• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN AGUSTEN HENRO R

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN AGUSTEN HENRO R"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN 2017-2022

AGUSTEN HENRO R 142407095

PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

(2)

PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN 2017-2022

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya

AGUSTEN HENRO R 142407095

PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERNYATAAN

PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN 2017-2022

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa Tugas Akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, 2018

AGUSTEN HENRO R 142407095

(4)

ii

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(5)

PERAMALAN JUMLAH ANGKATAN KERJA DI KOTA MEDAN PADA TAHUN 2017-2022

ABSTRAK

Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat membawa akibat pada tingkat pertumbuhan angkatan kerja, tidak hanya tingkat pertumbuhan angkatan kerja yang berubah tetapi perubahan juga terjadi pada tingkatb partisipasi angkatan kerja. Dalam rancangan pembangunan, dat mengenai ketenagakerjaan memegang peranan penting, tanpa data tersebut tidaklah mungkin program pembangunan dapat dilaksanakan. Jadi dapat dikatakan bahwa factor kekuatan manusia manusia merupakan unsur yang penting dalam melaksanakan pembangunan. Untuk itu pentingnya peramalan angkatan kerja untuk menunjang kepentingan pembangunan yang akan dilaksanakan untuk tahun-tahun yang akan dating. Untuk mengetahui peramalan yang akurat terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data dan menentukan metode yang digunakan dalam mengolah informasi yang terkandung dalam data tersebut. Data diolah dengan metode Tren Linier yang didasarkan pada asumsi komponen agka tenaga kerja pada tahun-tahun sebelumnya.

Dari hasil permalan yang diketahui dari metode Tren Linier dapat disimpulkan jumlah tenaga kerja di tahun-tahun berikutnya.

(6)

iv

FORECASTING THE NUMBER OF WORK ENVIRONMENTS IN THE MEDAN CITY IN THE 2017-2022 YEAR

ABSTRACT

Rapid population growth has resulted in the growth rate of the workforce, not only the rate of growth of the changed workforce but also the change in the rate of labor force participation. In the development plan, dat on employment plays an important role, without such data it is impossible for development programs to be implemented. So it can be said that the human human strength factor is an important element in implementing development. For that reason, the importance of forecasting the labor force to support the development interests that will be implemented for the years to come. To know accurate forecasting first conducted data collection and determine the methods used in processing information contained in the data. Data is processed by Linear Trend method based on assumption of component of labor force in previous years. From the known acquisition results of the Linear Trend method can be summarized the number of workers in the following years.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(7)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, dengan limpah karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “Peramalan Jumlah Angkatan Kerja Di Kota Medan Pada Tahun 2017-2022.

Terimakasih penulis sampaikan kepada Prof. Dr.Saib Suwilo, M,sc selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktunya selama penyusunan tugas akhir.

Terimakasih kepada Ibu Dr. Elly Rosmaini, M,Si dan Bapak Drs.Marihat Situmorang , M.Kom selaku ketua dan sekretaris program studi D3 Statistika FMIPA USU, Bapak Dr. Suyanto, M.Kom dan Bapak Drs. Rosman Siregar, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Matematika FMIPA USU, Bapak Dr.

Krista Sebayang, M.S selaku Dekan FMIPA USU, Bapak Dr. Pasukat Sembiring M.Si selaku Pembimbing Akademik, seluruh Staff dan Dosen Program Studi D3 Statistika FMIPA USU, Pegawai FMIPA USU, dan rekan-rekan kuliah.

Akhirnya tidak terlupakan kepada Ayahanda tercinta dan juga Ibunda tercinta serta seluruh keluarga yang selama ini memberikan bantuan dan dorongan, baik materi ataupun semangat dan motivasi selama menjalani masa studi di D3 Statistika FMIPA USU, Kiranya Tuhan yang akan membalas semua kebaikan yang selama ini sudah penulis terima dari keluarga.

Penulis menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini jauh dari sempurna.

Oleh karena itu, dengan rendah hati penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun untuk kesempurnaan penulisan ini.

Medan, 2018

(8)

vi Daftar Isi

Halaman

Abstrak i

Abstract ii

Persetujuan iii Pernyataan iv Penghargaan v

Daftar isi vi Daftar tabel vii Daftar Gambar viii

Daftar Lampiran ix BAB 1 Pendahuluan 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Perumusan Masalah 2

1.3 Maksud dan Tujuan 2

1.4 Batasan Masalah 3

1.5 Metode Penelitian 3

1.6 Metode analisa 4

1.7 Sistematikan Penulisan 4

BAB 2 Tinjauan Teoritis 2.1 Pengertian – Pengertian 5

2.1.1 Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan Bukan Angkatan Kerja 5 2.1.2 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 6

2.1.3 Jenis/Jabatan Pekerjaan 7 2.1.4 Lapangan Pekerjaan/Usaha 8 2.1.5 Status Kedudukan dalam pekerjaan dari angkatan

Kerja 8

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(9)

2.2 Landasan Teori 9 2.2.1 Permalan Jumlah Angkatan Kerja dan bukan

Angkatan Kerja 10

2.2.1.1 Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

2.2.2 Analis Angkatan Kerja 20

BAB 3 Tinjauan Umum Badan Pusat Statistik 11

3.1 Sejarah Badan Pusat Statistik 12

3.2 Tugas dan Fungsi Badan Pusat Statistik 14

3.3 Visi dan Misi 16

3.4 Struktur Organisasi 20

3.5 Tugas dan Wewenang Badan Pusat Statisik 21

BAB 4 Analisa dan Pembahasan 22

4.1 Pengumpulan Data 24

4.1.1 Angkatan Kerja 25

4.2 Pengolahan Data 26

4.2.1 Peramalan Jumlah Angkatan Kerja 28

4.2.2 Permalan Jumlah Penduduk Usia Kerja 29

4.2.3 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 30

BAB 5 Implementasi Sistem 31

5.1 Pengertian Implementasi 32

5.2 Pengaktifan Ms.Excel 32

5.3 Metode Trend Linier 33

BAB 6 Kesimpulan dan Saran 34

6.1 Kesimpulan 34

6.2 Saran 34

DAFTAR PUSTAKA 35

LAMPIRAN 40

(10)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Gambar 4.1 : Jumlah Angkatan Kerja 22

Gambar 4.2 : Peramalan Jumlah Angkatan Kerja 23

Gambar 4.3 : Angkatan Kerja Di Kota Medan tahun 2011 s/d 2022 26

Gambar 4.4 : Jumlah Penduduk Usia Kerja 28

Gambar 4.5 : Peramalan Jumlah Pemduduk Usia Kerja 29

Gambar 4.6 : Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 30

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(11)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 3.1 : Struktur Organisasi BPS Kabupaten/Kota 20

Gambar 3.2 : Struktur Organisasi BPS Provinsi 21

Gambar 5.1 : Tampilan Jendela Ms.Excel 32

Gambar 5.3 : Tampilan Menu Data Analisis 33

Gambar 5.4 : Tampilan Menu Regression 33

Gambar 5.5 : Tampilan Hasil Regression 33

(12)

x DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Permohonan untuk Surat Pengantar Riset Lampiran 2 Surat Pengantar Riset

Lampiran 3 Surat Balasan dari Pengadilan Agama Kota Medan Lampiran 4 Surat Keputusan Pembimbing Laporan Tugas Akhir Lampiran 5 Kartu Bimbingan Tugas Akhir Mahasiswa

Lampiran 6 Formulir Kontrol Bimbingan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(13)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam perencanaan pembangunan, data mengenai ketenagakerjaan memegang peranan penting, tanpa data tersebut tidaklah mungkin program pembangunan dapat direncanakan dan dilaksanakan. Jadi dapat dikatakan bahwa faktor kekuatan manusia merupakan unsur yang penting dalam pembangunan. Di Indonesia, dibutuhkan data mengenai jumlah tenaga kerja dari aspek kualitas maupun kuantitas.

Besarnya masalah yang dihadapi pemerintah dalam penyediaan pekerjaan baru secara kasar bisa diukur dengan tingkat pertumbuhan angkatan kerja dimana sifatnya terbatas, karena tidak semua penduduk merupakan angkatan kerja, hanya karena mereka telah mencapai umur minimal 15 tahun menurut sensus penduduk tahun 1980 yang merupakan tenaga kerja potensial atau memasuki usia angkatan kerja. Selain itu tidak semua angkatan kerja terlibat dalam kegiatan ekonomi kecuali hanya mereka yang bekerja.

