skor yang berada dalam rentang nilai 1 sampai 7 pada masing-masing skala, dimana nilai 1 menunjukkan nilai terendah dan nilai 7 menunjukkan nilai tertinggi.
Karakteristik responden yang digunakan dalam penelitian ini dilihat dari jenis kelamin, usia, dan frekuensi mengkonsumsi fruit tea minimal 2 kali dalam sebulan. Berikut karakteristik responden yang disajikan dalam tabel frekuensi berikut :
1. Berdasarkan J enis Kelamin
Dari 128 responden yang menjawab kuesioner yang telah diberikan dapat diketahui jenis kelamin dari responden yakni pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.1.
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Prosentase (%) 1 Pria 76 59.38 2 Wanita 52 40.63 Total 120 100,00 Sumber: Data diolah
2. Berdasarkan Usia
Dari 128 responden yang menjawab kuesioner yang telah diberikan dapat diketahui usia para responden yakni pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.2.
Dari tabel tersebut diketahui responden berusia 21-30 tahun sebanyak 63 orang (49.22 %), usia 31-40 tahun sebanyak 48 orang (37.50 %) dan usia 40 tahun lebih sebanyak 17 orang (13.28 %).
3. Berdasar kan Fr ekuensi Mengkonsumsi Fruit Tea
Dari 128 responden yang menjawab kuesioner yang telah diberikan dapat diketahui frekuensi mengkonsumsi fruit tea dalam sebulan pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.3.
Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Mengkonsumsi Fruit Tea minimal 2 kali Dalam Sebulan
No Pernah/Tidak Jumlah Prosentase (%)
1 Ya 128 100,00
2 Tidak 0 0,00
Total 128 100,00 Sumber: Data diolah
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
42
Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa semua responden yang berjumlah 128 reponden pernah mengkonsumsi fruit tea minimal 2 kali dalam sebulan.
4.2.2. Deskr ipsi Trust in a Brand (X)
Trust in a Brand (X) merupakan tingkat kepercayaan pelanggan pada produk minuman Fruit Tea. Menurut Riana (2008: 197), kepercayaan merek Trust in a Brand (X) dibentuk 3 faktor sebagai berikut: Brand Characteristic (X1), Company Characteristic (X2), Consumer-Brand Characteristic (X3) dan Brand Loyalty (Y)
Penjelasan masing-masing dimensi pembentuk Trust in a Brand (X) adalah sebagai berikut :
4.2.2.1. Deskr ipsi Brand Characteristic (X1)
Tabel 4.4.
Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Brand Characteristic (X1)
No Pertanyaan Skor Jawaban Mean Skor 1 2 3 4 5 6 7
1 Menurut anda, minuman teh kemasan
fruit tea dapat memberikan kesegaran 0 0 5 13 38 51 21 5.55 2
Menurut anda, pengetahuan masyarakat secara umum tentang minuman Fruit Tea cukup baik
0 0 3 7 33 54 31 5.80
3
Menurut anda, anda sering mendengar berita tentang manfaat fruit tea bagi kesehatan
0 0 4 10 36 57 21 5.63
4
Menurut anda, masyarakat mengetahui komposisi yang terkandung pada minuman fruit tea
0 0 1 17 23 63 24 5.72
5
Menurut anda, teh kemasan fruit tea memiliki komposisi yang konsisten dengan kualitasnya
0 0 3 14 33 56 22 5.63
6
Menurut anda, teh kemasan fruit tea memiliki perbedaan komposisi, kemasan, harga dengan merek lain yang sejenis
0 0 2 20 64 25 17 5.27
Mean Skor Keseluruhan 5.60 Sumber : Data diolah
Berdasarkan tabel tersebut, diketahui bahwa pernyataan “Menurut anda, pengetahuan masyarakat secara umum tentang minuman Fruit Tea cukup baik” memiliki nilai rata- rata tertinggi sebesar 5,80, yang berarti responden setuju bahwa pengetahuan masyarakat secara umum tentang minuman Fruit Tea cukup baik. Sedangkan secara keseluruhan rata- rata tanggapan responden terhadap variabel brand characteristic (X1) sebesar 5.60, yang berarti responden setuju bahwa karakteristik merek yang berkaitan dengan kepercayaan pelanggan terhadap minuman Fruit Tea dalam melakukan penilaian sebelum membeli di Surabaya cukup baik.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
44
4.2.2.2. Deskr ipsi CompanyCharacteristic (X2)
Company Characteristic (X2) merupakan penilaian pelanggan terhadap Fruit Tea berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh pelanggan. Karakteristik perusahaan dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan pelanggan terhadap produk minuman Fruit Tea. Hasil tanggapan responden terhadap CompanyCharacteristic (X2) dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.5.
Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai CompanyCharacteristic (X2)
No Pertanyaan Skor Jawaban Mean Skor 1 2 3 4 5 6 7
1
Menurut anda, perusahaan yang memproduksi teh kemasan merek fruit tea cukup dipercaya masyarakat
0 0 4 25 29 40 30 5.52
2
Menurut anda, perusahaan yang memproduksi teh kemasan merek fruit tea tidak akan menipu pelanggannya
0 0 4 22 51 43 8 5.23
3
Menurut anda perusahaan yang memproduksi teh kemasan merek fruit tea memberikan perhatian terhadap pelanggan
0 0 1 23 40 60 4 5.34
4
Menurut anda, pelanggan cukup yakin untuk mengkonsumsi produk yang dihasilkan oleh minuman Fruit Tea
0 0 4 14 47 51 12 5.41 Mean Skor Keseluruhan 5.38 Sumber : Data diolah
tanggapan responden terhadap variabel companycharacteristic (X2) sebesar 5,38, yang berarti responden setuju bahwa penilaian pelanggan di Surabaya terhadap Fruit Tea berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh pelanggan cukup baik.
4.2.2.3. Deskr ipsi Consumer-BrandCharacteristic (X3)
Consumer-Brand Characteristic (X3) merupakan kepercayaan pelanggan terhadap suatu merek yang dapat menciptakan loyalitas terhadap Fruit Tea. Karakteristik pelanggan-merek merupakan dua kelompok yang saling mempengaruhi kepercayaan terhadap merek. Hasil tanggapan responden terhadap Consumer-BrandCharacteristic (X3) dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6.
Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Consumer-BrandCharacteristic (X3)
No Pertanyaan Skor Jawaban Mean Skor 1 2 3 4 5 6 7
1
Menurut anda, anda mengkonsumsi teh kemasan merek fruit tea lebih berdasarkan pengalaman pada masa lalu
0 0 2 30 45 31 20 5.29 2 Menurut anda, teh kemasan merek fruit
tea merupakan teh kemasan favorit 0 0 7 18 29 35 39 5.63 3
Menurut anda, anda mengkonsumsi teh kemasan merek fruit tea berdasarkan reverensi dari orang- orang terdekat
0 0 8 14 45 48 13 5.34 Mean Skor Keseluruhan 5.24 Sumber : Data diolah
Berdasarkan tabel tersebut, diketahui bahwa pernyataan “Menurut anda, teh kemasan merek fruit tea merupakan teh kemasan favorit” memiliki nilai rata- rata tertinggi sebesar 5,63, yang berarti responden setuju bahwa teh kemasan merek fruit tea merupakan teh kemasan favorit. Sedangkan secara keseluruhan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
46
rata- rata tanggapan responden terhadap consumer-brand characteristic (X3) sebesar 5,24, yang berarti responden setuju bahwa kepercayaan pelanggan terhadap merek fruit tea sehingga mampu menciptakan loyalitas pelanggan cukup baik.
4.2.2.4. Deskr ipsi Brand Loyalty (Y)
Brand Loyalty (Y) merupakan komitmen dalam melakukan pembelian ulang produk minuman Fruit Tea pada masa yang akan datang. Hasil tanggapan responden terhadap Brand Loyalty (Y) dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.7.
Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Brand Loyalty (Y)
No Pertanyaan Skor Jawaban Mean Skor 1 2 3 4 5 6 7
1 Menurut anda, anda selalu ingin membeli
teh kemasan merek fruit tea 0 0 5 23 33 51 16 5.39 2
Menurut anda, anda akan mencari tempat- tempat yang menyediakan teh kemasan merek fruit tea
0 0 6 8 38 46 30 5.67
3
Menurut anda, anda akan merekomendasikan kepada pelanggan teh kemasan merek lain tentang teh kemasan merek fruit tea
0 0 1 14 41 47 25 5.63
4
Menurut anda, anda bersedia membayar lebih tinggi untuk mendapatkan teh kemasan merek fruit tea
0 0 4 24 37 51 12 5.34 Mean Skor Keseluruhan 5.51 Sumber : Data diolah
bahwa pelanggan akan mencari tempat- tempat yang menyediakan teh kemasan merek fruit tea. Sedangkan secara keseluruhan rata- rata tanggapan responden terhadap brand loyalty (Y) sebesar 5,51, yang berarti responden setuju bahwa pelanggan akan melakukan pembelian ulang produk minuman Fruit Tea pada masa yang akan datang
4.3. Analisis Data dengan PLS
4.3.1. Pengujian Model Pengukuran (Outer Model)
Langkah selanjutnya adalah menilai outer model (Measurement Model) dengan melihat outer loading dan composite reliability dari konstruk.
