3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dipergunakan adalah penelitian kausal, dimana merupakan yang bertujuan untuk menentukan hubungan sebab-akibat (hubungan kausal) dari suatu fenomena (Singgih, Fandy,2001:48).
3.2. Gambaran Populasi
Dalam penelitian ini, populasi yang akan diteliti adalah pemakai atau pengguna handphone Nokia dan Sony Ericsson minimal 1 tahun, sudah mengganti handphone dengan merek yang sama minimal dua kali, dimana populasinya adalah infinite (tidak terbatas), karena yang ditunjuk sebagai populasi dalam penelitian ini haruslah pemakai handphone Nokia dan Sony Ericsson di Surabaya.
3.3. Teknik dan Prosedur Pengambilan Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang karakteristiknya akan diteliti dan sampel mewakili keseluruhan populasi. Populasi yang diteliti adalah seluruh pemakai produk handphone merek Nokia dan Sony Ericsson di Surabaya.
Karakteristik populasi yang diteliti adalah pemakai produk handphone Nokia dan Sony Ericsson minimal 1 tahun dan sudah mengganti handphone dengan merek yang sama minimal dua kali, dimana populasinya adalah infinite (tidak terbatas). Dalam penelitian ini haruslah pemakai handphone Nokia dan Sony Ericsson di Surabaya.
Metode penarikan sampel menggunakan teknik non-probability sampling (metode tak berpeluang), ini dilakukan karena tidak semua populasi dapat dijadikan sampel, tetapi hanya pemakai produk yang memiliki karakteristik yang ditentukan (seperti pemakai handphone merek Nokia dan Sony Ericsson minimal 1 tahun, berdomisili di Surabaya, dan berumur minimal 17 tahun, dengan alasan pemakai produk tersebut dapat dipercaya dan bisa mengisi kuesioner dengan baik).
Pada penelitian ini jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 350 responden. Hal itu dikarenakan populasinya tidak diketahui dengan pasti, sehingga penelitian ini
menggunakan tingkat kesalahan 5%, pada populasi tidak terhingga dengan sampel minimal 349 responden (Sugiono,2003:81). Adapun teknik penarikan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Quota Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan quota yang digunakan untuk mengambil sampel sebanyak 350 responden, dengan rincian sebagai berikut: 175 responden untuk sampel Nokia dan 175 responden untuk sampel Sony Ericsson.
3.4. Definisi Operasional
Dalam penelitian ini terdapat variabel-variabel diantaranya: variabel independent yaitu brand trust, sedangkan variabel dependennya adalah komitmen pemakai produk.
3.4.1. Brand Trust
Definisi dari brand trust menurut definisi operasional adalah rasa aman yang dimiliki pemakai produk dalam interaksinya dengan Nokia (Sony Ericsson) yang didasarkan pada persepsi bahwa Nokia (Sony Ericsson) tersebut dapat dipercaya dan memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan pemakai.
Variabel bebas (X) Brand trust yang terdiri dari 6 variabel yaitu:
Nokia (Sony Ericsson) tersebut:
X1= Menawarkan sebuah produk dengan tingkat kualitas yang konstan.
Dalam arti, perusahaan diharapkan selalu terus menjaga kualitas akan produknya, contohnya: dengan dikeluarkannya produk terbaru kualitas handphone tersebut semakin baik sesuai yang diharapkan para pemakai.
X2= Membantu untuk memecahkan masalah yang mungkin timbul ketika pemakai menggunakan produk tersebut.
Dalam arti, perusahaan bersedia membantu setiap kali ada masalah dengan handphone para pemakai, contohnya seperti kerusakan-kerusakan pada handphone dengan mengganti sparepartnya.
X3= Menawarkan produk-produk baru yang mungkin dibutuhkan oleh pemakai produk.
Dalam arti, mengeluarkan seri-seri produk terbaru yang mungkin pemakai butuhkan, contohnya: seri-seri produk terbaru saat ini sudah dirancang dengan feature menu yang hampir sama dengan handphone high end dan harganya terjangkau bagi kalangan low end.
X4= Peduli dengan kepuasan pemakai produk.
Dalam arti, selalu memberikan servis yang memuaskan kepada para pemakai produk, contohnya: dengan pelayanan yang baik, dan ketepatan dalam menservis handphone sesuai yang dijanjikan sebelumnya.