Masalah angkatan kerja dalam suatu negara atau daerah akan mengalami peningkatan jumlah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang telah memasuki usia kerja. Penduduk Indonesia termasuk kedalam golongan struktur umur muda yaitu sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur yang membutuhkan pekerjaan, dimana pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat dengan pesat. Persebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan persebaran angkatan kerja yang tidak merata pula, yaitu sebagian besar berada di pulau Jawa dan Madura. Pesebaran angkatan kerja yang tidak merata, tidak diimbangi dengan penyediaan kesempatan kerja yang memadai sehingga terjadi kelebihan tenaga kerja di pulau Jawa tidak seimbang dengan jumlah tenaga kerja yang terus bertambah sehingga jumlah pengangguran di daerah lain ataupun pedesaan khususnya semakin meningkat bersamaan pertambahan penduduk tiap tahun.

Seperti negara-negara berkembang lainnya, Indonesia juga mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat dari tahun ke tahun berikutnya. Pertumbuhan penduduk yang pesat membawa akibat pada tingkat pertumbuhan angkatan kerja, tidak hanya tingkat pertumbuhan angkatan kerja yang berubah tetapi perubahan juga terjadi pada tingkat partisipasi angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja pada suatu waktu tertentu tergantung dari jumlah penduduk usia kerja. Perbandingan antara angkatan kerja dan penduduk usia kerja ini disebut dengan tingkat partisipasi angkatan kerja, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor demografis, sosial dan ekonomi. Faktor-faktor ini antara lain adalah umur, status perkawinan, tingkat pendidikan, daerah tempat tinggal dan pendapatan.

Dengan menganggap bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja keseluruhan akan relatif konstan selama dasawarsa mendatang kita bisa menduga tingginya tingkat pertumbuhan angkatan kerja setidak-tidaknya sampai akhir tahun 1980-an dan sangat

(14)

2 mungkin pada tahun 2000-an ini angkatan kerja akan menjadi berlipat dua dibandingkan angkatan kerja pada tahun 1971, hanya pada akhir abad ini penurunan fertilitas sejak sekitar pertengahan 1970-an akan mulai memberikan dampak terhadap jumlah orang yang hendak masuk angkatan kerja setiap tahun. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa tekanan suplai tenaga kerja terhadap penciptaan kesempatan kerja akan terus menjadi masalah selama replita IV.

Salah satu persoalan yang dihadapi dibidang ketenagakerjaan dewasa ini antara lain adalah masih rendahnya kualitas (mutu) tenaga kerja Indonesia ditinjau dari segi pendidikan, keahlian maupun keterampilan. Hasil sensus 1980 memberikan gambaran yang kurang menggembirakan dimana 88,2% angkatan kerja berpendidikan minimal SD, 5,2% berpendidikan SLTP, 5,7% berpendidikan SLTA dan hanya 0,9% akademis / perguruan tinggi. Mutu tenaga kerja yang rendah memberikan indikator rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia. Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibidang sumber daya alam dan jumlah tenaga kerja, tetapi keunggulan yang komparatif ini belum menjadi kekuatan efektif karena mutu tenaga kerja yang rendah.

Mutu tenaga kerja dapat ditingkatkan melalui 3 ( tiga ) jalur utama :

1. Jalur pendidikan formal merupakan jalan yang paling efektif untuk meningkatkan mutu tenaga kerja. Melalui pendidikan dapat dibentuk dan dikembangkan kepribadian, bakat, sikap mental, pengetahuan, kecerdasan, kreatifitas dan daya analisa.

2. Jalur latihan kerja merupakan subsistem dari sistem pendidikan yang menekankan pada keterampilan atau profesionalisme dan yang selalu berkaitan dengan dunia kerja dan persyaratan kerja.

3. Jalur pengalaman kerja merupakan tenaga kerja bermutu yang siap pakai bagi suatu perusahaan hanya dapat dihasilkan dan dikembangkan pada perusahaan itu sendiri melalui pengalaman kerja setelah terlebih dahulu melalui pendidikan formal dan latihan kerja untuk pembinaan profesionalisme.

Disamping peningkatan kualitas tenaga kerja dan penduduk umumnya melalui ketiga jalur tersebut diatas, pemerintah juga berusaha meningkatkan motivasi, disiplin dan etika kerja, pelayanan kesehatan, perbaikan gizi dan kesehatan pemukiman. Oleh karena itu, Peramalan Jumlah Angkatan kerja diperlukan untuk dapat menyusun perencanaan ketenagakerjaan serta untuk dapat menanggulangi masalah pengangguran, dimana proyeksi angkatan kerja ini tidak bisa terlepas dari perkembangan jumlah penduduk.

Untuk mengetahui jumlah angkatan kerja di Kota Medan maka diperlukan perhitungan dan data yang diambil dalam setiap tahun. Oleh karena itu, pada penuliasan Tugas Akhir ini penulis memberikan judul : “Peramalan Jumlah Angkatan Kerja di Kota Medan Pada Tahun 2017-2022”

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(15)

1.2. Maksud dan Tujuan

Berdasarkan permasalah yang telah dipaparkan tersebut, maka maksud darinpenulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Studi Diploma 3 Statistika dan menerapkan ilmu yang diperoleh penulis selama berada di bangku perkuliahan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

2. Sebagai masukan kepada Pemerintah Kota Medan di Bidang ketenagakerjaan dalam mengatasi masalah pengangguran.

3. Dapat membandingkan jumlah angkatan kerja yang tersedia dengan lapangan kerja yang ada dan dapat dijadikan sebagai landasan dalam mencapai sasaran pembangunan.

Adapun tujuannya adalah :

Untuk meramalkan jumlah angkatan kerja di Kota Medan pada tahun 2017-2022.

Untuk mengetahui tingkat partisipasi angkatan kerja dari jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia di Kota Medan.

1.3. Identifikasi Masalah

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, penduduk Medan berjumlah 2.109.339 jiwa. Penduduk Medan terdiri atas 1.040.680 laki-laki dan 1.068.659 perempuan.

Sebagian besar penduduk Medan berasal dari kelompok umur 0-19 dan 20-39 tahun (masing-masing 41% dan 37,8% dari total penduduk).

Dilihat dari struktur umur penduduk, Medan dihuni lebih kurang 1.377.751 jiwa berusia produktif, (15-59 tahun). Selanjutnya dilihat dari tingkat pendidikan, rata-rata lama sekolah penduduk telah mencapai 10,5 tahun. Dengan demikian, secara relatif tersedia tenaga kerja yang cukup, yang dapat bekerja pada berbagai jenis perusahaan, baik jasa, perdagangan, maupun industri manufaktur.

Yang menjadi masalah di Kota Medan adalah berapa angkatan kerja, karena Kota Medan khususnya penduduknya berada dalam golongan struktur umur muda yang sudah harus membutuhkan pekerjaan. Oleh karena itu, pentingnya data mengenai angkatan kerja sehingga perencanaan program pembangunan dapat dilaksanakan, maka diperlukan untuk memproyeksikan angkatan kerja tersebut. Peramalan ini dipergunakan bertujuan agar data yang telah diperoleh dapat membuat pembangunan berjalan dengan lancar yaitu pemerintah dapat membuka lapangan kerja baru dimana penduduk yang berada pada golongan angkatan kerja sudah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya, sehingga dengan kata lain pemerintah telah mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dan tujuan yang diharapkan pemerintah dapat tercapai.

1.4. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam Tugas Akhir ini adalah hanya untuk meramalkan jumlah Angkatan Kerja di Kota Medan pada tahun 2017-2022 yang diantaranya jumlah penduduk umur 15 tahun ke atas, tingkat partisipasi angkatan kerja.

(16)

4 1.5. Metode Penelitian

Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menggunakan beberapa langkah dalam metode penelitian, yaitu :

1. Lokasi Penelitian

Tempat melakukan penelitian atau pengumpulan data dilakukan di Badan Pusat Statistik (BPS).

