• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penulisan Hukum (Skripsi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Penulisan Hukum (Skripsi)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

i

PEMERIKSAAN LABORATORIUM FORENSIK TERHADAP TULANG KERANGKA UNTUK MENGUNGKAP IDENTITAS KORBAN PEMBUNUHAN BERENCANA SEBAGAI UPAYA PEMBUKTIAN KESALAHAN TERDAKWA SEHINGGA DIPUTUS PIDANA MATI

(Studi Putusan Nomor : 35/PID.B/2015/PT.PBR)

Penulisan Hukum (Skripsi)

Disusun dan diajukan untuk

Melengkapi Persyaratan Guna Memperoleh Derajad Sarjana dalam Ilmu Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Oleh:

Benny Haninta Surya NIM E0012079

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2015

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v MOTTO

Pada dasarnya air akan memadamkan api. Tapi ketika air memberi penghidupan pada pepohonan, maka suatu hari nanti api bisa membakarnya. Tak banyak hal yang bisa kuberi, pilihlah apa yang

kalian percayai. Karena manusia tak tahu hal lain selainnya.

[Jurnal Magdalena: 12]

Manusia tidak pernah tahu kebenaran, mereka hanya tahu pembenaran. Manusia tidak mengerti keadilan, mereka hanya tahu

pengadilan.

[Magdalena]

Orang-orang memiliki hak untuk tersenyum, begitu pula kita yang memiliki kewajiban untuk membuat mereka tersenyum.

[Maria]

Hidup bukanlah proses, hidup adalah bagimana kita terus berjuang memperjuangkan semua yang bisa diperjuangkan.

[CARMEL XVI]

(6)

vi

PERSEMBAHAN

Sebentuk karya ini penulis persembahkan kepada :

Allah SWT Sang Penguasa waktu, Sang pencipta semesta raya, pemilik segala kesempurnaan dan keindahan

Yang tercinta Rasul seluruh umat, Nabi besar Muhammad SAW atas petunjuknya

Orang tua baik ayah dan ibu, keluarga besar Panti Asuhan Rumah Kasih dan CARMEL, ibu dan bapak sekalian yang membimbing dan

menyayangiku dengan setulus hati selama ini

Keluarga besarku yang tak bisa disebutkan satu persatu, bimbingan dan kesabaran kalian yang telah membentukku menjadi pribadi yang

sekarang

Rekan-rekan kerja maupun organisasi yang selalu membuatku sibuk tapi selalu mengisnpirasi yang tidak bisa disebutkan satu persatu

Mendiang bunda, keluarga dan sahabat, semoga bangga akan putra, adik beserta sahabatmu ini

Sahabat-sahabat yang selalu bertanya, “Mau lulus kapan?”.

Terimakasih atas semangatnya

Angkatan 2012 Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

(7)

vii ABSTRAK

Benny Haninta Surya. 2016. E0012079. PEMERIKSAAN LABORATORIUM FORENSIK TERHADAP TULANG KERANGKA UNTUK MENGUNGKAP IDENTITAS KORBAN PEMBUNUHAN BERENCANA SEBAGAI UPAYA PEMBUKTIAN KESALAHAN TERDAKWA SEHINGGA DIPUTUS PIDANA MATI (Studi Putusan Nomor : 35/PID.B/2015/PT.PBR). Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penelitian ini memperskripsikan dan mencari jawaban tentang permasalahan, pertama, apakah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik terhadap tulang kerangka untuk mengungkap identitas Korban pembunuhan berencana dapat dinilai sebagai alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 KUHAP. Kedua, apakah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik dipertimbangkan hakim dalam memutuskan perkara pembunuhan berencana membuktikan kesalahan Terdakwa hingga dijatuhi pidana mati sesuai Pasal 183 juncto Pasal 193 ayat (1) KUHAP.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif bersifat preskriptif dan terapan. Sementara itu, pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kasus. Jenis bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang dgunakan adalah studi kepustakaan, Kemudian teknik analisis yang digunakan adalah metode deduktif silogisme, menghubungkan antara premis mayor dengan premis minor kemudian ditarik konklusi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama hasil pemeriksaan laboratorium forensik merupakan hasil dari pengetahuan dan pemeriksaan dari seorang ahli, tepatnya ahli forensik atau kedokteran kehakiman, namun dinilai sebagai alat bukti surat sebagimana dimaksud dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP jo. Pasal 187 huruf c KUHAP. Kedua, hasil pemeriksaan laboratorium forensik dipertimbangkan oleh hakim sebagai salah satu penilaian terhadap unsur delik pembunuhan berencana yang telah diperbuat Terdakwa dan sekaligus menjadi penambah keyakinan hakim untuk memutus pidana mati bagi Terdakwa terhadap kesalahannya yang didakwakan sudah dinilai terlalu keji dan sama sekali tidak dapat ditoleransi lagi telah sesuai dengan Pasal 183 jo Pasal 193 ayat (1) KUHAP.