X5= Memandang pemakai produk sebagai seseorang yang berharga.
Dalam arti, selalu memperhatikan para pelanggannya, contohnya: dengan memberikan servis gratis bagi pelanggan lama tetapi hal ini berlaku dengan membawa kartu garansi yang resmi.
X6= Menawarkan rekomendasi dan saran untuk memaksimalkan penggunaan produk tersebut.
Dalam arti, merekomendasikan ke pemakai produk untuk memaksimalkan penggunaan dari fasilitas yang diberikan produk tersebut, contohnya: para pemakai diajarkan untuk dapat menggunakan fasilitas menu yang ada dalam handphone tersebut.
3.4.2. Komitmen
Variabel terikat (Y) pada penelitian ini adalah komitmen pemakai produk berkaitan dengan loyalitas pemakai terhadap handphone Nokia dan Sony Ericsson yang diukur indikator 3 item dengan skala yang terdiri lima poin Likert Scale yang terdiri :
Y1= Saya menganggap diri saya loyal terhadap merek (Nokia atau Sony Ericsson) Dalam arti, komitmen terhadap suatu merek, contohnya: melakukan pembelian ulang yang terus menerus terhadap merek tersebut.
Y2= Bagi saya, merek (Nokia atau Sony Ericsson) adalah merek yang paling baik dan bagus dipasaran.
Dalam arti, merek tersebut dikenal secara baik dan luas dipasaran, contohnya:
merek tersebut tidak susah dicari dipasaran, karena cukup dikenal.
Y3= Saya menyarankan orang lain untuk membeli merek (Nokia atau Sony Ericsson).
Dalam arti, menyarankan kepada orang-orang terdekat untuk memakai merek yang sama, contohnya: Saya sebagai penulis menyarankan orang lain untuk membeli merek Nokia dan sebaliknya.
3.5. Sumber Data
Sumber data yang dipergunakan oleh penulis dalam meneliti permasalahan ini adalah data primer dan sekunder, dimana data primernya adalah berasal dari wawancara awal kepada pemakai handphone Nokia dan Sony Ericsson di Plasa Marina Surabaya, wawancara ke pihak Nokia dan Sony Ericsson penyebaran kuesioner ke responden, sedangkan data sekundernya berasal dari jurnal ekonomi, internet, majalah-majalah.
3.6. Prosedur Pengumpulan Data a. Wawancara awal
Wawancara ini dilakukan pada awal penelitian ini kepada para pemakai handphone Nokia dan Sony Ericsson di Surabaya sebanyak 30 responden awal pemakai handphone Nokia dan Sony Ericsson yang berada di Plasa Marina Surabaya.
b. Wawancara untuk penelitian
Dimana penulis mengadakan wawancara kepada pihak koordinator Nokia di jalan Gubeng no.35 dan Sony Ericsson di jalan Karimun Jawa III Kav 3 yang berada di Surabaya, untuk mengetahui kejelasan dari informasi yang ada untuk penelitian kami.
c. Survey
Penulis melakukan penyebaran kuesioner kepada pemakai handphone Nokia dan Sony Ericsson. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat mengetahui brand trust dan komitmen pemakai produk handphone Nokia atau Sony Ericsson di Surabaya.
3.7. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen 3.7.1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.
Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Jadi validitas ingin mengukur apakah butir - butir pertanyaan dalam kuesioner yang sudah kita buat betul - betul dapat mengukur apa yang hendak kita ukur. Dikatakan valid apabila hasil analisis tiap pertanyaan atau koefisien korelasi (r) yang diperoleh mempunyai nilai positif, atau bernilai diatas nilai-nilai kritis r, yaitu pada taraf signifikansi 5%.
Langkah dalam menguji validitas butir pertanyaan pada kuesioner:
l. Menentukan nilai rtabel
Dari tabel r untuk df=jumlah kasus – 2 dengan tingkat signifikansi 5 %.
2. Mencari rhitung
rhitung adalah angka korelasi Pearson (terletak diakhir output), dengan rumus:
rxy =
[
N∑xN2 −(∑(∑xyx))−2][
(N∑∑x.∑y2y−)(∑y)2]
(Saifuddin, 2001 :19 ) (3.1)
Keterangan:
x = Skor pernyataan 1 y = Skor total
xy = Skor pernyataan no 1 dikaitkan Skor total
3.7.2. Uji Reliabilitas
Realibilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Untuk menganalisis suatu kuesioner itu reliable dengan analisis statistik reliability analysis yang diolah dengan menggunakan program SPSS for windows 10.0 version.