2. Penelitian Kepustakaan

Yaitu suatu cara penelitian yang dipergunakan untuk memperoleh data dan informasi dari perpustakaan, yaitu dengan membaca buku-buku, refrensi dan bahan-bahan yang bersifat teoritis yang mendukung serta relevan dengan penulisan Tugas Akhir ini.

3. Penelitian Lapangan

Yaitu suatu cara penelitian yang dipergunakan untuk memperoleh data dan informasi dengan cara terjun langsung ke lapangan dan melihat keadaan yang sesungguhnya. Data pada Tugas Akhir ini bersumber dari data skunder yang diperoleh dari BPS Sumatera Utara.

1.6. Landasan Teori

Untuk mengetahui proyeksi angkatan kerja maka dipergunakan rumus : 1.Trend Linier

Ŷ = a+bX Dimana:

Y= Nilai Trend yang ditaksir

X= waktu a dan b= bilangan konstan

2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( TPAK) X = waktu

a dan b = bilangan konstan

3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( TPAK ) TPAK

x 100%

1.7. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan diuraikan untuk memberikan kerangka atau gambaran dari tugas akhir ini, yaitu sebagai berikut :

BAB 1 : PENDAHULUAN

Bab ini memaparkan latar belakang, maksud dan tujuan, identifikasi masalah, batasan masalah, metode penelitian dan landasan teori serta sistematika penulisan.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(17)

BAB 2 : TINJAUAN TEORITIS

Dalam bab ini diuraikan dan dibahas mengenai pngertian-pengertian yang menyangkut masalah angkatan kerja dan hal-hal yang berkaitan dengan penulisan Tugas Akhir.

BAB 3 : GAMBARAN UMUM TEMPAT RISET

Pada bab ini dibahas secara ringkas mengenai sejarah BPS, tugas dan fungsi, struktur organisasi yang menjabarkan uraian tugas BPS dan struktur organisasi.

BAB 4 : ANALISA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai pembahasan tentang metode penghitung angkatan kerja, pengumpulan data dan meramalkan jumlah angkatan kerja di Kota Medan pada tahun 2017-2022.

BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM

Pada bab ini penulis menjelaskan cara yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu persoalan sistem di dalam sistem itu sendiri.

BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bab penutup yang berisikan kesimpulan dari pembahasan serta saran penulis berdasarkan kesimpulan yang didapat dari pengamatan.

(18)

6 BAB 2

TINJAUAN TEORITIS

2.1. Pengertian – pengertian

2.1.1. Tenaga Kerja, Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja

Banyak hal mengenai kehidupan sosial di suatu negara / masyarakat dapat dijabarkan jika diketahui mengenai komposisi lapangan pekerjaan dari angkatan kerjanya, komposisi jenis pekerjaan dan fakta-fakta lain mengenai angkatan kerja. Misalnya : apakah para penduduk muda ( young population ) berusia terlalu muda untuk memasuki angkatan kerja, hingga belum bisa mendapatkan pendidikan yang relatif cukup tinggi. Kemudian berapa banyak penduduk tua ( old population ) dipaksa untuk tetap tinggal dalam angkatan kerja setelah usia pensiun.

Tenaga kerja ( man power ) adalah penduduk dalam usia kerja. Dalam literatur biasanya adalah seluruh penduduk berusia 15 – 64 tahun. Tetapi kebiasaan yang dipakai di Indonesia adalah seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas ( hasil sensus penduduk 1971 dan 1980 ). Jadi, Tenaga kerja (man power) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (berusia 15 tahun atau lebih) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa.

Sebelum tahun 2000, Indonesia menggunakan patokan seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas (lihat hasil Sensus Penduduk 1971, 1980 dan 1990). Namun sejak Sensus Penduduk 2000 dan sesuai dengan ketentuan internasional, tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih.

Angkatan kerja ( labour force ) secara demografis angkatan kerja bergantung dari tingkat partisipasi angkatan kerja, yaitu berapa persen dari tenaga kerja yang menjadi angkatan kerja. Jadi, angkatan kerja adalah bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat, atau berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produktif yang memproduksi barang dan jasa.

Kelompok angkatan kerja terdiri dari 2 ( dua ) golongan yaitu : 1. Angkatan kerja yang bekerja

a. Mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan melakukan suatu pekerjaan dengan maksud memperoleh penghasilan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit dua hari.

b. Mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan tidak melakukan pekerjaan atau bekerja kurang dari dua hari tetapi mereka adalah pekerja tetap, petani-petani dan orang-orang yang bekerja dalam kealian.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(19)

2. Angkatan kerja yang mencari pekerjaan

a. Mereka yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mencari / mendapatkan pekerjaan.

b. Mereka yang bekerja pada saat pencacahan sedang menganggur dan berusaha mendapatkan pekerjaan.

c. Mereka yang dibebastugaskan dana sedang berusaha mendapatkan pekerjan.

Bukan angkatan kerja ( not in the labour force ) adalah bagian dari tenaga kerja yang tidak bekerja ataupun mencari pekerjaan. Jadi, mereka bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya tidak terlibat, atau tidak berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produktif yaitu memproduksi barang dan jasa.

Kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari yaitu :

1. Sekolah adalah mereka yang kegiatannya hanya bersekolah.

2. Mengurus rumah tangga adalah untuk mereka yang kegiatannya hanya mengurus rumah tangga mendapat upah.

3. Penerimaan pendapatan adalah untuk mereka tidak melakukan suatu kegiatan tetapi memperoleh penghasilan, misalnya pensiun, bunga simpanan, hasil persewaan dan sebagainya.

4. Lainnya adalah untuk mereka yang hidupnya tergantung pada orang lain karena usia lanjut, lumpuh, dungu dan sebagainya.

2.1.2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( TPAK )

Angka TPAK dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui penduduk yang bekerja atau mencari pekerjaan. Bila angka TPAK kecil maka dapat di duga bahwa penduduk usia kerja baik yang sedang sekolah maupun mengurus rumah tangga dan lainnya. Dengan demikian angka TPAK dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi maupun faktor demografis.

Beberapa faktor demografis yang dianggap penting pengaruhnya terhadap TPAK adalah jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan status perkawinan.

Masalah yang lebih sering dihadapi adalah masalah setengah menganggur atau pengangguran tidak kentara, yang pengertiannya adalah sebagai berikut :

1. Setengah menganggur adalah jika seseorang bekerja tidak tetap (part time) diluar keinginannya sendiri, atau bekerja dalam waktu yang lebih pendek dari biasanya.

2. Pengangguran tidak kentara didalam angkatan kerja mereka dimasukkan dalam kegiatan bekerja, tetapi sebetulnya mereka adalah penganggur jika dilihat dari segi produktifitasnya.

3. Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi akibat pindahnya seseorang dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain, dan akibatnya harus mempunyai tenggang waktu dan berstatus sebagai penganggur sebelum mendapatkan pekerjaan yang lain tersebut.

2.1.3. Jenis / Jabatan Pekerjaan

(20)

8 Urutan jenis pekerjaan diurutkan pada tingkat produktifitas kerja, mulai dari yang paling produktif sampai dengan yang tidak produktif. Selain itu, jenis pekerjaan seringkali dihubungkan dengan tingkat pendidikan, keterampilan dan jumlah jam kerja untuk mengetahui dimana ada setengah pengangguran dan tempat tinggal maupun mobilitas pekerjaan dengan menghubungkan jenis pekerjaan pada tahun-tahun sebelumnya. Jenis / jabatan pekerjaan adalah macam pekerjaan yang sedang atau pernah dilakukan oleh orang-orang yang mencari pekerjaan dan pernah bekerja.

Jenis / jabatan pekerjaan ini dibagi dalam 7 (tujuh) golongan yaitu : 1. Tenaga profesional, tekhnisi dan tenaga lain.

2. Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan.

3. Tenaga administrasi, tenaga tata usaha dan tenaga yang berhubungan dengan itu.

4. Tenaga penjualan.

5. Tenaga usaha.

6. Tenaga usaha pertanian.

7. Tenaga produksi dan sejenisnya, dan operator alat-alat pengangkutan.

2.1.4. Lapangan pekerjaan / usaha

Menurut Chris Manning (1983) analisis data mengenai kegiatan ekonomi penduduk umumnya menitikberatkan pada alokasi angkatan kerja yang bekerja menurut sektor, trend perpindahan dan penyebab perpindahan tersebut serta implikasinya.