Kata Kunci : Hasil Laboratorium Forensik Tulang Kerangka, Alat Bukti, Pembunuhan Berencana, Pidana Mati

(8)

viii ABSTRACT

Benny Haninta Surya. 2016. E0012079. THE FORENSIC LABORATORY EXAMINATION ON SKELETON FOR REVEAL THE PLANNED MURDER CRIME VICTIM’S IDENTITY AS EFFORT TO PROVE THE DEFENDANT FAULT SO GOT DEATH PUNISHMENT IN THE VERDICT (Case Study on Riau High Court, Verdict Number: 35/PID.B/2015/PT.PBR). Legal Writing.

Law Faculty of Sebelas Maret University Surakarta.

This research prescriptive and search answer about issues regarding the result of forensic laboratory in skeleton examination linked with legal evidence based on Article 184 of KUHAP and the use of the result of forensic laboratory in skeleton examination itself, are the judges considering it on their verdict which later could made the defendant fall into a death punishment according to Article 183 jo. Article 193 (1) of KUHAP.

This research is a normative legal research which has Prescriptive and Applied character. Meanwhile, the research approach is based on the Case Approach. The types of data are Primary and Secondary legal materials. Data law collection techniques used by this research is library based study. Then, the technical analysis uses the deductive syllogism method, connecting between major premise with minor premise before drawn the conclusion.

The result shows that first the result of forensic laboratory in skeleton examination is a evidence made from knowledge and examination by Expert, precisely Forensic Expert or Medical Expert Judiciary, but it’s categorized in a documentary evidence based on Article 184 (1) KUHAP jo. Article187 letter c KUHAP. Second, the result of forensic laboratory in skeleton examination considered by the judges as one of the valuation from the unsure on the Planned Murder Crime and also being Judges “Conviction Adder” to give Death Punishment for the defendant based on his fault which rated too nasty for a human being and absolutely cannot be tolerated anymore has been matched to Article 183 jo. Article 193 (1) of KUHAP.

Keywords: The Result of Forensic laboratory in Skeleton Examination, Evidence, Planned Murder Crime, Death Punishment

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Hukum (Skripsi) dengan judul PEMERIKSAAN LABORATORIUM FORENSIK TERHADAP TULANG KERANGKA UNTUK MENGUNGKAP IDENTITAS KORBAN PEMBUNUHAN BERENCANA SEBAGAI UPAYA PEMBUKTIAN KESALAHAN TERDAKWA SEHINGGA DIPUTUS PIDANA MATI (Studi Putusan Nomor : 35/PID.B/2015/PT.PBR) tanpa suatu halangan yang berarti.

Selesainya penulisan hukum ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak yang telah membantu penulis. Maka dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya, baik moril maupun materiil dalam penulisan hukum ini, yaitu kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Supanto, S.H., M.Hum selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Bapak Dr.Soehartono, S.H., M.Hum selaku Ketua Bagian Hukum Acara 3. Ibu Sri Wahyuningsih Yulianti, S.H.,MH selaku dosen pembimbing yang

dengan kesabarannya telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam penulisan skripsi ini

4. Bapak Sugeng Praptono, S.H., M.H. selaku pembimbing akademik penulis selama menuntut ilmu di Fakultas Hukum Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

5. Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak Segenap Dosen dan Karyawan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah banyak menyalurkan ilmu dan pengetahuannya kepada penulis selama menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

(10)

x

6. Semua pihak yang telah membantu dengan segala ketulusan dan keikhlasan, yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu, Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan yang lebih baik. Amien ya Rabbal ‘alamin.

Penulis menyadari bahwa sebaik-baiknya usaha dari penulis, namun sebentuk karya penulisan hukum ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi materi pembahasan maupun penulisannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan materi, waktu, pengetahuan, serta kadar keilmuan dari penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan masukan dan saran yang menunjang kesempurnaan penulisan hukum ini, dan agar karya ini dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian hukum lain.