Sedangkan untuk membacanya dengan membandingkan hasil Conbach Alpha dengan angka standart 0,6, dimana suatu kuesioner dikatakan reliable jika hasil Conbach Alpha lebih besar dari angka standart 0,6.
Cara mencari reliabilitas untuk keseluruhan item ialah dengan mengoreksi angka korelasi yang diperoleh dengan memasukkannya ke dalam rumus:
i) 1
1( σ2
∑
σ− −
≈ k
r k (3.2)
Keterangan :
r = koefisien reliabilitas yang dicari k = jumlah butir soal
σi² = varians butir-butir pertanyaan soal σ² = varians skor test
Mengambil keputusan :
Apabila rhitung > 0,6 maka kuisioner dikatakan handal, dan semakin mendekati 1 maka makin handal.
3.8 Uji Asumsi Klasik/BLUE
Persamaan regresi linear berganda harus bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator), artinya pengambilan keputusan melalui uji T dan uji F
tidak boleh bias. Untuk menghasilkan keputusan yang BLUE maka harus bebas dari autokorelasi, multikolenieritas, dan heteroskedasitas.
3.9. Teknik Analisis Data
Teknik analisa data yang digunakan sebagai berikut : 3.9.1. Analisis Deskriptif
Analisis Deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik data.
Dalam penelitian ini, penulis menggambarkan latar belakang responden tersebut dalam bentuk persentase.
3.9.2. Analisis Crosstab
Analisa crosstab digunakan untuk mengetahui hubungan latar belakang responden. Analisa Crosstab ini menyajikan data dalam bentuk tabulasi, yang meliputi baris dan kolom, ciri-ciri crosstab adalah adanya dua variabel atau lebih yang mempunyai hubungan secara deskriptif, seperti hubungan antara gender dengan usia, dan lain sebagainya.
3.9.3. Analisa Faktor
Analisa faktor dilakukan untuk mendaptkan score faktor sebagai nilai variabel laten. Adapun variabel-variabel laten di dalam penelitian ini adalah : konsisten terhadap kualitas, kesediaannya membantu bila ada masalah, dikeluarkannya seri produk terbaru, memberikan servis yang memuaskan, memperhatikan pelanggan, merekomendasikan ke pemakai produk, dimana ke enam faktor ini didapatkan dengan men-score masing-masing atribut yang diamati dari pertanyaan kuesioner untuk mendapatkan atribut yang paling dominant dari masing-masing variabel laten.
Analisa faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah konfirmatori (mengkonfirmasi enam faktor).
Kegunaan Analisa Faktor secara umum adalah menjabarkan variabel laten dari indikator, atau mereduksi variabel yang diteliti menjadi variabel baru yang
jumlahnya lebih sedikit, mempermudah interpretasi hasil analisis, sehingga didapatkan informasi yang realistic dan sangat berguna, memetakan dan
mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik faktor dan memeriksakan validitas dan reliabilitas instrument penelitian.