Lapangan pekerjaan / usaha adalah kegiatan dari usaha / perusahaan / instansi dimana seseorang bekerja atau pernah bekerja.

Lapangan pekerjaan / usaha ini dibagi dalam 10 (sepuluh) golongan yaitu : 1. Pertanian, perburuan, kehutanan dan perikanan.

2. Pertambangan dan penggalian.

3. Industri pengolahan.

4. Listrik, gas dan air.

5. Bangunan.

6. Perdagangan, rumah makan dan hotel.

7. Angkutan, penyimpanan, dan komunikasi.

8. Keuangan, asuransi dan perdagangan tak bergerak.

9. Jasa-jasa kemasyarakatan, sosial dan pribadi.

10. Kegiatan yang tidak / belum jelas.

2.1.5. Status kedudukan dalam pekerjaan dari angkatan kerja

Klasifikasi status pekerjaan sejak tahun1971 tidak mengalami perubahan hingga tahun 2000 dan tampaknya untuk periode sterusnya dibandingkan dengan klasifikasi lapangan

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(21)

usaha maupun jenis pekerjaan yang selalu mengalami penyesuaian. Dengan demikian analisis perubahan atau status pekerjaan maupun pertumbuhannya mudah dilakukan.

Status / kedudukan dalam pekerjaan dari angkatan kerja dibagi dalam 4 (empat) golongan yaitu :

1. Pengusaha tanpa buruh adalah mereka yang melakukan usaha / pekerjaan atas resiko / tanggungan sendiri dan tidak memakai buruh yang dibayar atau hanya anggota rumah tangganya dengan membayar upah.

2. Pengusaha pakai buruh adalah seseorang yang dalam usahanya dibantu oleh salah satu atau beberapa buruh yang dibayar.

3. Buruh / pekerja adalah mereka yang bekerja dengan menerima upah atau gaji baik berupa uang maupun barang.

4. Pekerja keluarga adalah anggota rumah tangga yang membantu usaha yang dilakukan oleh salah seorang anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji.

2.2. Landasan Teori

2.2.1. Peramalan jumlah angkatan kerja

Masih tingginya tingkat pertumbuhan penduduk berarti masih tinggi pula pertumbuhan angkatan kerja. Diperkirakan pertumbuhan angkatan kerja lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk karena struktur umur penduduk Indonesia masih tergolong muda.

Peramalan jumlah angkatan kerja adalah suatu perhitungan ilmiah mengenai angkatan kerja yang didasarkan pada asumsi dari komponen agar tahu dan dapat meramalkannya di tahun-tahun berikutnya dengan rumus trend linier yaitu :

Ŷ = a + bx

2.2.1.1 Peramalan tingkat partisipasi angkatan kerja

Perhitungan peramalan TPAK dilandasi oleh kecenderungan trend TPAK baik hasil survey maupun sensus penduduk. Diasumsikan bahwa perkembangan TPAK untuk setiap golongan umur mengikuti pola perkembangan garis lurus.

Adapun perumusan yang dipergunakan adalah sebagai berikut : TPAK

x 100%

2.2.2 Analisa angkatan kerja

Untuk menganalisa angkatan kerja maka diperlukan perumusan angka dari tahun-tahun sebelumnya agar diperoleh data untuk bisa menganalisa di tahun-tahun berikutnya.

Adapun perumusan yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Ŷ = a + bx

Dimana nilai a dan b sebagai konstanta belum diketahui, maka dipergunakan rumus sebagai berikut :

(22)

10 ∑

∑ ∑ ∑ ∑ ∑

Keterangan :

y = Nilai trend yang ditaksir a = Variabel konstanta b = Koefisien variabel

∑x = Jumlah dari variabel tahun

∑y = Jumlah dari tenaga kerja

∑xy = Jumlah perkalian dari variabel tahun dengan tenaga kerja

Dengan menggunakan rumus-rumus yang telah dipaparkan diatas maka penulis dapat melakukan peramalan jumlah angkatan kerja pada tahun berikutnya yaitu pada tahun 2017–2022

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(23)

BAB 3

TINJAUAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK

3.1. Sejarah Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Negara Non Departemen. BPS melakukan kegiatan yang ditugaskan oleh pemerintah antara bidang pertanian, agrarian, pertambangan, kependudukan, sosial, ketenagakerjaan, keuangan, pendapatan, dan keagamaan. Selain hal – hal diatas BPS juga bertugas untuk melaksanakan koordinasi di lapangan, kegiatan statistik dari segenap instansi baik dipusat maupun didaerah dengan tujuan mencegah dilakukannya pekerjaan yang serupa oleh dua atau lebih instansi, memajukan keseragaman dalam penggunaan defenisi, klasifikasi dan ukuran – ukuran lainnya.

Berikut ini adalah beberapa masa peralihan pada BPS, yaitu:

3.1.1. Masa pemerintahan Hindia Belanda

Pada bulan Februari 1920, kantor statistik pertama kali didirikan oleh direktur pertanian, kerajinan dan perdagangan (Directeur Van Landbouw Nijverheid enHendle) dan berkedudukan di Bogor. Kantor ini diserahi tugas untuk mengolah dan memublikasi data statistik. Pada tanggal 24 September 1924 maka lembaga tersebut diganti dengan nama Centraal kantoor Voor de Statistik (CKS) atau Kantor Pusat Statistik dan dipindahkan ke Jakarta. Bersamaan dengan itu beralih pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan yang semula dilakukan oleh Kantor Invoer en Accijinsen (IUA) yang sekarang disebut Kantor Bea Cukai.

3.1.2. Masa Pemerintahan Jepang

Pada bulan Juni 1942 pemerintahan Jepang baru mengaktifkan kembali kegiatan statistik yang utamanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang/militer. Pada masa ini CKS diganti namanya menjadi Shomubu Chasasitsu gunseikanbu.

3.1.3. Masa Kemerdekaan Republik Indonesia

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 kegiatan statistik diganti oleh lembaga baru sesuai dengan susunan kemerdekaan yaitu KAPPURI (Kantor Penyelidikan Perangkat Umum Republik Indonesia). Tahun 1946 Kantor KAPPURI dipindahkan ke Yogyakarta sebagai konsekuensi dari Perjanjian Linggarjati.

Sementara itu pemerintahan Belanda (NICA) di Jakarta mengaktifkan kembali CKS.Berdasarkan surat edaran Kementrian Kemakmuran tanggal 12 Juni 1950 No.219/S.C;KAPPURI dan CKS dilebur menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS) dan berada dibawah Kementrian Kemakmuran.

(24)

12 Dengan surat Mentri perekonomian tanggal 1 Maret 1952 No.P/44, lembaga KPS berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Mentri Perekonomian, dan pada tanggal 24 Desember 1953 dengan surat Mentri Perekonomian No. 18.099/M, KPS dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian research yang disebut Afdeling A, dan bagian penyelenggaraan dan tatausaha yang disebut Afdeling B. Dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 131 tahun 1957, Kementrian Perekonomian dipecah menjadi Kementrian perdagangan dan Kementrian Perindustrian. Untuk selanjutnya dengan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 172 tahun 1957 KPS diubah menjadi BPS, dan urusan statistik yang semula menjadi tanggung jawab dan wewenang Mentri Perekonomian dialihkan menjadi dibawah dan bertanggungjawab kepada Perdana Mentri.

Berdasarkan KEPPRES ini pula secara formal nama BPS dipergunakan.

Memenuhi anjuran PBB agar setiap negara anggota menyelenggarakan sensus penduduk secara serentak, maka pada tanggal 24 September 1960 telah diundangkan UU No. 6 tahun 1960 tentang Sensus, sebagai pengganti Volk Stelling Ordonnantie 1930.

Dalam rangka memperhatikan kebutuhan data bagi perencanaan pembangunan semesta berencana dan mengingat materi statistiek ordonnantie 1934 dirasakan sudah.

tidak sesuai lagi dengan kemajuan – kemajuan yang cepat dicapai oleh Negara kita, maka tanggal 26 September 1960 telah diundangkan UU No. 7 tahun 1960 tentang Statistik.