Semoga penulisan hukum ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya, sehingga tidak menjadi suatu karya yang sia-sia.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Surakarta, 23 April 2016

Penulis

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian... 6

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Metode Penelitian ... 8

F. Sistematika Penulisan Hukum ... 13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 14

A. Kerangka Teori... 14

1. Tinjauan Umum tentang Penyidikan ... 14

a. Pengertian Penyidikan ... 14

b. Penyidikan dengan bantuan Ahli dan Dokter atau Ahli Kedokteran Kehakiman... 15

2. Tinjauan Umum tentang Laboratotium Forensik………..16

a. Pengertian Laboratorium Kriminal dan Laboratorium Forensik ... 16

b. Tugas Pokok dan Fungsi Laboratorium Forensik ... 19

3. Tinjauan Umum tentang Pembuktian ... 21

a. Pengertian Pembuktian ... 21

b. Macam-macam Sistem Pembuktian ... 22

(12)

xii

c. Pembuktian yang Dianut Indonesia Berdasarkan KUHAP

………. . 25

d. Prinsip-Prinsip atau Asas-Asas Pembuktian ... 26

e. Macam-macam Alat Bukti ... 30

4. Tinjauan Umum tentang Putusan Pengadilan ... 33

a. Pengertian Putusan Pengadilan... 33

b. Macam-macam Putusan Pengadilan ... 33

c. Pertimbangan Pengambilan Putusan ... 36

d. Hal-hal yang Dimuat dalam Putusan Pengadilan ... 37

5. Tinjauan Umum tentang Tindak Pidana Pembunuhan ... 39

a. Pengertian Tindak Pidana Pembunuhan ... 39

b. Macam-macam Tindak Pidana Pembunuhan ... 40

B. Kerangka Pemikiran ... 41

BAB III PEMBAHASAN ... 43

A. Hasil Penelitian ... 43

1. Identitas Terdakwa ... 43

2. Uraian Singkat Fakta Peristiwa ... 43

3. Dakwaan ... 44

4. Tuntutan ... 56

5. Amar Putusan ... 56

a. Putusan Pengadilan Negeri... 56

b. Putusan Pengadilan Tinggi ... 57

B. Pembahasan ... 57

1. Kesesuaian Hasil Pemeriksaan Laboratorium Forensik Terhadap Tulang Kerangka untuk Mengungkap Identitas Korban Pembunuhan Berencana Dinilai Sebagai Alat Bukti yang Sah Menurut Pasal 184 KUHAP ... 57 2. Kesesuaian Hasil Pemeriksaan Laboratorium Forensik Dipertimbangkan Hakim dalam Memutuskan Perkara Pembunuhan Berencana Membuktikan Kesalahan Terdakwa

(13)

xiii

Hingga Dijatuhi pidana Mati Sesuai Pasal 183 juncto Pasal 193

ayat (1) KUHAP ... 64

BAB IV PENUTUP ... 86

A. Simpulan ... 86

B. Saran ... 87

DAFTAR PUSTAKA ... 88 LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Pencahayaan adalah suatu penerangan yang digunakan untuk menerangi bangunan maupun ruangan. Pencahayaan merupakan faktor yang pokok dalam perencanaan suatu bangunan,

Non Nested Function disebut juga stored function yang mirip dengan stored procedure tetapi harus memberikak output sebuah nilai. Function ini tersimpan dalam basis

cakap karena telah lalai dan tidak memanfaatkan harta wakaf sesuai yang dikehendaki oleh wakif, maka permohonan para Pemohon Kasasi untuk mengganti nazhir yang tercatat pada

Observasi pembelajaran fiqih kelas VII .11 November 2015.. dicapai, d) mempersiapkan alat-alat peraga yang diperlukan, e) mengatur tempat dan memperkirakan waktu yang

P SURABAYA 03-05-1977 III/b DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUD Dr.. DEDI SUSILA, Sp.An.KMN L SURABAYA 20-03-1977 III/b ANESTESIOLOGI DAN

Pembeli kedua membeli celana pendek subjek kedua tidak mau membeli barang tersebut dengan alasan sudah memiliki banyak celana dan lebih membutuhkan celana jeans

Widyastuti(2015) dalam penelitiannya yang berjudul evaluasi kesehatan keuangan perusahaan terhadap Harga saham studi kasus pada saham perusahaan farmasi yang

Dari dua definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa EOQ merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengoptimalkan pembelian bahan baku yang dapat menekan