Menurut hasil analis faktor untuk handphone Nokia tiap variabel dirangking dan menduduki variabel secara terpisah (1,2,3,4,5,6) yaitu:
• Memandang pemakai produk sebagai seseorang yang berharga (X5)
• Mengeluarkan seri produk terbaru (X3)
• Memberikan servis yang memuaskan (X4)
• Merekomendasikan pada pemakai untuk memaksimalkan penggunaan (X6)
• Selalu konsisten dengan kualitas produk (X1)
• Bersedia membantu bila ada masalah (X2)
Menurut hasil analisis faktor untuk handphone Sony Ericsson tiap variabel dirangking dan ada dua variabel yang menduduki peringkat yang sama yaitu variabel memandang pemakai produk sebagai seseorang yang berharga (X5) dan merekomendasikan pada pemakai untuk memaksimalkan penggunaan (X6).Jadi, langkah yang akan diambil yaitu melihat dahulu diantara dua variabel tersebut yang mempunyai nilai paling besar, ternyata X5 mempunyai nilai yang lebih besar daripada X6.Maka untuk Sony Ericsson variabel yang dirangking hanya ada 5 variabel yaitu:
• Memandang pemakai produk sebagai seseorang yang berharga (X5)
• Memberikan servis yang memuaskan (X4)
• Mengeluarkan seri produk terbaru (X3)
• Bersedia membantu bila ada masalah (X2)
• Selalu konsisten dengan kualitas produk (X1)
3.9.4. Regresi linear berganda
Merupakan analisis pengaruh 1 variabel terikat (dependent) dengan beberapa variabel bebas (independent). Dalam penelitian ini menggunakan 3 persamaan regresi, karena menggunakan 3 variabel bebas, dimana jika dijumlahkan hasil
keseluruhan dari Y-nya maka bukan skala interval lagi, padahal syarat dari regresi yang paling utama adalah skalanya haruslah interval. Dan βo tidak dipakai dalam penelitian ini karena dalam kasus sosial seperti ini, kalau tidak ada faktor yang mempengaruhi terlebih dahulu, tentunya tidak akan menghasilkan sesuatu yang mempengaruhi faktor tersebut, dengan kata lain jika tidak melakukan aksi, pasti tidak ada reaksi (artinya harus memberikan perlakuan terlebih dahulu, dan nantinya pasti ada hasilnya). Jika tidak melakukan sesuatu dalam mengukur kepercayaan akan merek tentunya tidak akan menghasilkan komitmen.
Persamaan regresinya : a. Regresi Perasaan loyal:
Y1 = β1.X11+ β2.X21 +β3.X31+ β4.X41+ β5.X51+ β6.X61 (3.3) b. Regresi Merek paling bagus:
Y2 = β1.X11+ β2.X21 +β3.X31+ β4.X41+ β5.X51+ β6.X61 (3.4) c. Regresi Menyarankan kepada orang lain:
Y3 = β1.X11+ β2.X21 +β3.X31+ β4.X41+ β5.X51+ β6.X61 (3.5) Dimana:
X11= Kualitas produk konsisten
X21= Produk membantu memecahkan masalah X31= Produk baru
X41= Perusahaan peduli dengan kepuasan.
X51= Perusahaan menganggap pemakai produk orang yang berharga X61= Perusahaan merekomendasikan untuk memaksimalkan penggunaan Y1= Perasaan loyal
Y2= Merek paling bagus
Y3= Menyarankan kepada orang lain
3.10. Rancangan Uji Hipotesis 3.10.1. Uji T
Uji t dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh atau tingkat signifikansi secara parsial atau individu setiap variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) secara individu.
Hipotesis tersebut adalah:
1. H0 = β = 0 Keterangan:
H0 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara individu terhadap variabel terikat (Y).
2. H1 = β ≠ 0
Keterangan: terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) secara individu terhadap variabel terikat (Y).
Rumus:
t = b (3.6) Sb
Keterangan:
b = tes statistik suatu distribusi t dengan n-k-1 derajat kebebasan
β = koefisien kemiringan variabel independen terhadap variabel dependen Sb = standar error dari koefisien regresi variabel independen
Dasar pengambilan keputusan:
a. Jika │t hitung│ lebih besar dari pada t tabel, maka H0 ditolak (thitung > ttabel atau thitung < -ttabel).
b. Jika │t hitung│ lebih kecil dari pada t tabel, maka H0 diterima (-ttabel ≤ thitung ≤ ttabel)
3.10.2. Uji F
Uji F dilakukan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh perubahan variabel-variabel bebas (X) secara simultan terhadap variabel terikat dengan pengujian secara serempak atau bersama-sama.
Menghitung nilai F hitung dengan rumus:
F = { R2 /k } / {1-R2 ) / (N-k-1)} (3.7) Keterangan :
R = jumlah kuadrat regresi N = banyaknya sampel K = jumlah variabel bebas
Membandingkan nilai Fhit dengan Ftabel 1. Ho ditolak bila Fhit> Ftabel (k; n-k-1; 0,05) 2. Ho diterima bila Fhit < Ftabel (k; n-k-1; 0,05) Keterangan:
Ho : β1 = β2 = 0 (Secara keseluruhan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
H1 : paling tidak salah satu ada β = 0 (secara keseluruhan variabel X berpengaruh terhadap Y).
Dasar pengambilan keputusan:
1. Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima.
2. Jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak.