• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Nusa Tenggara Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Nusa Tenggara Barat"

Copied!
222
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1:   Produksi Serelia Pokok dan Umbi-umbian, 2000 - 2009 (Ton) Rata-rata   10 TahunSerealia2000200120022003200420052006200720082009 66,216   1,488,191   10,060   99,486  50,777   1,458,616  96,974   57,785  1,370,171  17,553  87,913  64,228  1,422,
Tabel 2.4:   Produksi Total Serelia per tahun dan Laju Pertumbuhan Produksi untuk periode           2006 - 2009 Laju Pertumbuhan 2006 - 2009KabupatenNo 2006 2007 2008 2009
Tabel 3.2:   Jumlah Kecamatan-kecamatan yang memiliki 30% penduduk hidup                     di bawah garis kemiskinan tahun 2008
Tabel 3.4:   Persentase desa yang tidak dapat di akses oleh kendaraan                                roda empat
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) pangsa pengeluaran pangan layak dijadikan indikator ketahanan pangan, dan berdasarkan indikator tersebut hasil pembangunan selama ini

Data sumber yang digunakan pada penelitian ini adalah data indikator ketahanan pangan kabupaten di wilayah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa

Berdasarkan perhitungan ketahanan pangan rumah tangga di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2010 dengan menyilangkan kondisi pangsa pengeluaran untuk pangan dan

Kategori kelompok yang paling rentan pangan (Prioritas 1 dan 2) mengalami penurunan kondisi kerentanan terhadap kerawanan pangan dan gizi dari 5,2 persen pada 2009 menurun

Berdasarkan Indikator Kinerja Utama Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian pada tahun 2013, sasaran Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan

Berdasarkan perhitungan ketahanan pangan rumah tangga di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2010 dengan menyilangkan kondisi pangsa pengeluaran untuk pangan dan

Pangan mungkin tersedia di suatu wilayah tetapi tidak dapat diakses oleh rumah tangga tertentu karena terbatasnya: 1 Akses ekonomi: kemampuan keuangan untuk membeli pangan yang cukup

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran indikator ketahanan pangan mana yang paling berpengaruh terhadap komposit ketahanan pangan di setiap desa Kabupaten Bandung menggunakan Geographically Weighted Regression dan Strategi