Berdasarkan keputusan Presidium Kabinet RI No. Aa/C/9 tahun 1965, maka tiap- tiap daerah Tingkat I dan Tingkat 2 dibentuk kantor-kantor cabang BPS dengan nama Kantor Sensus Statistik Daerah (KKS) yang mempunyai tugas menjalankan kegiatan- kegiatan statistik di daerah-daerah. Disetiap daerah administrasi kecamatan, dapat diangkat seorang atau lebih pegawai yang merupakan pegawai KKS ditingkat 2 dan dibawah pengawasan Kepala Kecamatan.

3.1.4. Masa Orde Baru sampai sekarang

Pada masa pemerintahan orde baru, khusus untuk memenuhi kebutuhan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan, maka untuk mendapatkan statistik yang handal, lengkap, tepat, akurat dan terpercaya mulai diadakan pembenahan organisasi BPS. Dalam masa orde baru ini BPS telah mengalami empat kali perubahan struktur organisasi, yaitu:

1. Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1969 tentang organisasi Biro Pusat Statistik.

2. Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1980 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik.

3. Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik dan keputusan Presiden No. 6 tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan, Reorganisasi dan tata kerja Biro Pusat Statistik.

4. Undang-Undang No. 16 tahun 1997 tentang Statistik.

5. Keputusan Presiden RI No. 86 tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik.

6. Keputusan Kepala BPS No. 100 tahun 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPS.

7. PP No. tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(25)

Tahun 1968, ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1968, yaitu yang mengatur organisasi dan tata kerja di pusat dan di daerah. Tahun 1980, Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1980 tentang organisasi sebagai pengganti Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 1968. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1988 di tiap provinsi terdapat perwakilan BPS dengan nama Kantor Statistik Provinsi dan di Kabupaten/Kota terdapat cabang perwakilan BPS dengan nama Kantor Statistik Kabupaten/Kota. Pada tanggal 19 Mei 1997 menetapkan tentang statistik sebagai pengganti UU No. 6 dan 7 tentang sensus dan statistik. Pada tanggal 17 Juni 1998 dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 86 tahun 1998 ditetapkan BPS sekaligus mengatur tata kerja dan struktur BPS yang baru.

3.2. Tugas dan Fungsi Badan Pusat Statistik

Menurut Keputusan Kepala BPS Nomor 121 tahun 2001 tentang organisasi dan tata kerja perwakilan BPS di daerah.

3.2.1. Tugas

BPS memunyai tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3.2.2. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, BPS menyelenggarakan fungsi:

1. Pengkajian, penyusunan, dan perumusan kebijakan di bidang statistik.

2. Pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional.

3. Penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar.

4. Pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik, dan

5. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi, tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan, dan rumah tangga.

3.2.3 Kewenangan

Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud, BPS memunyai kewenangan:

1. Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya.

2. Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro.

3. Penetapan sistem informasi di bidangnya.

4. Penetapan dan penyelenggaraan statistik nasional.

5. Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

6. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kegiatan statistik.

7. Penyusunan pedoman penyelenggaraan survei statistik sektoral.

(26)

14 3.3. Visi dan Misi

3.3.1. Visi

Pelopor data statistik terpercaya untuk semua.

3.3.2. Misi

1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien.

2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia.

3. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik.

4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak.

5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.

3.3.4. Struktur Organisasi BPS

Sehubungan dengan semakin meningkatnya beban tugas dan pentingnya peranan BPS dalam menunjang kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan maka diperlukan struktur organisasi yang dapat menunjang kelancaran tugas dari masing- masing bagian.

Surat keputusan kepala BPS No. 104 tahun 1999 yang mengatur tentang uraian tugas, bagian bidang, subbagian dan seksi perwakilan BPS di daerah dipandang perlu untuk menetapkan perincian tugas setiap bidang, subbagian, dan seksi di lingkungan perwakilan dan cabang perwakilan BPS.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(27)

1. BPS Kabupaten/Kota

Kepala

Sub Bagian Tata Usaha

Gambar 3.1 Struktur Organisasi BPS Kabupaten/Kota

Seksi Seksi

Neraca

Wilayah & Integrasi Pengolahan Sesksi

Stat. Sosial

Seksi Stat. Produksi

Seksi Stat.

Distribusi

Analisis Statistik

& Diseminasi Statistik

(28)

16 2. BPS Provinsi

Gambar 3.2 Struktur Organisasi BPS Provinsi

Kepala Bagian Tata

Usaha

Sub

Bag Sub Bag Sub Bag Sub

Bag Sub Bag Bina

Program

Urusan Dalam

Kepegaw aian

Keua ngan

Perlengk

apan

dan

Hukum

Bida

ng Bidang

Bida

ng Bidang

Bidan

g

Neraca Wilayah &

Integrasi Pengolahan Stat. Sosial

Stat.

Produksi

Stat.

Distribusi

Analisis Statistik

& Diseminasi Statistik

Seksi Statistik Kependuduka

n

Seksi

Statistk

Seksi

Statistk Seksi Seksi

Pertani an

Harga Konsume

n &

Neraca Produksi

Integrasi

Perdag.

Besar

Pengolahan Data

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(29)

Organisasi merupakan suatu fungsi manajemen yang mempunyai peranaan dan kegiatan langsung dengan instansi sosial yang terjadi diantara individu – individu dalam rangka kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Struktur organisasi perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang ditetepkan. Dengan adanya struktur organisasi maka akan jelaslah pemisahan tugas dari para pegawai / staf tersebut.

Struktur organisasi yang diterapkan di Kantor Badan Pusat Statistik adalah struktur organisasi lini dan staf. Struktur ini mengandung unsur – unsur spesialisasi kerja, standarisasi kegiatan, sentralisasi dan desentralisasi dalam pembuatan keputusan yang menunjukan lokasi kekuasaan, pembuatan keputusan dan ukuran satuan yang menunjukkan suatu kelompok kerja.

Adapun tujuan dari struktur organisasi lini dan staf di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sumatera Utara adalah :

a. Pengkoordinasian yaitu yang memungkinkan komunikasi integrasi berbagai departemen dan kegiatan – kegiatan yang saling berhubungan satu sama lain.

b. Pemberian saran yaitu memberikan saran atau membuat rekomendasi bagi manajemen.

c. Pembuatan keputusan yaitu membuat keputusan – keputusan dan mengamati bagaimana pelaksanaan dari keputusan tersebut.

Sebagaimana dalam lampiran dalam organisasi Kantor Badan Pusat Statistik Propinsi Sumatera Utara dipimpin seorang Kepala Kantor.

Kepala Kantor dibantu bagian tata usaha yang terdiri dari : 1. Sub Bagian Urusan Dalam

2. Sub Bagian Perlengkapan 3. Sub Bagian Keuangan 4. Sub Bagian Kepegawaian 5. Sub Bagian Bina Program

Sedangkan Bidang Penunjang Statistik Terdiri dari Lima (5) bidang yaitu : 1. Bidang Statistik Produksi

Bidang statistik Produksi mempunyai tugas untuk melaksanakan kegiatan Statistik Pertanian, Industri, Konstruksi pertambangan dan energi.

2. Bidang Statistik Distrubusi

Bidang Statistik ditribuisi mempunyai tugas untuk melaksanakan kegiatan statistik konsumen dan perdagangan besar, statistik keuangan dan harga produsen serta niaga dan jasa.

3. Bidang Statistik Sosial

Bidang Statistik kependudukan mempunyai tugas yaitu melaksanakan kegiatan demografi dan rumah tangga, ketenagakerjaan, serta statistik kesejahteraan.

4. Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statitik (IPDS)

(30)

18 Penyiapan data, penyusunan sistem, dan program serta operasional pengolahan data de ngan komputer.

5. Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Mempunyai tugas untuk penyusunan Neraca Produksi, Neraca konsumsi, dan Akumulasi penyajian analisis serta kegiatan penerapan statistik.

3.4. Tugas dan Wewenangan Masing–Masing Bagian di Badan Pusat Statistik

Wewenang (authority) adalah : hak untuk melakukan sesuatu atau memerintahkan orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.

Contoh: seorang manager suatu organisasi mempunyai hak untuk memberi, perintah dan tugas serta menilai pelaksanaan kerja bawahannya.

Tugas adalah: kewajiban untuk melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.

Contoh: sekretaris yang mengarsip surat, membuat notulen rapat.

3.4.1. Bagian Tata Usaha

1. Menyusun program kerja tahun bidang.

2. Mengatur dan melaksanakan penghimpunan barang dan penyusunan program kerja tahunan baik rutin maupun proyek kantor statistik propinsi dan menyampaikan ke Badan Pusat Statistik.

3. Mengatur dan melaksanakan urusan dalam yang meliputi surat – surat penggandaan atau percetakan kearsipan, rumah tangga dan pemeliharaan gedung keamanan dan lingkungan serta perjalanan dinas maupun luar negeri.

4. Mengatur dan melaksanakan urusan perlengkapan dan perbekalan yang meliputi penyusunan, penyimpanan atau penggudangan, inventarisasi dan penghapusan serta pemeliharaan perlengkapan.

5. Mengatur dan melaksanakan urusan dan keuangan yang meliputi tata usaha keuangan, perbankan, administrasi dan pembukuan.

6. Mengatur dan melaksanakan urusan dan mutasi pegawai, pembinaan pegawai, kesejahteraan pegawai, administrasi jabatan dan fungsional, hukum, organisasi tata laksana serta penyajian.

7. Menyusun laporan kegiatan bagian secara berkala dan sewaktu – waktu.

8. Mengatur dan melaksanakan urusan penyelenggaraan berbagai pelatihan teknis dan pelatihan administrative.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(31)

3.4.2. Bidang Statistik Produksi

1. Menyusun program kerja tahunan bidang yang meliputi kegiatan statistik pertanian, industri, konstruksi energi dan statistik produksi lainnya yang ditentukan.

2. Mengatur keikutsertaan program pelatihan yang diselenggarakan oleh pusat dibidang statistik produksi.

3. Mengatur dan mengkordinasikan penyelenggaraan pelatihan petugas lapangan dipusat pelatihan serta mengatur pencatahan pelatihannya.

4. Membantu kepala kantor Badan Pusat Statistik Propinsi atau pimpinan bagian proyek untuk menyiapkan program pelatihan petugas lapangan.

5. Mengatur dan melaksanakan penjatahan dan pengawasan lapangan terhadap pelaksanaan lapangan produksi.

6. Mengatur dan melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan dokumen hasil pengumpulan data statistik produksi.

7. Bersama-sama dengan bidang pengolahan data, mengatur dan menyiapkan data statistik produksi melalui komputer sesuai yang diterapkan.

8. Mengatur dan melaksanakan evaluasi hasil kerja kegiatan statistik produksi.

9. Mengatur dan menyiapkan hasil pengolahan statistik produksi yang akan dikirim ke pusat melalui komputer sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

10. Membantu kepala kantor badan pusat statistik propinsi melakukan pembinaan secara teratur petugas pencacah, pengawas dan pemeriksaan pengumpulan data statistik produksi, kabupaten, kotamadya, maupun dikecamatan.

3.4.3. Bidang Statistik Distribusi

1. Menyusun program kerja tahunan bidang yang meliputi pelaksanaan kegiatan statistik pertanian, industri pertambangan, energi dan satistik distribusi lainnya yang ditentukan.

2. Mengatur keikutsertaan program pelatihan yang diselenggarakan oleh pusat dibidang statistik distribusi.

3. Membantu kepala kantor Badan Pusat Statistik memimpin proyek untuk menyiapkan proyek tugas lapangan.

4. Mengatur dan mengkoordinasikan penyelenggaraan petugas lapangan di pusat pelatihan serta mengatur pelatihan.

5. Mengatur dan melaksanakan dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan lapangan, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan statistik distribusi.

6. Melakukan pembinaan, pengamatan lanjut, dan pengawasan lapangan terhadap pelaksanaan kegiatan statistik distribusi.

7. Mengatur dan melaksananakan penerimaan dan pemeriksaan dokumen hasil pengumpulan data statistik distribusi.

8. Mengatur dan melaksanakan pengolahan data statistik distribusi secara sederhana sesuai yang diterapkan oleh pusat.

9. Bersama- sama dengan bidang pengolahan data dan menyiapkan pengolahan statistik distribusi melalui komputer sesuai yang diterapkan.

(32)

20 10. Mengatur dan mengevaluasi hasil kegiatan statistik distribusi sebagai bahan

masukan untuk peyempurnaan selanjutnya.

11. Membantu kepala kantor Badan Pusat Statistik propinsi melakukan pembinaan secara teratur petugas pencacah, pengawas dan pemeriksaan penyimpulan data statistik produksi, kabupaten, kotamadya ataupun di kecamatan.

3.4.4. Bidang Statistik Sosial

1. Menyusun program kerja tahunan bidang-bidang yang utama ruang lingkup bidang statistik kependudukan adalah meliputi pelaksanaan kegiatan statistik demografi dan rumah tangga dan statistik kepedudukan lainnya.

2. Mengatur keikutsertaan program lainnya yang akan diselenggrakan oleh statistik bidang penduduk.

3. Membantu kepala kantor Badan Pusat Statistik propinsi atau pimpinan bagian proyek untuk menyiapkan pengolahan latihan tugas lapangan.

4. Mengatur dan mengkoordinasi penyelenggaran latihan tugas lapangan dipusat serta mengatur penjatahan pelatihannya.

5. Mengatur dan melaksanakan penjatahan dokumen untuk melaksanakan tugas lapangan.

6. Melakukan pembinaan dan pengawasan lapangan terhadap pengawasan kegiatan statistik kependudukan.

7. Bersama-sama dengan bidang pengolahan data mengatur dan menyiapkan pengolahan data statistik kependudukan melalui komputer sesuai yang ditetapkan.

8. Mengatur dan melaksanakan penerimaan dokumen hasil dari pengumpulan data statistik kependudukan.

9. Mengatur dan menyiapkan pengolahan data statistik kependudukan yang akan dikirim kepusat sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

10. Mengatur dan melaksanakan evaluasi hasil pengolahan statistik kependudukan sebagai bahan untuk penyempurnaan .

3.4.5. Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik 1. Menyusun program kerja tahunan.

2. Melaksanakan penyusunan, pemeliharaan, penyelesaian permasalahan dan pengembangan sistem jaringan komunikasi data sesuai dengan aturan yang ditetapkan serta membantu penyerapan teknologi informasi.

3. Mengatur dan melaksanakan keikutsertaan dalam program latihan yang diselenggarakan oleh badan pusat statistik dalam bidang pengolahan, penyajian dan pelayanan statistik.

4. Melaksanakan koordinasi pengolahan dan pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak serta menyusun sistem pengolahan data.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(33)

5. Mengatur integrasi penggunaan sistem dan program aplikasi pengolahan data statistik seperti data statistik kependudukan, data statistik produksi dan data statistik distribusi termasuk sarana pendukungnya.

6. Melaksanakan kajian evaluasi kebutuhan dan pengolahan data termasuk bahan komputer yang bekerja sama dengan satuan organisasi terkait.

(34)

22 BAB 4

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengumpulan Data

Jumlah angkatan kerja berkembang sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk.

Angkatan kerja ini didefenisikan sebagai penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Analisa dan pembahasan mengenai ketenagakerjaan ini disajikan meliputi komposisi angkatan kerja, jumlah penduduk usia kerja dan tingkat partisipasi angkatan kerja.

4.1.1 Angkatan kerja

Adapun data yang dipaparkan penulis dalam penulisan tugas akhir ini adalah hasil survei Badan Pusat Statistik Kota Medan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1 Jumlah angkatan kerja menurut jenis kegiatan

Tahun Bekerja Pengangguran Jumlah Angkatan Kerja

2011 682.380 164.574 846.954

2012 819.161 116.557 935.718

2013 819.161 133.470 889.352

2014 729.892 123.670 853.562

2015 833.832 125.477 959.309

2016 824.250 137.160 961.410

Jumlah 4.645.397 800.908 5.446.305

Sumber : Badan Pusat Statistik Sumatera Utara

4.2 Pengolahan Data

4.2.1 Peramalan jumlah angkatan kerja

Tabel 4.2 Permalan Jumlah Angkatan Kerja Menurut Jenis Kegiatan di Kota Medan Tahun Tahun (X) Angkatan Kerja

(Y)

XY

2011 1 846.954 846.954 1

2012 2 935.718 1.871.436 4

2013 3 889.352 2.668.056 9

2014 4 853.562 3.414.248 16

2015 5 959.309 4.796.545 25

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(35)

2016 6 961.410 5.768.460 36

Jumlah 21 5.446.305 19.365.699 91

∑ ∑ ∑ ∑ ∑

Maka, Ŷ = a + bX

= 846.991,21 + 17.350,37X

Dari perhitungan diatas maka dapat digunakan sebagi persamaan baru untuk menentukan peramalan jumlah angkatan kerja tahun 2017 - 2022 di kota Medan sebagai berikut : 1. Angkatan kerja tahun 2017

Dimana X = 7, maka :

Ŷ= 846.991,21 + 17.350,37 X = 846.991,21 + 17.350,37 (7) = 846.991,21 + 121.452,59 = 968.443,8

Ini artinya pada tahun 2017 jumlah angkatan kerja di kota Medan sebesar 968.444 orang.

2. Angkatan kerja tahun 2018 Dimana X = 8, maka :

Ŷ = 846.991,21 + 17.350,37 X = 846.991,21 + 17.350,37 (8) = 846.991,21 + 138.802,96

(36)

24 = 985.794,17

Ini artinya pada tahun 2018 jumlah angkatan kerja di kota Medan sebesar 985.795 orang .

3. Angkatan kerja tahun 2019 Dimana X = 9, maka :

Ŷ= 846.991,21 + 17.350,37 X = 846.991,21 + 17.350,37 (9) = 846.991,21 + 156.153,33 = 1.003.144,54

Ini artinya pada tahun 2019 jumlah angkatan kerja di kota Medan sebesar 1.003.145 orang.

4. Angkatan kerja tahun 2020 Dimana X = 10, maka :

Ŷ = 846.991,21 + 17.350,37 X = 846.991,21 + 17.350,37 (10) = 846.991,21 + 173.503,70 = 1.020.494,91

Ini artinya pada tahun 2020 jumlah angkatan kerja di kota Medan sebesar 1.020.495 orang.

5. Angkatan kerja tahun 2021 Dimana X = 11, maka :

Ŷ = 846.991,21 + 17.350,37 X = 846.991,21 + 17.350,37 (11) = 846.991,21 + 190.854,07 = 1.037.845,28

Ini artinya pada tahun 2021 jumlah angkatan kerja di kota Medan sebesar 1.037.846 orang.

6. Angkatan kerja tahun 2022 Dimana X = 12, maka :

Ŷ = 846.991,21 + 17.350,37 X = 846.991,21 + 17.350,37 (12) = 846.991,21 + 208.204,44 = 1.055.195,65

Ini artinya pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja di kota Medan sebesar 1.055.196 orang.

Tabel 4.3 Angkatan Kerja di Kota MedanTahun 2011 s/d 2022 Tahun Jumlah Angkatan

Kerja

2011 846.954

2012 935.718

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(37)

2013 889.352

2014 853.562

2015 959.309

2016 961.410

2017* 968.444

2018* 985.795

2019* 1.003.145

2020* 1.020.495

2021* 1.037.846

2022* 1.055.196

Keterangan : * = Hasil Peramalan

4.2.2 Peramalan Jumlah Penduduk Usia Kerja

Untuk mengetahui Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( TPAK ) tiap tahunnya , maka terlebih dahulu mencari peramalan jumlah penduduk usia kerja sebagai berikut :

Tabel 4.4 Jumlah penduduk Usia kerja

Tahun Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja Jumlah Penduduk Usia Kerja

2011 846.954 560.622 1.407.576

2012 935.718 462.748 1.398.466

2013 889.352 540.142 1.429.494

2014 853.562 602.648 1.456.210

2015 959.309 573.562 1.532.871

2016 961.410 593.726 1.555.136

Jumlah 5.446.305 3.333.448 8.779.753

Sumber : Badan Pusat Statistik Sumatera Utara Tabel 4.5 Peramalan Jumlah Penduduk Usia Kerja

Tahun Tahun (X) Jumlah Penduduk (Y) XY

2011 1 1.407.576 1.407.576 1

2012 2 1.398.466 2.796.932 4

2013 3 1.429.494 4.288.482 9

2014 4 1.456.210 5.824.840 16

2015 5 1.532.871 7.664.355 25

2016 6 1.555.136 9.330.816 36

Jumlah 21 8.779.753 31.313.001 91

∑ ∑ ∑ ∑ ∑

(38)

26

Maka, Ŷ = a + bX

= 1.346.519,08 + 33.363,74X

Dari perhitungan diatas maka dapat digunakan sebagi persamaan baru untuk menentukan peramalan jumlah penduduk usia kerja tahun 2017 s/d 2022 di kota Medan adalah sebagai berikut :

1. Penduduk usia kerja tahun 2017 Dimana X = 7, maka :

Ŷ= 1.346.519,08 + 33.363,74 X = 1.346.519,08 + 33.363,74 (7) = 1.346.519,08 + 233.546,18 = 1.580.065,26

Ini artinya pada tahun 2017 jumlah penduduk usia kerja di kota Medan sebesar 1.580.066

2. Penduduk usia kerja tahun 2018 Dimana X = 8, maka :

Ŷ= 1.346.519,08 + 33.363,74 X = 1.346.519,08 + 33.363,74 (8) = 1.346.519,08 + 266.909,92 = 1.613.429

Ini artinya pada tahun 2018 jumlah penduduk usia kerja di kota Medan sebesar 1.613.429 orang.

3. Penduduk usia kerja tahun 2019

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(39)

Dimana X = 9, maka :

Ŷ = 1.346.519,08 + 33.363,74 X = 1.346.519,08 + 33.363,74 (9) = 1.346.519,08 + 300.273,66 = 1.646.792,74

Ini artinya pada tahun 2019 jumlah penduduk usia kerja di kota Medan sebesar 1.646.793 orang.

4. Penduduk usia kerja tahun 2020 Dimana X = 10, maka :

Ŷ = 1.346.519,08 + 33.363,74 X = 1.346.519,08 + 33.363,74 (10) = 1.346.519,08 + 333.637,40 = 1.680.156,48

Ini artinya pada tahun 2020 jumlah penduduk usia kerja di kota Medan sebesar 1.680.157 orang.

5. Penduduk usia kerja tahun 2021 Dimana X = 11, maka :

Ŷ = 1.346.519,08 + 33.363,74 X = 1.346.519,08 + 33.363,74 (11) = 1.346.519,08 + 367.001,14 = 1.713.520,22

Ini artinya pada tahun 2021 jumlah penduduk usia kerja di kota Medan sebesar 1.713.521 orang.

6. Penduduk usia kerja tahun 2022 Dimana X = 12, maka :

Ŷ = 1.346.519,08 + 33.363,74 X = 1.346.519,08 + 33.363,74 (12) = 1.346.519,08 + 400.364,88 = 1.746.883,96

Ini artinya pada tahun 2022 jumlah penduduk usia kerja di kota Medan sebesar 1.746.884 orang.

Tabel 4.6 Peramalan Jumlah penduduk usia kerja dan angkatan kerja di kota Medan Tahun Jumlah Penduduk Usia

Kerja

Jumlah Angkatan Kerja

2011 1.407.576 846.954

2012 1.398.466 935.718

2013 1.429.494 889.352

2014 1.456.210 853.562

2015 1.532.871 959.309

2016 1.555.136 961.410

2017 1.580.066 968.444

(40)

28

2018 1.613.429 985.795

2019 1.646.793 1.003.145

2020 1.680.157 1.020.495

2021 1.713.521 1.037.846

2022 1.746.884 1.055.196

Keterangan : * = Hasil Peramalan

4.2.3 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

Berdasarkan tabel 4.6 dapat diperoleh tingkat partisipasi angkatan kerja di kota medan tahun 2011 - 2022 adalah sebagai berikut :

1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( TPAK )

Dengan menggunakan program excel maka diperoleh tabel sebagai berikut : Tabel 4.7 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( TPAK )

Tahun Jumlah Penduduk Usia Kerja

Jumlah Angkatan Kerja TPAK

2011 1.407.576 846.954 60,17%

2012 1.398.466 935.718 66,91%

2013 1.429.494 889.352 62,21%

2014 1.456.210 853.562 58,62%

2015 1.532.871 959.309 62,58%

2016 1.555.136 961.410 61,82%

2017* 1.580.066 968.444 61,29%

2018* 1.613.429 985.795 61,10%

2019* 1.646.793 1.003.145 60,92%

2020* 1.680.157 1.020.495 60,74%

2021* 1.713.521 1.037.846 60,57%

2022* 1.746.884 1.055.196 60,40%

Dari hasil perhitungan diatas kita dapat melihat bahwa TPAK berada diatas 50%

ini artinya semakin tinggi TPAK menunjukkan bahwa terjadi peningkatan partisipasi tenaga kerja dalam pasar kerja. Keterlibatan tenaga kerja secara aktif dalam

perekonomian semakin membesar. Jumlah penduduk usia kerja yang semakin meningkat akan membawa konsekuensi dalam ketenagakerjaan. Sebagian penduduk usia kerja akan masuk dalam kategori angkatan kerja dan sebagian lainnya masuk dalam kategori bukan angkatan kerja.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(41)

Penduduk usia kerja yang masuk kedalam kelompok angkatan kerja bila tidak terserap pada pasar kerja maka akan menjadi pengangguran. Padahal kemampuan pasar kerja dalam menyerap lapangan kerja sangat terbatas. Bila semakin banyak angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja, jumlah pengangguran terbuka otomatis juga akan semakin bertambah. Jika pasar kerja bisa menyerap semua angkatan kerja dalam lapangan kerja, peningkatan TPAK yang terjadi akan memberikan nilai positif bagi perekonomian dan pembangunan diwilayah kota Medan.

(42)

30 BAB 5

IMPLEMENTASI SITEM

5.1 Pengertian Implementasi

Implementasi ada;ah suatu cara yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu persoalan sistem yang ada didalam sistem itu sendiri dengan cara menginstal dan memulai sistem baru tersebut.

Adapun tujuan dari implementasi sistem adalah untuk menyelesaikan suatu persoalan yang ada didalam sistem komputer dan untuk menguji hasil – hasil dari persoalan yang sedang dianalisis.

5.2 Pengaktifan Ms.Excel

Program Excel merupakan suatu program mempunyai banyak fasilitas, seperti kemampuan kalkulasi yang sangat mudah dengan formula dan fungsi kompleks dan fleksibel, fasilitas pengelolaan database yang sangat mapan, kemampuan membuat dan mengelola grafik dengan cepat, mudan dan menarik.

Adapun cara penganktifan excel adalah sebagai berikut : 1. Dari dekstop klik start pada taskbar

2. Kemudian klik all program

3. Lalu pilih menu microsoft excel, maka akan ditampilkan jendela utama program aplikasi exccel pada layar komputer seperti gambar dibawah ini :

Gambar 5.1 Tampilan jendeka microsoft excel

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(43)

5.3 Metode Trend Linier

Metode Tren Linier merupakan metode analisa dengan menggunakan variabel yang akan diramalkan dengan satu variabel bebas yang mempengaruhi yaitu variabel waktu, dan sebagai variabel tidak bebas adalah variabel yang akan diramalkan , dimana bentuk simbol yaitu X adalah variabel waktu dan Y adalah variabel yang akan diramalkan.

Adapun langkah-langkah untuk menetukan trend linier dengan tujuan untuk mencari permalan pada periode yang akan datang adalah sebagai berikut :

1. 1.Pada lembar kerja excel, masukkan data angkatan kerja tahun 2011 sampai tahun 2013 adalah sebagai berikut :

Gambar 5.2 Tampilan data angkatan kerja

2. Kemudian hitunglah nilai dari perkalian X dan Y, dimana X sebagai variabel bebas yaitu tahun dan Y variabel tidak bebas yaitu angkatan kerja dari data tersebut denngan menggunakan rumus perkalian. Dengan klik data pilih data analisys, kemudia pada menu data analisys pilih regression, lalu akan ditampilkan seperti gambar berikut :

(44)

32 Gambar 5.3 Tampilan menu data analisis

Gambar 5.4 Tampilan menu regression

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(45)

3. Kemudian masukan dan blok nilai X yaitu tahun untuk mendapatkan nilai output dan blok nilai Y yaitu angkatan kerja untuk mendapatkan nilai Y. Sebagai output lalu tempatkan kotak tulisan diluar tabel, lalu klik ok maka akan muncul pada range output yang telah ditentukan, seperti ditampilkan pada gambar dibawah ini :

Gambar 5.5 Tampilan hasil regression

(46)

34 BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

 Dari tahun ke tahun jumlah angkatan kerja di kota Medan mengalami penigkatan, menurut data proyeksi pada tahun 2017 sebesar 968.444, tahun 2018 sebesar 985795, tahun 2019 sebesar1.003.1145, tahun2020 sebesar 1.020.495, tahun 2021 sebesar 1.713.846, dan tahun 2022 sebesar 1.746.884.

 Dari tahun ke tahun jumlah penduduk usia kerja di kota Medan mngalami peningkatan, menurut data proyeksi pada tahun 2017 sebesar 1.580.006, tahun 2018 sebesar 1.613.429, tahun 2019 sebesar 1.646.793, tahun 2020 sebesar 1.680.157, tahun 2021 sebesar 1.713.521, dan tahun 2022 sebesar 1.746884.

 Tingkat partisipasi angkatan kerja berda di atas 50% , ini artinya peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pembangunan di wi;ayah kota Medan.

6.2 Saran

 Pemerintah kota Medan menigkatkan kualitas pendidikan dengan mengadakan pendidikan formal maupun non formal.

 Memberikan edukasi serta melakukan pelatihan supaya msyarakat memiliki keahlian, sehingga masyarakat akan mandiri.

 Pemerintah kota Medan maupun pihak swata bekerja sama dalam menciptakan lapangan kerja.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(47)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. 2011. Sumatera Utara dalam angka 2010. Kota Medan.

Badan Pusat Statistik. 2012. Sumatera Utara dalam angka 2011. Kota Medan.

Badan Pusat Statistik. 2013. Sumatera Utara dalam angka 2012. Kota Medan.

Badan Pusat Statistik. 2014. Sumatera Utara dalam angka 2013. Kota Medan.

Badan Pusat Statistik. 2015. Sumatera Utara dalam angka 2014. Kota Medan.

Badan Pusat Statistik. 2016. Sumatera Utara dalam angka 2015. Kota Medan.

Arifin, Johan. 2008. Statistik Bisnis Terapan dengan Microsoft Excel 2010. Jakarta : Penerbit PT. Elex Media Komputindo

Sudjana, 2009. Metode Statistika. Bandung : Tarsito Bandung.

(48)

36

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(49)
(50)

38

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(51)
(52)

40

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(53)

Referensi

Dokumen terkait

Adalah benar - benar karyawan PT Indomulti Plasindo, yang telah bekerja sejak 16 Juli 2010 sampai dengan tanggal 5 Januari 2013. Demikian surat keterangan ini diberikan kepada

Kami akan memproduksi Peralatan Listrik sesuai butir 2 (Produk yang dimintakan Persetujuan Sertifikasi Produk) secara konsisten dengan mutu baik, sesuai dengan

[r]

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan diksi pada lirik lagu Sheila On 7; (2) penggunaan gaya bahasa pada lirik lagu Sheila On 7; (3)

Individu dalam organisasi, dengan sedikit pengecualian, mengakui dan menerima wewenang dari atasan mereka sebagai cara yang dapat diterima untuk memecahkan

Tool Wear and Machining Performance of CBN TiN Coated Carbide Inserts and PCBN Compact Inserts in Turning AISI 4340 Hardened Steel.. Journal of materials

jenis gaya bahasa yang mendominasi dan gaya bahasa simile paling mendominasi; (2) penggunaan diksi dalam kumpulan cerpen Kesetiaan Itu ditemukan 4 jenis diksi yang

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan resep di apotek Ko pkar, yang mencakup persepsi pasien terhadap kecepatan pelayanan o bat,