a. Outer Loading, Hasil pengujian pertama dengan PLS ini menghasilkan outer loading sebagai berikut:
Tabel 4.8
Outer Loading (Model Pengukuran dan Validitas)
Original Sample
Brand Characteristic 0.837 0.842 0.084 9.987 Company Characteristic 0.841 0.801 0.071 11.838 Consumer_Brand
Characteristic 0.859 0.812 0.106 8.101 BRAND LOYALTY
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
48
Untuk mengetahui indikator validitas pada model dapat dilihat dari outer loading yang diukur oleh loading factor (original sample estimate) dan t-statistic. Loading factor(original sample estimate) merupakan korelasi antara indikator dengan variabel. Jika factor loading > 0,5 maka korelasi disebut valid dan jika t-statistic > 1,96 (nilai Z pada α = 0,05) maka korelasinya disebut signifikan.
Berdasarkan pada tabel outer loading di atas, maka pada variabel dengan indikator reflektif yaitu brand loyalty, dimana seluruh indikator variabel tersebut memiliki loading factor(original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih dari nilai Z α = 0,05 (5%) = 1,96 ), sehingga indikator tersebut adalah menjadi pengukur/indikator variabel tersebut. Secara keseluruhan hasil estimasi telah memenuhi convergen validity dan validitas baik.
Tabel 4.9
Average Variance Extracted (AVE)
Average variance extracted (AVE)
TRUST IN A BRAND
BRAND LOYALTY 0.589 Sumber : Lampiran 3
Model Pengukuran berikutnya adalah nilai Avarage Variance Extracted (AVE) , yaitu nilai menunjukkan besarnya varian indikator yang dikandung oleh variabel latennya. Konvergen Nilai AVE lebih besar 0,5 juga menunjukkan kecukupan validitas yang baik bagi variabel laten. Pada variabelindikator reflektif dapat dilihat dari nilain Avarage variance extracted (AVE) untuk setiap konstruk(variabel). Dipersyaratkan model yang baik apabila nilai AVE masing-masing konstruk lebih besar dari 0,5. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai AVE untuk konstruk (variabel) Brand Loyalty memiliki nilai lebihn besar dari 0,5, sehingga valid.
c. Composite Reliability Composite reliability adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya untuk diandalkan. Bila suatu alat dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten maka alat tersebut reliabel. Dengan kata lain, reliabilitas menunjukkan suatu konsistensi alat pengukur dalam gejala yang sama Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
50
Tabel 4.10 Composite Reliability
Composite Reliability TRUST IN A BRAND
BRAND LOYALTY 0.786 Sumber : Lampiran 3
Reliabilitas konstruk yang diukur dengan nilai composite reliability, konstruk reliabel jika nilai composite reliability di atas 0,70 maka indikator disebut konsisten dalam mengukur variabel latennya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konstruk (variabel) Brand Loyalty memiliki nilai composite reliability lebih besar darin 0,7. Sehingga reliabel. Variabel dengan indikator Formatif yaitu trust in a brand tidak memerlukan ukuran validitas dan reliabilitas. d. Outer weights merupakan outer weight menunjukkan tingkat pengaruh
(koefisien) variabel pengukuran terhadap variabel latennya dalam konstruksi model pengukuran struktural (outer model).
Tabel 4.11
Brand Characteristic 0.407 0.464 0.170 2.397 Company Characteristic 0.400 0.385 0.121 3.307 Consumer_Brand
Characteristic 0.376 0.323 0.234 1.608 BRAND LOYALTY
Hasil pengujian pada tabel outer weight menunjukkann bahwa seluruh indikator (Y1,Y2,Y3 dan Y4) dari variabel Trust in a Brand signifikan karena nilain T-statistiknya di atas 1,96 (pada Z α = 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator adalah valid untuk mengukur variabel Trust in a Brand
4.3.2. Analisis Model Pengukuran PLS
Hasil estimasi dan fit model pengukuran to PLS terlihat pada gambar dan tabel Goodness of Fit di bawah ini
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :